Anda di halaman 1dari 1

SILA KETUHANAN YANG MAHAESA PADA PANCASILA

YAKNI SOAL HIDUP & TIDAKNYA TERGANTUNG MANUSIA YANG BERTUHAN

MAKSUDNYA DARI SETIAP ORANG TIDAK BOLEH DISAKITI HATINYA YAITU ROH KEKAL DI
BADAN YANG MENGHIDUPKAN (HAL-HAL POSITIF), CIPTAAN TUHAN, YANG BERADA DI
DUNIAARTINYA TIDAK BOLEH ADA PENGHINAAN/PENISTAANPENODAAN SECARA
KEKERASAN / PEPERANGANHINGGA KEMATIAN HANYA MENURUTI DOSA (HAL-HAL YANG
NEGATIF), TERHADAP SESEORANG SAMPAI PADA SUKU, AGAMA, RAS, SERTA ANTAR-
GOLONGAN DI INDONESIA. SEBAB HATI INI BERSEMAYAM TUHAN YANG MAHAESA,
TENTANG ISI HUKUMNYA YANG HARUS DAPAT DIPERCAYA & PALING BENAR SEBAGAI
JALAN HIDUP MANUSIA.
CONTOH : JANGAN MENCUBIT ORANG LAIN, KALAU TIDAK, TAHU, MAU & TANGGUH
DICUBIT.

CATATAN
1. UUD 1945 PASAL 29 AYAT 1 & 2 YANG INTINYA:
KATAKANLAH DIALAH TUHAN YANG MAHAESA & ADA 6 AGAMA SAH.
2. DIDASARKAN DARI KAJIAN ILMIAH FILSAFAT SPEKULATIF MENGENAI METAPISIKA
THEODIECE TENTANG ADANYA & HAKEKAT TUHAN MAHASEMPURNA.
3. ANALISA YANG SAKIN (TAJAMNYA PISAU) MENYEBUTKAN SAKING MAHARAHASIA
TUHAN ITU TIDAK BISA DIJANGKAU DENGAN AKAL RASIO PIKIRAN MANUSIA, SEBAIKNYA
KITA MENYERAH PADA AGAMA MASING-MASING ORANG TIDAK PERLU ADA DIALOG
ANTARAGAMA (AGAMA TIDAK USAH DIPERSOALKAN).

SURAKARTA, 20 JANUARI 2017


PENGAMAT POLITIK KOTA
SURAKARTA
NAWATUNGGAL

Y. KUNTARBIKO, S.Sos
KTA NOMOR 11180400030