Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP KEARIFAN LOKAL

PENDAHULUAN

Kearifan lokal dalam bahasa asing sering dikonsepsikan sebagai kebijakan setempat
(local wisdom), pengetahuan setempat (local knowledge) atau kecerdasan setempat
(local genious). Kearifan lokal juga dapat dimaknai sebuah pemikiran tentang hidup.
Pemikiran tersebut dilandasi nalar jernih, budi yang baik, dan memuat hal-hal positif.
Kearifan lokal dapat diterjemahkan sebagai karya akal budi, perasaan mendalam,
tabiat, bentuk perangai, dan anjuran untuk kemuliaan manusia. Penguasaan atas
kearifan lokal akan mengusung jiwa mereka semakin berbudi luhur.
MENURUT PARA AHLI
Haryati Soebadio berpendapat bahwa kearifan lokal adalah suatu
identitas/kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut
mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan
kemampuan sendiri.
Menurut Rahyono (2009:7) kearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang
dimiliki oleh kelompok etnis tertentu yang diperoleh melalui pengalaman
masyarakat. Artinya, kearifan lokal adalah hasil dari masyarakat tertentu melalui
pengalaman mereka dan belum tentu dialami oleh masyarakat yang lain. Nilai-
nilai tersebut akan melekat sangat kuat pada masyarakat tertentu dan nilai itu
sudah melalui perjalanan waktu yang panjang, sepanjang keberadaan
masyarakat tersebut.
PENGERTIAN GLOBALISASI
Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran
pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek - aspek kebudayaan lainnya.
Kemajuan infra struktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan
telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin
mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.
FAKTOR PENYEBAB GLOBALISASI
1. Majunya ilmu pengetahuan pada teknologi transportasi yang mempermudah
dalam jasa pengeriman barang keluar negeri.
2. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berperan menjamin
kemudahan dalam transaksi ekonomi antar negara.
3. Kerja sama ekonomi Internasional yang memudahkan terjadinya kesepakatan-
kesepakatan antarnegara yang terjalin dengan erat.

MACAM MACAM GLOBALISASI

Globalisasi di bidang ekonomi:


1. Banyaknya perusahaan waralaba yang berkembang pesat di Indonesia
seperti : Mc. Donalds, Kentucky Fried Chiecken, California Fried Chiecken,
Pizza Hut dan sebagainya.
2. Berkembang pesatnya perusahaan besar yang berasal dari negara lain di
Indonesia seperti : Exxon mobil, Petronas, New mount dan sebagainya.
Demikian juga perusahaan Indonesia yang berkembang di luar negeri pun
juga ada seperti : Pertamina, PT Wijaya Karya, TELKOM, dan sebagainya.
3. Munculnya organisasi atau lembaga perdagangan maupun keuangan baik
tingkat regional maupun dunia seperti MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa),
NAFTA (North American Free Trade Agreement), APEC (Asia Pasific
Economic Cooperation), AFTA (ASEAN Free Trade Association), IMF
(Internasional Moneter Finance), World Bank (Bank Dunia), dan sebagainya.

Globalisasi di bidang politik


Kebijakan suatu negara secara tidak langsung akan mempengaruhi kibijakan
ditingkat regional maupun ditingkat dunia. Jika pemerintah yang otoriter dan
tidak demokratis akan mengundang reaksi cepat dari negara lain terutama
Negara negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, Uni Soviet. Maka
pencitraan pemerintah yang demokratis, terbuka dan aspiratif sangat penting
global.
Globalisasi di bidang informasi dan komunikasi
Masyarakat didunia ikut merasakan hasil dan kecanggihan alat-alat komunikas
seperti telepon. Handphone (HP), internet maupun TV. Kemajuan teknologi
informasi dan komunikasi telah memudahkan manusia untuk berhubungan
dengan orang lain dimanapun berada. Dengan alat komunikasi seperti telepon,
hand phone (HP), kita dapat berhubungan dengan siapa saja dan dimana saja
dengan cepat. Melalui internet, kita juga dapat mengakses berita dan informasi
dari mana saja, kita dapat berkomunikasi denga sesama pengguna internet,
dapat ngobrol dengan teman melalui rubric Chatting serta dapat mengirim surat
elektonik atau e-mail. Melalui televisi kita juga dapat berita-berita yang terjadi di
seluruh dunia. Kita dapat menikmati siaran-siaran TV seperti film, menonoton
pertandingan sepak bola yang berada di Inggris, Italia, Spanyol, Belanda,
Amerika dan sebagainya.

Globalisasi di bidang sosial budaya


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia secara tidak langsung
berpengaruh pada pola piker manusia sehingga ini merubah tingkat sosial
budaya manusia adapun perubahan itu dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-
hari, antara lain. Pergaulan inividu antar individu beda Negara telah terjadi
perpindahan nilai- nilai social budaya yang pada dasarnya secara budaya
berbeda. Seperti orang Indonesia lebih menyenangi music-musik dari barat dan
sebaliknya orang orang barat lebih suka mempelajari music tradisional
Indonesia. Mereka tidak canggung belajar bahkan lebih mahir. Tetapi yang perlu
diperhatikan adalah kita harus berhati-hati dan bertindak selektif dalam memilih
kebudayaan karena ada juga budaya-budaya yang tidak sesuai dengan budaya
bangsa kita.

Globalisasi di bidang ideologi


Berkembangnya paham atau ideologi asing (Liberalisme, Kapitalisme,
Pragmatisme, Komunisme) di Negara Negara dunia ketiga telah
mempengaruhi sikap dan perilaku negara lain. Dunia barat akan berusaha
mengembangkan ideology liberalism sehingga paham individualis merasuki
masyarakat Indonesia. Begitu juga paham ideology komunisme dengan mudah
akan berkembang di Indonesia yang bertentangan dengan Pancasila karena
ideologi tersebut tidak menganut adanya Tuhan. Hal ini tentu juga kita waspadai
perkembangan ideology tersebut karena dapat merusak kepribadian bangsa
kita.

DAMPAK GLOBALISASI

Dampak Positif Globalisasi


Komunikasi yang semakin cepat dan mudah
Meningkatnya taraf hidup dari masyarakat
Mudahnya mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan.
Tingkat pembangun yang semakin tinggi
Meningkatnya turisme dan pariwisata
Meningkatnya ekonomi menjadi lebih produktif, efektif, dan efisien

Dampak Negatif Globalisasi


Informasi yang tak terkendali
Timbulnya sikap yang ala kebarat-baratan
Munculnya sikap individualisme
Berkurang sikap solidaritas, gotong royong, kepedulian dan kesetiakawanan
Perusahaan dalam negeri lebih mementingkan perusahaan dari luar
ketimbang perusahaan yang ada dalam negeri membuat perusahaan dalam
negeri sulit berkembang
Berkurangnya tenaga kerja pertanian akibat dari sektor industri yang
menyerap seluruh petani.
Budaya bangsa akan terkikis
HUBUNGAN ANTARA PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP KEARIFAN LOKAL

Globalisasi telah mendorong terjadinya pergeseran atau perubahan terhadap sistem


atau aturan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Perkembangan
tekhnologi memiliki andil yang sangat besar dalam menggiring remaja-remaja kita
kearah dekandensi moral. Rusaknya mental dan akhlak remaja kita diakibatkan oleh
gaya hidup yang kapitalis,materialistik dan individualistik. Selain itu menjamurnya
situs-situs internet yang menyajikan gambar-gambar vulgar yang bisa diakses
secara bebas semakin menambah deretan kerusakan remaja.

Hal tersebut di atas menyebabkan kearifan-kearifan yang berlaku dalam masyarakat


mulai terkikis. Masyarakat memiliki adat yang dikenal sebagai ada kedaerahan
(kerifan lokal) yang merupakan simbol kebangsaan, namun saat ini, hampir tidak lagi
makna yang berarti di era globalisasi. Kita sulit memberikan batasan-batasan yang
jelas antara budaya lokal dan budaya barat.

KEARIFAN LOKAL DI BLORA

Kabupaten Blora separuh wilayahnya merupakan kawasan hutan jati, dengan


potensi kayu jati yang cukup besar, banyak terdapat kerajinan jati dari Blora seperti
souvenir kayu jati dan furniture kayu jati. Sentra Kerajinan Jati dari Blora terletak di
kecamatan Jepon, kurang lebih tujuh kilometer dari kota Blora menuju kearah Cepu.
Di sepanjang jalan berderet showroom sederhana yang menjual produk kerajinan
jati. dengan adanya kerajinan tangan kayu jati di daerah Blora ini sangat membantu
pemerintah daerah dalam mengatasi pengangguran di wilayahnya. Sudah banyak
kerajinan kayu jati dari Blora yang sudah memenuhi permintaan sampai ke luar
negeri, baik itu dilakukan oleh pengrajin sendiri maupun lewat bantuan pemerintah
kabupaten. Usaha kerajinan dari kayu jati yang meliputi kerajinan bubut, souvenir
kayu jati, mebel atau furniture, dan kusen tersebut boleh dibilang berkembang cukup
pesat.

Blora memang memiliki kekayaan alam berupa hutan jati yang luas. Jadi, tidak sulit
bagi pengrajin untuk mendapatkan bahan baku. Hal tersebut yang membuat
kerajinan tangan ini relatif lebih murah. Biasanya, sang pengrajin akan memberikan
harga murah jika Anda membeli kerajinan dalam jumlah besar.

Hasil kerajinan akar jati di Desa Tempel lemahbang Kec.Jepon, Blora.

Beberapa Handycraf dari kayu jati terpasang di salah satu showroom yang ada di
sentra kerajinan handycraf Jepon Blora. (suaramerdeka.com/Sugie Rusyono)
Proses pembuatan kerajinan kayu jati

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP KEARIFAN LOKAL

Globalisasi dapat memberikan manfaat bagi penjual kerajinan kayu jati, diantaranya
penjual kerajinan kayu jati mendapatkan wadah untuk memasarkan hasil karyanya di
internet sehingga masyarakat mancanegara bisa membeli produk kerajinan kayu jati
tersebut. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi penjual maupun pemerintah
setempat. Selain menambah pendapatan daerah, juga daerah penghasil kerajinan
tersebut bisa dikenal oleh masyarakat mancanegara.