Anda di halaman 1dari 14

PERCOBAAN II

KOMUNIKASI DATA ANTAR 2 PC


DENGAN INTERFACE RS 232

I. TUJUAN
1. Mengetahui karakteristik data asinkron
2. Membuat Interface RS 232 null Modem without handshaking
3. Membentuk komunikasi 2PC dengan interface 232

II. ALAT DAN BAHAN


1. Kabel coaxial / Kabel UTP 3 meter
2. konektor DB9 2 buah
3. PC 2 buah
4. Software Hyper terminal
5. Cutter 1 buah
6. Obeng + 1 buah
7. Solder 1 buah
8. Timah Secukupnya

III. DASAR TEORI


Selain digunakan untuk satu buah PC, komunikasi serial juga dapat
digunakan untuk komunikasi direct PC to PC, yang disebut dengan “Null
Modems”, komunikasi Null Modem ini digunakan untuk menkoneksikan
antara 2 buah DTE. Koneksi ini biasanya dipakai karena mudah dalam
pembuatannya dan banyak kegunaannya misalnya : untuk game
multiplayer, transfer data dll dengan menggunakan protocol – protocol
diantaranya Xmodem, 1K Xmodem, Ymodem dll, komunikasi seperti ini
juga digunakan oleh banyak lembaga pengembangan sistem
mikroprosesor. berikut adalah gambar koneksi Null Modem
Rangkaian di atas rangkaian yang paling banyak dipakai dari metode
penyambungan Null Modem. Hanya dibutuhkan 3 buah pin untuk
memperoleh metode penyambungan Null Modem yaitu (TD, RD, dan
SG). Cara penyambungannya yaitu pin TD pada PC1 disambung pada pin
RD pada PC2, begitu juga dengan pin RD pada PC1 disambung pada pin
TD pada PC2 dan untuk pin SG (ground) keduanya saling dihubungkan
sebagai common untuk setiap komputer.
Prinsip kerjanya adalah Data Terminal Ready (DTR) melakukan loop
back pada Data Set Ready (DSR) dan Carrier terdetek pada kedua
computer, ketika DTR menyatakan aktif maka DSR dan Carrier Detect
(CD) akan ikut aktif juga, pada poin ini komputer berpikir kalau virtual
modem yang telah terkoneksi sudah siap dan mendeteksi sebuah carrier
pada modem yang lain.
Untuk RTS dan CTS tidak begitu diperlukan karena kedua komputer
telah tersambung dengan speed yang sama, flow control tidak diperlukan
pada kedua jalur yang telah dihubungkan pad setiap komputer. Ketika
komputer ingin mengirim data komputer menyatakan RTS high dan
dibelokkan bersama dengan CTS, sehingga segera mendapat balasan yang
sudah siap untuk dikirim.
IV. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Pembuatan Interface RS232
a. Memotong ujung kabel coaxial
b. Merangkai seperti gambar berikut

c. Kemudian melihat konfigurasi pin penyambungan antar female DB 9


NULL MODEM WITHOUT HANDSHAKING

2. Pengoperasian Software Hyperterminal :


1. Klik start
2. Klik program
3. Klik accessories
4. Klik communication
5. Klik hyper terminal
Apabila pada Windows XP aplikasi hyper terminal akan langsung
terbuka, tetapi apabila pada Windows 98 akan terbuka Windows
Explorer tempat aplikasi hyper terminal berada.
6. Buka folder hyperteminal.exe (Windows 98)
7. Menjalankan program Hyper Terminal pada windows.
8. Memasukkan nama koneksi, nama koneksi bisa di isi dengan nama
apa saja, di sini kita isi dengan switch
9. Klik OK!
10. Setelah muncul tampilan klik file dan pilih New Connection
11. Lalu akan muncul tampilan sbb :

12. Pilih port mana yang akan di gunakan sebagai penghubung.


12. Klik Apply lalu OK
13. Setelah muncul tampilan ketik file dan pilih New Conection
14. Ubah bit persekon, Data bits, Parity, Stop Bit dan Flow Control
sesuai dengan data yang diinginkan
15. Setelah mengganti data yang diinginkan pada masing-masing
kolom
IV. DATA HASIL PERCOBAAN
* Untuk kolom keterangan didisi: Data terkirim benar/Data terkirim salah/
Data tidak terkirim

1. BIT PERSEKON SAMA ANTAR 2 PC


(dengan variabel lain tetap)

HASIL

COM 1 COM2 DATA KETERANGAN


DATA DIKIRIM
DITERIMA

110 110 Data Data Data terkirim benar

1200 1200 Data - Data tidak terkirim

2400 2400 Data - Data tidak terkirim

4800 4800 Data - Data tidak terkirim

115200 115200 Data - Data tidak terkirim

230400 23040 Data - Data tidak terkirim

2. BIT PERSEKON BERBEDA ANTAR 2 PC


(dengan variabel lain tetap)

HASIL
COM DATA DATA
COM2 KETERANGAN
1 DIKIRIM DITERIMA

110 300 Data (simbol) Data terkirim salah

300 110 Data Data Data terkirim benar

1200 300 Data (simbol) Data terkirim salah

2400 110 Data Data Data terkirim benar

2400 1200 Data - Data tidak Terkirim


2400 4800 Data - Data tidak Terkirim

4800 300 Data (tidak sempurna) Data terkirim salah

4800 1200 Data - Data tidak Terkirim

3. DATA BIT SAMA ANTAR 2 PC


(dengan bit per sekon sama)

HASIL

DATA
BIT PER DATA DITERIMA
COM 1 COM 2 DIKIRIM KETERANGAN
SEKON
COM1 COM2 COM1 COM2

110 4 4 Data Data (simbol) (simbol) Data terkirim salah

110 5 5 Data Data (simbol) - Data tidak terkirim

(tidak Data terkirim salah


110 6 6 Data Data (simbol) sempurna
)

110 7 7 Data Data Data - Data terkirim benar

110 8 8 Data Data Data - Data terkirim benar

2400 4 4 Data Data - - Data tidak terkirim

2400 5 5 Data Data - - Data tidak terkirim

2400 6 6 Data Data - - Data tidak terkirim

2400 7 7 Data Data - - Data tidak terkirim

2400 8 8 Data Data - - Data tidak terkirim

9600 4 4 Data Data - - Data tidak terkirim

9600 5 5 Data Data - Data Data terkirim benar

9600 6 6 Data Data - - Data terkirim salah


4. DATA BIT BERBEDA ANTAR 2 PC
(dengan bit persekon dan parity sama)

HASIL
BIT
COM
PER PARITY COM2 DATA DATA KETERANGAN
1
SEKON DIKIRIM DITERIMA

2400 NONE 5 4 Data - Data tidak terkirim

2400 ODD 8 7 Data - Data tidak terkirim

2400 NONE 8 4 Data - Data tidak terkirim

2400 NONE 8 6 Data - Data tidak terkirim

2400 MARK 8 7 Data - Data tidak terkirim

2400 MARK 7 8 Data - Data tidak terkirim

2400 NONE 7 8 Data - Data tidak terkirim

5. PARITY SAMA ANTAR ANTAR 2 PC


(dengan bit persekon dan DATA BIT sama)

HASIL
BIT
DATA COM
PER COM2 DATA DATA KETERANGAN
BIT 1
SEKON DIKIRIM DITERIMA

2400 8 ODD ODD Data - Data tidak terkirim

2400 8 MARK MARK Data - Data tidak terkirim

2400 8 SPACE SPACE Data - Data tidak terkirim


4. PARITY BERBEDA ANTAR 2 PC
(dengan bit persekon dan data bit sama)

HASIL

BIT PER
PARITY COM 1 COM2 DATA DATA KETERANGAN
SEKON
DIKIRIM DITERIMA

2400 8 ODD EVEN Data - Data tidak terkirim

2400 8 SPACE MARK Data - Data tidak terkirim

2400 8 SPACE EVEN Data - Data tidak terkirim

6. BIT PER SECOND BERBEDA ANTAR 2 PC


(dengan PARITY dan DATA BIT sama)

HASIL

DATA COM
PARITY COM2 DATA DATA KETERANGAN
BIT 1
DIKIRIM DITERIMA

8 EVEN 2400 110 Data - Data tidak terkirim

8 EVEN 2400 1200 Data - Data tidak terkirim

7. STOP BIT SAM ANTAR ANTAR 2 PC


(dengan bit persekon,parity dan DATA BIT sama)

BIT PER DATA PARITY COM 1 COM2 HASIL


SEKON BIT

2400 8 NONE 1 1 Data terkirim benar


2400 8 NONE 1.5 1.5 Data tidak terkirim

2400 8 NONE 2 2 Data terkirim benar

8. STOP BIT BERBEDA ANTAR 2 PC


(dengan bit persekon dan DATA BIT sama)

HASIL
BIT DATA PARITY COM COM2 KETERANGAN
PER BIT 1 DATA DATA

SEKON DIKIRIM DITERIMA

2400 8 NONE 1 1.5 Data No respon Data tidak terkirim

2400 8 NONE 2 1.5 Data No respon Data tidak terkirim

2400 8 NONE 1 2 Data Data Data terkirim benar

2400 8 NONE 2 1 Data Data Data terkirim benar

9. FLOW KONTROL ANTAR 2 PC


(dengan bit persekon dan data bit sama)

HASIL
BIT
DATA STOP COM
PER PARITY COM2 DATA DATA KETERANGAN
BIT BIT 1
SEKON DIKIRIM DITERIMA

X ON/ X ON/ Data terkirim benar


2400 8 NONE 2 Data Saya
XOFF XOFF

X ON/ Hard Data terkirim benar


2400 8 NONE 2 Data Data
XOFF ware
X ON/ Data terkirim benar
2400 8 NONE 2 NONE Data Dari
XOFF

V. ANALISA DATA
Bit per second : Ukuran kecepatan yang menandakan banyak sedikitnya
pengiriman data per detik, Contoh : 300 baud adalah 300 bit
per second.

Data bits : Ukuran data bit yang sebenarnya didalam suatu pengiriman.
bila komputer mengirim paket informasi, jumlah data
sebenarnya mungkin tidak penuh 8 bit, nilai standar untuk
paket data adalah 5,7, dan 8 bit. Setting dari data bits yang
dipilih bergantung pada jenis informasi yang akan dikirim.
Contoh : Karakter ASCII standard mempunyai nilai dari 0 –
127 (7 bits). Karakter ASCII Extended menggunakan 0 –
255 (8 bits). Jika data yang dikirim adalah text sederhana
(Standar ASCII), mengrimkan 7 bit data per paket sudah
cukup untuk komunikasi. Paket mengacu pada pengiriman
byte tunggal, termasuk start / stop bits, data bits, dan parity,
karena nilai sebenarnya dari bit data bergantung pada jenis
protocol yang dipilih.

Parity : Sebuah bentuk sederhana untuk pengecekan kesalahan yang


digunakan pada komunikasi serial. Ada 4 macam parity,
yaitu: Even, Odd, Mark dan Space.

Parity Keterangan
Even Mengeset bit parity 0 atau 1 untuk membuat nomor 1 bit
genap
Odd Mengeset bit parity 0 atau 1 untuk membuat nomor 1 bit
ganjil
Mark Mengeset bit parity selalu 1
Space Mengeset bit parity selalu 0
None Tidak mengirim bit parity

Stop bits : Digunakan sebagai tanda akhir komunikasi data paket


tunggal. Nilai dari stop bits biasanya adalah 1, 1,5, dan 2.

Flow control : Sebuah metode dimana sebuah modem receiver mengontrol


rasio dari modem transmitter yang mengirim data pada
modem receiver. Flow Control ada 2:
1. Hardware : Hardware Flow control (RTS/CTS)
bergantung pada modem untuk mengontrol aliran data.
Metode ini dipakai untuk modem berkecepatan tinggi
atau modem yang mengkompres data.
2. XON/XOFF : atau biasa disebut software flow control
yang menggunakan data karakter untuk
mengindikasikan bahwa sebuah aliran data harus
START atau STOP, metode ini membolehkan modem
untuk mengirim kontrol karakter yang menandakan
modem pengirm untuk menghentikan pengiriman
ketika karakter tersebut dikirim.
Software Flow Control lebih lambat dan kurang diinginkan
dari pada Hardware Flow Control. Software Flow Control
hanya digunakan untuk mengirim text dan tidak dapat
digunakan untuk mengirim data biner, karena data biner
kemungkinan berisi karakter Flow Control spesial
VI. KESIMPULAN
1. Data akan dapat dikirim apabila parameter – parameter berikut terpenuhi:
a. Bit per secon sama
b. Data bit bernilai 7 - 8
c. Stop bit bernilai 1 atau 2
2. Parity dan flow kontrol tidak mempengaruhi transmisi data