Anda di halaman 1dari 15

MATERI BAB V

MULTIPOLE LISTRIK

DISUSUN OLEH :
GIA.I.T.HENGKENG (15 505 039)
DEWI SINTA UMACINA (15 505 023)
FEITI INKA BUNGKITAN (15 505 0)

UNIVERSITAS NEGERI MANADO


FAKULTAS MATEMATIKA
DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN FISIKA
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan
tepat waktu. Dalam makalah ini saya membahas mengenai MULTIPOLE yang didalamnya
terkandung ekspansi multipole dari potensial skalar, dan medan dipole listrik.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.
Oleh karena itu kami meminta pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat
membangun Kelompok kami. kritik dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Tondano, Maret 2017

Penyusun,

Kelompok
DAFTAR ISI

Kata
pengantar................................................................................................................................. ii

Daftar isi................................................................................................................................. iii

Bab I Pendahuluan
A. Latar
belakang................................................................................................................................. iv
B. Rumusan masalah................................................................................................................... v
C. Tujuan.................................................................................................................................... vi
D. Manfaat................................................................................................................................. vii

Bab II Pembahasan
A. Ekpansi Multipole dari Potensial Skalar........................................................................... 1-3
B. Monopole........................................................................................................................... .4

C. Dipole................................................................................................................................ 4-5

D. Quadrupole...................................................................................................................... 5-8

E. Medan Dipole Listrik...................................................................................................... 8-10

F. Contoh Soal...........................................................................................................................

Bab III Penutup


A. Kesimpulan........................................................................................................................... 11
B. Saran.................................................................................................................................... 12
Daftar pustaka.
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu metode khusus dalam penghitungan potensial listrik ialah metode ekspansi
multipole, yakni suatu muatan non-titik pada jarak yang sangat jauh sehinggap bisa dianggap
titik. Pada sebaran muatan itu terdapat kaitan-kaitan monopole (tunggal), dipole (ganda),
quadrupole (kuartet), octopole (oktet), dan seterusnya, Jadi sebelum memahami muatan
sebaran yang rumit (terdiri dari banyak muatan titik), perlu dipahami terlebih dahulu sistem
dipole atau quadrupole.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu multipole Listrik ?


2. Bagaimana prinsip kerja multipole listrik?
3. Bagaimana cara menghitung multipole listrik?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Pembaca dapat memahami apa itu multipole listrik


2. Pembaca dapat memahami prinsip kerja multipole listrik
3. Pembaca dapat memahami cara menghitung multipole listrik.
A. EKSPANSI MULTIPOLE DARI POTENSIAL SKALAR

Misal sistem N muatan q1, q2, q3,........qi,.......qN diletakkan dalam suatu volume V
(gambar 5.1). Vektor posisi masing-masing muatan adalah r 1 , r 2 , r 3 ,....., r i
r n . Sebuah titik P berada pada posisi r . Potensial di titik P adalah
,.....,

n
q1
V ( r ) = (51)
i=1 4 0

Dimana Ri = |r r i|

Gambar 5.1 Potensial yang disebabkan


oleh sistem muatan titik

Jika sudut antara r i dan r adalah i dan dengan menggunakan aturan


cosinus, maka dari gambar diperoleh

Ri = (r2 + r 2i 2rri cos i )1/2 (5-2)

Sehingga (5-1) menjadi


1
r 2 +r 2i 2 rr i cos i 2

4 0
V(r) = qi (5-3)

N


i=1

Misalkan titip P cukup jauh di luar V sehingga letaknya sangat jauh dari titik asal
dibandingkan dengan letak muatan, jadi r > r i untuk semua i. Rasto r i /r
adalah selalu lebih kecil daripada satu satuan, dan dapat dinyatakan dengan ekspansi
deret panjang dalam pembagian. Jika faktor r2 dikeluarkan dari akar kuadrat dalam
persamaan (5-2), maka dapat dituliskan
1
1+t 2
1
= r (5-4)
Ri
1

Dimana
2
ri ri
t = -2 () r
cos i + ()
r
(5-5)

sekarang digunakan deret pangkat

1 1 3 2 5 3
(1 t 2 = 1 t+ t t + ....... (5-6)
2 8 16

Dengan tanda negatif diatas untuk ekspansi akar kuadrat dari persamaan (5-4).
Persamaan (5-5) dimasukkan ke (5-6) dan mengabaikan seluruh suku yang
3 4
ri ri
mengandung () r
dan () r
, dan seterusnya akan diperoleh

1
1+t 2


1

i1
1+ ( rr ) cos + 12 ( rr )2
i
i
i
(3
cos 2

Jika dibagi dengan r, menurut (5-4), dan subtitusi hasil ke (5-1) akan diperoleh :

3 cos2
q i r 2i ( i1 )+..
N
1
qi r i cos i+
4 0 r 3 i=1
N N
1 1
V ( r )= q +
4 0 r i=1 i 4 0 r 2 i=1

(57)
Persamaan (5-7) adalah ekspansi multipole dari potensial, masing-masing suku dalam
penjumlahan itu disebut monopole, dipole dan quadrupole. Untuk memudahkan
penulisan, persamaan (5-7) dapat ditulis :

V ( r )=V M ( r )+ V D ( r ) +V Q (r ) +...... (5-8)

Walaupun dalam pembicaraan selanjutnya dalam bab ini tidak diperlukan,


tetapi perlu diperhatikan bahwa fungsi sudut dalam persamaan (5-7) adalah
merupakan Polynominal Legendre. Jika fungsi polynominal Legendre dinyatakan
dengan Pl (x), maka didefenisikan bahwa
1
2
12 xy + y 2


1

Sehingga fungsi tersebut adalah koefisien dari y1 dalam penjumlahan tersebut. Contoh
beberapa fungsi Polynominal Legendre :
P0 (x) = 1, P1 (x) = x, P2 (x) = (3x2 1
P3 (x) = (5x3 3x).............. (5-10)

Untuk P0 (x) sudah diketahui, sedangkan untuk fungsi yang lain dapat dicari dengan
memanfaatkan hubungan berulang (recursior relation) yang ditunjukan sebagai
berikut :

( l+ 1 ) Pl +1 ( x) = ( 2l+1 ) x Pi ( x )l Pi1 (x ) (5-11)

Perlu diperhatikan bahwa Pi ( 1 ) =1


Jika dikomparasikan (5-9) dengan (5-4) dan (5-5) dapat diketahui bahwa
r
y= i dan x=cos i , keduanya memenuhi kondisi tanda kurung dalam persamaan
r
(5-9). Untuk itu dapat dituliskan :
i
ri l

r



cos
Pl


1 1
=
R i r l=0
Sehingga persamaan (5-1) secara umum dinyatakan sebagai :
cos i
N

q i r 1i Pl .(513)
i=1
1

l+1

1
V ( r )=
4 0 l=0

Meskipun persamaan (5-13) merupakan pernyataan yang lengkap, tetapi yang akan
digunakan untuk selanjutnya adalah persamaan (5-7).
Berdasarkan gambar (5.1) diketahui bahwa :

r.
ri r i l x x i +l y y i +l z z i
cos 1 =
rr i
=r^ . ()
ri
=
ri
(5-14)

Dimana l x ,l y , l z adalah arah cosinus dan posisi r^ terhadap P, dan x i , y i , z i


adalah koordinat tegak dari letak muatan qi. Untuk itu persamaan (5-8) akan dibahas
satu per satu (per suku).

B. MONOPOLE

Penjumlahan dalam suku pertama dari persamaan (5-7) adalah mudah


didefinisikan, yaitu :
N

q i=Qtotal=Q (515)
i=1

Dimana Q adalah pola muatan. Selanjutnya, monopole mempunyai bentuk :

Q
V M (r )= ..........................(5-16)
4 O r

Dalam konteks ini, pola muatan Q disebut Momen monopole dari distribusi muatan.
Dengan kata lain, Momen monopole adalah bagian penting dari ekspansi V, dan bagian
dominan untuk pola muatan. Jika muatan terdistribusi kontinu, maka penjumlahan dapat
diganti dengan integral, sehingga momen monopole dapat dinyatakan dalam bentuk :

Q= ( r ' ) dV ' (5-17)


v'

Dimana integral meliputi volume V dari sumber muatan terdistribusi.


C. DIPOLE

Jika persamaan (5-14) di sisipkan kedalam penjumlahan kedua pada persamaan (5-7),
maka diperoleh
l x xi +l y y i+ l z Z i

q1
N
i =
i=1
qi r i cos
N


i=1

N N N
lx
( i=1
) (
qi x i + l y
i=1
) ( )
q i y i + lz
i =1
qi zi

N
r^ . ( )
i=1
q i r i ..(518)

Penjumlahan dalam tanda kurung pada bentuk terakhir ternyata meliputi khusus dari
distribusi muatan, dan tidak meliputi tempat dari medan titik, yaitu untuk individu dan hanya
distribusi muatan. Hal ini didefinisikan sebagai momen dipole p dari distribusi muatan.
Maka,
N
p qi
r i .(519)
i=1

Sehingga dapat dituliskan

q i r i cos i=r^ . p =lx p x +l y p y+l z p z (520)


i=1

Jika persamaan (5-20) di sisipkan ke persamaan (5-7), maka dipole dapat dinyatakan dalam
momen dipole sebagai berikut :

p . r^ p . r
V D ( r )= = ..........................(5-21)
4 0 r 4 0 r 3
2

Perlu diperhatikan bahwa persamaan (5-21) merupakan skalar produck dari besaran yang
satu tergantung pada lokasi dari medan titik dan yang lain hanya tergantung pada distribusi
muatan. Jika titik P adalah sangat jauh dan jika momen monopole Q diabaikan, maka
persamaan (5-21) akan menjadi suku terpenting dalam ekspansi V dan momen dipole p
akan menjadi dominan/utama dari distribusi muatan.

Jika muatan memiliki distribusi muatan kontinu, maka penjumlahan dalam (5-19)
dapat diganti dengan integral yang meliputi volume V, sehingga p dapat ditentukan
dengan

p= ( r 1 ) r 1 dV .(522)
v

Analogi dengan pernyataan di atas, maka dapat dituliskan momen dipole untuk distribusi
luasan dan distribusi garis.

D. QUADRUPOLE

Qruadupole merupakan pembahasan yang kompleks, tetapi dapat dituliskan


dalam keadaan yang mudah untuk dipahami. Jika digunakan persamaan (5-14) dapat
dicari bahwa :

r^ . ri 2r 2i
r 2i ( 3 cos2 i1 ) =3

l x xi +l y y i+ l z z i 2 r 2i ( l 2x +l 2y + l 2z )
.................(5-23)
3

Dalam langkah terakhir r2 dikalikan (l 2x +l 2y +l 2z ) tidak mengubah nilai, sebab


(l2x +l 2y +l 2z )=1 . Persamaan (5-23) dapat diselesaikan

r 2i ( 3 cos2 i1 ) =l 2x ( 3 x 2i r 2i ) +l 2y ( 3 y 2i r 2i ) +l 2z ( 3 z 2i r 2i ) +6 l x l y l z x i y i + 6 lz lz zi y i
..................................(5-24)

Persamaan (5-24) disisipkan ke persamaan penjumlahan suku ketiga dalam (5-7)


setelah faktor dikeluarkan, juga membagi suku ketiga terakhir dari (5-24),
memperhatikan bahwa 6 l x l y x i y i =3l x l y xi y i +2l y l x y i x i . Jika diselesaikan, dapat
dicari bahwa penjumlahan ditulis dalam bentuk simetris sebagai berikut :

q i r 2i (3 cos 2 i1 )=l2x qi (3 x 2i r 2i )+l x l y qi 3 xi y i +lx lz q i 3 x i z i


i i i i

+l y l x q i 3 y i xi +l 2y q i ( 3 y 2i r 2i ) +l y l z q i 3 y i z i
i i i
+l x l z q i 3 z i x i +l x l y q i 3 z i yi +l 2x q i (3 z 2i r 2i ) ..(525)
i i i

Perlu diperhatikan bahwa masing-masing suku dalam pernyataan diatas adalah hasil
kali dari sesuatu yang hanya bergantung pada titik medan, arah dan besarnya hanya
tergantung pada distribusi muatan. Sesuai dengan hal tersebut di atas, maka dapat ditentukan
suatu besaran Qjk yang disebut komponen dari tensor moment quadrupole sebagai berikut :

N
Q jk = qi ( 3 j i k ir 2i jk ) ..(526)
i=1

(j,k = x,y,z)

Dalam pernyataan diatas j dan k dapat bebas, misal x,y, atau z, sedangkan simbol jk
adalah simbol delta Kronecker yang didefinisikan sebagai berikut :

jk= 0 jika j=k
1
jika j k (5-27)

Selanjutnya ada sembilan Q jk didefinisikan dengan persamaan (5-26), sebagai contoh

Qxx = q i ( 3 x 2i r 2i ) ,Q xy= q i 3 x i yi (528)


i i

Berdasarkan (5-26),(5-28),(5-25) dapat diringkas penulisannya sebagai berikut :

q i r 2i (3 cos 2 i1 )=l2x Q xx +lx l y Q xy +lx l z Qxz


i
2
+l y l x Q yx +l y Q yy +l y l z Q yz

2
+l z l x Qzx +l z l y Q zy +l z Qzz

l j l x Q jk ..(529)
j= x, y , z k= x, y , z

Akhirnya bila (5-29) disisipkan kedalam (5-27), maka dapat ditentukan bahwa
quadrupole dapat dituliskan dalam bentuk momen quadrupole sebagai berikut :
1 1
V Q ( r )=
4 0 2
j= y , x , z k= x, y , z
l j l k Q jk ..(530)

Jika titip P sangat jauh dan jika momen monopole Q dan momen monopole p adalah nol,
maka (5-30) merupakan suku terpenting dalam ekspansi dari V dan tensor momen quadrupole
Q jk akan dipengaruhi oleh distribusi muatan.

Jika distribusi muatan kontinu, maka penjumlahan dalam (5-26) dapat diganti dengan
integral, sehingga untuk distribusi volume akan diperoleh

Q jk = ( r ' ) ( 3 j' k ' r ' 2 jk ) d V ' (531)


1
V

Sebagai contoh
Qxx = ( r ' )( 3 x ' 2r ' 2 ) dV
'
V
' ' ' '
Qxy = ( r ) 3 x y d V (532)

Analog dengan pernyataan diatas, maka untuk distribusi muatan garis dan permukaan
dapat diturunkan pula.

E. Medan Dipole listrik


Dua muatan yang sama besar berlawanan tanda berada pada jarak a satu sama lain
seperti ditunjukan oleh gambar 5.2

Momen dipole listriknya menurut persamaan (5.29) adalah


n
p= qi r i
i
qi r iq2 r 2 , q 1=q 2=q
q(r 1 r 2)
1 ^ 1 ^
a i ( a i)
2 2
q
p=qa i^ (5-33)

Jadi arah p searah dengan arah sumbu x positif.

Potensial Dipole Listrik di titik P menurut persamaan (5-21) adalah


p r^ p cos
V D= = (5-34)
4 0 r 4 0 r2
2

Pada pembahasan Bab IV telah dijelaskan bahwa


E= V (5-35)

Bila (5-34) disubtitusikan ke (5-35), maka diperoleh :

p cos

E=
4 0r(2
) (5-36)

Penyelesaian dari persamaan (5-36) adalah :


E=
[ (
p cos
r 4 0 r2
r^ +
1 p cos
)
r 4 0 r 2 ( )]
2 pcos p sin ^
3
r^ +
4 0 r 4 0 r3

1 2 pcos 1 p sin ^
r^ + (537)
4 0 r 3
4 0 r3

Persamaan (5-37) adalah medan dipole listrik di titik P yang berjarak r dari titik asal
dan membentuk sudut dengan p . Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa
E di titik P memiliki komponen sebagai berikut :

p 2 cos

E r = ( ) 4 0 r
3
r^ (5-38)

p 2 cos ^

E =
( )4 0 r3
(5-39)
Jika = 0 berarti titik P berada pada sumbu x, maka dari persamaan (5-38) dan (5-
39) diperoleh :

p 2

E r = ( ) 4 0 r 3
r^ (5-40)


E = 0 (5-41)

Hal ini berarti bahwa medan dipole listrik hanya ada pada arah sejajar r yang dalam

kasus ini sepanjang sumbu x. Sedangkan jika = , berarti titik P berada di sumbu
2
Y, maka :


E r =0 (5-42)

p

E =
(
4 0 r 3
^
) (5-43)

Hal ini berarti bahwa medan dipole listrik hanya ada pada arah garis singgung saja.

Garis medan listrik dan equipotensial dari dipole listrik dapat digambarkan
sebagai berikut :

: equipotensial
......................... : garis medan
CONTOH SOAL :

DAFTAR PUSTAKA

https://paradoks77.blogspot.co.id/2011/04/potensial-dan-medan-elektrostatik-pada.html