Anda di halaman 1dari 7

nita sari

260110140044
1. Nitrofurazon
Sifat Fisikokimia

Rumus kimia C6-H6-N4-O4


berwarna kuning muda, berasa pahit, terukur pada panjangbgelombang
maksimum 275 nm. Larut sangat baik dalm air dengan perbandingan
1:4200 dan larut dalam alcohol dengan perbandingan 1:590, dalam
propylene glycol dengan prbandingan 1:350.
Dapat larut dalam larutan alkalin dengan menujukkan warna jingga terang.
Tidak larut dalam eter. Memiliki pH larutan jenuh 6,0-6,5.

Nitrofurazon adalah antibiotic yang sekelompok dengan nitrofuran yang


biasanya digunakan pada hewan seperti anjing, kucing dan hewan
peliharaan lainnya untuk pengobatan topical penyakit kulit yang
disebabkan oleh bakteri dan pengobatan nekrosis. Antibiotic ini memiliki
spectrum yang luas terhadap aktivitas bakteri gram positif maupun gram
negative. Mekanisme kerjanya yaitu merusak DNA bakteri sehingga
proses metabolism penting dari mikroorganisme terganggu. Nitrofurazon
bersifat genotoksik, sifat mutagenic dan karsinogenik, oleh karena itu tidak
mungkin dapat digunakan sebagai terapi pemeliharaan dan tidak dapat
juga digunakan pada hewan ternak.

Bahaya
dapat mengakibatkan lesi pada kulit serta infeksi pada kandung kemih.
Sumber
Penggunaan
pengawet ikan, Nitrofurazon digunakan dalam pakan ternak,Pada pangan
digunakan sebagai senyawa anti mikroba
Metode Analisis
a. metode kolorimetri
1) Sampel dihancurkan dan diayak dengan ukuran 20 mesh, 10 gram
sampel dimasukkan kedalam enlemeyer 125ml, ditambahkan dengan tepat
sebanyak 50ml dimethilfornamide (DMF) kemudian disumbat atau ditutup
dan didihkan pada penangas air selama 15 menit. Aduk selama 10 menit
dan disaring dengan kertas saring. Ke dalam 25 ml air, kemudian diaduk.
2). Menyiapkan kolom adsorbs yang mengandung adsorben sampai
ketinggian 5cm. alirkan 50% DMF larutan sampel melewati kolom buang
3ml eluat pertama. Pipet 5ml alikuot eluat ke dalam setiap 2 angka tabung
percobaan. Satu tabung dihindarkan dari cahaya. Tabung lainnya
ditambahkan 3 tetes 2% larutan sodium hidrosulfit yang baru saja
disiapkan dan biarkan 20 menit dikocok tiap selang waktu 5 menit, diuji
5ml aliquot larutan kerja standar dengan cara yang sama.
3). Dipipet 5ml larutan phenylhydrazine-HCl ke dalam tiap tabung
percobaan bernomor yang mengandung sampel dan standar. Diaduk dan
ditempatkan tabung pada penangas air 70C selama 25 menit, lalu
dinginkan pada penangas air dengan suhu dengan suhu 15C selama 5
menit. Tambahkan dengan tepat 10 ml toluene pada setiap tabung, tutup
dan aduk dengan kuat selama 40 menit. Langsung disentrifugasi atau
saring larutan toluene ke dalam kuvet melalui gumpalan kapas yang
dimasukkan dalam corong kecil. Baca absorban larutan pada panjang
gelombang 440nm.
Perhitungannya :
% nitrofurazon : (A sampel-A sampel tereduksi)/(A standar-A standar) x
0.006
2. Dulkamara
Sifat Fisikokimia
Bahaya
dapat menghasilkan efek samping antara lain tukak lambung. Pada
keracunan dalam dosis tinggi menyebabkan penurunan tekanan darah,
demam, halusinasi, dan akhirnya koma (BPOM, 2010).
Sumber
Penggunaan
ditambahkan sebagai perisa makanan (BPOM, 2010).

Metode Analisis

3. Kokain
Sifat Fisikokimia
rumus kimia C17H21NO4
Pemerian hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau,
rasa pahit disertai rasa tebal, higroskopis, sangat beracun.
(Depkes RI, 1979)
Bahaya
Sumber
Penggunaan
digunakan sebagai perisa makanan (BPOM, 2010).
Metode Analisis
a. pada 1 ml larutan 1 % sampel, tambahkan 1 atau 2 tetes larutan
kromtrioksida P 3 %. terbentuk endapan kuning yang jika dikocok kuat
akan larut. tambahkan lagi larutan kromtriokisda P 3 % atau asam
klorida P terbentuk endapan mantap
b. panaskan lebih kurang 100 mg dengan 1 ml asam sulfat pekat P pada
suhu 100o selama 5 menit, lalu dinginkan. campur hati hati dengan 2
ml air, terjadi bau aromatik metil benzoat. Dinginkan biarkan beberapa
jam, akan terpisah hablur asam benzoat
c. larutkan 50 mg sampel dalam 1,5 ml air,tambahkan 8,5 ml larutan
tawas P dan 5 ml larutan kalium permanganat P, aduk cepat selama
beberapa detik, terbentuk hablur pipih persegi empat berwarna violet.
d. larutkn 100 mg dalam 2 ml air , tambahkan 4 tetes amonia encer P. sari
dengan 10 ml eter P, saring, uapkan, keringkan dalam eksikator, suhu
lebur sisa lebih kurang 97o (Depkes RI, 1979)

4. Nitrobenzen
Sifat Fisikokimia
rumus kimia C6H5NO2
Pemerian cairan kuning pucat , bau khas.
kelarutan praktis tidak larut dalam air
jarak didih tidak kurang dari 95 % tersuling pada suhu antara 210o dan
212o (Depkes RI, 1979)
Bahaya
Sumber
Penggunaan
digunakan sebagai perisa makanan (BPOM, 2010).
Metode Analisis

5. Sinamil Antranilat
Sifat Fisikokimia
Bahaya
dapat menyebabkan tumor pada paru paru, ginjal dn pankreas (BPOM,
2010).
Sumber
Penggunaan
Metode Analisis

6. Dihidrosafrol
Sifat Fisikokimia
Bahaya
Sumber
Penggunaan
digunakan sebagai perisa makanan. (BPOM, 2010).
Metode Analisis

7. Biji Tonka
Sifat Fisikokimia
Bahaya
Sumber
Penggunaan
Jangan menggunakan biji tonka apabita anda sedang hamil,
akan hamiI dalam waktu dekat, sedang menyusui,
dan bayi dan anak-anak. Penggunaan tonka bean
akan mengakibatkan kelebihan berat badan bagi
penggunanya. (BPOM, 2010).
Metode Analisis

8. Minyak Kalamus
Sifat Fisikokimia
Bahaya
Sumber
Penggunaan
digunakan sebagai perisa makanan. (BPOM, 2010).
Metode Analisis

9. Minyak Tansi
Sifat Fisikokimia
Bahaya
Minyak tansi dapat menyebabkan kejang tanda keracunan antara lain
muntah, radang lambung, merah kulit, kram, hilang kesadaran, nafas
sesak. penyimpangan denyut jantung, pendarahan usus, dan hepatitis.
Kematian terjadi akibat sirkulasi pernafasan terhambat dan perubahan
degeneratif organ terjadi pada manusia. Dapat menyebabkan aborsi.
(BPOM, 2010).
Sumber
Penggunaan
digunakan sebagai perisa dalam makanan. (BPOM, 2010).
Metode Analisis

10. Minyak Sasafras


Sifat Fisikokimia

C10H10O2
Nama lain Safrole; Safrol; 5-Allyl-1,3-benzodioxole; 94-59-7; Shikimole;
Sassafras;
Safrole adalah senyawa benzodioksisol yang merupakan konstituen dari
beberapa minyak atsiri, terutama minyak sassafras. Ini adalah prekursor
dalam sintesis butoksida insektisida piperonil dan obat N-metil-3,4-
methylenedioxyamphetamine (MDMA).
Bahaya
Safrol yang terdapat dalam minyak sassafras dapat merusak jaringan hati
secara permanen, dan dapat menyebabkan kanker hati pada konsentrasi
tinggi yang diujikan pada hewan. Minyak sassafras dapat pula
mempercepat denyut jantung, halusinasi, paratisis, dan efek lainnya yang
dilaporkan terjadi pada manusia yang mengkonsumsi sassafras. Zat kimia
yang terdapat dalam minyak sassafras bersifat karsinogenik(BPOM,
2010).

Sumber
dari tanaman Sassafras albidum
Penggunaan
digunakan sebagai perisa dalam makanan. (BPOM, 2010).
Metode Analisis
dengan menyuntikkan ke sebuah fase terbalik kinerja tinggi kolom
kromatografi cair dan pengukuran oleh fluorometry. Batas deteksi adalah
10 ng. Metode ini dapat digunakan untuk menentukan safrole dalam
minuman murni. Wisneski HH et al; J Chromatogr 255: 455-61 (1983)

Cahyadi, Wisnu.,Dr.,Ir.,M.Si.2008.Bahan Tambahan Pangan Edisi


kedua.Penerbit Bumi Perkasa:Jakarta
BPOM. 2010. Buletin Keamanan Pangan volume 18 . Jakarta : BPOM RI.