Anda di halaman 1dari 20

STATUS KEDOKT/ERAN KELUARGA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

STATUS PASIEN

Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Puskesmas Kelurahan Malaka Jaya

Nomor rekam medis : 3262 J

Pasien ke :2

DATA ADMINISTRASI

Tanggal 23 MEI 2014 Diisi oleh : Vicky Chrystine Novelin NIM : 10 - 052

Pasien Keterangan
Nama Faldy Anak
Umur 18 Tahun
Alamat Jalan Bunga Rampai VIII Gg. 6
No.54 RT 03 RW 06 Kelurahan
Malaka Jaya
Jenis Kelamin Laki-laki
Agama Islam
Pendidikan SMA
Pekerjaan Pelajar
Status Perkawinan Belum menikah Memiliki 8 saudara
Kedatangan yang ke 2 Pasien datang ditemani
ayah
Telah diobati sebelumnya Belum
Alergi obat Tidak
Sistem pembayaran BPJS

Data pelayanan

Anamnesis (dilakukan secara autoanamnesis)

A. Keluhan Utama
Batuk berdarah

B. Keluhan Tambahan
Demam dan sakit tenggorokan

C. Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang


Pasien datang dengan keluhan batuk berdarah sejak pagi tadi. Keluhan ini baru
pertama kali dirasakan oleh pasien. Darah yang keluar muncul berwarna merah sekitar
satu sendok kecil. Batuk yang berdarah ini muncul disertai dengan dahak yang
berwarna kehijauan. Karena khawatir dengan batuknya pasien langsung dibawa ke
puskesmas. Sebelumnya pasien mengeluh demam dan sakit tenggorokan selama 4
hari dan beberapa minggu lalu pasien mengeluh batuk-batuk. Tanpa diobati
sebelumnya pasien langsung datang berobat ke puskesmas ditemani oleh orang
tuanya. Selain itu, pasien juga mengeluh mudah lelah, meriang, keringat di malam
hari dan berat badan turun secara drastis. Sebelumnya berat badan pasien 56 Kg
setelah sakit tenggorokan dan batuk-batuk berat badan turun menjadi 46 Kg.
Pada saat pasien datang ke puskesmas Malaka Jaya dan di rujuk ke puskesmas
Kecamatan Duren Sawit untuk dilakukan pemeriksaan dahak (sputum BTA) dan
pemeriksaan darah rutin setelah batuk berdarahnya hilang. Pasien menyangkal pernah
kontak dengan orang-orang yang memiliki riwayat batuk lama atau pasien TB
disekitar lingkungan pasien. Pasien belum pernah mengalami ini sebelumnya. Pada
tahun 2011 di keluarga salah seorang kakak pasien pernah di diagnosa Tuberculosis
paru oleh dokter dan telah mengikuti pengobatan Tb sampai dinyatakan sembuh
setelah. Ayah pasien berusia 56 tahun pekerjaan seorang pengangguran dan saat ini
dalam keadaan sehat bertempat tinggal sama dengan pasien, ibu pasien berusia 53
tahun dan berprofesi sebagai guru SMP dan saat ini dalam keadaan sehat.

D. Riwayat Penyakit Keluarga


Di dalam keluarga pasien, tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan yang
sama seperti dengan pasien namun, pada tahun 2011 salah seorang kakak pasien
pernah di diagnosa TB paru, sempat di rawat di RS dan telah mengikuti pengobatan
sampai selesai dan sudah dinyatakan sembuh. Saat ini ayah dan ibu pasien tidak
memiliki riwayat sakit apapun. Pasien adalah anak ke 7 dari 9 bersaudara namun adik
pasien yang paling kecil meninggal pada usia 2 tahun karena demam tinggi. Ibu
pasien memiliki keturunan penyakit diabetes mellitus.
Keterangan : Pasien Pria Tinggal serumah

Perempuan Meninggal

E. Riwayat Penyakit Dahulu


Keluhan ini baru pertama kali dirasakan oleh pasien. Sebelumnya pasien tidak
memiliki riwayat sakit berat, selama ini pasien hanya batuk berdahak yang berulang
tanpa disertai penurunan badan yang drastis. Pasien juga belum pernah dirawat di
rumah sakit dan tidak pernah mengalami trauma atau cedera yang berat.

F. Riwayat Perilaku dan Kebiasaan Pribadi


Pasien kurang menyukai makan makanan rumahan dan senang mengkonsumsi
makanan yang asin. Pasien memiliki kebiasaan sering terlambat makan (makan tidak
tepat waktu) dan jajan disekolah. Pasien juga suka tidur larut malam (begadang).
Pasien olahraga futsal sejak dulu sampai sekarang sekitar 1-2 kali seminggu. Riwayat
merokok kurang lebih sejak dua tahun yang lalu dan dapat menghabiskan 6-8
batang/hari, jarang minum kopi dan tidak mengonsumsi alkohol. Pasien juga tidak
pernah mengkonsumsi obat-obat terlarang maupun narkoba suntik. Pasien mengaku
akhir-akhir ini tidak ada pikiran-pikiran yang terasa berat.

G. Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien tinggal dengan bersama dengan ayah, ibu dan 4 orang saudaranya. Pekerjaan
ibu adalah seorang guru SMP dan ayah seorang pengangguran. Dulu ayah berkerja
sebagai pedagang kain meteran tetapi karena kehabisan modal jadi berhenti
berdagang. Sehari-hari pasien pergi ke sekolah dengan membawa kendaraan roda dua
milik pribadi. Pasien mendapat uang jajan sebanyak 15.000 rupiah/hari dan saat ini
pasien mengaku tidak memiliki tabungan karena uang jajannya selalu habis.
Pendapatan utama keluarga pasien berasal dari ibunya yang bekerja sebagai guru
dengan gaji 7.000.000,- rupiah/bulan. Rumah yang mereka tempati adalah rumah
milik pribadi dan hanya memiliki satu ventilasi di ruang tamu berukuran 2m x 1,5m.
Luas tanah milik orang tua pasien sebesar 78m2 dengan luas bangunan 75m2.
Didalamnya terdapat 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur, ruang tamu, ruang makan,
teras kecil dan tempat cuci dan menjemur pakain. Atap rumah tertutup oleh genteng,
langit-langit atau plafon dalam rumah pasien nampak cukup terawat tertutup oleh
triplek dan lantai rumah pasien terbuat dari keramik. Kamar pasien memiliki tiga
pintu tetapi tidak ada ventilasi, salah satu pintu kamar pasien merupakan akses
menuju tempat cucian dan jemuran yang terbuka dan hanya di beri sekat kawat untuk
masuknya udara. Sumber air yang mereka gunakan berasal dari air PAM. Pasien
memiliki 2 unit sepeda motor.
Hubungan social pasien dengan keluargannya baik, begitu juga dengan tetangga
dirumah pasien dan teman-teman sekolah pasien. Pasien aktif dalam perkumpulan
organisasi kemasyarakatan dirumah dan disekolah.

DATA ANGGOTA KONTAK SERUMAH

No. Nama Umur Status Jenis Pekerjaan Keluhan


(tahun) kelamin

1. Djalius 56 Ayah Laki-laki Penggangguran Tidak ada


2. Elvazam 53 Ibu Perempuan Guru SMP Tidak ada
3. Ahmad Islamy 21 Kakak Laki-laki Penjaga warnet Tidak ada
4. Rona Assakra 20 Kakak Perempuan Mahasiswa Tidak ada
5. Dara Assakra 17 Adik Perempuan Pelajar Tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK

A. Keadaan Umum dan Tanda-tanda vital termasuk status gizi


Kesadaran : Compos mentis
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Tinggi badan : 170 cm
Berat Badan : 42 Kg
IMT : 14,532
BB/ (TB2) = 42/(1,70x1,70) = 14,532

Kriteria :
Kurang : < 18,5
Normal : 18,5-22,9
Lebih : >23
Pra obes : 23-24,9
Obese kelas I : 25-29,9
Obese kelas II : >30

Status Gizi : Kurang


Tanda Vital :
Tekanan Darah : 140/100 mmHg
Nadi : 86x / menit
Pernafasan : 21x / menit
Suhu : 37,5 C

B. Status Generalis
Kepala : Normocephali, rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah
dicabut
Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, reflex cahaya langsung
+/+, reflex cahaya tidak langsung +/+, ukuran pupil 3 mm/3 mm,
isokor, lensa jernih +/+
Telinga: Liang telinga lapang/ lapang, tidak ada serumen, sekret -/-
Hidung : Tidak ada deformitas, cavum nasi lapang/ lapang, konka eutrofi, tidak
hiperemis, sekret -/-, krusta -/-
Tenggorokan : Uvula ditengah, arkus faring simetris, arkus faring hiperemis,
tonsil hiperemis, T1-T1
Gigi dan mulut: bibir tidak sianosis, lidah ditengah, gusi tidak tampak hiperemis, Oral
higienis kesan cukup
Leher : JVP 5 2 cm, trakea ditengah, kelenjar tiroid dalam batas normal
KGB : Suprasternal : -/-
Colli anterior : -/-
Colli posterior : -/-

Paru
Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris
Palpasi : Vokal fremitus teraba simetris lemah
Perkusi : Paru kiri dan kanan redup/redup
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, Rh +/+, Wh -/-
Jantung
Inspeksi : Iktus kordis terlihat
Palpasi : Iktus kordis teraba 2 jari dibawah areola mamae sinistra
Perkusi : Batas Paru hati: ICS 6 garis mid klavikula dextra
Batas Paru Lambung: ICS 7 garis axilaris anterior sinistra
Batas Jantung kanan: ICS 4 garis parasternal sinistra
Batas Jantung kiri: ICS 5 garis midclavicula sinistra
Kesan : Tidak ada pembesaran jantung
Auskultasi : S1=S2, reguler, gallop (-), murmur (-)

Abdomen
Inspeksi : tampak datar, umbilikus tidak menonjol, distensi vena (-), gerakan
hiperperistaltik (-), jejas (-), kelainan kulit (-), baji (-).
Auskultasi : Bising usus (+), normal 5x/menit
Perkusi : Timpani diseluruh lapang abdomen
Palpasi : Hepar, limpa tidak teraba membesar, nyeri tekan epigastirum (+),
defence muscular (-), balotement -/-.

Ekstremitas :
Atas : Akral hangat, capilarry refill time < 2 detik, edema (-).
Bawah : Akral hangat, capilarry refill time < 2 detik, edema (-)

Tulang belakang : Tidak ada kelainan

Pemeriksaan Neurologi : Tidak ada kelainan


Pemeriksaan refleks :
- Refleks fisiologis: ++/++
- Refleks patologis : -/-
- Rangsan Meningen : -/-
- Kekuatan motorik : 55555 55555
55555 55555
Anus dan rektum : Tidak dilakukan pemeriksaan
Genitalia : Tidak dilakukan pemeriksaan
Status Lokalis :-

C. Pemeriksaan Penunjang (yang dianjurkan)


o Laboratorium darah rutin
o BTA sputum
o Rontgen

D. Tatalaksana awal
o Non medikamentosa (KIE)
- Istirahat cukup dan tidak tidur larut malam
- Makan makanan yang beragam dan bergizi, usahakan tidak jajan
sembarangan di sekolah
- Makan teratur tiga kali sehari dan di selingi dengan snack pagi dan
snack sore
- Menjaga etika ketika batuk dan bersin dengan menutup mulut dengan
menggunakan tangan atau siku, gunakan masker ketika keluar tumah
- Hindari kontak dengan pasien Tb, tidak bertukar sendok (alat makan)
saat makan dan rokok ketika sedang bersama teman-teman
- Cuci bersih tangan ketika habis batuk dan bersihkan peralatan
masak/makan dengan menggunakan sabun dan air bersih

o Medikamentosa
- Gliserin guaifenesin 500mg No. / 3x1
- Vitamin K No. X / 3x1
- Vitamin C No. V / 1x1
- Ambroxol No. XV / 3x1
- Amoxcicilyn 500mg No. XV / 3x1

PERUMUSAN MASALAH KESEHATAN PASIEN

DIAGNOSTIK HOLISTIK

A. ASPEK PERSONAL
Keluhan utama : Batuk berdarah
Kekhawatiran : Pasien khawatir keluhan yang dirasakan akan semakin berat.
Harapan : Pasien berharap agar keluhannya segera hilang dan dapat
beraktivitas kembali

B. ASPEK KLINIS
Diagnosa Kerja : Tuberculosis paru
Diagnosa Gizi : Malnutrisi

C. ASPEK RESIKO INTERNAL


Usia pasien 18 tahun rentan dengan pergaulan bebas
Pasien memiliki kebiasaan mengonsumsi rokok dalam jumlah besar (6-8
batang/hari) dan sulit untuk mengurangi kebiasaan merokok
Kebiasaan makan yang tidak baik; makan sering terlambat makan dan lebih
suka makan jajanan diluar rumah
Pasien sering tidur larut malam (begadang)

D. ASPEK PSIKOSOSIAL KELUARGA DAN LINGKUNGAN


Tingkat pengetahuan pasien dan keluarga yang rendah tentang penyakit
tuberculosis
Pasien berpotensi menularkan penyakit kepada anggota keluarga dirumah
terutama pada saat batuk atau bersin
Kakak pasien pernah di diagnosa tuberculosis paru pada tahun 2011 dan telah
dinyatakan sembuh
Keadaan kamar pasien; tidak ada ventilasi, tidur bersama dengan adik dan kakak
pasien, kamar berantakan dan suhu udara yang lembab

E. DERAJAT FUNGSIONAL
Derajat satu : pasien tidak memiliki keterbatasan beraktivitas dan masih dapat
melakukan pekerjaan sendiri.

RENCANA PENATALAKSANAAN PASIEN

No Kegiatan Rencana intervensi Sasaran Waktu Sasaran yang diharapkan


1 Aspek Personal Evaluasi : Pasien 40 - Keluhan dan
-Keluhan, kekhawatiran dan menit kekhawatiran
dan harapan pasien. Keluarga keluarga pasien dapat
Edukasi : Pasien berkurang.
Memberikan informasi
- Pasien keluarga
mengenai penyakit yang
dapat mengerti
dialami pasien, penyebab,
tentang penyakit,
gejala klinis, pengobatan,
pencegahan agar
prognosis, serta
tidak menularkan
pencegahannya agar tidak
dan mau mengikuti
menularkan ke orang lain.
pengobatan
- Pasien dan keluarga
Menyakinkan pasien tidak menjauh dan
bahwa penyakitnya dapat mau memberikan
disembuhkan dan memberi semangat dan turut
semangat agar pasien serta memantau
mengikuti pengobatan pasien untuk minum
dengan baik dan sampai obat
tuntas
2 Aspek Klinis Evaluasi : Pasien 50 - Pasien tahu akan
- Pemeriksaan tanda vital menit penyakitnya dan
Tuberculosis dan fisik umum. bersedia untuk
paru - Hasil darah H2TL: mengikuti
Normal pengobatan dengan
- Hasil BTA S/P/S : +/+/+ teratur dan patuh
menjalankan terapi
Terapi
- Pasien mau
Medikamentosa :
menjalankann pola
OAT (Obat Anti hidup sehat
Tuberculosis) - FDC
- Menjaga agar tidak
(fixed dose
menularkan
combination) Lini 1:
penyakitnya ke orang
2RHZE = 3 tab/hari
lain

Non-Medikamentosa : - Tetap semangat


Ajarkan pasien untuk menjalan kan
makan makanan yang terapinya mekipun
sehat dan bergizi merasa tidaknyaman
seimbang (makan dengan efek obat
lauk pauk yang yang ditimbulkan
beragam), makan tiga - Dapat mengatasi rasa
kali sehari dan tidak nyaman yang
diselingi dengan ditimbulkan oleh
snack pagi dan sore. obat
Makan makanan
- Mengambil obat
dirumah karena lebih
teratur minimal 3-4
terjamin
hari sebelum obatnya
kebersihannya
habis
Jangan biarkan bersin
atau batuk dengan - Konsultasi gizi untuk

mulut tidak ditutup mengembalikan berat

Istirahat cukup dan badan ideal

jangan tidur larut


malam
Olahraga ringan tiga
kali seminggu

Edukasi:
Menginformasikan cara
minum obat dan
memberitahukan efek
yang mungkin di
timbulkan obat seperti
mual dan kesemutan
Makan lebih sering
agar mengurangi rasa
tidak nyaman karena
obat
Mengingatkan pasien
agar selalu kontrol ke
puskesmas dan jangan
sampai putus obat atau
minum obat tidak
teratur untuk mencegah
terjadinya resistensi
OAT
Pentingnya menjaga
kesehatan tubuh
dengan hindari asap
rokok, istirahat cukup,
olahraga teratur, dan
makan makanan yang
bergizi
3 Aspek Resiko Edukasi : Pasien 1 hari
Internal dan
keluarga
Pasien sadar akan bahaya
Memberitahukan kepada pasien.
yang ditimbulkan dari
Usia pasien 18 pasien untuk menjaga
pergaulan bebas
tahun rentan pergaulannya agar tidak
akan pergaulan terjerumus dalam
bebas pergaulan bebas dan
memberi tahu akan bahaya
yang ditimbulkan dari
pergaulan bebas Pasien mau berhenti
merokok dan
Memberitahukan kepada
pasien untuk memotivasi
Pasien memiliki
pasien untuk mau hidup
kebiasaan
lebih sehat, memberi tahu
merokok 6-8
bahaya merokok sehingga
batang/hari dan
pasien mau berhenti Pasien dapat menjaga
sulit untuk
merokok supaya keteraturan pola makan
mengurangi
pengobatannya bisa lebih
kebiasaan
efektif
merokok Memberi tahu pasien
makan tepat waktu dan
Memiliki hindari jajan sembarangan Pasien mau tidur cukup
kebiasaan sering karena kebersihannya yang dan tidak begadang
terlambat makan tidak terjamin, selain itu
dan lebih suka makanan rumah jauh leih
makan / jajan sehat dan bersih
diluar
Memberi tahu bahwa
istirahat yang cukup
membantu memperbaiki
Pasien sering
status imunitas seseorang
tidur larut
malam
4 Aspek Edukasi: Pasien 2 hari
psikososial, dan
keluarga dan keluarga
lingkungan pasien

Tingkat
Memberikan informasi Pasien dan keluarga
pengetahuan
tentang Tuberculosis paru, dapat mengerti mengenai
pasien dan faktor resiko terjadinya penyakitnya dan keluarga
keluarga yang penyakit, dan cara bersedia untuk memantau
rendah tentang pencegahannya dan pasien selama
penyakit beritahukan untuk cara pengobatan dan memberi
tuberculosis pemberian terapi semangat pasien untuk
berobat
Pasien
berpotensi
Pasien menjaga saat batuk Menutup mulut dengan
menularkan
dan bersin agar droplet menggunakan kain untuk
penyakit kepada
yang dikeluarkan tidak mengurangi penyebaran
orang lain
menularkan ke orang lain, droplet, gunakan masker,
tidak meminjamkan atau tidak menggunakan alat
Kakak pasien bergantian alat makan makan bergantian saat
pernah di dengan orang lain. makan.
diagnosa Mengajarkan pasien cara Tidak buang dahak
tuberculosis membuang dahak yang sembarangan
paru pada tahun baik (dalam pot/washtafel)
2011 dan telah
dinyatakan Kuman mycobacterium Pasien sadar bahwa
sembuh tuberculosis dapat hidup mungkin dirinya sudah
laten didalam tubuh lama terinfeksi dari orang
Keadaan kamar
dengan status imun yang disekitarnya
pasien; tidak ada
baik, dan infeksinya dapat
ventilasi, tidur
menimbulkan gejala ketika
bersama dengan
status imunnya turun
adik dan kakak
pasien, kamar
berantakan dan
Memberitahu bahwa udara Menjaga kebersihan dan
suhu udara yang
kamar yang lembab dan kerapihan kamarnya,
lembab
berantakan merupakan memasangkan kipas atau
tempat yang baik untuk exhause fan supaya udara
kuman berkembang biak dikamar tidak pengap dan
sehingga perlu dibuat lembab
kipas atau exhause fan
untuk sirkulasi udara,
memberitahu pentingnya
pencahayaan sinar
matahari dapat membantu
membunuh kuman

TINDAK LANJUT DAN HASIL INTERVENSI

Tanggal Intervensi yang dilakukan, diagnostik holistik dan rencana selanjutnya


Pertemuan ke 1 Saat kedatangan yang pertama dilakukan beberapa hal yaitu
30 Mei 2014 1. Mengucapkan salam, memperkenalkan diri dan menjalin hubungan yang
baik dengan pasien.
2. Menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan dan mempersiapkan
alat yang akan dipergunakan.
3. Memastikan pasien telah mengerti tujuan prosedur pemeriksaan.
4. Meminta persetujuan pemeriksaan kepada pihak pasien.
5. Melakukan anamnesis mulai dari identitas sampai riwayat psikososial
ekonomi dan melakukan pemeriksaan fisik.
6. Membuat diagnostik holistik pada pasien.
Intervensi yang diberikan:
1. Memberi semangat pasien untuk melawan penyakitnya
2. Memberi tahu pasien dan keluarga tentang penyakitnya tuberculosis
paru
3. Mengedukasi agar pasien mengkonsumsi obat secara teratur dan
jangan sampai putus obat
4. Memberi tahu pasien agar segera berhenti merokok dan menjalankan
hidup sehat
5. Memberi tahu cara/erika batuk yang baik dan tidak buang dahak
sembarangan
6. Mengingatkan dan memonitor pasien untuk mengambil obat
7. Mengingatkan pasien untuk tetap control ke piskesmas

Intervensi yang akan diberikan:


1. Memeriksa kembali keadaan fisik pasien untuk mengetahui apakah
Pertemuan ke 2 sudah terjadi perubahan atau belum.
02 Juni 2014 2. Mengevaluasi intervensi yang diberikan sebelumnya.
3. Mengingatkan untuk melanjutkan terapi yang sudah diberikan.
4. Memantau terus pasien agar tidak putus obat
5. Pantau pengobatan pasien dan mengingatkan pasien untuk mengambil
obat ke puskesmas
6. Memberikan semangat pasien untuk terus berobat dan meyakinkan
pasien bahwa penyakitnya dapat disembuhkan
7. Memonitor pasien melalui telp atau sms agar tetap patuh pada
pengobatan

Kesimpulan Penatalaksanaan Pasien Dalam Binaan Pertama


Diagnostic holistik pada saat berakhirnya pembinaan pertama
Aspek personal: Batuk berdarah disertai dahak, nyeri tenggorokan, demam
subfebris, mudah lelah dan malaise, keringat malam, serta berat badan yang
turun secara drastis. Pasien khawatir keluhan yang dirasakan akan semakin
berat. Pasien berharap agar keluhannya segera hilang dan dapat beraktivitas
kembali.
Aspek Klinis: Tuberculosis paru
Diagnosa gizi: malnutrisi
Aspek Resiko Internal : Usia pasien 18 tahun rentan akan pergaulan bebas,
kebiasaan makan yang tidak baik; makan sering terlambat makan dan lebih suka
makan jajanan diluar rumah, pasien sering tidur larut malam (begadang), pasien
mengonsumsi rokok dengan jumlah 6-8 batang/hari
Aspek psikososial, keluarga, dan lingkungan: Tingkat pengetahuan pasien dan
keluarga rendah tentang penyakitnya, pasien berpotensi menularkan penyakit
kepada anggota keluarga dirumah, kakak pasien pernah di diagnosa tuberculosis
paru pada tahun 2011 dan telah dinyatakan sembuh, keadaan kamar pasien;
tidak ada ventilasi, kamar ditempati oleh tiga orang, berantakan dan suhu udara
yang lembab
Faktor pendukung terselesaikannya masalah kesehatan pasien:
Pasien mau melaksanakan gaya hidup sehat; makan yang teratur dan
bergizi seimbang, istirahat cukup dan tidak tidur larut malam, dan mau
melaksanakan anjuran dokter
Pasien bersedia datang segera puskesmas 3-4 hari sebelum obatnya
habis
Pasien dan keluarganya dapat diajak kerja sama dalam menyelesaikan
masalah kesehatan pasien
Keluarga bersedia untuk membantu pengobatan pasien (memantau
pengobatan pasien)
Faktor penghambat terselesaikannya masalah pasien
Pasien sulit untuk stop dari kebiasaan merokok pasien
Kurangnya kesadaran pasien untuk hidup sehat
Rencana penatalaksanaan pasien selanjutnya
Memonitor pengobatan pasien
Memberikan perencanaan makan yang sesuai dengan kebutuhan pasien
Memberi semangat pasien untuk terus semangat dalam pengobatan rawat
jalan
Mengingatkan pasien untuk melaksanakan gaya hidup sehat walaupun
keluhan nya telah membaik
Mengingatkan keluarga pasien untuk selalu mendukung dan memotivasi
pasien
Mengevaluasi intervensi yang telah diberikan
Mencatat dan memantau pasien setiap kali pasien mengambil obat
Dokumentasi Kegiatan

Kamar Tidur Pasien Plafon Kamar Tidur Pasien

Ruang Tamu Teras Rumah

Kamar Mandi Dapur


Ruang makan

Tangga menuju
tempat jemuran
PERSETUJUAN I

(Dokter Penanggung Jawab Klinik)

Tanda Tangan

NAMA LENGKAP: Dr. Dina Wijayanti

TANGGAL : 06 Juni 2014


STATUS UJIAN

KEDOKTERAN KELUARGA

TUBERCULOSIS PARU

DISUSUN OLEH:

Vicky Chrystine N

10-052

PEMBIMBING:

dr. Dina Wijayanti

KEPANITERAAN ILMU KEDOKTERAN KELUARGA

PERIODE 12 MEI 2014 14 JUNI 2014

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

JAKARTA
2014