Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS USAHA PUYUH PETELUR

Tugas Kewirausahaan

Oleh

WAYAN PENTA HERTAWAN


1414141091

JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak
sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan
atau swasta,tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini
menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi
individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia
mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga
kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca
peluang serta pandai memanfaatkannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah
pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar
kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi
kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pemeliharaan burung puyuh,
karena banyak orang yang membutuhkannya. Sebahagian masyarakat pedesaan
mengenal puyuh sebagai burung yang banyak bertebaran di ladang dan di
persawahan. Burung kecil yang enggan terbang ini, sering dijadikan buruan
sebagai tambahan protein hewani yang murah. Berbeda dengan masyarakat di
pedesaan, masyarakat perkotaan jarang mengenal burung puyuh. Kebanyakan dari
mereka hanya mengenal telur puyuh yang dijajakan sebagai cemilan atau untuk
campuran susu. Telur puyuh juga banyak dikenal dimasyarakat karena banyak
dijual oleh pedagang asongan di bus, terminal, warung, dan perempatan lampu
merah di kota. Sebagai contoh di wilayah Kotamadya Tebing Tinggi dan
sekitarnya banyak telur puyuh, daging puyuh goreng yang telah dijual oleh
pedagang.
Puyuh sebagai salah satu ternak unggas, cocok diusahakan sebagai usaha sambilan
maupun komersial sebab, telur dan dagingnya semakin popular dan dibutuhkan
sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup penting.
Dewasa ini banyak penggemar jamu tradisional memilih telur puyuh untuk
campuran jamu. Para ibu menggunakan telur dan daging puyuh dalam menu
makanan keluarga mereka, terutama untuk balita dan anak dalam masa
pertumbuhan. Namun, tidak sedikit pula orang dewasa membiasakan diri
mengkonsumsi daging dan telur puyuh sebagai usaha menjaga kesehatan tubuh.
Hal ini mendorong beternak puyuh semangkin popular dan banyak
penggemarnya. Demikian pula penulis, tertarik untuk merencanakan wirausaha
beternak puyuh yang akan diwujudkan nantinya

B. Tujuan
Tujuan dari kegiatan wirausaha beternak puyuh ini, adalah:
a) Dapat melakukan wirausaha beternak burung puyuh dengan baik dan
memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat.
b) Dapat memenuhi pasokan telur dan daging burung puyuh sesuai
dengan kebutuhan.
c) Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat
digunakan sebagai pupuk tanaman.
d).Dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri dan untuk orang lain
e) Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan mendapatkan
keuntungan

C. Manfaat
Manfaat dari beternak puyuh petelur ini adalah.
a). Mampu menghasilkan keuntungan bagi peternak
b) Mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan telur puyuh
c). Membuka lapangan pekerjaan d). Menghasilkan pupuk kompos
D. Jenis Usaha

Jenis usaha yang akan dilakukan adalah usaha budidaya burung puyuh petelur
dengan produk utama yang akan dihasilkan adalah telur puyuh
BAB II. TINJAUAN USAHA

2.1. Aspek Perizinan Dan Lokasi

A). Perizinan
Izin usaha ini hanya di dapat dari kelurahan setempat karena usaha ini masih
dalam skala kecil

B). Lokasi
Usaha peternakan puyuh petelur ini dilakukan di kampung mulyasari, jalur 2,
kecamatan negeri agung, kabupaten way kanan, lampung. jaraknya sekitar lima
ratus meter dari pemukiman warga.

2.2. Aspek Pemasaran

A). Perencanaan produk

Produk yang akan dipasarkan adalah telur puyuh, feses puyuh sebagai pupuk
kompos.

B) Harga
Harga telut puyuh : 25000/kg
Harga feses puyuh: 4000/karung
Harga puyuh afkir: 4500/ekor
C). Kegiatan Promosi

Setiap promosi akan dilakaukan dari berbagai media seperti media sosial maupun
media cetak seperti brosur dan dari mulut ke mulut konsumen yang telah
membeli,

D). Pasar

Untuk pemasaran yaitu menuju warung yang akan kita ajak bermitra, kita juga
akan menjualnya langsung ke warga sekitar, warung-warung kuliner yang
membutuhkan telur puyuh, pemasaran juga kami akan lakukan melalui media
sosial.

2.3 Aspek Produksi

A). Alat dan Bahan

Bahan :

Bahan yang digunakan untuk produksi adalah puyuh betina, pakan, air minum,
multivitamin

Alat :

Keranajang telur, tray/wadah telur, timbangan, plastik.

B) Progja

1) Sanitasi dan Tindakan Preventif


Untuk menjaga timbulnya pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan
kandang dan faksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
2) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk,
yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil
mematuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk- matuk
pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan
siang. Sedangkan puyu remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari
yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-
menerus.

3). Pemungutan telur,


Setiap telur akan diambil dari kandang 1 kali dalam sehari pada pukul 20:00 wib

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat


Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam.
Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).
Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan
meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan
(Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

5). Pemasaran
Setiap hari kami lakukan pemasaran ke warung-warung atau langganan yang
sudah ada.
2.4. Aspek Keuangan

2.4.1. Proyeksi Anggaran Usaha

Ini adalah rincian biaya untuk beternak burung puyuh dengan populasi 1200 ekor

No Jenis pengeluaran Harga / biaya Banyaknya Total

1 Pembelian bibit puuyh usia 1 hari. @ Rp 4000 1200 ekor Rp 4,800,000

Biaya pembuatan kandang DOQ s/d


Grower. @ Rp 250,000 5 kandang Rp 1,250,000
2

3 Biaya pembuatan kandang Layer. @ Rp 325,000 12 kandang Rp 3,900,000


4 Persiapan pakan sejak DOQ sampai Layer. @ Rp 5,150 1,200 ekor Rp 6,180,000
5 Biaya obat-obatan dan listrik. Rp 670,000

Total keseluruhan Rp 16,810,000

-Keuntungan penjualan telur .

Saya anggap hasil produksi 850 butir perhari, setara dengan 8,5 kg. Jika dijual
butiran di kandang kami laku Rp 300/butir, akan tetapi jika dijual kiloan laku Rp
25,000/kg. Selanjutnya saya akan hitung penjualan secara kilo.

Hasil penjualan telur perhari : 8,5 kg X Rp 25,000 = Rp 212,500

Biaya pakan perhari : 1000 ekor X 23 gram = 23 kg X Rp 4,500 = Rp 103,500

Keuntungan bersih perhari : Hasil telur Rp 212,500 biaya pakan Rp 103,500


biaya listrik Rp 8,000 = Rp 101,500

Jika 1 bulan : Rp 101,500 X 30 hari = Rp 3,045,000

Jika 1 tahun : Rp 3,045,000 X 12 bulan = Rp 36,540,000


-Keuntungan penjualan feses.

Perhari jika di kumpulkan kotoran puyuh bisa mencapai 3/4 karung. Sedangkan
per karung kotoran puyuh di kandang kami dihargai Rp 4,000/karung.
Perhitungannya adalah,

3/4 karung X 30 hari X Rp 4,000 = Rp 90,000

-Keuntungan penjualan puyuh afkir

Ini adalah salah satu keuntungan tambahan diakhir periode. Biasanya puyuh yg
sudah males-malesan bertelur atau bahkan sudah tidak bertelur lagi bisa di jual
untuk dipotong dan dikonsumsi dagingnya. Di kandang kami sudah ada penadah
puyuh afkir/puyuh pejantan yg bisa dipotong untuk dijual dagingnya. Biasanya
puyuh afkir di kandang kami dihargai Rp 4,500/ekor. Perhitungannya adalah,

Setelah mengalami penyusutan karna kematian biasanya sisa populasi yg dapat


dijual afkirnya hanya 70 s/d 80% dari populasi. Saya akan menghitung ditengah-
tengahnya, yaitu 75% atau 750ekor.

750 ekor X Rp 4,500 = Rp 3,375,000


BAB III. PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari proposal usaha Ini dapat diambil kesimpulan bahwa membuka usaha
budidaya puyuh petelur cukup mengutungkan. Bidang usaha ini dapat
menjaring tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran di Indonesia .
selain itu juga usaha ini cukup mudah di tekuni . apabila usaha ini sudah
dikembangkan akan mebutuhkan tenag kerja yang cukup banyak dan di
bagi dalam bagian bagiannya

B. Saran

1).Dalam suatu usaha tentunya akan menemukan hambatan hambatan


diantaranya adalah harga bahan baku yang tidak stabil dalam hal ini harga
pakan indukan akan cenderung naik . oleh karena itu diperlukan strategi
tertentu agar tidak mengalami kepalitan ( bangkrut). Diantara strategi
strategi tersebut dapat dilakukan dengan membeli jagung dari petani dan
menggilingnya agar dapat mengurangi biaya pakan , karena harga jagung
di pasaran cenderung mahal.
2).Selain itu , untuk mencapai kesuksesan dalam setiap usaha diperlukan
kegigihan dan pantang menyerah. Ingat setiap keberhasilan di tentukan
oleh masing masing individu .