Anda di halaman 1dari 58

Dr. Poppy Kamalia Devi, M.Pd.

KETERAMPILAN
PROSES DALAM
PEMBELAJARAN
IPA

UNTUK GURU SD

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik


dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA)
untuk Program BERMUTU
Hak Cipta pada PPPPTK IPA
Dilindungi Undang-Undang

Keterampilan Proses
dalam Pembelajaran IPA
UNTUK GURU SD
Pembina
Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd.
Pengarah
Dr. Sediono Abdullah, M.Si.
Penanggung Jawab Program
Dr. Indrawati, M.Pd.
Penanggung Jawab Subtansi
Erly Tjahja Widjajanto T, S.Pd., Dr. Poppy Kamalia Devi, M.Pd.,
Drs. Basor Suhada, M.Ed.
Penulis
Dr. Poppy Kamalia Devi, M.Pd
Editor
Retzy Noer Azizah, S.Si.
Penyelia
Dr. Indrawati, M.Pd.
Desainer Grafis / Ilustrator / Layouter
Agus Maulani, S.Sn., Dani Suhadi, S.Sos., Irman Yusron, S.Sos.,
Robi Suwarga, S.Si., Ridwan Fahrudin, M.T.,
Yoki Ariyana, M.T., Yudi Yanuar, M.T.

Diterbitkan oleh
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik
dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA)
untuk Program BERMUTU
Tahun Cetak
2013
KATA PENGANTAR

Modul ini disusun untuk dimanfaatkan para guru sebagai perangkat


suplemen Bahan Belajar Mandiri (BBM) dalam proses peningkatan kompetensi
guru SD di Kelompok Kerja Guru (KKG) yang dikelola melalui program
BERMUTU (Better Education through Reformed Management and Universal
Teacher Upgrading).
Modul untuk guru SD yang disusun pada tahun 2010 berjumlah empat
belas modul dengan judul-judul: Pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat,
Keterampilan Proses dalam Pembelajaran IPA, Pengembangan Alat Peraga
Praktik (APP) IPA Sederhana, Metode-metode dalam Pembelajaran IPA,
Kehidupan Hewan, Tubuh Manusia, Ekosistem, Sifat Termal Zat, Gelombang
dan Bunyi, Kinematika dan Dinamika, Penilaian Sikap pada Pembelajaran IPA,
Penilaian Higher Order Thinking Skill pada Pembelajaran IPA, Pengembangan
Lembar Kerja DARTs dan Pembelajaran Tematik. Penyusunan modul
melibatkan unsur Widyaiswara PPPPTK IPA dan Dosen LPTK. Proses
penyusunannya diawali dengan workshop dan setelah disusun dikaji kembali
dengan melibatkan widyaiswara IPA LPMP, Dosen LPTK, dan Guru SD.
Penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya disampaikan kepada
semua pihak yang telah terlibat dalam pengembangan modul ini. Semoga
modul ini dapat bermanfaat bagi guru-guru IPA SMP yang mengikuti program
BERMUTU khususnya dan guru IPA SMP pada umumnya, sehingga pada
akhirnya dapat meningkatkan kinerja guru dan kualitas pembelajaran IPA di
SMP. Saran dan kritik yang membangun terkait modul dapat disampaikan ke
PPPPTK IPA dengan alamat email p4tkipa@yahoo.com.

Bandung, Juni 2010

Dr. Sediono Abdullah


NIP. 19590902 198303 1 001

Better Education Through Reformed Management Universal Teacher Upgrading BERMUTU iii
KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

iv BERMUTU KATA PENGANTAR


DAFTAR ISI

Hal
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI v
DAFTAR GAMBAR vii
DAFTAR TABEL ix

BAB I PENDAHULUAN 1
A. Pengantar 1
B. Tujuan 3
C. Sistematika 3

BAB II KEGIATAN BELAJAR 5


A. Kegiatan Belajar 1 : Keterampilan Proses 5
1. Pengantar 5
2. Tujuan 6
3. Bahan, Alat dan Sumber Belajar 6
4. Langkah Kegiatan 6
5. Bahan Bacaan untuk Fasilitator dan Peserta 8
6. Tugas 20
7. Evaluasi 20
B. Kegiatan Belajar 2 : Pendekatan Keterampilan Proses 21
1. Pengantar 21
2. Tujuan 21
3. Bahan, Alat dan Sumber Belajar 22
4. Langkah Kegiatan 22
5. Bahan Bacaan untuk Fasilitator dan Peserta 24
6. Tugas 40
7. Evaluasi 40

BAB III RANGKUMAN 41


DAFTAR PUSTAKA 45

Better Education Through Reformed Management Universal Teacher Upgrading BERMUTU v


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

vi BERMUTU DAFTAR ISI/DAFTAR GAMBAR/DAFTAR TABEL


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

DAFTAR GAMBAR

Hal
Gambar 2.1. Alur Kegiatan Keterampilan proses 7
Gambar 2.2. Alur Kegiatan Pendekatan Keterampilan Proses 22

DAFTAR ISI/DAFTAR GAMBAR/DAFTAR TABEL BERMUTU vii


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

viii BERMUTU DAFTAR ISI/DAFTAR GAMBAR/DAFTAR TABEL


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

DAFTAR TABEL

Hal
Tabel 2.1. Data Hasil Observasi 13

DAFTAR ISI/DAFTAR GAMBAR/DAFTAR TABEL BERMUTU ix


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

x BERMUTU DAFTAR ISI/DAFTAR GAMBAR/DAFTAR TABEL


BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengantar

Keberhasilan suatu pendidikan di sekolah salah satu kuncinya adalah


keberhasilan guru dalam menyajikan materi pelajaran yang dapat memfasilitasi
siswanya untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Pada setiap kurikulum
yang berlaku guru diharapkan mengembangkan model pembelajarannya sesuai
dengan kondisi lapangan, misalnya intake siswa dan kelengkapan media
pembelajaran.
Berdasarkan pengamatan di lapangan masih ada guru yang menyajikan
pembelajaran hanya dengan Transfer of knowledge atau mentransfer ilmu saja
tanpa mengembangkan bagaimana cara belajar apalagi yang mengembangkan
keterampilan proses pada siswa. Alasan guru tersebut biasanya karena kurangnya
fasilitas laboratorium atau persiapan untuk menyediakan bahan praktikum
memerlukan waktu yang lama. Ini menunjukkan masih ada pandangan bahwa
pendekatan keterampilan proses hanya disajikan pada pembelajaran secara
eksperimen saja, padahal pembelajaran IPA non-eksperimenpun bisa dilakukan
dengan pendekatan keterampilan proses. Bentuk kegiatan non eksperimen meliputi
kegiatan pada konsep-konsep abstrak dan konsep yang tidak mungkin dilakukan
melalui eksperimen dengan alasan prakteknya memerlukan alat-alat yang banyak,
bahan berbahaya atau memerlukan waktu yang lama.
Menurut standar mengajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)dan standar untuk
pengembangan profesional guru IPA, guru harus menyajikan belajar IPA melalui
proses penelitian dan inkuiri. Lebih lanjut dikatakan dalam NSES (1996) bahwa
Science as procces menuntun siswa untuk belajar IPA melalui keterampilan-
keterampilan sains seperti mengamati, menyimpulkan dan melakukan eksperimen.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari pengetahuan
tentang alam secara sistematissehingga IPA bukan hanya merupakan penguasaan
atas kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-
prinsip tetapi juga merupakan suatu pengetahuan proses penemuan. Pendidikan

Better Education Through Reformed Management Universal Teacher Upgrading BERMUTU 1


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri
sendiri dan alam sekitar, serta pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya
di dalam kehidupan sehari-hari. Di tingkat SD/MI diharapkan ada penekanan
pembelajaran Salingtemas (sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) secara
terpadu yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat
suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara
bijaksana.
Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific
inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah
serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh
karena itu,pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman
belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan
proses dan sikap ilmiah (BSNP, 2006).
Func, James. H. (1979) mengajukan batasan mengenai keterampilan proses
(Science Processes Skill) sebagai hal-hal yang dilakukan oleh ahli sains dalam
mereka belajar dan melakukan investigasi (penyelidikan). Sedangkan Harlen
(1983) mendefinisikan keterampilan proses (process skill) sebagai proses kognitif
termasuk di dalamnya juga interaksi dengan isinya (content) seperti yang
dikemukakan oleh Jerry Wallington dalam bukunya Skill and Processes in Science
Education (1989). Untuk menyajikan pembelajaran yang mengembangkan
keterampilan proses guru dapat menggunakan berbagi pendekatan yang utama
yaitu pendekatan keterampilan proses.
Pendekatan pembelajarandapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang
kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang
terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi,
menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan
teoretis tertentu. Penggunaanpendekatan keterampilan proses pada pembelajaran
IPA harus disesuaikan dengan karakteristik materi IPA yang akan dipelajari siswa
juga harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang harus
dicapai oleh siswa.

Pada modul ini Anda dapat mempelajari macam-macam keterampilan


proses IPA dan skenario pembelajaran yang dapat disajikan di SD/MI dengan
menggunakan pendekatan keterampilan proses IPA.

2 BERMUTU BAB I PENDAHULUAN


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

B. Tujuan

1. Tujuan Umum
Setelah mempelajari uraian materi yang ada dalam modul ini, Anda diharapkan
dapat menguasai berbagai keterampilan proses IPA dan menyajikan
pembelajaran menggunakan pendekatan keterampilan proses.

2. Tujuan Khusus
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan Anda dapat:
a. menyebutkan macam-macam keterampilan proses IPA.
b. mengidentifikasi keterampilan proses IPA yang dapat dilatihkan kepada
siswa SMP.
c. merancang skenario pembelajaran menggunakan pendekatan
keterampilan proses IPA.

C. Sistematika

Modul ini terdiri atas tiga komponen. Bab I Pendahuluan terdiri dari pengantar
tentang keterampilan proses dan pendekatan keterampilan prosespada
pembelajaran IPA, tujuan, dan sistematika penulisan. Bab II terdiri dari Kegiatan
Belajar I dan II. Kegiatan Belajar I berisi pemaparan keterampilan proses IPA dan
contoh keterampilan proses IPA yang dapat disajikan pada tingkat SD/MI, tujuan,
bahan, alat, dan sumber belajar, langkah kegiatan, bahan bacaan untuk fasilitator
dan peserta, tugas, dan soal evaluasi. Kegiatan Belajar II berisi paparan kegiatan
belajar tentang pendekatan keterampilan proses dan penerapannya pada
pembelajaran IPA, tujuan, bahan, alat, dan sumber belajar, langkah kegiatan,
bahan bacaan untuk fasilitator dan peserta, tugas dan soal evaluasi. Bab III berisi
rangkuman dan bagian terakhir berisi bahan rujukan yang dapat digunakan peserta
untuk melengkapi bahan bacaan.

BAB I PENDAHULUAN BERMUTU 3


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

4 BERMUTU BAB I PENDAHULUAN


BAB II
KEGIATAN BELAJAR

A. Kegiatan Belajar 1: Keterampilan Proses

1. Pengantar

Berdasarkan analisis standar kompetensi mata pelajaran IPA terutama pada


kompetensi ilmiahnya, siswa SD/MI perlu menguasai keterampilan proses sampai
pada keterampilan proses terpadu. Namun, guru IPA harus terampil dalam
menyajikan keterampilan-keterampilan ini dan mendisain kegiatannya. Untuk
meningkatkan keterampilan proses siswa, guru harus menyajikan pembelajaran
menggunakan pendekatan keterampilan proses. Pendekatan keterampilan proses
adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat
menemukan fakta-fakta, membangun konsep-konsep dan teori-teori dengan
keterampilan intelektual dan sikap ilmiah siswa sendiri.

Salah satu tujuan pembelajaran pada standar kompetensi mata pelajaran IPA
adalah melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir,
bersikap, dan bertindak ilmiah serta berkomunikasi. Proses inkuiri ilmiah bertujuan
menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta
berkomunikasi sebagai salahsatu aspek penting kecakapan hidup. Kegiatan inkuiri
meliputi: observasi, pengukuran, hipotesis, interpretasi data, pengumpulan data,
analisis data, interpretasi data dan membuat teori. Beberapa kegiatan pada inkuiri
ilmiah sama dengan kegiatan keterampilan proses IPA. Untuk melatih siswa
melakukan keterampilan proses, perlu disajikan beberapa kegiatan yang mengajak
siswa untuk berpikir dan bekerja sesuai dengan keterampilan proses.

Pada modul ini Anda dapat mempelajari keterampilan proses dasar maupun
terpadu diawali dengan tugas baca teks yang tersedia juga dari media internet,
selanjutnya anda secara berkelompok berlatih beberapa keterampilan proses yang
harus dilatihkan kepada siswa SD/MI dengan uji coba baik eksperimen maupun
non-eksperimen. Selanjutnya Anda membuat laporan dan mempresentasikan hasil
kegiatan.

Better Education Through Reformed Management Universal Teacher Upgrading BERMUTU 5


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Setelah memahami berbagai keterampilan proses,Anda berlatih memetakan


materi IPA yang dapat dikembangkan menggunakan pendekatan keterampilan
proses dan membuat skenario pembelajarannya.

2. Tujuan

Setelah melakukan kegiatan belajar 1,Anda diharapkan dapat :


a. Mengelompokkan keterampilan kedalam keterampilan proses dasar dan
keterampilan proses terpadu.
b. Menjelaskan pengertian masing-masing keterampilan proses baik
keterampilan proses dasar dan keterampilan proses terpadu.
c. Membuat pemetaan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA.
d. Mengimplementasikan keterampilan proses dalam suatu kegiatan ilmiah IPA.

3. Bahan, Alat dan Sumber Belajar

a. Bahan : bahan praktikum, media gambar, poster dan Teks


tentang ketrampilan proses dan LKS yang
mengembangkan keterampilan proses sains.
b. Alat : alat tulis menulis
c. Sumber belajar : Modul, internet, buku-buku tentang pendidikan

4. Langkah Kegiatan

Kegiatan belajar pertama ini dilaksanakan dengan alokasi waktu 250 menit.
Alternatif kegiatan belajar bagi peserta pelatihan dapat mengikuti alur kegiatan
berikut:

6 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

(10) (30) (150)

Kegiatan Pokok
Pengantar : Kegiatan Pokok
Kerja kelompok:
Uji coba LKS
Informasi Mempelajari Bahan
Kompetensi dan Penyusunan laporan
Bacaan Pendekatan
Tujuan
Keterampilan Proses
Pembelajaran
Diskusi, Tanya
Jawab

(30)
(10)

Penutup:
Presentasi hasil
kerja kelompok
Refleksi dan Reviu
Fasilitator terhadap
hasil belajar 1

Gambar 2.1. Alur Kegiatan Keterampilan Proses

Penjelasan Alur Kegiatan

Pengantar Kegiatan (10 menit)


Setelah pengondisian peserta pelatihan, fasilitator membuka kegiatan dengan
ucapan salam dan menginformasikan tujuan, kegiatan belajar, serta hasil belajar
yang diharapkan. Fasilitator menginformasikan juga bahwa tujuan yang akan
dicapai dalam pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ada di dalam
Pendahuluan. Selanjutnya, fasilitator menginformasikan hasil belajar yang
diharapkan setelah peserta pelatihan menggunakan modul ini, yaitu pemahaman
tentang keterampilan proses IPA, keterampilan guru dalam melakukan keterampilan
proses melalui uji coba LKS, serta pemilihan lembar kerja siswa yang
mengembangkan keterampilan proses siswa.

Kegiatan Pokok

1. Mempelajari Bahan Bacaan Keterampilan Proses (30 menit)


Setelah memberikan pengantar, fasilitator memberikan penugasan mempelajari
teks bahan ajar tentang Keterampilan Proses kepada peserta pelatihan, melalui

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 7


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

kegiatan tugas baca dan diskusi kelompok. Peserta juga diminta untuk membuka
internet dalam rangka menambah wawasan tentang keterampilan proses sains
dalam pembelajaran
2. Latihan Keterampilan Proses Sains (150 menit)

Peserta melakukan uji coba LKS yang mengembangkan Keterampilan Proses


IPA. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok
melakukan uji coba LKS secara berkeliling. Selanjutnya peserta membuat
laporan hasil kegiatan.

Presentasi hasil kerja (30 menit)

Perwakilan peserta mempresentasikan hasil kerja kelompok, peserta lain


menanggapi. Skenario yang dipresentasikan dipilih yang menggunakan pendekatan
yang berbeda sehingga contoh skenario bervariasi. Setelah presentasi ada
pengarahan dari fasilitator terutama pada perbaikan hasil kerja.

Kegiatan Penutup (10 menit)

Fasilitator memandu peserta pelatihan untuk merefleksikan hasil pembelajaran yang


sudah dialami peserta dan memberkan reviu sebagai penguatan jika diperlukan.

5. Bahan Bacaan untuk Fasilitator dan Peserta

Keterampilan Proses

Banyak para ahli pendidikan mengemukakan pengertian tentang proses dan


keterampilan proses IPA. Robin Millar (1989) menyatakan bahwa istilah proses
sains (Science Processes) sangat banyak digunakan di Inggris.Istilah ini mengacu
pada pendekatan proses (process approach) yang digunakan oleh guru dalam
membahas materi (content) yang mengacu kepada prosesnya. Func (1979)
menyampaikan batasan mengenai keterampilan proses (Science Processes Skill)
sebagai hal-hal yang dilakukan oleh ahli sains dalam mereka belajar dan
melakukan investigasi (penyelidikan). Menurut Semiawan, dkk. (Nasution, 2007)
keterampilan proses merupakan keterampilan fisik dan mental terkait dengan
kemampuan-kemampuan yang mendasar yang dimiliki, dikuasai, dan diaplikasikan
dalam suatu kegiatan ilmiah, sehingga para ilmuan berhasil menemukan sesuatu
yang baru. American Association for the Advancement of Science (1970)

8 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

mengklasifikasikan menjadi keterampilan proses dasar dan keterampilan proses


terpadu.

Keterampilan proses dasar


- Pengamatan

- Pengukuran

- Menyimpulkan

- Meramalkan

- Menggolongkan

- Mengkomunikasikan

Keterampilan proses terpadu


- Pengontrolan variabel

- Interpretasi data

- Perumusan hipotesa

- Pendefinisian variabel secara operasional

- Merancang eksperimen

Keterampilan proses dasar merupakan suatu fondasi untuk melatih


keterampilan proses terpadu yang lebih kompleks. Seluruh keterampilan proses ini
diperlukan pada saat berupaya untuk mencatatkan masalah ilmiah. Keterampilan
proses terpadu khususnya diperlukan saat melakukan eksperimen untuk
memecahkan masalah. Berikut ini uraian beberapa keterampilan proses dasar dan
Keterampilan proses terpadu yang dapat dilatihkan pada siswa tingkat SD.

a. Pengamatan

Pengamatan merupakan salah satu keterampilan proses dasar. Keterampilan


pengamatan menggunakan lima indera, yaitu penglihatan, pembau, peraba,
pengecap, dan pendengaran. Apabila siswa mempunyaikemampuan melakukan
pengamatan dengan menggunakan beberapa indera, kesadaran dan kepekaan
mereka terhadap segala hal disekitarnya akan berkembang.Pengamatan yang
dilakukan hanya menggunakan indera disebut pengamatan kualitatif, sedangkan
pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur disebut pengamatan
kuantitatif. Melatih siswa untuk memiliki keterampilan pengamatan pada dasarnya

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 9


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

mencakup upayamelatih siswa mengidentifikasi indera mana yang tepat digunakan


untuk melakukan pengamatan suatu objek. Pengamatan dapat dilakukan pada
objek yang sudah tersedia dan pengamatan pada suatu gejala atau perubahan.
Contoh: Sekelompok siswa diminta mengamati beberapa tepung yang berbeda
jenisnya baik rasa, warna, ukuran serbuk dan baunya.
Gunakan panca inderamu untuk mengetahui jenis-jenis tepung yang tersedia pada
piring ini . Bagaimana warnanya, rasanya, ukurannya, bentuknya dan baunya?

Tepung Warna Rasa Ukuran Bentuk Bau

b. Pengukuran

Keterampilan mengukur dapat dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan yang


berkaitan dengan pengembangan satuan-satuan yang cocok dari ukuran panjang,
luas, isi, waktu, berat, dan sebagainya. Menurut Carin, mengukur adalah membuat
observasi kuantitatif dengan membandingkannya terhadap standar yang
kovensional atau standar non konvensional (Nasution, 2007).

Contoh : Siswa melakukan pengukuran suhu menggunakan termometer,


menimbang dengan berbagai neraca, mengukur volume menggunakan
gelas ukur, mengukur panjang dengan menggunakan penggaris.

c. Menyimpulkan

Dalam keterampilan proses, menyimpulkan dikenal dengan istilah inferensi.


Inferensi merupakan sebuah pernyataan yang dibuat berdasarkan fakta hasil
pengamatan. Hasil inferensi dikemukakan sebagai pendapat seseorang terhadap
sesuatu yang diamatinya. Pola pembelajaran untuk melatih keterampilan proses

10 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

inferensi, sebaiknya menggunakan pembelajaran konstruktivisme, sehingga siswa


belajar merumuskan sendiri inferensinya.

Contoh : Siswa diminta menduga isi kotak yang isinya benda-benda dengan
bentuk yang berbeda-beda dengan cara menggoyangkannya dan
siswa menduga isi kotak dari suaranya.

d. Klasifikasi

Klaslifikasi merupakan proses yang digunakan ilmuwan untuk mengadakan


penyusunan atau pengelompokkan atas objek-objek atau kejadian-kejadian.

Keterampilan klasifikasi dapat dikuasai bila siswa telah dapat melakukan dua
keterampilan berikut ini:

1) Mengidentifikasi dan memberi nama sifat-sifat yanng dapat diamati dari


sekelompok objek yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengklasifikasi.

2) Menyusun klasifikasi dalam tingkat-tingkat tertentu sesuai dengan sifat-sifat


objek.

Klasifikasi berguna untuk melatih siswa menunjukkan persamaan, perbedaan


dan hubungan timbal baliknya. Sebagai contoh siswa mengklasifikasikan jenis-jenis
hewan, tumbuhan, zat kimia kedalam unsur, senyawa atau campuran, sifat logam
berdasarkan kemagnetannya

e. Komunikasi

Komunikasi didalam keterampilan proses berarti menyampaikan pendapat hasil


keterampilan proses lainnya baik secara lisan maupun tulisan. Dalam bentuk tulisan,
komunikasi dapat berupa rangkuman, grafik, tabel, gambar, atau poster.
Keterampilan berkomunikasi ini sebaiknya selalu dicoba di kelas, agar siswa
terbiasa mengemukakan pendapat dan berani tampil di depan umum.Adapun
karakteristik keterampilan mengkomunikasikan ini diantaranya adalah sebagai
berikut:
1) Mengutarakan suatu gagasan.
2) Menjelaskan penggunaan data hasil penginderaan/memeriksa secara akurat
suatu objek atau kejadian.
3) Mengubah data dalam bentuk tabel ke bentuk lainnya misalnya grafik, peta
secara akurat.

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 11


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

f. Prediksi

Prediksi merupakanramalan tentang kejadian yang dapat diamati padawaktu


yang akan datang. Prediksi didasarkan pada observasi yang cermat dan inferensi
tentang hubungan antara beberapa kejadian yang telah diobservasi. Perbedaan
inferensi dan prediksi yaitu:
Inferensi harus didukung oleh fakta hasil observasi, sedangkan prediksi
dilakukan dengan meramalkan apa yang akan terjadi kemudian berdasarkan data
pada saat pengamatan dilakukan.

Contoh : Siswa diminta membuat suatu prediksi


1. Apa yang akan terjadi jika air dibiarkan didalam piring lebar
dibiarkan berhari-hari?

2. Apa yang akan terjadi pada lampu senter jika ada pemasangan
batu baternya terbalik?

g. Mengidentifikasikan Variabel

Variabel merupakansatuan besaran kualitatif atau kuantitatif yang dapat


bervariasi atau berubah pada suatu situasi tertentu. Besaran kualitatif adalah
besaran yang tidak dinyatakan dalam satuan pengukuran baku tertentu. Besaran
kuantitatif adalah besaran yang dinyatakan dalam satuan pengukuran baku
tertentu misalnya volume diukur dalam liter dan suhu diukur dalam 0 C.

Keterampilan identifikasi variabel dapat diukur berdasarkan tiga tujuan


pembelajaran berikut:

1) Mengidentifikasi variabel dari suatu pernyataan tertulis atau dari deskripsi


suatu eksperimen.

2) Mengidentifikasi variabel manipulasi dan variabel respon dari deskripsi suatu


eksperimen.

3) Mengidentifikasi variabel kontrol dari suatu pernyataan tertulis atau deskripsi


suatu eksperimen.

Dalam suatu eksperimen terdapat tiga macam variabel yang sama pentingnya, yaitu
variabel manipulasi, variabel respon, dan variabel kontrol.

12 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Variabel manipulasi adalah suatu variabel yang secara sengaja diubah atau
dimanipulasi dalam suatu situasi.

Variabel respon adalah variabel yang berubah sebagai hasil akibat dari kegiatan
manipulasi.

Variabel kontrol adalah variabel yang sengaja dipertahankan konstan agar tidak
berpengaruh terhadap variabel respon.

Untuk tingkat SD keterampilan ini belum dilatihkan.

h. Interpretasi Data

Keterampilan interpretasi data biasanya diawali dengan pengumpulan data,


analisis data, dan mendeskripsikan data. Pengertian mendeskripsikan data
adalahmenyajikan data dalam bentuk yang mudah difahami misalnya bentuk tabel,
grafik dengan angka-angka yang sudah dirata-ratakan. Data yang sudah dianalisis
baru diinterpretasikan menjadi suatu kesimpulan atau dalam bentuk pernyataan.

Data yang diinterpretasikan harus data yang membentuk pola atau beberapa
kecenderungan.

i. Hipotesis

Hipotesis biasanya dibuat pada suatu perencanaan penelitian yang merupakan


pekerjaan tentang pengaruh yang akan terjadi dari variabel manipulasi terdapat
variabel respon. Hipotesis dirumuskan dalam bentuk pernyataan bukan pertanyaan,
pertanyaan biasanya digunakan dalam merumuskan masalah yang akan diteliti
(Nur, 1996).

Hipotesis dapat dirumuskan secara induktif dan secara deduktif. Perumusan


secara induktif berdasarkan data pengamatan, secara deduktif berdasarkan teori.
Hipotesis dapat juga dipandang sebagai jawaban sementara dari rumusan masalah.

j. Definisi Variabel Secara Operasional

Mendefinisikan secara operasional suatu variabel berarti menetapkan


carasuatu variabel itu diukur. Definisi operasional variabel adalah definisi yang
menguraikan caramengukur suatu variabel. Definisi ini harus menyatakan jenis
tindakan yang akan dilakukan dan pengamatan apa yang akan dicatat dari suatu
eksperimen.

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 13


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Keterampilan ini merupakan komponen keterampilan proses yang paling sulit


dilatihkan karena itu harus sering diulang-ulang.

Contoh : Siswa melakukan percobaan pengaruh suhu terhadap kelarutan gula.

Rumusan hipotesis : Makin tinggi suhu air, makin cepat kelarutan gula.
Tabel 2.1. Data hasil observasi
Volume air Suhu air Waktu
(Cm3) (OC) (detik)

100 25 30
100 50 20
100 80 10

Identifikasi variabel:
Variabel Manipulasi : Suhu
Variabel Respon : Waktu
Variable Kontrol : Volume air, termometer, jenis air, gelas ukur,
stopwatch, tempat air
Definisi operasional variabel
Definisi operasional variabel manipulasi :
Suhu air diukur menggunakan termometer.
Definisi operasional variabel respon :
Waktu diukur dengan menggunakan stopwatch.
Definisi operasional variabel kontrol :
- Alat-alat ukur seperti stopwach, tempat air, termometer, gelas ukur harus
sama untuk semua percobaan.
- Air yang dicoba berasal dari satu tempat.

k. Eksperimen

Eksperimen dapat didefinisikan sebagai kegiatan terinci yang direncanakan


untuk menghasilkan data untuk menjawab suatu masalah atau menguji suatu
hipotesis. Suatu eksperimen akan berhasil jika variabel yang dimanipulasi dan jenis
respon yang diharapkan dinyatakan secara jelas dalam suatu hipotesis, juga
penentuan kondisi-kondisi yang akan dikontrol sudah tepat. Untuk keberhasilan ini
maka setiap eksperimen harus dirancang dulu kemudian diuji coba.

14 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Kegiatan melatih merencanakan eksperimen tidak harus selalu dalam bentuk


penelitian yang rumit tetapi cukup dilatihkan dengan menguji hipotesis-hipotesis
yang berhubungan dengan konsep-konsep didalam kurikulum, kecuali untuk melatih
khusus siswa-siswa dalam kelompok tertentu. Contohnya Kelompok Ilmiah Remaja.

LATIHAN KETERAMPILAN PROSES

Setelah Anda mendiskusikan pengertian dan contoh-contoh keterampilan


proses IPA, Anda dapat mencoba beberapa keterampilan proses yang akan
dilatihkan kepada siswa melalui beberapa percobaan. Setelah Anda melakukan
percobaan diskusikan dengan teman satu kelompok. Tentukan keterampilan proses
apa yang dilatihkan pada siswa melalui percobaan tersebut, kemudian rancanglah
percobaan untuk siswa yang meningkatkan keterampilan proses sesuai dengan
materi pada standar kompetensi IPA SD/MI.

a. Pengamatan

Tujuan: Mengamati objek secara kualitatif dan kuantitatif

Melalui kegiatan ini, Anda diharapkan dapat berlatih melakukan kegiatan


pengamatan baik secara kualitatif maupun kuantitatif terhadap suatu objek.

Bahan : sebuah permen/gula-gula

Kegiatan 1: Pengamatan Kualitatif

Amatilah sebuah permen/gula-gula, kumpulkan sebanyak mungkin informasi


mengenai permen/gula-gula tersebut.

Catatlah informasi yang Anda peroleh pada kolom berikut !

Nama Objek : .

Hasil Pengamatan Alat indera yang digunakan untuk


memperoleh informasi

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 15


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Kegiatan 2: Pengamatan kuantitatif (Pengukuran)

Alat/bahan : benda berbentuk kotak kecil, penggaris, neraca, silinder ukur yang
memuat kotak yang diamati, dan air.

1) Amatilah sebuah kotak . Carilah informasi sebanyak mungkin mengenai kubus


materi tersebut. Gunakanlah alat indera dan alat ukur yang tersedia seperti
penggaris, neraca dan silinder ukur!

2) Catatlah informasi yang Anda peroleh!

...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................

Kegiatan 3 :Pengamatan suatu perubahan

Alat/bahan : lilin, korek api, penggaris, neraca


1) Ambil sebatang lilin, amati lilin tersebut dan catat hasil pengamatan Anda!

2) Nyalakan lilin tersebut, amati nyala lilin selama 3 menit. Catat perubahan-
perubahan pada lilin selama lilin tersebut menyala !

3) Padamkan nyala lilin. Amati kembali lilin tersebut. Catat kembali hasil
pengamatan Anda!

4) Tuliskan hasil pengamatan Anda pada tabel hasil pengamatan !

Hasil Pengamatan

Sebelum lilin Pada waktu Sesudah lilin


dinyalakan lilin menyala dipadamkan

b. Klasifikasi

Untuk melatih keterampilan mengklasifikasi Anda dapat melakukan kegiatan berikut


ini.

16 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Kegiatan 1. Melakukan klasifikasi terhadap macam-macam benda dari jenis, sifat,


warna, kegunaan dan sebagainya

Klasifikasikan benda-benda yang tersedia di atas meja berdasarkan jenis bahan,


sifat, warna, kegunaan dan sebagainya menurut pengamatan Anda. Buatlah laporan
hasil klasifikasi.

Alternatif benda-benda yang akan diklasifikasikan ( disiapkan fasilitator)

1).alat tulis seperti macam-macam kertas, macam-macam pinsil warna, balpoint


dengan warna berbeda
2). tumbuhan seperti macam-macam daun, bunga berwarna, tangkai
3). alat makan seperti piring kertas, piring plastik, sendok plastik, sendok logam
4). Permen/gula-gula dengan warna yang berbeda

Kegiatan 2. Melakukan klasifikasi dari data yang tersedia pada lembar kerja

Pelajari jaringan makanan yang tersusun pada kartu-kartu yang ditempel pada
papan berikut!

Nelayan

Kutu Air Tanaman Air Kecebong Lalat

Siput Air Tilapia

Klasifikasikan makhluk hidup dengan cara ambil kartu tersebut dan tempel
kembali berdasarkan klasifikasi berikut!

Kolam

Produsen Konsumen

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 17


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

c. Infering

Tujuan :Melalui kegiatan ini, Anda diharapkan berlatih membuat inferensi.

Alat/bahan : beberapa kotak berisi benda (misal benda padat yang berbentuk
panjang, bulat, serbuk )

Lakukan pengamatan terhadap isi kotak dengan tidak membuka kotak


tersebut.Deskripsikan hasil pengamatan Anda mengenai isi kotak tersebut!

Tuliskan kira-kira nama benda yang ada dalam kotak tersebut berdasarkan
deskripsi hasil pengamatan Anda dan buatlah kesimpulan mengenai benda isi
kotak!

Deskripsikan hasil pengamatan :

Kesimpulan :

d. Identifikasi Variabel

Tujuan : Menentukan variabel manipulasi, respon dan kontrol pada suatu


eksperimen.
Alat : Botol air mineral ukuran kecil 3 buah
Balon dengan ukuran dan bentuk yang sama 3 buah
Bahan : Cuka dapur dan soda kue
Langkah kerja:

1) Siapkan cuka dapur didalam tiga botol dengan cara sebagai berikut:

Botol I : 75 mL cuka +25 mL air


Botol I : 50 mL cuka + 50 mL air
Botol II : 25 mL cuka + 75 mL air

2) Siapkan tiga buah balon, masukkan satu sendok tek soda kue ke dalam
balon!

18 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

3) Pasangkan balon ke dalam mulut botol, hati-hati jangan samapi soda kue
masuk ke dalam botol!

4) Tuangkan soda kue dari balon secara bersamaan pada ketiga botol tersebut.
Amati gejala yang terjadi dan mana yang paling cepat balon
menggelembung!

Pertanyaan Jawaban

1. Gejala apa yang terjadi pada masing-


masing percobaan?

2. Urutkan kecepatan menggelembungnya


balon!

3. Mengapa kecepatan menggelembungnya


balon berbeda?

4. Tentukan variabel manipulasi, respon dan


kontrol pada percobaan tersebut!

5. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini

Catatan: dengam masih menggunakan percobaan ini Anda dapat berlatih membuat
hipotesis dan prediksi

1) Buatlah hipotesis berdasarkan percobaan ini!

2) Buatlah prediksi anda dari pertanyaan berikut, apa yang akan terjadi jika dicoba
percobaan diatas dengan 100 mL cuka saja dan campuan cuka dengan air: 15
mL cuka+ 85mL air!

e. Komunikasi

Untuk berlatih mengkomunikasikann suatu hasil percobaan diantaranya melalui


pembuatan grafik dari data yang diperoleh. Lakukan kegiatan berikut:

Pada penelitian tentang hubungan jumlah kijang dengan predatornya didapat


data sebagai berikut.

Pada tahun 1935 ada sekotar 250 kijang di hutan, dalam tahun 1940, ada
predator baru yang terdapat di hutan. Pada tahun 1955, populasi kijang menurun

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 19


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

menjadi 50 ekor. Tabel berikut menunjukkan data populasi kijang dengan


predatornya.

Tahun Jumlah Kijang Jumlah Predator

1935 250 30

1940 190 50

1945 120 110

1950 80 150

1955 50 170

Gambarlah grafik untuk merepresentasikan dua populasi ini.

6. Tugas

Kerjakan tugas berikut dalam kelompok kerja

1). Buatlah pemetaan keterampilan proses yang dikembangkan melalui


berbagai topik IPA!

2). Rancanglah suatu percobaan dari materi IPA SD yang mengembangkan


keterampilan proses siswa. Tentukan keterampilan proses yang
dikembangkan dari kegiatan pada percobaan tersebut.

7. Evaluasi

Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman Anda!

1) Jelaskan pengertianketerampilan proses!


2) Sebutkan macam-macam keterampilan keterampilan proses dasar dan
keterampilan proses terpadu!
3) Berikan contoh rancangan praktikum IPA SD yang mengembangkan
keterampilan proses siswa!
4) Berikan contoh masalah untuk kegiatan diskusi dalam bentuk lembar kerja
atau soal!

20 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

B. Kegiatan Belajar 2 : Pendekatan Keterampilan Proses

1. Pengantar

Selain terampil menggunakan metode, guru yang profesional harus terampil


dalam memilih pendekatan pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran dan kondisi kelas.Pendekatan pembelajaran adalah
proses penyajian isi pembelajaran kepada siswa untuk mencapai kompetensi
tertentu dengan suatu atau beberapa metode pilihan.Pendekatan keterampilan
proses dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang
sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan,
dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Proses dapat
didefinisikan sebagai perangkat keterampilan kompleks yang digunakan ilmuwan
dalam melakukan penelitian ilmiah. Pendekatan Keterampilan Proses adalah
perlakuan yang diterapkan dalam pembelajaran yang menekankan pada
pembentukan keterampilan memperoleh pengetahuan kemudian
mengkomunikasikan perolehannya. Keterampilan memperoleh pengetahuan dapat
dengan menggunakan kemampuan olah pikir (psikis) atau kemampuan olah
perbuatan (fisik).
Pada bab ini Anda diajak berdiskusi tentang jenis-jenis pendekatan
keterampilan proses diawali dengan tugas baca teks, selanjutnya anda secara
berkelompok menganalisis topik-topik atau materi pembelajaran IPA yang dapat
disajikan dengan pendekatan keterampilan proses. Selanjutnya Anda berlatih
mengembangkan skenario penggunaan pendekatan keterampilan proses yang
sesuai dengan topik IPA.

2. Tujuan
Setelah mengikuti kegiatan belajar pada kegiatan belajar 2 diharapkan anda
dapat :

a. Menjelaskan pendekatan yang sesuai dengan pembelajaran IPA.

b. Membuat pemetaan penggunaan pendekatan sesuai dengan topik IPA.

c. Menyusun skenario pembelajaran menggunakan suatu pendekatan sesuai


dengan karakteristik pada materi IPA.

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 21


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

3. Bahan, Alat, dan Sumber Belajar

a. Bahan : teks tentang pendekatan pembelajaran dan contoh

skenario yang menerapkan suatu model pembelajaran

b. Alat : alat tulis menulis

c. Sumber belajar : modul Bermutu, Buku Teori Pembelajaran

4. Langkah Kegiatan

Kegiatan belajar pertama ini dilaksanakan dengan alokasi waktu 200 menit,
alternatif kegiatan belajar bagi peserta pelatihan dapat mengikuti alur kegiatan
berikut:

(10) (30) (120)

Kegiatan Pokok
Pengantar : Kegiatan Pokok:
Kerja kelompok:
Kerja kelompok
Informasi Mempelajari Bahan
Kompetensi dan Pemetaan pendekatan
Bacaan Pendekatan
Tujuan pembelajaran dengan
Keterampilan Proses
Pembelajaran topik IPA yang sesuai
Diskusi, Tanya
Latihan menyusun
Jawab
skenario pembelajaran

(30)
(10)

Penutup:
Presentasi hasil
Refleksi dan Reviu kerja kelompok
Fasilitator terhadap
hasil belajar

Gambar 2.2. Alur Kegiatan Pendekatan Keterampilan Proses

22 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Penjelasan Alur Kegiatan

Pengantar Kegiatan ( 10 menit)

Setelah pengondisian peserta pelatihan untuk belajar, fasilitator membuka sesi


dengan ucapan salam dan menginformasikan tujuan, kegiatan belajar, serta hasil
belajar yang diharapkan. Informasikan bahwa tujuan yang akan dicapai dalam
pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ada dalam Bagian I Pendahuluan.
Selanjutnya fasilitator menginformasikan hasil belajar yang diharapkan setelah
peserta pelatihan menggunakan modul ini, yaitu pemahaman tentang pendekatan
belajar yang sesuai dengan pembelajaran IPA, membuat pemetaan pendekatan
pembelajaran sesuai dengan topik IPA, dapat menyusun skenario pembelajaran
menggunakan suatu pendekatan sesuai dengan karakteristik pada materi IPA.

Kegiatan Pokok

1. Mempelajari Bahan Ajar Pendekatan Keterampilan Proses (30 menit)

Setelah memberikan pengantar, fasilitator memberikan penugasan


mempelajaribahan ajarkepada peserta pelatihan, melalui kegiatan tugas
baca dan diskusi kelompok. Peserta diminta untuk mengidentifikasi ciri-ciri
pembelajaran yang menggunakan pendekatan keterampilan proses.

2. Latihanpemetaan pendekatan pembelajaran dengan topik IPA yang sesuai dan


latihan menyusun skenario pembelajaran (120 menit)

Fasilitator meminta peserta melakukan pemetaan topik IPA yang yang


dapat dilakukan dengan pendekatan keterampilan proses baik untuk
kegiatan eksperimen maupun non eksperimen dan dilaporkan dalam
bentuk matrik. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap
kelompok membuat pemetaan untuk pembelajaran IPA pada kelas yang
berbeda. Selanjutnya fasilitator dan peserta mendiskusikan contoh
skenario pembelajaran IPA dengan pendekatan keterampilan proses
kemudian peserta berlatih membuat skenario pembelajaran sesuai
dengan hasil pemetaan sebelumnya.

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 23


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Presentasi hasil kerja (30 menit)

Perwakilan peserta mempresentasikan hasil kerja kelompok, peserta


lain menanggapi. Skenario yang diprentasikan dipilih yang berbeda
sehingga contohnya dalam pembelajaran IPA bervariasi. Setelah presentasi
ada pengarahan dari fasilitator terutama pada perbaikan hasil kerja

Kegiatan Penutup (10 menit)

Fasilitator memandu peserta pelatihan untuk merefleksikan hasil


pembelajaran yang sudah dialami peserta dan memberkan reviu sebagai
penguatan jika diperlukan.

5. Bahan Bacaan untuk Fasilitator dan Peserta

Proses merupakan konsep besar yang dapat diuraikan menjadi komponen-


komponen yang harus dikuasai seseorang bila akan melakukan
penelitian.Keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran, nalar dan
perbuatan secara efisien dan efektif untuk mencapai suatu hasil tertentu, termasuk
kreativitias. Dengan demikianPendekatan Keterampilan Proses adalah perlakuan
yang diterapkan dalam pembelajaran yang menekankan pada pembentukan
keterampilan memperoleh pengetahuan kemudian mengkomunikasikan
perolehannya. Keterampilan memperoleh pengetahuan dapat dengan
menggunakan kemampuan olah pikir (psikis) atau kemampuan olah perbuatan
(fisik).

Ratna Wilis Dahar (1985) mengutip pendapat Mechling dan Oliver (1983)
mengemukakan bahwa keterampilan-keterampilan proses yang diajarkan dalam
pendidikan sains memberi penekanan pada keterampilan-keterampilan berpikir yang
dapat berkembang pada anak-anak. Dengan keterampilan-keterampilan ini, anak-
anak dapat mempelajari sains sebanyak mereka dapat mempelajarinya dan ingin
mengetahuinya. Penggunaan keterampilan-keterampilan proses ini merupakan
suatu proses yang berlangsung selama hidup.

Pengembangan keterampilan proses sangat diperlukan siswa sejak awal


belajar IPA, sebab pada dasarnya anak memiliki keingintahuan yang besar terhadap
sesuatu. Menurut hasil penelitian Piaget dan Bruner terungkap bahwa anak itu

24 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

dapat berpikir secara tingkat tinggi bila ia mempunyai cukup pengalaman secara
kongkrit dan bimbingan yang memungkinkan pengembangan konsep-konsep dan
menghubungkan fakta-fakta yang diperlukan.

Keterampilan proses perlu dilatihkan/dikembangkan dalam pengajaran sains


karena keterampilan proses mempunyai peran-peran sebagai berikut :

1. Membantu siswa belajar mengembangkan pikirannya,


2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan,
3. Meningkatkan daya ingat,
4. Memberikan kepuasan intrinsik bila anak telah berhasil melakukan sesuatu,
5. Membantu siswa mempelajari konsep-konsep sains (Dahar, 1985).

Bagaimana Pendekatan Keterampilan Proses ini Digunakan

Di dalam menggunakan pendekatan keterampilan proses pada pembelajaran


digunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Di dalam menyusun strategi mengajar, pengembangan keterampilan proses


terintegrasi dengan pengembangan produk IPA.
2. Keterampilan proses IPA, mulai dari mengamati hingga mengajukan pertanyaan
tidak perlu merupakan suatu urutan yang harus diikuti dalam mengajarkan IPA.
3. Setiap pendekatan atau metode mengajar yang diterapkan dalam pengajaran IPA
dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan proses IPA. Jumlah dan
macam keterampilan proses IPA tidak perlu sama untuk setiap metode, asal
sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan materi yang diajarkan.
4. Pendekatan keterarmpilan proses tidak hanya dapat dikembangkan melalui
kegiatan eksperimen atau praktikum, tetapi dapat pula dilatihkan melalui kegiatan
non eksperimen atau diskusi.

Salah satu alternatif yang dikembangkan Monk (1991) dalam


meningkatkan keterampilan proses anak melalui kegiatan non eksperimen
yaitu dengan mengembangkan Worksheet for Developing Process Skills
with Pencil and Paper Tasks atau di Indonesia dikenal dengan istilah
Lembar Kerja Siswa non-eksperimen yang mengembangkan keterampilan
proses (LKS non-eksperimen).

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 25


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Beberapa contoh LKS non-eksperimen yang mengembangkan


keterampilan proses adalahmodelmenemukan pola, menemukan hipotesa,
mencatat data, merancang eksperimen, menganalisa data dan menjelaskan
hasil pengolahan data.

a. Menemukan Pola (Noticing patterns in the real world)

Bentuk ini mengajak siswa untuk mencari persamaan, perbedaan,


penggolongan dan kaitan sebab dan akibat, contohnya melalui gambar-
gambar, uraian suatu kejadian atau objek. Keterampilan proses pada model ini
diantaranya keterampilan mengklasifikasi.

b. Menemukan Hipotesa (Making a hypotesis)

Pada model ini terdapat informasi dalam bentuk data gambar, uraian atau
grafik dan siswa diminta menemukan hubungan secara kuantitatif, kemudian
siswa membuat prediksi dari hubungan.

Perbedaaan dengan model no. 1, model ini sudah melibatkan variabel.


Keterampilan proses pada model ini contohnya interpretasi data dan prediksi.

c. Mencatat data(Recording Data)

Pada model ini terdapat kegiatan-kegiatan mencatat misalnya membuat catatan


dalam bentuk tabel dan membuat catatan keterangan dari alat-alat yang
dirangkai. Pada model ini siswa harus diberi informasi tentang data-data yang
harus dicatat. Bentuk hasil pencatatan dapat berbentuk tabel, catatan singkat
atau grafik. Hasil catatan dapat dilaporkan atau dipresentasikan. Keterampilan
proses yang dikembangkan adalah keterampilan komunikasi.

d. Menganalisa Data (Analysing Data)

Pada model ini terdapat kegiatan dimana kepada siswa diberikan data-data
yang harus dianalisis. Selanjutnya data tersebut dianalisis dan diinterpretasikan
kedalam suatu pola sehingga dari data tersebut didapat suatu kesimpulan.
Keterampilan proses yang dapat dikembangkan adalah interpretasi data dan
menyimpulkan.

e. Merancang Eksperimen (Designing Experiment)

Pada model ini terdapat kegiatan seperti memperkirakan ukuran yang tepat
dalam menentukan alat, merangkai alat yang tepat untuk suatu eksperimen,

26 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

merancang prosedur eksperimen dan mengoperasikan variabel. Keterampilan


proses yang dikembangkan pada model ini adalah penentuan variabel,
penentuan definisi operasional variabel dan merancang eksperimen.

Adapun peran guru dalam mengembangkan keterampilan proses ini adalah


sebagai berikut:

1. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang memberikan


kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan proses.
2. Memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan proses.
3. Memberikan bimbingan kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan
proses.

Penilaian Keterampilan Proses Sains

Pada kegiatan pembelajaran selalu diakhiri dengan penilaian hasil belajar.


Penyusunan butir soal keterampilan proses sains hendaknya memperhatikan
karakteristik keterampilan proses. Berikut ini karakteristik yang harus diperhatikan
apabila menyusun butir soal mengukur yang mengukur jenis-jenis keterampilan
proses berikut.

Observasi : dalam butir soal harus ada objek atau peristiwa yang dapat diamati

Klasifikasi : dalam butir soal harus disajikan objek/peristiwa yang dapat


ditemukan/dicari persamaan dan perbedaan dari objek tersebut atau diberikan
kriteria tertentu untuk melakukan pengelompokkan.

Prediksi/Meramalkan : dalam butir soal harus jelas pola atau kecenderungan untuk
dapat diajukan suatu dugaan atau ramalan.

Interpretasi : dalam butir soal harus disajikan sejumlah data untuk memperlihatkan
pola.

Komunikasi : dalam butir soal harus ada satu bentuk penyajian tertentu untuk
diubah ke bentuk penyajian lainnya, misalnya bentuk uraian ke bentuk bagan, bentuk
tabel ke bentuk grafik.

Dalam penyusunan butir soal keterampilan proses guru dituntut menguasai


masing-masing jenis keterampilan prosesnya kemudian pilihlah satu konsep tertentu
untuk dijadikan konsep tertentu untuk dijadikan konteks. Dengan memperhatikan

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 27


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

karakteristik jenis keterampilan proses yang akan diukur, sajikanlah sejumlah


informasi yang perlu diolah. Setelah itu buat pertanyaan atau suruhan yang
dikendaki untuk memperoleh respon atau jawaban yang diharapkan.

Untuk mengimplementasikan pendekatan keterampilan proses, seorang guru


harus mempersiapkan perencanaan dalam bentuk RPP dan Lembar Kerja Siswa.
Pada kegiatan berikutnya anda dapat berlatih mengembangkan skenario rencana
pembelajaran yang menggunakan pendekatan keterampilan proses dengan metode
yang sesuai. Sebagai contoh berikut ini disajikan contoh RPP IPA dengan topik Sifat
Benda.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran : IPA


Kelas/ Program : IV / 1
Materi : Hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya.
Alokasi Waktu : 4 Jam Pelajaran (4 x 35 Menit)
Standar Kompetensi : 6. Memahami beragam sifat dan perubahan wujud
benda serta berbagai cara penggunaan benda
berdasarkan sifatnya
Kompetensi Dasar : 6.3 Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan
kegunaannya
Indikator :
Mengidentifikasi benda-benda dalam kehidupan
sehari-hari yang memiliki sifat sifat-sifat tertentu.
Menentukan bahan benda yang memiliki sifat-sifat
tertentu.
Menjelaskan hubungan sifat bahan benda sesuai
dengan kegunaan benda
Menjelaskan alasan pemilihan suatu bahan yang
sesuai dengan kegunaannya.

I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa dapat :
1. Menentukan benda-benda yang tahan api dan tahan air melalui percobaan.
2. Menyebutkan nama bahan dari benda-benda yang tahan api, tahan air atau
tahan api dan air
3. Menyebutkan sifat bahan dari benda yang diuji dalam percobaan.
4. Menyebutkan jenisbahan yang sesuai dengan kegunaan benda.

28 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

5. Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dan kegunaannya.


6. Membedakan benda berdasarkan dara serap terhadap air.
7. Menjelaskan alasan pemilihan suatu bahan benda yang sesuai untuk
keperluan tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
II. Materi Pembelajaran
Hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya
1. Sifat -sifat Bahan.
2. Kegunaan benda berdasarkan sifat bahan.
3. Pemilihan bahan benda untuk keperluan tertentu.

III. KKM : 70
IV. Pendekatan /Metode
- Model : Konstruktivisme
- Strategi : Pembelajaran Kooperatif (STAD)
- Pendekatan : Keterampilan Proses
- Metode : Eksperimen /Diskusi/ Ceramah

V. Langkah-langkah Kegiatan

Pertemuan Tahap Waktu


Konstrukti- Rincian Kegiatan
visme (menit)

Pertama Tahap Pendahuluan 10


Situasional Menggali informasi tentang jenis bahan
benda-benda yang digunakan sehari-
hari dengan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan yang berkaitan dengan
materi
Mengajukan masalah misalnya dengan
pertanyaan mengapa bahan untuk jas
hujanmu dibuat dari plastik.
Menginformasikan materi yang akan
dibahas.
Mengelompokan siswa sesuai dengan
model STAD.

Tahap Kegiatan Inti 5


Eksplorasi Guru membakar kembang api sambil
memberikan pertanyan-pertanyaan
yang mengarah ke sifat-sifat bahan

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 29


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Pertemuan Tahap Waktu


Konstrukti- Rincian Kegiatan
visme (menit)

Dalam kelompok, siswa mengamati


benda- benda yang tersedia, mencatat
nama dan bahan benda tersebut

Siswa mengamati demonstrasi 10


percobaan pengujian benda-benda dari
berbagai bahan yang tahan dan tidak
tahan api kemudian mencatat hasil
pengamatan dalam lembar kerja.

Setiap kelompok melakukan percobaan 15


Mengenali Sifat-sifat Bahan Benda
dengan caramenguji benda-benda dari
berbagai bahan yang tahan air dan
yang tidak tahan air, kemudian
mencatat hasil pengamatan dalam tabel
pengamatan.
Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan di
dalam LKS.
Siswa mengerjakan LKS Hubungan 10
Tahap Sifat Bahan Benda Dengan
Kegunaannya untuk menyimpulkan
Elaborasi hubungan antara sifat bahan dengan
kegunaannya dan mencari contoh lain
yang terjadi di sekitarnya

Tahap
Perwakilan kelompok menyampaikan 10
mengemuka hasil diskusi kelompok.
kan Diskusi kelas untuk, menyamakan
persepsi tentang sifat-sifat benda dan
kegunaan benda berdasarkan sifat
bahan.

Tahap Penutup 10
evaluasi Memberikan kuis.
Memberikan tugas untuk mencatat sifat-
sifat 10 macam benda yang ada
dirumah dan tugas baca materi
selanjutnya.

30 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Pertemuan Tahap Waktu


Konstrukti- Rincian Kegiatan
visme (menit)

10
Kedua Tahap Pendahuluan
Situasional
Tanya jawab tentang jenis dan sifat
bahan pembentuk benda.
Menggali informasi tentang pemilihan
bahan untuk benda tertentu misal
kertas HVS untuk menulis
Mengajukan masalah misalnya dengan
pertanyaan mengajukan pertanyaan
kertas apa yang baik digunakan untuk
menyeka keringat.
Menginformasikan materi yang akan
dibahas.
Mengelompokan siswa untuk diskusi
sesuai dengan model STAD.
Tahap Kegiatan Inti
Eksplorasi Siswa membaca lembar kerja yang 5
tersedia Membandingkan sifat
bahan
Siswa menyimak penjelasan guru
mengenai langkah-langkah percobaan
sesuai dengan lembar kerja.
20
Melakukan percobaan pengujian daya
serap kain dan kertas terhadap air,
kemudian mencatat hasil pengamatan
dalam lembar kerja.
Tahap Siswa menjawab pertanyaan-
5
pertanyaan di dalam LKS berdasarkan
Elaborasi
hasil percobaan.
Didalam kelompoknya siswa
5
mendiskusikan kegunaan benda
berdasarkan daya serap terhadap air.
Presentasi hasil percobaan oleh wakil
Tahap
beberapa kelompok
mengemuka Diskusi kelas dan tanya jawab tentang 10
alasan pemilihan suatu bahan yang
kan
sesuai untuk keperluan tertentu.

Tahap Penutup
evaluasi 15
Mengerjakan soal evaluasi (kuis)

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 31


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Pertemuan Tahap Waktu


Konstrukti- Rincian Kegiatan
visme (menit)

Memberikan tugas mengidentifikasi


benda-benda dirumah berdasarkan
jenis bahan dan sifat bahan

VI. Sumber / Alat Bantu


1. Sumber :
a. Buku IPA kelas V
b. LKS, Carta

2. Alat dan Bahan Praktikum :

Alat Bahan

A. gelas H. lilin Air


B. sendok logam I. sedotan plastik
C. sendok plastik J. Kertas tisu
D. korek api K. Kertas karton
E. Kain katun L. Kertas HVS
F. Kain wool M. Kertas koran
G. Kain kaos

VII. Penilaian
1. Prosedur Penilaian
a. Penilaian Kognitif
Jenis : Pertanyaan lisan dan tulisan.
Bentuk : Pilihan Ganda dan Jawaban Singkat.
b. Penilaian Afektif
Bentuk : Lembar pengamatan sikap siswa
2. Instrumen : Penilaian terlampir

32 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

INSTRUMEN PENILAIAN
Pilihlah jawaban yang paling tepat diantara pilihan yang tersedia
1. Bahan yang cocok digunakan untuk membuat jas hujan adalah . . . .
a. kain katun
b. kain wol
c. plastik
d. kaca

2. Perhatikan gambar berikut!

Jenis bahan dan alasan alat ini digunakan untuk memasak adalah . . . .

Bahan Alasan

a. Logam dan kaca Kedap air dan tahan api


b. Plastik dan logam Transparan dan tahan api
c. Plastik dan kayu Tahan api dan kedap air

d. Logam dan kayu Tahan air dan tahan api

3. Kertas tisu sangat baik untuk mengelap keringat karena . . . .


a. meyerap air
b. menolak air
c. kedap air
d. tembus air

4. Bahan yang baik untuk kemasan


makanan seperti gambar
disamping adalah . . . .
a. plastik
b. kertas
c. kaca
d. kain

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 33


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

5 Diantara benda-benda berikut yang tidak tahan terhadap air panas adalah .
a b c d

6 Dilakukan praktik pengujian kemampuan menyerap air terhadap 4 jenis kain,


seperti gambar berikut.

Berdasarkan hasil pengujian, kain yang kurang baik untuk mengepel adalah kain
a. A c. C
b. B d. D
7 Agar dapat ditulisi, buku tulis sebaiknya menggunakan kertas yang . . . .
a. tipis dan tembus pandang
b. kaku dan warna-warni
c. berserat dan menyerap tinta
d. licin, tebal, dan kaku

8 Perhatikan gambar berikut,

Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4

Benda-benda yang memiliki sifat tahan air dan tahan api adalah . . . .
a. Gambar 1 dan 3
b. Gambar 2 dan 3
c. Gambar 1 dan 4
d. Gambar 2 dan 4

9 Makanan yang digoreng dengan minyak akan tetap renyah bila dibungkus
dengan...
a. kertas koran
b. kertas tisu
c. kertas saring
d. kertas berlapis aluminium

34 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

10 Tas Santi dari bahan kain, tas Aris dari bahan kulit, dan tas Diah dari bahan plastik.
Suatu hari mereka bertiga kehujanan. Buku siapakah yang aman dari air hujan ?
a. Buku Santi dan Aris, karena bahan tas tahan air
b. Buku Aris dan Diah karena bahan tas anti air
c. Buku Santi dan Diah karena bahan tas menyerap air
d. Buku Santi dan Aris karena bahan tas mudah kering.

11 Seorang penjual makanan melakukan pengujian terhadap beberapa pembungkus


makanan. Hasilnya dicatat dalam tabel berikut :
No Yang Diuji Ketahanan Makanan

1. Bungkus A 2 Hari
2. Bungkus B 1,5 Hari
3. Bungkus C 3 Hari
4. Bungkus D 6 Hari
Catatan : Yang dimaksud ketahanan makanan adalah makanan tetap renyah.
Berdasarkan data tersebut, bungkus D kemungkinan besar berasal dari
bahan......
a. Plastik
b. Kertas Koran
c. Kertas Tisu
d. Kain

12. Makanan cepat matang bila dimasak dengan panci alumunium karena panci itu...
a. cepat menyerap panas
b. tahan terhadap air
c. tidak tahan panas
d. tahan terhadap panas

13. Bagian pegangan panci paling baik terbuat dari ....


a. plastik
b. kertas
c. kayu
d. besi

14. Makanan ringan lebih awet bila dibungkus dengan bahan yang kedap terhadap air
dan udara. Bahan yang bersifat demikian adalah ....
a. kertas
b. kain
c. plastik
d. daun

15. Menyalakan obat nyamuk di malam hari sebaiknya dilakukan dengan ....
a. Menjimpan di kolong tempat tidur
b. Membakar dekat horden jendela
c. Membakar dekat tabung gas
d. Menyimpan di sudut ruangan yang jauh dengan kita

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 35


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

URAIAN

1. Sifat-sifat apa yang harus dimiliki oleh suatu bahan yang dipakai untuk membuat
payung, panci dan piring?
2. Jika kamu mau camping peralatan dan pakaian apa yang kamu siapkan sesuai
dengan keadaan cuaca yang sering hujan?
3. Berikan contoh alat yang digunakan pada saat ibumu menggoreng ikan? Bahan
apakah yang paling tepat untuk alat-alat memasak tersebut?
4. Bagaimana sifat-sifat kertas yang baik untuk buku tulis?

Contoh Lembar Pengamatan Sikap Siswa

Kerjasa Kejujura
No Nama Disiplin Aktifitas Etika Rata-rata
ma n

Skala penilaian dibuat dengan rentangan dari 1 s,d 5.


Penafsiran angka: 1= sangat kurang, 2= kurang, 3 = cukup, 4 = baik, dan
5 = amat baik

Skala penilaian dibuat dengan rentangan dari 1 s,d 5.


Penafsiran angka: 1 = 60, 2 = 70, 3 = 80, 4 = 90, 5 = 100

36 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

LKS 1
Mengenali Sifat-sifat Bahan Benda

Pada kegiatan ini kamu akan mengamati


percobaan pengujian pembakaran benda
yang didemonstrasikan gurumu

1. Tentukan bahan-bahan benda yang tersedia, kemudian tuliskan pada tabel


pengamatan!
2. Perhatikan percobaan pembakaran benda-benda yang dilakukan gurumu!
3. Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel berikut dengan cara menuliskan tanda
cek ( ) pada kolom yang sesuai:
Ketahanan terhadap api
No. Benda Jenis bahan Tahan Tidak tahan

1. Sendok ................... .................... .....................

2. Koran

3. Sedotan minuman

4. Karton

5. Kain perca

6. Balon

7. Paku

Pertanyaan :

1. Benda yang terbuat dari apa yang tahan api ?


2. Benda yang terbuat dari apa yang tidak tahan api ?
3. Berikan contoh benda benda lainnya yang tahan api dan tidak tahan api ?

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 37


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

LKS 2
Mengenali Sifat-sifat Bahan Benda

Pada kegiatan ini kamu akan


menyelidiki benda-benda yang tahan air
dan tak tahan air.

- Siapkan benda benda yang telah kamu bawa dari rumah!


- Tuliskan nama dan bahan benda pada tabel yang tersedia!
- Isilah waskom dengan air, kemudian celupkan salah satu benda ke dalam air,
Jika benda tidak menyerap air, benda itu termasuk tahan terhadap air.
Sebaliknya, jika benda menyerap air termasuk benda yang tidak tahan terhadap
air. Tandanya benda menyerap air adalah setelah diangkat dari air kemudian
diperas, benda itu akan mengeluarkan air!
- Ulangi langkah di atas untuk benda yang lainnya yang kamu bawa!
- Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel berikut dengan cara menuliskan tanda
cek ( ) pada kolom yang sesuai :

No Ketahanan terhadap air


Benda Jenis bahan
Tahan Tidak tahan
1. Sendok logam
2. Koran
3. Sedotan minuman
4. Karton
5. Saputangan
6. Balon
7. ..........

Pertanyaan :
1. Benda yang terbuat dari apa yang tahan air ?
2. Benda yang terbuat dari apa yang tidak tahan air ?
3. Berikan contoh benda benda lainnya yang tahan air dan tidak tahan air ?

38 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

LKS 3 .
Hubungan Sifat Bahan Benda Dengan Kegunaanya

Setelah kamu mengamati hasil percobaan


pengujian bahan benda terhadap api dan air,
coba diskusikan kegunaan benda berdasarkan
sifatnya.
Lengkapi tabel berikut dengan nama benda,
jenis bahan benda, sifat benda dan
kegunaannya

Nama
No Bahan Kegunaan Sifat Benda
Benda
Tempat air
1. Gelas plastik Kedap air , tidak tahan api
minum

2. ............... Kertas ................. ..........................................

3. Ember ................. ................. ..........................................

4. ................. Karet ................. ..........................................

5. ................. ................. ................. Tahan api dan tahan air

Pertanyaan:
1. Bahan apa saja yang tahan api?
2. Bahan apa saja yang tahan air?
3. Bahan apa saja yang tahan api dan air?
4. Buat kesimpulan dari data yang kamu peroleh?
5. Sebutkan benda-benda di rumah yang jika dinyalakan akan keluar api.
Berikan contohnya dan apa kegunaannya. Benda apa yang tidak baik disimpan dekat
api, jelaskan jawabanmu.

BAB II KEGIATAN BELAJAR BERMUTU 39


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

6. TUGAS

1. Buatlah pemetaan antara topik-topik IPA SD dengan pendekatan


pembelajaran yang sesuai berdasarkan karakteristik materinya dalam
bagan sebagai berikut:

Pemetaan topik-topik IPA SD dengan metode pembelajaran

Metode
No. Topik/Materi SK/KD
Pembelajaran

2. Rancanglah skenario pembelajaran dari salah satu topik IPA SD


menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan topik yang
dipilih!

7. EVALUASI

Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman Anda.

1) Jelaskan pengertian pendekatan keterampilan proses IPA!

2) Jelaskan bagaimana peran keterampilan proses pada pembelajaran!

3) Menurut Anda mengapa seorang guruIPA sebaiknya menyajikan


pembelajaran dengan pendekatan keterampilan?

4) Jelaskan perbedaan model LKS yang meningkatkan keterampilan proses


pada model Menemukan Pola (Notiching patterns in the real world)
dengan Menemukan Hipotesa (Making a hypothesis)!

5) Berikan contoh RPP salah satu topik IPA kelas awal dan kelas
tinggidengan pendekatan keterampilan proses!

40 BERMUTU BAB II KEGIATAN BELAJAR


BAB III
RANGKUMAN

Keterampilan proses adalah keterampilan fisik dan mental terkait dengan


kemampuan-kemampuan yang mendasar yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan
dalam suatu kegiatan ilmiah, sehingga para ilmuwan berhasil menemukan sesuatu
yang baru. American Association for the Advancement of Science (1970)
mengklasifikasikan menjadi keterampilan proses dasar dan keterampilan proses
terpadu. Keterampilan proses dasar terdiri dari pengamatan, pengukuran,
menyimpulkan, meramalkan, menggolongkan, mengkomunikasikan, sedangkan
Keterampilan proses terpadu terdiri daripengontrolan variabel, interpretasi data,
perumusan hipotesa, pendefinisian variabel secara operasional, dan merancang
eksperimen.

Pendekatan Keterampilan Prosesmerupakan perlakuan yang diterapkan dalam


pembelajaran yang menekankan pada pembentukan keterampilan memperoleh
pengetahuan kemudian mengkomunikasikan perolehannya. Keterampilan
memperoleh pengetahuan dapat dengan menggunakan kemampuan olah pikir
(psikis) atau kemampuan olah perbuatan (fisik).

Keterampilan proses perlu dilatihkan/dikembangkan dalam pengajaran sains


karena keterampilan proses mempunyai peran-peran sebagai berikut: membantu
siswa belajar mengembangkan pikirannya; memberi kesempatan kepada siswa
untuk melakukan penemuan, meningkatkan daya ingat; memberikan kepuasan
intrinsik bila anak telah berhasil melakukan sesuatu; dan membantu siswa
mempelajari konsep-konsep sains (Dahar, 1985).

Untuk pembelajaran menggunakan pendekartan keterampilan proses baik


dalam penyajian pembelajaran dengan eksperimen maupun non eksperimen
sebaiknya guru menyiapkan lembar kerja siswa. Beberapa contoh LKS non-
eksperimen yang mengembangkan keterampilan proses adalah modelmenemukan
pola, menemukan hipotesa, mencatat data, merancang eksperimen, menganalisa
data dan menjelaskan hasil pengolahan data.

Better Education Through Reformed Management Universal Teacher Upgrading BERMUTU 41


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

Untuk menguji kompetensi keterampilan proses siswa, sebaiknya guru


menyajikan soal-soal yang selain menguji konsep IPA juga menguji keterampilan
proses yang telah dipelajari siswa.

42 BERMUTU BAB III RANGKUMAN


DAFTAR PUSTAKA

American Association for the Advancement of Science. 1969. "Science A Process


Approach". USA: AAAS / Xerox Corporation.

Gintings, Abdorrakhman. 2008. Esensi Praktis Belajar & Pembelajaran. Edisi Pertama,
Humaniora, Bandung.

BSNP. 2006. Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA SD/MI. Jakarta: Depdiknas

Djamarah, S.B., Zain,A. 2006. Strategi Belajar Mengajar, edisi ketiga, Rineka Cipta,
Jakarta.

Inner London Educational Authority. 1980. Science in Process. London: HEB/ILLA.

Killen, Roy. 1998. Effective Teaching Strategies, Lesson from Research and Practice.
2nd Edition. Australia: Social Science Press.

Moedjiono dan Dimyati, Moh. 1992. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: DEPDIKBUD.

Noor, M. 1996. Teori dan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran IPA .
Jakarta: DEPDIKBUD, PAIIA.

Monk, Martin. 1991. Developing Process Skill with Pencil and Paper Tasks.
Indonesian PKG Science Instructors Short Course. London: Kings College.

Nasution, Noehi, dkk. 2007. Pendidikan IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka

Panggabean, Y., Purba, B.K., Hutabarat, O.R. 2007. Strategi, Model, dan Evaluasi.
edisi pertama. Bandung: Bina Media Informasi.

Sumantri, Mulyani dan Johar Permana. 1998. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pengertian-pendekatan-
strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran/

Better Education Through Reformed Management Universal Teacher Upgrading BERMUTU 43


KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA

44 BERMUTU DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai