Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIK PKK III PADA TANGGAL 23 FEB 2015 28 FEB 2015

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.M DENGAN DIAGNOSA MEDIC


MARASMUS DI RUANG ANAK RSUD FAKFAK

DISUSUN OLEH :

NAMA : RABIAH B. USWANAS


NIM : 12.047

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SORONG
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN FAKFAK
T/A 2014-2015
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Asuhan keperawatan PKK III di ruangan Anak RSUD Fakfak

Telah disetujui :

Pada tanggal 2015

Menyetujui :

Mengetahui Mengetahui
CI Akademik CI Rumah Sakit

Heny Hendrik,S.Sit. MM Yeane Y Fatubun,AMd.Kep


NIP.19630904 198210 1 001 NIP. 19811116 200605 2 003
TINJAUAN KASUS

I. DATA DEMOGRAFI
A. Biodata
Nama : An. M
Umur : 1 Tahun 8 bulan
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Kampung Tanama
Suku / Bangsa : Papua/Indonesia
Agama : Islam
Diagnosa Medik : Gizi buruk, Marasmus
No Medikal Record : -
Tanggal Masuk : 19 Februari 2015
Tanggal pengkajian : 23 Februari 2015

B. Penanggung Jawab
1. Ayah
Nama : Tn. J
Usia : 29 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Satpam
Hub dengan klien : Ayah kandung
2. Ibu
Nama : Ny. N
Usia : 19 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Hub dengan Klien: Ibu Kandung

II. KELUHAN UTAMA


Panas 1 minggu dirumah

III. RIWAYAT KESEHATAN


A. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu klien mengatakan awal timbulnya penyakit pada 1 bulan yang lalu
klien tidak mau makan/ susah makan, klien hanya makan 1-2 sendok dan
tidak mau minum susu. Klien menjadi rewel dan sering menangis. Klien
menjadi cengeng dan tidak mau bermain dengan teman-teman
seumurannya. Namun ibu klien menganggap itu bukanlah masalah. Pada
tanggal 12 Februari 2015, klien mengalami panas selama beberapa hari,
ibu klien memberi klien obat penurun panas yang ibu beli diapotek,
setelah beberapa hari klien hanya teraba hangat. Klien mengalami diare
dirumah dan tidak dibawa ketempat pelayanan kesehatan. Ibu klien
memberikan teh tua untuk diminum dan menggosokkan minyak kayu
putih untuk meringankan keluhan. Pada tanggal 18 Februari 2015, klien
sudah tidak panas dan hanya teraba hangat klien tidak diare lagi, ibu
berpikir bahwa anaknya sudah sembuh. Namun, pada tanggal 19 Februari
2015 klien mulai teraba panas kembali, klien sama sekali tidak mau
makan dan minum susu, ibu klien member obat penurun panas namun
tidak ada perubahan, ibu klien sangat khawatir dengan kondisi klien dan
memutuskan untuk membawa klien kerumah sakit untuk mendapatkan
penanganan.
Klien dan keluarga tiba di UGD pada tanggal 19 Februari 2015 jam 19.35
WIT dan diberi therapy
1. IVFD RL guyur 100 cc
2. Injeksi Ranitidine ampul/ IV
3. Injeksi Antrain ampul/ IV
4. Skin test Ceftriaxone sub kutan
5. Injeksi Ceftriaxone 250 mg/ IV
Dan dipindahkan keruang perawatan anak pada tangal 19 Februari 2015
jam 21.00 WIT

Kondisi klien saat dikaji 23 Februari 2015 jam 12.00 WIT


Ibu klien mengatakan anaknya kurang nafsu makan, klien makan hanya 5
sendok makan, itupun dalam ukuran sendok kecil, klien suka memilih-
milih makanan jika dieri makanan yang tidak disukai seperti kuning telur,
sayur daun singkong dan kacang-kacangan seperti kacang panjang/ buncis
klien tidak mau makan, namun jika diberi makanan kesukaannya seperti
putih telur, ayam saos, sayuran berkuah seperti bayam dan kangkung klien
makan lumayan banyak. Klien juga tidak mau minum susu sehingga klien
dipasangkan NGT sesuai instruksi dokter, jika klien tidak mau minum
susu/ tidak menghabiskan susu yang telah dibuat maka sisanya dimasukkan
lewat NGT. Ibu klien mengatakan klien terlihat sangat lemas karena tidak
mau makan. Kulit nampak keriput dan nampak tidak ada lemak pada
bagian bawah bahu dan bagian bawah bahu dan bokong. Nampak atrofi
pada otot lengan dan otot paha , tulang-tulang iga nampak terlihat dan
menonjol, mata cekung, kulit nampak kering di seluruh bagian tubuh dan
tekelupas pada bagian belakang tubuh. Klien menjadi tidak mau di ajak
bermain dan lebih sering rewel dan menangis. Ibu klien juga mengatakan
ananknya tampak mengurus seperti hanya kulit berbungkus tulang. Ibu
klien tidak mengerti mengapa anaknya bisa sakit seperti ini, ibu klien
bertanya-tanya mengapa anaknya sudah sembuh namun masih dirawat.
Selama dirawat ibu belum pernah memandikan klien karena khawatir
kondisi klien bertambah parah.

B. Riwayat Kesehatan Masa Lalu


Ibu klien mengatakan sebelum sakit klien sudh sering tidak mau makan/
susah makan, klien belum pernah dirawat di Rumah Sakit sebelumnya.
Ibu klien mengatakan anaknya pernah mengalami panas setelah
diimunisasi DPT namun setelah diberi obat penurun panas klien
sembuh. Klien juga sering mengalami batuk pilek, namun tidak diberi
obat karena ibu klien menganggap bahwa itu bukan masalah.

C. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu klien mengatakan didalam keluarga tidak ada yang mengalami sakit
yang sama dengan klien. Nenek klien sering mengeluhkan sakit pada
lutut ketika berjalan jauh atau berdiri lama namun tidak ada yang
mengalami sakit menular ataupun sakit keturunan seperti TBC, DM, HT
jika ada anggota keluarga yang sakit biasa diberi obat yang dibeli
sendiri diapotek atau minum obat herbal yang diolah sendiri

Genogram

29 19

Keterangan Gambar :

: Klien

: Perempuan
: Laki-laki

: Meninggal

: Tinggal serumah
: Menikah

1. Klien dan ibunya tinggal bersama nenek klien dan saudara-saudara ibunya
2. Pada generasi pertama, laki-laki yang diberi tanda + meninggal karena
sakit degeneratif
3. Ayah klien tidak tinggal bersama klien dan ibunya karena orang tuanya
telah berpisah

IV. RIWAYAT IMMUNISASI


Ibu klien mengatakan anaknya mendapatkan imunisasi lengkap :
Hari pertama klien lahir diberi imunisasi HB0
Bulan pertama klien mendapatkan imunisasi BCG dan Polio1
Bulan kedua klien mendapatkan imunisasi DPT 1 dan Polio 2
Bulan ketiga klien mendapatkan imunisasi DPT 2
Bulan keempat klien mendapatkan imunisasi DPT 3 dan Polio 3
Bulan kesembilan klien mendapatkan imunisasi terkahir yaitu campak

V. RIWAYAT TUMBUH KEMBANG


- Pada usia 3 bulan klien sudah bisa mengangkat kepala klien,
tersenyum jika diajak bicara
- Pada usia 4 bulan klien bisa berbalik (terlentang ke telungkup dan
sebaliknya) klien juga bisa menggenggam benda/mainan yang
diberikan ibu dengan kuat
- Pada usia 8 bulan klien sudah bisa duduk dan menyebut mama
- Pada usia 9 bulan klien mulai merangkak mendekati ibunya dan mulai
tumbuh gigi
- Pada usia 10 bulan klien mula belajar berdiri dan memegang lemari
atau kursi namun tidak lama dan kemudian jatuh
- Pada usia 13 bulan klien mulai berjalan satu dua langkah lalu terjatuh
- Hingga saat ini klien belum lancar berjalan, berjalan hanya beberapa
langkah dan terjatuh. Klien juga hanya menguasai beberapa kata
seperti: mama, nenek, makan. Klien juga sudah mempunyai gigi yang
lengkap.
- BB klien saat ini 6,8 Kg, sebelumnya ibu tidak pernah menmbang BB
klien. BB lahir 3,5 kg.
VI. RIWAYAT NUTRISI
Sejak lahir klien tidak diberi ASI dengan alasan air susu ibunya tidak
keluar. Klien diberi susu SGM hingga 6 bulan, lalu diberi makanan lunak
yaitu SUN dengan rasa bervariasi seperti SUN beras merah, kacang hijau,
dan hati ayam 2x sehari. Klien diberikan SUN selama 3 bulan, bulan
berikutnya klien diberi bubur kadang dicampur sayur dan kadang bubur
kosong. Namun klien sering tidak mau minum susu dan pemilih makanan.
Sehingga ibu klien tidak memberikan klien susu lagi, ibu berhenti
memberikan susu kepada klien sejak usia klien 1 tahun.

VII. RIWAYAT PSICHOSOSIAL


Ibu klien mengatakan klien termasuk anak yang aktif dan periang,
sebelum sakit klien sering bermain sendiri dengan permainannya atau
main dengan teman-temannya dan kakak sepupu klien. Klien sejak kecil
dirawat oleh ibunya dan neneknya sehingga klien dekat dengan keduanya.
Klien juga sangat periang dan tidak pernah takut dengan orang asing/ baru
dikenal klien. Namun saat dirawat dirumah sakit klien menjadi sangat
cengeng, tidak mau bermain dan tidak mau didekati oleh orang yang baru
dikenal klien, klien selalu menangis jika ditinggal oleh ibu/ neneknya. Ibu
klien juga mengatakan sangat cemas dengan kondisi klien. Ibu
mengatakan anaknya sudah tidak panas namun mengapa masih dirawat,
ibu juga khawatir karena sakit yang diderita anaknya adalah sakit yang
jarang ditemui dan tidak mengerti penanganannya.

VIII. RIWAYAT HOSPITALISASI


Ibu klien mengatakan anaknya baru pertama kali dirawat di Rumah Sakit
sehingga klien merasa takut dan merasa asing. Jika didekati oleh perawat
klien selalu menangis dan memeluk ibu atau neneknya. Klien selalu
berusaha melepas NGT yang terpasang dihidung klien, klien menangis
saat jauh dari ibunya, klien juga sangat tidak nyaman dengan infuse yang
dipasang ditangannya sehingga membuat klien sulit bergerak.

IX. RIWAYAT SPIRITUAL


Klien dan keluarganya menganut beragam islam, sebelum sakit klien
selalu diajarkan berdoa sebelum makan oleh ibunya. Ibu klien percaya
bahwa segala yang terjadi pada anaknya adalah cobaan dari Tuhan. Ibu
klien selalu sabar dan pasrah walaupun ibu klien kadang merasa jengkel
karena anaknya sangat rewel. Ibu klien selalu berdoa agar anaknya segera
sembuh.
Nenek klien memasangkan seperti tali dari kain berwarna hitam dilengan
klien dengan kepercayaan bahwa klien akan terlindung dari makhluk-
makhluk halus.

X. PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan Umum
Klien Nampak lemah, sering menangis, malas beraktivitas/ bermain,
hanya berbaring ditempat tidur
Kesadaran klien komposmentis, klien sadar sepenuhnya. Klien menoleh
saat ada orang mendekati klien, klien menangis jika didekati petugas, GCS
klien : 15
Penampilan klien berantakan seperti tidak terurus, ibu membiarkan secret
yang keluar dari hidung begitu saja, klien Nampak kurus dan kecil, wajah
klien nampak seperti orang tua.
Ekspresi klien sangat cemas dan ketakutan dengan perawat
Tanda-tanda distress: klien nampak selalu rewel, menangis, ketakutan jika
didekati perawat, kadang menangis tanpa diganggu dan mencoba melepas
NGT yang terpasang dihidung klien.

B. Tanda-Tanda Vital
SB : 370C
ND :95 x/ menit
Resp : 28 x/menit
TB : 72 cm
BB : 8 Kg

C. Sistem Respirasi
Hidung : Ada secret, terpasang NGT pada hidung, sebelah
kiri tidak ada pernapasan cuping hidung. Inspirasi
dan ekspirasi sama (tidak ada sesak), tidak ada
nyeri saat bernapas.
Tenggorokan : Tidak ada pembesaran tonsil, tidak ada pembesaran
kelenjar getah bening, tidak ada nyeri saat ditekan.
Dada : Bentuk dada simetris kiri dan kanan, bentuk dada
normal chest dengan ukuran posterior anterior 1:2,
tidak ada tarikan didada (retraksi dada), ekspansi
dada kiri dan kanan sama.

D. Sistem Cardiovaskuler
Conjungtiva anemis
Bibir tidak sianosis
Tidak ada tekanan pada vena jugularis
Arteri carotis teraba jelas pada leher
Arteri radialis teraba jelas, 96x/menit secara teratur
Suara jantung S1 dan S2 tunggal
Pengisian ulang kapilar 2 detik

E. Sistem Pencernaan
Mulut : Bibir kering, agak pucat, adanya stomatitis, nyeri
saat ditekan, gerakan bibir baik, bibir atas dan
bawah dapat digerakkan, gigi lengkap, lidah
kering, agak putih ditengah lidah
Abdomen : Bentuk abdomen datar, simetris kiri dan kanan,
tidak ada benjolan dan pembengkakan, tidak ada
nyeri tekan pada area perut, perut kembung,
perkusi abdomen timpani
F. Sistem Indra
Mata : Simetris kiri kanan, sclera tidak ikterik, mata
cekung, kelopak mata ada, tidak ada nyeri tekan.
Bulu mata tipis pendek, distribusi bulu mata
merata sampai keujung kelopak
Hidung : Bentuk hidung simetris kiri dan kanan. Terdapat 2
lubang pada hidung, terdapat bulu-bulu halus
didalam hidung, tidak ada nyeri saat ditekan.
Telinga : Telinga simetris kiri dan kanan, kebersihan telinga
kurang, tidak ada kelainan pada struktur luar
telinga (daun telinga), tidak ada nyeri tekan,
terdapat lubang pada telinga.

G. Sistem Saraf
1. Fungsi Cerebral
Kesadaran Compos mentis / kesadaran penuh
GCS : 15
Klien spontan membuka mata saat ada yang datang mendekati
klien :4
Klien mengetahui bahwa ia sedang diRumah Sakit sehingga
adanya reaksi hospitalisasi : 5
Klien mengikuti perintah dengan baik saat disuruh mengambil
balon : 6
2. Fungsi Saraf Cranial
Fungsi saraf cranial I (Nervus olfaktorius)
Klien dapat membedakan bau susu pediasure dna F75 yang
diberikan. Jika bau susu pediasure klien akan minum sedangkan
F75 klien tidak mau minum.
Fungsi saraf cranial II (Nervus optikus)
Klien dapat mengenali botol susu klien dengan jarak 2 cm. mata
klien mengikuti botol susu yang digerakkan kekiri dan kekanan
dan mencoba meraih botol tersebut.
Fungsi saraf cranial II (Nervus oculomotorius)
Sinari mata dengan senter dari luar kedalam, saat cahaya mengenai
pupil, pupil klien menjadi kecil. Kedua pupil berkontraksi saat
diberi cahaya.
Fungsi saraf cranial IV (Nervuss troklearis)
Letakkan botol susu pas ditengah kedua mata dan jarak 60 cm.
arahkan botol susu kekiri dan kekanan. Mata klien melihat kearah
botol susu yang bergerak kekiri dan kekanan.
Fungsi saraf cranial V (Nervus trigeminus)
Klien spontan mengedip saat kapas disentuhkan pda mata klien,
klien juga bisa merasakan kapas yang disentuhkan kepipi klien,
klien bisa menunjuk bagian yang disentuhkan, klien dapat
mengunyah biscuit, gerakan mandibula simetris, kekuatan otot
maseter dan temporalis baik saat mengunyah.
Fungsi saraf cranial VI (Nervus abdusen)
Saat botol susu digerakkan kekiri dan kekanan klien dapat melirik
botol susu tersebut, sambil orang tua memegang kepala klien agar
tidak menengok.
Fungsi saraf cranial VII (Nervus fasialis)
Klien dapat merasakan manis susu pediasure yang diteteskan
keujung lidah, klien juga mengikuti perintah orang tuanya untuk
tersenyum, mengangkat alis, mengembungkan kedua pipi dan
mengerutkan dahi kalian.
Fungsi saraf cranial VIII (Nervus auditorius)
Klien menoleh sat dipanggil pelan. Klien dapat berjalan dengan
lurus namun hanya selangkah dua langkah saja kemudian terjatuh
dan merangkak.
Fungsi saraf cranial IX (Nervus glosofaringeus)
Saat klien mengatakan ah ovula berada ditengah dan palate
terangkat sedikit, tidak ada nyeri menelan saat klien menelan
biscuit yang telah dikunyah terlebih dahulu
Fungsi saraf cranial X (Nervus vagus)
Klien dapat menelan dan bernapas secara bergantian. Klien
menelan air dan kemudian bernapas.
Fungsi saraf cranial XI (Nervus assesorius)
Klien mengangkat bahu secara bersamaan dan simetris keduanya,
klien dapat menengok botol susu yang diarahkan kekiri dan
kekanan, kekuatan otot kurang saat diminta untuk mendorong
dikarenakan malnutrisi.
Fungsi saraf cranial XII (Nervus hypogiosus)
Klien dapat menggerakan lidah saat disuruh dan dapat menekan
pipi dengan lidah klien.
3. Fungsi Motorik
Klien hanya dapat berjalan beberapa langkah saja, koordinasi gerakan
tangan dan kaki bebas saat klien berjalan.
4. Fungsi Sensorik
Klien menangis merasa nyeri saat dipasang infuse pada tangan klien.

H. Sistem Muskuloskeletal
Kepala : Bentuk kepala , tidak ada masa atau
lesi dikepala, tidak ada lekukan pada kepala
akibat trauma. Pergerakan kepaka bebas dapat
digerakkan kesegala arah. Tidak ada
diskontuinitas tulang kepala.
Vetebrae : Tidak adanya kelainan pada tulang belakang,
terdapat 7 ruas tulang cervical, 12 ruas
troracal, 5 ruas lumbalis, 5 ruas carcum, dan 4
ruas cocigeus. Klien dapat membungkuk dan
meluruskan tulang belakang
Ektermitas atas : Terdapat 2 tangan, 10 jari, simetris tangan kiri
dan tangan kanan. Ekstremitas atas dapat
0
difleksi dan ektrenitas 180 , klien dapat
melakukan abduksi dan adduksi, massa otot
berkurang, kekuatan otot berkurang, ada atrofi
otot
Ekstremitas bawah : Terdapat 2 tangan, 10 jari, kaki kanan dan kaki
kiri simetris ada atrofi, kaki dapat difleksi dan
diekstensikan massa otot berkurang.
I. Sistem Integumen
Rambut : Distribusi rambut merata, warna hitam, tipis pendek dan
ikal, ada kotoran pada rambut
Kulit : Kering, warna sawo matang, akral teraba hangat turgor
kulit bawah bahu dan paha tidak elastis.
Kuku : Agak panjang, kotor, tidak sianosis.

J. Sistem Endokrin
Tidak ada pembesaran kelenjar
Tidak ada ekskresi urine yang berlebihan
Tidak ada sekresi keringat yang berlebihan

K. Sistem Perkemihan
- Tidak ada oedema palpebra
- Tidak ada moon face
- Tidak ada oedema anasarka
- Tidak ada nokturia dan disuria
XI. AKTIVITAS SEHARI-HARI

Kebiasaan Sebelum Sakit Selama Sakit


1. Nutrisi
Selera makan Baik Susah makan
Menu makan dalam Nasi, bubur, telur, Bubur, telur, ikan, sayur
24 jam ikan,daging sesekali, kuah seperti bayam,
sayur kangkung, kangkung
bayam dan sup
Frekuensi 2-3 x sehari porsi 3x sehari (Pagi, siang dan
kecil (pagi, siang, malam)
malam)
Cara makan Duduk dan disuapi Kadang duduk dan disuapi
ibu dan neneknya ibu dan neneknya, kadang
digendong dan dibawa
jalan-jalan/ dibujuk.

Makanan yang Makanan yang Makanan yang disukai :


disukai dan tidak disukai : biskuit biskuit nissin crispy,
disukai nissin crispy, biscuit biscuit roma, kerupuk,
roma, kerupuk, gorengan, bakwan, pisgor.
gorengan. Makanan yang tidak
Makanan yang tidak disukai: kuning telur rebus,
disukai: kuning telur, sayur kacangan seperti
sayur kacangan kacang panjang dan buncis.
seperti kacang
panjang dan buncis.

Kesulitan Suka pilih-pilih Suka pilih-pilih makanan


makanan dan sering (jarang makan sayur)
bermain (jarang
makan sayur)
2. Cairan
Jenis minuman Air, teh, susu Air dan susu.
sesekali Air : 2 x 200 cc
frekuensi Air 4 x 200 cc Susu Pediasure : 8x110 cc
Teh 1 x 200 cc Total : 400 + 880 cc =
Susu 1 x 200 cc 1280 ml/cc
Total = 1200 ml/cc
3. Eliminasi BAK
Frekuensi 2 -3x sehari 2 -3x sehari
Warna Kekuningan Kekuningan
Bau Khas amoniak Khas amoniak
Kesulitan Tidak ada Tidak ada

4. Eliminasi BAB 1-2x sehari


1-2x sehari
Frekuensi Padat
Padat
Konsistensi Kecoklatan
Kecoklatan
Warna

5. Istirahat / tidur Sering tidur, tiap hari 30 -


Jarang, jika tidur 40-
Tidur siang 40 menit.
60 menit
22.00 06.00 8 jam
21.00 06.00 WIT
Tidur malam
9 jam
Sangat rewel saat dibujuk
Lebih sering bermain
Kesulitan tidur
untuk tidur
jika disuruh tidur
siang

6. Personal Hygiene
Belum dilakukan
2x /hari, pagi dan
Mandi
sore, menggunakan
sabun cussons baby
Belum dilakukan
2x seminggu
Cuci rambut
menggunakan
shampoo cussons
baby
Belum dilakukan
Jika kuku panjang
Gunting kuku

Belum dilakukan
Setiap mandi 2x
Gosok gigi
sehari menggunakan
pasta gigi kodomo

XII. THERAPY SAAT INI


XIII. Pada tanggal 23 Februari 2015
IVFD RL kec 10 tpm
Inj. Cefotaxime 2 x 300 mg
As folat 1x1 mg
Nymico 4x1
Timbang BB tiap pagi
XIII. TEST DIAGNOSTIK
Pada tanggal 19 Februari 2015
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
Hemoglobin 8,5 g %
Leucosit 16.500 5.000 10.000
Hematokrit 32,9
Trombosit 645.000
DDR - (Negatif) - (Negatif)
Hbs Ag - (Negatif) - (Negatif)

XIV. KLASIFIKASI DATA


Data subjektif Data objektif
Ibu klien mengatakan anaknya : Klien nampak :
Kurang nafsu makan Lemah
Hanya makan 5 sendok Sering menangis
Makan dalam ukuran sendok Hanya berbaring ditempat
kecil tidur
Suka pilih-pilih makanan Penampilan berantakan
Terlihat lemas karena tidak Tidak terurus
mau makan Badan kurus dan kecil
Badan klien mengurus Ibu tidak membersihkan secret
Tidak mengerti mengapa yang keluar dari hidung klien
anaknya bisa sakit seperti ini Ekspresi wajah cemas
Belum memandikan klien Ketakutan dengan perawat
karena takut kondisi klien Mencoba melepaskan NGT
bertambah parah Adanya secret pada hidung
Menjadi cengeng Batuk sesekali
Tidak mau didekati orang lain Konjungtiva pucat
Tidak mau ditinggal oleh Bibir pucat
ibu/neneknya Bibir kering
Sudah sering tidak mau makan tekelupas pada bagian
Sering mengalami batuk flu belakang tubuh
Tidak pernah menimbang BB Kulit keriput pada bagian
klien bawah bahu dan bagian bawah
Klien menjadi tidak mau di paha dan bokong.
ajak bermain Kulit kering di seluruh bagian
Sering rewel dan menangis. tubuh.
Ananknya tampak mengurus Tidak ada lemak pada bagian
seperti hanya kulit berbungkus bawah bahu dan bagian bawah
tulang paha dan bokong.
Tidak pernah diberikan ASI Atrofi pada otot
Ketakutan bila didekati perawat Tulang-tulang iga terlihat jelas
Merasa tidak nyaman dengan dan menonjol
NGT dan infuse Mata cekung
Berusaha mencabut NGT Keadaan mulut agak kotor
Sudah tidak diberi susu sejak 1 Abdomen kembung
tahun Massa otot ekstremitas atas
Belum cuci rambut berkurang
Belum gunting kuku Massa otot ekstremitas bawah
Belum sikat gigi berkurang
Baru pertama kali dirawat di Kekuatan otot ekstremitas
Rumah sakit berkurang
Adanya kotoran pada rambut
Ibu klien mengatakan : Kuku panjang kotor
Tidak mengerti mengapa Susah makan
anaknya bisa sakit seperti ini, Pemilih makanan
mengapa anaknya sudah Makan harus dibujuk
sembuh namun masih dirawat. Hb: 8,5 g%
Selama dirawat ibu belum Leukosit : 16.500
pernah memandikan klien BB : 6,8 Kg
karena khawatir kondisi klien TB: 72 cm
bertambah parah. TTV
Cemas dengan kondisi anaknya SB :37 0C RR: 24x/m ND:
Mengapa anaknya sudah tidak 96x/m
panas tapi masih dirawat Ibu klien nampak :
Khawatir karena sakit yang Ibu nampak cemas dengan
diderita anaknya merupakan kondisi anaknya
sakit yang jarang ditemui Sering bertanya tentang
Tidak mengerti dengan kondisi anaknya
penanganan anaknya
XV. ANALISA DATA
No Data Etiologi Masalah
1 Data subjektif : Anorexia yang Gangguan nutrisi
Ibu klien mengatakan anaknya berkepanjangan kurang dari
: kebutuhan tubuh
Kurang nafsu makan
Makan hanya 5 sendok
Makan dalam ukuran
sendok kecil
Pemilih makanan
Badan klien mengurus
Tidak diberi ASI
Sudah sering tidak mau
makan
Data objektif :
Klien nampak :
Lemah
Badan kurus dan kecil
Konjungtiva pucat
Bibir pucat
Bibir kering
Abdomen kembung
Susah makan
Pemilih makanan
Kulit keriput pada bagian
bawah bahu dan bagian
bawah paha dan bokong.
Kulit kering di seluruh
bagian tubuh.
tekelupas pada bagian
belakang tubuh
Tidak ada lemak pada
bagian bawah bahu dan
bagian bawah paha dan
bokong.
Atrofi pada otot
Tulang-tulang iga terlihat
jelas dan menonjol
Mata cekung
Makan harus dibujuk
Hb: 8,5 g%
BB: 6,8 kg (normal 8,9 kg)
TB : 72 cm

2 Data subjektif : Kurang informasi Kebutuhan personal


Ibu klien mengatakan anaknya orang tua tentang hygiene tidak
: perawatan anak terpenuhi
Belum memandikan klien
karena takut kondisi tambah
parah
Belum cuci rambut
Belum gunting kuku
Belum sikat gigi

Data objektif :
Klien nampak :
Penampilan berantakan
Tidak terurus
Ibu tidak membersihkan
secret yang ada dihidung
klien
Keadaan dalam mulut agak
kotor
Kuku panjang dan kotor

3 Data subjektif : Reaksi hospitalisasi Kecemasan anak


Ibu klien mengatakan anaknya
:
Tidak mau didekati orang
lain
Tidak mau ditinggal oleh
ibunya/neneknya
Baru pertama kali dirawat di
Rumah Sakit
Ketakutan jika didekati
perawat
Merasa tidak nyaman
dengan NGT dan infuse
Berusaha mencabut NGT
Data objektif :
Klien nampak :
Lemah
Sering menangis
Ekspresi wajah cemas
Ketakutan dengan perawat
Mencoba melepaskan NGT

4. Data subjektif : Kurang informasi Kecemasan orang
Ibu klien mengatakan anaknya tentang kondisi tua
: penyakit anak
Cemas dengan kondisi
anaknya
Mengapa anaknya sudah
tidak panas namun masih
dirawat
Khawatir karena sakit yang
diderita merupakan sakit
yang jarang ditemui
Tidak mengerti tentang
perawatan anaknya
Data objektif :
Ibu klien nampak:
Cemas dengan kondisi
anaknya
Bertanya-tanya tentang
kondisi anaknya
5. Data subjektif : Penurunan daya tahan Resiko terjadi infeksi
Ibu klien mengatakan : tubuh akibat nutrisi
Klien sering batuk flu kurang
Tidak diberikan ASI
Tidak diberi susu sejak usia
1,5 tahun
Susah makan
Makan hanya 5 sendok
Data objektif :
Klien nampak :
Adanya secret pada hidung
Konjingtiva pucat
Bibir pucat
Badan kurus dan kecil
Kulit keriput pada bagian
bawah bahu dan bagian
bawah paha dan bokong.
Kulit kering di seluruh
bagian tubuh.
Tidak ada lemak pada
bagian bawah bahu dan
bagian bawah paha dan
bokong.
Atrofi pada otot
tekelupas pada bagian
belakang tubuh
Tulang-tulang iga terlihat
jelas dan menonjol
Mata cekung
TB : 72cm
BB : 6,8 Kg (normal 8,9 kg)
Hb : 8,9 g%
Leucosit : 16.500
TTV :
SB: 37 0 C
ND : 96x/menit
RR : 24x/ menit

XVI. DIAGNOSIS KEPERAWATAN


1. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake nutrisi kurang
2. Kebutuhan personal hygiene tidak terpenuhi b/d kurang informasi orang
tua tentang perawatan anak sakit
3. Kecemasan anak b/d reaksi hospitalisasi
4. Kecemasan orang tua b/d kurang informasi tentang kondisi anak
5. Potensial terjadi infeksi b/d penurunan daya tahan tubuh akibat kurang
nutrisi