Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

PERBENGKELAN

KUNJUNGAN KE DINAS PERTANIAN BANJARNEGARA

Oleh:
Utari
NIM A1C015021

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut Maran (2007), bengkel memiliki 2 pengertian yaitu secara luas

dan secara sempit. Dalam artian luas bengkel pertanian memiliki fungsi sebagai

tempat untuk mengembangkan daya cipta manusia sehingga dapat terwujud hasil

karya yang berguna bagi kehidupan manusia. Dalam kegiatan ini dapat berupa

tindakan perancangan atau modifikasi dari suatu hasilrancangan berupa alsintan

yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Sebagai tempat untuk pengujian

alsintan yang akan diterapkan di suatu daerah. Sebagai tempat pendidikan dan

latihan bagi operator, teknisi, masinis dalam bidang pertanian.

Pada usaha tani dengan skala yang lebih besar, pentingnya bengkel semakin

nyata. Alat dimiliki suatu perusahaan pertanian adalah untuk dapat digunakan

dengan semestinya, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Jika alat

mengalami kerusakan maka jadwal kerja akan terganggu, yang pada giliran

selanjutnya akan merugikan secara ekonomi.

Dalam bengkel perlu pengelompokan alat perbengkelan untuk

mempermudah pada saat akan digunakan sehingga perlu didata dan dikelompokan

sesuai dengan fungsi sehingga tidak mempersulit pekerja pada saat akan

digunakan dan juga akan mengefisienkan waktu kerja. Berdasarkan

pertimbangan diatas maka dilakukanlah praktikum Pengenalan Alat dan

Investarisasi Bengkel pertanian .agar dapat mengetahui alat-alat perbengkelan

serta bagaimana keselamatan kerja dalam bengkel.


Pada suatu perusahaan yang banyak menggunakan mesin, adanya bengkel

adalah hal yang penting. Mesin-mesin perlu di rawat secara berkala, sehingga

membutuhkan perkakas perawatan. Mesin-mesin juga mengalami kerusakan

dalam pemakaiannya, sehingga diperlukan perbaikan. Jika mesin tidak dirawat

dengan semestinya, maka umur pemakaian akan berkurang.

B. Tujuan

1. Praktikan dapat mengetahui fungsi dari bengkel pertanian.

2. Praktikan dapat mengetahui fungsi dan tujuan inventarisasi alat dan mesin

pertanian.

3. Praktikan dapat mengetahui fungsi dari alat dan mesin dalam bengkel

pertanian.
II. TINJAUAN PUSTAKA

Manajemen merupakan alat untuk mencapai tujuan dan tujuan itu sendiri

merupakan realisasi dari kebutuhan sehingga secara tidak langsung manajemen

adalah alat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manajemen bengekel adalah alat

untuk mengatur efektivitas dan efisiensi bengkel. Pengelolaan manajemen

bengkel baik diharapkan dapat mengatur dan menggerakkan sumber daya yang

ada untuk mencapai tujuan bengkel tersebut (Daryanto, 2007).

Menurut Daryanto (2007), manajemen bengkel yang baik harus didukung

oleh administrasi yang tertib. Administrasi ini harus mencatat semua sumber daya

yang menjadi aset bengkel. Untuk itu, diperlukan kartu-kartu administrasi sebagai

berikut:

1. Kartu pemakaian bengkel

2. Kartu laporan kerusakan

3. Bon pinjam/ pengembalian alat

4. Daftar alokasi tugas

5. Daftar kondisi peralatan menurut keadaan

6. Buku inventaris alat/ mesin

7. Buku penerimaan barang

8. Buku pengeluaran/ pemakaian bahan

9. Kartu perbaikan peralatan

10. Catatan pengembangan staff


Perbengkelan pertanian sangat membutuhkan pengelompokan alat kerja, hal

ini dilakukukan untuk mendukung semua proses kegiatan secara optimum.

Pengelompokan alat didasarkan pada fungsi dari alat tersebt sehingga para pekerja

bengkel tidak menggunakan alat diluar fungsi (Daniel, 2012).

Menurut Herren dan Elmer (2002), alat bengkel diklasifikasikan dalam

beberapa kelompok yaitu:

1. Layout tools (L) merupakan alat-alat yang digunakan untuk mengukur atau

menandai kayu, logam, atau bahan lainnya.

2. Cutting tools (C) merupakan alat-alat yang digunakan untuk memotong,

memisahkan atau memindahkan material/bahan

3. Boring tools (Br) merupakan alat-alat yang digunakan untuk melubangi atau

mengubah ukuran dan bentuk lubang

4. Driving tools (Dr) merupakan alat-alat yang digunakan untuk memindahkan

alat dan material lain

5. Holding tools (H) merupakan alat-alata yang digunakan untuk menejepit

kayu, logam, plastik dan bahan lain.

6. Turning tools (Tr) merupakan alat-alat yang digunakan untuk memutar

sekrup, palang, baut atau mur.

7. Digging tools (D) merupakan peralatan yang digunakan untuk mengeraskan,

mengendurkan dan membuat rata.

8. Other tools (O) merupakan kelompok peralatan dalam bengkel yang tidak

termasuk ke dalam penggolongan di atas


Peralatan dasar yang dibutuhkan untuk sebuah bengkel antara lain adalah

obeng, palu, tang, kunci pas dan kunci-kunci khusus, catok, bor. Selain itu,

peralatan lain yang tidak kalah pentingnya dalam menyelesaikan pekerjaan di

bengkel adalah meja kerja, papan alat, dan kotak peralatan.

Menurut Tas (2008), untuk bengkel yang lebih lengkap, misalnya yang

digunakan untuk perbaikan alat yang lebih rumit atau untuk produksi, tersedia

mesin perkakas misalnya:

1. Mesin penekuk / melipat lembaran logam.

2. Mesin pembuat alur pada permukaan logam

3. Mesin pembuat roda gigi.

4. Peralatan cor logam

5. Peralatan tempa.

6. Kompresor udara.

7. Mesin pres lembaran logam.

Peralatan dan perlengkapan perbengkelan yang dianjurkan adalah hanya

yang dibutuhkan untuk perawatan dan perbaikan sehari-hari, bukan untuk

pekerjaan besar (overhaul) alsin pertanian. Pekerjaan ringan seperti perbaikan

konstruksi alsin pertanian dapat pula ditangan sendiri oleh bengkel. Suatu bangku

kerja yang diletakan di dekat dinding dan diikat erat dengan baut sangat

dibutuhkan. Almari untuk menyimpan paku, baut, mur, suku cadang juga sangat

diperlukan. Alat-alat perbengkelan ini diperlukan untuk mempermudah seluruh

kegiatan perawatan dan perbaikan alat dan mesin pertanian yang ada di bengkel.
III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Alat tulis

2. Kamera

3. Alat dan inventaris yang digunakan pada saat praktikum

B. Prosedur Kerja

1. Penjelasan dari asisten praktikum dan petugas di Balai Benih Padi Palawija

disimak dan didengarkan.

2. Dilakukan pembagian peralatan bengkel berdasarkan golongannya.

3. Didokumentasikan alat dan mesin yang ada di dalam bengkel pertanian.

4. Membuat inventarisasi alat yang terdapat dalam bengkel.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Tabel 1. Peralatan perbengkelan di UPT Balai Benih Padi dan Palawija


No Nama alat Jumlah Kondisi Klasifikasi
1 Mesin las 3 macam Baik Other tools
2 Gerinda duduk 2 buah Baik Digging tools
3 Gerinda pemotong 2 buah Baik Cutting tools
4 Bor duduk 1 buah Baik Boring tools
5 Cutter 1 buah Cukup baik Cutting tools
6 Bor tangan 1 buah Baik Boring tools
7 Kunci sok 4 set Baik Turning tools
8 Kunci sok listrik 4 buah Baik Turning tools
9 Kunci sok angin 1 buah Baik Turning tools
10 Chain saw 1 buah Baik Cutting tools
11 Crane catrol 1 set Baik Driving tools
12 Genset 1 set Baik Other tools
13 Kunci pipa 5 buah Baik Digging tools
14 Gergaji besi 4 buah Baik Cutting tools
15 Tang buaya 2 buah Baik Holding tools
16 Palu 6 buah Baik Digging tools
17 Kunci pas 4 set Baik Turning tools
18 Tang kawat 2 buah Baik Holding tools
19 Pressure gauge 1 buah Baik Other tools
20 Gagang kompresor 1 buah Baik Other tools
21 Mesin kompresor 1 buah Baik Other tools
22 Lampu 1 buah Baik Other tools
23 Voltmeter 1 buah Baik Other tools
24 Pemotong kabel 2 buah Baik Cutting tools
25 Kunci inggris 10 buah Baik Turning tools
26 Cutter pembersih 1 buah Baik Cutting tools
27 Tracker besar 2 buah Baik Turning tools
28 Tracker kecil 2 buah Baik Turning tools
29 Pelindung mata 4 buah Baik Other tools
30 Mesin laser dan blower 2 buah Cukup baik Other tools
31 Dongkrak manual 1 buah Baik Driving tools
32 Kunci L 4 set Baik Turning tools
33 Multimeter 2 set Baik Other tools
34 Jangka sorong 2 buah Baik Layout tools
35 Mata obeng 2 buah Baik Turning tools
36 Masker 2 buah Baik Other tools
37 Slang kompresor 10 buah Baik Other tools
38 Slang kompresor roll 1 buah Baik Other tools

B. Pembahasan

UPT Balai Benih Padi dan Palawija yang terletak di Kecamatan

Purwanegara Kabupaten Banjarnegara ini memiliki alat dan mesin pertanian yang

cukup lengkap. Alat dan mesin pertanian tersebut merupakan hibah dari Korea

Selatan yang kemudian dikelola oleh Dinas Pertanian Banjarnegara. Alat dan

mesin pertanian tersebut berupa power mower, cultivator, transplanter, traktor,

power sprayer, dan combine harvester. Selain berupa alat dan mesin pertanian,

hibah juga berupa alat-alat perbengkelan mulai dari cutting tools, layout tools,

boring tools, driving tools, holding tools, turning tools, digging tools, dan other

tools. Peralatan bengkel tersebut digunakan untuk memperbaiki alat dan mesin

pertanian yang perlu diperbaiki.

Bengkel adalah tempat di mana seorang mekanik melakukan pekerjaan

melayani jasa perbaikan dan perawatan mesin-mesin mekanik lainnya. Pengertian

bengkel secara umum tempat (bangunan atau ruangan) untuk perawatan/

pemeliharaan, perbaikan, modifikasi alat dan mesin (alsin), tempat pembuatan

bagian mesin dan perakitan alsin. Sedangkan Bengkel pertanian merupakan

tempat untuk melakukan pembuatan, perbaikan, penyimpanan dan perawatan

berbagai alat mesin pertanian.

Berdasarkan fungsinya, bengkel dibagi 3 macam yaitu:


1. Bengkel kecil dan sederhana (Small scale)

Jenis bengkel ini biasanya hanya digunakan untuk melakukan

perawatan pada mesin pertanian dan peralatan yang sederhana.

2. Bengkel menengah (Medium scale)

Jenis bengkel ini, selain sebagai tempat perawatan mesin dan alat,

biasanya digunakan untuk lapangan atau field-workshop yaitu sebagai pusat

perawatan bagi distributor alat mesin pertanian untuk mendukung pelayanan

penjualan.

3. Bengkel ukuran Besar (Large scale)

Jenis bengkel ini bersifat tetap atau permanen yaitu memiliki fasilitas-

fasilitas seperti yang ada pada pabrik produksi skala besar. Fungsi dari

bengkel ini sebagai base workshop dengan ukuran yang lebih besar daripada

bengkel medium scale, untuk menangani pekerjaan bongkaran atau bongkar

pasang, memperbaiki dan mengganti suku cadang, untuk membuat beberapa

bagian mesin dan alat pertanian yang rusak.

Berdasarkan fungsinya bengkel di UPT Balai Benih Padi dan Palawija

Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara ini, termasuk bengkel

menengah (medium scale). Karena selain sebagai tempat perawatan mesin dan

alat, biasanya digunakan untuk lapangan atau field-workshop yaitu sebagai pusat

perawatan bagi alat mesin pertanian para petani di wilayah Banjarnegara. Selain

itu bengkel ini juga digunakan untuk sarana pendidikan khususnya tentang

perbengkelan dan alat mesin pertanian.


UPT Balai Benih Padi dan Palawija Kec. Purwanegara Kab. Banjarnegara

memiliki beberapa kelebihan diantaranya:

1. Peralatan perbengkelan yang ada lengkap.

2. Peralatan bengkel yang ada dalam kondisi baik.

3. Saat terjadi kerusakan yang cukup parah, maka bisa mendatangkan mekanik

dari Korea Selatan.

4. Inventarisasi alat-alat perbengkelan cukup baik dan tertata.

Sedangkan kekurangan dari bengkel UPT Balai Benih Padi dan Palawija

Kec. Purwanegara Kab. Banjarnegara diantaranya:

1. Kurangnya sumber daya manusia yang bisa menjadi mekanik di bengkel

tersebut.

2. Penataan alat-alat perbengkelan kurang tertata dengan rapi dan belum

dikelompokkan berdasarkan fungsinya.

3. Beberapa alat dan mesin pertanian tidak berfungsi dengan baik di lahan

Banjarnegara khususnya sehingga membutuhkan modifikasi.

Peralatan bengkel di UPT Balai Benih Padi dan Palawija Kecamatan

Purwanegara Kabupaten Banjarnegara sudah baik dan memenuhi untuk

persyaratan bengkel yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari peralatan dan

perlengkapan yang ada. Dimana peralatan yang tersedia sudah cukup lengkap

mualai dari cutting tools, layout tools, boring tools, driving tools, holding tools,

turning tools, digging tools, dan other tools. Hanya sumber daya manusianya saja

yang kurang memenuhi syarat terutama dari segi kuantitas.

Pada saat pelaksanaan praktikum, beberapa kendala yang dialami yaitu:


1. Keberangkatan ke UPT Balai Benih Padi dan Palawija tidak tepat waktu

akibat beberapa praktikan terlambat.

2. Waktu yang disediakan di bengkel pertanian terlalu singkat.

3. Beberapa praktikan kurang kondusif saat ada penjelasan dari petugas di UPT

Balai Benih Padi dan Palawija.

4. Penjelasan dari petugas di UPT Balai Benih Padi dan Palawija kurang

terdengar dengan jelas karena banyaknya praktikan.


V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Fungsi dari bengkel pertanian yaitu tempat untuk melakukan pembuatan,

perbaikan, penyimpanan dan perawatan berbagai alat mesin pertanian.

2. Fungsi dan tujuan inventarisasi alat dan mesin pertanian yaitu mencatat

semua sumber daya yang menjadi aset bengkel dengan tujuan managemen

bengkel agar efektivitas dan efisiensi bengkel dapat diatur.

3. Fungsi dari alat dan mesin dalam bengkel pertanian dibagi menjadi beberapa

kelompok yaitu cutting tools, layout tools, boring tools, driving tools, holding

tools, turning tools, digging tools, dan other tools.

B. Saran

1. Persediaan waktu saat kunjungan ke Dinas Pertanian Banjarnegara lebih

dimaksimalkan.

2. Keberangkatan ke tempat kunjungan dapat berlangsung tepat waktu.

3. Praktikan agar lebih kondusif saat ada penjelasan dari petugas maupun asisten

praktikum.
DAFTAR PUSTAKA

Daniel. 2012. Buku Ajar: Mata Kuliah Perbengkelan Pertanian. Universitas


Hasanudin.

Daryanto. 1987. Mesin Perkakas Bengkel. PT Rineka Cipta: Jakarta.

Daryanto. 2003. Alat Pengikat Pada Elemen Mesin. PT Rineka Cipta: Jakarta.

Daryanto. 2007. Managemen Bengkel. PT Rineka Cipta: Jakarta.

Dosen Pengampu dan Tim Asisten. 2017. Pedoman Praktikum Perbengkelan.


Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Herren dan elmer. 2002. Agricultural Mechanics: Fundamentals and Aplication


4th Edition. University of Georgia: Georgia.

Tas. 2008. Pengantar Kuliah Perbengkelan.


Http://syairpuisiku.wordpress.com/2008/10/30/pengantarkuliahperbengkela
n-pertanian/. Diakses pada Jumat, 16 Juni 2017.