Anda di halaman 1dari 4

PERCOBAAN

INTRODUKSI PEMROGRAMAN LABVIEW

Ewika Nadya I ( 081411731012)


Dosen : Akif Rahmatillah ,S.T.,M.T.
Instrumentasi Biomedis
Laboratorium Tekno, Fak. Sains dan Teknologi Universitas Airlangga

Abstrak

Praktikum kali ini kami membuat rangkaian LED yang keterangan-nya berbanding terbalik dengan
kondisi inputan cahaya dari sensor LDR dimana output LED dengan PWM, rangkaian ini terhubung
dengan arduino UNO dan program LabView dengan DAQ atau Data Aqusation dari MAKERHUB yaitu
LINX. Rangkaian elektronik sendiri tersusun dari resistor, LED, dan LDR. Sensor LDR yang menangkap
cahaya lingkungan, saat cahaya yang ditangkap intensitasnya tinggi maka nyala LED akan redup begitu
pula sebaliknya. Intensitas cahaya akan ditampilkan front panel LabView pada PWM dan nilai sensor.

Kata kunci : LED, LDR, PWM, LINX

Dasar Teori 1. Front panel


Front panel adalah bagianwindow yang
LabVIEW adalah sebuah software berlatarbelakang abu-abu serta
pemograman yang diproduksioleh National mengandung control dan indikator. front
instruments dengan konsep yang berbeda. panel digunakan untuk membangun
Seperti bahasa pemograman lainnya yaitu C++, sebuah VI, menjalankan program dan
matlab atau Visual basic , LabVIEW juga mendebug program.
mempunyai fungsi dan peranan yang
sama,perbedaannya bahwa labVIEW
menggunakan bahasa pemrograman berbasis
grafis atau blok diagram sementara bahasa
pemrograman lainnya menggunakan basis text.
Program labVIEWdikenal dengan sebutan Vi
atauVirtual instruments karena penampilan dan
operasinya dapat meniru sebuah instrument.
Pada labVIEW, user pertama-tama membuat
user interface atau front panel dengan
menggunakan control dan indikator, yang
dimaksud dengan control adalah knobs, push 2. Blok diagram dari Vi
buttons, dials dan peralatan input lainnya Blok diagram adalah bagian window yang
sedangkan yang dimaksud dengan indikatora berlatarbelakang putihberisi source code
adalah graphs, LEDs dan peralatan display yang dibuat dan berfungsi sebagai
lainnya. Setelah menyusun user interface, lalu instruksi untuk front panel.
user menyusun blok diagram yang berisikode-
kode VIs untuk mengontrol front panel.
Software LabVIEW terdiri dari tiga komponen
utama, yaitu :
LINX mudah digunakan LabVIEW Vis
untuk berinteraksi dengan platform tertanam
umum seperti Arduino, chipKITdanmyRIO.
Digunakan untuk mendapatkan data ke PC
dalam hitungan detik atau menggunakan VIs
perifer untuk mengakses perangkat Anda digital
I / O, analog I / O, SPI, I2C, UART, PWM dan
3.Control dan functions Pallete control dan
banyak lagi.
functions Pallete digunakan untuk
Arduino Uno merupakan salah satu
membangun sebuah Vi. Control Pallete
keluarga dari anggota Arduino adalah board
merupakan tempat beberapa control dan mikrokontroler berbasis ATmega328P. memiliki
indikator pada front panel, control pallete 14 pin dari output digital dimana 6 pin input
hanya tersedia di front panel, untuk tersebut dapat digunakan sebagai output PWM
menampilkan control pallete dapat dan 6 pin input analog, 16 Mhz osilator kristal,
dilakukan dengan mengkilk windows >> koneksi USB, jack power, ICSP header, dan
show control pallete atau klik kanan pada tombol reset. Untuk mendukung mikrokontroler
agar dapat digunakan cukup hanya
front panel
menggunakan board arduino UNO ke komputer
dengan menggunakan kabel USB atau listrik AC
ke adaptor DC atau menggunakan baterai untuk
menjalankannya Arduino UNO berbeda dengan
semua board sebelumnya dalam hal koneksi
USB-to-serial yaitu menggunakan fitur
atmega8U2/16U2 yang diprogram sebagai
konverter USB-to-serial, hal ini berbeda dengan
board sebelumnya yang menggunakan chip
FTDI driver USB-to-serial. Mikrokontroler
Gambar 2.3. Tampilan Control Pallete arduino. Sebuah perangkat mini yang dirancang
untuk bekerja sebagai perangkat yang bisa
bekerja secara sendiri.
Functions Pallete di gunakan untuk
membangun sebuah blok diagram,
Metode Pelaksanaan
functions pallete hanya tersedia pada blok
1. Menyiapkan komponen rangkaian yaitu
diagram, untuk menampilkannya dapat
arduino , resistor 1k dan 220 , LDR
dilakukan dengan mengklik windows >>
dan LED, project board, kabel jumper,
show control pallete atau klik kanan pada
dan connector
lembar kerja blok diagram.
2. Memilih apa saja yang dibutuhkan untuk
membuat program pada digram blok .
3. Memilih visual pada LabView pada
front panel .
4. Terakhir run program lalu nampak
interface pada front panel pada LabView
dan sesuaikan dengan tujuan program

Analisis dan Pembahasan

Praktikum program LabView kali ini


GambarTampilan Function Pallete
bertujuan untuk membuat dimmer dari
LabView dan Arduino menggunakan LED, COM10 merupakan com port dari arduino pd
LDR, 2 resistor 1k, yang berprinsip kerja PC. Dari arduino dihubungkan ke LabView
mengendalikan intensitas terang LED dengan LINX, Sensor LDR (Light Dependent
berdasarkan sensor cahaya lingkungan Resistor) yaitu sensor yang mengubah besaran
sekitar. Sehingga saat sensor cahaya cahaya menjadi besaran resistansi, yang berada
menangkap kondisi lingkungan yang terang pada rangkaian dan terhubung ke Arduino dan
maka intensitas nyala LED akan redup, dikontrol pada labview. Pada labview input
sedangkan saat sensor cahaya menangkap serial yang dihubungkan dengan analog read
kondisi lingkungan yang redup maka dimaksudkan sebagai Arduino membaca inputan
intensitas nyala LED akan terang. Berikut analog berupa intensitas cahaya yang diterima
rangkaian untuk membuat program tersebut LDR dan dihubungkan dengan LabView melalui
serial data untuk selanjutnya diproses program.
Kemudian terdapat gauge yang menyatakan
besar intensitas cahaya yang terbaca.
Selanjutnya output dari analog read salah
satunya adalah voltage yang disambungkan
dengan add dan multiply,yang berguna untuk
membuat inverse (kebalikan) dari input
intensitas cahaya terbaca terhadap nyala LED
sesuai tujuan. Digunakan koefisien -1 karena
intensitas maksimum yang dapat dibaca pada
percobaan kami nilainya 1 sehingga logikanya
saat terbaca 0 akan dihasilkan 1 dan begitu pula
sebaliknya, yang kemudian outputnya dikalikan
-0.05 untuk memberikan penskalaan (redupnya
LED) agar nilainya menjadi kebalikan.
Selanjutnya output dari proses invers dan analog
read masuk ke Duty Cycle yaitu proses ke pin
PWM Arduino yang bertujuan untuk mengontrol
output yang diinginkan pada Arduino, yaitu
nyala dari LED. Selanjutnya LINX source
terhubung ke close dari LINX untuk mengakhiri
Agar program pada arduino dapat berjalan system tersebut. Terakhir diberikan looping serta
sesuai dan menjalankan rangkaian sesuai tujuan, stop agar bisa menghentikan system yang sudah
berikut blok diagram program LabView : berjalan. Pada masing-masing source LINX
terdapat sistem error sendiri yang akan
memberhentikan kerja system saat terjadi
kesalahan. Disini kami membuat sistem berhenti
jika terjadi dua kondisi yaitu terjadi error
tersebut atau saat tombol stop ditekan,
menggunakan logika OR. Berikut front panel
dari blok diagram kami :
Terdapat analog channel yang menyatakan
penggunaan pin A0 pada Arduino yang
terhubung pada rangkaian. Terdapat pula skala
pembacaan intensitas cahaya atau nilai sensor
LDR. Serta terdapat stop button.

Kesimpulan

Penggunaan LINX adalah sebagai penghubung


LabView dengan Arduino agar program yang
dibuat pada LabView dapat dijalankan Arduino.
Salah satunya adalah dimmer nyala LED dengan
sensor LDR dan sistem PWM. Yang diprogram
saat intensitas cahaya lingkungan yang terbaca
sensor LDR tinggi maka intensitas nyala LED
redup, dan saat intensitas cahaya lingkungan
yang terbaca sensor LDR rendah maka intensitas
nyala LED terang. Serta tambahan program akan
berhenti saat terjadi error dalam sistem selama
looping atau stop button ditekan.

Daftar Pustaka

Artanto, Dian. 2012. Interaksi Arduino dan


Labview. Jakarta: Elex Media
Komputindo.