Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR II

DECODER

I. PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Seiring dengan perkembangan zaman, Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi


mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan ini sangat mempengaruhi
pengembangan di segala bidang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tidak
terkecuali di bidang elektronika, berbagai hal telah ditemukan, mulai dari
penemuan elektron yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronis hingga ke
rangkaian rumit seperti TV, radio, komputer, dan lain sebagainya. Namun
dalam ragkaian yang dikategorikan sebagai rangkaian yang membutuhkan arus
yang kuat, terdapat rangkaian sederhana dalam penyusunanya. Untuk
memahami jenis-jenis rangkaian tersebut maka diperlukan pendalaman
pembelajaran terkait elektronika, salah satunya adalah rangkaian Decoder.

I.2 TUJUAN PRAKTIKUM

Untuk mengetahui operasi rangkaian Decoder serta dapat membuatnya


untuk keperluan tertentu.

II. DASAR TEORI


Decoder merupakan suatu rangkaian digital yang dapat mengubah
informasi biner dari suatu kode ke kode yang lain. Decoder disebut juga
demiltiplekser.
Decoder juga dapat diartikan sebagai suatu rangkaian digital yang
merubah bilangan biner menjadi bilangan decimal dimana rangkaian logika
decoder menerima input-input dalam bentuk biner dan mengaktifkan salah satu
outputnya sesuai dengan urutan biner inputnya. Pada dasarnya decoder
merupakan kumpulan gerbang logika AND sehingga dapat digunakan sebagai
pembangkit fungsi.
Pada umumnya Decoder biasanya memiliki saluran enable.Saluran
enable berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan decoder. Didalam
Decoder Terdapat 2 jenis pengkaktifan yaitu: aktif high dan aktif low. Pada
decoder dengan saluran enable aktif high, jika enable = 0 maka decoder off.
Berarti semua saluran output akan bernilai nol. Jikaenable = 1 maka decoder
ondan sesuai dengan inputnya,saluran output yang aktif akan 1,dan yang
lainnya 0.
Decoder secara umum mengikuti aturan n to 2n dimana n adalah jumlah
input, dan 2n adalah jumlah output.
Berikut ini adalah gambar rangkaian decoder dan tabel kebenaran
decoder 2 to 4:

INPUT OUTPUT
X Y Y0 Y1 Y2 Y3
0 0 1 0 0 0
0 1 0 1 0 0
1 0 0 0 1 0
1 1 0 0 0 1

Dan berikut gambar rangkaian 3 to 8 beserta tabel kebenarannya:


III. METODE EKSPERIMEN
III.1 ALAT DAN BAHAN
Papan rangkaian 1 buah
IC 7404 (IC NOT) 1 buah
IC 7408 (IC AND) 1 buah
IC 74138 (seharusnya memakai 7419) 1 buah
Kabel Penghubung Secukupnya
Lampu LED kecil 8 buah

III.2 PROSEDUR PRAKTIKUM


A. Decoder 2 to 4
Alat dan bahan disiapkan
IC 7404 dan IC 7408 dipasang pada protoboard
Kaki 1 dan 3 IC 7404 dijadikan output
Kaki 2 IC 7404 dihubungkan pada kaki 1 dan 4 IC 7408, kaki 4 IC
7404 dihubungkan dengan kaki 9 IC 7408 dan kaki 3 IC 7404
dihubungkan dengan kaki 12 IC 7408
Pada IC 7408, kaki 1 dihubungkan dengan kaki 3, kaki 4 dan 5
dihubungkan dengan kaki 6, kaki 2 dihubungkan dengan kaki 9, kaki
9 dan 10 dihubungkan dengan kaki 8, kaki 10 dihubungkan dengan
kaki 13, dan kaki 12 dan 13 dihubungkan dengan kaki 11. resistor
yang sudah terpasang pada kaki positif LED dipasang pada kaki 3
(FO), 6 (F1), 8 (F2), dan 11 (F3).
Input diubah-ubah menjadi 0-0, 0-1, 1-0, dan 1-1; kemudian output
dicatat pada tabel.

INPUT OUTPUT
X Y Y0 Y1 Y2 Y3
0 0
0 1
1 0
1 1

B. Decoder 3 to 8
Alat dan bahan disiapkan.
IC 74138 dipasang pada protoboard.
Kaki 1, 2, 3, 4, 5, 6 dijadikan input A0, A1, A2, E1, E2, dan E3.
resistor yang sudah terpasang pada kaki positif LED dipasang pada
kaki ke 7 (F7), 9(F6), 10 (F5), 11 (F4), 12 (F3), 13 (F2), 14 (F1), dan
15 (F0). Kaki 8 dipasangkan pada kutub negatif baterai dan kaki 16
dipasangkan pada kutub positif baterai.
Input diubah-ubah, hasil output dicatat pada tabel.
INPUT OUTPUT
G2A G2B G1 A B C Y0 Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7
H X X X X X
X H X X X X
X X L X X X
L L H L L L
L L H H L L
L L H L H L
L L H H H L
L L H L L H
L L H H L H
L L H L H H
L L H H H H

III.3 SKEMA ALAT

A. Percobaan I (2 to 4)

IC 7408 dirangkai dengan IC 7404 sesuai kaki-kakinya.


B. Percobaan II (3 to 8)

IV. ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Data Hasil Percobaan I (2 to 4)

INPUT OUTPUT
X Y Y0 Y1 Y2 Y3
0 0 1 0 0 0
0 1 0 1 0 0
1 0 0 0 1 0
1 1 0 0 0 1
Analisa:
Dari tabel data tersebut, jika dibandingkan dengan tabel kebenaran dari
rangkaian Decoder 2 to 4 pada dasar teori, hasilnya sama. Dengan kata lain
tabel kebenaran menurut teori tersebut terbukti.

B. Data Hasil Percobaan II (3 to 8)

INPUT OUTPUT
G2A G2B G1 A B C Y0 Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7
H X X X X X 1 1 1 1 1 1 1 1
X H X X X X 1 1 1 1 1 1 1 1
X X L X X X 1 1 1 1 1 1 1 1
L L H L L L 0 1 1 1 1 1 1 1
L L H H L L 1 0 1 1 1 1 1 1
L L H L H L 1 1 0 1 1 1 1 1
L L H H H L 1 1 1 0 1 1 1 1
L L H L L H 1 1 1 1 0 1 1 1
L L H H L H 1 1 1 1 1 0 1 1
L L H L H H 1 1 1 1 1 1 0 1
L L H H H H 1 1 1 1 1 1 1 0

Analisa:
Ketika G2A, G2B, dan G1 tidak dibuat L, L, dan H, maka semua LED
(indikator) akan menyala semua tanpa ada perubahan meskipun ketika input A,
B, dan C diberi perlakuan berbeda.
Tetapi ketika G2A dibuat L, G2B L, dan G1 H, serta dengan perlakuan input
A, B, C yang berbeda, akan menghasilkan output yang berbeda sesuai tabel
hasil percobaan di atas.

V. KESIMPULAN
Decoder merupakan suatu rangkaian digital yang dapat mengubah informasi
biner dari suatu kode ke kode yang lain. Cara kerja decoder adalah membaca kode
dari rangkaian logika yakni bilangan-bilangan biner dan mengartikannya ke
bilangan desimal. Rangkaian Decoder akan membaca input dari Enable dan
Select lalu akan mengkonversinya dari biner ke decimal dan mengoperasikan
bilangan-bilangan input tersebut dengan gerbang logika, maka hasil dari
kombinasi inputnya berupa 1 atau 0. Karena pada rangkaian Decoder
menggunakan polaritas aktif Low maka jika outpunya 0 (Low) lampu LED akan
menyala, jika outputnya 1 (High) maka lampu LED akan padam, dan hasilnya
sesuai dengan data hasil praktikum.

VI. DAFTAR PUSTAKA


Modul Praktikum Eldas II

LAMPIRAN

Laporan Praktikum Sementara

Dokumentasi Percobaan Decoder 2 to 4


Dokumentasi Percobaan Decoder 3 to 8

Anda mungkin juga menyukai