Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesehatan jiwa dan gangguan jiwa merupakan rentang adaptasi-maladaptasi


seseorang, dimana ketika individu mengalami sakit baik fisik maupun jiwa individu
tersebut dapat beradaptasi terhadap keadaan sakitnya (Stuart,2006). Seseorang yang
memiliki kesehatan mental yang buruk terkadang memiliki perasaan bersalah dan
timbul kecemasan yang dapat mengancam. Ancaman-ancaman yang timbul dapat
menjadi begitu begitu kuat sehingga menyebabkan berkembangnya gangguan tingkah
laku, dari gangguan ringan hingga gangguan berat (Semiun, 2010).

Perilaku kekerasan dianggap sebagai suatu akibat yang ekstrem dari marah
atau ketakutan/panik. Perilaku agresif dan perilaku kekerasan sering dipandang
sebagai rentang dimana agresiv verbal di suatu sisi dan perilaku kekerasan (violence)
disisi yang lain. Suatu keadaan yang menimbulkan emosi, perasaan frustasi, benci
atau marah. Hal ini kan mempengaruhi perilaku seseorang berdasarkan keadaan
emosi secara mendalam tersebut terkadang perillaku menjadi agresif atau melukai
karena penggunaan koping yang kurang bagus (Wati, 2010). Perilaku kekerasan
merupakan salah satu respon marah yang di ekspresikan dengan melakukan ancaman
mencederai orang lain, dan atau merusak lingkungan. Respon tersebut biasanya
muncul akibat adanya stressor.Respon ini dapat menimbulkan kerugian baik pada diri
sendiri, orang lain, maupun lingkungan.Melihat dampak dari kerugian yang di
timbulkan, maka penanganan pasien dengan perilaku kekerasan perlu di lakukan
secara cepat dan tepat oleh tenaga-tenaga professional (Keliat, Model praktik
keperawatan profesional jiwa, 2012).
WHO menyatakan satu dari empat orang di dunia mengalami masalah mental
atau jiwa.Who memperkirakan ada sekitar 450 juta orang di dunia yang mengalami
gangguan kesehatan jiwa. Dalam hal ini, Azrul Azwar (Dirjen Bina Kesehatan
Masyarakat Depkes) mengatakan angka itu menunjukan jumlah penderita gangguan
kesehatan jiwa di masyarakat yang sangat tinggi, yakni satu dari empat penduduk
indonesia menderita kelainan jiwa dari rasa cemas, setress, depresi, penyalahgunaan
obat, kenakalan remaja, sampai skizofrenia (Yosep, 2007). Perilaku kekerasan dapat
dibagi dua menjadi perilaku kekerasan secara verbal dan fisik ( Ketner et al., 1995
dalam Keliat, Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas, 2012).
Data rekam medik RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang tahun 2015
didapatkan populasi penderita gangguan jiwa perilaku kekerasan pada bulan Januari
sampai September 2.258 orang, dan pada bulan September menempati urutan pertama
terbanyak dengan jumlah 285 orang.
Melihat dampak dari kerugian yang ditimbulkan, maka penanganan pasien
dengan perilaku kekerasan perlu dilakukan secara cepat dan tepat oleh tenaga-tenaga
profesional. Tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa individu yang sakit
jiwa adalah aib dan memalukan, tidak bermoral bahkan tidak beriman.Pada umumnya
pasien gangguan jiwa di bawa keluarga ke rumah sakit jiwa atau unit pelayanan
kesehatan jiwa lainnya karena keluarga tidak mampu merawat dan terganggu perilaku
pasien.
Masalah tindakan kekerasan perilaku agresi merupakan kejadian kompleks
yang bukan hanya mencakup aspaek perilaku (behavior) tapi merupakan suatu
problema kesehatan jiwa yang dapat dialami oleh siapapun. Fenomena social yang
terjadi beberapa tahun belakangan ini seperti krisis berkepanjangan, adakan penduduk
yang tidak merata karena sulitnya mencari kehidupan layak sehingga penduduk
melakukan migrasi (urbanisasi) ke wilayah yang lebih menjanjikan pendapatan layak
secara ekonomi seperti di negara Indonesia banyak terjadi PHK, antara lapangan
pekerjaan yang sedikit .
Berdasarkan latar belakang di atas mengenai gangguan kesehatan jiwa yang
salah satunya merupakan perilaku kekerasan maka penulis tertarik untuk menulis
makalah dengan judul asuhan keperawatan dengan perilaku kekerasan, guna
membantu klien dan keluarga dalam menangani masalah kesehatan yang di hadapi
melalui penerapan asuhan keperawatan jiwa.
B. Tujuan
1. Tujuan umum
Mahasiswa mampu mengetahui konsep teori dan memberikanAsuhan
Keperawatan dan Strategi Pelaksanaan pada pasien dengan perilaku kekerasan.
2. Tujuan khusus
a. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan pengertian perilaku
kekerasan
b. Mahasiswa mampu mengetahui Etiologi dari Perilaku Kekerasan
c. Mahasiswa mampu mengetahui Tanda dan Gejala Perilaku Kekerasan
d. Mahasiswa mampu memberikan Asuhan keperawatan pada pasien dengan
perilaku kekerasan meliputi pengkajian, pohon masalah, diagnosa
keperawatan serta tindakan keperawatan