Anda di halaman 1dari 21

D

Daftar I
Jumlah Jalur Berdasarkan Lebar Perkerasan
Lebar Perkerasan (L) Jumlah Jalur (n)
L < 5,50 m 1 Jalur
5,50 m < L < 8,25 m 2 Jalur
8,25 m < L < 11,25 m 3 Jalur
11,25 m < L < 15,00 m 4 Jalur
15,00 m < L < 18,75 m 5 Jalur
18,75 m < L < 22,00 m 6 Jalur

Daftar II
Koeffisien Distribusi Kendaraan (C)
Kendaraan Ringan *) Kendaraan Berat **)
Jumlah Jalur
1 arah 2 arah 1 arah 2 arah
1 jalur 1.00 1.00 1.00 1.00
2 jalur 0.60 0.50 0.70 0.50
3 jalur 0.40 0.40 0.50 0.475
4 jalur - 0.30 - 0.45
5 jalur - 0.25 - 0.425
6 jalur - 0.20 - 0.40 KO
*) Berat total < 5 ton, misalnya : Mobil penumpang; Pick up; Mobil hantaran.
**) Berat total > 5 ton, misalnya : Bus; Truck; Traktor; Semi trailler; Trailler.
Cata tan :H ubu
ke se
Daftar III
Angka Ekivalen (E) Beban Sumbu Kendaraan
Beban Sumbu Angka Ekivalen (E)
Kg Lb Sumbu Tunggal Sumbu Ganda

1000 2205 0.0002 -

2000 4409 0.0036 0.0003

3000 6614 0.0183 0.0016

4000 8818 0.0577 0.0050

5000 11023 0.1410 0.0121

6000 13228 0.2933 0.0251

7000 15432 0.5415 0.0466

8000 17637 0.9328 0.0794

8160 18000 1.0000 0.0860

9000 19841 1.4798 0.1273

10000 22046 2.2555 0.1940

11000 24251 3.3022 0.2840

12000 26455 4.6770 0.4022

13000 28660 6.4419 0.5540

14000 30864 8.6447 0.7452

15000 33069 11.4148 0.9820

16000 35276 14.7815 1.2712


Daftar IV
Faktor Regional (FR)
Kelandaian I Kelandaian II Kelandaian III
(< 6%) (6 - 10%) (> 10%)
% Kendaraan Berat % Kendaraan Berat % Kendaraan Berat
< 30% > 30% < 30% > 30% < 30% > 30%
Iklim I
0.5 1,0 - 1,5 1.0 1,5 - 2,0 1.5 2,0 - 2,5
< 900 mm/th
Iklim II
1.5 2,0 - 2,5 2.0 2,5 - 3,0 2.5 3,0 - 3,5
> 900 mm/th

Daftar V
Indeks Permukaan Pada Akhir Umur Rencana (IP)
LER *) Klasifikasi Jalan
(Lintas Ekivalen Rencana) Lokal Kolektor Arteri Tol
< 10 1,0 - 1,5 1.5 1,5 - 2,0 -
10 - 100 1.5 1,5 - 2,0 2.0 -
100 - 1000 1,5 - 2,0 2.0 2,0 - 2,5 -
> 1000 - 2,0 - 2,5 2.5 2.5
*) LER dalam satuan angka ekivalen 8,16 ton beban sumbu tunggal.
Catatan : Pada proyek-proyek penunjang jalan, JAPAT / Jalan Murah, atau jalan
darurat, maka IP dapat diambil 1,0.

Daftar VI
Indeks permukaan Pada Awal Umur Rencana (Ipo)
Roughness *)
Jenis Lapis Perkerasan IPo
(mm/km)
LAS T O N >4 < 1000
3,9 - 3,5 > 1000
LAS B U TAG 3,9 - 3,5 < 2000
3,4 - 3,0 > 2000
H RA 3,9 - 3,5 < 2000
3,4 - 3,0 > 2000
B U R DA 3,9 - 3,5 < 2000
BURTU 3,4 - 3,0 < 2000
LAP E N 3,4 - 3,0 < 3000
2,9 - 2,5 > 3000
LATAS B U M 2,9 - 2,5 -
B U RAS 2,9 - 2,5 -
LATAS I R 2,9 - 2,5 -
JALAN TANAH < 24 -
JALAN K E R I K I L < 24 -
Daftar VII
Keofisien Kekuatan Relatif (a)
Koefisien Kekuatan
Kekuatan Bahan
Relatif
Jenis Bahan
MS Kt CBR
a1 a2 a3
(Kg) (Kg/cm) (%)
0.40 - - 744 - - Laston
0.35 - - 590 - -
0.32 - - 454 - -
0.30 - - 340 - -
0.35 - - 744 - - Lasbutag
0.31 - - 590 - -
0.28 - - 454 - -
0.26 - - 340 - -
0.30 - - 340 - - H RA
0.26 - - 340 - - Aspal Macadam
0.25 - - - - - Lapen (mekanis)
0.20 - - - - - Lapen (manual)
- 0.28 - 590 - -
- 0.26 - 454 - - Laston Atas
- 0.24 - 340 - -
- 0.23 - - - - Lapen (mekanis)
- 0.19 - - - - Lapen (manual)
- 0.15 - - 22 - Stab tanah dengan semen
- 0.13 - - 18 -
- 0.15 - - 22 - Stab tanah dengan kapur
- 0.13 - - 18 -
- 0.14 - - - 100 Batu Pecah (Kelas A)
- 0.13 - - - 80 Batu Pecah (Kelas B)
- 0.12 - - - 60 Batu Pecah (Kelas C)
- - 0.13 - - 70 Sirtu/Pitrun (Kelas A)
- - 0.12 - - 50 Sirtu/Pitrun (Kelas B)
- - 0.11 - - 30 Sirtu/Pitrun (Kelas C)
- - 0.10 - - 20 Tanah/Lempung kepasiran
Daftar VIII
Batasbatas Minimum Tebal Lapisan Perkerasan

1. Lapis Permukaan
Tebal Minimum
ITP Bahan
(mm)
< 3,00 5 Lapis pelindung : ( Buras / Burtu / Burda )
3,00 - 6,70 5 Lapen / Aspal Macadam, H R A, Lasbutag
Laston
6,71 - 7,49 7.5 Lapen / Aspal Macadam, H R A, Lasbutag
Laston
7,50 - 9,99 7.75 Lasbutag, Laston
> 10,00 10 Laston
1. Lapis Pondasi
Tebal Minimum
ITP Bahan
(mm)
< 3,00 15 Batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen, stabilisasi
tanah dengan kapur.
3,00 - 7,49 20 *) Batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen, stabilisasi
tanah dengan kapur.
10 Laston Atas.
7,50 - 9,99 20 Batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen, stabilisasi
tanah dengan kapur, pondasi Macadam.
15 Laston Atas.
10,00 - 12,14 20 Batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen, stabilisasi
tanah dengan kapur, pondasi Macadam, Lapen,
Laston Atas.
> 12,25 25 Batu pecah, stabilisasi tanah dengan semen, stabilisasi
tanah dengan kapur, pondasi Macadam, Lapen,
Laston Atas.
*) Batas 20 tersebut dapat diturunkan menjadi 15 cm bila untuk pondasi bawah digunakan
material berbutir kasar.
Untuk setiap nilai ITP bila digunakan pondasi bawah, tebal minimum adalah 10 cm.

Daftar IX
Nilai Kondisi Perkerasan Jalan

1. Lapis Permukaan
Umumnya tidak retak, hanya sedikit deformasi pada jalur roda .......... 90 - 100%
Terlihat retak halus, sedikit deformasi pada jalur roda namun
masih tetap stabil ........................................................................... 70 - 90%
Retak sedang, beberapa deformasi pada jalur roda, pada dasarnya
masih menunjukan kestabilan .......................................................... 50 - 70%
Retak banyak, demikian juga deformasi pada jalur roda, menunjukan
gejala ketidak stabilan ................................................................... 30 - 50%
2. Lapis Pondasi
a. Pondasi Aspal Beton atau Penetrasi Macadam.
Umumnya tidak retak ................................................................... 90 - 100%
Terlihat retak halus, namun masih tetap stabil ................................... 70 - 90%
Retak sedang, pada dasarnya masih menunjukkan kestabilan ............. 50 - 70%
Retak banyak, menunjuikan gejala ketidak stabilan ............................ 30 - 50%
b. Stabilitas Tanah dengan Semen atau Kapur.
Indeks plastisitas (plasticity Index = PI) < 10 .................................... 70 - 100%
c. Pondasi Macadam atau Batu Pecah.
Indeks plastisitas (plasticity Index = PI) < 6 ...................................... 80 - 100%
3. Lapis Pondasi Bawah.
Indeks plastisitas (plasticity Index = PI) < 6 ...................................... 90 - 100%
Indeks plastisitas (plasticity Index = PI) > 6 ...................................... 70 - 90%
Lampiran Daftar No. 1
UNIT EKIVALEN 8.160 tin BEBAN AS TUNGGAL (UE 18 KSAL)

MAKSIMUM (ton)

MAKSIMUM (ton)
BEBAN MUATAN
BERAT KOSONG
SUMBU & TYPE
KONFIGURASI

BERAT TOTAL

MAKSIMUM
Roda t unggal

UE 18 KSAL

UE 18 KSAL
B

KOSONG
= pada ujung
(ton) sumbu
Roda ganda
D = pada ujung
sumbu

1.1
1.5 0.5 2.0 0.0001 0.0004
MP
50% 50%

34% 66%
1.2
3 6 9 0.0037 0.3006
BUS
B D

34% 66%
1 . 2L
2.3 6 8.3 0.0013 0.2174
TRUCK
B D

1 . 2H 34% 66%
4.2 14 18.2 0.0143 5.0264
TRUCK
B D

25% 75%
1. 22
5 20 25 0.0044 2.7416
TRUCK 37,5% 37,5%
B D D

1.2+2.2 17% 15% 34% 34%


6.4 25 31.4 0.0085 4.9283
TRAILER
B D D D

1.1+2 18% 41% 41%


6.2 20 26.2 0.0192 6.1179
TRAILER
B D D

1 . 2 + 22 18% 28% 54%


10 32 42 0.0327 10.183
TRAILER 27% 27%

B D D D
Daftar Grafik No. 1a
Temperatur udara (tu) rata-rata selama 5 hari ditambah dengan Temperatur permukaan
(tp) dalam oC.
Temp. (oC) Temperatur pada kedalaman (oC)
(tu + tp) 2,5 cm 5,0 cm 10 cm 15 cm 20 cm 30 cm
45 27 26 24 22 21 20
46 28 26 25 22 21 21
47 28 27 25 23 22 21
48 29 27 25 23 22 21
49 29 28 26 24 23 22
50 30 28 26 24 23 22
51 30 29 26 25 24 23
52 31 29 27 25 24 23
53 32 30 27 26 24 24
54 32 31 27 26 25 24
55 32 31 27 27 25 25
56 33 32 28 27 26 25
57 34 32 28 28 26 26
58 35 33 28 28 27 26
59 35 33 29 29 27 26
60 36 34 29 29 28 27
61 36 35 29 30 28 27
62 37 35 30 30 29 28
63 37 36 30 31 29 28
64 38 36 30 31 30 29
65 38 37 31 31 30 29
66 39 37 31 32 30 30
67 40 38 31 32 31 30
68 41 38 32 33 31 31
69 41 39 32 33 32 31
70 42 39 32 34 32 31
71 42 40 33 34 33 32
72 43 41 33 35 33 32
73 43 41 33 35 34 33
74 44 42 34 36 34 33
75 45 42 34 36 35 34
76 45 43 34 37 35 34
77 46 43 35 37 36 35
78 47 44 35 38 36 35
79 47 45 35 38 36 35
80 48 45 36 39 37 36
81 48 46 36 39 37 36
82 49 46 36 39 38 37
83 49 47 37 40 38 37
84 50 47 37 40 39 38
85 51 48 37 41 39 38
86 51 48 37 41 40 39
87 52 49 38 41 40 39
Daftar Grafik No. 1
Faktor penyesuaian untuk koreksi lendutan balik terhadap temperatur standard 35 oC

Rata-rata Faktor Penyesuaian

t oC A B
20 1.25 2.00
21 1.22 1.89
22 1.19 1.79
23 1.16 1.70
24 1.13 1.61
25 1.12 1.54
26 1.10 1.46
27 1.09 1.40
28 1.08 1.34
29 1.06 1.28
30 1.05 1.21
31 1.03 1.60
32 1.02 1.12
33 1.01 1.08
34 1.01 1.04
35 1.00 1.00
36 0.99 0.96
37 0.99 0.92
38 0.98 0.89
39 0.97 0.87
40 0.97 0.84
41 0.96 0.82
42 0.96 0.80
43 0.95 0.78
44 0.94 0.76
45 0.94 0.74
46 0.93 0.72
47 0.92 0.71
48 0.92 0.70
49 0.91 0.69
50 0.90 0.67
Lampiran Daftar No. 2
Faktor Konversi Kekuatan Relatif Konstruksi Perkerasan

Kekuatan Minimum
Konstruksi MS CBR K Faktor Konversi Balik
(Kg) (%) (Kg/cm )
2

Lapis Permukaan
1. Laston 744 1.0000
590 0.8750
454 0.8000
340 0.7500
2. Asbuton 744 0.8750
590 0.7750
454 0.7000
340 0.6500
3. Hor Rolled Asphalt 340 0.7500
4. Aspal Macadam 340 0.6500
5. Lapen (Mekanis) 0.6240
6. Lapen (manual) 0.5000
Lapis Pondasi
1. Laston atas 590 0.6500
454 0.6250
340 0.5000
2. Lapen (mekanis) 0.5750
3. Lapen (manual) 0.4750
4. Stab. Tanah dengan semen 22 0.3750
18 0.4750
5. Stab tanah dengan kapur 22 0.3750
18 0.3250
6. Pondasi Macadam (basah) 100 0.3500
7. Pondasi Macadam (kering) 60 0.3000
8. Batu pecah (Kelas A) 100 0.3500
9. Batu pecah (Kelas B) 80 0.3250
10. Batu pecah (Kelas C) 60 0.3000
Catatan :
- Kuat tekan stabilisasi tanah dengan semen diperiksa pada hari ke 7
- Kuat tekan stabilisasi tanah dengan kapur diperiksa pada hari ke 21
Tabel Prosentase Kendaraan Yang Lewat Pada Jalur Rencana

Kendaraan Ringan *) Kendaraan Berat **)


Type Jalan
1 Arah 2 Arah 1 Arah 2 Arah
1 Jalur 100 100 100 100
2 Jalur 60 50 70 50
3 Jalur 40 40 50 47.5
4 Jalur - 30 - 45
6 Jalur - 20 - 40
*) Misalnya : Mobil penumpang, Pick up, Mobil hantaran
**) Misalnya : Bus, Truck, Tracktor, Trailler

mobil penumpang
AE 18 KSAL = 365 x N x m x UE 18 KSAL
traktor - trailler

Keterangan :
AE 18 KSAL = Accumulatif Equipalent 18 Kip Single Axle Load
UE 18 KSAL = Unit Equipalent 18 Kip Single Axle Load
365 = Jumlah hari dalam satu tahun
N = Faktor umur rencana yang sudah disesuaikan dengan perkembangan
lalu lintas
m = Jumlah masing-masing jenis lalu-lintas

Lampiran Daftar No. 3


Faktor Hubungan Antara Umur Rencana dengan Perkembangan Lalu-lintas

R%
2% 4% 5% 6% 8% 10%
n tahun
1 tahun 1.01 1.02 1.02 1.03 1.04 1.05
2 tahun 2.04 2.08 2.10 2.12 2.16 2.21
3 tahun 3.09 3.18 3.23 2.30 3.38 3.48
4 tahun 4.16 4.33 4.42 4.51 4.69 4.87
5 tahun 5.25 5.53 5.66 5.80 6.10 6.41
6 tahun 6.37 6.77 6.97 7.18 7.63 8.10
7 tahun 7.51 8.06 8.35 8.65 9.28 9.96
8 tahun 8.70 9.51 9.62 10.20 11.05 12.00
9 tahun 9.85 10.79 11.30 11.84 12.99 14.26
10 tahun 11.05 12.25 12.90 13.60 15.05 16.73
15 tahun 17.45 20.25 22.15 23.90 28.30 33.36
20 tahun 24.55 30.40 33.90 37.95 47.70 60.20

1 ( 1 + R ) n-1
- 1
N = [ 1 +( 1 + R ) n
+ 2 ( 1 + R ) . ]
2 R
Tabel 5 : Perbandingan Tegangan dan Jumlah Pengulangan Beban yang Diijinkan

Perbandingan Tegangan Jumlah Pengulangan Beban yang Diijinkan

0.51 400000
0.52 300000
0.53 240000
0.54 180000
0.55 130000
0.56 100000
0.57 75000
0.58 57000
0.59 42000
0.60 32000
0.61 24000
0.62 18000
0.63 14000
0.64 11000
0.65 8000
0.66 6000
0.67 4500
0.68 3500
0.69 2500
0.70 2000
0.71 1500
0.72 1100
0.73 850
0.74 650
0.75 490
0.76 360
0.77 270
0.78 210
0.79 160
0.80 120
0.81 90
0.82 70
0.83 50
0.84 40
0.85 30
- Tegangan akibat beban dibagi dengan kuat lentur tarik (Modulus of Rupture)
- Untuk perbandingan tegangan sama dengan atau lebih kecail 0,50 jumlah pengulangan beban
adalah tidak terhingga
DDT CBR

100
90
10 80
70
60
50
9
40

8 30

20
7

6 10
9
8
7

5 6
5

4
4
3

3 2

2
1

Gambar 1
KORELASI DDT DAN CBR

Ca ta ta n :H ubungan nila i CBR de ngan gar is me ndatar


ke se bela h kiri dipe roleh nilai D D T
Dik : Jalan 4 lajur 2 arah
Data LHR pada saat jalan dibuka :
- Kendaraan penumpang (1+1) = 2000 kend/hari
- Kendaraan bus (3+5) = 200 kend/hari
- Kend. Truck 2 as (5+8) = 1000 kend/hari
- Kend. Truck 3 as Tandem (6+7.7) = 500 kend/hari
- Kend. Truck 2 as + gand (5+8+5+5) = 1000 kend/hari
- Kend. Truck 3 as + gand (6+7.7+5+5) = 200 kend/hari

Perkembangan lalu lintas :


- Rp 10%
- Rb 5%
- Rt 5%

Umur rencana = 10 tahun


Kondisi perkerasan lama :
- Permukaan (Surface) tebal 5 cm kondisi ### 50% baik
- Pondasi atas (Base) 15 cm ### 60% baik
- Pondasi bawah (Sub base) 25 cm ### 80% baik
- Tanah dasar (Sub grade)

Perkerasan pada pelebaran


- Tanah dasar dengan CBR = 4%
- Konstruksi perkerasan Lapis permukaan (S) dari beton aspal MS 750 kg
Lapis pondasi (B) dari agregat pecah CBR 100%
Lapis pondasi bawah (SB) dari agregatCBR 50%
- Kelandaian 6%
- Daerah rawa
- Curah hujan < 900 mm/thn
- IP0 >= 4
- Ipt = 2.
- Catatan : - Bila data kurang lengkap, saudara dapat mengestimasi sendiri

Dit : - Berapa besar LER pada perkerasan lama dan pada pelebaran?
- Berapa besar ITP pada perkerasan lama dan pelebaran?
- Berapa tebal lapis tambahan (overlay)?
- Berapa tebal lapis perkerasan pada pelebaran?
- Buat sketsa gabungan antara perkerasan lama dengan pelebaran!

Jawab :
Jalan 4 lajur 2 arah mempunyai koef. Distribusi ( C ): Kendaraan Ringan =
Kendaraan Berat =
(dari Tabel Daftar II)

Ekivalensi beban : (dari Tabel Daftar III)


- Kendaraan penumpang depan (1) 0.0002 sumbu tunggal
belakang (1) 0.0002 + sumbu tunggal
0.0004

- Kendaraan bus depan (3) 0.0183 sumbu tunggal


belakang (5) 0.1410 + sumbu tunggal
0.1593

- Kend. Truck 2 as depan (5) 0.1410 sumbu tunggal


belakang (8) 0.9328 + sumbu tunggal
1.0738

- Kend. Truck 3 as Tandem depan (6) 0.2933 sumbu tunggal


belakang (7.7) 0.7452 + sumbu ganda
1.0385

- Kend. Truck 2 as + gand depan (5) 0.1410 sumbu tunggal


belakang (8) 0.9328 sumbu tunggal
depan (5) g 0.1410 sumbu tunggal
belakang (5) g 0.1410 + sumbu tunggal
1.3558

- Kend. Truck 3 as + gand depan (6) 0.2933 sumbu tunggal


belakang (7.7) 0.7452 sumbu ganda
depan (5) g 0.1410 sumbu tunggal
belakang (5) g 0.1410 + sumbu tunggal
1.3205
LEP :
- Kendaraan penumpang = 2,000 x 0.30 x
- Kendaraan bus = 200 x 0.45 x
- Kend. Truck 2 as = 1,000 x 0.45 x
- Kend. Truck 3 as Tandem = 500 x 0.45 x
- Kend. Truck 2 as + gand = 1,000 x 0.45 x
- Kend. Truck 3 as + gand = 200 x 0.45 x

Rumus : LHRj = LHRj-1 (1 +i)n

LHR2 :
- Kendaraan penumpang = 2000 x ( 1 +
- Kendaraan bus = 200 x ( 1 +
- Kend. Truck 2 as = 1000 x ( 1 +
- Kend. Truck 3 as Tandem = 500 x ( 1 +
- Kend. Truck 2 as + gand = 1000 x ( 1 +
- Kend. Truck 3 as + gand = 200 x ( 1 +

LEA :
- Kendaraan penumpang = 5,188 x 0.30 x
- Kendaraan bus = 326 x 0.45 x
- Kend. Truck 2 as = 1,629 x 0.45 x
- Kend. Truck 3 as Tandem = 815 x 0.45 x
- Kend. Truck 2 as + gand = 1,629 x 0.45 x
- Kend. Truck 3 as + gand = 326 x 0.45 x

LET = 0.5 x ( LEP +


= 0.5 x ( 1,461 +
= 1,921 kend/hari

maka :
a) LER = Fp x 1,921
= n/10 x 1,921
= 1 x 1,921
= 1,921 kend/hari

LER pada perkerasan lama dan pelebaran sebesar 1,921 kend/hari

b) Dengan LER sebesar nilai di atas maka masuk dalam kategori


sehingga dari Tabel Daftar V bisa masuk kedalam fungsi Jalan Kolektor, Arteri atau Tol.
- Dengan nilai IPt untuk jalan Kolektor 2,0 - 2,5
- Dengan nilai IPt untuk jalan Arteri 2.5
- Dengan nilai IPt untuk jalan Tol 2.5
Dari soal diminta Ipt = 2 maka masuk kedalam fungsi jalan Kolektor.

Kelandaian 6%
Curah hujan < 900 mm/thn
Persen kendaraan berat : 59%
Dari Tabel Daftar IV Faktor Regional dengan data-data tersebut di atas maka dapat diketa
nilai FR sebesar = 1,5 - 2,0
Kita ambil harga FR = 2
Namun karena ini daerah rawa maka harus ditambah dengan 1,0 maka nilai menjadi
FR = 3
IP0 = 4
- Pada perkerasan lama karena CBR yang dimiliki 6% maka DDT nya sebesar
maka didapat nilai ITP = 12.5 ( dari nomogram IPt = 2 IP0 >=4)

- Pada perkerasan baru karena CBR yang dimiliki 4% maka DDT nya sebesar
maka didapat nilai ITP = 13 ( dari nomogram IPt = 2 IP0 >=4)

c) Dari Tabel Daftar VII diketahui koefisien kekuatan relatif bahan :


- Lapis permukaan (S) dari beton aspal Lapen (Mekanis)
MS 750 kg
- Lapis pondasi (B) dari agregat pecah CBR 100%
- Lapis pondasi bawah (SB) dari agregat sirtu CBR 50%

Pada perkerasan lama diketahui ITPada Surface :


Base :
Sub Base :

ITP = 12.5 -
= 8.22

maka tebal lapis tambah = 8.22 =


0.40

d) Tebal lapis perkerasan pada pelebaran

ITP = 13

Rumus ITP = a1.D1 +


Dari Tabel Daftar VIII Tebal Minimun Lapis Perkerasan : Surface (D1)
Lapis Pondasi atas (D2)
Lapis Pondasi Bawah (D3)

ITP = (
13 =
D3 =
=

e) Gambar sketsa gabungan antara perkerasan lama dengan pelebaran :

D1 = 10 cm (Laston MS 750)

D2 = 25 cm (Agregat pecah CBR 100%)

D3 = 10 cm (Agregat pecah CBR 50%)


Lapen
CBR : 50%
: 30%
: 6%

0.3
0.45
sumbu tunggal
sumbu tunggal

sumbu tunggal
sumbu tunggal

sumbu tunggal
sumbu tunggal

sumbu tunggal
sumbu ganda

sumbu tunggal
sumbu tunggal
sumbu tunggal
sumbu tunggal

sumbu tunggal
sumbu ganda
sumbu tunggal
sumbu tunggal

0.0004 = 0.24 kend/hari


0.1593 = 14.34 kend/hari
1.0738 = 483.21 kend/hari
1.0385 = 233.66 kend/hari
1.3558 = 610.11 kend/hari
1.3205 = 118.85 kend/hari
1,461.00 kend/hari

10% ) 10 = 5,188.00 kend/hari


5% ) 10 = 326.00 kend/hari
5% ) 10 = 1,629.00 kend/hari
5% ) 10 = 815.00 kend/hari
5% ) 10 = 1,629.00 kend/hari
5% ) 10 = 326.00 kend/hari

0.0004 = 0.62 kend/hari


0.1593 = 23.37 kend/hari
1.0738 = 787.15 kend/hari
1.0385 = 380.87 kend/hari
1.3558 = 993.87 kend/hari
1.3205 = 193.72 kend/hari
2,380.00 kend/hari

LEA )
2,380 )

> 1000
n Kolektor, Arteri atau Tol.

but di atas maka dapat diketahui

n 1,0 maka nilai menjadi

DDT nya sebesar = 5 (dari grafik korelasi CBR dan DDT)

DDT nya sebesar = 4,3 (dari grafik korelasi CBR dan DDT)

: 0.25 (a1)
: 0.40 (a1)
: 0.14 (a2)
: 0.12 (a3)

5 x 50% x 0.25 = 0.63


15 x 60% x 0.14 = 1.26
25 x 80% x 0.12 = 2.40 +
4.29
4.29
20.54 ~ 21 cm

a2.D2 + a3.D3
Surface (D1) : 10 cm
Lapis Pondasi atas (D2) : 25 cm
Lapis Pondasi Bawah (D3) : ? (dicari) ... cm

0.40 + 10 ) + ( 0.14 x 25 ) + ( 0.12 x D3 )


4 + 3.5 + 0.12D3
13 / 7.5
1.73333 ~ 2 cm ~ 10 cm (tebal minimum)

D0 = 21 cm (Laston MS 750)

D1 = 5 cm (Laston MS 750)

D2 = 15 cm (Agregat pecah CBR 100%)

D3 = 25 cm (Agregat pecah CBR 50%)


CBR 100%)

CBR 50%)