Anda di halaman 1dari 8

PROCEEDINCS OF JOINT CONVENTION JAKARTA 2OO3

32dtAGI and The 28'dHAGI Annual Convention aad Exhibitiom


The

INTERPRETASI KONTROL STRUKTT]R DAN KOMPON EN-KONAPOXNN SISTEM


PANASBUMI GUNUNG UNGARAN, JAWA TENGAII BERDASARKAN
CITRA LANDSAT TIMMATIC MAPPER*

Sigid Dwi Nugrohor, Soetotor dan Pri Utamir


tJurusan
Teknik Geologi Fakultas TeknikUGM
Jl.Grafika No.2 Yogyakarta,Telp.02T4 - 901380, Fax. 0274 - 902216

Gunung ungaran, Jawa Tengah merupakan #ffi* prospek energi panasbrrni di Indonesia.
Interpretasi citra Landsat Thematic Mapper yang digabungkan dengan informasi geologi yang ada
berperan dalam memberi masukan pembuatan model tentatif sistem panasbumi. Model tentatif memuat
komponen-komponen sistem panasbumi, yakni sumber panas, batuan reservoar, struktur permeabilitas,
batuan penudung, dan juga daerah recharge. Sumber paffIs rnagmatik diduga terletak di daerah
Gedongsongo dan Gunung Kaligesik Permeabilitas reservoar didominasi oleh permeabilitas sekunder
yang tercernrin dari rekahan-rekahan yang intensif pada batuannya. Daerah recharge diduga terletak di
sebelah selatan dan tenggara daerah penelitian ditunjul*an oleh kehadiran sesar dan rekahan. Daerah
manifestasi yang tampak dalam cita daerah yang diteliti adalah di Gedongsongo.
Dari hasi interpretasi citra satelit, didapatkan pola kelurusan, pola anomali panas, pola
penyebaran mineral lempung dan oksida besi. Informasi tersebut ikut memberi arahan kepada zonasi
daerah yang dianggap permeabel, batas sistem panasbumi serha daerah recharge sistem. Delineasi struktur
geologi didasarkan pada interpretasi citra komposit saluran 4r" 5o, 7s. Pola penyebaran mineral lempung
dan oksida besi diolah dengan metode Abram's Ratio. Sementara itu" pola anomali panas diamati dengan
menggunakan saluran 6 dan diklasifikasikan dengan unsupervised classification.
Interpretasi menjadi cukup sulit karena beberapa hal. Pertam4 manifestasi panasbumi umrurmya
memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan resolusi spasial citra satelit Keduq pola anomali
panas manifestasi panasbumi terkadang memiliki pola yang sama dengan anomali panas hasil budaya
manusia. Rona yang muncul dari citra TM saluran 6 mencerminkan sifat panas media dan bukan suhu
permukaan.

DASARTEORI Keberhasilan teknik penginderaan jauh pada


survey geotermal berganfirng pada detelsi radiasi
Sistem panasbumi yang besar pada umumnya yang dipantulkan atau dipancarkan oleh
memiliki aktivitas permukaan yang dapat muncul manifestasi permukaan kemudian yang
dalam berbagai bentuk antara lain i hot pools, selanjutnya dipisahkan dari emisi yang berasal
steam, fumarol, hot ground, batuan teralterasi, dari lingkungan sekitamya. Keberhasilan aplikasi
sinter silika dan erupsi hidrotermal. Kenampakan- penginderaan jauh juga bergantung pada resolusi
kenampakan ini umumnya berukuran relatif kecil spasial citra beftaitan dengan ukumn manifestasi
dengan diameter areal kurang dari sepuluh meter- permukaan yang diteliti.
an. Akan tetapi, kenarnpakan-kenampakan besar
(misalnya hot pools besar, daerah steaming Teknik penginderaan jauh sebenarnya banyak
ground, silika sinter) juga umum dijumpai. Secara digunakan pada tahap awal eksplorasi panasbumi
umum, kenampakan pemrukaan yang aktif ultuk membedakan daerah yang akan dipelajari
biasanya memiliki anomali temperafu yang menggunakkan metode geofisika dan geokimia
tinggi. Akan tetapi, beberapa kenampakan aktif (Bhan, 1983 dalam Ruiz-Armenta, 1995).
(misal mata air) dan yang telah mati (misalnya Kenampakan-kenampakan permukaan penting
endapan sinter tua dan dasrah alterasi batuan) dalam eksplorasi panasbtrmi yang bisa dipetakan
tidak memiliki anomali yang tinggi (Mongillo, dengan citra satelit adalah struktur geologi rruryor
et,al., 1995). dan daerah alterasi batuan.
PROCEEDINGS OF JOINT CONVENTION JAKARTA 2OO3
The 32dIAGI 8nd The 28dH,AGI Annual Convention and Exhibition

Pengamatan anomali panas dilahrkan dengan


Citra satelit untuk pengenalan struktur geologi di mengamati anomali wama yang tajam. Sebagai
daemh panasbumi antara lain telah digunakan di contoh : daerah Gedongsongo merupakan daerah
lapangan panasbumi Orakeikorako, Taupo dengan dominasi warna ungu. Akan tetapi
Volcanic Zone, New Zealand.. Analisis visual terdapat spot-spot warna kuning-merah di
dengan menggunakan Landsat dan SPOT dalamnya. Dikaitkan dengan variasi aral struktur
menunjukkan bahwa Landsat saluran 4 dan 5 serta dan manifestasi yang ditemukan di lapanga4
SPOT saluran 3 ternyata sangat mernbantu maka kita dapat mengatakan bahwa daerah itu
analisis struktff. memiliki "suhu" yang lebih panas. Pengaruh
Saluran 6 citra Landsat TM memiliki resolusi variasi struktur disini adalah daerah dengan arah
spa"sial 120 x 120 m dan mampu mengukur sebu^h struktur yang bervaria.si cenderung mengalami
target panas hingga 85'C. Saluran 4J, dan 7 cita gaya tektonik yang lebih beragam atau lebih
x 30 m
Landsat TM memiliki resolusi spasial 30 sering.
dan mampu mangukur temperatur permukaan
hingga di atas 120". Citra ini efektif untuk Gambar I.1 menunjukkan cita Landsat Thematic
mengukur suhu pennukaan seperti pada lava Mapper band 6 yang telah mengalami klasifrkasi
dame. tak beracuan menjadi lima kela.s kecerahan.
Penganatan anomali panas pada daerah penelitan
Mineral alterasi hidrotermal (terutama hidroksil) ternyata masih menemukan kesulitan walaupun
dan hasil pelapukannya mampu dikenali oleh citra cita telah disederhanakan menjadi lima kelas
satelit. Hal ini dilalcukan dengan memproses citra kecerahan, Kesulitan yang timbul adalah bahwa
satelit berdasarkan anomali pantulannya yang ekspresi kecerahan yang ditimbulkan oleh
berada pada saluran birq merah dan middle manifesta.si panasbumi memiliki rona yang sama
infrared (citra satelit Thematic Mapper). Thematic dengan kenampakan budaya. Sebagai contoh :
Mapper saluran 5 dan 7 sangat berguna unnrk kota Ungaran memiliki ekspresi rona yang mirip
tujuan ini. dengan manifestasi di Gedongsongo. Kesulitan
lain adalah bahwa resolusi spasial citra satelit TM
Pada beberapa kasus, spektrum mineral alterasi saluran 6 adalah 120 meter. Resolusi ini tidak
ternyata overlapping dengan spektrum vegetasi di rnampu mengarnati manifestasi yang tipenya titik-
daerah penelitian. Vegetasi memiliki nilai refleksi titik manifestasi. Akan tetapi secara teori,
yang tinggi pada saluran 4 (TM 4) tetapi juga manifestasi ini masih mampu mengamati
memiliki nilai refleksi yang cukup tinggi pada manifestasi yang sifatnya regional.
saluran 5 (TM 5) dan saluran 7 (TM 7).
Identifikasi dengan menggunakan band ratio Dari pengecekan lapangan ditemukan beberapa
dirasa tidak representatif. Identifikasi dilalrukan daerah anomali yang tidak bisa tampak di cira,
dengan menggunakan Crosta Technique ataa yaitu : Diwalq Nglimut, Kaliulo dan Kendalisodo.
biasa disebut PCA (Principal Component Anomali daerah Gedongsongo yang merupakan
Analysis). anomali terbesar di darah penelitian hanya
tampak benrkuran satu piksel pada citra. Oleh
ANALIS$ CITRA karena itu bisa dipahami mengapa anomail suhu
seperti di daeral Diwalq Nglimut dan Kaliulo sulit
II.1. Delineasi Anomali Panas diamati pada citra. Hal ini mengacu pada resolusi
spasial citra yaitu 120 meter per piksel.
Citra satelit salurzn 6 yang digunakan dalam
penelitianini memiliki cukup banyak variasi I.2. Delineasi Kandungan Lempung
kecerahan, Oleh karena itu, citra diklasifikasi
menjadi 5 kelas secara tidak beracuan agar lebih Gambar L2J menunjukkan kurva refleksi
mudah diamati. Kelima kelas tersebut kemudian speknal dari beberapa materi. Kolinit diwakili
diberi warna ungu, biru muda, kuning, hijau dan oleh kurva biru tua, oksida besi oleh kurva coklat,
merah"berurutan dari kelas dengan panas paling vegetasi oleh kurva hijau dan air oleh kurva biru
rendah hingga paling tinggi. Perlu diingat bahwa muda. Jika kita amati spektrum kaolinit di saluran
rona tersebut mencemrinkan bukan suhu 7 pada diagram di atas, nampak bahwa
sebenamya. kebanyakan mineral lempung memiliki absorbsi
kuat pada daerah ini. Kehadiran mineral lempung
PROCEEDINGS OF JOINT COI{r'ENTION JAKARTA 2OO3
The 32DdIAGI and The 2SdHAGI Amual Convention and Exhibition

dapat dikenali dengan menggunakan yang diambil di dekat Kali Gongso. Hal ini
perbandingan saluran 5 dan 7. Dari grafik juga menunjukkan bahwa pengaruh spektral vegetasi
tampak bahwa kehadiran oksida besi dapat pada citra cukup besar.
dikenali dari perbandingan saluran 7/4,5/4 atau
3n. 13. Delineasi Kelurusan

Akan tetapi, algoritrna ini memiliki kesulitan Kelurusan mengindikasikan sesar, kekar atau
untuk memisahkan respon oksida besi dan batas litologi. Secara teknis, kelurusan pada citra
yegetasi kering. Saluran 3 dan 2 merupakan merupakan daerah dengan nilai spasial berbeda
paqjang gelombang yang dapat mengalami yang berubah s@ara mendadak. Delineasi
hamburan atnosfer. Oleh karena itu, ha"sil rasio kelurusan dilakukan secara manual dengan
biasanya "diperhalus" dengan menggunakan menggunakan citra komposit 4,5,7 di atas. Akan
average filter 3 x 3 agar lebih mudah diamati. tetapi, kadang-kadang kelurusan tertntu sulit
dikenali dari citra asli. Hal ini disebabkan karena
Pengenalan mineral lempung dengan kontras rona yang dimiliki kurang bagus. Oleh
menggunakan perbandingan saluran 5/7 memiliki karena itu, digunakan proses penajaman tepi
kesulitan untuk membedakan mineral lempung untuk memperjelas kontras nilai spa.sial yang
dengan vegeiasi. Hal ini diatasi deirgan membentuk kelurusan.Dengan menggunakan
menggabungkan dua algoritna (biasanya dalam kombinasi antara citra komposit 4,5,7 dan citra
bentuk RGB) unurk mempertajam kenampakan komposit 4,5,7 yang telah mengalami penajaman
oksida besi saja. Metode ini bisa dikenal dengan tepi, delineasi kelunrsan lebih mudah dilakukan.
Abrams Ratio. Jumlah kelurusan yang mampu didelineasi
menjadi lebih banyak
Algorima ini menggabungkan rasio untrk
pengenalan mineral lempung yaiu 5/7 (1,6122) Proses penajaman tepi seperti tersebut di atas
pada layer merah, rasio untuk pengenalan oksida ternyatz menghasilkan cita dengan batas tepi
besi yaitu 3/2 (A,6610,56) pada layer hijau dan yang cukup bagus dan sangat membantu dalam
rasio pengenalan vegetasi yaiu 4/3 (0,83/0,60 delineasi struktur. Filter ini kemudian dilanjutkan
pada layer biru. dengan sun angle, yaitu memanipulasi arah
datangmya cahaya matahari untuk menonjolkan
Pada algortima ini, piksel yang didominasi oleh kelurusan dengan axah tertentu saja. Gambar
respon dari singkapan kaya mineral lempung 1.3.1. merupakan hasil delineasi kelurusan dari
mentrnjukkan warna msrah. Pilsel yang citra satelit Thematic Mapper digabung dengan
didominasi oleh oksida besi menunjulftan warna delineasi batas litoiogi.
hijau. Piksel yang didominasi oleh vegetasi
menunjukkan warna biru. Piksel yang didominasi Pada gambar tersebut di atas, alan tampak bahwa
oleh campuran lempung dan oksida besi akan arah relatif kelurusan-kelurusan tertentu dominan
menunjukkan warna merah-oranye-kuning. pada litologi-litologi tertentu pula. Arah kelurusan
Gambar L2.2, merupakan citra Landsat Thematic berarah utara-selatan dan baratlaut-tenggara
Mapper yang telah diolah dengan metode Abrams tampak mendominasi daerah bant dzya pada
ratio. litologi batupasir (QTp) dan breksi wlkanik
(Qpkg). Sementara itu, litologi basalt (Qpk)
Pangamatan petrografi sampel yang didapatkan di banyak didominasi oleh kelurusan berpola barat-
Desa Gogik menunjukkan banyak hornblende timur, barat laut-tenggara dan sedikit berarah
yang dikelilingi oleh magnetit atau olsida besi utara-selatan. Endapan piroklastik banyak
yang berukuran tebal. Masa dasar sebagian didominasi oleh kelurusan berpola barat laut-
merupakan material yang merupakan mineral tenggara.
yang telah terubah menjadi lempung. Pada citra,
daerahGogik menampakan warna oranye-biru. Dari hal-hal di atas didapatkan batrwa arah relatif
N-S, NW-SE mendominasi batuan yang lebih tua
Akal tetapi, beberapa sampel petrografi yang QTp dan Qpkg. Arah relatif E-W, NW-SE dan N-
menunjukkan kehadiran olsida besi dan sedikit S banyak terdapat pada batuan yang lebih muda
lempung temyata menampakkan warna oranye- Qpk Sementara itu, pada batuan termuda
biru pada citra. Sebagai contoh adalah sampel
PROCEEDINGS OF JOINT COI.IVENTION JAKAR'TA 2OO3
The 32dIAGI and The 28dI"IAGI An'ilal Convention and Exhibition

(endapan piroklastik) banyak dijumpai arah te;rmuat dalam gambar 1.3.1. (titik berwama
kelurusan relatifNW - SE. merah).

Batuan tertua tentunya mengalami gejala teltonik Di lapangan, sebagian break morfologi yang
yang paling dulu, disini arah relatif N-S dan NW- tampak pada citra bisa dilihat jelas sebagai gawir.
SE terdapat pada QTp dan Qpkg. Sementara arah Kelurusan besar seperti yang terdapat di daerah
NW-SE, E-W dan N-S terdapat pada Qlk serta Gedongsongo dan bagran lain tubuh Gunung
arah NW-SE hanya mendominasi endapan Ungaran tampak sebagai gawir-gawir di lapangan
piroHastik. Oleh karena itu dapat disimpulkan seperti yang terlihat pada gambar 1.3.2.1
bahwa, arah N-S merupakan suuktur ternra
(erdapat pada QTp, qrkg dan Qpk Kemudian KESIMPT'LAN
diikuti oleh struktur berarah E-W yang banyak
terdapat pada Qpk dan yang paling muda adalah Batas u6llqanqlsktenik Gunung Ungaran
sfirktur berarah NW-SE. Struktur ini terdapat merupakan batas struktur dimana pada bagian
hampir pada semua batuan hingga endapan utaran selatarl barat dan timur tubuh Gunung
piroklastik (litologi yang paling muda). Ungaran terdapat kelurusan-kelurusan besar yang
berupa sesar. Kelurusan-kelurusan tersebut selain
Penentuan daerah permeabel sistem panas bumi menjadi batas sistem juga
kemungkinan
disini didasarkan pada daerah yang paling banyak merupakan daerah recharge javh.
mengalami peristiwa tektonik Hal ini
diindikasikan dengan variasi arah struktur yang Penyebaran kandungan di darah porelitian dapat
ada. Daerah yang diharapkan merupakan dae'rah dikenali dari citra satelit dengan menggunakan
permeabel adalah daerah yang memiliki banyak algoritma Abram's Ratio. Dari ha.sil pengolahan,
variasi arah struktur. knplikasinya, daerah terlihat bahwa daerah dengan kandungan besi
tersebut banyak mengalami deformasi. Pada citra, yang lebih tinggi diperkirakan terdapat pada
daerah tersebut ditmjukkan dengan daerah yang bagian barat laut dan selatan Gunung Ungaran.
dideiineasi merah. Sementara inr, daerah yang diperkiratan memiliki
kandungan lempung yang lebih tinggi terdapat
Batas sistem panasbumi mungkin belum bisa pada bagian tengah Gunung Ungaran dan banyak
ditentrrkan dari interpretasi citra. Akan tetapi, melampar ke arah barat laut Akan tetapi, hal
paling tidak kita bisa mengetahui batas tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak
vulkanotektonik Gunung Ungaran. Hal ini karena kuwa spektral mineral lempung sebagian
ditunjukkan oleh kenampakan kelurusan- overlap dengan kurva spektral vegetasi.
kelurusan di sebelah utara, selatan, barat dan
timur Gunung Ungaran. Anomali panas dikenali dari cita satelit dengan
menggunakan saluran 6. Anomali panas yang
Kelurusan tersebut mengindikasikan hadirnya dapat dikenali dari citra yaitu manifostasi di
sesar yang mengontrol Gunung Ungaran. Pada daerah Gedongsongo. Anomali pada tubuh
kelurusan tersebut, terdapat perbedaan litologi Gunung Ungaran kebanyakan bersifat setempat
sec,ra mencolok sekaligus adanya break dan beruhran kecil. Kenampakan anomali
morfologi secara tiba-tiba. Kelurusan tsrsebut kebanyakan berasosiasi dengan kelurusan besar
kemungkinan juga menjadi daerah recharge unatk yang sifatnya regional. Manifestasi lain, yaitu :
sistem panasbumi Gunung Ungaran, Secara Diwalq Kaliulo sulit dikenali karena ukurannya
regional daerah penelitian merupakan daerah kecil dan suhunya tidak mencolok Hal ini
dengan curah hujan yang cukup tinggi, yaitu : mengacu pada resolusi spasial saluran 6 Iandsat
2247 nm/ tabtn (DGTL, 2002) TM yang hanya 120 mtr per piksel.

Bukti sesar yang berhasil ditemukan di lapangun SARAN


antara lain data sesar turun di Daerah Berokan.
Data Grupa gores-garis dengan kedudukan N 30o Survey anomali panas dengan menggunakan cita
El50' dan pitch 40o. Sementara itu, di daerah penginderaan jauh sebaiknya dilakukan dengan
losari ditemukan gores-garis dengan kedudukan N media citra inframerah termal. Survey dengan
3o E/15o dan pitch 15o. Lokasi-lokasi tersebut menggunakan Landsat mengalami kesulitan
karena resolusinya terlalu kecil untuk manifestasi
PROCEEDINGS OF JOINT CONVENTION JAKARTA 2OO3
'Ihe 32dIAGI and'fhe 2SdHAGI Annual Conveirtion and Exhibition

di darah Ungaran. Citra inframerah termal yang Survey and Mines Bureau No;4, Galle
diambil dari pesawat terbang akan memiliki Roa4 Dehiwala Sri Lanka.
resolusi spasial yang lebih besar. Hamlin, K.A., and Prebble, W.M., 1998,
Delineasi lempung dengan teknik penginderaan Structural Setting and Geomorphic
jauh, mungkin akan lebih baik jika menggunakan Features of
Orakeikorako Geothermal
citra ASTER. ASTER memiliki saluran (band) Field Taupo Volcanic Zone : A Remote
yang peka terhadap refleksi lempung lebih banyak Sensing Approach Proccedings Wew Zf
dibandingkan Thematic Mapper. Zealand Geothermal Worluhop 1998,
Auckland..
UCAPAT{ TERIMAKASIH JICA - LEMIGAS, 1994, A Guideline of Image
Interpretation for Oil and Gas
Terima kasih kami ucapkan kepada Dewan Riset Exploration, The Project on Image
Nasional yang telah membiayai sebagian Processing Tecbnology for Oil and Gas
panelitian ini. Study, Jakarta.
Kamah, M.Y.o 2001, Pemetaan Perrneabilitas
DAFTAR PUSTAKA Potensial Sebagai Target Reservoir Pada
Area Pana.sbumi Ulubelu, Lampung
Anonim, 1997, ER Mapper 5.5 Level One (R163), Proceeding of the 5n INAGA
Training Workbook, Eaxth Resources Annual Scientific Conference and
Mapping Level2 West Perth. Exhb iti o n, Yogyakarta.
Bates, R.L., and Jaclson., J.A., 1987, Glosarry of Lillesand, T.M., and Kiefer, R.W., 1994, Rernote
Geologt, American Geological Institute, Sensing and Image Interpretations 3d
Alexandria Virginia. edition, John Wiley and Sons [nc., New
Bemmelen, R.W. Van, 1970, The Geologt of York
Indonesia, Vol. 1A, General Geologt of Miyazaki, Y., and Urai, M., 2000, Geothermal
Indoneia and Adjacent Archipelago, 2e Application of Active Volcano aad
Edition, Martinus, Nilhoff, The Haque. Surface Temperature Change of Unzen
Boogie, I., and MacKen'ie, K.M., 1998, The Volcano with Remote Sensing Technique,
Application of a Volcanic Facies Model of the World Geothermal
Proceedings
to An Andesitic Stratovolcano Hosted Congress 200Q Kyushu - Tohoku.
Geothennal System at Wayang Windu, Mongillo, M.A., Cochrane, G.R., Browne, P.R.L.,
Java, Indonesi4 Proceedings of 2dh New 1995, Application of Satellite Imagery to
Zealand Geothermal Workshop. Kingston Explore and
Monitor Geothermal
Morrison Limited, Auckland, New Systems, Proc. Of the World Geothermal
T,ealan& Congress I 99 5, Florcnce.
Budiardjo, B., Nugroho, Budihardi, M., 1997, Ramasamy, S.M., Jayakumar, R., Balaji., S., and
Resource Characteristic of the Ungaran Balasubramanian, T., 1994, Application
Field, Central Java, lndonesia, of
Remote Sensing for
Geothermal
Proceedings of the National Seminar Of Exploration in Southern Indian Penisula,
Human Resources Geologist, Geological Proc. of
the ldh
Nq,v Zeatand
Engineering Mineral Technology Faculty, G eothermal Wo rks hop, Auckland.
UPN'ly'eteran", Yogyakarta. Richards, J.A., 1995, Remote Sensing Digital
Cochrane, G.R., Mongillo, M.A., Browne, P.RL., Image Analysis ; An Introduction, /d
and Deroi& J.P., 1994, Satellite Studies of edition,Springer-Verlag, Germany.
Waimangu and Waiotapu Geothermal Ruiz-Armenta, J.R., and Prol-Ledesma, RM.,
Areas, TW, Proc. Of the 16h New 1995, Identification of Hydrothermal
Zealand Geothermal Workshop, Alteration Using Satellite Images in Areas
Auckland. with Dense Vegetation Cover, Proc. Of
Gillespie, R., 1980, Remate Sensing in Geologt, the World Geothermal Congress 1995,
John Wiley and Sons Inc., New York Florence.
De Silva, K. T. U. S.,2001, Mapping of Yolcanic Sabins, Jr. F.F.,1987, Remote Sensing : Pritrciples
Series Rock Units Using Landsat and Interpretation, W.H. Freeman and
Thematic Mapper Imagery, Troodos Co., San Francisco.
Ophiolite Complex, Cyprus, Geological
PROCEEDINGS OF JOINT CONVENTION JAKARTA 2OO3
The 32dIAGI and The 28dHAGI Annual Conve,ntion and Exhibition

Soetoto, 1999, Interpretasi Citra untuk Survqt www. geo.m'u.eduAwarner/teachin gex I 2


Geologi, PUSPICS, Fakultas Geografi 4df.
UGM dan BAKOSLIRTANAL, Yang, J., and Wang, Y.Q., 2000, Estimation of
Yogyakarta. Land Surface Temperature Using
Thaden, R.8., Sumadirdjq H., dan Richards, Landsat-7 Etm+ 7V"r ol Infrared and
P.W., 1996, Peta Geologi Lanbar Weather Station Data, Dqartmettt of
Magelang dan Semarang, Jawa, Natural Resources Science University of
Direktorat Geologi (Geological Survey of Rhode Istand Kingston, RI 02881, USA,
Indonesia), Bandung. iyanl185@postoffrce ,
Utami, P. dan Soetoto, 2001, Peran Citra yqwane@uri.edu
Penginderaan Jauh Dalam Pengembangan
Sumber Daya Panasbumi, Prosiding
Pertemuan Ilmish Tahunan X Masyarakat
Penginderaan Jauh Indonesla, Mataram.
Zen, M.T., Sjarif, M.A., Simatupang, S.H.,
Yuniarto, G., 1983, Tektogenesa
Gayaberat dan Daur Magma Sepanjung
Deretan Gunungapi Ungaran-Merapi di
Jawa Tengah, Proceedings PIT XII Ikatan
Ahli Geologi Indonesia, Yogyakarta.

Sumber Intemet :

Buchanan, A., 2001, Geologt a New Age


Approach to Mineral Exploration,
Satellite Remote Sensing Services,
www. dola.wa. gov.au4rome. nsf
Direktorat Geologi Tata Lingkungan, 2002,
Potensi Cekungan Airtanah Semarang -
Ungaran, Jawa Tengah, www.dptl.co.id
Realnuto, Vincent J., 1995, Thsrmal Anomaly-
High Spatial Resolution, Jet Fropulsion
Laboratory,
www. vi nce@"ulcano. iol. nasa. qov
Sheffrrer, 8.J.,1994, The LANDSAT Program:
Recent History and Prospects,
. Photogrametric Engineering and Remote
Sensing.
www. geo. arc.nasa. gov/esdstaffllandsat/
Subedi, N.k, Updnting Geographic Information
Using High Resolution Remote Sensing
Optical Imagery, Survey oficer, National
Geographic Infonnation Infrastructure
Project Suwey Deparfinen! Nepal
htqr: //www. gisdevelopment.neVaarsiacrsl
2002lvhr/l12.pdf.
Sug4 Y., Yoshimura, Y., Takeuchi, S., and
Oguro, Y., 2000, Yeification of Surfoce
Temperature from Landsat 7/Etm+ Data,
Hiroshima Institute of Technology,
' mailto ysu sa@cc. it-hiroshima. ac.io
:

Thomassen, B., Dawes, P. R., Steenfelt, A., and


Krebs, J.D., 2001, Mineral Exploration
Reconnaissance in North-West
Greenland,
PROCEEDINGS OF JOINT CON\IENTION JAKARTA 2OO3
2SdltAGI funual Conveirtion and Exhibition
The 32DdIAGI ard The

A/
N

-d++r-!-$.!-
*,r-*.6r*un{_

.--.>-1:-.:
IIff@f

GAMBAR 1: Peta tentatif anomali panas Gunung Ungaran dan sekitarnya


berdasarkan citra Landsat Thematic Mapper saluran 6.

,Ft ectEt
!:i r ry5 ffT::T-li=""a t(F
EF{rt Frlg{
!rF
't&n
sFTiii.llTr et@l i*-{
1l:
LA'iqrSAr?)t* E==
IJf,q
@
L,Asffera5 @8...TrE Sitn
{Fqi

g
1l {t}
Ir
r!
fl.*

FltatF {J*aislt;E 5FErR.6* - .*lrt.JELFitGSH fi{ tuE'ercrrs

GAMBAR 2: Kurva refleksi spekual dari beberapa materi penutup dengan panjang gelombang dari
beberapa cita satelit yang banyak dipakai (Sheftrer, n.i.,tel+j.
PROCEEDINGS OF JOINT CONVENTION JAKARTA 2OO3
The 32dIAGI and The 28dHAGI Annu4l Convention and Exhibition

GAMBAR 3: Peta tentatif kandungan mineral lunpung Gunung Ungaran dan sekitarnya
berdasarkan citra Landsat Thematic Mapper saluran diolah dengar Abram's ratio

N
I
It
*,:;-

a *.***r.s
ir; .*. "*
&!x
-il
Eq G{$hniA*

Elid e

GAMBAR A:Peta delineasi keltrrusan berdasarkan citra Landsat Thematic Mapper komposit
saluran 4, 5, 7 beserta interpretasi litologi

GAMBAR 5: Peta tentatif anomali panas Gunung Ungaran dan sekitarnya


berdasarkan cina Iandsat Thematic Mapper saluran 6.