Kelompok I
Disusun oleh :
Kelas : VIII E
1. Abdillah Fatah N. J. (01)
2. Adi Kurniawan (02)
3. Adi Prayogo (03)
4. A. Nadzif Syahir M. (04)
5. A. Nur Khafid (05)
6. Ahsana Nadia (06)
i
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa taala, yang telah mengutus Rasul-Nya
dengan membawa petunjuk dan agama yang haq sebagai rahmat bagi seluruh alam
Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehinga penulis dapat
menyelesaikan tugas dengan judul PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN
DAN TEKNOLOGI PADA MASA BANI UMAYYAH dengan sebaik-baiknya dan
Shalawat dan salam atas Rasulullah yang telah menuntun umat manusia ke jalan
yang lurus yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini , Nabi
terakhir dan tak ada lagi setelah dia.
Dalam kesempatan ini pula penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih
kepada :
1. Bapak Rofii, S.Pd, M.Pd. selaku kepala SMP Negeri 1 Mayong.
2. Drs. H. Talkhis C. Noor, M.Pd. I. yang telah membimbing kami.
3. Orang tua kami yang telah memberikan semangat.
Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna. Oleh karena itu, saran
dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan laporan ini.
Akhir kata penulis mengharapkan supaya makalah ini bermanfaat baik bagi
pembaca maupun bagi penyusun sendiri. Amin.
Wassalamualaikum Wr. Wb
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
C. Tujuan ............................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Perkembangan Ilmu Agama di masa Bani Umayyah .....................................
B. Perkembangan Ilmu Umum di masa Bani Umayyah .......................................
C. Perkembangan di bidang teknologi, bangunan dan pemukiman .....................
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa pemerintahan Daulah Bani Umayyah juga bisa dikatakan sebagai
awal perkembangan ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam. Pada masa ini,
telah berkembang ilmu pengetahuan secara tersendiri dengan masing-masing
tokoh spesialisnya.Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dilakukan oleh
para khalifah dengan jalan memberikan dorongan atau motivasi.
Para khalifah memberikan hadiah-hadiah cukup besar bagi para ulama,
ilmuwan, serta para seniman yang berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan
dan kebudayaan. Untuk kepentingan ilmu pengetahuan, disediakan anggaran
oleh negara. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan berkembang dengan pesatnya.
Pada masa Bani Umayah terdapat beberapa pusat kegiatan ilmiah,
diantaranya di kota Kufah dan Bashrah. Perkembangan ilmu pengetahuan
ditandai dengan munculnya ilmuwan-ilmuwan yang ahli dalam berbagai bidang,
juga pada saat itu mulai ada penterjemahan buku astronomi, kedokteran dan
kimia. Ilmuwan yang ahli di bidang penterjemahan yang pertama adalah Khalid
bin Yazid bin Muawiyah, ia seorang penyair dan orator terkenal.
Pada masa itu ilmu pengetahuan mengalami perkembangan. Berbagai
jenis ilmu pengetahuan ditemukan, baik yang bersumber dari Al-Quran maupun
yang bersumber dari akal.
Oleh karena hal diatas maka penyusun akan membahas mengenai
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa Bani Umayyah.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah
yang akan dibahas sebagai berikut :
1. Bagaimana Perkembangan Ilmu Agama di masa Bani Umayyah
2. Bagaimana Perkembangan Ilmu Umum di masa Bani Umayyah
3. Bagaimana Perkembangan di bidang teknologi, bangunan dan pemukiman di
masa Bani Umayyah
1
C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah
yang akan dibahas sebagai berikut :
1. Menjelaskan perkembangan ilmu agama di masa Bani Umayyah
2. Perkembangan ilmu umum di masa Bani Umayyah
3. Perkembangan di bidang teknologi, bangunan dan pemukiman di masa Bani
Umayyah
2
BAB II
PEMBAHASAN
2. Ilmu Hadis
Pada masa Abbasiyah, kegiatan dalam bidang pengkodifikasian hadis
dilakukan dengan giat sebagai kelanjutan dari usaha para ulama sebelumnya.
Pengkodifikasian hadis sebelum masa Abbasiyah dilakukan tanpa
mengadakan penyaringan, sehingga bercampur antara hadis nabi dan yang
bukan dari nabi. Maka para ulama islam pada masa ini berusaha semaksimal
mungkin untuk menyaring hadis-hadis Rasulullah agar diterima sebagai
sumber hukum.
Penyaringan hadis diadakan dengan melakukan kritik terhadap sanad
hadis. Metode kritik inilah yang merupakan dasar munculnya kualitas hadis
shohih, hasan, dhaif.
3
Para ulama yang terkenal adalah Imam Bukhari, Abu Muslim Al
Jajjaj, Ibnu Majjah, Abu Daud, Al Turmudzi, dan Al Nasai. Karya mereka
dikenal dengan nama Ak Kutub As Sittah.
3. Ilmu Kalam
Ilmu Kalam lahir karena dorongan untuk membela islam dengan
pemikiran-pemikiran filsafat dari serangan orang kristen yahudi yang
mempergunakan senjata filsafat, dan untuk memecahkan persoalan agama
dengan kemampuan pikiran dan ilmu pengetahuan. Pada masa ini muncul
ulama-ulama besar dibidang ilmu kalam, yaitu Abi Huzail Al Allaf Al
Baqilani, Al Juwaini, Al Ghozali dan Al Maturidi.
4. Ilmu Fikih
Pada masa ini terdapat 4 imam madzhab yang ulung ketika masa itu.
Mereka adalah Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam
Ahmad Bin Hanbal.
2. Kedokteran
Pada masa ini ilmu kedokteran telah mencapai puncak tertinggi yang
melahirkan dokter yang terkenal, yaitu Yuhannah bin Musawaih (w. 242 H).
Pada masa ini telah banyak buku-buku kedokteran, karangan dalam bentuk
ensiklopedi yang diterjemahkan dalam bahasa latin, dan sebagainya.
3. Astronomi
Astronomi islam yang terkenal pada masa ini adalah al Fazzari yang
pertama kali menyusun atrolaber (Alat yang dahulu dipakai sebagai pengukur
tinggi bintang), Al Fargani yang telah mengarang ringkasan ilmu astronomi
yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa latin.
4
4. Ilmu Pasti / Matematika
Ilmu ini dibawa oleh ilmuan india pada masa khalifah Mansur dalam
buku Sindahind, dan diterjemahkan oleh al Fazzari, yang memperkenalkan
sistim angka Arab dan angka nol yang kemudian dikembangkan lagi oleh Al
Khawarizmi dan habash yang memuat tabel angka-angka dan kemudian
menyusun buku tentang berhitung dan aljabar. Karya yang terkenal adalah
Hisab Aljabar wa Al Mukabalah.
5. Geografi
Pada masa Abbasiyah Perlawatan Kaum muslimin telah sampai ke
India, Srilangka, Malaysia, Indonesia, Cina, dan lain lain. Dari perjalanan
tersebut kaum muslimin berusaha melukiskan selengkapnya ihwal negeri-
negeri yang dilihatnya sehingga melahirkan geografi islam ternama. Mereka
adalah Ibn Khardazabah dengan karyanya al Masalik wa al Mamalik, ibn Al
Haik dengan karyanya al Ikli, dan sebagainya.
5
Damaskus sebuah kota terletak di tepian sungai Barada. Sejak tahun
64 SM dikuasai oleh Roma, pemerintah dan penduduknya memeluk agama
Kristen. Pada tahun 636 M kekuasaan beralih ke tangan Arab yang muslin
di bawah Muawiyah pendiri Dinasti Umayyah (661-750), menjadikan
Damaskus pusat pemerintahan. Sejarah panjang kota Damaskus dengan
berbagai pemerintahan berbeda agama dan budaya membuat banyak
peninggalan arsitektur percampuran dari unsure-unsur gereja, kuil dan
masjid. Gereja st. John berasal dari sebuah kuil Romawi, dikelilingi tembok
dirombak pada jaman Kristen. Kemudian al-Walid (705-15) mengambil alih
dan menjadikannya masjid, hingga sekarang terkenal dengan nama masjid
Agung Damaskus.
Tembok keliling dirombak sehingga terbentuk pola Hypostyle yaitu
berupa sebuah sahn yaitu halaman dalam berbentuk segi empat dikelilingi
oleh bagian bangunan beratap. Sisi terpanjang sekitar 150 M, tegal lurus
sumbu arah kiblat, sisi terpendeknya sekitar 95 M berimpit dengan arah
kiblat. Luas masjid sekitar 14.250 M2 , denga bentuk denah tersebut,
susunan jamaah dalam bersembahyang, melebar kea rah kiblat. Konstruksi,
bentuk dan ornament-ornamen bagian depan sangat jelas mendapat
pengaruh arsitektur Romawi.
6
kiblat (selatan) kemudian ditempatkan dinding kiblat, dengan cara ini
ternyata dinding dan lajur kolom-kolom tepat kea rah kiblat.
Denah majid Kufa, berpola hypostyle seperti masjid Nabi. Di tengah
terdapat halaman dalam atau sering disebut sahn atau zulla, dikelilingi
oleh riwaq, haram atau ruang sembahyang yang utama. Selain dinding luar
yang sangat tebal, di dalam tidak ada dinding. Denah terbentuk oleh dinding
keliling tebal ini, hamper bujur sangkar, panjang masing-masing dinding sisi
tidak banyak berbeda, lebih kurang 125 M. selain merenovasi Masjid agung,
Ziyad ibn abih pada waktu bersamaan juga membangun istana, berfungsi
selain sebagai tempat tinggal juga menjadi tempat admnistrasi
pemerintahan. Bangunan sejenis ini kemudian disebut dar al-Imara, yang
artinya rumah gubernur. Istana menempel dengan masjid, sebagian dinding
utara istana, menjadi satu dengan dinding selatan masjid. Konon hal ini agar
gubernur atau khalifah dapat masuk ke masjid tanpa melalui jamaah lainnya.
7
4. KUBAH BATU KARANG
8
Sejak abad VIII-XII Saragosa sebuah kota pusat kebudayaab muslim,
sebelum jatuh ke tangan Alfonso VI dari Leon pada 1085, saragosa di
bawah Dhu Nunid, amir Muslim. Tidak banyak peninggalan muslim di
Saragosa. Di antara yang sedikit itu ada bekas dinding kota dan sebagian
dari istana di dalam sebuah benteng didirikan dalam periode Muluk at-tawa
antara 1046-1081, disebut Aljaferia. Aljaferia diambil dari nama pendirinya
Abu Jafar Ahmadsalah satu dari raja kecil atau amir.. Bentuknya segi
empat tidak teratur, sisi saling berhadapan sedikit tidak sejajar. Dinding
keliling kombinasi batu dan bata, di dalamnya terdapat sebuah masjid diberi
nama al-muqtadir dari bata.
9
7. PEMBANGUNAN KOTA
Aspek-aspek pembangunan fisik sangat mendapat perhatian pada mas
Bani Umayyah. Dalam perdagangan, jalan-jalan dan pasar-pasar dibangun.
Bidang pertanian demikian juga. Sistem irigasi baru diperkenalkan kepada
masyarakat Spanyol yang tidak mengenal sebelumnya. Dam-dam, kanal-
kanal, saluran sekunder, tersier, dan jembatan-jembatan air didirikan.
Tempat-tempat yang tinggi, dengan begitu, juga mendapat jatah air.
Roda air
Orang-orang Arab memperkenalkan pengaturan hidrolik untuk tujuan
irigasi. Kalau dam digunakan untuk mengecek curah air, waduk (kolam)
dibuat untuk konservasi (penyimpanan air). Pengaturan hydrolik itu
dibangun dengan memperkenalkan roda air (water wheel) asal Persia yang
dinamakan naurah (Spanyol: Noria). Disamping itu, orang-orang Islam juga
memperkenalkan pertanian padi, perkebunan jeruk, kebun-kebun dan
taman-taman.
10
DAFTAR PUSTAKA
http://wardonojakarimba.blogspot.co.id/2011/06/arsitektur-bani-umayyah.html
https://www.seputarpengetahuan.com/2016/04/tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-
dinasti-bani-umayyah.html
https://camel76.wordpress.com/2012/04/02/the-islamic-capitals-of-al-andalus-
cordoba-seville-granada/
11