Anda di halaman 1dari 2

HISTOLOGI PROSTAT

Secara umumnya, kalenjar prostat terbentuk dari glandular fibromaskuler dan juga
stroma, di mana, prostat berbentuk piramida, berada di dasar musculofascial pelvis dimana
dan dikelilingi oleh selaput tipis dari jaringan ikat (gbr 2.1) (McNeal 1988, Dixon et al,
1999).

Gambar 2.1: Kalenjar Prostat


(Dikutip dari: Wheather's Functional Histology: A text and Colour Atlas 5th Edition)

Lanjutan dari yang di atas, secara histologinya, prostat dapat dibagi menjadi 3 bagian
atau zona yakni perifer, sentral dan transisi. Zona perifer, memenuhi hampir 70% dari bagian
kalenjar prostat di mana ia mempunyai duktus yang menyambung dengan urethra prostat
bagian distal. Zona sentral atau bagian tengah pula mengambil 25% ruang prostat dan juga
seperti zona perifer tadi, ia juga memiliki duktus akan tetapi menyambung dengan uretra
prostat di bagian tengah, sesuai dengan bagiannya. Zona transisi, atau bagian yang terakhir
dari kalnjar prostat terdiri dari dua lobus, dan juga seperti dua zona sebelumnya, juga
memiliki duktus yang mana duktusnya menyambung hampir ke daerah sphincter pada urethra
prostat dan menempati 5% ruangan prostat. Seluruh duktus ini, selain duktus ejakulator
dilapisi oleh sel sekretori kolumnar dan terpisah dari stroma prostat oleh lapisan sel basal
yang berasal dari membrana basal (gbr 2.2) (Blacklock 1974; McNeal 1988; Dixon et al.
1999).
Gambar 2.2: Tiga bagian dari kalenjar prostat
( zona perifer, sentral dan transisi )
(Dikutip dari: Wheather's Functional Histology: A text and Colour Atlas 5th Edition)