Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PENDAHULUAN

ANEMIA

A. Pengertian
Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar Hb dan/atau hitung eritrosit
lebih rendah dari harga normal. Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel
darah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah
merah berada di bawah normal.
Dikatakan sebagai anemia bila Hb < 14 g/dl dan Ht < 41% pada pria
atau Hb < 12 g/dl dan Ht < 37% pada wanita. Kriteria anemia yang ditetapkan
batas hemoglobin yang dianggap anemia menurut WHO adalah laki-laki
dewasa Hb < 13 g/dl, perempuan dewasa tidak hamil Hb < 12 g/dl, perempuan
hamil Hb < 11 g/dl, anak umur 6 14 tahun Hb < 12 g/dl, anak umur 6 bulan
6 tahun Hb < 11 g/dl.
Derajat anemia antara lain ditentukan oleh kada hemoglobin, yamg
umum dipakai sebagai berikut:
1. Ringan sekali Hb 10 g/dl
2. Ringan Hb 8 g/dl 9,9 g/dl
3. Sedang Hb 6 g/dl 7,9 g/dl
4. Berat Hb < 6 g/dl

Klasifikasi anemia yang berdasarkan morfologi eritrosit pada


pemeriksaan apusan dari tepi dengan melihat indek eritosit adalah:

1. Anemia hipokromik mikrositer (MCV < 80 fl ; MCH < 27 pg)


a. Anemia defisiensi besi
b. Thalasemia
c. Anemia akibat penyakit kronik
d. Anemia sideroblastik
2. Anemia normokromik normositer (MCV < 27 34 pg)
a. Anemia paska pendarahan akut
b. Anemia aplasti hipoplastik
c. Anemia hemolitik terutama bentuk yang didapat
d. Anemia akibat penyakit kronik
e. Anemia mieloplastik
f. Anemia pada ginjal kronik
g. Anemia mielofilbrosis
h. Anemia pada sindrom mielodisplastik
i. Anemia pada leukimia akut
3. Anemia makrositer (MCV > 95 fl)
a. Megaloblastik
1) Anemia defisiensi folat
2) Anemia defisiensi vitamin B12
b. Nonmegaloblastik

1
1) Anemia pada penyakit hati kronik
2) Anemia pada hipotiroid
3) Anemia pada sindrom mielodisplastik

B. Etiologi
Pada umumnya disebabkan oleh pendarahan kronik. Penyebab umum
dari anemia disebabkan oleh pendarahan hebat seperti akut (mendadak),
kecelakaan, pembedahan, persalianan, pecah pembuluh darah, kronik
(menahun), pendarahan hidung, wasir, ulkus peptium, kanker atau polip
disaluran pencernaan, tumor ginjal atau kandung kemih dan pendarahan
menstruasi yang banyak.
Berkurangnya sel darah merah bisa juga disebabkan karena kekurangan
zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, kekurangan vitamin
C dan penyakit kronik. Selain itu meningkatnya penghancuran sel darah merah
antara lain karena pembesaran limpa, kerusakan mekanik sel darah merah,
reaksi autoimun terhadap sel darah merah, hemoglobin noktural paroksimal,
sferositosis herediter dan lain sebagainya.

C. Patofisiologis
Anemia pada umumnya disebabkan oleh dua bagian yaitu karena
pendarahan akut dan pendarahan kronik. Pendarahan akut (mendadak) seperti
pada kecelakaan, pembedahan, persalianan, pecah pembuluh darah. Sedangakn
pada pendarahan kronik (menahun) seperti pendarahan hidung (epitaksis),
ulkus peptikum, kanker atau polip disaluran pencernaan, tumor ginjal atau
kadnung kemih dan pendarahan menstruasu yang banyak. Akibat lain dari
penurunan produksi sel darah merah karena defisiensi terutama asam folat,
vitamin B12 dan zat besi juga akibat penghancuran sel darah merah yang
berlebihan karena pembesara limfa, kerusakan mekanik sel darah merahm
reaksi autoimun terhadap sel darah merah, hemoglobinuria paroksimal,
sferositosis, herediter dan lain-lain.

D. Tanda dan Gejala


Gejala anemia sangat bervariasi, tetapi pada umumnya dapat dibagi
menjadi 3 golongan besar:
1. Gejala umum anemia yaitu gejala yang timbul pada semua jenis anemia
pada kada hemoglobin yang sudah menurun sedemikian rupa di bawah titik
tertentu karena anoksia organ target dan mekanisme kompensasi tubuh
terhadap penurunan hemoglobin yang dapat diklasifikasikan menurut organ
yang terkena antara lain:
a. Sistem kardiovaskuler : Lesu, cepat lelah, palpitasi, takikardi sesak
waktu kerja, angina pectoris dan gagal jantung
b. Sistem saraf : Sakit kepala, pusing, telinga mendenging,
mata berkunang-kunangm kelemahan otot,

2
iritabelm lesu dan perasaan dingin pada
ekstermitas
c. Sistem urogenital : Gangguan haid dan libido menurun
d. Epitel : Warna pucat pada kulit dan mukosa, elistasitas
kulit menurunm rambut tipis dan halus
2. Gejala khas masing-masing anemia seperti:
a. Anemia deifsiensi besi : disfagia, atropi papil lidah, stomatitis
angularis
b. Anemia defisiensi asam folat : lidah merah
c. Anemia hemolitik : ikterus dan hepatosplenomegali
d. Anemia aplastik : pendarahan kulit atau mukosa dan tanda-
tanda infeksi
3. Gejala akibat penyakit mendasar, yaitu karena penyakit-penyakit anemia,
misalnya anemia defisiensi besi yang disebabkan oleh infeksi cacing
tambang berat akan menimbulkan gejala seperti pembesaran parotis dan
telapak tangan berwarna kuning.

E. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium hematologi dilakukan secara bertahap dan
pemeriksaan berikutnya dilakukan dengan memperhatikan hasil pemeriksaan
terdahulu sehingga lebih terarah dan efesien yang meliputi:
1. Tos penyaring, yaitu kadar hemoglobin
2. Pemeriksaan rutin, untuk mengetahui kelainan pada sistem leukosit dan
trombosit
3. Pemeriksaan sumsum tulang
4. Pemeriksaan atas indikasi khusus, yaitu pemeriksaan yang dikerjakan jika
kita mendiagnosa awal auntuk mengkonfirmasi dengan diagnosa tersebut.

F. Penatalaksanaan
Pada setiap kasus anemia ada beberapa jenis terapi yang dapat
diberikan, yaitu:
1. Terapi gawat darurat, pada kasus anemia dengan payah jantung atau
ancaman payah jantung, maka harus segera diberikan transfusi sel darah
merah yang dimanfaatkan untuk mencegah pemburukan payah jantung.
2. Terapi khas untuk masing-masing anemia yaitu preparat besi untuk
defisiensi besi, asam folat untuk defisiensi asam folat dan lain-lain.
3. Terapi untuk pengobatan penyakit dasar adalah yang menjadi penyebab
anemia harus diobati dengan baik jika tidak, anemia akan kambuh kembali.
DAFTAR PUSTAKA

I Made Bakta, 2006. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Manjoer, Arif, dkk. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Fakultas Kedokteran
UI
I Made Cock Wirawan, 2008. Anemia. www.resep.id/tips/anemia. 5 Nopember
2008