Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM

MIKROBIOLOGI/MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN

SINERGISME DAN ANTAGONISME BEBERAPA JENIS MIKROBA

Oleh:
Kelompok 18

Nama:
Tiara Wilan

Nim:
082001500056

Asisten:
1. Istikhomah Putri Ayu Waningsih
2. Rifa Adriany

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS ARSITEKTUR LANSEKAP DAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah Subhanahuwataala, karena berkat rahmat-
Nya saya bisa menyelesaikan Laporan Praktikum Mikrobiologi dan Lingkungan yang berjudul
Sinergisme dan Antagonisme Beberapa Jenis Mikroba. Praktikum ini merupakan mata
kuliah wajib di Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
laporan praktikum ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan praktikum ini masih
jauh dari kata sempurna, maka , kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya
harapkan demi sempurnanya laporan praktikum ini. Terima kasih.

Jakarta, 30 Oktober 2016

Tiara Wilan

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................i

DAFTAR ISI ............................................................................................................................. ii

DAFTAR TABEL .................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................................................. 1

1.2 Tujuan Praktikum ............................................................................................................ 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................... 3

2.1 Tinjauan Pustaka .............................................................................................................. 3

2.2 Alat dan Bahan ................................................................................................................ 4

2.3 Cara Kerja ........................................................................................................................ 5

BAB III HASIL PENGAMATAN ........................................................................................... 8

3.1 Hasil Pengamatan ............................................................................................................ 8

3.2 Pembahasan ................................................................................................................... 27

BAB IV SIMPULAN ............................................................................................................... 30

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 31

ii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Antagonisme ................................................................................................................ 4


Tabel 2.2 Sinergisme ................................................................................................................... 5
Tabel 2.3 Cara kerja Antagonisme .............................................................................................. 5
Tabel 2.4 Cara kerja Sinergisme.................................................................................................. 6
Tabel 3.1 Hasil pengamatan Antagonisme .................................................................................. 8
Tabel 3.2 Hasil pengamatan Sinergisme ................................................................................... 14

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sinergisme adalah dua spesies hidup bersama dan mengadakan kegiatan yang tidak saling
menggangu, akan tetapi kegiatan masing-masing itu justru berupa suatu urutan yang salinag
menguntungkan, maka hubungan hidup anatara kedua spesies itu disebut sinergisme.
Contohnya Ragi (adonan) untuk membuat tape terdiri atas kumpulan spesies-spesies
aspergillus, Saccharomyces, Candida, Hansenula, dan mungkin juga Acetobacter. Masing-
masing spesies mempunyai kegiatan-kegiatan sendiri, sehingga zat tepung (amilum) dapat
berubah menjadi gula, dan gula menjadi bermacam-macam asam organik, alkohol, dan lain-
lain.
Antagonisme menyatakan suatu hubungan yang asial. Spesies yang satu mengasilkan
sesuatu yang meracuni spesies yang lian, sehingga pertumbuhan spesies yang terkhir itu
sangat terganggu karenanya. Zat yang dihasilkan oleh spesies yang pertama mungkin berupa
suatu akskret, mungkin juga zat itu berupa suatu sisa makanan. Yang jelas ialah, zat itu
menentang kehidupan mikroorganisme yang lain. Olahkarena itu, maka zat penentang
tersebut dinamakan antibiotic. Kejadian inilah yang menyebabkan Alexander Fleming dalam
tahun 1929 menemukan penisilin.
Beberapa bentuk antagonisme telah dapat kita ketahui, missal anatara Streptococcus
lactis dan Bacillus subtilis atau Proteus vugaris. Jika ketiga spesies ini ditumbuhkan bersama-
sama di dalam suatu medium, maka pertumbuhan Bacillus dan Proteus akan segera tercekik
karena adanya asam-susu yang dihasilkan oleh Streptococcus lactis.
Antagonisme juga bias disebut antibiosis, sedang Odum (1957) menggunakan istilah
amensalisme untuk itu. Spesies yang terhambat pertumbuhannya disebut amensal, sedang
spesies yang menghambat pertumbuhan disebut antagonis. Dengan lain perkataan, amensal
dapat hidup jika terpisah dari antagonos, tetapi terganggu jika hidup bersama dengan
antagonis. Latar belakang dari praktium ini adalah agar praktikan dapat mengetahui apakah
mikroba yang diuji sinergis ataupun antagonis dari beberapa bakteri yang berlainan jenis.

1
1.2 Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum teknik pewarnaan ini adalah :
1. Untuk mempelajari antibiosis / antagonisme beberapa jenis mikroba.
2. Untuk mempelajari interaksi beberapa jenis mikroba yang saling menguntungkan /
sinergis.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka


Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, akan tetapi
juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia
hidup, perubahan ini disebut perubahan secara kimia. Adapun faktor-faktor lingkungan dapat
dibagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktor abiotik. Di mana, faktor-faktor biotik terdiri
atas makhluk-makhluk hidup, yaitu mencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara
mikroorganisme, dapat dalam bentuk simbiose, sinergisme, antibiose dan sintropisme.
Sedangkan faktor-faktor abiotik terdiri atas faktor fisika (Hadioetomo, 1982).
Interaksi antar mikroorganisme yang menempati suatu habitat yang sama
akanmemberikan pengaruh positif, saling menguntungkan dan pengaruh negatif, saling
merugikan dan netral, tidak ada pengaruh yang berarti mikroorganisme harus berkompetisi
dengan organisme lain dalam memperoleh nutrisi dari lingkungannya, sehingga dapat terus
lulus hidup dandapat berkembangbiak dengan sukses. Hubungan antara mikroorganisme
dengan organisme lain yang saling menekan pertumbuhannya disebut antagonisme. Bentuk
interaksi ini merupakan suatu hubungan asosial. Biasanya Spesies yang satu
menghasilkansuatu senyawa kimia yang dapat meracuni spesies lain yang
menyebabkan pertumbuhan spesies lain tersebut terganggu. Biasanya bentuk interaksi ini
muncul karena ada beberapa jenis miktororganisme yang menempati ruang dan waktu yang
sama, sehingga mereka harus memperebutkan nutrisi untuk tetap dapat tumbuh dan
berkembangbiak. Akhirnya dari interaksi semacam inimemberikan efek beberapa
mikroorganisme tumbuh dengan optimal, sementara mikroorganisme lain tertekan
pertumbuhannnya. (Kusnadi, 2003).
Aktivitas mikroorganisme akan berpengaruh terhadap lingkungannya. Mikroorganisme
seperti halnya organisme lain yang berada dalam lingkungan yang kompleks senantiasa
berhubungan baik dengan pengaruh faktor biotik dan faktor biotik. Sedikit sekali suatu
mikroorganisme yang hidup di alam mampu hidup secara individual. Hubungan
mikroorganisme dapat terjadi baik dengan sesama mikroorganisme, hewan ataupun

3
dengan tumbuhan. Hubungan ini membentuk suatu pola interaksi yang spesifik yang
dikenal dengan simbiosis( Kusnadi, 2003).
Perubahan yang terjadi di dalam lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat
morfologi dan sifat fisiologi mikroba. Beberapa golongan sangat tahan terhadap perubahan
lingkungan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Adapula golongan
mikroba yang sama sekali peka terhadap perubahan lingkungan sehingga tidak dapat
menyesuaikan diri. Faktor lingkungan sangat penting artinya di dalam usaha mengendalikan
kegiatan mikroba baik untuk kepentingan proses ataupun pengendalian. Mikroba memerlukan
kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan mikroba dapat berupa faktor abiotik (fisikawi maupun kimiawi) dan faktor biotik
(meliputi kehidupan aksenik dan adanya asosiasi kehidupan). Faktor abiotik diantaranya
temperatur, pH, kebutuhan air, tekanan osmosis dan oksigen molekuler (Suharni, 2009).

2.2 Alat dan Bahan


2.2.1 Antagonisme

Tabel 2.1 Antagonisme

No. Nama Alat Ukuran Jumlah Nama Bahan Konsentrasi Jumlah

Cawan Petri berisi


1 - 2 Sarcina - 1
medium

2 Lampu spiritus - 1 Staphylococcus - 1

3 Kawat Ose - 1 - - -

4
2.2.2 Sinergisme

Tabel 2.2 Sinergisme

No. Nama Alat Ukuran Jumlah Nama Bahan Konsentrasi Jumlah

1 Pipet Tetes - 1 Sarcina - 1

2 Lampu spiritus - 1 Staphylococcus - 1

3 - - - Kaldu Laktosa - 1

4 - - - Sukrosa - 1

2.3 Cara Kerja


2.3.1 Cara Kerja Antagonisme

Tabel 2.3 Cara kerja Antagonisme


No. Cara Kerja Gambar
Siapkan alat dan bahan yang akan
digunakan. Kemudian nyalakan spiritus
1 menggunakan korek api. Sterilkan kawat
ose yang akan digunakan menggunakan
lampu spiritus.
Buka tabung reaksi yang berisi Sarcina,
lewatkan mulut tabung ke lampu spiritus,
ambil Sarcina menggunakan kawat ose
2
yang telah disterilkan sebelumnya,
kemudian tutup kembali tabung reaksi
tadi.

5
No. Cara Kerja Gambar
Buka cawan petri yang telah di
gambarkan garis lurus menyilang dengan
spidol OHP, sterilkan dengan lampu
spiritus, kemudian osekan bakteri yang
3 telah di ambil tadi dan bentuklah zigzag
menyilang sesuai dengan gambar garis di
cawan petri tsb. Setelah selesai, tutup
kembali cawan petri dan inkubasi kan
selama 48 jam pada suhu 37C.
Lakukan langkah yang sama
menggunakan Sarcina yang disilangkan
dengan Staphylococcus sp. Setelah
4
selesai, tutup kembali cawan petri dan
inkubasi kan selama 48 jam pada suhu
37C.

2.3.2 Cara Kerja Sinergisme


Tabel 2.4 Cara kerja Sinergisme

No. Cara Kerja Gambar

Siapkan alat dan bahan yang akan


digunakan. Kemudian nyalakan spiritus
1
menggunakan korek api. Sterilkan pipet
tetes menggunakan api spiritus.

6
No. Cara Kerja Gambar
Ambil bakteri Staphylococcus
menggunakan pipet tetes yang telah
disterilkan tadi, kemudian teteskan di
2 tabung reaksi yang berisi kaldu laktosa
dan tabung durham. Homogen kan
tabung reaksi yang berisi Staphylococcus
tersebut.

Setelah selesai, lanjut kan dengan


langkah yang sama dengan bakteri yang
3
berbeda yaitu Sarcina dan
Staphylococcus+Sarcina.

Lanjutkan dengan memasukkan bakteri


Sarcina, Staphylococcus, dan
Staphylococcus+Sarcina ke tabung reaksi
4
yang berisi Sukrosa dan tabung durham.
Setelah semua selesai, inkubasikan
keenam tabung selama 48 jam pada 37C.

7
BAB III
HASIL PENGAMATAN

3.1 Hasil Pengamatan


3.1.1 Hasil Pengamatan Antagonisme

Tabel 3.1 Hasil pengamatan Antagonisme

No. Bakteri Gambar

Staphylococcus sp + Staphylococcus sp
Sarcina+Sarcina
Staphylococcus sp +Sarcina
Staphylococcus sp dan Sarcina

Kelompok: 18 Kelompok: 17 Kelompok: 18


Hasil: Keduanya tumbuh Hasil : Keduanya tumbuh Hasil : Keduanya tumbuh
1 (Tidak Antagonis) ( Tidak Antagonis) ( Tidak Antagonis)

Kelompok: 24 Kelompok: 23 Kelompok: 24


Hasil: Keduanya tumbuh Hasil : Keduanya tumbuh Hasil: Keduanya tumbuh
(Tidak Antagonis) ( Tidak Antagonis) (Tidak Antagonis)

8
No. Bakteri Gambar

Staphylococcus sp + Staphylococcus sp
Sarcina+Sarcina
Staphylococcus sp +Sarcina

Kelompok: 19 Kelompok: 17
Staphylococcus sp dan Sarcina

Hasil : Keduanya tumbuh Hasil : Keduanya tumbuh


( Tidak Antagonis) ( Tidak Antagonis)

1
-

Kelompok: 25 Kelompok: 23
Hasil : Keduanya tumbuh Hasil: hanya
( Tidak Antagonis) staphylococcus yang
tumbuh (Sarcina
Antagonis terhadap
Staphylococcus).

9
No. Bakteri Gambar

Staphylococcus sp + Staphylococcus sp
Sarcina+Sarcina
Staphylococcus sp +Sarcina

- - Tidak Ada Gambar

Kelompok: 19
Hasil : hanya
Staphylococcus sp dan Sarcina

staphylococcus yang
tumbuh (Sarcina
Antagonis terhadap
1 Staphylococcus)

- -
Tidak Ada Gambar

Kelompok: 25
Hasil: hanya
staphylococcus yang
tumbuh (Sarcina
Antagonis terhadap
Staphylococcus)

10
No. Bakteri Gambar

E.coli+E.coli Bacillus sp+Bacillus sp E.coli+Bacillus sp

Kelompok: 14 Kelompok: 15 Kelompok: 14


Hasil: Keduanya tumbuh Hasil : Keduanya tumbuh Hasil : Keduanya tumbuh
(Tidak Antagonis) ( Tidak Antagonis) ( Tidak Antagonis)
E.coli dan Bacillus sp

Kelompok: 16 Kelompok: 21 Kelompok: 16


Hasil: Keduanya tumbuh Hasil : Keduanya tumbuh Hasil: Keduanya tumbuh
(Tidak Antagonis) ( Tidak Antagonis) (Tidak Antagonis)

Kelompok: 26 Kelompok: 26
Hasil: Keduanya tumbuh Hasil: Keduanya tumbuh
(Tidak Antagonis) (Tidak Antagonis)

11
No. Bakteri Gambar

E.coli+E.coli Bacillus sp+Bacillus sp E.coli+Bacillus sp

Kelompok: 20 Kelompok: 15
Hasil: tumbuh satu Hasil : Keduanya tumbuh
(Antagonis) ( Tidak Antagonis)
E.coli dan Bacillus sp

Kelompok: 22 Kelompok: 20
Hasil: Keduanya tumbuh Hasil: Keduanya tumbuh
(Tidak Antagonis) (Tidak Antagonis)

- -

Kelompok: 21
Hasil: Keduanya tumbuh
(Tidak Antagonis)

12
No. Bakteri Gambar

E.coli+E.coli Bacillus sp+Bacillus sp E.coli+Bacillus sp

- -
E.coli dan Bacillus sp

Kelompok: 22
Hasil : Keduanya tumbuh
2 ( Tidak Antagonis)

13
3.1.2 Hasil Pengamatan Sinergisme

Tabel 3.2 Hasil pengamatan Sinergisme


Bak
No Gambar
teri
Staphylococcus sp Sarcina Staphylococcus sp +Sarcina
Kaldu Laktosa

Kelompok: 18 Kelompok: 18 Kelompok: 18


Staphylococcus sp dan Sarcina

Oksigen: Tidak ada Oksigen: Tidak ada Oksigen: Tidak ada


Warna: tidak keruh Warna: tidak keruh Warna: tidak keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis
1

Kelompok: 17 Kelompok: 17 Kelompok: 17


Oksigen: Tidak ada Oksigen: Tidak ada Oksigen: Tidak ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

14
Bak
No Gambar
teri
Staphylococcus sp Sarcina Staphylococcus sp +Sarcina
Kaldu Laktosa

Kelompok: 19 Kelompok: 19 Kelompok: 19


Staphylococcus sp dan Sarcina

Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada


Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis
1

Kelompok: 23 Kelompok: 23 Kelompok: 23


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

15
Bak
No Gambar
teri
Staphylococcus sp Sarcina Staphylococcus sp +Sarcina
Kaldu Laktosa
Staphylococcus sp dan Sarcina

Kelompok: 24 Kelompok: 24 Kelompok: 24


Oksigen: Tidak ada Oksigen: Tidak ada Oksigen: Tidak ada
Warna: Tidak keruh Warna: Tidak keruh Warna: Tidak keruh
1 Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

Kelompok: 25 Kelompok: 25 Kelompok: 25


Oksigen: Tidak ada Oksigen: Tidak ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

16
Bak
No Gambar
teri
Staphylococcus sp Sarcina Staphylococcus sp +Sarcina
Sukrosa
Staphylococcus sp dan Sarcina

Kelompok: 18 Kelompok: 18 Kelompok: 18


Oksigen: Tidak ada Oksigen: Tidak ada Oksigen: Tidak ada
Warna: tidak keruh Warna: tidak keruh Warna: tidak keruh
1 Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

Kelompok: 17 Kelompok: 17 Kelompok: 17


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

17
Bak
No Gambar
teri
Staphylococcus sp Sarcina Staphylococcus sp +Sarcina
Sukrosa

Kelompok: 19 Kelompok: 19 Kelompok: 19


Staphylococcus sp dan Sarcina

Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada


Warna: Tidak keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Sinergis Hasil: Sinergis Hasil: Sinergis
1

Kelompok: 23 Kelompok: 23 Kelompok: 23


Oksigen: Ada Oksigen: Tidak ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Sinergis Hasil: Sinergis Hasil: Sinergis

18
Bak
No Gambar
teri
Staphylococcus sp Sarcina Staphylococcus sp +Sarcina
Sukrosa

Kelompok: 24 Kelompok: 24 Kelompok: 24


Staphylococcus sp dan Sarcina

Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada


Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak sinergis Hasil: Tidak sinergis Hasil: Tidak sinergis
1

Kelompok: 25 Kelompok: 25 Kelompok: 25


Oksigen: Tidak ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Sinergis Hasil: Sinergis Hasil: Sinergis

19
Bak
No Gambar
teri
E.coli Bacillus sp E.coli+Bacillus sp
Kaldu Laktosa

Kelompok: 14 Kelompok: 14 Kelompok: 14


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
E.coli dan Bacillus sp

Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

Kelompok: 15 Kelompok: 15 Kelompok: 15


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

20
Bak
No Gambar
teri
E.coli Bacillus sp E.coli+Bacillus sp
Kaldu Laktosa

Kelompok: 16 Kelompok: 16 Kelompok: 16


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
E.coli dan Bacillus sp

Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

Kelompok: 20 Kelompok: 20 Kelompok: 20


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

21
Bak
No Gambar
teri
E.coli Bacillus sp E.coli+Bacillus sp
Kaldu Laktosa

Kelompok: 21 Kelompok: 21 Kelompok: 21


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
E.coli dan Bacillus sp

Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

Kelompok: 22 Kelompok: 22 Kelompok: 22


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

22
Bak
No Gambar
teri
E.coli Bacillus sp E.coli+Bacillus sp
Kaldu Laktosa

Kelompok: 26 Kelompok: 26 Kelompok: 26


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
E.coli dan Bacillus sp

Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

Sukrosa

Kelompok: 14 Kelompok: 14 Kelompok: 14


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

23
Bak
No Gambar
teri
E.coli Bacillus sp E.coli+Bacillus sp
Sukrosa

Kelompok: 15 Kelompok: 15 Kelompok: 15


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
E.coli dan Bacillus sp

Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

Kelompok: 16 Kelompok: 16 Kelompok: 16


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

24
Bak
No Gambar
teri
E.coli Bacillus sp E.coli+Bacillus sp
Sukrosa

Kelompok: 20 Kelompok: 20 Kelompok: 20


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
E.coli dan Bacillus sp

Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

Kelompok: 21 Kelompok: 21 Kelompok: 21


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

25
Bak
No Gambar
teri
E.coli Bacillus sp E.coli+Bacillus sp
Sukrosa

Kelompok: 22 Kelompok: 22 Kelompok: 22


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
E.coli dan Bacillus sp

Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

Kelompok: 26 Kelompok: 26 Kelompok: 26


Oksigen: Ada Oksigen: Ada Oksigen: Ada
Warna: Keruh Warna: Keruh Warna: Keruh
Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis Hasil: Tidak Sinergis

26
3.2 Pembahasan
Praktikum mikrobiologi kali ini mempelajari tentang dua percobaan yaitu antagonisme
antara beberapa mikroba yang berlainan jenis dan sinergisme antara mikroba yang berlainan
jenis. Pada kedua percobaan ini digunakan bakteri yang berlainan jenis, yaitu bakteri E.coli,
Bacillus sp, Staphylococcus sp dan Sarcina. Percobaan ini dilakukan dengan melihat interaksi
antara bakteri E.coli dengan Bacillus sp dan antara bakteri Staphylococcus sp dengan Sarcina.
Pada percobaan antagonisme yang pertama yaitu dengan menyilangkan bakteri
Staphylococcus sp dengan Staphylococcus sp didapatkan hasil pada kelompok 18,17,19,23,24,
dan 25, Staphylococcus sp tumbuh menyilang yang berarti bahwa keduanya tidak antagonis.
Selanjutya, disilangkan bakteri Staphylococcus sp dengan Sarcina. Pada kelompok 18,17, dan
24 didapatkan bahwa keduanya tidak antagonis. Namun kelompok 19,23, dan 25 mendapatkan
hasil bahwa Staphylococcus sp antagonis terhadap Sarcina dikarenakan yang tumbuh pada
cawan hanyalah Staphylococcus sp.
Yang kedua pada percobaan antagonisme ini dilakukan percobaan dengan
menyilangkan bakteri E.coli dengan E.coli. Didapatkan hasil dari kelompok 14,15,16,21 dan
26 bahwa kedua bakteri tumbuh, yang berarti tidak antagonis. Namun kelompok 20
mendapatkan hasil bahwa hanya satu E.coli yang tumbuh yang menandakan bahwa mereka
Antagonis satu sama lain. Selanjutnya, penyilangan antara bakteri E.coli dan Bacillus sp,
kelompok 14,15,16,20,21,22,dan 26 mendapatkan hasil bahwa kedua bakteri ini tumbuh dan
berarti bahwa tidak antagonis satu sama lainnya.
Percobaan selanjutnya yaitu mengenai sinergisme mikroba berlainan jenis dengan
menggunakan kaldu laktosa yang dimasukkan dalam tabung reaksi dan juga tabung durham.
Percobaan pertama bakteri Staphylococcus sp dimasukkan sendiri kedalam kaldu laktosa.
Kelompok 18 mendapatkan hasil bahwa tidak terdapat oksigen dan warnanya tidak keruh,
kelompok 17 mendapatkan hasil bahwa tidak terdapat oksigen namun warna keruh, kelompok
19 mendapatkan hasil oksigen ada dan warnanya keruh, kelompok 23 mendapatkan hasil ada
oksigen dan warna keruh, kelompok 24 mendapatkan hasil oksigen tidak ada dan warna tidak
keruh, kelompok 25 mendapatkan hasil oksigen tidak ada warna keruh. Yang kedua bakteri
Sarcina dimasukkan sendiri kedalam kaldu laktosa dan didapatkan hasil pada kelompok 18
bahwa oksigen tidak ada dan warna bening, kelompok 17 oksigen tidak ada warna keruh,

27
kelompok 19 oksigen ada dan warna keruh, kelompok 23 oksigen ada dan warna keruh,
kelompok 24 oksigen tidak ada dan warna tidak keruh, kelompok 25 oksigen tidak ada namun
warna keruh. Selanjutnya, bakteri Staphylococcus sp dan Sarcina dimasukkan kedalam kaldu
laktosa, didapatkan hasil dari kelompok 18 bahwa tidak oksigen dan warna tidak keruh,
kelompok 17 oksigen tidak ada warna keruh, kelompok 19 oksigen ada warna keruh,
kelompok 23 oksigen oksigen ada dan warna keruh, kelompok 24 oksigen tidak ada warna
tidak keruh, dan kelompok 25 mendapatkan hasil oksigen ada dan warna keruh. Semua hasil
percobaan kelompok 18,17,19,23,24 dan 25 mendapatkan hasil kedua bakteri ini tidak
sinergis.
Dengan jenis bakteri yang berbeda yaitu E.coli dan Bacillus sp. Pertama, hanya bakteri
E.coli yang dimasukkan kedalam kaldu laktosa, didapatkan hasil oleh kelompok 14 bahwa
oksigen ada dan warna keruh, kelompok 15 mendapatkan hasil oksigen ada warna keruh,
kelompok 16 oksigen ada dan warna keruh, kelompok 20 oksigen ada dan warna
keruh,kelompok 21 oksigen ada warna keruh, kelompok 22 oksigen ada warna keruh, dan
kelompok 26 oksigen ada warna juga keruh. Bakteri Bacillus sp dimasukkan sendiri kedalam
kaldu laktosa, didapatkan hasil dari kelompok 14 bahwa oksigen tidak ada warna keruh,
kelompok 15 mendapatkan hasil oksigen ada dan warna keruh, kelompok 16 oksigen ada dan
warna keruh, kelompok 20 oksigen ada dan warna keruh,kelompok 21 oksigen ada warna
keruh, kelompok 22 oksigen ada warna keruh, dan kelompok 26 oksigen ada warna juga
keruh. Selanjutnya, dicampurkan bakteri E.coli dan Bacillus sp didapatkan hasil dari semua
kelompok yaitu ada oksigen dan warna keruh. Dari hasil percobaan semua kelompok
didapatkan hasil bahwa kedua bakteri ini tidak sinergis.
Percobaan selanjutnya, Sukrosa dan tabung durham dimasukkan kedalam tabung
reaksi. Bakteri Staphylococcus sp dimasukkan kedalam tabung reaksi tersebut, didapatkan
hasil dari kelompok 18 bahwa tidak ada oksigen dan warna tidak keruh, kelompok 17
mendapatkan hasil ada oksigen dan warna keruh, kelompok 19 oksigen ada namun warna
tidak keruh, kelompok 23 oksigen ada dan warna keruh, kelompok 24 oksigen ada dan warna
keruh, kelompok 25 oksigen tidak ada warna keruh. Selanjutnya Sarcina dimasukkan kedalam
tabung reaksi, didapatkan hasil dari kelompok 18 bahwa oksigen tidak ada dan warna tidak
keruh, kelompok 19 mendapatkan hasil tidak ada oksigen dan warna tidak keruh, kelompok 23
oksigen ada warna keruh, kelompok 24 oksigen tidak ada dan warna tidak keruh, kelompok 25
28
oksigen ada dan warna keruh. Kemudian, bakteri Staphylococcus sp dan Sarcina digabungkan
dan dimasukkan, didapatkan hasil dari kelompok 18 bahwa ada tidak ada oksigen dan warna
keruh, kelompok 17 adaoksigen dan warna keruh, kelompok 19 ada oksigen dan keruh,
kelompok 23 ada oksigen dan keruh, kelompok 24 tidak ada oksigen dan tidak
keruh,kelompok 25 tidak ada oksigen dan tidak keruh. Dari hasil percobaan ini, kelompok
18,17,dan 24 mendapatkan hasil bahwa kedua bakteri ini Tidak Sinergis. Namun keleompok
19,23,dan 22 mendapatkan hasil bahwa bakteri ini keduanya Sinergis.
Selanjutnya, dimasukkan bakteri E.coli kedalam tabung reaksi dan didapatkan hasil
dari kelompok 14 bahwa oksigen ada dan warna keruh, kelompok 15 oksigen ada dan warna
keruh,kelompok 16 ada oksigen dan warna keruh, kelompok 20 oksigen ada dan warna keruh,
kelompok 21 oksigen ada dan warna keruh, kelompok 22 ada oksigen dan warna keruh dan
kelompok 26 ada oksigen dan warna keruh. Bakteri Bacillus sp dimasukkan dan didapatkan
hasil yang sama seperti saat E.coli dimasukkan dari semua kelompok. Begitu juga dengan
pencampuran antara bakteri E.coli dan Bacillus sp saat dimasukkan bersama-sama dalam satu
tabung reaksi. Kelompok 14,15,16,20,21,22 dan 26 mendapatkan hasil bahwa kedua bakteri
ini Tidak Sinergis satu sama lainnya.
Perbedaan hasil percobaan yang didapatkan dari beberapa kelompok diatas bisa saja
dikarenakan oleh beberapa kesalahan yang praktikan lakukan saat melakukan percobaan.
Contohnya yaitu bakteri yang akan dipercobakan yang seharusnya murni terkontaminasi
dengan bakteri lain sehingga hasil yang didapatkan tidak sesuai, bias juga dikarenakan tidak
sterilnya peralatan yang digunakan, atau bakteri yang digunakan itu sendiri memang sudah
terkontaminasi sebelumnya.

29
BAB IV
SIMPULAN

Dari percobaan teknik pewarnaan kali ini, didapatkan simpulan sebagai berikut:
1. Saat bakteri sesama Staphylococcus sp dimasukkan dan disilangkan dalam cawan petri
yang sama, didapatkan hasil bahwa bakteri ini tidak antagonis karena kedua nya tumbuh.
2. Saat bakteri sesame Sarcina dimasukkan dan disilangkan dalam cawan petri yang sama,
didapatkan hasil bahwa bakteri ini tidak antagonis karena keduanya tumbuh.
3. Saat bakteri Staphylococcus sp dan Sarcina dimasukkan dan disilangkan dalam cawan
petri yang sama, didapatkan hasil bahwa bakteri Staphylococcus sp antagonis terhadap
bakteri Sarcina, dikarenakan bakteri Sarcina tidak tumbuh dan hanya bakteri
Staphylococcus sp saja yang tumbuh.
4. Saat bakteri sesama E.coli dimasukkan dan disilangkan pada percobaan antagonisme,
didapatkan hasil bakteri ini tidak antagonis karena keduanya tumbuh.
5. Saat bakteri sesama Bacillus sp dimasukkan dan disilangkan pada percobaan antagonisme,
didapatkan hasil bahwa bakteri ini tidak antagonis, karena keduanya tumbuh.
6. Saat bakteri E.coli dan Bacillus sp dimasukkan dan disilangkan pada cawan petri yang
sama, didapatkan hasil bahwa kedua bakteri ini tumbuh yang berarti tidak ada yang
antagonis diantara kedua bakteri ini.
7. Dalam percobaan sinergisme dengan kaldu laktosa, didapatkan hasil bahwa bakteri
Staphylococcus sp dan Sarcina maupun E.coli dan Bacillus sp tidak sinergis, karena tanpa
harus digabungkan, masing-masing bakteri ini dapat hidup dengan adanya oksigen dan
warna didalam tabung reaksi terlihat keruh.
8. Dalam percobaan sinergisme dengan sukrosa, didapatkan hasil bahwa bakteri
Staphylococcus sp dan Sarcina maupun E.coli dan Bacillus sp tidak sinergis karena tanpa
harus digabungkan, masing-masing bakteri ini dapat hidup dengan adanya oksigen dan
warna didalam tabung reaksi terlihat keruh.

30
DAFTAR PUSTAKA

Hadioetomo, Sri Ratna. 1982. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta: Gramedia.
Kusnadi, dkk. 2003. Mikrobiologi. Bandung: FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.
Suharni, Theresia Tri dkk. 2008. Mikrobiologi Umum. Penerbit Universitas Atma Jaya.
Yogyakarta.
https://zaifbio.wordpress.com/2010/11/08/faktor-lingkungan-yang-mempengaruhi-mikroba/.
Diakses pada tanggal 30 Oktober 2016.
http://kokokurniawan.blogspot.co.id/2011/10/mikrobiologi.html. Diakses pada tanggal 30
Oktober 2016.

31