Anda di halaman 1dari 37

PERSONAL HYGIENE PADA LANSIA

KELOMPOK 3:
Dwi Nur Anggraeni
M.Asep Rizki
Fidelia Maria Gomes
Asta BayuA Ardhani
Veni Oktayani Haryati

PRAKTEK PENDIDIKAN NERS

STIKES SURYA MITRA HUSADA KEDIRI


2016-2017
KONSEP DASAR PERSONAL HYGIENE
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus
diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang.
Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang
sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan, sosial, keluarga, pendidikan, persepsi
seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.

1. Pengertian
Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya
perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk
memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis
(Tarwoto, 2004).
Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang
meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan
dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy, 1997).

2. Klasifikasi
Menurut Tarwoto (2004), macam-macam personal hygiene antara lain:
1. Perawatan kulit kepala dan rambut
2. Perawatan mata
3. Perawatan hidung
4. Perawatan telinga
5. Perawatan kuku kaki dan tangan
6. Perawatan genetalia
7. Perawatan kulit seruruh tubuh
8. Perawatan tubuh secara keseluruhan
Menurut Effendy (1997), jenis kebersihan diri antara lain:
1. Kebersihan rambut
2. Kebersihan gigi dan mulut
3. Kebersihan mata
4. Kebersihan telinga
5. Kebersihan kuku
6. Kebersihan kulit

3. Tujuan
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
4. Mencagah penyakit
5. Meningkatkan rasa percaya diri
6. Menciptakan keindahan

Faktor factor yang dapat mempengaruhi


1. Citra tubuh
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri. Misalnya, karena
adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya.
2. Praktik sosial
Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi
perubahan pola Personal Hygiene.
3. Status sosioekonomi
Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat
mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
4. Pengetahuan
Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat
meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan
kakinya.
5. Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan.

6. Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti
penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain.
7. Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan
untuk melakukannya.

Dampank yang sering timbul


1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan
perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit,
gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada
kuku.

2. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa
nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan
gangguan interaksi sosial.

B. PERSONAL HYGIENE Pada lansia


Memenuhi kebutuhan kebersihan diri pada lansia adalah suatu tindakan perawatan
sehari hari yang harus diberikan kepada klien lanjut usia terutama yang berhubungna
dengan kebershan perorangan (Personal Hygiene), yaitu antara lain kebersihan mulut dan
gigi, kebersihan kulit dan badan, kebersihan kepala, rambut dan kuku, serta kebersihan
tempat tidur dan posisi tidur (Nugror, 1995).

Perawatan secara umum bagi lansia terbagi 2, yaitu:


1. Mereka yang masih aktif
Dimana keadaan fisiknya mampu bergerak tanpa bantuan orang lain sehingga kebutuhan
sehari hari dapat terenuhi.
2. Mereka yang pasif
Mereka yang keadaan fisiknya memerlukan pertolongan orang lain, seperti sakit atau lumpuh.

Bagi mereka yang masih aktif, hal hal yang perlu di perhatikan antara lain:

1. Mandi
Mandi agar dibatasi karena kulit lansia biasanya mengering. Hal ini disebabkan kelenjar kulit
yang mengeluarkan lemak mulai kurang bekerja. Maka sehabis mandi kulit lansia sebaiknya
diolesi baby oil terutama di lengan, siku, ketiak, paha, dan sebagainya.

2. Kebersihan mulut
Kenersihan mulut adalah sangat penting. Perlu diingat atau dibantu para lansia untuk
menyikat gigi yang hanya tinggal beberapa buah. Gigi palsu perlu mendapat perhatian
khusus, dibersihkan dengan sabun dan sikat. Untuk menghilangkan bau gigi palsu direndam
dalam air hangat yang telah dibubuhi obat pembersih mulut beberapa tetes selama 5 10
menit, setelah itu bilas sampai bersih dari sabun dan bubuk pembersih mulut tersebut.
Sebaiknya jangan mencuci gigi palsu di bawah air mengalir untuk mencegah bahaya gigi
palsu terjatuh dan pecah.

3. Perawatan rambut
Lanjut usia terutama wanita kadang kadang mengalami kesulitan dalam mencuci rambut
sehingga perlu mendapat bantuan perawat atau ank cucunya. Sama halnya dengan kulit,
rambut orang lansia juga kehilngan lemaknya sehingga sehabis keramas perlu diberi
conditioner. Setelah selesai mencuci rambut harus segera dikeringkan agar lansia tidak
kedinginan.
4. Perawatan kuku
Kuku jari tangan dan kaki perlu mendapatkan perawatan, Menggunting kuku jangan terlalu
pendek dan jangan sampai terluka karena luka pada orang tua lebih sulit sembuh.
5. Pakaian
Pakaian hendaknya jangan terbuat dari bahan yang kasar. Dasar pakainan harus lunak, harus
mudah dikenakan dan dibersihkan. Pakaian lansia dijaga agar tetap rapi karena cenderung
para lansia tidak peduli lagi terhadap pakaiannya. Lansia lebih enak dengan piyama tipis
jangan pakaian dari wool karena bias terjadi iritasi.
6. Mata
Elastisitas lensa mata pada lansia berkurang akibatnya tulisan kecil terlihat kabur pada jarak
normal, sedangkan pada jarak jauh akan terlihat terang. Gejala yang tidak normal antara lain:
Penglihatan menjadi ganda
Bintik hitam atau ada daerah yang gelap
Sakit pada mata
Terlihat ada warna atau terang disekitar ujung ujung objek
Mata yang kemerahan
Tiba tiba kehilangan melihat dengan jelas
7. Lingkungan
Suasana lingkungan harus disesuaikan. Bila memungkinkan jagalah kelembapan ruang tidur
atau ruangan lainnya dirumah dengan memasang humidifier. Perubahan temperature secara
tiba tiba harus dihindarkan.

Bagi mereka yang pasif


Bagi lansia yang terus beristirahat di tempat tidur, kebersihan di tempat tidur perlu tetap
diperhatikan, yaitu:
1. Diusahakan agar bantal tidak terlalu keras atau lembek
2. Latihan bangun dan tidur dengan usaha sendiri agar oto badan tetap aktif dan
menghindarkan pegal pegal serta atrofi otot
3. Letak tidur diatur antara lain:
Letak guling dibawah lutut
Berikan bantal angin yang berbentuk cincin untuk mencegah lecet pada tumit dan bokong
Letak tidur dimiringkan bergantian pada sisi kana atau kiri
Pada letak atau posisi setengah duduk, di bagian kepala tempat tidur diberi sandaran atau
papah.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi personal hygiene pada lansia antara lain:
1. Faktor Pengetahuan
Menurut Purwanto (1999) dalam Friedman (1998), domain kognitif berkaitan dengan
pengetahuan yang bersifat intelektual (cara berpikir, berabstraks, analisa, memecahkan
masalah dan lain-lain). Yang meliputi pengetahuan (knowledge), pemahaman
(comperehension), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesis (synthesis) dan evaluasi
(evaluation).
Individu dengan pengetahuan tentang pentingnya kebersihan diri akan selalu menjaga
kebersihan dirinya untuk mencegah dari kondisi / keadaan sakit (Notoatmodjo, 1998).
2. Kondisi Fisik Lansia dan Psikis Lansia
Semakin lanjut usia seseorang, maka akan mengalami kemunduran terutama di bidang
kemampuan fisik, yang dapat mengakibatkan penurunan peranan-peranan sosialnya. Hal ini
mengakibatkan timbulnya gangguan di dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Sehingga
dapat meningkatkan bantuan orang lain (Nugroho, 2000).
Menurut Zainudin (2002) penurunan kondisi psikis pada lansia bisa disebabkan karena
Demensia di mana lansia mengalami kemunduran daya ingat dan hal ini dapat mempengaruhi
ADL (Activity of Daily Living yaitu kemampuan seseorang untuk mengurus dirinya sendiri),
dimulai dari bangun tidur, mandi berpakaian dan seterusnya.
3. Faktor Ekonomi
Menurut Geismer dan La Sorte (1964) dalam Friedman (1998), besar pendapatan keluarga
akan mempengaruhi kemampuan keluarga untuk menyediakan fasilitas dan kebutuhan-
kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang hidup dan kelangsungan hidup keluarga.
4. Faktor Budaya
Kebudayaan dan nilai pribadi mempengaruhi kemampuan perawatan hygiene. Seorang dari
latar belakang kebudayaan berbeda memiliki praktik perawatan diri yang berbeda. Keyakinan
yang didasari kultur sering menentukan definisi tentang kesehatan dan perawatan diri (Potter
dan Ferry, 2005).
5. Faktor Lingkungan
Lingkungan mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat
terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup lingkungan berpengaruh terhadap kemampuan
untuk meningkatkan dan mempertahankan status fungsional, dan meningkatkan kesejahteraan
(Potter dan Ferry, 2005).

6. Faktor Citra Tubuh


Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya. Personal
hygiene yang baik akan mempengaruhi terhadap peningkatan citra tubuh individu (Stuart &
Sundeen, 1999 dalam Setiadi 2005).

7. Faktor peran keluarga


Keluarga secara kuat mempengaruhi perilaku sehat setiap anggotanya begitu juga status
kesehatan dari setiap individu mempengaruhi bagaimana fungsi unit keluarga dan
kemampuan untuk mencapai tujuan. Pada saat kepuasan keluarga terpenuhi tujuannya melalui
fungsi yang adekuat, anggota keluarga tersebut cenderung untuk merasa positif mengenai diri
mereka sendiri dan keluarga mereka (Potter dan Ferry, 2005).

C. DIAGNOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN


1. Kurang perawatan diri, makan berhubungan degan penurunan kemampuan visual dan
motorik, keleamahan otot
Intervensi :
Pastikan dari klien atau anggota keluarga makanan apa yang disukai atau tidak disukai
klien.
Ciptakan lingkungan nyaman untuk makan yang tidak memgganggu
Pertahankan suhu makanan yang konstan ( makanan panas, dingin)
Berikan teknik pengurangan nyeri, sejak nyeri mempengaruhi nafsu makan dan
kemampuan untuk makan sendiri
Berikan kebersihan oral sebelum dan sesudah makan
Dorong klien untuk menggunakan gigi palsu dan kacamata
Tempatkan klien dalam posisi paling normal yang sesuai dengan ketidakmampuan
fisiknya (terbaik dalam posisi duduk di kursi dengan meja)
Berikan kontak sosial selama makan
Untuk kekurang-kurangan yang nampak
- Pilih tempat makan dengan warna yang berbeda untuk membantu memmbedakan artikel
(misal baki merah, piring putih )
- Pastikan pola makan yang biasanya dari individu dan berikan artikel makan sesuai dengan
yang disukai (atau atur artikel makan dalam pola makan yang menyerupai jam); catat pada
rencana pengaturan perawatan yang digunakan (misal, daging jam 6, kentang jam 9, sayur -
sayur jam 12)
- Dorong makan dengan menggunakan tangan ( missal, makan - makanan roti, daging, buah,
hot dog) untuk meningkatkan kemandirian
Untuk meningkatkan jumlah maksimum kemandirian, berikan alat bantu adaptif yang
diperlukan
- Perlindungan piringu ntuk menghindari terdorongnya makanan keluar dari piring
- Alat bantu hisap dibawah piring atau mangkok untuk menstabilkan
- Ganggang bantalan pada alat makanan untuk meamanan memegang
- Belatan pergelangan atau tangan dengan klem untuk memegang alat makan
- Cangkir minuman khusus
- Pisau atau alat pemotong
Bantu dengan pengadaan jika dibutuhkan: alat pembuka, serbet, sediaan bumbu, alat
pemotong daging, roti, mentega
Untuk klien dengan kekurangan kognitif
- Berikan lingkungan tenang terisolasi sampai klien dapat untuk makan dan tidak mudah
mengalihkan perhatian dari tugas
- Orientasikan individu atau klien terhadap lokasi dan tujuan dari perlengkapan untuk makan
- Tempatkan individu atau klien pada posisi paling normal untuk makan, secara fisik klien
dapat makan
- Dorong individu atau klien untuk menjalani tugas, tetapi waspada terhadap kelemahan,
frustasi, atau agitasi

Untuk individu atau klien yang sangat ketakutan akan keracunan


- Biarkan klien untuk membuka makanan kaleng
- Makan satu potong roti dulu
- Pastikan mendapatkan gaya makanan keluarga
Kaji untuk meyakinkan bahwa individu dan keluarga memahami alasan dan tujuan
seluruh intervensi
2. Kurang perawatan diri, mandi / hygiene berhubungan dengan penurunan kemampuan visual
dan motorik, kelemahan otot
Intervensi :
Dorong individu untuk menggunakan lensa koretif yang diresepkan atau alat bantu
pendengaran
Pertahankan kehangatan suhu kamar mandi, pastikan suhu air yang disukai klien
Berikan privasi selama mandi rutin
Berikan seluruh perlengkapan mandi dalam batas yang mudah dicapai
Berikan keamanan dalam kamar mandi (lantai tidak licin, batang pegangan)
Jika klien secara fisik mampu, dorong penggunaan bak mandi atau pancuran, tergantung
pada fasilitas yang ada dirumah (klien harus latihan di RS dalam persiapan pulang ke rumah)
Berikan peralatan adaptif jika dibutuhkan
- Kursi atau tempat duduk tidak ada sandaran sewaktu mandi dengan bak mandi atau
pancuran
- Pemegang spon yang panjang untuk mencapai punggung atau ekstremitas bawah
- Tempat pegangan pada dinding kamar mandi jika dibutuhkan untuk mobilisasi
- Papan mandi untuk pindah kekursi
- Alas atau keset kaki yang tidak licin pada lantai kamar mandi, bak mandi atau pancuran
- Sarung tangan pencuci dengan kantong untuk sabun
- Sikat gigi yang sudah teradaptasi
- Alat pencukur
- Pemegang semprotan pancuran
Untuk individu dengan kemunduran kognitif:
- Berikan waktu konsisten untuk mandi rutin sebagai bagian dari suatu program struktur untuk
membantu menurukan ansietas
- Pertahankan intruksi sederhana dan hindari pengalihan, orientasi tujuan adanya
perlengkapan mandi
- Jika klien tidak dapat untuk memandiakan keseluruhan tubuh, biarkan klien memandikan
satu bagian tubuhnya sampai dikerjakan dengan benar, berikan umpan balik positif terhadap
keberhasilan
- Aktivitas pengawasan dilakukan samapi klien dapat dengan aman melaksanakan tugas yang
tidak dibantu
- Dorong perhatian terhadap tugas, tetapi waspada terhadap kelelahan yang dapat
meningkatkan ansietas
Pastikan fasilitas mandi di rumah tersedia dan bantu dalam menentukkan jika ada
berbagai kebutuhan beradaptasi, rujuk keterapi ekupasi atau pelayanaan sosial untuk
membantu dalam mendapatkan pelengkapan yang dibutuhkan

3. Kurang perawatan diri berpakaian atau berdandan berhubungan dengan penurunan


kemampuan visual dan motorik, kelemahan otot
Intervensi :
Dorong individu untuk menggunakan lensa korektif yang diresepkan atau alat bantu
pendengaran
Tingkatkan kemandirian dalam mengenakan pakaian melalui latihan ters menerus dan
tidak dibantu
Pilih pakaian yang tidak sempit, dengan lengan baju besar dan celana pendek serta bukan
bagian depan
Sediakan waktu yang cukup untuk mengenakan pakaian dan melepaskan pakaian, sejak
tugas dapat melemahkan, membuat nyeri atau mengalami kerusakan
Renacanakan individu untuk belajar dan mendemonsrtasikan satu bagian dari aktivitas
sebelum berkembang lebih lanjut
Susun pakaian dalam urutan dimana mereka menggunakannya
Berikan bantuan dalam mengenakan pakaian jika di perlukan (umumnya beberapa
bantuan yang digunakan termasuk gantungan pakaian, penarik ritsleting, kancing, sendok
sepatu yang panjang, pengikat sepatu yang elastis
Dorong individu atau klien untuk menggunakan pakaian atau luar biasa daripada pakaian
malam
Berikan privasi selama menggunakan pakaian rutin
Untuk individual dengan kemunduran kognitif
- Tentukan suatu waktu rutin yang konsisten dalam mengenakan pakaian untuk memberikan
suatau program terstruktr untuk menurunkan ansietas
- Pertahankan instruktsi sederhana dan ulangi instruksi tersebut dengan sering, hindari
pengalihan
- Perkenalkan satu aksesoris pakaian pada suatu waktu
- Dorong perhatian terhadap tugas, waspada terhadp kelelahan dimana dapat meningkatkan
ansietas
Kaji pemahaman dan pengetahuan individu serta keluarga terhadap instruksi dan rasional
diatas

FORMAT PENGKAJIAN INDIVIDU


ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

Tanggal pengkajian : 28 Maret 2012


Jam 08.00 WIB
A. DATA BIOGRAFI
Nama : Ny. H
TTL : Sampit, 10 November 1942
Jenis kelamin : Perempuan
Golongan darah : O
Pendidikan : -
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin / Janda
TB / BB : 151 cm / 51 kg
Penampilan : Tampak tidak rapi dan tidak terawat
Ciri ciri tubuh : Rambut beruban, kulit keriput, badan agak bungkuk.
Alamat : Kel. Baamang RT / RW : 07 / 03
Kec. Baamang Tengah Telp / Hp : -
Kabupaten / Kotamadya : Kotawaringin Timur
Orang yang dekat : Ny. E
Hubungan : Anak kandung
Alamat / Telpon : Baamang Tengah

B. RIWAYAT KEPERAWATAN
1. Genogram
Keterangan : Laki

laki Garis keturunan Pasien


Perempuan Tinggal serumah
Garis
hubungan Meninggal

2. Riwayat Keluarga
Klien anak ke 3 dari 4 bersaudara
Klien seorang janda dan mempunyai 6 orang anak
Klien tinggal bersama 1 orang anaknya

C. RIWAYAT PEKERJAAN
Pekerjaan saat ini : -
Alamat pekerjaan : -
Jarak dari rumah : -
Alat transportasi : -
Pekerjaan sebelumnya : -
Jarak dari rumah : -
Alat transportasi : -
Sumber sumber pendapatan & kecukupan terhadap kebutuhan : Klien mendapat uang
bulanan dari anak - anaknya

D. RIWAYAT LINGKUNGAN HIDUP


Tipe tempat tinggal : Permanen (rumah pribadi)
Jenis lantai rumah : Papan
Kondisi lantai : Kering
Tangga rumah : Tidak ada
Penerangan : Cukup
Tempat tidur : Aman, tidak tinggi
Alat dapur : Rapi
WC : Aman, lantai tidak licin
Kebersihan lingkungan : Cukup baik
Jumlah orang yang tinggal dalam satu rumah : 2 orang
Derajat privasi : Cukup terjaga
Tetangga terdekat : Ny. M
Alamat / Telpon : Baamang Tengah

E. RIWAYAT REKREASI
Hobbi / Minat : Berkebun
Keanggotaan organisasi : -
Liburan / Perjalanan : Keluar kota (mengunjungi anak)

F. SISTEM PENDUKUNG
Perawat / Bidan / Dokter / Fisioterapi : L (perawat)
Jarak dari rumah : 1 km
Rumah Sakit : RSUD DR. MURJANI / 3 km
Klinik : PKM BMG I / 1,5 km
Pelayanan kesehatan di rumah : -
Makanan yang dihantarkan : -
Perawatan sehari hari yang dilakukan keluarga : -
Lain lain : -

G. DISKRIPSI KEKHUSUSAN
Kebiasaan ritual : Klien beragama Islam, melaksanakan solat 5 waktu.
Yang lainnya : -

H. STATUS KESEHATAN
Status kesehatan umum selama setahun yang lalu : Klien sering merasa lemah dan cepat
lelah jika
beraktifitas banyak.
Status kesehatan umum selama 5 tahun yang lalu : Klien tidak ada menderita penyakit
berat. Paling hanya
sakit kepala, demam, batuk, atau
flu biasa.
Keluhan Utama
1. Provocative / Paliative : -
2. Quality / Quantity : -
3. Region : -
4. Severity Scale : -
5. Timing : -
Pemahaman & penatalaksanaan masalah kesehatan : Jika sakit klien biasa membeli obat
di warung
Obat obatan
-
Alergi (Catatan agent dan reaksi spesifik)
Obat obatan : -
Makanan : -
Faktor lingkungan : -
Penyakit yang diderita
-

I. AKTIVTAS HIDUP SEHARI HARI (ADL)


Indeks KATZ : A
Oksigenasi : Baik, tidak ada alat bantu
Cairan & Elektrolit : Minum 6 gelas / hari, 250 ml / gelas
Nutrisi : Nafsu makan baik, makan 3x/hari
Eliminasi : Lancar, tidak ada gangguan
Aktivitas : Mandiri namun terbatas karena klien merasa lemah dan cepat
lelah
Istirahat & Tidur : Tidur siang 1 jam, tidur malam 7 jam
Personal Hygiene : Kurang baik, tampak tidak rapi, dan tidak terawat
Seksual : Tidak ada keinginan untuk berhubungan lagi karena merasa
sudah tua
Rekreasi : Mengunjungi anak di luar kota

J. PSIKOLOGI, KOGNITIF, DAN PERSEPTUAL


Konsep diri : Baik
Emosi : Stabil
Adaptasi : Baik
Mekanisme pertahanan diri : Baik
Status mental : Baik
Tingkat kesadaran : Composmentis
Afasia : Tidak ada
Dimensia : Tidak ada
Orientasi : Normal
Bicara : Normal
Bahasa yang digunakan : Banjar
Kemampuan membaca : Kurang / terbatas
Kemampuan interaksi : Baik
Vertigo : Tidak ada
Short Portable Mental Status Questionaire (SPMSQ) : 6 (Kerusakan Intelektual Sedang)
Mini-Mental State Exam (MMSE) : 6 (Gangguan Intelektual
Sedang)
Geriatrik Depression Scale : Skor 4
APGAR : 6 (Sedang)

K. TINJAUAN SISTEM
Keadaan umum : Baik
Tingkat kesadaran : Composmentis
Tanda tanda vital : TD 130 / 80 mmHg TB 151 kg
N 72 x/m BB 51 kg
RR 20 x/m
S 36,4

PENGKAJIAN PERSISTEM
PERNAFASAN (B1: BREATHING)
1. Bentuk Dada : Simetris
2. Sekresi dan Batuk : Tidak Ada
3. Pola Nafas
a. Frekuensi nafas : 20x/m dan teratur
4. Bunyi Nafas
b. Normal : Vesikuler di semua lapang paru
c. Abnormal : -
d. Resonen lokal : -
5. Pergerakan dada : Simetris
6. Tractil Fremitus/Fremitus Lokal : -
7. Alat Bantu Pernafasan : -

CARDIOVASCULAR (B2: BLEEDING)


1. Nadi
Frekuensi : 72x/m dan reguler
2. Bunyi jantung : Normal
3. Letak jantung : Normal
4. Pembesaran jantung : Tidak
5. Nyeri dada : Tidak
6. Edema : Tidak
7. Clubbing finger : Tidak

PERSARAFAN (B3: BRAIN)


Tingkat Kesadaran: Composmentis
1. GCS
Eye: 4 Verbal: 5 Motorik: 6
Total GCS: 14
2. Refleks :
Normal
3. Koordinasi gerak : Ya
4. Kejang : Tidak
5. Lain-lain : -

PENGINDERAAN (PERSEPSI SENSORI)


1. Mata (Penglihatan)
a. Bentuk : Normal
b. Visus : -
c. Pupil : Isokor
d. Gerak bola mata : Normal
e. Medan penglihatan : Menyempit
f. Buta warna : Tidak
g. Tekanan Intra Okuler : Tidak
2. Hidung (Penciuman)
a. Bentuk : Normal
b. Gangguan Penciuman : Tidak
3. Telinga (Pendengaran)
a. Aurikel : Normal
b. Membran tympani : Keruh
c. Otorrhae : Tidak
d. Gangguan Pendengaran : Ya
e. Tinitus : Ya
4. Perasa : Normal
5. Peraba : Normal

PERKEMIHAN-ELIMINASI URI (B4: BLADDER)


Masalah kandung kemih : Sering
Produksi urine : 1000 ml/hari
Frekuensi : 4 5 x/hari
Warna : Kuning Jernih
Bau : Amoniak

PENCERNAAN-ELIMINASI ALVI (B5: BOWEL)


1. Mulut dan Tenggorokan
a. Mulut : Selaput lendir mulut lembab
b. Lidah : Hiperemik
c. Kebersihan Rongga Mulut : Berbau
d. Tenggorokan : Tidak ada sakit menelan
e. Abdomen : Kenyal
f. Pembesaran Hepar : Tidak
g. Pembesaran Lien : Tidak
h. Asites : Tidak
2. Masalah Usus Besar dan Rectum/Anus
BAB : 1 x/hari, Tidak ada masalah
Obat pencahar : Tidak
Lavemen : Tidak

OTOT, TULANG, DAN INTEGUMEN (B6: BONE)


1. Otot dan Tulang
Kemampuan pergerakan sendi lengan dan tungkai (ROM): Bebas
Kemampuan kekuatan otot:
- Tidak ada fraktur
- Tidak ada dislokasi
- Tidak ada haematom
2. Integumen
Warna kulit : Hiperpigmentasi
Akral : Hangat
Turgor : Tidak Elastik
Tulang belakang : Kiposis

REPRODUKSI
Perempuan:
Payudara : Bentuk simetris, tidak ada benjolan
Kelamin : Bentuk normal, tidak ada keputihan, klien menopause

ENDOKRIN
Klien tidak memiliki kelainan endokrin

PENGETAHUAN
Pengetahuan klien tentang kesehatan dirinya: klien menyadari dirinya sudah lansia, merasa
lemah dan sering cepat lelah sehingga terbatas dalam melakukan perawatan diri.

ANALISA DATA

No
Data Etiologi Problem
.

1. DS : Saya merasa lemah dan sering KelemahAn otot Kurang perawatan


cepat lelah bila beraktivitas jadi untuk diri
perawatan diri ya seadanya saja

DO : - K/U Baik
- Tampak tidak rapi, kotor, dan tidak
terawat
- Rambut putih, kulit keriput
I. PRIORITAS MASALAH
1. Kurang perawatan diri

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Kurang perawatan diri b/d penurunan kelemahan otot

RENCANA KEPERAWATAN
Dx.
No. Tujuan Intervensi Rasional
Kep.
1. 1 Setelah dilakukan 1. Anjurkan klien mandi 2x 1. Menjaga kebersihan dan
tindakan keperawatan sehari dan ajarkan klien kelembaban kulit
selama 1 x 24 jam, memakai baby oil setiap 2. Menjaga kebersihan dan
klien mampu habis mandi kesegaran mulut
melakukan perawatan 2. Anjurkan klien menyikat 3. Menjaga kebersihan rambut
diri dengan kriteria gigi minimal setiap mandi dan kelembaban kulit kepala
hasil : 3. Anjurkan klien mencuci 4. Menjaga kerapianrambut
1. Klien tampak bersih, rambut rutin 3x seminggu,5. Menjaga kebersihan kuku,
rapi, dan terawat memakai conditioner dan menghindari terjadi luka
2. Klien tampak sehat anjurkan untuk minta karena akan sulit sembuh
bantuan orang terdekat / 6. Menjaga kenyamanan dan
anak menjaga agar selalu rapi dan
4. Anjurkan klien menyisir tidak terjadi iritasi
rambutnya tiap hari dan 7. Meningkatkan pengetahuan
ditata rapi dan kesadaran klien akan
5. Anjurkan klien minta pentingnya tetap melakukan
bantuan pada orang perawatan diri / menjaga
terdekat / anak untuk kebersihan diri meskipun
memotong kuku bila sudah lansia
panjang, bila bisa mandiri
ingatkan untuk hati hati
dan jangan terlalu pendek
atau sampai menimbulkan
luka
6. Anjurkan klien untuk
memakai pakaian yang
tidak berbahan kasar, tidak
tebal, mudah dan nyaman
dipakai
7. Berikan penkes tentang
pentingnya melakukan
perawatan diri / menjaga
kebersihan diri bagi lansia

IMPLEMENTASI
Dx.
No. Implementasi Evaluasi
Kep.
1. 1 1 1. Menganjurkan klien mandi 2x sehari dan Tanggal 28 Maret 2012
. mengajarkan klien memakai baby oil setiap Jam 17.00 WIB
habis mandi
2. Menganjurkan klien menyikat gigi minimal S : Saya sudah mulai mencoba
setiap mandi menjalankan anjuran anjuran
3. Mengnjurkan klien mencuci rambut rutin 3x untuk perawatan diri saya dan
seminggu, memakai conditioner dan saya meminta bimbingan dari
menganjurkan untuk minta bantuan orang anak saya karena saya sudah tua
terdekat / anak begini tidak bisa melakukannya
4. Mengnjurkan klien menyisir rambutnya tiap sendiri
hari dan ditata rapi
5. Menganjurkan klien minta bantuan pada O:
orang terdekat / anak untuk memotong kuku - Klien tampak bersih, rapi, dan
bila panjang, bila bisa mandiri ingatkan untuk terawat
hati hati dan jangan terlalu pendek atau - Klien tampak sehat
sampai menimbulkan luka
6. Menganjurkan klien untuk memakai pakaian A : Masalah teratasi
yang tidak berbahan kasar, tidak tebal,
mudah dan nyaman dipakai P : Lanjutkan intervensi
7. Memberikan penkes tentang pentingnya
melakukan perawatan diri / menjaga
kebersihan diri bagi lansia

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus
diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang.
Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang
sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan, sosial, keluarga, pendidikan, persepsi
seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.
Memenuhi kebutuhan kebersihan diri pada lansia adalah suatu tindakan perawatan
sehari hari yang harus diberikan kepada klien lanjut usia terutama yang berhubungna
dengan kebershan perorangan (Personal Hygiene), yaitu antara lain kebersihan mulut dan
gigi, kebersihan kulit dan badan, kebersihan kepala, rambut dan kuku, serta kebersihan
tempat tidur dan posisi tidur.

3.2 SARAN
Perawat mempunyai peranan dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang
kebersihan diri, yaitu sebagai family advocacy. Perawat berperan sebagai pendamping bagi
keluarga baik bagi lansia maupun keluarganya ketika dihadapkan pada suatu masalah
termasuk dalam hal kebersihan diri. Perawat sebagai conselor perawat di mana perawat dapat
memberikan ide atau pendapat kepada lansia dan kepada keluarga sebagai pelaksana asuhan
keperawatan. Perawat memberikan asuhan dengan kebutuhan perawat sebagai pendidikan
memberikan pendidikan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia.

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, L. J, 2000. Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. Jakarta : EGC


Nugroho, 2000. Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta : EGC Kedokteran
Setiabudhi, T & Hardiwinoto, 1999. Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai Aspek Menjaga
Keseimbangan Kualitas Hidup Para Lanjut Usia, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tarwoto & Wartonah, 2004. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proes Keperawatan. Edisi 4. Jakarta :
EGC

PERSONAL HYGIENE PADA LANSIA

KELOMPOK 10:
Eny Novianti
Harianto
Melinda Lestari

AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH KABUPATEN KOTA WARINGIN TIMUR
JL. BATU BERLIAN NO.II TELP. (0531) 22960
2012

BAB II
PEMBAHASAN

KONSEP DASAR PERSONAL HYGIENE


Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus
diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang.
Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang
sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan, sosial, keluarga, pendidikan, persepsi
seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.

Pengertian
Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan
dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara
kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis (Tarwoto, 2004).
Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi
kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan dalam
berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy, 1997).

Klasifikasi
Menurut Tarwoto (2004), macam-macam personal hygiene antara lain:
1. Perawatan kulit kepala dan rambut
2. Perawatan mata
3. Perawatan hidung
4. Perawatan telinga
5. Perawatan kuku kaki dan tangan
6. Perawatan genetalia
7. Perawatan kulit seruruh tubuh
8. Perawatan tubuh secara keseluruhan
Menurut Effendy (1997), jenis kebersihan diri antara lain:
1. Kebersihan rambut
2. Kebersihan gigi dan mulut
3. Kebersihan mata
4. Kebersihan telinga
5. Kebersihan kuku
6. Kebersihan kulit

Tujuan
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
4. Mencagah penyakit
5. Meningkatkan rasa percaya diri
6. Menciptakan keindahan

Faktor factor yang dapat mempengaruhi


1. Citra tubuh
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri. Misalnya, karena
adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya.
2. Praktik sosial
Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi
perubahan pola Personal Hygiene.
3. Status sosioekonomi
Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat
mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
4. Pengetahuan
Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat
meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan
kakinya.
5. Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan.

6. Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti
penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain.
7. Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan
untuk melakukannya.

Dampank yang sering timbul


1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan
perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit,
gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada
kuku.
2. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa
nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan
gangguan interaksi sosial.
B. PERSONAL HYGIENE Pada lansia
Memenuhi kebutuhan kebersihan diri pada lansia adalah suatu tindakan perawatan
sehari hari yang harus diberikan kepada klien lanjut usia terutama yang berhubungna
dengan kebershan perorangan (Personal Hygiene), yaitu antara lain kebersihan mulut dan
gigi, kebersihan kulit dan badan, kebersihan kepala, rambut dan kuku, serta kebersihan
tempat tidur dan posisi tidur (Nugror, 1995).

Perawatan secara umum bagi lansia terbagi 2, yaitu:


1. Mereka yang masih aktif
Dimana keadaan fisiknya mampu bergerak tanpa bantuan orang lain sehingga kebutuhan
sehari hari dapat terenuhi.
2. Mereka yang pasif
Mereka yang keadaan fisiknya memerlukan pertolongan orang lain, seperti sakit atau lumpuh.

Bagi mereka yang masih aktif, hal hal yang perlu di perhatikan antara lain:
1. Mandi
Mandi agar dibatasi karena kulit lansia biasanya mengering. Hal ini disebabkan kelenjar kulit
yang mengeluarkan lemak mulai kurang bekerja. Maka sehabis mandi kulit lansia sebaiknya
diolesi baby oil terutama di lengan, siku, ketiak, paha, dan sebagainya.
2. Kebersihan mulut
Kenersihan mulut adalah sangat penting. Perlu diingat atau dibantu para lansia untuk
menyikat gigi yang hanya tinggal beberapa buah. Gigi palsu perlu mendapat perhatian
khusus, dibersihkan dengan sabun dan sikat. Untuk menghilangkan bau gigi palsu direndam
dalam air hangat yang telah dibubuhi obat pembersih mulut beberapa tetes selama 5 10
menit, setelah itu bilas sampai bersih dari sabun dan bubuk pembersih mulut tersebut.
Sebaiknya jangan mencuci gigi palsu di bawah air mengalir untuk mencegah bahaya gigi
palsu terjatuh dan pecah.
3. Perawatan rambut
Lanjut usia terutama wanita kadang kadang mengalami kesulitan dalam mencuci rambut
sehingga perlu mendapat bantuan perawat atau ank cucunya. Sama halnya dengan kulit,
rambut orang lansia juga kehilngan lemaknya sehingga sehabis keramas perlu diberi
conditioner. Setelah selesai mencuci rambut harus segera dikeringkan agar lansia tidak
kedinginan.
4. Perawatan kuku
Kuku jari tangan dan kaki perlu mendapatkan perawatan, Menggunting kuku jangan terlalu
pendek dan jangan sampai terluka karena luka pada orang tua lebih sulit sembuh.
5. Pakaian
Pakaian hendaknya jangan terbuat dari bahan yang kasar. Dasar pakainan harus lunak, harus
mudah dikenakan dan dibersihkan. Pakaian lansia dijaga agar tetap rapi karena cenderung
para lansia tidak peduli lagi terhadap pakaiannya. Lansia lebih enak dengan piyama tipis
jangan pakaian dari wool karena bias terjadi iritasi.
6. Mata
Elastisitas lensa mata pada lansia berkurang akibatnya tulisan kecil terlihat kabur pada jarak
normal, sedangkan pada jarak jauh akan terlihat terang. Gejala yang tidak normal antara lain:
Penglihatan menjadi ganda
Bintik hitam atau ada daerah yang gelap
Sakit pada mata
Terlihat ada warna atau terang disekitar ujung ujung objek
Mata yang kemerahan
Tiba tiba kehilangan melihat dengan jelas
7. Lingkungan
Suasana lingkungan harus disesuaikan. Bila memungkinkan jagalah kelembapan ruang tidur
atau ruangan lainnya dirumah dengan memasang humidifier. Perubahan temperature secara
tiba tiba harus dihindarkan.

Bagi mereka yang pasif


Bagi lansia yang terus beristirahat di tempat tidur, kebersihan di tempat tidur perlu tetap
diperhatikan, yaitu:
1. Diusahakan agar bantal tidak terlalu keras atau lembek
2. Latihan bangun dan tidur dengan usaha sendiri agar oto badan tetap aktif dan
menghindarkan pegal pegal serta atrofi otot
3. Letak tidur diatur antara lain:
Letak guling dibawah lutut
Berikan bantal angin yang berbentuk cincin untuk mencegah lecet pada tumit dan bokong
Letak tidur dimiringkan bergantian pada sisi kana atau kiri
Pada letak atau posisi setengah duduk, di bagian kepala tempat tidur diberi sandaran atau
papah.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi personal hygiene pada lansia antara lain:
1. Faktor Pengetahuan
Menurut Purwanto (1999) dalam Friedman (1998), domain kognitif berkaitan dengan
pengetahuan yang bersifat intelektual (cara berpikir, berabstraks, analisa, memecahkan
masalah dan lain-lain). Yang meliputi pengetahuan (knowledge), pemahaman
(comperehension), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesis (synthesis) dan evaluasi
(evaluation).
Individu dengan pengetahuan tentang pentingnya kebersihan diri akan selalu menjaga
kebersihan dirinya untuk mencegah dari kondisi / keadaan sakit (Notoatmodjo, 1998).
2. Kondisi Fisik Lansia dan Psikis Lansia
Semakin lanjut usia seseorang, maka akan mengalami kemunduran terutama di bidang
kemampuan fisik, yang dapat mengakibatkan penurunan peranan-peranan sosialnya. Hal ini
mengakibatkan timbulnya gangguan di dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Sehingga
dapat meningkatkan bantuan orang lain (Nugroho, 2000).
Menurut Zainudin (2002) penurunan kondisi psikis pada lansia bisa disebabkan karena
Demensia di mana lansia mengalami kemunduran daya ingat dan hal ini dapat mempengaruhi
ADL (Activity of Daily Living yaitu kemampuan seseorang untuk mengurus dirinya sendiri),
dimulai dari bangun tidur, mandi berpakaian dan seterusnya.
3. Faktor Ekonomi
Menurut Geismer dan La Sorte (1964) dalam Friedman (1998), besar pendapatan keluarga
akan mempengaruhi kemampuan keluarga untuk menyediakan fasilitas dan kebutuhan-
kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang hidup dan kelangsungan hidup keluarga.
4. Faktor Budaya
Kebudayaan dan nilai pribadi mempengaruhi kemampuan perawatan hygiene. Seorang dari
latar belakang kebudayaan berbeda memiliki praktik perawatan diri yang berbeda. Keyakinan
yang didasari kultur sering menentukan definisi tentang kesehatan dan perawatan diri (Potter
dan Ferry, 2005).
5. Faktor Lingkungan
Lingkungan mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat
terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup lingkungan berpengaruh terhadap kemampuan
untuk meningkatkan dan mempertahankan status fungsional, dan meningkatkan kesejahteraan
(Potter dan Ferry, 2005).
6. Faktor Citra Tubuh
Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya. Personal
hygiene yang baik akan mempengaruhi terhadap peningkatan citra tubuh individu (Stuart &
Sundeen, 1999 dalam Setiadi 2005).
7. Faktor Peran Keluarga
Keluarga secara kuat mempengaruhi perilaku sehat setiap anggotanya begitu juga status
kesehatan dari setiap individu mempengaruhi bagaimana fungsi unit keluarga dan
kemampuan untuk mencapai tujuan. Pada saat kepuasan keluarga terpenuhi tujuannya melalui
fungsi yang adekuat, anggota keluarga tersebut cenderung untuk merasa positif mengenai diri
mereka sendiri dan keluarga mereka (Potter dan Ferry, 2005).

C. DIAGNOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN

1. Kurang perawatan diri, makan berhubungan degan penurunan kemampuan visual dan
motorik, keleamahan otot
Intervensi :
Pastikan dari klien atau anggota keluarga makanan apa yang disukai atau tidak disukai
klien.
Ciptakan lingkungan nyaman untuk makan yang tidak memgganggu
Pertahankan suhu makanan yang konstan ( makanan panas, dingin)
Berikan teknik pengurangan nyeri, sejak nyeri mempengaruhi nafsu makan dan
kemampuan untuk makan sendiri
Berikan kebersihan oral sebelum dan sesudah makan
Dorong klien untuk menggunakan gigi palsu dan kacamata
Tempatkan klien dalam posisi paling normal yang sesuai dengan ketidakmampuan
fisiknya (terbaik dalam posisi duduk di kursi dengan meja)
Berikan kontak sosial selama makan
Untuk kekurang-kurangan yang nampak
- Pilih tempat makan dengan warna yang berbeda untuk membantu memmbedakan artikel
(misal baki merah, piring putih )
- Pastikan pola makan yang biasanya dari individu dan berikan artikel makan sesuai dengan
yang disukai (atau atur artikel makan dalam pola makan yang menyerupai jam); catat pada
rencana pengaturan perawatan yang digunakan (misal, daging jam 6, kentang jam 9, sayur -
sayur jam 12)
- Dorong makan dengan menggunakan tangan ( missal, makan - makanan roti, daging, buah,
hot dog) untuk meningkatkan kemandirian
Untuk meningkatkan jumlah maksimum kemandirian, berikan alat bantu adaptif yang
diperlukan
- Perlindungan piringu ntuk menghindari terdorongnya makanan keluar dari piring
- Alat bantu hisap dibawah piring atau mangkok untuk menstabilkan
- Ganggang bantalan pada alat makanan untuk meamanan memegang
- Belatan pergelangan atau tangan dengan klem untuk memegang alat makan
- Cangkir minuman khusus
- Pisau atau alat pemotong
Bantu dengan pengadaan jika dibutuhkan: alat pembuka, serbet, sediaan bumbu, alat
pemotong daging, roti, mentega
Untuk klien dengan kekurangan kognitif
- Berikan lingkungan tenang terisolasi sampai klien dapat untuk makan dan tidak mudah
mengalihkan perhatian dari tugas
- Orientasikan individu atau klien terhadap lokasi dan tujuan dari perlengkapan untuk makan
- Tempatkan individu atau klien pada posisi paling normal untuk makan, secara fisik klien
dapat makan
- Dorong individu atau klien untuk menjalani tugas, tetapi waspada terhadap kelemahan,
frustasi, atau agitasi

Untuk individu atau klien yang sangat ketakutan akan keracunan


- Biarkan klien untuk membuka makanan kaleng
- Makan satu potong roti dulu
- Pastikan mendapatkan gaya makanan keluarga
Kaji untuk meyakinkan bahwa individu dan keluarga memahami alasan dan tujuan
seluruh intervensi

2. Kurang perawatan diri, mandi / hygiene berhubungan dengan penurunan kemampuan visual
dan motorik, kelemahan otot
Intervensi :
Dorong individu untuk menggunakan lensa koretif yang diresepkan atau alat bantu
pendengaran
Pertahankan kehangatan suhu kamar mandi, pastikan suhu air yang disukai klien
Berikan privasi selama mandi rutin
Berikan seluruh perlengkapan mandi dalam batas yang mudah dicapai
Berikan keamanan dalam kamar mandi (lantai tidak licin, batang pegangan)
Jika klien secara fisik mampu, dorong penggunaan bak mandi atau pancuran, tergantung
pada fasilitas yang ada dirumah (klien harus latihan di RS dalam persiapan pulang ke rumah)
Berikan peralatan adaptif jika dibutuhkan
- Kursi atau tempat duduk tidak ada sandaran sewaktu mandi dengan bak mandi atau
pancuran
- Pemegang spon yang panjang untuk mencapai punggung atau ekstremitas bawah
- Tempat pegangan pada dinding kamar mandi jika dibutuhkan untuk mobilisasi
- Papan mandi untuk pindah kekursi
- Alas atau keset kaki yang tidak licin pada lantai kamar mandi, bak mandi atau pancuran
- Sarung tangan pencuci dengan kantong untuk sabun
- Sikat gigi yang sudah teradaptasi
- Alat pencukur
- Pemegang semprotan pancuran
Untuk individu dengan kemunduran kognitif:
- Berikan waktu konsisten untuk mandi rutin sebagai bagian dari suatu program struktur untuk
membantu menurukan ansietas
- Pertahankan intruksi sederhana dan hindari pengalihan, orientasi tujuan adanya
perlengkapan mandi
- Jika klien tidak dapat untuk memandiakan keseluruhan tubuh, biarkan klien memandikan
satu bagian tubuhnya sampai dikerjakan dengan benar, berikan umpan balik positif terhadap
keberhasilan
- Aktivitas pengawasan dilakukan samapi klien dapat dengan aman melaksanakan tugas yang
tidak dibantu
- Dorong perhatian terhadap tugas, tetapi waspada terhadap kelelahan yang dapat
meningkatkan ansietas
Pastikan fasilitas mandi di rumah tersedia dan bantu dalam menentukkan jika ada
berbagai kebutuhan beradaptasi, rujuk keterapi ekupasi atau pelayanaan sosial untuk
membantu dalam mendapatkan pelengkapan yang dibutuhkan
3. Kurang perawatan diri berpakaian atau berdandan berhubungan dengan penurunan
kemampuan visual dan motorik, kelemahan otot
Intervensi :
Dorong individu untuk menggunakan lensa korektif yang diresepkan atau alat bantu
pendengaran
Tingkatkan kemandirian dalam mengenakan pakaian melalui latihan ters menerus dan
tidak dibantu
Pilih pakaian yang tidak sempit, dengan lengan baju besar dan celana pendek serta bukan
bagian depan
Sediakan waktu yang cukup untuk mengenakan pakaian dan melepaskan pakaian, sejak
tugas dapat melemahkan, membuat nyeri atau mengalami kerusakan
Renacanakan individu untuk belajar dan mendemonsrtasikan satu bagian dari aktivitas
sebelum berkembang lebih lanjut
Susun pakaian dalam urutan dimana mereka menggunakannya
Berikan bantuan dalam mengenakan pakaian jika di perlukan (umumnya beberapa
bantuan yang digunakan termasuk gantungan pakaian, penarik ritsleting, kancing, sendok
sepatu yang panjang, pengikat sepatu yang elastis
Dorong individu atau klien untuk menggunakan pakaian atau luar biasa daripada pakaian
malam
Berikan privasi selama menggunakan pakaian rutin
Untuk individual dengan kemunduran kognitif
- Tentukan suatu waktu rutin yang konsisten dalam mengenakan pakaian untuk memberikan
suatau program terstruktr untuk menurunkan ansietas
- Pertahankan instruktsi sederhana dan ulangi instruksi tersebut dengan sering, hindari
pengalihan
- Perkenalkan satu aksesoris pakaian pada suatu waktu
- Dorong perhatian terhadap tugas, waspada terhadp kelelahan dimana dapat meningkatkan
ansietas
Kaji pemahaman dan pengetahuan individu serta keluarga terhadap instruksi dan rasional
diatas

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus
diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang.
Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang
sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan, sosial, keluarga, pendidikan, persepsi
seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.
Memenuhi kebutuhan kebersihan diri pada lansia adalah suatu tindakan perawatan
sehari hari yang harus diberikan kepada klien lanjut usia terutama yang berhubungna
dengan kebershan perorangan (Personal Hygiene), yaitu antara lain kebersihan mulut dan
gigi, kebersihan kulit dan badan, kebersihan kepala, rambut dan kuku, serta kebersihan
tempat tidur dan posisi tidur.

3.2 SARAN
Perawat mempunyai peranan dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang
kebersihan diri, yaitu sebagai family advocacy. Perawat berperan sebagai pendamping bagi
keluarga baik bagi lansia maupun keluarganya ketika dihadapkan pada suatu masalah
termasuk dalam hal kebersihan diri. Perawat sebagai conselor perawat di mana perawat dapat
memberikan ide atau pendapat kepada lansia dan kepada keluarga sebagai pelaksana asuhan
keperawatan. Perawat memberikan asuhan dengan kebutuhan perawat sebagai pendidikan
memberikan pendidikan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia.

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, L. J, 2000. Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. Jakarta : EGC


Nugroho, 2000. Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta : EGC Kedokteran
Setiabudhi, T & Hardiwinoto, 1999. Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai Aspek
Menjaga Keseimbangan Kualitas Hidup Para Lanjut Usia, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka
Utama
Tarwoto & Wartonah, 2004. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proes Keperawatan. Edisi 4.
Jakarta : EGC
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENTINGNYA PERSONAL HYGIENE

Bahasan : Menjaga kebersihan perseorangan di Ruang Pelayanan Khusus Wanita


ok Bahasan : Personal Hygiene pada lansia.
: Ny. N di Ruang Pelayanan Khusus Wanita Panti Sosial Tresna Werdha Landasan Ulin
Banjarbaru.
Waktu pertemuan : 10.00 10.20 WITA.
Hari/tanggal : Kamis, 18 Desember 2014.
Tempat : Ruang Pelayanan Khusus Wanita.

A. Latar Belakang
Personal hygiene merupakan kebersihan perseorangan yang harus di lakukan oleh
setiap lansia yang mana kebersihan itu di mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, di
antaranya dari kebersihan rambut, mata, telinga, hidung, mulut, gigi, kulit, kuku dan genital
yang semuanya itu harus dijaga dan dibersihkan setiap hari agar terhindar dari serangan
penyakit, selain itu agar tampak lebih bersih dan rapi .
Dari fenomena yang ada lansia biasanya sangat kurang memperhatikan kebersihan
dirinya sehingga mempengaruhi kesehatannya.

B. Tujuan
1) Tujuan Umum
Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 20 menit klien mampu mengetahui dan
melakukan kebersihan perseorangan.
2) Tujuan Khusus
Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 20 menit klien mampu menyebutkan dan
melakukan :
- Pengertian personal hygiene
- Tujuan dilakukan personal hygiene
- Manfaat dilakukannya personal hygiene
- Cara melaksanakan personal hygiene yang baik dan benar
- Mendemonstrasikan cara melakukan personal hygiene :
a. Cara keramas yang baik
b. Cara membersihkan telinga, mulut, gigi yang baik dan benar
c. Cara membersihkan kulit dan cara mandi yang benar
d. Cara membersihkan area genital
e. Cara memotong kuku yang baik

C. Materi
Terlampir
D. Metode
Metode yang digunakan Ceramah dan Tanya Jawab.

E. Media
Demonstrasi
Leaflet

F. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan pada klien Ny. N di Ruang Pelayanan Khusus
Wanita Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera.
Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
Klien antusias terhadap materi penyuluhan.
Klien tidak meninggalkan tempat penyuluhan.
Klien mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.
3. Evaluasi Hasil
Klien mengetahui dan mampu menyebutkan kembali tentang manfaat dan pentingnya
personal Hygiene.

G. Kegiatan Penyuluhan

WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA

1. 2 Pembukaan :
menit
Membuka kegiatan dengan Menjawab salam
mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri Mendengarkan

Menjelaskan tujuan dari Memperhatikan
penyuluhan

Menyebutkan materi yang Memperhatikan
akan diberikan
2. 15 Pelaksanaan :
menit Memberikan
penjelasan Memperhatikan
tentang personal hygiene
Mendemonstrasian tentang Memperhatikan
personal hygiene
Memberikan kesempatan Bertanya dan menjawab
pada klien untuk bertanya. pertanyaan yang diajukan
Menjawab pertanyaan klien Memperhatikan

3. 3 Evaluasi :
menit
Memberikan evaluasi secara Menjawab pertanyaan
lisan bersama Ny. N di Ruang
Pelayanan Khusus Wanita. Memperhatikan
Memberikan salam penutup

SATUAN ACARA PENYULUHAN


PENTINGNYA PERSONAL HYGIENE

OLEH

BAIHAQI, S.Kep
NPM. 1414901300
PERSONAL HYGIENE PADA LANSIA

1. Pengertian

Hyigene adalah ilmu pengetahuan tentang kesehatan dan pemeliharaannya.Personal


hygiene (kebersihan diri) adalah merawat diri sendiri dalam sudut pandang kesehatan.

Apa yang perlu di ketahui oleh lansia tentang Hygiene


Lebih dari separu angka kesakitan dan kematian lansia di sebabkan kuman yang
masuk ke dalam mulut lansia melalui makanan dan minuman. Enam pesan utama
hyigene ini dapat membantu lansia pada khususnya sang penghuni wisma pada
umumnya dalam mencegah menyebarnya kuman penyakit dan dengan demikian
mengurangi angka kesakitan dan kematian.

2. Cara melakukan personal hyigene yang baik dan benar


1. Melakukan kebersihan rambut yang di lakukan tiga kali dalam 1 minggu dengan
menggunakan sampho untuk memberikan rasa nyaman.
2. Menggosok gigi 3 kali sehari dan bila menggunakan gigi palsu di bersihkan dengan
air hangat.
3. Mandi minimal di lakukan dua kali sehari dengan menggunakan sabun dan air
hangat untuk memberikan rasa nyaman.
4. Pembuangan sampah pada tempatnya dapat mencegah penyebaran penyakitkarena
sampah yang berasal dari sisa makanan, menyapu, membersihkan dan hasil kerja
lainnya. Bila berceceran begitu saja maka mendatangkan bahaya. Sampah
berceceran merangsang tikus, lalat, kecoak dan binatang lainnya untuk mendatangi,
padahal binatang binatang itu membawa bibit penyakit yang ditularkan kepada
manusia. badan air maka bila meminum air tersebut bisa terjadi diare. Bila lansia
yang mempunyai luka luka pada bagian tubuhnya dan bersentuhan dengan sampah
atau daerah yang kotor maka dapat saja makin parah terinfeksi.
5. Memotong kuku dan menbersihkannya dapat mencegah penularan penyakit.

3. Tujun dilakukannya personal hygiene


1. Agar lansia mengerti tentang personal hygiene
2. Agar lansia tau manfaat dilakukannya personal hygiene
3. Lansia mengerti bagaimana cara keramas, mandi, gosok gigi, dan potong kuku yang
baik dan benar.
4. Lansia dapat mendemonstrasikan bagaimana cara keramas mandi, gosok gigi dan
potong kuku yang benar.
4. Manfaat personal Hygiene pada lansia
1. Untuk mencegah terjadinya penularan penyakit
2. Memberikan rasa segar dan nyaman.
3. Untuk meningkatkan kesehatan lansia salah satu cara dengan menjaga kebersihan
diri.
5. Dampak yang sering timbul
1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya
kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah
gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan
telinga, dan gangguan fisik pada kuku.
2. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan
kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri,
aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.
B. PERSONAL HYGIENE Pada lansia
Memenuhi kebutuhan kebersihan diri pada lansia adalah suatu tindakan perawatan
sehari hari yang harus diberikan kepada klien lanjut usia terutama yang berhubungna
dengan kebershan perorangan (Personal Hygiene), yaitu antara lain kebersihan mulut dan
gigi, kebersihan kulit dan badan, kebersihan kepala, rambut dan kuku, serta kebersihan
tempat tidur dan posisi tidur (Nugror, 1995).

Perawatan secara umum bagi lansia terbagi 2, yaitu:


1. Mereka yang masih aktif
Dimana keadaan fisiknya mampu bergerak tanpa bantuan orang lain sehingga kebutuhan
sehari hari dapat terenuhi.
2. Mereka yang pasif
Mereka yang keadaan fisiknya memerlukan pertolongan orang lain, seperti sakit atau lumpuh.

Bagi mereka yang masih aktif, hal hal yang perlu di perhatikan antara lain:

1. Mandi
Mandi agar dibatasi karena kulit lansia biasanya mengering. Hal ini disebabkan kelenjar kulit
yang mengeluarkan lemak mulai kurang bekerja. Maka sehabis mandi kulit lansia sebaiknya
diolesi baby oil terutama di lengan, siku, ketiak, paha, dan sebagainya.

2. Kebersihan mulut
Kenersihan mulut adalah sangat penting. Perlu diingat atau dibantu para lansia untuk
menyikat gigi yang hanya tinggal beberapa buah. Gigi palsu perlu mendapat perhatian
khusus, dibersihkan dengan sabun dan sikat. Untuk menghilangkan bau gigi palsu direndam
dalam air hangat yang telah dibubuhi obat pembersih mulut beberapa tetes selama 5 10
menit, setelah itu bilas sampai bersih dari sabun dan bubuk pembersih mulut tersebut.
Sebaiknya jangan mencuci gigi palsu di bawah air mengalir untuk mencegah bahaya gigi
palsu terjatuh dan pecah.

3. Perawatan rambut
Lanjut usia terutama wanita kadang kadang mengalami kesulitan dalam mencuci rambut
sehingga perlu mendapat bantuan perawat atau ank cucunya. Sama halnya dengan kulit,
rambut orang lansia juga kehilngan lemaknya sehingga sehabis keramas perlu diberi
conditioner. Setelah selesai mencuci rambut harus segera dikeringkan agar lansia tidak
kedinginan.
4. Perawatan kuku
Kuku jari tangan dan kaki perlu mendapatkan perawatan, Menggunting kuku jangan terlalu
pendek dan jangan sampai terluka karena luka pada orang tua lebih sulit sembuh.
5. Pakaian
Pakaian hendaknya jangan terbuat dari bahan yang kasar. Dasar pakainan harus lunak, harus
mudah dikenakan dan dibersihkan. Pakaian lansia dijaga agar tetap rapi karena cenderung
para lansia tidak peduli lagi terhadap pakaiannya. Lansia lebih enak dengan piyama tipis
jangan pakaian dari wool karena bias terjadi iritasi.
6. Mata
Elastisitas lensa mata pada lansia berkurang akibatnya tulisan kecil terlihat kabur pada jarak
normal, sedangkan pada jarak jauh akan terlihat terang. Gejala yang tidak normal antara lain:
Penglihatan menjadi ganda
Bintik hitam atau ada daerah yang gelap
Sakit pada mata
Terlihat ada warna atau terang disekitar ujung ujung objek
Mata yang kemerahan
Tiba tiba kehilangan melihat dengan jelas
7. Lingkungan
Suasana lingkungan harus disesuaikan. Bila memungkinkan jagalah kelembapan ruang tidur
atau ruangan lainnya dirumah dengan memasang humidifier. Perubahan temperature secara
tiba tiba harus dihindarkan.

Bagi mereka yang pasif


Bagi lansia yang terus beristirahat di tempat tidur, kebersihan di tempat tidur perlu tetap
diperhatikan, yaitu:
1. Diusahakan agar bantal tidak terlalu keras atau lembek
2. Latihan bangun dan tidur dengan usaha sendiri agar oto badan tetap aktif dan
menghindarkan pegal pegal serta atrofi otot
3. Letak tidur diatur antara lain:
Letak guling dibawah lutut
Berikan bantal angin yang berbentuk cincin untuk mencegah lecet pada tumit dan bokong
Letak tidur dimiringkan bergantian pada sisi kana atau kiri
Pada letak atau posisi setengah duduk, di bagian kepala tempat tidur diberi sandaran atau
papah.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi personal hygiene pada lansia antara lain:
1. Faktor Pengetahuan
Menurut Purwanto (1999) dalam Friedman (1998), domain kognitif berkaitan dengan
pengetahuan yang bersifat intelektual (cara berpikir, berabstraks, analisa, memecahkan
masalah dan lain-lain). Yang meliputi pengetahuan (knowledge), pemahaman
(comperehension), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesis (synthesis) dan evaluasi
(evaluation).
Individu dengan pengetahuan tentang pentingnya kebersihan diri akan selalu menjaga
kebersihan dirinya untuk mencegah dari kondisi / keadaan sakit (Notoatmodjo, 1998).
2. Kondisi Fisik Lansia dan Psikis Lansia
Semakin lanjut usia seseorang, maka akan mengalami kemunduran terutama di bidang
kemampuan fisik, yang dapat mengakibatkan penurunan peranan-peranan sosialnya. Hal ini
mengakibatkan timbulnya gangguan di dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Sehingga
dapat meningkatkan bantuan orang lain (Nugroho, 2000).
Menurut Zainudin (2002) penurunan kondisi psikis pada lansia bisa disebabkan karena
Demensia di mana lansia mengalami kemunduran daya ingat dan hal ini dapat mempengaruhi
ADL (Activity of Daily Living yaitu kemampuan seseorang untuk mengurus dirinya sendiri),
dimulai dari bangun tidur, mandi berpakaian dan seterusnya.
3. Faktor Ekonomi
Menurut Geismer dan La Sorte (1964) dalam Friedman (1998), besar pendapatan keluarga
akan mempengaruhi kemampuan keluarga untuk menyediakan fasilitas dan kebutuhan-
kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang hidup dan kelangsungan hidup keluarga.
4. Faktor Budaya
Kebudayaan dan nilai pribadi mempengaruhi kemampuan perawatan hygiene. Seorang dari
latar belakang kebudayaan berbeda memiliki praktik perawatan diri yang berbeda. Keyakinan
yang didasari kultur sering menentukan definisi tentang kesehatan dan perawatan diri (Potter
dan Ferry, 2005).
5. Faktor Lingkungan
Lingkungan mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat
terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup lingkungan berpengaruh terhadap kemampuan
untuk meningkatkan dan mempertahankan status fungsional, dan meningkatkan kesejahteraan
(Potter dan Ferry, 2005).

6. Faktor Citra Tubuh


Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya. Personal
hygiene yang baik akan mempengaruhi terhadap peningkatan citra tubuh individu (Stuart &
Sundeen, 1999 dalam Setiadi 2005).

7. Faktor peran keluarga


Keluarga secara kuat mempengaruhi perilaku sehat setiap anggotanya begitu juga status
kesehatan dari setiap individu mempengaruhi bagaimana fungsi unit keluarga dan
kemampuan untuk mencapai tujuan. Pada saat kepuasan keluarga terpenuhi tujuannya melalui
fungsi yang adekuat, anggota keluarga tersebut cenderung untuk merasa positif mengenai diri
mereka sendiri dan keluarga mereka (Potter dan Ferry, 2005).
DAFTAR PUSTAKA

Kebersihan Perorangan. http://www.webhealthcentre.com. Diakses pada


tanggal 17 Desember 2014
konsep personal hygiene. http://hidayat2.wordpress.com/2014/12/17 Diakses pada
tanggal 17 Desember 2014
Hygiene . http://en.wikipedia.org/wiki/Hygiene/Hygiene . Diakses pada
tanggal 17Desember 2014
konsep-personal-hygiene. http://adhie-helene.blogspot.com/2014/12/konsep-personal-
hygiene . Diakses pada tanggal 17 Desember 2014
SAP Personal Hygiene. http://amareloproject.blogspot.com/2013/12/satuan-acara-
penyuluhan-sap-personal.html. Diakses pada tanggal 17 Desember 2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN "PERSONAL HYGIENE"

SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Pokok Bahasan : Personal Hygiene


B. Sub pokok bahasan: 1. Pengertian Personal Hygiene
2. Macam-macam Personal Hygiene
3. Tujuan Personal Hygiene
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal
Hygiene
C. Waktu : 4 April 2014 jam 10.00 s.d selesai
D. Tempat : SD Rawajaya 01
E. Sasaran : Siswa kelas 3 SD
F. Penyuluh : Mahasiswa
G. Tujuan Instruksional Umum :
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai personal
hygiene diharapkan Siswamengerti dan memahami tentang personal hygiene.
H. Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan 1x 25 menit, diharapkan sasaran mampu :
a. Menjelaskan pengertian personal hygiene
b. Mendemonstrasikan dan menjelaskan macam-macam personal hygiene
c. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan personal hygiene
d. Menyebutkan dan menjelaskan factor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene
I. Metode : Ceramah dan Demonstrasi
J. Media : Leaflet
K. Alat dan Bahan : Sisir, gunting kuku, cotton bud, sampel makanan, washlap
dan peralatan mandi
L. Pelaksanaan :
No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
1. Pembukaan 5 menit Salam Mendengarkan
Memperkenalkan diri
Menyebutkan tujuan
penyuluhan

Menjelaskan
2. Inti 15 Menit pengertianpersonal hygiene Mendengarkan dan
Mendemonstrasikan dan ikut
menjelaskan macam-macam p mendemonstrasikan
ersonal hygiene
Menyebutkan dan
menjelaskan tujuanpersonal
hygiene
Menyebutkan dan
menjelaskan factor-faktor
yang mempengaruhipersonal
hygiene

Menarik kesimpulan
Mengevaluasi
Salam penutup
5 Menit
3. Penutup Mendengarkan dan
menjawab
pertanyaan

M. Materi
1. Pengertian Personal Hygiene
Personal hygiene (kebersihan perorangan) adalah suatu tindakan untuk memelihara
kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
2. Macam-macam Personal Hygiene
a. Perawatan Kulit Rambut dan Kepala.
Penampilan dan kesejahteraan seseorang seringkali tergantung dari cara penampilan
dan perasaan mengenai rambutnya. Penyakit atau ketidakmampuan mencegah klien untuk
memelihara perawatan rambut sehari-hari. Menyikat, menyisir dan bersampo (minimal 2 kali
seminggu) adalah cara-cara dasar higienis untuk perawatan kulit rambut dan kepala.
b. Perawatan Mata.
1) Cahaya harus cukup terang ketika membaca atau bekerja.
2) Hindari tempat berdebu.
3) Makanlah makanan yang banyak mengandung vitamin A (wortel, hati dll).
c. Perawatan Hidung.
1) Untuk mengurangi masuknya polusi udara yang masuk pakailah kain untuk menutupi
hidung pada saat berjalan.
2) Supaya tidak tertular ketika orang bersin/batuk pakailah penutup hidung.
3) Hiruplah udara segar pada pagi hari.
d. Perawatan Telinga.
1) Bersihkan telinga dengan menggunakan cotton buds.
2) Bisa menggunakan washlap yang dilembabkan, dirotasikan ke daun telinga dengan lembut.
e. Perawatan Kuku Kaki dan Tangan.
1) Potonglah kuku kaki dan tangan yang pendek dan memperhatikan sudut-sudutnya.
f. Perawatan Genitalia.
1) Gunakan celana dalam yang bahan kainnya dapat menyerap keringat serta jangan ketat
(kalau bisa terbuat dari katun) serta ganti ketika terasa lembab.
g. Perawatan Kulit Seluruh Tubuh.
1) Mandi dua kali sehari, yang bertujuan:
a) Membersihkan kulit dari bakteri, mengurangi keringat dan sel kulit yang mati yang
meminimalkan iritasi kulit dan mengurangi kesempatan infeksi.
b) Mengurangi bau badan.
c) Peningkatan citra diri.
d) Meningkatkan relaksasi dan perasaan segar kembali dan kenyamanan.
3. Tujuan Personal Hygiene
a. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang.
b. Memelihara kebersihan diri seseorang.
c. Memperbaiki personal hygiene yang kurang.
d. Pencegahan terhadap penyakit.
e. Meningkatkan percaya diri seseorang.
f. Menciptakan keindahan.
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene
a. Body image (Citra Tubuh)
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya
karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. Citra
tubuh merupakan konsep subyektif seseorang tentang penampilan fisiknya.
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya
karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. Citra
tubuh merupakan konsep subyektif seseorang tentang penampilan fisiknya.
b. Praktik Sosial
Kelompok-kelompok sosial wadah seorang klien berhubungan dapat mempengaruhi
praktik higiene pribadi. Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka
kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene.
c. Status Sosiol ekonomi
Sumber daya ekonomi seseorang mempengaruhi jenis dan tingkat praktik kebersihan
digunakan. Bahan-bahan yang penting seperti deodoran, kosmetik, sampo, pasta gigi, sikat
gigi, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
d. Pengetahuan
Pengetahuan personal higiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat
meningkatkan kesehatan.
N. Evaluasi
Soal :
1. Bagaimana perawatan pada telinga yang benar? Peragakan !
2. Jelaskan tujuan dari personal hygiene!
Jawaban :
1. Cara membersihkan telinga :
a. Bersihkan telinga dengan menggunakan cotton buds.
b. Bisa menggunakan washlap yang dilembabkan, dirotasikan ke daun telinga dengan lembut.
2. Tujuan personal hygene adalah :
a. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang.
b. Memelihara kebersihan diri seseorang.
c. Memperbaiki personal hygiene yang kurang.
d. Pencegahan terhadap penyakit.
e. Meningkatkan percaya diri seseorang.
f. Menciptakan keindahan.

Daftar Pustaka

Potter dan Perry. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC


Sinta Wahyu. 2013. Bagaimana Menjaga Personal Hygiene yang Baik?www.personalhygiene.com.
Diakses tanggal 1 April 2014

Diposkan oleh Dyah Muliawati di 07.54


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Mencuci tangan secara benar pada saat :

1. Sebelum makan atau minum


2. Sebelum menyiapkan atau memegang makanan
3. Setelah buang air besar dan kecil