Anda di halaman 1dari 3

1. Apakah perioda satu tahun sebagai perioda pengukuran laba dapat dianggap cukup realistik?

2. Apa yang menjadi batas kesatuan usaha dalam akuntansi? Mengapa demikian?
3. Apakah alokasi overhead dari kantor pusat merupakan kos nyata?
4. Mengapa akuntansi menggunakan asas akrual bukannya asas tunai dalam penentuan laba periodik?
5. Mengapa measured consideration dianggap objektif untuk menentukan besar-kecilnya potensi jasa yang
dikuasai perusahaan?
6. Apakah yang disebut dengan artikulasi statemen keuangan? Apakah konsekuensi artikulasi terhadap
pengertian pendapatan, laba, dan biaya?
7. Benarkah depresiasi merupakan sarana pengumpulan dana penggantian aset tetap?
8. Apakah yang dimaksud pendekatan nonartikulasi dan apa implikasinya terhadap penilaian pos pos neraca?
9. Apa yang dimaksud dengan penandingan jangka panjang?
10. Mengapa akuntansi menggunakan asas akrual bukannya asas tunai dalam penentuan laba periodik?
11. Apa implikasi penting dari konsep dasar kos melekat?
1. Ya , bisa di anggap realistik karena pengukuran yang di lakukan dalam satu periode (biasanya satu tahun)
dapat mewakili keadaan keuangan perusahaan (neraca) di mana kita tahu dalam pembuatan laporan
biasanya terjadi dalam satu periode (satu tahun) laporan yang selesai di buat pada akhir periode akan
menjadi pertimbangan dan analisis sejauh mana kinerja laporan keuangan perusaan untuk periode
selanjutnya (tahun berikutnya)
2. Batas kesatuan usaha dari segi akuntansi adalah kesatuan ekonomik. Batas kesatuan ekonomik adalah
kendali (control) oleh satu manajemen. Oleh karena itu, untuk menentukan kesatuan usaha sebagai pusat
pertanggungjelasan keuangan, pertimbangan akuntansi adalah apakah secara ekonomik suatu kegiatan
usaha atau lebih dapat dianggap berdiri sendiri sebagai suatu kesatuan. Beberapa buah perseroan yang
secara yuridis terpisah tetapi mempunyai saling-hubungan ekonomik sebagai satu kegiatan di bawah satu
kendali (manajemen) diperlakukan akuntansi sebagai satu kesatuan usaha.
3. Ya, Actual factory overhead atau overhead pabrik nyata adalah biaya yang dikeluarkan selama proses
manufaktur, tidak termaksud biaya tenga kerja langsung dan bahan. Contoh biaya overhead pabrik yaitu,
gaji pengawas produksi, gaji jaminan kualitas, gaji manajemen bahan, sewa pabrik, utilitas pabrik, pabrik
asuransi bangunan, balas jasa, penyusutan, biaya setup peralatan, pemeliharaan peralatan, persediaan
pabrik, dan pabrik alat-alat kecil dibebankan. Setelah overhead pabrik dialokasikan untuk persediaan,
jumlah yang sebenarnya dialokasikan akan bervariasi dari jumlah standar yang telah dianggarkan untuk
dialokasikan. Perbedaan ini disebabkan oleh komponen varians pengeluaran atau varians efisiensi.
Pengeluaran varians terjadi karena jumlah aktual pengeluaran overhead pabrik yang terjadi selM periode itu
berbeda dari jumlah standar produksi yang telah dianggarkan dibeberapa titik di masa lalu. Efisiensi varians
terjadi karena jumlah unit yang overhead pabrik dialokasikan bervariasi dari jumlah standar produksi yang
telah di harapkan ketika tingkat alokasi didirikan.
4. Karena akuntansi mendasarkan diri pada konsep upaya dan hasil dalam menentukan besarnya laba,
akuntansi tidak membatasi pengertian biaya atau pendapatan pada biaya yang telah dibayar atau pendapatan
yang telah diterima. Akuntansi menekankan substansi suatu kegiatan atau transaksi yang menimbulkan
biaya dan pendapatan. Artinya, akibat suatu transaksi tertentu yang telah terjadi (past events), berjalannya
waktu sudah dapat menjadi dasar untuk mengakui biaya atau pendapatan. Karena itu dalam proses
penandingan (matching), akuntansi mendasarkan diri pada asas akrual bukannya tunai.
5. Karena Akuntansi menggunakan satuan mata uang karena satuan tersebut paling mudah untuk
mengkualifikasi objek atau jasa kedalam satuan yang homogenus dan juga karena harga dalam satuan uang
adalah cara yang sudah umum untuk menyatakan kesepakatan dalam pertukaran. Dari segi akuntansi,
sebenarnya bukan uang atau harga itu sendiri yang mempunyai arti penting meleinkan justru potensi jasa
yang ada dibalik angka koslah yang mempunyai arti penting. Perlu diingat bahwa kos merupakan salah satu
atribut untuk merepresentasi secara tepat realitas kegiatan perusahan.

6. Dengan artikulasi, akan selalu dapat ditunjukkan bahwa laba dalam statement laba rugi akan sama dengan
laba dalam statement perubahan ekuitas akan sama dengan jumlah rupiah ekuitas dalam neraca.
Pendefisian pendapatan dan biaya dengan sendirinya laba sebagai perubahan asset atau kewajiban
sering disebut dengan pendekatan asset-kewajiban. Dengan demikian, laba merupakan konsekuensi
pengukuran asset dan kewajiban sebagai focus .
Pendekatan pendapatan biaya, menekankan pendefinisian, pengakuan, dan pengukuran pendapatan dan
biaya sehingga perubahan asset dan kewajiban dianggap sebagai akibat pengukuran pendapatan dan biaya.
Sebagai konsekuensi, neraca akan dipenuhi oleh pos-pos beban tangguhan dan kredit tangguhan yang tidak
memenuhi definisi asset.
7. Ya, depresiasi tetap dilihat dari aspek akuntansinya merupakan alokasi biaya harga perolehan aktiva tetap
kepada periode-periode yan bersangkutan, namun bila ditinjau dari segi perbendaharaan, maka depresiasi
merupakan pengumpulan dana untuk penggantian aset tetap setelah habis masa umur ekonomisnya,
disamping juga merupakan penilaian atas nilai buku aktiva tetap yang bersangkutan.

8. Pendekatan nonartikulasi yaitu yang memisahkan pengukuran elemen-elemen statemen laba-rugi dan
neraca.
Basis pengukuran elemen dalam kedua statement berbeda sehingga dihasilkan neraca berbasis pengukuran
asset kewajiban dan statement laba rugi berbasis pengukuran biaya yang independen.
9. Konsep penandingan adalah konsep yang dimaksudkan untuk mencari dasar hubungan yang tepat dan
rasional antara pendapatan dan biaya dalam jangka panjang. Pendapatan merupakan hasil yang dituju
perusahaan. Sementara cost yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut merupakan upaya
yang dilakukan perusahaan. Misalnya pemakaian metode prosentase penyelesaian dalam kontrak konstruksi
jangka panjang. Apabila taksiran seka rang terhadap tot al cost kontrak menunjukkan rugi, maka rugi
tersebut harus diakui atas kontrak yang telah dilaksanakan. Jadi, meskipun rugi tersebut belum terealisasi
karena proyek belum selesai, tetapi total taksiran rugi harus segera diakui. Perlakuan seperti ini akan lebih
tepat apabila metode kontrak selesai yang digunakan.
10. Karena akuntansi mendasarkan diri pada konsep upaya dan hasil dalam menentukan besarnya laba,
akuntansi tidak membatasi pengertian biaya atau pendapatan pada biaya yang telah dibayar atau pendapatan
yang telah diterima. Akuntansi menekankan substansi suatu kegiatan atau transaksi yang menimbulkan
biaya dan pendapatan. Artinya, akibat suatu transaksi tertentu yang telah terjadi (past events), berjalannya
waktu sudah dapat menjadi dasar untuk mengakui biaya atau pendapatan. Karena itu dalam proses
penandingan (matching), akuntansi mendasarkan diri pada asas akrual bukannya tunai.

11.
a. Aliran fisis operasi direpresentasi dalam aliran kos.
b. Kos mengalami tiga tahap perlakuan: pemerolehan, penelusuran, dan pembebanan.
c. Penggabungan kos tidak memperhitungkan/mengakui tambahan utilitas objek yang diikuti.
d. Manfaat baru diakui setelah ada kesepakatan pihak independen terhadapnya
e. Produk menjadi wadah penggabungan kos yang mudah dikaitkan dengan produk.
f. Perioda menjadi wadah penggabungan kos yang tidak mudah dikaitkan dengan produk.