Anda di halaman 1dari 4
Tinjauan Singkat Cara Memvalidasi Metoda Pengukuran PENDAHULUAN Definisi validasi dalam pengukuran kimia telah dijelaskan dalam ISO 8402: 1994 yang dinyatakan sebagai berikut, ” Confirmation by examina tion and provision of objective evi dence that the particular requirments for a specified intended use are ful: filled”. Jadi dapat dikatakan, validasi adalah suatu pembuktian bahwa kebutuhan penggunaannya telah terpenuhi sesuai dengan keientuan/ syarat. Validasi metoda adalah suatu proses penetapan suatu syarat analitik, dan mengkonfirmasikan bahwa Suatu metoda mempunyai kemampuan kinerja yang konsisten dengan apa yang menjadi keperhian aplikasi. Secara implisit adalah untuk mengevaluasi kemampuan kinerja metoda, Dalam proses validasi metoda, studi penentuan parameter kinerja metoda dilakukan menggunakan peralatan yang berada dalam spesifikasinya, bekerja secara benar dan terkalibrasi dengan baik. Demikian juga operatornya harus kompeten dalam bidang kerjanya dan mempunyai cukup pengetahuan yang berhubungan dengan ke- mampuan mengambil keputusan dari observasi yang dibuatnya se- bbagai kemajuan pekerjaannya. Validasi metoda merupakan syarat penting dalam praktek kimia analitik. Banyak petunjuk yang ber- hubungan dengan validasi metoda telah ada didalam literatur, ter- jstimewa yang berhubungan dengan metoda-metoda tertentu tetapi sering kali tidak digunakan. Tulisan di bawah ini ditujukan pada laborato- rium yang ingin memvalidasi me- (Bagian D ALE Persulessy Pusat Peneitan Kina - LIPE todanya tanpa kolaborasi (terisolasi Penggunaannya adalah untuk man- ager-manager laboratorium yang bertanggungjawab untuk menjamin metoda-metoda tervalidasi dengan baik, dan untuk. analis yang bertanggungjawab dalam melakukan studi metoda untuk tujuan validasi Manfaat Validasi Metoda (a) Pentingnya Pengukuras Analitik Jutaan pengukuran analitik di- lakukan setiap hari dalam ribuan Jaboratorium diseluruh dunia. ‘Ada banyak sekali alasan umtuk melakukan pengukuran, di antaranya untuk mengevaluasi barang/produk untuk kepen- tingan perdagangan, mendu- kung perawatan kesehatan, menguji kualitas air minum, analisis komposisi unsur suatu alloy untuk mengkonfirmasikan kecocokannya dalam konstruksi pesawat terbang, analisis forensik cairan tubuh dalam investigasi kriminal, 0) Tujuan Profesional Ahi Kimia Analitik Laboratorium mempunyai suatu tingkat pengetahuan keahlian yang tidak dipunyai pelanggan. Pelanggan diharapkan mampu ‘mempercayaihasil yang dilapor- kan oleh jaboratorium dan bila mana ada keraguan hasil analisis, maka laboratorium dan stafnya mempunyai_tanggungjawab untuk memberikan jawaban yang. benar, dengan kata lain hasil analisis tersebut dapat mem- perlihatkan kehandalan untuk tujuan “fitness for purpose”. Agar suatuhasil analitik menjadi handal untuk tujuan yang diingin- Kannya maka suatu keputusan hendaknya didasarkan pada batas kepercayaan (confidence) yang ditetapkan. Ketidakpastian pada hasil analisis hendaknya diestimasi pada suatu tingkat kepercayaan yang diberikan. Sebahagian besar infor- ‘masi diperlukan untuk mengevaluasi ketidakpastian dapat ditemukan selama validasi metoda. Bagaimanapun baiknya suatu metoda dan keterampilan seorang analis munggunakannya, suatu masalah analitik belum tentu dapat dipecahkan jika sampel-sampel ter sebut tidak sesuai dengan metoda yang dipakai. Pengambilan sampel yang tepat/sesuai adalah suatu pe- kerjaan yang membutuhkan pe- mahaman suatu masalah dan hu- bungan kimiawinya. Suatu labora- torium, sebagai pelayan pelanggan hendaknya menawarkan nasihat untuk pelanggan bagaimana proses pengambilan sampel sehingga menghindari kesalahan dan salah interpretasi data oleh pelanggan itu sendiri Kapan Metoda Harus Divalidasi? Suatu metoda perlu divalidasi bila diperlukan untuk membuktikan ketepatan kinerja parameternya untuk digunakan dalam kasus analitik tertentu. Untuk contohnys: - Pengembangan metoda baru untuk asus tertentu, - Memutakhirkan metoda yang direvisi untuk penambahan perbaikan atau diperluas ke suatu problem/kasus baru, ~ Bila kendali mutu mengindikasi- 8 Warta Kimia Analitik kkan suatu metoda yang mutakhir berubah bersamaan waketu, - Metoda mutakhir digunakan ada laboratorium yang berbeda, atau analis yang berbeda atau instrumentasi yang berbeda. - Untuk memperlihatkan ekui- valensi diantara dua metoda, misalaya motoda baru dan me- toda standard (yang mutakhir). Tingkat validasi atau revalidasi yang diperlukan akan bergantung pada sifat alami perubahan yang dibuat dalam memakai kembali metoda untuk laboratorium yang berbeda, instrumen yang berbeda, operator yang berbeda, dan keadaan dimana metoda akan digunakan. ‘Tingkatan validasi selalu cocok/tepat bila menggunakan standard baik atau metoda yang telah dipublikasi. Seperti diketahui bahwa validasi sebaiknya dilakukan melalui proses yang berurutan jika ingin mem- peroleh hasil analisis yang handal. Urutan yang dimaksud adalah, validasi hendaknya dimulai pada perangkat lunak (program perangkat lunak) dan selanjutnya pada pe- rangkat keras untuk menjamin kesesuaian system. System yang bermutu ini digunakan untuk vali- dasi suatu metoda yang dikembang- kan dan akhimya keseluruhan validasi dicapai dengan menetapkan apakah seluruh system telah sesuai dengan yang diharapkan. Perku di- ketahui bahwa setiap urutan/tahap- an adalah kritis untuk kesuksesan proses. Pembahasan kali ini hanya difokuskan pada validasi metoda sehingga pembaca dapat memusat- kan perhatiannya bagaimana metoda pengukuran kimia dapat dikembang- kan dan divalidasi untuk tujuan sesual penggunaannya. PENGEMBANGAN METODA DAN OPTIMISASI 1. Pengembangan Metoda Saat ini pengembangan suatu metoda analisis biasanya didasarkan pada literatur yang ada, dengan menggunakan instrumen yang sama atau mirip. Validasi metoda biasanya juga dianggap sangat erat kaitannya dengan pengembangan metoda, tentu saja sukar menetapkan secara tepatdimana pengembangan metoda berakchir dan validasi metoda mulai dilakukan. Banyak parameter kinerja metoda yang berhubungan dengan validasi metoda, setidak-tidaknya, sebagai bahagian dari pengembang- an metoda. Ada beberapa alasan untuk mengembangkanmetoda- ‘metoda baru antara lain: ~ Ketidakcocokan metoda untuk analit tertentu dalam suatu sampel bermatriks spesifik. - Metoda mutakhir tidak dapat dipercaya akurasi dan presisinya. + Metoda mutakhir terlalu mahal, memakan waktu atau sulit dilakukan. = Metoda mutakhir tidak bisa memberikan kepekaan yang baik atau selektifitas analit yang diinginkan dalam sampel tidak bagus. 2. Optimisasi Untuk memperoleh kelayakan analitik (analitical figure of merit), metoda hendaknya dioptimisasikan menyangkut selektivitas, akurasi, presisi, batas deteksi, limit of quanti- tation, linearitas, dan rentang kerja ‘Ada parameter optimisasi penting Jainaya yang perlu untuk dilakukan (seperti robustness dan ruggedness) tetapi pengukuran dan evaluasi sebaiknya dilakukan dengan validasi metoda daripada dengan optimisasi Bagaimana analis benar-benar tahu bahwa metodabaru telah secara tepat teroptimisasi dan siap untuk applikasikan? Untuk memverifikasi- kan bahwa metoda teroptimisasi secara memuaskan keareh perhitung- an dan identifikasi analit yang tak di- ragukan. Kriteria umum yang dapat dipertimbangkan adalah sebagai berikut 1. Resolusi cukup memadai (kro- matografi dil) 2. Untuk semua sampel, batas deteksi lebih Kecil sekurang kurangnya satu tingkat dari besaran yang dibutuhkan. 3. Plot kalibrasi linier 4, Preparasi sample diminimalkan 5. Interferensi diminimalkan dan teridentifikasi 6. Data yang diperoleh oleh kom- puter dapat dimanipulasi, diter- jemahkan, diinterpretasikan, dicetak, atau disimpan dalam berbagai bentuk. Reproducibility kelayakan ana- litik (analitical figures of merit) ditunjukkan dengan akurasi dan presisi yang dapat diterima. 8. Biaya per analisis diminimalkan Pendekatan-pendekatan Validasi Metoda Ada beberapa pendekatan validasi metoda yang selalu dipakai, di antaranya: metoda zero blind, metoda single-blind, metocta double- lind, studi kolaborasi antar labo- ratorium dan perbandingan metoda. a. Metoda Zero-blind Pendekatan dengan cara zero- blind ini, hanya melibatkan seorang analis yang meng- gunakan metoda dengan sampel pada tingkat analit yang di- ketahui untuk memperlihatkan recovery, akurasi dan presisi Metoda ditujukan pada ke- berpihakan (bias) analis, dan umumnya cepat, sederhana dan bermanfaat. Namun menunjuk- kan hasil yang subjektif dan keraguan pada peninjau atau pengguna (user). Akan tetapi, sebagai perkiraan dan demon- trasi awal dari validasi tentunya memerlukan waktu, tenaga, sampel, dan biaya. Zero-blind studi merupaken suatu cara yang baik untuk memulai proses validasi secara keseluruhan. Jelasnya, jika pendekatan ini gagal maka tidak ada alasan untuk melanjutkan validasi metoda, b, Metoda Single-blind Pendekatan dengan cara ini melibatkan 2 orang analis. Analis yang pertama menyiapkan ‘sampel pada berbagai level yang tidak diketahui kepada analis kedua, yang juga menganalisis No. 15 Tahun XI ~ Agustus 2005 9 sampel tersebut, Hasil-hasilnya dikumpulkan dan dibandingkan dengan analis pertama. Meski- pun pendekatan ini tidak keber- pihakkan (tidak bias) pada awal proses, kekurangannya terletak pada kedua data yang dibanding- kan, Sementara lebih bermanfaat dan bernilai dari pada _metoda zoro-blind. Metoda ini masih mengundang bias(keberpihakan) pada analis pertama yang me- nangani/mengolah kedua kum- pulan data untuk disetujukan. Metoda Double-blind Pendekatan double-blind metoda melibatkan tiga analis. Analis pertama menyiapkan sampel pada level yang diketahui, analis, kedua juga melakukan analisis, dan analis ketiga (atau adminis- trator) membandingkan kedua kumpulan data yang diterima secara terpisah dati kedua analis. Baik analis pertama maupun eda telah mengakses data yang, dihasilkan satu dengan lainnya, Pendekatan ini merupakan pen- dekatan yang lebih objektif dengan mengasumsikan tidak ada bias(keberpihakan) dari analis ketiga Analisis Bahan Acuan Standard (SRMSs) atau Bahan Acuan Ber- sertifikat (CRMs) Analisis standard reference ma~ terials (SRM) /certified reference materials merupakan suatu validasi metoda yang diterima secara umum. Bila menggunakan SRM/CRM, analis mustinya mampu memperlihatkan bahwa metoda tersebut memberikan pengukuzan yang tepat dan akurat untuk analit dalam suata sampel yang bermatriks tertentu. Bias yang berasal dari analis, dapat menjadi masalah, ter- {stimewa bila analis mengetahui jumlah dan level analit yang terkandung dalam SRM/CRM. Jadi hendaknya analis bersang- kutan tidak diberitahukan nilai CRM/SRM. Studi kolaborasi antar laborato- sium Studi kolaborasi antar Iaborato- rium mungkin merupakan pro- sedur yang diterima secara luas untuk memvalidasi suatu me- toda analitik yang baru, tetapi ‘proses ini mempunyai kekurang- an yang cukup serius. Pen- dekatan kolaborasi sangatmahel, memakan waktu, bisa bertahun- tahun dalam prosesnya. Selama proses dilakukan harus me- ningkatkan proses koordinasi, pengiriman sampel, menerima hasil analisis, dianalisis secara statistik dan menginterpretasikan hasil-hasiinya dan kemudian menginterpretasi dan mem- verifikasikan data, Walaupun pendekatan ini tergantung pada operator (menghasilkan varia- bilitas diantara lab), pendekatan ini jarang digunakan bilamana metoda tersebut baru digambar- kan pertama kali dalam literatus. Perbandingan dengan metoda mutakhir Perbandingan dengan metoda analitik yang mutakhir adalah suatu pendekatan validasi lain- nya. Inibiasanya dilakukan oleh seorang analis, tetapi dapat di- lakukan oleh dua analis dengan menggunekan sampel yang ter~ pisah. Pendekatan ini meng- gunakan hasil dari metoda mutakhir sebagai verifikasi untuk hasil-hasil dari metoda baru yang akan dikembangkan/ divalidasi. Kesesuaian diatara hasil merupakan awal validasi. Ketidaksesuaian diantara hasil merupakan penyebab serius kelanjutan acceptability (keber- terimaan) dari metoda baru. Akan tetapi, ketidakcocokan juga bisa mengindikasikan bahwa metoda mutakhir adalah tidak valid, tentunya menghasilkan suatu kasus baru yang perlu dibuktikan. Jika analis dapat membuktikan bahwa metoda mutakhir benar-benar tidak valid, maka anelis harus memulai pendekatan alternatif untuk memwalidasi metoda baru ‘Terminologi, Defenisi dan Tahapan dalam Validasi Validasi metoda memberikan jaminan kepercayaan selama peng- gunaan normal dan kadang-kadang dilukiskan sebagai proses yang memberikan bukti yang terciokumen- tasi bahwa metoda benar-benar siap ‘untuk dipergunakan. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam velidasi metoda seperti ditunjukkan pada Bagan 1. (asec Feat Le La Bagon 1: Tatapan dalam melakukan. Validasi Metoda Tray Farge Batas Deteksi (Limit of Detection = LOD) & Batas terhitung (Limit of Quantitation) Ditetapkan sebagai konsentrasi terendah analit dalam suatu sampel yang dapat terdeteksi, walaupun tidak selalu dikuantifikasi, Metoda visual nonistrumen dapat juga di- tentukan LOD nya seperti misalnya TCL(kromatografi lapis tipis) atau fitrasi. LOD biasanya juga dihitung berdasarkan standard deviasi (6D) respons dan slope (S) dari kurva ka- brasi dengan level pendekatan LOD menurut formula : LOD = 3(S,,/ slope). Standard deviasi respons dapat ditetapkan dari standard deviasiblanko, pada standard deviasi garis regresi atau intercept-y dari garis regresi. Atau juga dapat di- katakan bahwa LOD adalah konsen- trasi terkecil jenis analit yang akan diukur dan diyakini ada didalam sampel dengan 95% batas keper- cayaan. LOD dipengaruhi oleh presisi pengukuran dan dengan besarnya matriks yang terkandung dalam Dlanko. Biasanya dilakukan terhadap blanko 10 kali atau lebih untuk menentukan rata-rata signal blanko (S,) dan standard deviasi (S,) nya. 10 Warta Kimia Analitik Batas respons, adalah signalterkecil yang dipercaya mengandung signal Gari analit:S, = (6,) +35, Kemudian, LOD = (5, - (§,))/m=3 Syl ecvvrserseteseeen sun), m= kepekeaan atau slope dari garis yang liniear. Akan tetapi, dalam penentuan LOD biasanya cukup sulit karena presisi dalam pengukuran agak jelek maka sering kali ditetap- an juga Limit of Quantitation (LOQ) pengukuran. LOQ adalah konsentrasi terkecil dengan suatu presisi yang layak/ pantas diperoleh, Dan LOQ diper- oleh dengan mensubstitusi dengan 10 pada persamaan 1 diatas. Lineritas dan range (rentang kerja) Linearitas adalah kemampuan metoda untuk mendatangkan hasil uji yang secara langsung sebanding dengan konsentrasi analit dalam suatu rentang kerja yang diberikan. Syarat linieritas dapat ditentukan dari koefisien korelasi yang men- dekati = 1. Perhitungan persamaan garis menggunakan : y=bx +a Y = Variabel terukur yakni respons instrumen a = Intercept pada sumbu-y b = Slope Namun apakah suatu korelasi adalah signifikan atau tidak, hendaknya dibuktikan dan akan didiskusikan lebih lanjut pada terbitan berikutnya. Specificity (Selektifitas) Adalah kemampuan suatu me- toda analitik untuk mengukur secara akurat suatu analit dengan adanya interferensi yangbisa diharapkan ada dalam matriks sampel. Selektifitas suatu metoda diuji dengan mem- bandingkan hasil dari sampel yang mengandung pengotor dengan hasil sampel yang tidak mengandung pengotor. Robustness Adalah kemampuan suatu me- toda dalam mempertahankan ke- tidakterpengaruhnya oleh perubahan kecil parameter yang sengaja dilaku- kan. Hal tersebut dapat dievaluasi dengan merubah parameter metoda seperti misalnya perubahan persen- {asi pelarut, nilai pH, molaritas pe- Jarut atau suhu dan menetapkan pengaruhnya (jika ada) pada metoda. Akeurasi dan Presisi Indikator prinsipil dari kualitas data adalah bias dan presisi yang bilamana digabungkan menunjuk- kan akurasinya, "Bias adalah sunt. ukivran dat kesalahan systematik. Kesalahan sistematik (kesalakan yang dapat ditentukan) dapat diprediksi dan biasanya dapat dikoreksi, Ada dua komponen. bias, yang’ pertama di- kibatkan oleh metoda dan lainnya oleh operator laboratorium yang mienggunakan metoda tersebait.” “Presisi merupakan ukuran edekatan diana setiap hasit analisis, adalah relatif sama dengant lainrcya Pengujian presisi dapat dilakukan dengan analisis replikat, dengan analisis yang dilakukan beriiangkali dari suitu stendard yang stabil, atau dengan-analisis penambahan sampel yang felak diketahui Konsentrasinya” Hubungan diantara terminologi ini ditunjukkan dalam Gambar 1 dibawah ini. Dari 4 outcome (hasil) yang mungkin , hanya kondisi bias rendah dan presisi tinggi yang adalah dikatakan akurat, Bias Gamba 1 ‘Akuerasi dan presi pengukuran Jadi akurasi adalah suatu ukuran ketepatan dari suatu metoda analitik, atau kedekatan persetujuan diantara nilai yang terukur dan nilai yang di- terima baik sebagai suatu nilai ke- sepakatan, nilai sebenarya (assigned value/true value) maupun suatu nilai acuan. Tdealnya , akurasi suatu metoda akan ditetapkan dengan membandingkan hasil yang diper- oleh dengan apa yang dipunyai oleh certified reference material standard reference material (CRM/SRM). Akan tetapi CRM tidak selamanya tersedia untuk setiap proses analisis maka percobaan recovery dapat di- Jakukan untuk membuktikan akurasi dari suatu metoda, Presisi adalah suatu ukuran dari derajat keberulangan suatu metoda analitik dibawah pengoperasian nor- mal dan umurnya ditunjukkan se- bagai %RSD. Uji presisi hendaknya dilakukan pada tiga level yang berbeda: repeatability, intermediate precision dan reproducibility. Repeatability merujuk pada hasil dari pengoperasian metoda pada in- terval waktu yang singkat di bawah kondisi yang sama (inter-assay pre- cision). Intermediate precision merujuk pada hasil variasi didalam Labo- ratorium yang diakibatkan oleh ran- dom ertor (tidak dapat diprediksi, dan dikoreksi) seperti misainya per- bedaan periode experiment, analis, peralatan dan seterusnya, namun demikian level ini juga dianggap se- “bagai penetapan reproducibility bila berkerja secara terisolasi, Reproducibility merajuk pada hhasil-hasil studi kolaborasi diantara laboratorium. Dokumentasi dalam mendukung studi presisi akan ter- masuk penetapan deviasi standar (6D), RSD, CV dan batas kepercayaan. Bilamana suata metoda telah teruji menurut apa yang telah digambarkan pada Bagan 1. maka kesesuaian sistim yang diinginkan dalam proses validasi telah ter- laksana. Seluruh pengujian yang telah disebutkan diatas adalah Suatu pembuktian bahwa metoda yang dipakai dalam proses analisis di ‘aboratorium dapat menunjukkan kehandalan penggunaannya (“fitness for purpose”). No. 15 Tahun XI ~ Agustus 2005 it