Anda di halaman 1dari 9

Ultrasonografi

KELOMPOK 2
Debrina Rizka Pangesti (081411731021)
Dosen: Franky Chandra S.A, ST., M.T
Tanggal pelaksanaan: 22 Maret 2017
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga
Surabaya

Abstrak
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan
menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot,
ukuran otot, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ.
Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Jenis pemeriksaan USG ada 4 yaitu USG 2 dimensi, USG 3 dimensi, USG 4 dimensi,
dan USG Doppler. USG yang digunakan saat praktikum yaitu USG 2 dimensi yaitu yang
menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang) dan kualitas gambar tidak
sejelas dan sebaik USG 3 dimensi, USG 4 dimensi, dan USG Doppler.
Pada praktikum ini dilakukan 4 pengukuran yaitu pengukuran jarak, pengukuran
heart rate, pengukuran perimeter dan area, dan yang terakhir adalah pengukuran volume.
KATA KUNCI: ultrasonografi, 2 dimensi, jarak, heart rate, area, volume
Pendahuluan (ultrasonografi) digunakan sebagai alat
bantu untuk melakukan diagnosa atas
Ultrasonografi (USG) adalah alat bagian tubuh yang terbangun dari cairan.
pemeriksaan dengan menggunakan Jenis pemeriksan USG:
ultrasound (gelombang suara) yang 1. USG 2 Dimensi
dipancarkan oleh transduser. Suara Menampilkan gambar dua
merupakan fenomena fisika untuk
bidang (memanjang dan
mentransfer energi dari satu titik ke titik
melintang). Kualitas
yang lainnya sehingga mendapatkan
gambaran yang jelas hampir semua bagian gambar yang baik sebagian
tubuh, kecuali bagian tubuh yang dipenuhi besar keadaan janin dapat
udara atau ditutupi tulang. ditampilkan.
Pelaksanaan prosedur diagnosis
atau terapi dapat dilakukan dengan 2. USG 3 Dimensi
bantuan ultrasonografi (misalnya untuk Dengan alat USG ini maka
biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya ada tambahan 1 bidang
menggunakan probe yang digenggam yang gambar lagi yang disebut
diletakkan di atas pasien dan digerakkan: koronal. Gambar yang
gel berair memastikan penyerasian antara tampil mirip seperti aslinya.
pasien dan probe. Permukaan suatu benda
Dalam kasus kehamilan, (dalam hal ini tubuh janin)
Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dapat dilihat dengan jelas.
dokter spesialis kandungan untuk Begitupun keadaan janin
memperkirakan usia kandungan dan dari posisi yang berbeda.
memperkirakan hari persalinan. Dalam Ini dimungkinkan karena
dunia kedokteran secara luas, alat USG gambarnya dapat diputar
(bukan janinnya yang beberapa mode yang dapat digunakan
diputar).
yaitu [B], [BL], [BR], atau [B/M]. Cursor
3. USG 4 Dimensi
Sebetulnya USG 4 Dimensi digerakkan menggunakan atau tracing
ini hanya istilah untuk USG ball.
3 dimensi yang dapat
bergerak (live 3D). Kalau Langkah-langkah pengukuran jarak :
gambar yang diambil dari
USG 3 Dimensi statis, 1. Tekan bila akan memulai
sementara pada USG 4 DIST
Dimensi, gambar janinnya
dapat bergerak. Jadi pengukuran, gerakkan cursor ke titik
pasien dapat melihat lebih
jelas dan membayangkan awal kemudian tekan
STOP
keadaan janin di dalam START

rahim.
setelah itu gerakkan cursor ke titik
4. USG Doppler
Pemeriksaan USG yang akhir yang ingin diukur, sehingga
mengutamakan pengukuran akan tampak garis + pada lintasan
aliran darah terutama aliran
tali pusat. Alat ini yang diukur. Jarak yang diukur akan
digunakan untuk menilai tampak di sebelah kanan bawah layar
keadaan/kesejahteraan
monitor. Setelah cursor berada di
janin. Penilaian
kesejahteraan janin ini titik akhir yang diukur, tekan
meliputi:
- Gerak napas janin kembali.
(minimal 2x/10 menit). STOP
START
- Tonus (gerak janin).
- Indeks cairan ketuban 2. Bila akan mengukur jarak baru maka
(normalnya 10-20 cm). lakukanlah langkah seperti langkah
- Doppler arteri umbilikalis.
- Reaktivitas denyut jantung 1.
janin. 3. Tekan bila ingin
CLEAR
Metode
manghapus hasil pengukuran.
Pengukuran Jarak
Pengukuran Heart Rate
Pada USG Jenis FS906 Portable
Pada USG Jenis FS906 Portable
Convex/Linear Ultrasound Scanner
Convex/Linear Ultrasound Scanner
HR
sebegai alat yang digunakan dalam
sebegai alat yang digunakan dalam
praktikum, tombol pada USG
praktikum, tombol
digunakan dalam mengukur jarak atau
pada USG
panjang. Dalam pengukuran jarak ini
digunakan dalam mengukur heart rate.
Dalam pengukuran heart rate ini beberapa praktikum, tombol pada USG
mode yang dapat digunakan yaitu [M] atau digunakan dalam mengukur perimeter atau
[B/M]. Cursor digerakkan menggunakan area. Dalam pengukuran perimeter atau
atau tracing ball. Pengukuran heart rate area ini beberapa mode yang dapat
dilakukan dalam kondisi [Freeze]. digunakan yaitu [B], [BL], [BR], atau
[B/M]. Cursor yang digerakkan
menggunakan atau tracing ball.
Langkah-langkah pengukuran heart Pengukuran perimeter atau area dilakukan
rate : dalam kondisi [Freeze].

1. Tekan bila akan memulai Langkah-langkah pengukuran


HR
perimeter atau area :
pengukuran, gerakkan cursor ke titik
1. Tekan bila akan memulai
awal kemudian tekan AREA
CIRCUM
STOP START

pengukuran.
setelah itu gerakkan cursor ke titik
2. Letakkan cursor pada daerah yang
akhir yang ingin diukur, sehingga
akan dukur.
akan tampak garis x pada lintasan
3. Pilihlah satu diameter elips yang
yang diukur. Heart rate yang diukur
ingin diukur.
akan tampak di sebelah kanan bawah
4. Gerakkan cursor ke titik awal
layar monitor. Setelah cursor berada
di titik akhir yang diukur, tekan diameter kemudian tekan
STOP
START

kembali.
STOP START setelah itu gerakkan cursor ke titik
akhir diameter yang ingin diukur,
2. Bila akan mengukur heart rate baru
sehingga akan tampak garis patah-
maka lakukanlah langkah seperti
patah --- pada luasan yang diukur.
langkah 1.
5. Gunakan cursor atau tracking ball
3. Tekan bila ingin
CLEAR bila akan mengubah ukuran elips.
6. Luasan yang diukur akan tampak di
manghapus hasil pengukuran.
sebelah kanan bawah layar monitor.
Pengukuran Perimeter dan Area
Bila luasan yang ukur sudah sesuai,
Pada USG Jenis FS906 Portable
tekan kembali.
Convex/Linear Ultrasound Scanner AREA CIRCUM
STOP
START
sebegai alat yang digunakan dalam
7. Bila akan mengukur luasan baru cursor ke titik akhir yang ingin
maka lakukanlah langkah seperti diukur sehingga akan tampak garis
langkah 1-6. patah-patah --- pada jarak yang
8. Tekan bila ingin
CLEAR diukur, setelah itu tekan .
STOP
START

manghapus hasil pengukuran.


4. Jarak yang diukur akan tampak di
sebelah kanan bawah layar monitor
Pengukran Volume sebagai jarak 1 atau D1.
5. Ukurlah D2 dan D3 menggunakan
Pada USG Jenis FS906 Portable
langkah 3-4.
Convex/Linear Ultrasound Scanner
6. Setelah D1, D2, dan D3 diukur maka
sebegai alat yang digunakan dalam
volume yang diukur akan tampak di
praktikum,
posisi kanan bawah layar monitor.
tombol pada
7. Bila akan mengukur luasan baru
USG digunakan dalam mengukur volume.
maka lakukanlah langkah seperti
Dalam pengukuran volume ini beberapa
langkah 1-6.
mode yang dapat digunakan yaitu [B],
8. Tekan bila ingin
[BL], [BR], atau [B/M]. Cursor yang CLEAR
digerakkan menggunakan atau tracing
manghapus hasil pengukuran.
ball. Pengukuran volume dilakukan dalam
Analisis dan Pembahasan
kondisi [Freeze].
Pada praktikum kali ini kami
Langkah-langkah pengukuran volume : melakukan pemeriksaan menggunakan
ultrasonography (USG) dua dimensi. Pada
1. Tekan bila akan memulai praktikum kali ini kami mengamati denyut
VOL jantung pada salah satu praktikan. USG
yang digunakan yaitu memiliki 2 merek
pengukuran. yang berbeda pada 1 instrumen. Pada
2. Pilihlah letak titik sudut pada bagian cover USG terdapat merek SONEO
sedangan setelah cover dibuka akan ada
yang diukur.
merek Fukuda San-902 atau FS-906.
3. Hubungkan titik satu dengan titik Berikut ada spesifikasi dari USG SONEO
yang lain menggunakan cursor
dengan cara menggerakkan cursor
ke titik awal kemudian tekan

setelah itu gerakkan


STOP START
Pada Fukuda San-906 (FS-906) memiliki
spesifikasi unit sebagai berikut :
1. Display mode : real time, freeze,
B, B + B, B + M, M
2. Scanning mode : electronic linier,
convex
3. Frequency of scanning : 2.0MHz ~
7.5MHz (selectable).
4. Probe : R13/R40/R60/R15mm
compatible.
5. Radius/angle of scan : 60 ~ 120
(convex). Width of scan 110mm
(linear).
6. Scanning depth : 190mm ~ 230mm
(depend on probe types)
7. Resolution : lateral 2mm,
longitudinal 1mm
8. Geometrical position : 5%
9. Body marks : 16
10. Cine memory : record & playback
64 frame
11. The scan line : 512 lines/frame
12. Frame frequency : 30 frame/second
13. Gray scale : 256 levels
14. Fucosing : dynamic aperture 4
points electronic focus, acoustical
transmission lens focus. Focus can
freely be combined or selected.
15. 5 step Zooming : x 0.8, x 1.0, x 1.2
x 1.5, x 2.0 (any 4 selectable)
16. Measurement : distance,
circumference, area, volume, heart
rate ; fetal weight, fetal heart;
Gynecologic software:
BPD,HL,LV,WT,HC,AC etc.
17. Documenation : full, screen, tinggi.
documentation, hospital, name
patient name, date / time, sexy, serial
number, gain, frequency, zoom,
fucosing position, image character.
18. Gain range : 0 ~ 100dB
continuously adjustable.
19. Over 7 STC curves subsection
adjusting.
20. Built in 10 inch B & W high
resolution monitor
21. Dimension : 410mm x 275mm x Diagram rangkaian instrumentasi USG
235mm Berdasarkan bagan rangkaian
22. Power supply : 160 ~ 260V, 50Hz instrumentasi diatas proses dimulai dari
2% perintah yang diberikan oleh Operation
Standard unit : main unit + Panel. Perintah diteruskan pada CPU
2.5/3.5/5.0MHz Multi frequency convex untuk mengontrol transmisi/receive
probe gelombang ultrasound. Apabila perintah
yang diberikan adalah untuk melakukan
Prinsip kerja dari USG adalah monitoring, maka Pulse T/R mengirimkan
menggunakan gelombang ultrasonik yang sinyal transmisi pada probe ultrasound
merupakan gelombang suara dengan (dalam bentuk sinyal listrik). Sinyal listrik
frekuensi lebih tinggi daripada selanjutnya dikonversikan menjadi sinyal
kemampuan pendengaran telinga manusia, ultrasound oleh transduser pada probe
sehingga kita tidak bisa mendengarnya ultrasound sehingga dapat dipropagasikan
sama sekali. Suara yang dapat didengar pada objek. Gelombang ultrasound
manusia mempunyai frekuensi antara 20 dipantulkan kembali oleh objek dan
20.000 Cpd (Cicles per detik- Hertz). selanjutnya dikonversikan kembali dalam
Sedangkan dalam pemeriksaan USG ini bentuk sinyal listrik. Sinyal hasil pantulan
menggunakan frekuensi 1- 10 MHz ( 1- 10 ini dikirim kembali ke Pulse T/R dan
juta Hz). dilakukan amplifikasi, kompresi, dan
Gelombang suara frekuensi tinggi deteksi. Sinyal hasil deteksi merupakan
tersebut dihasilkan dari kristal-kristal yang sinyal analog sehingga selanjutnya
terdapat dalam suatu alat yang disebut dikonversikan menjadi sinyal digital oleh
transduser. Perubahan bentuk akibat gaya DSC (Digital Scan Converter) sehingga
mekanis pada kristal, akan menimbulkan dapat ditulis pada frame memory. Untuk
tegangan listrik. Fenomena ini disebut efek dapat menampilkan gambar ultrasound
Piezo-electric, yang merupakan dasar pada layar monitor, sinyal dikonversikan
perkembangan USG selanjutnya. Bentuk kembali menjadi sinyal analog oleh DSC.
kristal juga akan berubah bila dipengaruhi Selain itu DSC juga bertanggung jawab
oleh medan listrik. Sesuai dengan polaritas dalam pemrosesan gambar seperti
medan listrik yang melaluinya, kristal akan freezing, frame averaging, dan grayscale.
mengembang dan mengkerut, maka akan Sebelum memasang probe pada
dihasilkan gelombang suara frekuensi perangkat USG, pastikan dulu perangkat
USG dapat berfungsi dengan baik.
Hubungkan pada probe patera B karena
menggunakan frekuensi sebesar 3.5MHz,
sedangkan pada probe A menggunakan
frekuensi diluar frekuensi 3.5MHz, bisa
lebih besar atau lebih kecil dari frekuensi
yang tertera pada tranducer.
Frekuensi mempengaruhi kualitas
gambar yang dihasilkan oleh USG, saat
pemeriksaan kami menggunakan frekuensi Pada gambar diatas
3,5MHz jika dibandingkan dengan yang didapatkan hasil jarak
menggukan frekuensi 5MHz gambar lebih sebesar 32 MM. Hasil
jelas apabila menggunakan frekuensi didapatkan setelah kami
3,5MHz. Karena apabila frekuensi besar menekan tombol "DIST" .
makan panjang gelombang akan semakin
Pengukuran heart rate
pendek.
Pada USG terdapat beberapa mode
yaitu mode B dan mode M. Perbedaan
kedua mode tersebut adalah pada mode B
terliat Pada layar monitor (screen) eko
nampak sebagai suatu titik dan garis terang
dan gelapnya bergantung pada intensitas
eko yang dipantulkan dengan sistem ini
maka diperoleh gambaran dalam dua Besar denyut nadi praktikan
dimensi berupa penampang irisan tubuh. pada pemeriksaan kali ini
Sementara pada mode M Alat ini biasanya adalah 71 kali per menit.
digunakan untuk memeriksa jantung.
Tranducer tidak digerakkan. Disini jarak Pengukuran perimeter dan
antara transducer dengan organ yang area
memantulkan eko selalu berubah, misalnya
jantung dan katubnya.
Sebelum menggunakan probe pada
permukaan kulit biasanya akan dioleskan
gel terlebih dahulu. Gel tersebut berfungsi
sebagai perantara gelombang suara dari
transducer ke permukaan tubuh, gel
membuat kontak antara transducer dan Langkah pengukuran untuk
permukaan tubuh menjadi baik atau tidak perimeter dan area hampir
terhalangi udara karena gelombang USG sama dengan pengukuran
tidak dapat melalui udara, serta gel jarak. Yang membedakan
mempermudah pergerakan transducer. hanya klik awalan yang
Pada praktikum kali ini dilakukan digunakan yaitu
beberapa pengukuran diantaranya adalah menggunakan Area
circum. Setelah itu akan
Pengukuran jarak didapatlan hasil C=76MM
dan A=5CM.
Pengukuran volume
menggunakan frekuensi 3,5MHz.
Karena apabila frekuensi besar
makan panjang gelombang akan
semakin pendek.
2. Gel berfungsi sebagai perantara
gelombang suara dari transducer ke
permukaan tubuh, gel membuat
Pengukuran volume kontak antara transducer dan
menggunakan mode freeze. permukaan tubuh menjadi baik atau
Lalu pilih tombol vol tidak terhalangi udara karena
untuk memulai pengukuran. gelombang USG tidak dapat
Cara pengukuran hampir melalui udara, serta gel
sama dengan pengukuran mempermudah pergerakan
lainnya yaitu dengan transducer.
mencari titik awal dan titik
3. Pada mode B terliat Pada layar
akhir. Tetapi pada
monitor (screen) eko nampak
pengukuran volume
sebagai suatu titik dan garis terang
menggunakan 3 pasang
dan gelapnya bergantung pada
titik, yaitu 3 titik awal dan 3
intensitas eko yang dipantulkan
titik akhir. Posisi titik
dengan sistem ini maka diperoleh
berseberangan antara titik
gambaran dalam dua dimensi
awal dan titik akhir. Setelah
berupa penampang irisan tubuh.
3 pasang titik telah
Sementara pada mode M Alat ini
ditentukan maka akan
biasanya digunakan untuk
muncul hasil pengukuran
memeriksa jantung. Tranducer
volume pada praktikan.
tidak digerakkan. Disini jarak
Hasil pengukuran pratikan
antara transducer dengan organ
yang didapat adalah sebagai
yang memantulkan eko selalu
berikut:
berubah, misalnya jantung dan
D1=64MM katubnya

D2=86MM 4. Rumus mencari Volume pada USG


adalah V=phi/6 x D1 x D2 x D3
D3=62MM
V=178,6CM3
Daftar Pustaka
Nilai V dapat dihitung
dengan rumus V=phi/6 x [1] Kontron Medical, Soneo Portable
D1 x D2 x D3 B&W Ultrasound System Operator
Manual, Kontron Medical, France, 2005.
[2] Lyanda, Apri., dkk, Ultrasonografi
Kesimpulan Toraks, J Respir Indo Vol. 31, No. 1,
Januari 2011.
1. frekuensi 3,5MHz jika
dibandingkan dengan yang [3] World Heath Organitation, Manual of
menggukan frekuensi 5MHz Diagnostic Ultrasound, volume 1 2nd
gambar lebih jelas apabila edition. Gutenberg Press Ltd, Malta, 2011.