Anda di halaman 1dari 3

Gugus Tugas Aksi Seribu Hari atau selanjutnya disebut Gugus Tugas ASHAR adalah

kelompok kerja yang dibentuk oleh pemerintah daerah untuk mengkoordinasikan kegiatan atau
program yang mengarah pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sebagai implementasi dari
Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013 Tentang Gerakan Nasiona Percepatan Perbaikan Gizi.
Aksi Seribu Hari Pertama Kehidupan atau ASHAR adalah upaya untuk memperkuat
program pelayanan kesehatan dan gizi ibu dan anak pada periode seribu Hari Pertama Kehidupan
atau 1000 HPK. Periode 1000 HPK adalah periode mulau hamil (9bulan = 270 hari) sampai
dengan anak usia 2 tahun (24 bulan =730 hari). Di periode ini terjadi pertumbuhan sel otak yang
pesat (90%) dan tumbuh kembang anak yang optimal. Kegagalan memberikan asupan gizi dan
pelayanan kesehatan yang baik di periode ini akan memberi dampak yang tidak baik bagi
perkembangan anak di masa depan, dan kegagalan tersebut bersifat irreversible atau tidak
dapat diperbaiki.
ASHAR bukan program baru, melainkan upaya merevitalisasi atau memperkuat program
yang sudah ada serta menginisiasi kegiatan baru yang berkontribusi besar terhadap pelayanan
kesehatan dan gizi bagi ibu dan anak di masa 1000 HPK tersebut. Salah satu pendekatannya
adalah integrase seluruh program dari berbagai komponen masyarakat dan apparat yang
bermuara di desa/kelurahan dengan fokus perhaian pada 1000 HPK.
Tujuan ASHAR dibagi menjadi 2 yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum
ASHAR yaitu terpenuhinya hak ibu dan anak di provinsi NTB untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan dan gizi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Adapun 4 tujuan khusus
ASHAR yaitu : 1) mewujudkan keterpaduan/kemitraan yang efektif antar berbagai pemangku
kepentingan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan dan gizi setiap ibu dan anak pada
periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), 2) Melakukan pendidikan gizi untuk
meningkatkan kualitas asuhan gizi ibu dan anak pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan
(HPK), 3) Memberikan Pelayanan kesehatan yang standar pada ibu dan anak pada periode 1000
Hari Pertama Kehidupan (HPK), 4) Sasaran, Indikator dan Target ASHAR. Sasaran ASHAR ini
adalah pada ibu hamil, bersalin dan nifas, serta untuk bayi hingga anak. Pada kelompok bayi
yaitu pada rentangan umur 0-12 bulan sedangkan untuk anak dari 12 bulan-24 bulan.
Jenis Kegiatan ASHAR ada 2 yaitu Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif. Intervensi
Spesifik adalah tindakan atau kegiatan yang ditujukan khusus untuk ibu dan anak periode 1000
Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan ini pada umumnya dilakukan oleh sektor kesehatan. Jenis
intervensi kesehatan dan gizi spesifik ada 6 yaitu : 1) Gizi seperti Pemberian Makan Bayi dan
Anak (PMBA), MMN/TTD pada Ibu Hamil, PMT Bumil KEK; 2) Kesehatan Ibu Anak seperti
Kelas Ibu, P4K, Kurikulum Kebidanan (MTBM/MTBS), ANC terpadu, Stimulasi Deteksi
Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK); 3) Pengendalian Penyakit seperti Penanggulangan
Malaia pada Kehamilan, Tatalaksana Diare; 4) Promosi Kesehatan seperti Pendampingan
Perkesmas (Perawatan Kesehatan Masyarakat) untuk Rumah Tangga Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS); 5) Posyandu dengan Revitalisasi posyandu menjadi Posyandu Keluarga; 6)
Perguruan tinggi seperti penelitian-penelitian terkait ASHAR. Pada Intervensi Sensitif
merupakan kegiatan diluar kesehatan dengan sasarannya adalah masyarakat umum, tidak khusus
untuk periode 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Pembiayaan untuk program ASHAR bersumber dari APBD Provinsi, APBD
Kabupaten/Kota dan sumber lain yang tidak mengikat (CSR, Donor/Yayasan/Lembaga lain).
Sejak 2014 sampai dengan akhir 2016, pencapaian program ASHAR antara lain : 1)
Adanya Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi NTB (Gubernur) dengan Pimpinan 18
Perguruan Tinggi Kesehatan untuk pelaksanaan Aksi Mahasiswa untuk Seribu Hari Pertama
Kehidupan, pada Juni 2015; 2) Adanya Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2016 Tentang
Program Aksi Mahasiswa untuk Seribu Hari Pertama Kehidupan; 3) Pembentukan Gugus Tugas
ASHAR di Dinas Kesehatan Provinsi NTB, sebagai wadah koordinasi kegiatan; 4) Pelaksanaan
Aksi Mahasiswa untuk Seribu Hari Pertama Kehidupan di 5 Kabupaten / Kota melibatkan 2172
Mahasiswa kesehatan (2015-2016) dan sekitar 2000 mahasiswa baru (2016-2017) untuk
melakukan pendampingan ibu hamil selama 1000 hari; 5) Advokasi Kabupaten / Kota untuk
menginisiasi program inovatif dalam rangka 1000 HPK, antara lain Lombok Timur dengan
GRASIA (Gerakan Sayang Ibu dan Anak ) dan Lombok Barat dengan GEMADAZI (Gerakan
Masyarakat Sadar Gizi); 6) Identifikasi Desa contoh / model antar sector untuk sinkronisasi/
keterpaduan kegiatan di tingkat Desa (Desa Mapan, Desa GEN, Desa KB, Kampung KB, dll).

Dinas Kesehatan Provinsi NTB. 2017. Diunduh pada : www,dinkes.ntbprov.go.id/ashar


Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat. 2015. Program Aksi Mahasiswa untuk Seribu Hari
Pertama Kehidupan. Diunduh pada :
http://jdih.ntbprov.go.id/sites/default/files/produk_hukum/BD%20PERGUB%20PROGRAM
%20ASHAR.pdf