Anda di halaman 1dari 22

ANALISIS KRITIS JURNAL

PENENTUAN STATUS GIZI SECARA BIOKIMIA

ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, DAN STATUS ANEMIA PADA


REMAJA LAKI-LAKI PENGGUNA NARKOBA DI LEMBAGA
PEMASYARAKATAN ANAK PRIA TANGERANG

Oleh :
NURUL KHOTIMAH
NIM. 142110101037

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS JEMBER
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan Makalah Analisis Kritis Jurnal
yang berjudul Asupan Zat Gizi, Status Gizi, dan Status Anemia pada Remaja
Laki-Laki Pengguna Narkoba Di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria
Tangerang ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Tujuan
penyusunan makalah ini adalah untuk menganalisis jurnal yang berkaitan dengan
penentuan status gizi secara biokimia.

Terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah


berkontribusi dalam makalah ini:

1. Ninna Rohmawati, S.Gz., M.PH. selaku dosen pengampu mata kuliah


Penentuan Status Gizi.
2. Teman teman Fakultas Kesehatan Masyarakat semester VI yang
telah membantu dalam pembuatan laporan ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

Penyusunan makalah telah disusun seoptimal mungkin. Penulis


mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diperoleh manfaat dan tambahan
ilmu pengetahuan bagi penulis dan pembaca, penulis juga mengharapkan saran
yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Jember, Juni 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB 1. PENDAHULUAN .................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1

1.2 Tujuan ................................................................................................. 2

1.2.1 Tujuan Umum ............................................................................. 2

1.2.2 Tujuan Khusus............................................................................. 2

1.3 Manfaat ............................................................................................... 2

1.3.1 Manfaat Bagi Mahasiswa ........................................................... 2

1.3.2 Manfaat Bagi Fakultas ................................................................ 3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................... 4

2.1 Remaja................................................................................................. 4

2.2 Narkoba ............................................................................................... 4

2.3 Anemia................................................................................................. 5

2.4 Status Gizi ........................................................................................... 5

2.5 Penilaian Status Zat Gizi Besi secara Biokimia.............................. 5

BAB 3. PEMBAHASAN ....................................................................................... 8

3.1 Judul Jurnal ........................................................................................ 8

3.2 Identitas Jurnal .................................................................................. 8

3.3 Tujuan Penulis Jurnal ....................................................................... 9

3.4 Fakta Jurnal........................................................................................ 9

3.5 Pembahasan Jurnal ............................................................................ 9

3.5.1 Abstrak ........................................................................................ 9

ii
3.5.2 Pendahuluan .............................................................................. 10

3.5.3 Metode Penelitian ..................................................................... 11

3.5.4 Hasil Penelitian dan Pembahasan ............................................. 12

3.5.5 Kesimpulan ............................................................................... 14

BAB 4. PENUTUP............................................................................................... 15

4.1 Kesimpulan ........................................................................................... 15

4.2 Saran ..................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 16

iii
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masalah gizi dapat terjadi pada seluruh kelompok umur, bahkan masalah
gizi pada suatu kelompok umur tertentu akan mempengaruhi status gizi pada
periode siklus berikutnya (Azwar A, 2004 dalam Fuadiyah, 2009). Status gizi
adalah keadaan tubuh sebagai akibat dari konsumsi zat-zat gizi, dapat dibedakan
menjadi gizi kurang, baik, dan lebih (Amatsier, 2002).
Menurut Supariasa, 2001 pada dasarnya penilaian status gizi dapat dibagi
menjadi dua yaitu secaralangsung dan secara tidak langsung. Penilaian status gizi
secara langsung dapat dibagi menjadi empat penilaian yaitu antropometri, klinis,
biokimia dan biofisik. Sedangkan penilaian status gizi secara tidak langsung dapat
dibagi menjadi tiga yaitu survey konsumsi makanan, statistic vital dan faktor
ekologi. Dalam menentukan kekurangan gizi yang spesifik sering kali terjadi
kesamaan gejala maupun tanda klinis dengan kata lain banyak gejala dan tanda
klinis yang kurang spesifik. Penilaian status gizi secara biokimia dapat lebih
menolong untuk hal tersebut sehingga kemungkinan untuk terjadi keadaan
malnutrisi yang lebih parah lagi dapat diketahui secepat mungkin.
Salah satu permasalahan gizi adalah anemia. Anemia merupakan salah satu
masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang
diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Anemia banyak terjadi pada
masyarakat terutama pada remaja dan ibu hamil. Anemia pada remaja putri
sampai saat ini masih cukup tinggi, menurut World Health Organization (WHO)
(2013), prevalensi anemia dunia berkisar 40-88%. Jumlah penduduk usia remaja
(10-19 tahun) di Indonesia sebesar 26,2% yang terdiri dari 50,9% laki-laki dan
49,1% perempuan (Kemenkes RI, 2013). Anemia pada remaja perempuan
memang lebih besar daripada laki-laki, namun kejadian anemia pada laki-laki juga
harus diperhatikan. Menurut Riskesdas, 2013, laki-laki berusia 15 tahun
dianggap mengalami anemia bila kadar Hb <13,0 g/dL prevalensi anemia pada
kelompok umur 15 24 tahun adalah 18,4 %. Permasalahan anemia pada remaja

1
2

laki laki telah dibahas di beberapa jurnal salah satunya jurnal yang
menghubungkan keadaan status gizi dan status anemia pada remaja laki laki
pengguna narkoba. Penelitian mengenai hubungan narkoba dengan asupan energi
dan zat gizi, status gizi, dan status anemia masih sedikit sehingga penulis tertarik
untuk melakukan analisis kritis pada jurnal ini.

1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum


Adapun tujuan umum dari penulisan makalah ini sesuai dengan latar
belakang tersebut adalah melakukan analisis kritis jurnal yang berkaitan dengan
gizi.

1.2.2 Tujuan Khusus


Adapun tujuan khusus dari penulisan makalah ini adalah melakukan
analisis kritis tiap komponen jurnal yang berkaitan dengan gizi, terdiri dari:

a. Judul jurnal
b. Identitas jurnal
c. Tujuan penulisan jurnal
d. Fakta jurnal
e. Pembahasan jurnal

1.3 Manfaat

1.3.1 Manfaat Bagi Mahasiswa


a. Melatih pola berfikir kritis terhadap suatu permasalahan yang ada dalam
jurnal penelitian.
b. Menambah wawasan ilmu pengetahuan dari hasil jurnal penelitian.
c. Dapat digunakan sebagai inspirasi untuk melakukan pengembangan
penelitian selanjutnya.
3

1.3.2 Manfaat Bagi Fakultas


a. Dapat menambah referensi mengenai jurnal penelitian terutama yang
berkaitan dengan gizi
b. Dapat digunakan sebagai pembanding bagi jurnal penelitian yang memiliki
topik selaras
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Remaja
Pada tahun 174, WHO memberikan definisi konseptual tentang remaja,
yang meliputi criteria biologis, psikologis, dan sosial ekonomi. Menurut WHO
dalam Sarwono, 2011 dalam Herlina, 2013, remaja adalah suatu masa dimana:

a. individu beekembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda tanda


seksual sekundernya sampai saat is mencapai kematangan seksual (criteria
biologis)
b. invidu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari
kanak-kanak menjadi dewasa ( criteria sosial-psikologis)
c. terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada
keadaan yang relative lebih mandiri (Kriteria sosial ekonomi)

Masa remaja merupakan suatu periode penting dari rentang kehidupan,


suatu periode transisional, masa perubahan, masa usia bermasalah, masa dimana
individu mencari identitas diri, dan ambang menuju kedewasaan (Krori, 2011
Herlina, 2013).

2.2 Narkoba
Perilaku konsumsi narkoba masih sering dijumpai dalam kehidupan
remaja. terdapat hubungan antara perilaku konsumsi narkoba dengan status gizi
remaja. Menurut BNN (2002), efek lain yang diakibatkan oleh penyalahgunaan
obat adalah nafsu makan berkurang sehingga mengakibatkan menurunnya berat
badan. Jenis narkoba yang dapat menyebabkan nafsu makan berkurang antara
lain: morfin, kokain, methamphetamin, shabu-shabu, dan ecstasy. Perilaku
tersebut selain berhubungan dengan status gizi remaja, juga dapat menyebabkan
ketagihan, ketergantungan dan terganggunya fungsi mental.

4
5

2.3 Anemia
Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau
konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi untuk
kebutuhan fisiologis tubuh. Menurut WHO dan pedoman Kemenkes 1999, cut-off
points anemia berbeda-beda antar kelompok umur, maupun golongan individu.
Kelompok umur atau golongan individu tertentu dianggap lebih rentan mengalami
anemia dibandingkan kelompok lainnya (Riskesdas, 2013).
Rujukan cut-off point anemia balita 12-59 bulan adalah kadar Hb dibawah
11,0 g/dL. Anak sekolah usia 6-12 tahun dianggap mengalami anemia bila kadar
Hbnya <12,0 g/dL. Di pihak lain, ibu hamil dianggap sebagai salah satu kelompok
yang rentan mengalami anemia, meskipun jenis anemia pada kehamilan umumnya
bersifat fisiologis. Anemia tersebut terjadi karena peningkatan volume plasma
yang berakibat pengenceran kadar Hb tanpa perubahan bentuk sel darah merah.
Ibu hamil dianggap mengalami anemia bila kadar Hb-nya di bawah 11,0 g/dL.
Sementara itu, laki-laki berusia 15 tahun dianggap mengalami anemia bila kadar
Hb <13,0 g/dL dan wanita usia subur 15-49 tahun mengalami anemia bila kadar
Hb <12,0 g/dL(Riskesdas, 2013).

2.4 Status Gizi


Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat dari konsumsi zat-zat gizi,
dapat dibedakan menjadi gizi kurang, baik, dan lebih (Amatsier, 2002).
Sedangkan menurut Supariasa, 2001 status gizi adalah ekspresi dari keadaan
keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutrisi dalam
bentuk variabel tertentu.

2.5 Penilaian Status Zat Gizi Besi secara Biokimia


Penentuan status gizi secara biokimia/laboratorium terdiri dari
pemeriksaan status biokimia dalam tubuh dan tes fungsional/fisiologis. Pada
pemeriksaan status biokimia dalam tubuh diukur kandungan nutrien dalam cairan
dan jaringan tubuh. Tes yang dipilih merefleksikan nutrien total dalam tubuh atau
ukuran jaringan dalam tubuh (Ningtyias, 2010).Tes fungsional/fisiologis bertujuan
6

untuk mengukur fungsi spesifik organ tubuh yang terganggu karena kekurangan
nutrien. Tes ini lebih signifikasi jika dibandingkan dengan pemeriksaan status
biokimia dalam tubuh. Tes fungsional/fisiologis dibagi menjadi tes fungsi
biokimia dan tes psikologis (Ningtyias, 2010).
Tujuan penentuan status gizi secara biokimia adalah mengetahui tingkatan
status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan status biokimia pada
jaringan dan cairan tubuh dan tes fungsional (Ningtyias, 2010).
Ada beberapa indikator laboratorium untuk menentukan status besi yaitu:
a. Hemoglobin (Hb)

b. Hematokrit

c. Besi serum

d. Ferritin serum (Sf)

e. Transferrin saturation (TS)

f. Free erytrocytes protophophyrin (FEP)

g. Unsaturated iron-binding capacity serum

Hemoglobin adalah parameter yang digunakan secara luas untuk


menetapkan prevalensi anemia. Garby et al. menyatakan bahwa penentuan status
anemia yang hanya menggunakan kadar Hb ternyata kurang lengkap, sehingga
perlu ditambah dengan pemeriksaan yang lain.
Hb merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah.
Hemoglobin dapat diukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml darah dapat
digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa oksigen pada darah. Kandungan
hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasikan anemia. Bergantung
pada metode yang digunakan, nilai hemoglobin menjadi akurat sampai 2-3%.
Metode yang lebih dulu dikenal adalah metode Sahli yang menggunakan teknik
kimia dengan membandingkan senyawa akhir secara visual terhadap standar gelas
warna. Ini memberi 2-3 kali kesalahan rata-rata dari metode yang menggunakan
spektrofotometri yang baik.
7

Nilai normal yang paling sering dinyatakan adalah 14-18 GM/100 ml


untuk pria dan 12-16 GM/100 ml untuk wanita (gram/100 ml sering disingkat
dengan GM % atau GM/dl). Beberapa literatur lain menunjukkan nilai yang lebih
rendah, terutama pada wanita, sehingga mungkin pasien tidak dianggap menderita
anemia sampai Hb kurang dari 13 gm/ 100 ml pada pria dan 11 gm/100 ml untuk
wanita.
Metode yang paling sering digunakan di laboratorium dan paling
sederhana adalah metode Sahli, dan yang lebih canggih adalah metode
cyanmethemoglobin. Pada metode Sahli, hemoglobin dihidrolisis dengan HCl
menjadi globin ferroheme. Ferroheme oleh oksigen yang ada di udara dioksidasi
menjadi ferriheme yang segera bereaksi dengan ion Cl membentuk
ferrihemechlorid yang juga disebut hematin atau hemin yang berwarna coklat.
Warna yang terbentuk ini dibandingkan dengan warna standar (hanya dengan
mata telanjang). Untuk memudahkan perbandingan, warna standar dibuat konstan,
yang dirubah adalah warna bening yang terbentuk. Perubahan warna bening
dibuat dengan warna standar. Karena yang membandingkan adalah mata
telanjang, maka subjektivitas sangat berpengaruh. Disamping faktor mata, faktor
lain, misalnya ketajaman, penyinaran dan sebagainya dapat mempengaruhi hasil
pembacaan.
Metode yang lebih canggih adalah metode cyanmethemoglobin. Pada
metode ini hemoglobin dioksidasi oleh kalium ferrosianida menjadi
methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan ion sianida (CN2) membentuk
sian-methemoglobin yang berwarna merah. Intensitas warna dibaca dengan
fotometer dan dibandingkan dengan standar. Karena yang membandingkan alat
elektronik, maka hasilnya lebih objektif. Namun, fotometer saat ini masih cukup
mahal, sehingga belum semua laboratorium memilikinya.
BAB 3. PEMBAHASAN

3.1 Judul Jurnal


Judul artikel dalam terbitan berkala ilmiah harus mencerminkan inti dari
isi tulisan, spesifik, dan efektif yang diukur dari kelugasan penulisannya dan
keinformatifannya. Jika tulisan menggunakan selain Bahasa Inggris, sebaiknya
dilengkapi dengan terjemahan judul dalam bahasa Inggris (Dislitbangkes, 2014).
Menurut tata cara penulisan artikel penelitian Dikti, jumlah kata pada judul
maksimum 15 kata.

Jurnal yang dianalisis berjudul Asupan Zat Gizi, Status Gizi, dan Status
Anemia pada Remaja Laki-Laki Pengguna Narkoba Di Lembaga Pemasyarakatan
Anak Pria Tangerang. Judul jurnal berjumlah 19 kata sehingga tidak sesuai
dengan tata cara penulisan Dikti. Judul jurnal ini sudah mencerminkan inti dari
tulisan dilihat dari kesesuaian judul jurnal dengan tujuan khusus yang harus
dicapai oleh peneliti yaitu menganalisis asupan, tingkat kecukupan, dan tingkat
ketersediaan energi dan zat gizi (protein, zat besi, dan vitamin C) subjek, dan
menganalisis status gizi serta status anemia subjek. Terdapat kata kunci dalam
tujuan khusus tersebut yang selaras dengan judul jurnal yaitu asupan,tingkat
kecukupan, dan tingkat ketersediaan energi dan zat gizi, status gizi serta status
anemia.

3.2 Identitas Jurnal


Identitas jurnal yang dianalisis adalah sebagai berikut:

a. Nama Penulis : Utami Wahyuningsih, Ali Khomsan, dan Karina


Rahmadia Ekawidyani
b. Nama Jurnal : Jurnal Gizi dan Pangan
c. Volume, Nomor, ISSN : Volume 9, Nomor 1, ISSN 1978 1059
d. Bulan, Tahun : Maret, 2014

8
9

3.3 Tujuan Penulis Jurnal


Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis asupan energi
dan zat gizi, status gizi, dan status anemia pada remaja laki-laki pengguna narkoba
di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Anak Pria Kelas IIA Kota Tangerang perlu
dilakukan. Tujuan khusus penelitian ini adalah menganalisis asupan, tingkat
kecukupan, dan tingkat ketersediaan energi dan zat gizi (protein, zat besi, dan
vitamin C) subjek, dan menganalisis status gizi serta status anemia subjek.

3.4 Fakta Jurnal


Fakta dari hasil jurnal ini adalah tingkat kecukupan energi dan protein
subjek mayoritas berada pada kategori defisit berat. Rata-rata tingkat ketersediaan
energi dari makanan LAPAS belum mencukupi kebutuhan subjek.

3.5 Pembahasan Jurnal

3.5.1 Abstrak
Abstrak merupakan ringkasan suatu tugas akhir yang memuat
permasalahan, tujuan, metode penelitian, hasil, dan kesimpulan. Abstrak berguna
untuk memudahkan pembaca mengerti secara cepat isi dari tugas akhir untuk
memutuskan apakah membaca lebih lanjut atau tidak. Abstrak disusun dalam dua
bahasa, yaitu bahasa Indonesia, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (UI,
2008).

Penulisan abstrak pada jurnal ini sudah meggunakan dua yaitu bahasa
inggris dan sehingga pembaca lebih mudah untuk mengerti secara cepat isi dari
jurnal tersebut. Isi dari abstrak dalam jurnal ini tidak memuat rumusan masalah
dan kesimpulan, namun konten yang lainnya telah dicantumkan, yaitu:

a. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asupan energi dan zat gizi,
status gizi, dan status anemia remaja laki-laki pengguna narkoba di
lembaga pemasyarakatan (LAPAS) anak pria kelas IIA Kota Tangerang.
b. Metode Penelitian
10

Penelitian ini menggunakan desain cross sesctional study. Subjek dalam


penelitian ini adalah remaja laki-laki pengguna narkoba. Cara pengambilan
subjek secara purposive. Jumlah subjek yang digunakan sebanyak 40
orang.
c. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi (35.0%)
dan protein (27.5%) subjek berada pada kategori defisit berat. Rata-rata
energi dari makanan yang disediakan LAPAS belum memenuhi kebutuhan
subjek dalam sehari, sedangkan rata-rata protein sudah cukup memenuhi
kebutuhan subjek dalam sehari. Tingkat kecukupan zat besi subjek berada
pada kategori cukup (82.5%) dan tingkat kecukupan vitamin C subjek
berada pada kategori kurang (100.0%). Subjek berada dalam kategori
status gizi normal (85.0%) dan mengalami anemia (57.5%).

Di bagian abstrak, perlu dicantumkan kata kunci (key words). Umumnya


key words ini dipakai untuk kemudahan akses pembaca kepada artikel ini melalui
katakata kunci yang umum digunakan. Itulah sebabnya, pada kata kunci ini
penulis diminta menampilkan 3-5 kata kunci dalam tulisan jurnal (UNHAS, tt).
Abstrak pada jurnal ini telah mencantumkan kata kunci yang berjumlah 4 kata
kunci.

3.5.2 Pendahuluan
Berdasarkan Indonesian Journal of Human Nutrition (IJHN), bagian
pendahuluan berisi latar belakang, konteks penelitian, hasil kajian pustaka, dan
tujuan penelitian. Seluruh bagian pendahuluan dipaparkan secara terintegrasi
dalam bentuk paragraf-paragraf.
Seluruh bagian pendahuluan dalam jurnal ini telah sesuai dengan pedoman
Indonesian Journal of Human Nutrition (IJHN) secara terintegrasi dalam bentuk
paragraph-paragraf, yang terdiri dari :
a. Latar belakang dicantumkan dengan penjelasan tentang pentingnya remaja
berkualitas, dilanjutkan dengan pemaparan perubahan perilaku remaja
menjadi negative dan jumlah dari pecandu narkoba pada usia 16 19 tahun.
11

b. Latar belakang dilengkapi dengan hasil tinjauan pustaka yang selaras dengan
variabel yang diteliti untuk mendukung penelitian ini serta untuk mengetahui
pengaruh dari narkoba dengan keadaan atau status gizi seseorang.
c. Konteks dari penelitian ini mengenai hubungan narkoba dengan asupan
energi dan zat gizi, status gizi, dan status anemia.
d. Dalam pendahuluan jurnal ini juga telah dicantumkan tujuan umum dan
tujuan khusus dari penelitian ini.

3.5.3 Metode Penelitian


Berdasarkan Indonesian Journal of Human Nutrition (IJHN), bagian
metode penelitian berisi paparan dalam bentuk paragraf tentang rancangan/desain
penelitian, sumber data, sasaran penelitian (populasi/ sampel/ subyek penelitian),
pengembangan instrument dan teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data
yang secara nyata dilakukan peneliti.
Bagian dari metode penelitian dalam jurnal ini sudah sesuai dengan
pedoman Indonesian Journal of Human Nutrition (IJHN), namun untuk sumber
data dijadikan menjadi satu sub bab dengan pengumpulan data yaitu sub bab jenis
dan cara pengumpulan data. Sub bab ini juga berisi instrument yang digunakan
dalam melakukan penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
primer dan sekunder.
Data primer yaitu karakteristik subjek yang diperoleh dengan cara
wawancara langsung dengan alat bantu kuesioner. Data primer yang digunakan
dalam penelitian ini adalah

a. Data frekuensi konsumsi pangan dikumpulkan menggunakan


kuesioner Food Frequency.
b. Data konsumsi makanan dan minuman subjek diperoleh dengan cara
menimbang (food weighing) dan wawancara menggunakan kuesioner
Food Recall.
c. Data ketersediaan makanan dan minuman diperoleh dengan cara
menimbang (food weighing).
12

d. Data berat badan dan tinggi badan diperoleh melalui pengukuran


menggunakan timbangan injak dan microtoise.
e. Data status anemia diperoleh melalui pengukuran menggunakan
metode Cyanmethemoglobin. Metode pengukuran yang digunakan
tidak dijelaskan meskipun secara ringkas dalam sub bab ini. Metode
Cyanmethemoglobin merupakan salah satu metode untuk mengukur
Hemoglobin. Hemoglobin adalah parameter yang digunakan secara
luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Garby et al. menyatakan
bahwa penentuan status anemia yang hanya menggunakan kadar Hb
ternyata kurang lengkap, sehingga perlu ditambah dengan
pemeriksaan yang lain.

Sedangkan data yang termasuk data sekunder tidak disebutkan dalam sub bab
ini.

3.5.4 Hasil Penelitian dan Pembahasan


Berdasarkan Indonesian Journal of Human Nutrition (IJHN), bagian hasil
penelitian berisi paparan hasil analisis yang berkaitan dengan pertanyaan
penelitian. Sedangkan bagian pembahasan/diskusi berisi pemaknaan hasil dan
pembandingan dengan teori dan/atau hasil penelitian sejenis.
Dalam jurnal ini bagian hasil penelitian dan pembahasan dijadikan satu
bab, hasil penelitian telah mencakup hasil analisis yang berkaitan dengan
pertanyaan penelitian yang dapat diketahui dari pendahuan jurnal atau pada
abstrak. Seharusnya seluruh bagian jurnal dibahas dan dibandingkan dengan hasil
penelitian lain yang mempunyai variabel dan maksud penelitian yang sama
dengan peneliti pada jurnal ini, namun pada sub frekuensi konsumsi pangan
belum terdapat perbandingan hasil dari peneliti lain. Hasil penelitian status gizi
dan status anemia tidak signifikan namun sejalan dengan dua penelitian lain .
Peneliti dapat menjelaskan alasan mengapa tidak ada hubungan antara status gizi
dan status anemia dengan mengkaitkannya pada penelitian lain atau tinjauan
pustaka. . Hasil penelitian status gizi dan status anemia tidak signifikan terjadi
karena adanya penyebab lain dari anemia.
13

Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau
konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi untuk
kebutuhan fisiologis tubuh. Menurut WHO dan pedoman Kemenkes 1999, cut-off
points anemia berbeda-beda antar kelompok umur, maupun golongan individu.
Kelompok umur atau golongan individu tertentu dianggap lebih rentan mengalami
anemia dibandingkan kelompok lainnya (Riskesdas, 2013). Sebanyak 57.5%
subjek mengalami anemia. Hasil ini sejalan dengan hasil peneltian Islam et al.
(2002) di Dhaka yang menyebutkan bahwa 60% dari pecandu narkoba mengalami
anemia dan narkoba berpengaruh nyata menurunkan kadar hemoglobin. Hasil
penelitian lai Hal ini diduga karena asupan zat besi subjek berasal dari pangan
sumber non-heme (kacang-kacangan, serealia, dan sayuran) yang memiliki
bioavailabilitas yang rendah. Zat besi non-heme tersebut membutuhkan zat untuk
membantu penyerapan zat besi n juga menyebutkan bahwa narkoba secara
signifikan menurunkan konsentrasi zat besi tersebut. Zat yang membantu
penyerapannya adalah vitamin C. Buah-buahan sumber vitamin C se-perti jeruk,
pepaya, tomat, jambu biji, dan mangga dapat membantu penyerapan zat besi non
heme dengan cara mengubah bentuk feri menjadi bentuk fero yang lebih mudah
diserap (Briawan et al. 2011). Namun tingkat kecukupan vitamin C semua subjek
mengalami defisit. Hal inilah yang diduga menyebabkan mayoritas subjek
mengalami anemia.
Disamping itu, ada kemungkinan lain bahwa anemia yang diderita oleh
sebagian besar subjek bukan karena defisiensi zat besi. Anemia dapat disebabkan
oleh beberapa faktor yaitu defisiensi zat gizi (zat besi, asam folat, B12), penyakit
kronis (kanker), perdarahan, dan penyakit lain (malaria, cacing tambang). Faktor
lain yang diduga menyebabkan anemia pada sebagian besar subjek tetapi tidak
diteliti dalam penelitian ini adalah defisiensi zat gizi lain selain zat besi atau
infeksi cacing tambang karena subjek jarang menggunakan sandal dalam
aktivitasnya.
Subjek dalam penelitian ini juga sering mengonsumsi kopi, teh, dan susu.
Ketiga minuman ini dapat menghambat proses penyerapan zat besi di dalam
tubuh. Susu merupakan pangan yang memiliki bioavailabilitas yang tinggi, namun
14

kalsium tinggi yang terkan-dung dalam susu dapat menghambat absorpsi besi
(Briawan et al. 2011). Akan tetapi menurut Lynch (2000), kalsium dalam diet di
daerah Barat mungkin hanya memiliki pengaruh kecil pada penyerapan zat besi.
Zat yang menghambat penyerapan zat besi antara lain adalah asam fitat, asam
oksalat, dan polifenol seperti tanin yang terdapat pada teh dan kopi (Thankachan
et al. 2008).

3.5.5 Kesimpulan
Berdasarkan Indonesian Journal of Human Nutrition (IJHN), bagian
kesimpulan berisi temuan penelitian yang berupa jawaban atas pertanyaan
penelitian atau berupa intisari hasil pembahasan. Kesimpulan dalam jurnal ini
telah menjawab pertanyaan penelitian, namun belum disampaikan rekomendasi
dari penulis untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
BAB 4. PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah:
a. Judul jurnal kurang sesuai karena melebihi 15 kata
b. Identitas jurnal sudal lengkap memuat nama peneliti, judul jurnal, nama
jurnal, bulan dan tahun, volume, nomor dan halaman, serta nomor ISSN
c. Tujuan jurnal sudah tercantum di abstrak dan pendahuluan
d. Fakta jurnal ini adalah tingkat ketersediaan energi dari makanan LAPAS
belum mencukupi kebutuhan dan tingkat kecukupan energi dan protein
subjek mayoritas berada pada kategori defisit berat
e. Pembahasan jurnal, terdiri analisis pada bagian:
1. Abstrak
2. Pendahuluan
3. Metode Penelitian
4. Hasil Penelitian dan Pembahasan
5. Kesimpulan

4.2 Saran
Saran yang dapat penulis ajukan diantaranya:

a. Penulisan jurnal ini sudah baik, namun ada beberapa konten yang belum
memenuhi criteria pedoman penulisan jurnal ilmiah seperti jumlah
maksimal kata dalam judul dan konten yang harus ada pada setiap bagian.
Diharapkan penulis jurnal ini bisa memperhatikan hal tersebut.
b. Alangkah lebih sempurna jika di bagian penutup jurnal juga diberikan
rekomendasi baik untuk umum maupun untuk peneliti selanjutnya.

15
DAFTAR PUSTAKA

BNN. 2002. Kami Peduli Penanggulangan Bahaya Narkoba. Jakarta: Badan


Narkotika Nasional

Ditlibtabnas. 2014. Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah. Jakarta:


Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
diakses di http://risbang.ristekdikti.go.id/pengumuman/20170110-
Pedoman_Akreditasi_E-Journal_2014.pdf (diakses pada 4 Juni 2017)

Herlina. 2013. Mengatasi Masalah Anak dan Remaja melalui Buku. Bandung:
Pustaka Cendekia Utama . [serial online] diakses di
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/196605162000122-
HERLINA/PERKEMBANGAN%20MASA%20REMAJA.pdf (diakses
pada 4 Juni 2017)

Ningtyias, Farida Wahyu. 2010. Penentuan Status Gizi Secara Langsung. Jember :
Jember University Press

Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah Dan Tugas Akhir UNHAS diakses pada
http://pasca.unhas.ac.id/pdf/Pedoman-jurnal-ok.pdf (diakses pada 4 Juni
2017)

Supariasa, I. D., Bakri, B., & Fajar, I. 2001. Penilaian Status Gizi Secara
Biokimia. In Penilaian Status Gizi. Jakarta: Kedokteran EGC.

Suparisa, I. D. 2016. Penentuan Status Gizi. Jakarta: EGC.

Universitas Indonesia. 2008. Pedoman penulisan Tugas Akhir Mahasiswa. [serial


online] diakses di http://www.ui.ac.id/download/files/Pedoman-TA-UI-
2008.pdf (diakses pada 4 Juni 2017)

Wahyuningsih, Utami, Ali Khomsan, dan Karina Rahmadia Ekawidyani. Maret


Maret 2014. Asupan Zat Gizi, Status Gizi, Dan Status Anemia Pada

16
Remaja Laki-Laki Pengguna Narkoba Di Lembaga Pemasyarakatan Anak
Pria. Jurnal Gizi dan Pangan. Volume 9 Nomor 1: 2328.[serial online]
diakses di
http://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan/article/download/8259/6461
(diakses pada 3 Juni 2017)

17
17