Anda di halaman 1dari 25

PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

LAPORAN PRAKTIKUM
PERPETAAN DAN SIG

( Total Station )

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Perpetaan & SIG

Disusun Oleh :
Kelompok : 1

Nama Nim
Chintya Citra D. 41115110012
Adib Muslim 41115110053
Mina Mustakim 41115110024
Akbar Fauzi 41115110037
Bayu Gartika P. 41115110091
Theo Mayoga K. 41115110036
M. Risnanto 41115110034

DOSEN :

Ir. Zainal Arifin ,MT

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2015
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA i
PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayahnya, sehingga pelaksanaan praktikum dan penulisan
laporan praktikum ini bisa lancar dan selesai tepat pada waktunya. Kedua kalinya kami
selaku penulis dan penyusun makalah ini mengucapkan terima kasih kepada beberapa
pihak yaitu :

1. Bapak Ir. Zainal Arifin MT , selaku dosen pengampu mata kuliah Perpetaan &
SIG universitas mercu buana jakarta kampus meruya.

2. Ibu Dr. Ir. Resmi Bestari Muin, MS , Selaku koordinator laboratorium mekanika
tanah dan ilmu ukur tanah Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik universitas mercu
buana jakarta.

3. Adelfy Dara Arianti dan Siti Ratnasari selaku Assisten Dosen mata kuliah
Perpetaan & SIG universitas mercu buana jakarta kampus meruya.

4. Teman-teman kelompok 1 kelas mata kuliah Perpetaan & SIG universitas mercu
buana jakarta kampus meruya.

5. Teman-teman mahasiswa & mahasiswi universitas mercu buana.

6. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang telah
memberikan bantuan dalam pelaksanaan praktikum dan penyusunan laporan
praktikum ini.

Akhirnya kami berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal


kepada mereka yang sudah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan
ini sebagai ibadah, Amin Yaa Robbal Alamin. Dan juga kami berharap ilmu yang kami
dapatkan dalam praktikum ini dapat bermanfaat bagi diri kami sendiri dan juga untuk
orang lain.

Jakarta, 15 November 2015

Kelompok 1

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA i


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................................................... i

Daftar Isi.................................................................................................................................... ii

Bab I: Pendahuluan

1.1. Latar Belakang .................................................................................................................... 1

1.2. Alat alat yang digunakan .................................................................................................. 2

1.3. Tempat Pelaksanaan ........................................................................................................... 6

Bab II: Pembahasan

2.1. Dasar Teori ........................................................................................................................ 7

2.2. Langkah Kerja ................................................................................................................... 9

2.3. Data Hasil Pengukuran ..................................................................................................... 21

Bab III: Penutup

3.1. Kesimpulan dan Saran ...................................................................................................... 22

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA ii


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ilmu ukur tanah adalah salah satu bagian kecil dari ilmu geodesi, yang merupakan ilmu
yang mempelajari ukuran dan bentuk bumi dan menyajikannya dalam bentuk tertentu. Ilmu
geodesi terbagi dalam dua macam yaitu :
1. Geodetic Surveying, yaitu suatu survey yang memperhitungkan kelengkungan bumi
atau kondisi sebenarnya. Geodetic Surveying ini digunakan dalam pengukuran daerah
yang luas dengan menggunakan bidang hitung yaitu bidang lengkung (bola/ellipsoid).
2. Plane Surveying, yaitu suatu survey yang mengabaikan kelengkungan bumi dan
mengasumsikan bumi adalah bidang datar. Plane Surveying ini digunakan untuk
pengukuran daerah yang tidak luas dengan menggunakan bidang hitung yaitu bidang
datar.
Dalam praktikum ini kita memakai Ilmu Ukur Tanah (Plane Surveying). Khususnya
dengan materi Penggunaan Total Station. Dengan praktikum ini diharapkan mahasiswa
dapat mengerti cara penggunaan Total station dan dapat mempraktekkan ilmu teori yang
didapatnya. Dengan demikian mahasiswa di harapkan bisa melakukan pekerjaan survey
pada saat dia terjun ke dunia kerja nantinya.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 1


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

1.2. Alat alat yang digunakan


Dalam praktikum Total Station kali ini ada beberapa alat yang digunakan, Yaitu :

Total Station

Prisma

Backsight Foresight

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 2


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Statif / Tripod
Statif / tripod berfungsi sebagai tempat atau dudukan pesawat total station maupun
pesawat lainnya.

Beberapa bagian Statif / Tripod yaitu :

1. Bidang level / kepala statif berfungsi untuk tempat menaruh pesawat.


2. Sekrup pengunci berfungsi untuk mengunci pesawat total station atau pesawat lain
supaya tidak begerak
3. Tali pembawa berfungsi untuk mempermudah dalam membawa statif / tripod.
4. Sekrup penyetel berfungsi untuk mengatur ketinggian statif / tripod dan mengunci
kaki statif agar tidak turun.
5. Kaki statif berfungsi untuk menjadi tatakan statif pada tanah atau area ukur yang
lain.

Tiang Prisma

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 3


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

GPS

Patok Bantu
Patok bantu berfungsi untuk menandai titik BM / Titik berdirinya Total Station.

Meteran

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 4


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Payung
Payung berguna untuk melindungi total station dari sinar matahari langsung. Karena
lensa total station sangat sensitif terhadap sinar matahari.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 5


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

1.3. Tempat pelaksanaan

Pada praktikum Total Station terbuka kali ini tempat pelaksanaannya adalah di lapangan
sepak bola Universitas Mercu Buana Jakarta, pada hari minggu tanggal 20 Desember 2015
jam 09.30.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 6


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Dasar Teori

Total station adalah kombinai transit (teleskop) antara elektronik dan alat pengukur jarak
elektronik EDM (electronic distance measurement). Perekam data mengurangi potensi
kesalahan. Dengan bantuan trigonometri,sudut dam jarak dapat digunakan untuk
menghitung posisi sebenarnya (x,y, dan Z atau arah timur dan elevasi) titik yang disurvey
secara absolute.

Adapun keutamaan alat ukur Total station secara umum yaitu tingkat ketelitian bacaan
ukuran jarak berkisar antara 0,1 cm 0,01 cm, jadi dapat disimpulkan bahwa alat ini sudah
cukup teliti. Kemampuan jarak ukur rata-rata 3000 meter. Sumber kesalahan bisa
dihilangkan atau dieleminasi, misalnya yaitu kesalahan kasar (blunder) yaitu kesalahan
karena kelalaian manusia, seperti : salah baca, salah tulis dan salah dengar. Pengolahan data
dilengkapi dengan software seperti Autocad dan Mincom, sehingga pengolahan data lebih
cepat. Data ukuran jarak, sudut, azimuth dan koordinat tersimpan di memory alat. Format
datat hasil ukuran total station sudah bisa diaplikasikann langsung dengan program GIS
dan digabungkan dengan data GPS.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 7


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Bagian - bagian Total Station

Bagian bagian Total Staion dan Fungsinya, yaitu :


1. Handle berfungsi untuk memegan alat total station.
2. Visier berfungsi untuk menembak secara kasar ke arah prisma
3. Focusing teleskop berfungsi untuk mengatur fokus teleskop saat membidik ke prisma.
4. Teleskop berfungsi untuk membidik ke arah prisma.
5. Nivo Tabung berfungsi untuk menentukan kedataran alat total station
6. Screen berfungsi untuk meampilkan hasil bidikan.
7. Battery berfungsi sebagai sumber daya untuk total station
8. Battery mounting berfungsi untuk mengunci battery.
9. Penggerak halus horizontal berfungsi untuk menggerakkan garis diafragma horizontal
total station secara halus.
10. Klem pengunci Horizontal berfungsi untuk mengunci gerak horizontal total station.
11. Penggerak halus vertikal berfungsi untuk menggerakkan garis diafragma vertikal toal
station secara halus.
12. Klem pengunci Vertikal berfungsi untuk mengunci gerak vertikal total station.
13. Lensa Vertikal berfungsi untuk membidik kearah bawah untuk mengetahuai apakah
total station sudah berdiri tepat diatas titik BM.
14. Sekrup penyeimbang berfungsi untuk mengatur kedataran pesawat total station.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 8


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

2.2. Langkah Kerja / Proses Pelaksanaan


Pertama kita pasang patok awal / patok BM .

Dirikan statif / tripod di atas patok BM tersebut.

Kemudian pasang pesawat Total station.

Bidik titik BM melalui lensa vertikal pastikan total station sudah berdiri tepat diatas
titik pusat BM, kemudian setting kedataran total station.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 9


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Pasang Prisma Backsight

Setting prisma backsight pastikan prisma tersebut tidak miring.

Kemudian setting koordinat tempat berdiri pesawat / koordinat awal. Dengan cara tekan
tombol menu.

MENU
F1 : DATA COLLECT
F2 : LAYOUT
F3 : MEMORY MGR

Pilih Data collect dengan menekan tombol F1. Beri nama sesuai dengan apa yang kita
kehendaki pada tab FN :

SELECT FILE
FN :

INPUT LIST ....... ENT

Setelah menuliskan nama, kemudian tekan enter.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 10


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Masukkan koordinat awal / koordinat titik pesawat total station berdiri.

MENU PT# :1
F1 : OCC.PT#INPUT ID = TS
F2 : BACKSIGHT INS.HT : 1510 m
F3 : FS/SS
[INPUT] [LIST] [NEZ] [ENT]

Pilih OCC.PT#INPUT dengan menekan tombol F1. Kemudian beri nomor 1 pada tab
PT# dan pada tab ID tuliskan TS. Ukur ketinggian pesawat total station dan tuliskan
tinggi pesawat pada tab INS.HT, kemudian tekan F3 (NEZ) untuk memasukkan
koordinat awal.

Untuk mengetahui koordinat awal pesawat gunaka GPS. Dekatkan GPS dengan pesawat
pada posisi garis tengah pesawat. Kemudian baca hasilnya dan input ke dalam total
station.

N : 9310079.858 m
E : 686725.070 m
Z : 26.728 m

----- ----- [CLR] [ENT]

Kemudian tekan enter.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 11


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Kemudian pilih tab BACKSIGHT pada layar total station dengan menekan tombol F2.

MENU BS# :2
F1 : OCC.PT#INPUT CODE : BS
F2 : BACKSIGHT R.HT : 1500 m
F3 : FS/SS
INPUT OSET MEAS BS

Ukur ketinggian prisma Backsight, kemudian input kedalam total station.

Kemudian pilih MEAS dan arahkan total station ke arah backsight. Apabila sudah pas
maka total station akan merecord data secara otomatis.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 12


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Dirikan prisma Foresight pada titik yang akan kita ukur.

Pilih tab FS/SS pada menu tampilan total station dengan menekan tombol F3.

MENU PT# :3
F1 : OCC.PT#INPUT CODE : FS
F2 : BACKSIGHT R.HT : 1560 m
F3 : FS/SS
INPUT SRCH MEAS ALL

Input nomer prisma Foresight dan ketinggiannya.

Arahkan total station ke prisma FS, apabila sudah pas kunci pesawat supaya tidak
bergerak. Kemudian tekan MEAS, tembak FS sampai total station merecord data secara
otomatis.

PT# :3
CODE : FS
R.HT : 1560 m

INPUT SRCH MEAS ALL

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 13


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 2. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 2 dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 2.

PT# :4
CODE : FS
R.HT : 1560 m

INPUT SRCH MEAS ALL

N: m
E : m
Z : m

-> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 3. Pastikan prisma FS tidak miring.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 14


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 3 dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 3.

PT# :5
CODE : FS
R.HT : 1560 m

INPUT SRCH MEAS ALL

N: m
E : m
Z : m

-> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 4. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 4 dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 4.

PT# :6
CODE : FS
R.HT : 1560 m

INPUT SRCH MEAS ALL

N: m
E : m
Z : m

-> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 5. Pastikan prisma FS tidak miring.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 15


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 5 dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 5.

PT# :7 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 6. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 6 dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 6.

PT# :8 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 7. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 7 dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 7.

PT# :9 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 8. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 8 dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 8.

PT# : 10 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 16


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 9. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 9. dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 9.

PT# : 11 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 10. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 10. dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 10.

PT# : 12 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 11. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 11. dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 11.

PT# : 13 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 17


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 12. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 12. dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 12.

PT# : 14 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 13. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 13. dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 13.

PT# : 15 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 18


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 14. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 14. dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 14.

PT# : 16 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 15. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 15. dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 15.

PT# : 17 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 16. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 16. dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 16.

PT# : 18 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 19


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 17. Pastikan prisma FS tidak miring.

Kemudian select MEAS dan tembak prisma FS ke 17. dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 17.

PT# : 19 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

Pindahkan prisma FS ke titik yang ke 18, yaitu titik terakhir. Pastikan prisma FS tidak
miring.

Kemudian select ALL dan tembak prisma FS ke 18. dengan total station. Atur total
station sampai merecord secara otomatis data FS 18.

PT# : 20 N: m
CODE : FS E : m
R.HT : 1560 m Z : m

INPUT SRCH MEAS ALL -> Measuring..

Setelah itu matikan total station dan download data menggunakan program yang sesuai
dengan total station yang kita pakai ( TOPCON ).

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 20


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

2.3. Data Hasil Praktikum

Ground
Icon Name Ground Easting Elevation Code Note
Northing
TS 9313282,809 52554607,41 32,323 1
2 9313279,365 52554587,21 32,397 TS
3 9313265,948 52554587,47 32,367 TS
4 9313262,825 52554589,34 32,443 TS
5 9313255,469 52554590,81 32,526 TS
6 9313244,855 52554593,01 32,575 TS
7 9313243,538 52554613,75 32,39 TS
8 9313245,816 52554627,14 32,334 TS
9 9313246,893 52554633,62 32,342 TS
10 9313250,075 52554645,74 32,264 TS
11 9313251,509 52554651,09 32,285 TS
12 9313252,111 52554655,28 32,275 TS
13 9313253,204 52554661,33 32,257 TS
14 9313255,088 52554668,93 32,236 TS
15 9313261,499 52554676,28 32,222 TS
16 9313270,607 52554673,38 32,358 TS
17 9313285,034 52554672,68 32,365 TS
18 9313293,038 52554670,62 32,296 TS
19 9313286,152 52554626,59 32,429 TS

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 21


PERPETAAN & SIG KELOMPOK 1

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan dan Saran

Total Station adalah suatu alat ukur yang berbasis komputerisasi yang bekerja secara
otomatis membaca data dari inframerah yang dipantulkan oleh prisma. Data yang disajikan
/ dihasilkan oeh pengukuran menggunakan total station yaitu koordinat, elevasi dan sudut.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan total station yaitu :
1. Harus selalu memperhatikan penempatan dan pemasangan total station dengan benar.
Pemasangan total statio harus tepat pada titik BM awal. Karena apabila meleset akan
berakibat pada data yang di ukur.
2. Selalu menempatkan prisma secara tegak lurus. Agar data pengukuran yang dihasilkan
benar.
3. Total station harus dilindungi dengan payung, karena lensa total station sangat sensitif
dengan sinar matahari langsung.
4. Harus benar-benar dalam penamaan data pada total station. Apabila salah penamaan
bisa berakibat fatal terhadap hasil pengukuran.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MERCU BUANA 22