Anda di halaman 1dari 11

HANDOUT MATERI KINGDOM FUNGI

SEMESTER GANJIL KELAS X PERTEMUAN (RPP) 12 DAN 13

I. Judul
Kingdom Fungi/Jamur

II. Standar Kompetensi


Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup.

III. Kompetensi Dasar


Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur serta peranannya bagi kehidupan
berdasarkan hasil pengamatan, percobaan dan kajian literature

IV. Tujuan
1. Siswa dapat menjelaskan 3 ciri umum filum dalam kingdom fungi setelah kegiatan
pembelalajaran dengan pengamatan jamur pada tempe dan roti.
2. Siswa dapat membandingkan reproduksi pada jamur setelah kegiatan pembelajaran
setelah mengamati gambar macam macam jamur
3. Siswa dapat memberikan 3 contoh peran menguntungkan jamur pada kehidupan
setelah melakukan pengamatan jamur pada tempe, gambar jamur yang bisa
dikonsumsi dan gambar jamur sebagai dekomposer
4. Siswa dapat memberikan 3 contoh peran merugikan jamur pada kehidupan setelah
melakukan pengamatan jamur pada roti, gambar penyakit panu dan gambar jamur
yang melapukkan kayu
5. Siswa dapat membandingkan jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi setelah
mengamati gambar jamur dan tumbuhan tingkat tinggi
V. Materi Pembelajaran

Peta Konsep Kingdom Fungi


Makanan Konidiospora

Dengan
Dekomposer Contoh
Menguntungkan Aseksual cara
Fragmentasi
nya

Obat-obatan Pembentukan
Bereproduksi
Peranan Kingdom dengan Tunas

Penyebab fungi
penyakit Askopora

Merusak Contoh
nya
Merugikan Dengan
makanan Seksual cara Basidiospora

Merusak kayu
Terdiri atas Zigospora

Divisio Divisio Divisio Divisio


Zygomycota Basidiomycota Ascomycota Deuteromycete
s
Cirinya

Cirinya
Cirinya
Cirinya

1. Hidup di darat, 1. Hidup sebagai


dalam tanah, decomposer 1. Hidup sebagai 1. Hidup sebagai
tanaman &hewan
2. Hifa bersekat saprofit parasit dan
yang telah mati 2. Hifa bersekat saprofit
2. Hifa tak bersekat
3. Reproduksi
seksual 3. Reproduksi 2. Hifa bersekat
3. Reproduksi seksual (konidia) 3. Reproduksi
seksual (perkawinan)
dan aseksual dan aseksual aseksual
(zigosporangium)
(konidia) (konjugasi) (konidium)
dan aseksual
(fragmentasi) 4.
4.
VI. Informasi Pendukung

(gambar jamur dari kelompok zygomycota, a. Rhizopus stolonifer, b. Pilobolus.


Sumber : Biologi concepts & connection, 2006)

( gambar jamur dari kelompok Ascomycota. Sumber :


https://aslam02.wordpress.com/materi/biologi-kelas-x/fungi/ciri-dan-klasifikasi-
jamur/, diakses : 12 Maret 2015 : 09.43)
( gambar jamur dari kelompok Basidiomycota. Sumber :
https://aslam02.wordpress.com/materi/biologi-kelas-x/fungi/ciri-dan-klasifikasi-
jamur/, diakses : 12 Maret 2015 : 09.43)

VII. Paparan Isi Materi yang Mengacu Pada Tujuan Pembelajaran


Sebelum dikenalkannya metode molekuler untuk analisis filogenetik, dulu fungi
dimasukkan ke dalam kerajaan tumbuhan/plantae karena fungi memiliki beberapa
kemiripan dengan tumbuhan yaitu tidak dapat berpindah tempat, juga struktur morfologi
dan tempat hidupnya juga mirip. Seperti tanaman, kebanyakan fungi juga tumbuh di
tanah. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari kerajaan tumbuhan dan
mempunyai kerajaan sendiri karena banyak hal yang berbeda. Fungi
bukan autotrofseperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan.
Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena
fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang
mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin,
tidak seperti sel hewan. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Fungi, diakses : 12 Maret
2015: 10.00)
Jamur menunjukkan keragaman dalam morfologi dan habitat. Jamur adalah
organisme heterotrofik, mereka mendapatkan nutrisi dengan cara penyerapan. Dinding
sel jamur yang sebagian besar terdiri dari karbohidrat kitin, sedangkan dinding sel
tanaman terbuat dari selulosa. Karbohidrat yang disimpan dalam jamur adalah dalam
bentuk glikogen. buah tubuh jamur hanya terlihat, sedangkan tubuh yang hidup dari
jamur adalah miselium, itu terbuat dari filamen kecil yang disebut hifa. Miselium
tersembunyi., Nutrisi dalam jamur adalah dengan menyerap nutrisi dari bahan organik di
mana mereka tinggal. Jamur tidak memiliki perut, mereka mencerna makanan mereka
sebelum melewati dinding sel menjadi hifa. Rahasia hifa enzim dan asam yang memecah
bahan organik menjadi senyawa sederhana. (sumber : http://budisma.net/2015/01/ciri-
ciri-jamur-fungi.html, diakses tanggal 11 Maret 2015 : 10.22)

Ciri-ciri umum jamur


Merupakan organisme eukariotik
Ada yang uniseluler dan ada pula yang multiseluler
Dinding sel tersusun atas senyawa kitin.
Makanan disimpan dalam bentuk glikogen
Tidak mempunyai klorofil, sehingga bersifat heterotrof
Berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif
Habitat : di tempat-tempat lembab, basah, banyak mengandung bahan organik dan
tidak terkena cahaya matahari secara langsung
Hidup sebagai saprofit, parasit dan ada yang bersimbiosis
Melakukan pencernaan secara ekstraseluler atau di luar tubuh jamur

Berdasarkan cara memperoleh makanannya :


1. Saprofit : Memperoleh zat organik dari sisa-sisa organisme mati dan bahan tak hidup.
Sebagai pengurai (dekomposer) utama
2. Parasit : Memperoleh zat organik dari organisme hidup lain. Merugikan organisme
inangnya karena dapat menyebabkan penyakit
3. Simbiosis mutualisme : Hidup saling menguntungkan dengan organisme lain.
Contohnya : Jamur bersimbiosis dengan ganggang hijau biru membentuk lumut kerak
dan jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman tingkat tinggi membentuk
mikoriza
Jamur memperoleh makanan dengan cara absorpsi, yaitu dengan
menyekresikan suatu enzim. Kemudian, enzim tersebut berfungsi menghancurkan
makanan yang ada di luar tubuhnya. Makanan yang hancur dalam bentuk molekul-
molekul nutrien akan diserap oleh jamur.

Reproduksi Secara Vegetatif

Reproduksi secara vegetatif pada jamur bersel satu dilakukan dengan cara
pembentukan tunas yang akan tumbuh menjadi individu baru. Sementara reproduksi
secara vegetatif pada jamur multiseluler dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Fragmentasi (pemutusan) hifa. Potongan hifa yang terpisah akan tumbuh menjadi
jamur baru.
Pembentukan spora aseksual. Spora aseksual dapat berupa sporangiospora atau
konidiospora.
Jamur jenis tertentu yang sudah dewasa menghasilkan sporangiofor (tangkai
kotak spora). Pada ujung sporangiofor terdapat sporangium (kotak spora). Di dalam
kotak spora terjadi pembelahan sel secara mitosis dan menghasilkan banyak
sporangiospora dengan kromosom yang haploid (n). Jamur jenis lainnya yang sudah
dewasa dapat menghasilkan konidiofor(tangkai konidium). Pada ujung konidiofor
terdapat konidium (kotak konidiospora). Di dalam konidium terjadi pembelahan sel
secara mitosis dan menghasilkan banyak konidiospora dengan kromosom yang haploid
(n). Baik sporangiospora maupun konidiospora, bila jatuh di tempat yang cocok, akan
tumbuh menjadi hifa baru yang haploid (n).
Kebanyakan jamur bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi
aseksual terjadi ketika sel-sel hifa berpisah dari jamur dan mulai tumbuh sendiri.
Beberapa jamur juga menghasilkan spora. Reproduksi seksual pada jamur biasanya
melibatkan dua perkawinan yang berbeda jenis. Bukan jantan dan betina, tetapi (+) dan
(-) karena kedua jenis mempunyai ukuran yang sama. Ketika dua jenis kawin ini bertemu,
mereka melebur dan setelah masa pertumbuhan dan perkembangan, mereka membentuk
zigot diploid yang memasuki meiosis. Hal ini menghasilkan spora haploid yang mampu
tumbuh, dengan putaran berulang mitosis, menjadi organsims baru.

Reproduksi Secara Generatif


1. Reproduksi pada jamur secara generatif (seksual) dilakukan dengan pembentukan
spora seksual melalui peleburan antara hifa yang berbeda jenis. Mekanismenya
dapat diuraikan sebagai berikut.
2. Hifa (+) dan hifa (-), masing-masing berkromosom haploid (n), berdekatan
membentuk gametangium. Gametangium merupakan perluasan hifa.
3. Gametangium mengalami plasmogami (peleburan sitoplasma) membentuk
zigosporangium dikariotik (heterokariotik) dengan pasangan nukleus haploid yang
belum bersatu. Zigosporangium memiliki lapisan dinding sel yang tebal dan kasar
untuk bertahan pada kondisi buruk atau kering.
4. Bila kondisi lingkungan membaik akan terjadi kariogami (peleburan inti) sehingga
zigosporangium memiliki inti yang diploid (2n).
5. Inti diploid zigosporangium segera mengalami pembelahan secara meiosis
menghasilkan zigospora haploid (n) di dalam zigosporangium.
6. Zigospora haploid (n) akan berkecambah membentuk sporangium bertangkai pendek
dengan kromosom haploid (n).
7. Sporangium haploid (n) akan menghasilkan spora spora yang haploid (n). Spora-
spora ini memiliki keanekaragaman genetik. Bila spora-spora haploid (n) jatuh di
tempat yang cocok, maka akan berkecambah (germinasi) menjadi hifa jamur yang
haploid (n). Hifa akan tumbuh membentuk jaringan miselium yang semuanya
haploid (n). (Sumber : http://www.sridianti.com/reproduksi-jamur-vegetatif-dan-
generatif.html, diakses : 11 maret 2015 : 09.56)
Klasifikasi Jamur
a. Zigomycota :
Hifa tak bersekat dan bersifat koenostik (mempunyai beberapa inti)
Hifa berdiferensiasi membentuk sporangium
Dinding sel tersusun dari kitin
Alat reproduksi seksual : Zigosporangium yang berdinding tebal dan bewarna
kehitaman
Tidak memiliki tubuh buah
Habitatnya :
1. Merupakan jamur terestrial (daratan)
2. Saprofit pada makanan/pada sisa tumbuhan dan hewan
3. Parasit pada manusia dan tumbuhan
4. Bersimbiosis saling menguntungkan dengan organisme lain
Reproduksi aseksualnya : Fragmentasi miselium atau pembentukan spora aseksual
(spora vegetatif) yang dihasilkan oleh sporangium
Peranannya :
1. Rhizopus oryzae : Pembuatan tempe
2. Mucor javanicus : Pembuatan tape
3. Rhizopus stolonifer, Rhizopus nigricans, Mucor mucedo, Pilobolus : Pengurai
saproba sisa organisme/bahan yang terbuat dari produk organism

b. Ascomycota :
Sebagian besar multiseluler, uniseluler (Saccaromyces cerevisiae)
Yang multiseluler hifanya bersekat
Alat reproduksi aseksualnya : Hifa yang berdiferensiasi membentuk konidiofor
Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa
gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil
dari reproduksi generatif.
Tubuh buah pada Ascomycota : Askokarp
Peranannya :
1. Saccharomyces cerevisiae : Pembuatan roti dan minuman beralkohol (mengubah
gula menjadi alkohol (etanol) dan karbon dioksida)
2. Saccharomyces ellipsoideus : Pembuatan wine dari buah anggur
3. Saccharomyces tuac : Pembuatan tuak dari air nira
4. Neurospora crassa : Oncom
5. Morchella esculenta dan Sarcoscypha coccinea : Tubuh buahnya dapat dimakan
6. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum : Antibiotik
7. Penicillium camembertz dan Penicillium roqueforti : Keju
c. Basidiomycota :
Jamur multiseluler hifanya bersekat
Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari bagian batang
dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak adanya lembaran-lembaran (bilah) yang
merupakan tempat terbentuknya basidium. Tubuh buah disebut basidiokarp.
Alat reproduksi seksualnya : Basidiospora
Reproduksi aseksualnya : Membentuk spora konidia
Peranannya :
1. Jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariella volvacea), dan
jamur shitake (Lentinula edodes) : Dapat dimakan tubuh buahnya
2. Jamur kayu (Ganoderma) : Obat/makanan suplemen
Yang merugikan :
1. Jamur karat (Puccinia graminis) : Parasit pada daun tanaman pertanian
2. Punnicinia arachidis : Parasit pada tanaman kacang
3. Ustilago maydis : Parasit pada jagung
4. Amanita ocreata dan Amanita phalloides : Beracun dan mematikan bila dimakan
5. Amanita muscaria : Menyebabkan halusinasi bila dimakan
d. Deuteromycetes :
Sering dikenal sebagai fungi imperfecti (jamur yang tak sebenarnya), karena belum
diketahui perkembangbiakannya secara seksual
Ciri-ciri Deuteromycota
1. Hifa bersekat, tubuh berukuran mikroskopis
2. Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup saprofit pada sampah
3. Reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum diketahui.
4. Banyak yang bersifat merusak atau menyebabkan penyakit pada hewan-hewan
ternak, manusia, dan tanaman budidaya
Contoh Deuteromycota
1. Epidermophyton floocosum, menyebabkan kutu air.
2. Epidermophyton, Microsporum, penyebab penyakit kurap.
3. Melazasia fur-fur, penyebab panu.
4. Altenaria Sp. hidup pada tanaman kentang.
5. Fusarium, hidup pada tanaman tomat.
6. Trychophyton tonsurans, menimbulkan ketombe di kepala
(sumber : https://aslam02.wordpress.com/materi/biologi-kelas-x/fungi/ciri-dan-
klasifikasi-jamur/, diakses : 12 Maret 2015 : 09.43)

Struktur Fungi

Umumnya, dinding sel jamur tersusun dari kitin. Jamur multiseluler memiliki
morfologi atau bentuk tubuh yang bermacam-macam, ada yang seperti kuping, payung, bulat,
ataupun setengah lingkaran.

(Keterangan gambar : a. Bentuk payung, b. Bentuk bulat, c. Bentuk kuping)


Walaupun terdapat fungi yang uniselluler seperti contohnya Ragi (khamir) ,
kebanyakan jamur bersifat multiselluler yaitu tersusun dari banyak sel yang dikenal dengan
miselium . Miselium terdiri dari jalinan benang-benang yang bercabang ke berbagai arah . Tiap
filamen dari miselium disebut sebagai hifa. Kebanyakan hifa disusun dari sel sel yang
memanjang dan dindingnya pada umumnya diperkuat dengan kitin.
Hifa ada yang bersekat , tiap sekat merupakan satu sel dengan satu atau beberapa inti
sel. Adapula hifa yang tidak bersekat , yang mengandung banyak inti dan disebut senositik.
Jamur termasuk Thallophyta, hanya memiliki thallus (bukan akar, batang daun sejati),
tidak berbunga, tidak berklorofil, tidak berfotosintesis, heterotrof. Tumbuhan tingkat tinggi
termasuk kormophyta , sudah berkormus (akar, batang daun sejati), berbunga, berklorofil,
berfotosintesis, autotrof.