Anda di halaman 1dari 1

KESIMPULAN

Dari sejumlah substansi perubahan di atas, terlihat bahwa UU Nomor 4 Tahun 2009
berusaha menunjukkan arah baru kebijakan pertambangan yang mengakomodir prinsip
kepentingan nasional (national interest), kemanfaatan untuk masyarakat, jaminan berusaha,
desentralisasi pengelolaan dan good mining practices. Dalam UU Minerba yang baru juga
terlihat menguatnya Hak Penguasaan Negara (HPN) terhadap sumber daya alam. Pemerintah
menyelenggarakan asas tersebut lewat kewenangan mengatur, mengurus, mengawas
pengelolaan usaha tambang. Hal tersebut dimulai dengan perubahan rezim kontrak menjadi
rezim perijinan. Dalam rezim kontrak, sebagaimana diterapkan selama ini, posisi pemerintah
tidak saja mendua sebagai regulator dan pihak berkontrak, tetapi secara mendasar juga
merendahkan posisi negara selevel kontraktor.

Implikasi hukum perubahan dalam UU 4 Tahun 2009 terhadap UU 11 tahun 1967 yang mana
fungsinya adalah mengembalikan Hak Penguasaan Negara dapat dilihat dalam tabel berikut :

Subyek Perijinan Kontrak


Bersifat publik, instrument hukum
Hubungan Hukum Bersifat perdata
administrasi negara
Penerapan Hukum Oleh pemerintah Oleh kedua belah pihak
Pilihan Hukum Tidak berlaku pilihan hukum Berlaku pilihan hukum
Akibat Hukum Sepihak Kesepakatan kedua belah pihak
Penyelesaian Sengketa PTUN Arbitrase
Kepastian Hukum Lebih terjamin Kesepakatan dua pihak
Hak / kewajiban pemerintah lebih Hak / kewajiban relatif setara antar
Hak dan Kewajiban
besar pihak
Sumber Hukum Peraturan perundang-undangan Kontrak / perjanjian itu sendiri