Anda di halaman 1dari 10

MAKNA DARI STANDAR AUDIT DAN AKUTANSI GLOBAL

Gerakan harmonisasi akuntansi didorong oleh beragamnya perbedaaan utama dalam


persyaratan dan pembuatan laporan keuangan di seluruh dunia, serta meningkatnya kebutuhan
pengguna laporan keuangan untuk membandingkan informasi dari perusahaan-perusahaan di dunia.
Harmonisasi merupakan proses untuk menigkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik
akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-prkatik tersebut dapat beragam.
Standar harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan komparabilitas (daya
banding) informasi keuangan yang berasal dari berbagai negara. Upaya untuk melakukan harmonisasi
standar akuntansi telah dimulai jauh sebelum pembentukan Komite Standar Akuntansi Internasional
pada tahun 1973. Harmonisasi akuntansi internasional merupakan salah satu isu terpenting yang
dihadapi oleh pembuat standar akuntansi, badan pengatur pasar modal, bursa efek, dan mereka yang
menyusun atau menggunakan laporan keuangan.
Standar yang terharmonisasi bersifat kompatibel, sehingga tidak mengandung pertentangan.
Harmonisasi dan konvergensi berkaitan erat, meskipun harmonisasi secara umum bermakna
penghapusan perbedaan antara berbagai standar yang sudah ada, sementara konvergensi bisa
mencakup pembuatan standar baru yang belum tercantum dalam standar yang sudah ada. Konvergensi
dan harmonisasi tidak berarti bahwa standar nasional digantikan oleh standar internasional karena
keduanya dapat hidup berdampingan.
Harmonisasi akuntansi mencakup konvergensi :
1. Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapan)
2. Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan publik terkait dengan penawaran
surat berharga dan pencatatan pada bursa efek
3. Standar audit
Keuntungan Harmonisasi Internasional
Sebuah tulisan terbaru juga mendukung adanya suatu GAAP global yang terharmonisasi.
Beberapa manfaat yang disebutkan antara lain:
1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa
hambatan. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di
seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
2. Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik; portofolio akan lebih beragam
dan risiko keuangan berkurang.
3. Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam
bidang merger dan akuisisi.
4. Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard pat disebarkan dalam
mengembangkan standar global yang berkualitas tertinggi.
SURVEI KONVERGENSI INTERNASIONAL
Manfaat Konvergensi Internasional
Menurut Donald T. Nicolaisen, mantan kepala akuntan Komisi Sekuritas Dan Bursa AS
1. Dengan memiliki standar berkualitas tinggi dalam akuntansi, audit, dan pengungkapan, maka
akan menguntungkan investor serta akan mengurangi biaya akses masuk pasar modal di
seluruh dunia. Atau dengan kata lain Standar laporan keuangan berkualitas tinggi yang
digunakan secara konsisten di seluruh dunia dapat meningkatkan efisiensI
2. Dengan memiliki dan menggenggam susunan standar akuntansi bersama yang berkualitas
tinggi, seorang investor akan memiliki pemahaman dan kepercayaan yang lebih.
3. Laporan keuangan yang disusun dengan mengacu pada standar akuntansi bersama akan dapat
lebih membantu investor dalam memahami peluang investasi.
4. Dengan menggunakan seperangkat standar akuntansi bersama, maka biaya untuk penerbitan
efek akan menjadi lebih rendah dan penggunaan sumber daya untuk penulisan standar
kemungkinan besar dapat dioptimalkan.

Menurut GAAP keuntungan konvergesi internasional antara lain :


1. Meningkatkan efisiensi dalam alokasi modal, karena biaya modal akan dikurangi.
2. Para investor dapat mengambil keputusan lebih baik dalam berinvestasi. Portofolio lebih
bermacam-macam dan risiko keuangan dapat dikurangi. Transparansi dan persaingan di pasar
global akan lebih terjaga.
3. Perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan strategi dalam mengambil keputusan mengenai
merger dan akuisisi area usaha.
4. Pengetahuan dan keahlian akuntansi daoat ditransfer tanpa batasan ke seluruh dunia.
5. Ide-ide terbaik muncul dari aktivitas berstandar nasional dapat ditonjolkan dalam
mengembangkan standar global dengan kualitas terbaik.
Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama
Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi yang mungkin digunakan untuk mengatasi
permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas:
1. Rekonsiliasi;
Melalui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun laporan keuangan dengan
menggunakan standar akuntansi negara asal, tetapi harus menyediakan rekonsiliasi antara
ukuran-ukuran akuntansi yang penting (seperti laba bersih dan ekuitas pemegang saham) di
negara asal dan di negara dimana laporan keuangan dilaporkan.
2. Pengakuan bersama (yang juga disebut sebagai imbal balik/ resiprositas);
Pengakuan bersama terjadi apabila pihak regulator di luar negara asal menerima laporan
keuangan perusahaan asing yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.
Kritik terhadap Standar International
1. Para kritikus ragu jika standar international dapat cukup fleksibel untuk mengatasi perbedaan-
perbedaan latar belakang, tradisi dan lingkungan ekonomi di setiap negara.
2. Anggapan bahwa ketika institusi keuangan international dan pasar international bersikeras
menggunakan standar internasional, hanya firma-firma akuntansi internasional luaslah yang
akan mampu memenuhi tuntutannya.
3. Muncul ketakutan bahwa penggunaan standar internasional akan menciptakan standar
overload.
4. Kritikus bersikeras bahwa standar internasional tidaklah cocok untuk perusahaan-perusahaan
kecil dan menengah, terutama perusahaan yang tidak terdaftar akuntabilitas publik.
Evaluasi
Keberhasilan usaha-usaha konvergensi terbaru yang dilakukan oleh organisasi-organisasi
international dapat menjadi ciri bahwa konvergensi terjadi sebagai respons alami terhadap tuntutan
ekonomi.
Perdebatan mengenai harmonisasi mungkin tidak akan pernah terselesaikan dengan penuh.
Beberapa argumen yang menentang harmonisasi mengandung sejumlah kebenaran. Namun demikian,
semakin banyak bukti menunjukkan bahwa tujuan harmonisasi internasional akuntansi,
pengungkapan, dan audit telah diterima begitu luas sehingga tren yang mengarah pada harmonisasi
internasional akan berlanjut atau bahkan semakin cepat. Sejumlah besar perusahaan secara sukarela
mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (Internasional Financial Reporting Standards-
IFRS). Banyak negara telah mengadopsi IFRS secara keseluruhan, menggunakan IFRS sebagai
standar nasional atau mengizinkan penerapan IFRS. Perbedaan nasional dalam faktor-faktor dasar
yang menyebabkan perbedaan dalam akuntansi, pengungkapan, dan praktik audit semakin sempit
karena pasar modal dan produk semakin internasional.

BEBERAPA PERISTIWA PENTING DALAM SEJARAH PENYUSUNAN STANDAR


AKUNTANSI INTERNATIONAL
Berikut beberapa peristiwa penting dalam sejarah penyusunan standar akuntansi internasional,
yang dimana terjadi pada tahun :
1973-IASC didirikan.
1977-IFAC didirikan.
2001-IFRS diterbitkan oleh IASC.
Kritik Atas Standar Internasional (IASC)
Internasionalisasi standar akuntansi juga menuai kritik. Pada awal tahun 1971 (sebelum
pembentukan IASC), beberapa pihak mengatakan bahwa penentuan standar internasional merupakan
solusi yang terlalu sederhana atas masalah yang rumit. Dinyatakan pula bahwa akuntansi, sebagai
ilmu sosial, telah memiliki flesibilitas yang terbangun dengan sendiri di dalamnya dan kemampuan
untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang sangat berbeda merupakan salah satu nilai terpenting
yang dimilikinya. Pada saat standar internasional diragukan dapat menjadi fleksibel untuk mengatasi
perbedaan-perbedaan dalam latar belakang, tradisi, dan lingkungan ekonomi nasional, maka beberapa
orang berpendapat bahwa hal ini akan menjadi sebuah tantangan yang secara politik tidak dapat
diterima terhadap kedaulatan nasional.
Lebih jauh lagi, ditakutkan bahwa adopsi standar internasional akan menimbulkan standar
yang berlebihan. Perusahaan harus merespon terhadap susunan tekanan nasional, politik, social, dan
ekonomi yang semakin meningat dan semakin dibuat untuk memenuhi ketentuan internasional
tambahan yang rumit dan berbiaya besar.
Penerapan Standar Internasional
Standar akuntansi internasional digunakan sebagai hasil dari :
1. Perjanjian internasional atau politis
2. Kepatuhan secara sukarela (atau yang didorong secara professional)
3. Keputusan oleh badan pembuat standar akuntansi internasional
Berikut ini tahapan tahun-tahun ketika perusahaan-perusahaan yang memberikan reaksi pada
tekanan nasional, sosial, politik, dan ekonomi yang terus berkembang akan sulit memenuhi tuntutan-
tuntutan internasional yang rumit dan memakan biaya, yang dimana terjadi pada tahun-tahun :
a. 1959- Jacob Kraayenhof, mitra pendiri sebuah firma akuntan independen Eropa yang utama,
mendorong agar usaha pembuatan standar akuntansi internasional dimulai.
b. 1961- Group dEtudes, yang terdiri dari akuntan professional yang berpraktik, didirikan di
Eropa untuk memberikan nasihat kepada pihak berwenang Uni Eropa dalam masalah-masalah
yang menyangkut akuntansi.
c. 1966- Kelompok Studi Internasional Akuntan didirikan oleh institute professional di Kanada,
Inggris, dan Amerika Serikat.
d. 1973- Komite Standar Akuntansi Internasional (Internasional Accounting Standard
Committee-IASC) didirikan.
e. 1976- Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic
Coorporation and Development-OECD) mengeluarkan Deklarasi Investasi dalam Perusahaan
Multinasional yang berisi panduan untuk Pengungkapan Informasi.
f. 1977- Federasi Internasional Akuntan (International Federation of Accounting-IFAC)
didirikan.
g. 1977- Kelompok Para Ahli yang ditunjuk oleh Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan
Bangsa-bangsa mengeluarkan laporan yang terdiri dari empat bagian mengenai Standar
Internasional Akuntansi dan Pelaporan bagi Perusahaan Transnasional.
h. 1978- Komisi Masyarakat ropa mengeluarkan Direktif Keempat sebagai langkah pertama
menuju harmonisasi akuntansi Eropa.
i. 1981- IASC mendirikan kelompok konsultatif yang terdiri dari organisasi nonanggota untuk
memperluas masukan-masukan dalam pembuatan standar internasional.
j. 1984- Bursa Efek London menyatakan bahwa pihaknya berharap agar perusahaan-perusahaan
yang mencatatkan sahamnya tetapi tidak didirikan di Inggris atau Irlandia menyesuaikan
dengan standar akuntansi internasional.
k. 1987- Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO) menyatakan dalam konferensi
tahunannya untuk mendorong penggunaan standar yang umum dalam praktik akuntansi dan
audit.
l. 1989- IASC mengeluarkan Draf Eksposure 32 mengenai perbandingan laporan keuangan.
Kerangka Dasar untuk Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan diterbitkan aoleh IASC.
m. 1995- Dewan IASC dan Komisi Teknis IOSCO menyetujui suatu rencana kerja yang
penyelesaiannya kemudian berhasil mengeluarkan IAS yang membentuk satu kelompok inti
standar yang komprehensif. Keberhasilan dalam penyelesaian standar-standar ini
menmungkinkan Komisi Teknis IOSCO untuk merekomendasikan pengesahan IAS dalam
pengumpulan Modal lintas batas dan keperluan pencatatan saham di seluruh pasar global.
n. 1995- Komisi Eropa mengadopsi sebuah pendekatan daru dalam harmonisasi akuntansi yang
akan memungkinkan penggunaan IAS oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan
pencatatan saham dalam pasar modal internasional.
o. 1996- Komisi Pasar Modal AS (SEC) mengumumkan bahwa pihaknya mendukung tujuan
IASC untuk mengembangkan, secepat mungkin, standar akuntansi yang dapat digunakan
untuk menyusun laporan keuangan yang dapat digunakan dalam penawaran surat berharga
lintas batas.
p. 1998- IOSCO menerbitkan laporan Standar Pengungkapan Internasional untuk Penawaran
Lintas Batas dan Pencatatan Saham Perdana bagi Emiten Asing.
q. 1999- Forum Internasional untuk Pengembangan Akuntansi (International Forum on
Accountancy Development-IFDA) bertemu untuk pertama kalinya pada bulan Juni.
r. 2000- IOSCO menerima, secara keseluruhan, seluruh 40 standar inti yang disusun oleh IASC
sebagai jawaban atas daftar keinginan IOSCO tahun 1993.
s. 2001- Komisi Eropa mengusulkan sebuah aturan yang akan mewajibkan seluruh perusahaan
EU yang tercatat sahamnya pada suatu pasar yang diregulasi untuk menyusun akun-akun
konsolidasi sesuai dengan IAS selambatnya tahun 2005.
t. 2001- Badan Standar Akuntansi Internasional (Internastiaonal Accounting Standars Board-
IASB) menggantikan IASC dan mengambil alih tanggung jawabnya per tanggal 1
April. Standar IASB disebut sebagai Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) dan
termasuk didalamnya IAS yang dikeluarkan oleh IASC.
u. 2002- Parlemen Eropa menyetujui proposal Komisi Eropa bahwa secara nyata seluruh
perusahaan EU yang tercatat sahamnya harus mengikuti standar IASB dimulai selambat-
lambatnya tahun 2005 dalam laporan keuangan konsolidasi. Negara-negara anggota dapat
memperluas ketentuan ini terhadap laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang tidak
melakukan pencatatan saham dan perusahaan secara individu. Dewan Eropa kemudian
mengadopsi aturan yang memungkinkan hal ini tercapai.
v. 2002- IASB dan FASB menandatangani Perjanjian Norwalk yang berisi komitmen bersama
terhadap konvergensi standar akuntansi internasional dan AS.
w. 2003- Dewan Eropa menyetujui Direktif EU Keempat dan Ketujuh yang diamandemen, yang
menghapuskan ketidakkonsistenan antara direktif lama dengan IFRS.
x. 2003- IASB menerbitkan IFRS 1 dan revisi terhadap 15 IAS.

IKHTISAR ORGANISASI BESAR INTERNATIONAL YANG MENDUKUNG


KONVERGENSI AKUNTANSI
Enam organisasi yang menentukan standar akuntansi international dan memajukan penyelarasan
akuntansi international, yaitu:
1. International Accounting Standards Board (IASB) atau Badan Standar Akuntansi
International.
2. Commision of the European Union (EU) atau Komisi Uni Eropa.
3. International Organization of Securities Commissions (IOSCO) atau Organisasi Internasional
Komisi Pasar Modal.
4. International Federation of Accountants (IFAC) atau Federasi Internasional Akuntan.
5. United Nations Intergovernmental Working Group of Experts on Standards of Accounting and
Reporting (ISAR) atau Kelompok Kerja Ahli Antarpemerintah Perserikatan Bangsa-bangsa
atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (International Standars of Accounting and
Reporting ISAR), bagian dari Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa dalam Perdagangan
dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development UNCTAD).
6. Organization for Economic Cooperation and Development Working Group on Accounting
Standards (OECD Working Group) atau Kelompok Kerja dalam Standar Akuntansi
Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi.

INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARDS BOARD (IASB)


International Accounting Standards Board (IASB) adalah Badan penetapan standar
independen untuk sektor pribadi, IASB menjadi wakil dari organisasi yang ada di sekitar 100 negara
dan menjadi pengarah dalam menentukan standar akuntansi internasional.
Tujuan dari IASB adalah :
1. Mengembangkan untuk kepentingan publik, seperangkat standar akuntansi yang berkualitas
tinggi, mudah dimengerti, tidak sulit dilaksanakan, dan dapat diterapkan yang mewajibkan
informasi yang berkualitas tinggi yang menuntut informasi berkualitas tinggi, transparansi
dan sebanding atau dapat dibandingkan dengan laporan keuangan dan kondisi keuangan
lainnya. Gunamembantu perusahaan di pasar modal dunia dalam membuat keputusan bisnis.
2. Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar tersebut yang ketat.
Memajukan penggunaan dan penerapan yang tepat dari standar-standar yang dibuat. Dimana
Untuk membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan Standar Akuntansi Internasional
dan Pelaporan Keuangan Internasional kea rah solusi berkualitas tinggi.
3. Memperhatikan kebutuhan khusus perusahaan kecil menengah dan perkembangan ekonomi
guna memenuhi tujuan nomor (1) dan (2).
4. Meningkatkan kualitas konvergensi standar akuntansi di setiap negara serta Standar
Akuntansi International (SAI) dan Standar Pelaporan Keuangan International (SPKI).
Struktur IASB yang baru :
a. Dewan Pengawas atau dapat juga dikenal sebagai Badan wali;
b. Badan Pengurus atau Dewan IASB;
c. Dewan Penasihat Standar; dan
d. IFRIC atau Komite interpretasi pelaporan keuangan internasional.

UNI EROPA (UE)


Uni Eropa didirikan tahun 1975 dan merupakan hasil dari Pakta Roma, dengan tujuan
menyelaraskan system hokum dan system ekonomi Negara-negara anggotanya. Uni Eropa kini
beranggotakan 27 negara yang diantaranya Australia, Belanda, Belgia, Bulgaria, Cyprus, Denmark,
Estonia, Finlandia, Hongaria, Inggris, Irlandia, Italia, Jerman, Latvia, Lituania, Luksemburg, Malta,
Perancis, Polandia, Portugis, Rep. Ceko, Rumania, Slowakia, Spanyol, Swedia dan Yunani. Berbeda
debngan IASB, yang dimana tidak memiliki kewenangan untuk mengharuskan penerapan standar
akuntansinya, Komisi Eropa (EC, yang merupakan badan pengantur Uni Eropa) memiliki kekuasaan
penuh untuk menerapkan instruksi akuntansinya ke seluruh Negara yang menjadi anggotanya.
Tujuan
Salah satu tujuan EU adalah untuk mencapai integrasi atau penggabungan pasar keuangan
eropa. Untuk tujuan ini, EC telah memperkenalkan direktif dan mengambil langkah inisiatif yang
sangat besar untuk mencapai pasar tunggal dengan menginstruksikan dan memprakarsai:
1. meningkatkan modal untuk basis UE
2. menetapkan kerangka hukum bersama dalam pasar sekuritas dan derevatif
3. mencapai satu susunan standar akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar.
Pedoman UE yang terpenting dilihat dari sejarah dan isinya
1. Pedoman ke-4 (1978), berlaku pada akun perusahaan individu dan berisi aturan untuk laporan
keuangan, prasyarat pengungkapan, dan peraturan valuasi.
2. Pedoman ke-7 (1983), membahas masalah laporan keuangan konsolidasi.
3. Pedoman ke-8 (1984), menerapkan kualifikasi minimum bagi auditor.
Perubahan modal dalam tingkat EU
Membuat kerangka dasar hokum umum untuk pasar surat berharga dan derivatif yang
terintegrasi. Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang
sahamnya tercatat.

INTERNATIONAL ORGANIZATION OF SECURITIES COMMISSIONS (IOSCO)


International Organization of Securities Commissions-IOSCO adalah Organisasi
Internasional Komisi Pasar Modal, yang dimana dapat disebut juga (International Organization of
Securities Commissions-IOSCO). IOSCO beranggotakan sejumlah badan regulator pasar modal yang
ada di lebih dari 100 negara. Menurut bagian pembukaan anggaran IOSCO :
1. Otoritas pasar modal memutuskan untuk bekerja bersama-sama dalam memastikan
pengaturan pasar yang lebih baik, baik pada tingkat domestic maupun internasional, untuk
mempertahankan pasar yang adil, efisien dan sehat:
2. Saling menukarkan informasi berdasarkan pengalaman masing-masing untuk mendorong
perkembangan pasar domestik.
3. Menyatukan upaya-upaya untuk membuat standar dan pengawasan efektif terhadap transaksi
surat berharga internasional.
4. Memberikan bantuan secara bersama-sama untuk memastikan integritas pasar melalui
penerapan standar yang ketat dan penegakkan yang efektif terhadap pelanggaran.
Otoritas pasar modal memutuskan untuk bekerja bersama-sama dalam memastikan
pengaturan pasar yang lebih baik, baik pada tingkat domestik maupun internasional, untuk
mempertahankan pasar yang adil, efisien dan sehat:
Saling menukarkan informasi berdasarkan pengalaman masing-masing untuk mendorong
perkembangan pasar domestic.
Menyatukan upaya-upaya untuk membuat standard an pengawasan efektif terhadap transaksi
surat berharga internasional.
Memberikan bantuan secara bersama-sama untuk memastikan integritas pasar melalui
penerapan standar yang ketat dan penegakkan yang efektif terhadap pelanggaran.
IOSCO telah bekerja secara ekstensif dalam pengungkapan internasional dan standar
akuntansi memfasilitasi kemampuan perusahaan memperoleh modal secara efisien melalui pasar
global surat berharga. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi proses yang dapat digunakan para
penerbit saham kelas dunia untuk memperoleh modal dengan cara yang paling efektif dan efisien pada
seluruh pasar modal yang terdapat permintaan investor. Komite ini bekerja sama dengan IASB, antara
lain dengan memberikan masukan terhadap proyek-proyek IASB.

Tujuan dari IOSCO adalah:


1. Bekerja sama bersama untuk memajukan peraturan standar tinggi agar dapat memelihara
pasar yang adil , efisien, dan baik.
2. Bertukar informasi tentang pengalaman setiap negara guna memajukan perkembangan pasar
domestic.
3. Menyatukan usaha setiap negara untuk membuat standard an pengawasan yang tepat terhadap
transaksi sekuritas di setiap negara.

INTERNATIONAL FEDERATION OF ACCOUNTANTS (IFAC)


IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang memiliki 159 organisasi anggota di 118
negara, yang mewakili lebih dari 2,5 juta orang akuntan. Didirikan tahun 1977, dimana misinya
adalah untuk mendukung perkembangan profesi akuntansi dengan harmonisasi standar sehingga
akuntan dapat memberikan jasa berkualitas tinggi secara konsisten demi kepentingan umum.
Majelis IFAC, yang bertemu setiap 2.5 tahun, memiliki seorang perwakilan dari setiap
organisasi anggota IFAC. Majelis ini memiliki suatu dewan, yang terdiri dari para individu yang
berasal dari 18 negara yang dipilih untuk masa 2.5 tahun. Dewan ini, yang bertemu 2 kali setiap
tahunnya, menetapkan kebijakan IFAC dan mengawasi operasinya. Administrasi harian dilakukan
oleh Sekretariat IFAC yang berlokasi di New York, yang memiliki staf professional akuntansi dari
seluruh dunia.
Misi IFAC adalah Memperkuat profesi akuntansi di seluruh dunia dan memberikan peran
terhadap perkembangan ekonomi internasional yang kuat dengan mendirikan dan memajukan
kesetiaan terhadap standar profesional berkualitas tinggi, memperluas konvergensi internasional, dan
berbicara mengenai masalah kepentingan publik di mana keahlian profesi tersebut agarlebih relevan.

KELOMPOK KERJA ANTAR PEMERINTAH PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA


UNTUK PAKAR DALAM STANDAR INTERNASIONAL AKUNTANSI DAN PELAPORAN
(International Standards of Accounting and Reporting (ISAR))
ISAR dibentuk pada tahun 1982 dan merupakan satu-satunya kelompok kerja antar
pemerintah yang membahas akuntansi dan audit pada tingkat perusahaan. Mandat khususnya adalah
untuk mendorong harmonisasi standar akuntansi nasional bagi perusahaan. ISAR mewujudkan
mandat tersebut melalui pembahasan dan pengesahan praktik terbaik, termasuk yang
direkomendasikan oleh IASB. ISAR merupakan pendukung awal atas pelaporan lingkungan hidup
dan sejumlah inisiatif terbaru berpusat pada tata kelola perusahaan dan akuntansi untuk perusahaan
berukuran kecil dan menengah.
Dengan cita-cita: memajukan transparansi, reliabilitas, dan keterbandingan akuntansi dan
pelaporan badan hukum. begitu pun untuk meningkatkan pengungkapan pada penguasaan badan
hukum oleh perusahaan-perusahaan di negara berkembang dan negara yang sedang mengalami
transisi ekonomi.
Tujuan
1. Memajukan transparansi, reabilita, dan keterbandingan akuntansi dan pelaporan badan hukum
2. Meningkatkan pengungkapan pada penguasaan badan hukum oleh perusahaan-perusahaan di
negara berkembang dan negara yang sedang mengalami transisi ekonomi.

ORGANIZATION for ECONOMIC COOPERATION and DEVELOPMENT (OECD)


Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) merupakan organisasi
internasional untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan, yang terdiri atas 30 negara perekonomian
pasar (sebagian besar negara industri). Badan pengurus OECD bernama Dewan OECD dan memiliki
jaringan sekitar 200 komite dan kelompok pekerja.
OECD merupakan organisasi internasional negara-negara industri maju yang berorientasi
ekonomi pasar. Dengan keanggotaan yang terdiri dari Negara-negara industri maju yang lebih besar,
OECD sering menjadi lawan yang tangguh terhadap badan-badan lain (seperti PBB atau Konfederasi
Internasional Persatuan Perdagangan Bebas) yang memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan
yang bertentangan dengan kepentingan anggota-anggotanya.
Kegiatan
1. Memajukan pengaturan yang baik di sektor negara maupun swasta
2. Menjadi penyeimbang bagi badan lain yang telah membangun kecenderungan untuk
melakukan tindakan kontradiktif dengan keinginan anggotanya.