BAB I PROFIL ORANG KARO

1. Orang Karo

Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli
Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Sebagian besar masyarakat suku Karo enggan disebut sebagai orang Batak karena merasa berbeda. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas. Dalam beberapa literatur tentang Karo, etimologi Karo berasal dari kata Haru. Kata Haru ini berasal dari nama kerajaan Haru yang berdiri sekitar abad 14 sampai abad 15 di daerah Sumatera Bagian Utara. Kemudian pengucapan kata Haru ini berubah menjadi Karo. Inilah diperkirakan awal terbentuknya nama Karo. Pada jaman keemasannya kekuasaan Kerajaan Haru/Karo mulai dari Aceh Besar sampai sungai Siak di Riau. Eksistensi Haru/Karo di Aceh dapat dipastikan dengan beberapa desa di sana yang berasal dari bahasa Karo. Misalnya Kuta Raja atau Banda Aceh sekarang, Kuta Binjei di Aceh Timur, Kuta Karang, Kuta Alam, Kuta Lubok, Kuta Laksamana Mahmud, Kuta Cane, dan lainnya. Dan terdapat suku karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. Terdapat suku Karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. Keberadaan suku Haru-Karo di Aceh ini diakui oleh H. Muhammad Said dalam bukunya "Aceh Sepanjang Abad", (1981). Beliau menekankan bahwa penduduk asli Aceh Besar adalah keturunan mirip Batak. Namun tidak dijelaskan keturunan dari batak mana penduduk asli tersebut. Sementara itu, H. M. Zainuddin dalam bukunya "Tarikh Aceh dan Nusantara" (1961) dikatakan bahwa di lembah Aceh Besar disamping Kerajaan Islam ada kerajaan Karo. Selanjunya disebutkan bahwa penduduk asli atau bumi putera dari Ke-20 Mukim bercampur dengan suku Karo yang dalam bahasa Aceh disebut Karee. Brahma Putra, dalam bukunya "Karo Sepanjang Zaman" mengatakan bahwa raja terakhir suku Karo di Aceh Besar adalah Manang Ginting Suka. Kelompok karo di Aceh kemudian berubah nama menjadi "Kaum Lhee Reutoih" atau kaum tiga ratus. Penamaan demikian terkait dengan peristiwa perselisihan antara suku Karo dengan suku Hindu di sana yang disepakati diselesaikan dengan perang tanding. Sebanyak tiga ratus (300) orang suku Karo akan berkelahi dengan empat ratus (400) orang suku Hindu di suatu lapangan terbuka. Perang tanding ini dapat didamaikan dan sejak saat itu suku Karo disebut sebagai kaum tiga ratus dan kaum Hindu disebut kaum empat ratus. Dikemudian hari terjadi pencampuran antar suku Karo dengan suku Hindu dan mereka disebut sebagai kaum Jasandang. Golongan lainnya adalah Kaum Imam Pewet dan Kaum Tok Batee yang merupakan campuran suku pendatang, seperti: Kaum Hindu, Arab, Persia, dan lainnya. Sifat dan perwatakan manusia Karo yang berwujud pada perilaku atau perbuatan dan pola pikirnya, yang masih melekat pada anggota masyarakat Karo pada umumnya adalah sebagai berikut: jujur, tegas dan berani, percaya diri, pemalu, tidak serakah dan tahu akan hak, mudah tersinggung dan dendam, berpendirian tetap dan pragmatis, sopan, jaga nama keluarga dan harga diri, rasional dan kritis, mudah menyesuaikan diri, gigih mencari ilmu, tabah, beradat, suka membantu dan menolong, pengasih dan hemat, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di balik sifat-sifat baik di atas, masih ada sifat lain yang juga terdapat di dalam masayarakat Karo seperti anceng, cian, cikurak, yang merupakan sifat jelek yang dimiliki orang Karo, termasuk merupakan kritik terhadap sikap hidup orang Karo yang hendak mencelakakan sesamanya. Kalau dalam istilah orang Manado kita kenal baku cungkel. Umumnya sikap ini muncul oleh karena perasaan iri, motif dendam, atau atau perasaan kurang senang. Sifat jelek seperti ini dapat dipastikan tidak hanya ada pada masyarakat Karo, tetapi semua suku bangsa yang ada di Indonesia, bahkan suku bangsa di dunia memiliki sifat yang saling menjatuhkan, seperti yang juga diungkapkan oleh Sartre homo homini lupus. Istilah “cian” dalam bahasa Karo berarti iri atau dengki. Yang terdekat dari sifat ini adalah cemburu. Sifat ini biasanya selalu mengarah kepada hal-hal yang tidak baik, oleh karena tujuannya adalah merusak. Hal ini mestinya dapat dihilangkan dari setiap pikiran dan sikap manusia. Paling tidak berusaha untuk mengarahkan diri pada hal-hal yang tidak merugikan, atau lebih positif bersaing secara sehat. Masih ada dua sifat yang juga bersemi di atara orang-orang Karo, yang sebenarnya juga kurang bermanfaat, yaitu kebiasaan mengata-ngatai orang lain (menjelek-jelekan orang lain) secara negatif yang dikenal dalam bahasa Karo dengan istilah “cekurak”, dan satu lagi adalah istilah “anceng”, yaitu melakukan gangguan atau kendala bagi sesuatu pekerjaan orang lain dengan niat merusak35. Untuk membentengi diri dari sifat-sifat semacam ini, hendaknya insan Karo mengubah pola pikir untuk dapat menerima sebuah keadaan dengan terbuka. Hal ini bisa dilakukan dengan menambah wawasan (belajar dari orang lain) dalam bangku pendidikan, atau juga mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga dapat hidup saling mengasihi. Ini berarti kemampuan penguasan diri terhadap naluri merusak (destruktif), juga pemanusiawian apa-apa yang membuatnya menjadi liar, brutal dan mau berkuasa liar

Pada seminar Adat istiadat Karo tahun 1977 (1983 : 1-2) menyimpulkan mengenai sifat orang Karo ada 6 macam yaitu : 1. Tabah 2. Beradat 3. Suka membantu dan menolong 4. Pengasih dan hemat

5. Dendam 6. Mengetahui harga diri Enam sifat ini ( tidak diiringi pembahasan) ditambah menjadi 9 macam dalam buku yang ditulis oleh Djaja S. Meliala, S.H. dan Aswin Perangin-angin, S.H. (1978 :1-2) yaitu dengan tambahan, jujur dan berani, hormat, sopan, dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pembahasan mengenai sifat-sifat orang Karo yang relatif baru adalah dalam buku Manusia Karo oleh Drs. Tridah Bangun (1986 : 155-171 ) yang mengemukakan 15 macam sifat dan watak orang Karo dikemukakan dalam satu bab tersendiri), yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Jujur Tegas Berani Percaya diri Pemalu Tidak serakah Mudah tersinggung Berpendirian teguh Sopan Jaga nama baik diri dan keluarga Rasional dan kritis Mudah menyesuaikan diri Gigih mencari pengetahuan Pragmatis Iri, cemburu

Sifat-sifat orang Karo yang dikemukakan di atas adalah berdasar pendapat ‘orang dalam’ yaitu orang Karo sendiri. Jauh sebelum sifat-sifat tersebut diuraikan oleh penulisnya, seorang penulis barat yaitu Jhon Anderson tahun 1823 menulis mengenai orang Karo mempunyai sifat-sifat ; rajin, pelit, senang harta, kerja keras, tekun dan tidak suka pamer. Orang Batak Karo yang rajin, bersifat kikir dan senang pada harta itu, telah mendorong mereka untuk kerja keras berusaha sepanjang hari...... Karena kerajinannya dan ketekunannya, mampu mengumpulkan uang dalam jumlah besar dengan tidak memamerkan diri dan kekayaannya’ (Reid, 1987 D.H. Penny dan Masri Singarimbun (1967 :6) menjelaskan, sifat kikir yaitu hemat dan suka menabung, dulunya adalah tidak ekonomis. Orang Karo mencari harta dan menabung hanya untuk berjaga-jaga dan demi prestise, tetapi belakangan (mulai tahun 1960-an ) barulah aktif mengadakan investasi untuk Hal – hal yang produktif. Mengenai keadaan fisik orang Karo, berdasar pengamatan khusus terhadap orang yang telah uzur (umur 75 s\d 100 tahun ), Drs Tridah Bangun (1986 : 155-156) mengemukakan: • Tinggi rata-rata 150-160 cm • Rambut hitam antara lurus dan bergelombang • Mata biasa antara sipit dan miring • Wajah agak bundar mirip raut muka bangsa mongol • Hidung agak pesek • Bibir tebal, lebar • Kulit sawo matang Namun dijelaskan pula, bahwa saat ini keadaan fisik tersebut telah berubah, telah hampir sama dengan keadaan fisik suku bangsa Indonesia lainnya, sukar membedakannya sepintas lalu. Hal ini dibenarkan oleh Masri Singarimbun (1989), yang mengemukakan bahwa :

Ada beberapa ungkapan yang maknanya mempertegas perwatakan Karo. Bertalysa. dan tidak berani mengeluarkan pendapat sendiri. pendidikan. jauh berbeda dengan cerita rakyat tersebut. Dalam pembangunan desa. Kade. panen dll ). mempunyai pengaruh yang besar pada wanita pedesaan itu sendiri. walaupun dalam pelaksanaannya di lapangan. wanita adalah penentu kebijaksanaan seperti dalam hal kebersihan rumah tangga. tidak bisa lepas atau berdiri sendiri. Wallia Keliat Di daerah pedesaan Karo. Beru Rengga Kuning dan dari Telu Turiturin si Adi. halus dan pemaaf. oleh Ngukumi Barus dan Masri Singarimbun (1988) disimpulkan. juga tulang punggung dalam produksi hasil pertanian. Tetapi dalam banyak hal. seperti dikemukakan oleh Ny. yaitu : • Gelar na-e ateku lang ( caranya itu yang tidak aku setujui) . Drs Tridah Bangun (1986 : 156-157) mengemukakan: • • • • • Gadis-gadis masih menunjukan cirri seperti leluhur mereka Aktif membantu ibunya bekerja keras dirumah dan diladang Tubuhnya kekar Betis atau kaki agak besar Leher pendek dan raut muka tegang Penampilan ini berbeda dengan gadis-gadis Karo di kota-kota. dan laki – laki sangat berubah. yang cenderung untuk menerima posisi mereka yang lebih rendah. Bulan. Kamar menjadi Regina. dalam cerita rakyat sering berperan sebagai pemegang peranan utama. Malem. waktu tanam. dukun beranak dan guru sibaso. Gajah. bahwa wanita Karo secara tradisional mempunyai peranan yang sangat penting dan peranan yang tidak penting. Siska.Nama-namanya sudah berubah dari Batu. Dalam banyak hal. Reh Malem Sitepu (1986 : 24-25 ) mengemukakan. karena tidak mengerjakan pekerjaan kasar atau berat seperti di desa. pada umumnya wanita tidak diajak dalam perencanaan. Lita. Meja. wanita Karo adalah : • • • • • • • • Mempunyai kepribadian yang tangguh Menjadi juru selamat keluarga yang tangguh Tokoh yang sanggup mengambil keputusan yang menentukan Pintar an bijaksana Aktif dalam percintaan Tidak pasrah dalam menunggu Penggorbanan yang tinggi terhadap saudara Bukan tampil sebagai makhluk yang lembut. kurang percaya diri. Berdasar cerita Beru Ginting Pase. wanita selain bertugas sebagai istri dan ibu. bergantung pada kaum pria dalam mengambil keputusan. sosialisasi anak dan penentu dalam usaha pertanian (memilih bibit. sebab wanita tunduk terhadap peraturan adat rakut sitelu. Hal ini diterima oleh wanita itu dengan sangat biasa sekali. bukan sesuatu yang sangat merugikan ataupun sesuatu yang perlu dirubah. Mengenai wanita yang lebih banyak jumlahnya dari pria di Kabupaten Karo. wanita aktif berperan serta. Sikap tradisional turun temurun sebagai pengaruh di adat dan kebudayaan Karo terhadap wanita. Mengenai penampilan wanita pedesaan. Tetapi sebaliknya Gambaran wanita Karo yang jadi kenyataan memang sangat aktif dalam kehidupan ekonomi. yang umumnya tinggi semampai dan ramping. Kursi. Peranan wanita dalam adat hanyalah pelengkap.

Begitu berbeda dengan ungkapan Minang yang telah diterjemahkan : Kalau mau buah yang masak harus pandai menghujung dahan Menyuruk bukan berate pinggang yang patah. Kelemahan orang karo pada umumnya adalah: • Permela atau pemalu. atau seperti adanya pergeseran nilai-nilai walaupun masih dalam batas-batas tertentu. Budaya arih-arih. kakinya patah dan sebagainya”. maka Indonesia. lebih-lebih mengenai harga diri dan tepa salira. Kalau dia diberi setengah gelas air minum. umpamanya malu atau meminta. norma. Sementara yang baru belum melembaga. mengapa tidak penuh dan seterusnya. berhulu dari dataran tinggi Tanah Karo Simalem. Saat ini. Cara. Maka itu. asalkan tempat nira tersebut diletakkan dengan baik pada tempatnya). asalkan sampai disasaran. malu minta maaf. malu kalau tidak beradat. Ini mengajak orang Karo itu untuk bersifat diplomatis menghadapi sesuatu. Maksudnya banyak berbuat tanpa balas jasa. Begitu kadang idealismenya orang Karo ini. bahkan kalau tak berhasil. ungkapan lama mengatakan : Cina mati karena uang dan katanya lagi : “yang penting adalah kucing itu bisa menangkap tikus. Jawa lain lagi. legowo. orang Jepang malu kalau tidak menghargai seniornya. atau mindo malu minta tolong. Yak an apa saja kata orang asal kita mendapatkan apa yang kita inginkan Ketiga ungkapan yang saling mendukung dan satu paket ini bermakna . Sejajar dengan ini. sudah menjalar ke desa-desa. jadilah manok si-beru-beru”. Hal ini relevan dengan sungaisungai yang bersumber. ekonomi adalah di atas segala-galanya. Kalau orang Jerman malu dikatakan pemalas. runggu nampaknya masih terpelihara. tetapi nerpoh menerjang bila diganggu. Kelemahannya ialah kurang berterus terang dan agak tertutup seperti yang telah kita sebut dimuka. termasuk orang Karo mengatakan : mana setengah gelas lagi. terima saja apa adanya dan tenggang rasa. tidak peduli kucing itu berkurap. cara. kalau kita bicara tentang ekonomi atau dagang. dan disimpan sendiri. andai kata zaman dahulu bisa saja gantung diri. nerimo. diucapkannya : “Syukur alhamdulilah”. sebahagian dari ciri-ciri modernisasi. pandai-pandai menyesuaikan diri. sehingga rela berkorban demi menurutkan hati nuraninya. namun aron atau taron secara fisik mulai menurun. banyak persamaan Karo dan Jawa. Ada lagi ungkapan yang mengatakan : Ola belasken kata situhuna. tepa seliro. orang Belanda malu kalau tidak menabung. mereha. • Percian. keluhuran jiwa di atas segala-galanya. berarti iri hati dan dengki • Permbenceng/perbencit atau mudah merajuk . Tegasnya. materialisme. Hampir-hampir pola kehidupan lama (tradisional) ditinggalkan.• • • • Adi perbahan buahna maka mbongkar batangna labo dalih (Karena buahnya lebat maka jebol atau tumbuh batangnya tidak apalah). rendah hati seperti ayam yang sedang mengeram. Tetapi orang Karo kurang pasrah dan kurang nerimo. norma. lebih-lebih etnis Karo. aturan dinomorsatukan. diam tidak bicara. Demikianpun mehangke. berhasil. dan mendapat. aturan dinomorduakan. mereka mengatakan rame in gawe seping pamrih. iklas. • Pergelut atau mudah tersinggung • Permenek atau sakit hati yang melekat. yang lainnya termasuk ekonomi dinomorduakan. Keri pe lau pola e labo dalih gelah mejile penangketken kandi-kandina (Habispun nira itu diambil orang tidak apalah. Seperti menghalalkan seluruh cara . individualisme. hampirhampir hilang. Sada matawari pe ateku la ras ia (tidak ada kompromi) Arah bas padang rusakna (isi yang penting bukan kulit) Kelimanya itu bermakna harga diri. bergurulah kita kepada Minang dan Cina. Diakui. Bukan seperti kita orang Sumatera. belaskenlah kata sitengteng. terjemahan bebasnya : “Terbeloh-beloh kam muat Bapa Nandendu. malu mengucapkan terimakasih.

Dalam hal ini terdapat juga nama-nama marag yang sama dari asal subetnis Batak lain. Orang Karo mencari harta dan menabung hanya untuk berjaga-jaga dan prestise. Recent Studies of Batak Peoples of Sumatera. Seseorang yang berasal dari luar masyarakat Karo yang hendak bergabung ke dalam masyarakat Karo juga diberikan nama marga patrilineal atau matrilineal Karo . tetapi orang Karo lebih suka menamakan dirinya Orang Karo atau Batak Karo. bukan Batak. Seluruh marga dan submarga ini merupakan nama-nama khas yang ada pada masyarakat Karoo. nama Saragih dan Damanik adalah marga khas Batak Simalungun. Identitas dan subetnis orang Batak ini pada umumnya dapat langsung diketahui dari nama marganya. van der Tuuk menerbitkan karya gramatika klasik pada tahun 1864 yang berjudul Tobasche Spraakkunst (kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1971). dulunya tidak ekonomis. diladang atau dikolong rumah pada jaman dahulu. Istilah “Batak” sendiri mengacu pada sekumpulan kelompok yang memiliki kaitan secara kultural yang mendiami sebagian besar wilayah pedalaman Provinsi Sumatera Utara yang berpusat di daerah Danau Toba [2]. Terutama sebagai akibat dari mobilitas sosial mereka yang tinggi serta penyebaran yang meluas secara geografis. walaupun suku Karo dalam Literatur Anthropologi dimasukkan sebagai salah satu suku dari 6 kelompok Batak yang dikenal sebagai system Patrilineal yang terkuat di Indonesia. serta bahasa yang khas satu sama lain. yang ditandai dengan menanam uang perak ditanah pekarangan. Bahasa yang mereka gunakan pertama kali mulai mendapat sorotan pada saat H. Di paruh abad terakhir ini terdapat sejumlah besar masyarakat Batak Toba yang bermigrasi ke seluruh penjuru wilayah dan menumbuhkan sejumlah besar komunitas masyarakat Batak Toba di sepanjang pesisir timur wilayah Sumatera Utara. di Aceh. tetapi belakangan ini (mulai tahun 1960-an). Orang-orang Karo memiliki lima macam klan patrilineal atau marga. misalnya “Saya Purba Karo” atau “Saya Purba Simalungun”.barulah aktif mengadakan investasi. naum sering juga tampak memiliki keterkaitan dengan nama-nama marga dari kelompok masyarakat suku-suku Batak lain. yaitu Karo-karo. Masyarakat Batak Toba yang berdiam di wilayah Pulau Samosir yang terletak di tengah-tengah Danau Toba serta wilayah sebelah timur. ciri identitas terpenting seorang Karo dapat diketahui dari nama marga yang bersangkutan. Selain kefasihan dalam berbahasa Karo. dan sebagainya. Sembiring. selatan.N.06 (hal 31-65) David Penny dan Masri Singarimbun (1967) menjelaskan bahwa sifat orang Karo yang suka menghemat dan menabung. Ohio University Center for International Studies South Asia Program. khususnya masyarakat Batak Simalungun dan Batak Pakpak. dan juga di Pulau Jawa. Ohio menyatakan. nama Bancin dan Berutu adalah marga khas Batak Pakpak. tatanan sosial. dan Peranginangin. Tiap-tiap kelompok ini memiliki riwayat. Bahasa Batak Karo adalah bentuk bahasa Austronesia Barat yang digunakan di daerah Pulau Sumatera sebelah utara pada wilayah Kepulauan Indonesia [1]. Tarigan. Tiap-tiap marga ini terpecah lagi menjadi 13 hingga 18 submarga. sehingga secara keseluruhan dapat dijumpai sbanyak 83 submarga. Menurut Rita Kipp (1983) dalam bukunya: Beyond Samosir. Ginting. istilah “Batak” ini telah hampir secara murni diselaraskan dengan pengertian “Batak Toba”. dan tenggara dari danai ini telah menjadi bahan kajian linguistik dan antropologi selama lebih dari satu abad lamanya. misal marga Tarigan dan Sembiring adalah marga khas Batak Karo. maka namanama tertentu semacam ini biasanya selalu disebutkan berikut dengan subetnisnya pada saat memperkenalkan diri dengan anggota subentis Batak lain.• Perdegil/puluk atau pelit dan kikir. maupun di berbagai wilayah suku Batak lain. Dalam tulisannya. Economic Activity among The Karo Batak of Indonesia : A case study of Economi Change BIES No.

dan di zaman yang lampau mempunyai arti yang penting di dalam kehidupan ekonomi dan politik16. iket si telu. . baik berdasarkan pertalian darah maupun pertalian karena hubungan perkawinan. dan segala aktifitas sosial. yaitu: kalimbubu. 1. Pada suku-suku Batak yang lain seperti Toba. Di kalangan masyarakat mereka maupun subetnis Batak lain biasanya mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai “kalak Karo” atau orang Karo. dll). Mandailing. orang-orang Karo umumnya juga mempergunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia. Kalau sudah ada sepuluh rumah adat baru dapat dikatakan perkampungan tersebut ramai. Pemerintahan yang ada hanya sebatas pemerintahan desa. Selain dari kaum anak-anak dan kaum usia lanjut. senina atau sembuyak.karena tanpa memiliki acuan identitas sosial semacam ini yang bersangkutan mustahil berinteraksi dalam acara-acara penting di luar batas kegiatan sehari-hari. dapat direduksi menjadi tiga jenis kekeluargaan. seperti kerja tahun pada masa kini. tetapi maksudnya sama yaitu: daliken si telu sama dengan sangkep si telu. menentukan hak-hak dan kewajiban di dalam masyarakat. Sedangkan bahasa asli Karo mereka sebut sebagai “cakap Karo” atau “bahasa Karo“. tempat air kuran. hukum. Kegiatan ekonomi dan perputaran uang hanya baru sebagian kecil saja. yang biasanya disimpulkan dalam banyak istilah. ada dua atau tiga rumah adat waluh jabu ditambah beberapa rumah sederhana satu dua. hanya jalan setapak yang menghubungkan satu kampung dengan kampung yang lain. populasi penduduk belum ramai. dan musyawarah dalam arti kata yang sedalam-dalamnya. di dalam upacara-upacara. Istilah “Batak” umumnya tidak digunakan pada saat mereka saling memperkenalkan diri satu sama lain kecuali jika mereka sedang memperkenalkan diri mereka dengan orang-orang dari etnis lain (Sunda. dan Angkola. Kehidupan Masyarakat Karo Masyarakat Karo merupakan masyarakat yang sejak dahulu dikenal sebagai masyarakat agraris yang religius. Pertampilan Brahmana. Alat dapur yang dipakai masih sangat sederhana. Hubungan antara ketiganya tidak dapat dipisahkan di dalam hal adat. Kondisi kehidupan masyarakat Karo pada saat itu masih cukup sederhana dalam segala aspek. Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara. masyarakat Karo belum begitu banyak terpengaruh oleh bahasa dan budaya masyarakat Batak Toba. Sarana dan prasarana jalan belum ada. juga termasuk ritual. sedangkan si telu adalah tiga)15. Berikut adalah sistem kekerabatan di masyarakat Karo atau sering disebut Daliken Sitelu atau Rakut Sitelu. Jawa. menyusupi aspek-aspek kehidupan secara mendalam. Pada masa sebelum penjajahan Belanda. rakut si telu13. walau ada juga yang telah memasak dengan priuk gelang-gelang atau priuk tembaga/besi. Pekerjaan yang dilakukan hanyalah kesawah dan keladang (kujuma kurumah). ditambah menggembalakan ternak bagi pria dan menganyam tikar bagi wanita. dan anak beru. Berbeda halnya dengan kaum masyarakat Batak Pakpak dan Batak Simalungun yang bertetangga dengan mereka. priuk tanah sebagai alat memasak nasi dan lauk pauknya. Hanya pedagang yang disebut dengan “Perlanja Sira” yang sesekali datang untuk berdagang secara barter (barang tukar barang) 2. 1. perkampungan masih kecil. Daliken si telu (daliken adalah tungku batu tempat memasak di dapur14. Dalam hubungan kekerabatan pada masyarakat Karo. maksud yang sama dikenal dengan istilah dalihan na tolu. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih dijumpai aktivitas religi yang berhubungan dengan pertanian. Di dalam sangkep si telu inilah terletak azas gotong-royong. Tulisan ini disadur dari makalah berjudul “Daliken Si Telu dan Solusi Masalah Sosial Pada Masyarakat Karo : Kajian Sistem Pengendalian Sosial” oleh Drs.

(Petra : ego maksudnya orang. pihak kalimbubu selalu mendapat prioritas utama. senina/sembuyak. Kalau dahulu pada acara jamuan makan. Masyarakat Karo menyakini bahwa kalimbubu adalah pembawa berkat sehingga kalimbubu itu disebut juga dengan Dibata Ni Idah (Tuhan yang nampak). Telu tiga). masyarakat tidak lepas dari yang namanya tungku untuk menyalakan api (memasak).Secara etimologis. Status kalimbubu ini selamanya dan diwariskan secara turun temurun. Kalimbubu dapat dibagi atas 2: ➢ Kalimbubu berdasarkan tutur ➢ Kalimbubu Bena-Bena disebut juga kalimbubu tua adalah kelompok keluarga pemberi dara kepada keluarga tertentu yang dianggap sebagai keluarga pemberi anak dara awal dari keluarga itu. para anakberu (kelompok pihak penerima istri) tidak akan berani mendahului makan sebelum pihak kalimbubu memulainya. karena kelompok ini telah berfungsi sebagai pemberi dara sekurang-kurangnya tiga generasi. Pertampilan Brahmana. demikian juga bila selesai makan. Kahanggi (Mandailing)) Anak Beru (Boru (Toba. daliken Sitelu berarti tungku yang tiga (Daliken = batu tungku. Oleh Darwan Prints. • Kalimbubu Kalimbubu adalah kelompok pihak pemberi wanita dan sangat dihormati dalam sistem kekerabatan masyarakat Karo. Dalam hal nasehat. pihak anakberu tidak akan berani menutup piringnya sebelum pihak kalimbubunya selesai makan. Kalimbubu ini selalu diundang bila diadakan pesta-pesta adat di desa di Tanah Karo. bila ini tidak ditaati dianggap tidak sopan. Arti ini menunjuk pada kenyataan bahwa untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. adalah pihak kelompok dari mertua ego. Mandailing)) Setiap anggota masyarakat Karo dapat berlaku baik sebagai kalimbubu. Menurut Drs. ➢ Kalimbubu Simajek Lulang adalah golongan kalimbubu yang ikut mendirikan kampung. kalimbubu diumpamakan sebagai legislatif. Dalam bahasa yang populer adalah bapak mertua berserta seluruh senina . Sikap menentang dan menyakiti hati kalimbubu sangat dicela. Mora (Mandailing)) Sembuyak/Senina (Dongan sabutuha (Toba). atau pihak clan (semarga) dari ibu kandung ego (paman kandung ego). perihal dilaksanakan atau tidak masalah lain. tetapi juga ada dalam masyarakat Toba dan Mandailing dengan istilah Dalihan Na Tolu juga masyarakat NTT dengan istilah Lika Telo Unsur Daliken Sitelu ini adalah • • • Kalimbubu (Hula-hula (Toba). anakberu. tergantung pada situasi dan kondisi saat itu. ➢ Kalimbubu berdasarkan kekerabatan (perkawinan) ➢ Kalimbubu Simupus/Simada Dareh adalah pihak pemberi wanita terhadap generasi ayah. pembuat undang-undang. konsep ini tidak hanya ada pada masyarakat Karo. Si = yang. Artinya bahwa setiap individu Karo tidak lepas dari tiga kekerabatan ini. Penentuan kalimbubu ini dilihat berdasarkan merga. Dikategorikan kalimbubu BenaBena. Lalu Rakut Sitelu berarti ikatan yang tiga. objek yang dibicarakan) ➢ Kalimbubu I Perdemui atau (kalimbubu si erkimbang). semua nasehat yang diberikan kalimbubu dalam suatu musyawarah keluarga menjadi masukan yang harus dihormati. Namun ada pula yang mengartikannya sebagai sangkep nggeluh (kelengkapan hidup).

. Ada pun hak kalimbubu ini dalam struktur masyarakat Karo ➢ Dihormati oleh anakberunya ➢ Dapat memberikan perintah kepada pihak anakberunya Tugas dan kewajiban dari kalimbubu ➢ Memberikan saran-saran kalau diminta oleh anakberunya ➢ Memerintahkan berselisih pendamaian kepada anakberu yang saling ➢ Sebagai lambang supremasi kehormatan keluarga ➢ Mengosei anak berunya (meminjamkan pakaian adat) di dalam acara-acara adat dan mengenakan ➢ Berhak menerima ulu mas. kekuasaan peradilan.dan sembuyaknya dengan ketentuan bahwa si pemberi wanita ini tidak tergolong kepada tipe Kalimbubu BenaBena dan Kalimbubu Si Mada Dareh. ➢ Kalimbubu Senina. Kemudian bila ego (pria) menikah berdasarkan adat Karo. tugasnyalah mendamaikan perselisihan tersebut. dia mendapat kalimbubu si erkimbang • Anak Beru Anakberu adalah pihak pengambil anak dara atau penerima anak gadis untuk diperistri. karena bila terjadi perselisihan dalam keluarga kalimbubunya. ➢ Puang Kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu. Golongan kalimbubu ini berhubungan erat dengan jalur senina dari kalimbubu ego. ➢ Anakberu berdasarkan kekerabatan ➢ Anakberu Jabu (Cekoh Baka Tutup. Cekoh Baka artinya orang yang langsung boleh mengambil barang simpanan kalimbubunya. yang menerima seperti ini disebut Kalimbubu Simada Dareh. Pada dasarnya setiap ego Karo. Dalam bahasa sederhana pihak subclan dari istri saudara laki-laki istri ego. baik yang belum menikah pun mempunyai kalimbubu. maneh-maneh (tanda mata atau kenangkenangan) dari salah seorang anggota anakberunya yang meninggal. peranannya adalah sebagai juru bicara bagi kelompok subclan kalimbubu ego. kedudukannya berada pada golongan kalimbubu ego. Dalam pestapesta adat. Hal ini maka anakberu disebut pula hakim moral. bere-bere (bagian dari mahar) dari sebuah perkawinan. sepengalon (akan dijelaskan pada halaman-halaman selanjutnya) pemilik pesta. Dipercaya dan diberi kekuasaan seperti ini karena dia merupakan anak kandung saudara perempuan ayah. ➢ Kalimbubu Sendalanen/Sepengalon. Oleh Darwan Prints. anakberu ini diumpamakan sebagai yudikatif. ketika sebuah kampung selesai didirikan. dan Cekoh Baka Buka). Anakberu dapat dibagi atas 2: ➢ Anakberu berdasarkan tutur ➢ Anakberu Tua adalah pihak penerima anak wanita dalam tingkatan nenek moyang yang secara bertingkat terus menerus minimal tiga generasi. Golongan kalimbubu ini berhubungan erat dengan kekerabatan dalam jalur kalimbubu dari senina sendalanen. ➢ Anakberu Taneh adalah penerima wanita pertama. minimal kalimbubu si mada dareh. yaitu pihak subclan pemberi anak dara terhadap kalimbubu ego.

➢ Mengantarkan makanan kepada anaknya pada waktu tertentu misalnya pada waktu menanti kelahiran bayi atau lanjut usia. Menanggulangi sementara semua biaya pesta. ➢ Anakberu Menteri adalah anakberu dari anakberu. petunjuk di dalam landasan adat dan sekaligus memberi dukungan tenaga yang diperlukan. Lebih lanjut tugas-tugasnya antara lain Mengatur jalannya pembicaraan runggu (musyawarah) adat. harus dipilah lagi. Mengawasi semua harta milik kalimbubunya yaitu wajib menjaga dan mengetahui harta benda kalimbubunya. ➢ Berhak mendapat warisan kalimbubu yang meninggal dunia. dan biasanya para kalimbubu tidak berhak menolak. Fungsinya menjaga penyimpangan-penyimpangan adat. ➢ Anakberu Singikuri adalah anakberu dari anakberu menteri. pakaian almarhum dan lainnya sebagai kenang-kenangan. ➢ Menjadwal pertemuan keluarga. adalah penerima wanita yang menciptakan jalinan keluarga yang pertama karena di atas generasinya belum pernah mengambil anak wanita dari pihak kalimbubunya yang sekarang. dia tidak dibenarkan mencampuri urusan warisan adat dari pihak mertuanya. Masalah peranannya di dalam tugas-tugas adat.Memberi khabar kepada para kerabat yang lain bila ada pihak kalimbubunya berduka cita. Anakberulah yang pertama datang dan juga yang terakhir pada acara adat tersebut. mereka mempunyai hutan sendiri di sekeliling desanya).➢ Anakberu Iangkip. Ini akan melanjutkan dan mempererat hubungan kekerabatan yang sudah terjalin. ➢ Memberi pesan kepada puang kalimbubunya agar membawa ose (pakaian adat) bagi kalimbubunya. Menyiapkan hidangan pada pesta. Dalam pelaksanaan acara adat peran anakberu adalah yang paling penting. ➢ Membawa pakaian atau ose (seperangkat pakaian kebesaran adat) bagi anakberunya pada waktu pesta besar di dalam clan anakberunya. Selain itu juga karena pentingnya kedudukan anakberu. ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ Anakberu berhak untuk ➢ Berhak mengawini putri kalimbubunya. . Menyiapkan peralatan yang diperlukan pesta. kalau masih orang pertama yang menikahi keluarga tersebut. fungsinya memberi saran. ➢ Memberikan hak untuk mengambil hasil hutan (dahulu karena pihak kalimbubu adalah pendiri kampung. Yang boleh mencampurinya hanyalah Anakberu Jabu. biasanya pihak kalimbubu menunjukkan kemurahan hati dengan ➢ Meminjamkan tanah perladangan secara cuma-cuma kepada anakberunya. Anakberu Menteri ini memberi dukungan kepada kalimbubunya yaitu anakberu dari pemilik acara adat. ➢ Merasa bangga dan senang bila anak perempuannya dipinang oleh pihak anakberunya. baik dalam bermusyawarah maupun ketika acara adat sedang berlangsung. pisau. Warisan ini berupa barang dan disebut morah-morah atau maneh-maneh. Anakberu ini disebut juga anakberu langsung yaitu karena dia langsung mengawini anak wanita dari keluarga tertentu. seperti parang. ➢ Menjadi juru damai bagi pihak kalimbubunya.

atau Lemba-lemba. anakberulah yang menjadi ujung tombak pelaksanaan tugas tersebut. mereka tidak akan memberikan tanggapan atau pendapat apabila tidak diminta. Arti Kuda Dalam dalam istilah ini adalah alat atau kenderaan yang dipakai kemana saja. maka anakberu yang selalu lupa kepada kalimbubunya dianggap tercela di mata masyarakat. sehingga mereka mempunyai bebere (beru (clan) ibu) yang sama. Mereka bersaudara karena satu clan (merga). Dalam bahasa lain anakberu sebagai tim pengaman jalan. Bahkan dipercayai bila terjadi sesuatu bencana di dalam lingkungan keluarga dari anakberu yang melupakan kalimbubunya. Artinya adalah ujung tombak. untuk membawa barang-barang atau untuk menyampaikan informasi dari satu desa ke desa lain. pemberiannya bertujuan agar pekerjaan kalimbubu terus tetap dilanjutkan oleh penerimanya. termasuk untuk berperang. Setiap anakberu harus memiliki pisau yang yang demikian agar tangkas dan sempurna mengerjakan pekerjaan yang diberikan kalimbubunya. dipergunakanlah kuda. atau hubungan lain yang berdasarkan kekerabatan. Atau mereka yang bersaudara karena satu subclan (beru) istri mereka sama. ➢ Senina berdasarkan kekerabatan ➢ Senina Siparibanen. kepada anakberunya adalah ➢ Tumpak Perang. Dalam pesta adat atau pekerjaan adat pisau tajam dipergunakan untuk memotong daging atau kayu api atau untuk mendirikan teratak tempat berkumpul. dikerjakan tanpa mendapat imbalan materi apapun. pisau dari pihak kalimbubu yang meninggal dunia diserahkan kepada anakberunya. Pisau ini disebut maneh-maneh. Dalam musyawarah adat. maka yang berada di depan sebagai pengaman jalan dan sebagai perisai dari bahaya adalah pihak anakberu. perkerabatan karena istri saling bersaudara. mereka yang berkerabat karena ibu mereka saling bersaudara. untuk membawa barang-barang yang diperlukan pihak kalimbubunya atau untuk menyampaikan berita tentang kalimbubunya. Menjadi kebiasaan dalam tradisi Karo. Dahulu sebelum ada alat transportasi hanya kuda. Dalam pengertian lain dalam acara-acara adat di dalam keluarga kalimbubu. ini dianggap sebagai kutukan dari arwah nenek moyang mereka yang tetap melindungi kalimbubu. ➢ Senina Secimbangen (untuk wanita) mereka yang bersenina karena suami mereka sesubclan (bersembuyak). ➢ • Senina/Sembuyak Hubungan perkerabatan senina disebabkan seclan. bila kalimbubunya ingin pergi ke satu daerah. ➢ Piso Entelap (pisau tajam).Adapun istilah-istilah yang diberikan kalimbubu. ➢ Kuda Dalan (Kuda jalan/beban). Tetapi dibedakan berdasarkan jauh dekatnya hubungan mereka dengan clan istri. . Maksudnya. Senina ini dapat dibagi dua : ➢ Senina berdasarkan tutur yaitu senina semerga. ➢ Senina Sepengalon (Sendalanen) persaudaraan karena pemberi wanita yang berbeda merga dan berada dalam kaitan wanita yang sama. ➢ Senina Sepemeren. dan sekaligus sebagai hiasan bagi kewibawaan martabat kalimbubunya. mulai dari menyediakan makanan sampai menyusun acaranya. Ketiga jenis pekerjaan di atas.

➢ Sembuyak Bapa adalah bapak yang bersaudara kandung.Tugas senina adalah memimpin pembicaraan dalam musyawarah. Peranginangin 4. sama dengan seperut. ini dapat dibagi atas: ➢ Sembuyak Kakek adalah kakek yang bersaudara kandung. ➢ Sembuyak berdasarkan kekerabatan. Sembiring 5. Karo-Karo 3. Merga Ginting Merga Ginting terdiri atas beberapa Sub Merga seperti : ○ Ginting Pase Ginting Pase menurut legenda sama dengan Ginting Munthe. Merga Pase juga ada di Pak-Pak. ➢ Sembuyak Nande adalah ibu yang bersaudara kandung. Sembuyak adalah mereka yang satu subclan. hal ini karena perempuan mengikuti suaminya. Tarigan Sementara Sub Merga. baik ke dalam maupun keluar. tetapi tidak terbatas pada lingkungan keluarga batih. Bila perlu mengadopsi anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh saudara yang satu clan. dan ceritanya adalah sebagai berikut 1. Cerita Lisan Karo mengatakan bahwa anak perempuan (puteri) Raja Pase dijual oleh bengkila (pamannya) ke Aceh dan itulah cerita cikal bakal kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Ginting Munthe Menurut cerita lisan Karo. melainkan mencakup saudara seketurunan di dalam batas sejarah yang masih jelas diketahui. Sebagian dari merga Ginting Munthe telah pergi ke Toba (Nuemann 1972 : 10). Berdasarkan Keputusan Kongres Kebudayaan Karo. Untuk lebih jelasnya dapat di telaah cerita tentang Beru Ginting Pase. kemudian ke Becih dan Kuta Sanggar serta kemudian ke Aji Nembah dan terakhir ke Munthe. Ginting 2. Ginting Muthe di Kuala pecah menjadi Ginting Tampune. atau orang-orang yang seketurunan (dilahirkan dari satu rahim). bila dikondisikan dengan situasi sebuah organisasi adalah sebagai ketua dewan. sehingga tidak terjadi kerancuan mengenai pemakaian Merga dan Sub Merga tersebut. dipakai di belakang Merga. kemudian sebagian dari merga Munthe dari Toba ini kembali lagi ke Karo. Satu subclan sama dengan saudara kandung. legenda. Peranan sembuyak adalah bertanggungjawab kepada setiap upacara adat sembuyak-sembuyaknya. Ginting Pase dulunya mempunyai kerajaan di Pase dekat Sari Nembah sekarang. 1. Mereka bersaudara karena sesubklen (merga). Mekanisme ini sesuai dengan konsep sembuyak. yaitu . Saudara perempuan tidak termasuk sembuyak walaupun dilahirkan dari satu rahim. Adapun Merga dan Sub Merga serta sejarah. sekat dalam pembicaraan adat. 3 Desember 1995 di Sibayak International Hotel Berastagi. ○ Ginting Manik . Merga Ginting Munthe berasal dari Tongging. pemakaian merga didasarkan pada Merga Silima. Sembuyak dapat dibagi dua bagian ➢ Sembuyak berdasarkan tutur. sama dengan saudara kandung. Toba dan Simalungun. Fungsinya adalah sebagai sekaku. agar tidak terjadi friksi-friksi ketika akan memusyawarahkan pekerjaan yang akan didelegasikan kepada anakberu.

seorang puteri umang dan seorang ular. Ginting Seragih termasuk salah satu merga Ginting yang tua dan menyebar ke Simalungun menjadi Saragih. Merga ini berasal dari Tongging terus ke Aji Nembah.E. dahulu yang memakai merga Purba adalah Pa Mbelgah. Merga Manik juga terdapat di Pak-pak dan Toba. Berastagi dan Kandibata. Ketaren). yaitu : ○ Karo-Karo Purba Merga Karo-Karo Purba menurut cerita berasal dari Simalungun. ke Munthe dan Kuta Bangun. atau piring tradisional Karo.Purba. ○ Ginting Sini Suka Menurut cerita lisan Karo berasal dari Kalasan (Pak-Pak). 2. kecamatan Munte. Neumann (Nuemann 1972 : 10). Menurut budayawan Karo. Merga Karo-Karo Merga Karo-Karo terbagi atas beberapa Sub Merga. yakni :  Ginting Babo  Ginting Sugihen  Ginting Guru Patih  Ginting Suka (ini juga ada di Gayo/Alas)  Ginting Beras  Ginting Bukit (juga ada di Gayo/Alas)  Ginting Garamat (di Toba menjadi Simarmata)  Ginting Ajar Tambun  Ginting Jadi Bata Kesembilan orang merga Ginting ini mempunyai seorang saudara perempuan bernama Bembem br Ginting.  Sinukaban . Dia disebutkan beristri dua orang. ○ Ginting Tumangger Marga ini juga ada di Pak Pak.H.Ginting Manik menurut cerita masih saudara dengan Ginting Munthe. disana dikisahkan lahir Siwah Sada Ginting (Petra : bacanya Sembilan Satu Ginting). terus ke Tinjo dan kemudian ke Guru Benua. di Toba menjadi Seragi. M. Ini terbukti karena Penghulu rumah Galoh di Kabanjahe. kemudian berpindah ke Samosir. yakni Tumanggor.  Ketaren Dahulu merga Karo-Karo Purba memakai nama merga Karo-Karo Ketaren. ○ Ginting Jawak Menurut cerita Ginting Jawak berasal dari Simalungun. dahulu juga memakai merga Ketaren. ○ Ginting Capah Capah berarti tempat makan besar terbuat dari kayu. ○ Ginting Sinusinga ○ Ginting Seragih Menurut J. Dari isteri umang lahirlah merga-merga :  Purba Merga ini mendiami kampung Kabanjahe. Nenek moyang merga Ketaren bernama Togan Raya dan Batu Maler (referensi K. Merga ini hanya sedikit saja di daerah Karo. yang menurut legenda tenggelam ke dalam tanah ketika sedang menari di Tiga Bembem atau sekarang Tiga Sukarame.

Di Kuta Buloh. Merga Lingga juga terdapat di Gayo/Alas dan Pak Pak.  Kacaribu Merga ini medirikan kampung Kacaribu. Beganding. Merga Sitepu di Naman sebagian disebut juga dengan nama Sitepu Pande Besi. bersaudara dengan merga Sinulingga.  Samura  Karo-Karo Bukit Kelima Sub Merga ini menurut cerita tidak boleh membunuh ular. mungkin sekali menggambarkan keadaan lumpuh dari seseorang sehingga tidak bisa berdiri normal. sebagian dari merga Sinulingga ini disebut sebagai Karo-Karo Ulun Jandi. terus ke Beras Tepu. ○ Karo-Karo Kaban Merga ini menurut cerita. disana mereka telah menemui Merga Ginting Munthe. ○ Karo-Karo Sinulingga Merga ini berasal dari Lingga Raja di Pak-Pak.Merga Sinukaban ini sekarang mendiami kampung Kaban. seperti Kuta Tepu. seperti :  Kaban Merga ini mendirikan kampung Pernantin dan Bintang Meriah. Merga ini juga kemudian sebagian menjadi Merga Torong. Sitepu dari Suka Nalu menyebar ke Nambiki dan sekitar Sei Bingai. Aji Mbelang dan Ujung Aji.  Sinuraya/Sinuhaji Merga ini mendirikan kampung Seberaya dan Aji Siempat.. berasal dari Lingga Raja di Pak-Pak dan menetap di Bintang Meriah dan Pernantin. Sementara dari isteri ular lahirlah anak-anak yakni mergamerga :  Karo-Karo Sekali Karo-Karo sekali mendirikan kampung Seberaya dan Lau Gendek. Sebagian dari Merga Karo-Karo Lingga telah berpindah ke Kabupaten Karo sekarang dan mendirikan kampong lingga. Menilik asal katanya kemungkinan Merga Karo-karo Sinulingga berasal dari kerajaan Kalingga di India. Demikian juga Sitepu Badiken menyebar ke daerah Langkat. Ular dimaksud dalam legenda Karo tersebut. ○ Karo-Karo Barus Merga Karo-Karo barus menurut cerita berasal dari Baros (Tapanuli Tengah). dan Sukanalu.  Jong/Kemit Merga ini mendirikan kampung Mulawari. Nenek moyang merga Karo-Karo Barus mengungsi ke Karo karena diusir kawan sekampung akibat kawin sumbang (incest). Naman. sedangkan Sitepu dari Toraja (Ndeskati) disebut Sitepu Badiken. yakni Aji Jahe. ○ Karo-Karo Sitepu Merga ini menurut legenda berasal dari Sihotang (Toba) kemudian berpindah ke si Ogung-Ogung.  Surbakti Merga Surbakti membagi diri menjadi Surbakti dan Gajah. serta Taneh Jawa. Nenek moyangnya Sibelang Pinggel (atau Simbelang Cuping) atau si telinga lebar. Di Karo ia tinggal di Aji Nembah dan diangkat saudara oleh merga Purba karena . Merga ini kemudian pecah menjadi sub-sub merga.

merga ini terbagi menjadi :  Peranginangin Kuta Buloh Mendiami kampung Kuta Buloh. Itulah sebabnya mereka sering pula disebut Suka Piring. Merga ini pernah memangku kerajaan di Barus Jahe. Sebagian menyebar ke Langkat mendirikan kampung Kaperas. Merga ini juga pecah menjadi :  Keliat Menurut budayawan Karo. Mburidi.mengawini impal merga Purba yang disebut Piring-piringen Kalak Purba. Selandi. Di mana dikatakan Guru Pak-pak menyihir (sakat) kampung Bangun Mulia sehingga rumah-rumah saling berantuk (ersepah). kutu anjing (kutu biang) mejadi sebesar anak babi. Di Batu Karang.) ○ Karo-Karo Manik Di Buluh Duri Dairi (Karo Baluren). Kemudian bergerak ke arah pegunungan dan sampai di Sukatendel. sehingga sering juga disebut Keliat Sibayak Barus Jahe. ada satu kampung bernama Beliter dan penduduknya menamakan diri Peranginangin Beliter. merga ini tadinya telah menguasai daerah Binje dan Pematang Siantar. Kuda dan Penampen. Merga Peranginangin Merga Peranginangin terbagi atas beberapa sub merga. dan lain-lain. Peranginangin Kacinambun datang dari Sikodonkodon ke Kacinambun. yaitu Batu Karang. Akibatnya penduduk Bangun Mulia pindah. Paulus Keliat.  Peranginangin Jombor Beringen Merga ini mendirikan. (Petra : Wuih. ○ Peranginangin Bangun Alkisah Peranginangin Bangun berasal dari Pematang Siantar. tempat pertama nahkoda tersebut tinggal. kampung-kampung. datang ke Bangun Mulia. yakni : ○ Peranginangin Sukatendel Menurut cerita lisan. Mungkin pada waktu itu terjadi gempa bumi di kampung itu.  Beliter Di dekat Nambiki (Langkat).. merga Keliat merupakan pecahan dari rumah Mbelin di Batu Karang. Lau Buloh. 3. terdapat Karo Manik. Bangun Penampen ini kemudian mendirikan kampung di Tanjung. Di Bangun Mulia terjadi suatu peristiwa yang dihubungkan dengan Guru Pak-pak Pertandang Pitu Sedalanen. Dari Bangun Mulia mereka pindah ke Tanah Lima Senina. dan Kuta Buloh Gugong serta sebagian ke Tanjung Pura (Langkat) dan menjadi Melayu. Di kampung ini sampai sekarang masih ada hutan (kerangen) bernama Koda Pelayar. sejarah nenek moyang gw jelek juga. Tapak. mereka berasal dari merga . Disana mereka telah menemui Peranginangin Mano. ya…. Belingking. ○ Peranginangin Kacinambun Menurut cerita. Buah Raja. merga ini telah menemukan merga Menjerang dan sampai sekarang silaan di Batu Karang bernama Sigenderang. Jandi Meriah. Menurut cerita.. Di daerah Kuta Buloh. Kuta Talah (sudah mati). Bahorok. Ada cerita yang mengatakan mereka berasal dari keturunan nahkoda (pelaut) yang dalam bahasa Karo disebut Anak Koda Pelayar.  Peranginangin Jenabun Merga ini juga mendirikan kampong Jenabun.

ini berkaitan dengan adanya perang urung dan kebiasaan menawan orang pada waktu itu. ○ Peranginangin Singarimbun Peranginangin Singarimbun menurut cerita budayawati Karo. dan Tiga Nderket. ○ Peranginangin Mano Peranginangin Mano tadinya berdiam di Bangun Mulia. Ibunya beru Sinulingga. ke Perbesi dan kemudian mendirikan kampung Kuala. Menurut budayawan Karo Paulus . merga ini berasal dari Peranginangin Kuta Buloh. Peranginangin Mano sekarang berdiam di Gunung. Mereka pada waktu itu sering melakukan penawananpenawanan dan akhirnya disebut Pincawan. Tiga Binanga. Di daerah Kuta Buluh dahulu juga ada kampung bernama Beliter tetapi tidak ditemukan hubungan anatara kedua nama kampung tersebut. dan lain-lain. SH dan Darwin Prinst. Kuta Gerat. SH berjudul Sejarah dan Kebudayaan Karo. Disana ia menjadi gembala dan kemudian menyebar ke Temburun. ia mendirikan kampung dekat Limang dan diberi nama sesuai perladangan mereka di Kuta Buloh. ○ Peranginangin Pinem Nenek moyang Peranginangin Pinem bernama Enggang yang bersaudara dengan Lambing. yang datang dari Tuha di Pak-pak. ○ Peranginangin Laksa Menurut cerita datang dari Tanah Pinem dan kemudian menetap di Juhar. Merga ini pertama kali masuk literatur dalam buku Darwan Prinst. biasanya untuk mengaduk nila (suka/telep) guna membuat kain tradisional suku Karo. Sinurat dibawa ke Perbesi menjadi juru tulis merga Pincawan (Sinurat). dari Lingga bercerai dengan ayahnya lalu kawin dengan merga Pincawan. yakni Kerenda. ○ Peranginangin Prasi Merga ini ditemukan oleh Darwan Prinst. ○ Peranginangin Penggarun Penggarun berarti mengaduk. ○ Peranginangin Pincawan Nama Pincawan berasal dari Tawan. Pertumbuken. SH di desa Selawang-Sibolangit. ○ Peranginangin Uwir ○ Peranginangin Sinurat Menurut cerita yang dikemukakan oleh budayawan Karo bermarga Sinurat seperti Karang dan Dautta. Ia pindah dari sana berhubung berkelahi dengan saudaranya. Pergi dari Perbesi. Mardingding. Singarimbun kalah adu ilmu dengan saudaranya tersebut lalu sampailah ia di Tanjung Rimbun (Tanjong Pulo) sekarang. Kemudian merga Pincawan khawatir merga Sinurat akan menjadi Raja di Perbesi. Besadi (Langkat). Gunung. ○ Peranginangin Limbeng Peranginangin Limbeng ditemukan di sekitar Pancur Batu. ○ Sebayang Nenek Moyang merga ini bernama Lambing. Seh Ate br Brahmana. Merga Sembayang (Sebayang) juga terdapat di Gayo/Alas. Namun. nenek moyang merga Sebayang dan Utihnenek moyang merga Selian di Pakpak. anak laki-laki mereka dipanggil Ngundong. Penduduk kampung itu di sana juga disebut Peranginangin Beliter. berasal dari Simaribun di Simalungun. lalu mengusirnya. SH dan Darwin Prinst.Bangun.

Mereka ini tinggal di Juma Raja dan Negeri. dan disahkan menjadi Peranginangin ketika orang tuanya menjadi Pergajahen di Sibirubiru. Sijagat. saperti Kuta Mbelin. Tanjong Merahe. Dari sana kemudian menyebar ke Liang Melas. ○ Keempat merga ini boleh memakan anjing sehingga disebut Sembiring Siman Biang. sebuah desa yang sudah ditinggalkan antar Pola Tebu dengan Sampe Raya. karena mereka masih dalam satu rumpun. Ujong Deleng. Longlong. Nenek moyang mereka bernama Kenca Tampe Kuala. Merga Sinulaki berasal dari Silalahi. Merga Sembiring Keloko tinggal di Rumah Tualang. Keturunannya kemudian mendirikan kampung Silalahi. ○ Sembiring Siman Biang (Sembiring yang memakan biang (anjing))  Sembiring Kembaren Menurut Pustaka Kembaren. Pola Tebu. berangkat bersama rakyatnya menaiki perahu dengan membawa pisau kerajaan bernama Pisau Bala Bari. Paropo. merga ini berasal dari Aceh. ○ Sembiring Singombak Adalah kelompok merga Sembiring yang menghanyutkan abuabu jenasah keluarganya yang telah meninggal dunia dalam perahu kecil melalui Lau Biang (Sungai Wampu).  Sembiring Keloko Menurut cerita. Di desa Guru Kinayan ini merga Brahmana memperoleh banyak kembali keturunan. Negerijahe. Dari . Merga ini juga tersebar luas di Kab. Sampe Raya. Batu Erjong-Jong. Tumba dan Martogan. Rih Tengah dan lainlain. 4.  Sembiring Sinulaki Sejarah merga Sembiring Sinulaki dikatakan juga sama dengan sejarah Sembiring Kembaren. dan kaban Jahe. Anak-anak dari Megit adalah. Mbulan Brahmana menjadi cikal bakal kesain Rumah Mbulan Tandok Kabanjahe yang keturunannya kemudian pindah ke Guru Kinayan dan keturunannya mejadi Sembiring Guru Kinayan. Sapo Padang. Namo Cekala. asal-usul merga ini terdiri dari Kuala Ayer Batu. nenek moyang merga Brahmana ini adalah seorang keturunan India yang bernama Megitdan pertama kali tinggal di Talu Kaban. Sembiring Keloko masih satu keturunan dengan Sembiring Kembaren. Gunong Meriah. Merga ini sekarang terbanyak tinggal di Pergendangen. Merga Sembiring Merga Sembiring secara umum membagi diri menjadi dua kelompok yaitu Sembiring yang memakan anjing dan Sembiring yang berpantang memakan anjing. beberapa keluarga di Buah Raya dan Limang.  Sembiring Sinupayung Merga ini menurut cerita bersaudara dengan Sembiring Kembaren.Keliat. Langkat saperti Lau Damak. Adapun kelompok merga Sembiring Singombak tersebut adalah sebagai berikut :  Sembiring Brahmana Menurut cerita lisan Karo. kemudian pindah ke Pagaruyung terus ke Bangko di Jambi dan selanjutnya ke Kutungkuhen di Alas. dll. Mecu Brahmana yang keturunannya menyebar ke Ulan Julu.

 Sembiring Guru Kinayan Sembiring Guru Kinayan terjadi di Guru Kinayan. ketika diadakan Pekewaluh di Seberaya karena perahunya selalu bergempet (Muham).Guru Kinayan. Mereka ini masuk Sembiring Singombak. Sembiring Colia. nama Muham ini lahir. juga menurut sejarah berasal dari India. juga berasal dari kerajaan Pandia di India. Mereka mendirikan kampung Kubu Colia. India)  Sembiring Depari Sembiring Depari menurut cerita menyebar dari Seberaya. Untuk itu Sembiring Keling telah mencat seekor kerbau dengan tepung beras. . Akan tetapi naas.  Sembiring Keling Menurut cerita lisan Karo mengatakan. Perbesi sampai ke Bekacan (Langkat). Keturunannya kemudian menjadi Sembiring Guru Kinayan. dalam banyak praktek kehidupan sehari-hari merga ini sembuyak dengan Sembiring Brahmana.  Sembiring Bunuaji Merga ini terdapat di Kuta Tengah dan Beganding. mereka masuk ke Sumatera Utara melalui Pantai Timur di dekat Teluk Haru. Raja Berneh. karenanya terpaksalah Sembiring Keling bersembunyi dan melarikan diri. yang perempuan disebut Tajak. Nenek moyang mereka bernama Pagit pindah ke Sari Nembah. Sembiring Guru Kinayan. juga menurut sejarah berasal dari India.  Sembiring Milala Sembiring Milala. sebagian keturunananya kemudian pindah ke Perbesi dan dari Perbesi kemudian pindah ke Limang. di daerah Kabupaen Karo nama kecil (Gelar Rurun) anak laki-laki disebut Kancan. bahwa merga Sembiring Pandia. Sembiring Depari kemudian pecah menjadi Sembiring Busok. Dewasa ini mereka umumnya tinggal di Payung. Kidupen. Pogo Muham. yakni kerajaan Cola di India. Di kampung itu menurut cerita dia mengajar ilmu silat (Mayan) dan dari situlah asal kata Guru Kinayan (Guru Ermayan). Daun bambo itu bertuliskan aksara Karo yang berisi obat-obatan.  Sembiring Muham Merga ini juga dikatakan sejarah. Sembiring Busok ini terjadi baru tiga generasi yang lalu. Di Kabupaten Karo penyebarannya dimulai dari Beras Tepu. dan Sembiring Pandia. yakni ketika salah seorang keturunan dari Mbulan Brahmana menemukan pokok bambo bertulis (Buloh Kanayan Ersurat). Sembiring Busok terdapat di Lau Perimbon dan Bekancan. ( Keling juga ada di Wikipedia yakni orang India yang berasal dari Kalingga. bahwa Sembiring Keling telah menipu Raja Aceh dengan mempersembahkan seekor Gajah Putih. hujan turun dan lunturlah tepung beras itu. Menurut ahli sejarah Karo. berasal dari India.  Sembiring Colia Merga Sembiring Colia. Merka umumnya tinggal di kampung-kampung Sari Nembah. Mereka inilah yang disebut Sembiring Lima Bersaudara dan itulah asal kata nama kampung Limang. Sembiring Keling sekarang ada di Raja Berneh dan Juhar.  Sembiring Pandia Sebagaimana sudah disebutkan di atas.

 Sembiring Tekang Sembiring Tekang dianggap dekat/bersaudara dengan Sembiring Milala. Perbaji. Pada suatu hari. Di Bekancan terdapat seorang Raja. Sementara di bawah gadis itu digali lobang tempat sebagai benteng merga Tarigan. Kuta pantekennya adalah Kaban. yakni .Munte. bahwa pada waktu itu sedang terjadi peperangan. Mereka disebut sebagai bangsa Umang. seperti Titi Pelawi dan Lau Pelawi. Pecahan dari merga ini adalah Sembiring Pande Bayang. Tarigan Pertendong (ahli telepati). Enam kepala kena sumpit. Kedekatan kedua merga ini juga terlihat dari nama Rurun anak-anak mereka. Rurun untuk merga Milala adalah Jemput (laki-laki di Sari Nembah) / Sukat (laki-laki di Beras Tepu) dan Tekang (wanita). menurut cerita. akan tetapi satu kepala tesembunyi di balik dahan kayu. Naman dan lain-lain. SH. isteri manusia umang Tarigan ini melahirkan sangat banyak mengeluarkan darah. Perbesi. 5. Salah seorang merga Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menusuk kepala itu dengan pisau. mereka tinggal di Pertumbuken. atau penculikan anak-anak gadis di Tongging. Tarigan pengeltep kawin dengan beru Ginting Manik. Diadakanlah pembagian wilayah antara penghulu Tongging dengan Tarigan Pengeltep. Untuk itu Tarigan memasang seorang anak gadis menjadi umpan guna membunuh manok Sigurda-gurda tersebut. tiba-tiba menjadi kabut dan kemudian jadilah sebuah danau. Legenda Merga Tarigan dalam bulletin KAMKA No. Cerita ini menggambarkan terjadinya Danau Toba dan migrasi orang Tarigan dari daerah tersebut ke Purba Tua. yaitu Sierkilep Ngalehi. Kampung-kampung merga Sembiring Pelawi adalah : Ajijahe. merga ini tidak boleh kawinmengawin dengan merga Sinulingga. maka Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menyumpit (eltep) kepala burung garuda itu. dan Sarintonu. Tiga orang keturunan merga Tarigan kemudian sampai ke Tongging yang waktu itu diserang oleh burung Sigurda-Gurda berkepala tujuh. Bekancan dan lain-lain. Kandibata. Sembiring Tekang ini juga menyebut dirinya Sembiring Milala.  Sembiring Pelawi Menurut cerita Sembiring Pelawi diduga berasa dari India (Palawa). Ketika burung Sigurda-gurda datang dan hendak menerkam anak gadis itu. Pengulu Tongging merga Ginting Manik lalu minta bantuan kepada merga Tarigan untuk mengalahkan musuhnya tersebut Beberapa generasi setelah kejadian ini. Di masa penjajahan Belanda daerah Bekancan ini masuk wilayah Pengulu Bale Nambiki. Tarigan menyumpitkan eltepnya . Pengeltep (ahli menyumpit) dan Pernangkih-nangkih (ahli panjat). Sementara Rurun Sembiring Tekang adalah Jambe (laki-laki) dan Gadong (perempuan). yang berubah mejadi Danau Toba sekarang. dan Tongtong Batu. 010/Maret 1978 ) yang menyebutkan merga Tarigan ini tadinya berdiam di sebuah Gunung. Pusat kekuasaan merga Pelawi di wilayah Karo dahulu di Bekancan. karena anak merga Tekang diangkat anak oleh merga Sinulingga. daerahnya sampai ke tepi laut di Berandan.  Sembiring Sinukapor Sejarah merga ini belum diketahui secara pasti. Maksud cerita ini mungkin sekali. dengan alasan ada perjanjian. Cingkes. Merga Tarigan Ada cerita lisan (Darwin Prinst. Di Buah Raya. Darah ini. Sidikalang. tiga orang keturunan merga Tarigan ini diberi nama menurut keahliannya masing-masing.

Ada lima marga yang terdapat pada masyarakat Karo. Sementara nama rurun Tarigan Jambor Lateng adalah Lumbung (laki-laki) dan Tarik (perempuan). yang oleh banyak orang Karo diartikan sebagai sesuatu yang “berharga”. Ginting. Beberapa generasi kemudian berangkatlah dua orang Merga Tarigan dari Tongtong Batu ke Juhar. ○ Tarigan Peken di Sukanalu dan Namo Enggang ○ Tarigan Tambak di Kebayaken dan Sukanalu ○ Tarigan Purba di Purba ○ Tarigan Sibero di Juhar. Tarigan. Kuta Raja. Adapun cabang-cabang dari merga Tarigan ini adalah sebagai berikut : ○ Tarigan Tua kampong asalnya di Purba Tua dekat Cingkes dan Pergendangen ○ Tarigan Bondong di Lingga ○ Tarigan Jampang di Pergendangen ○ Tarigan Gersang di Nagasaribu dan Beras Tepu ○ Tarigan Cingkes di Cingkes ○ Tarigan Gana-gana di Batu Karang . . yang kemudian di Juhar dikenal sebagai Tarigan Sibayak dan Tarigan Jambor Lateng. baik yang di Toba maupun yang di Simalungun. Tanjong Beringen. Tarigan Pertendong dan Tarigan Pernangkih-nangkih tinggal di Tongging dan keturunannya kemudian mejadi Tarigan Purba. Perangin-angin.sampai ke Tongtong Batu. Tarigan lalu pergi kesana. Sibero. Sembiring. yaitu: Karo-Karo. Tarigan Sebayak mempunyai nama rurun Batu (laki-laki) dan Pagit (perempuan). dan Cingkes. Pulo Berayan dan sebagian pindah ke Siak dan menjadi Sultan disana ○ Tarign Tegur di Suka ○ Tarigan Tambun di Rakut Besi dan Binangara ○ Tarigan Sahing di Sinaman Elemen yang paling mendasar di dalam masyarakat Karo adalah merga atau marga. dan Lingga ○ Tarigan Silangit di Gunung Meriah (Deli Serdang) ○ Tarigan Kerendam di Kuala. beserta sub-sub marga yang ada dalam masing-masing marga itu. Selakar. Kemudian datang pulalah Tarigan Rumah Jahe dengan nama rurun Kawas (laki-laki) dan Dombat (wanita). dan itulah sebabnya pendiri kampung (Simantek Kuta) di Sidikalang dan sekitarnya adalah Tarigan (Gersang). Keriahen Munte.

Di dalam keluarga. ketika bertemu. Adat dipandang sebagai sesuatu yang memiliki pengaruh yang supranatural dan memiliki hukum-hukumnya sendiri. entah (buyut). Menurut Henry Guntur Tarigan26. pasangan yang ideal dalam peradatan Karo). dan saling menghargai. agi (adik). permen (sebutan mertua laki-laki terhadap menantu perempuan). baik suami maupun istri pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga satu dan yang lain. kempu (cucu). . Namun. Biasanya diawali dengan menanyakan marga. itulah yang disebut orang Karo. kemudian bere-bere (marga ibu) seseorang yang juga bisa dikaitkan dengan keluarga yang masing-masing mereka kenal. Setiap orang Karo. mami (bibi/istri paman). bere-bere (seorang yang memiliki bere-bere yang sama dengan bere-bere seorang lainnya). Budaya Ertutur Untuk menunjukkan tingkatan kekerabatan di dalam masyarakat Karo dikenal istilah ertutur. dan akan terus disandang sampai menikah. senina (saudara karena marga. di mana pun ia berada. Dalam proses ertutur inilah nantinya mereka akan menemukan (satu dengan yang lain) harus memanggil apa dan dalam posisi apa. setiap orang Karo juga memiliki bere-bere (marga yang diperoleh dari ibu/beru). atau perempuan sama berunya dengan marga seorang laki-laki). labo siat ku japa pe”. Jadi ia akan dipanggil sebagai bapak si “anu”. maka untuk memanggilnya tidak boleh lagi menyebut nama. Sebagai contoh. turangku (hubungan yang dahulu tabu untuk berbicara langsung. untuk mengetahui posisi masing-masing dalam kekerabatan melakukan ertutur atau berkenalan. Dengan memanggil seperti itu berarti ia telah dihormati. turang (laki-laki terhadap saudara perempuan. Impal (laki-laki yang bere-bere-nya sama dengan beru seorang wanita. ente (cicit). Ertutur (ber-tutur) adalah salah satu ciri orang Karo bila ia berkenalan dengan orang yang belum pernah dikenalnya. Banyak lagi panggilan-panggilan yang lain yang dibubuhkan kepada seseorang untuk menggantikan namanya sesuai dengan posisinya dan juga usianya. Ini sebagai sebuah tanda penghargaan. Sikap seperti ini tumbuh dalam sistem ikatan penghormatan terhadap sangkep si telu yang sudah disebutkan tadi. Akan terlihat bahwa adat tidak dapat dibedakan secara jelas dari kepercayaan. takkan ada tempat ke mana pun”. nini tudung/nondong (nenek). sebuah relasi tradisional untuk membuat keputusan dan melakukan apa saja. Seorang perempuan akan menyandang juga marga ayahnya sebagai beru (perempuan). seseorang yang telah menikah dan memiliki anak.Dalam kesatuan lima marga itu (Merga Silima). Dua orang yang memiliki bere-bere yang sama dipandang sebagai saudara kandung dan juga menjadi senina (saudara kandung dalam jenis kelamin yang sama) atau turang (dalam jenis kelamin yang berbeda). Yang mempererat masyarakat Karo adalah adat. Adapun melalui tutur seseorang dapat mengetahui tingkatannya dalam jenis-jenis sebagai berikut: bapa (bapak). misalnya antara istri kita dengan suami dari saudara perempuan kita). Di samping identitas marga dan beru. mama (paman). nini bulang (kakek). anak (anak). Nama tidak lagi dipakai. kaka (abang laki-laki/perempuan). tetapi nama anaknya disebutkan. silih (abang ipar atau adik ipar). yang berarti “kalau tidak pandai ber-tutur. tutur adalah sebuah pemeo Karo yang berbunyi “Adi la beluh ertutur. bahkan mungkin menanyakan trombo (silsilah) untuk mengetahui tingkat kekerabatan tersebut. bibi (panggilan istri terhadap mertua perempuan). Seorang anak laki-laki akan terus mewariskan marga itu dari ayahnya. empung (kakek dari ayah atau ibu) beru (nenek dari ayah atau ibu). nande (ibu). itulah sebagai ungkapan hukum adat yang diberlakukan. kenyataan hidup yang sangat rumit bagi orang-orang Karo yang telah berpikiran modern dalam masyarakat pluralis saat ini. atau sembuyak untuk yang satu ibu). agama dan tindakan. nampaknya pemeo ini akan lebih terasa pada masyarakat Karo yang masih tinggal di pedesaan. bengkila (panggilan istri terhadap mertua lakilaki). karena seseorang yang sudah memiliki anak telah mendapatkan tuah(berkat).

Kedua. 2. Binuang adalah nama keluarga yang diwarisi seorang suku Karo dari bere-bere ayahnya. Ini jelas fenomena yang menunjukkan bahwa bentukan identitas yang diinginkan oleh sebagian generasi muda bukanlah identitas yang kaku. Setelah sistem kekerabatan dapat ditentukan dengan seorang Karo lainnya melalui ertutur ini. Bila ibu saya beru Karo. (4) senina siparibanen. maka diusutlah sampai tingkat ke empat dan enam. 5. bila dua orang yang hendak berkenalan. Berikut ini penjelasan dari keenam lapis proses ertutur yang dikenal di kalangan masyarakat Karo: 1. Budaya ertutur ini merupakan salah satu bentuk pengungkapan identitas Karo. maka bere-bere saya menjadi berebere Karo. Sebagaimana tentang tutur sudah disinggung sebelumnya.Budaya ertutur dalam masyarakat Karo terdiri dari enam lapis. ketika proses ertutur ini dilakukan antara satu orang dengan yang lain. pengembangan dari tegun kalimbubu adalah (1) puang kalimbubu. Soler adalah nama keluraga yang diwarisi dari beru empong (nenek dari ibu)29. Bere-bere adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari beru ibunya. yang baru pertama kali bertemu. 3. dan (2) kalimbubu. untuk dapat membangun kekerabatan melalu proses ertutur ini akan dianugerahi atau dikenakan beru atau marga tertentu. 4. pengembangan dari tegun senina adalah: (1) senina. maka jalinan hubungan kekerabatan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga ikatan yang dikenal dengan istilah rakut si telu (ikatan yang tiga). (3) senina sepemeren. Ini menandakan betapa perhatian terhadap hal-hal paling kecil. ia dapat memposisikan dirinya. pengembangan dari tegun anak beru adalah: (1) anak beru dan (2) anak beru menteri. Lazimnya. Sangkep nggeluh si waluh itu antara lain adalah: pertama. Jadi sebenarnya sangkep nggeluh si waluh (delapan kelengkapan hidup). (aku enggak bisa berkenalan). Kemudian orang Karo juga mengenal istilah tutur si waluh yang sebenarnya kurang tepat artinya. Ketiga. Kempu (perkempun). (2) sembuyak. Di samping itu. proses ertutur dalam masyarakat Karo yang dipakai oleh seseorang hanya sampai kepada lapis kedua. Seseorang akan dikenal dengan baik kalau ia mampu menjelaskan hubungan-hubungan kekerabatan dalam ikatan keluarganya. Berdasarkan pengalaman penulis saat melakukan penelitian. sama sekali tidak memiliki hubungan marga atau beru yang pas. adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari bere-bere ibu. Marga/Beru adalah nama keluarga yang diberikan (diwariskan bagi seseorang dari nama keluarga ayahnya secara turun temurun bagi anak laki-laki). sebagaimana telah dijelaskan dalam butir (a). secara cepat dan spontan salah satu atau kedua-duanya dari mereka mengatakan “Aku enggak bisa ertutur!”. rumit dan tidak populer seperti “identitas . Itulah yang disebut sebagai sangkep nggeluh si waluh dalam masyarakat Karo. paling mendasar dalam identitas kekaroan (yaitu masalah marga/beru) sudah tidak terlalu dipahami lagi. Setiap orang yang bertemu dengan orang Karo atau menetap dan tinggal di masyarakat Karo. Kecuali. Kampah adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari beru yang dimiliki oleh nenek buyut (nenek dari ayah). atau kawin dengan orang Karo dari suku yang lain. ia mampu mengenali marga/beru-nya dan bere-bere-nya. yang merupakan pengembangan fungsi dari rakut si telu30. sehingga ketika melakukan perkenalan dengan orang lain (ertutur). ataupun saat bergaul dengan pemuda-pemuda di gereja. Jadi jumlah keseluruhan menjadi 2+4+2=8. tutur itu ada 23. Sedangkan yang disebut waluh (delapan) adalah sangkep nggeluh. 6. Sedangkan bagi anak wanita marga ayahnya disebut beru yang tidak diwariskan bagi anaknya kemudian. Sedangkan pada lapis ketiga dan seterusnya hanya dipakai dalam acara-acara adat.

Wilayah ini dimulai dari plato Tanah Karo yang membentang ke bawah hingga mencapai sekitar kampung-kampung Bahorok. yang mencakup seluruh wilayah Kabupaen Karo dan pusat administratifnya di kota Kabanjahe. Pancur Batu. Mungkin saja kalau kesadaran mereka dibangkitakan. Bukankah kepopulerannya akan sangat tergantung pada bagaimana cara kita memeliharanya? BAB II SEKILAS WILAYAH MASYARAKAT KARO Masyarakat GEOGRAFI Karo sendiri bermukim di wilayah sebelah barat laut Danau Toba yang mencakup luas wilayah sekitar 5. Wilayah dataran tinggi Tanah Karo ini menjorok ke selatan hingga masuk ke wilayah Kabupaten Dairi (khususnya Kecamatan Taneh Pinem dan Tiga Lingga). Namo Ukur. Padahal kekhasan orang Karo salah satunya adalah pada proses ertutur itu sendiri. harapan masih tetap ada.kekaroan” (dalam pandangan mereka). mungkin saja sikap-sikap yang ditunjukkan oleh generasi muda (dari pandangan orang tua terhadap orang muda yang diketahui penulis lewat wawancara) akibat dari ketidaktahuan. serta ke arah timur masuk ke bagian wilayah Kecamatan Si Lima Kuta yang terletak di Kabupaten Simalungun.000 kilometer persegi yang secara astronomis terletak sekitar antara 3′ dan 3′30″ lintang utara serta 98′ dan 98′30″ bujur timur. Dataran rendah Tanah Karo yang mencakup wilayah-wilayah kecamatan dari Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang yang terletak pada bagian ujung selatan secara geografis ( namun tertinggi secara topografis). sekalipun hal itu kelihatannya rumit. Namun. Masyarakat Karo menyebut wilayah pemukiman dataran tinggi ini dengan nama Karo Gugung. dan Namo Rambe yang ada di • . Wilayah Tanah Karo tersusun atas dua wilayah utama sebagai berikut: • Dataran tinggi Tanah Karo. atau kurang sadarnya pemuda/i Karo akan pentingnya nilai sebuah identitas. semangat mereka akan bangkit pula untuk melestarikan. memelihara dan mengembangkan budayanya.

Terdapat indikasi bahwa penduduk asli Haru berasal dari suku Karo. serta Bangun Purba. Wilayah dataran rendah Karo ini lebih banyak menyerap pengaruh masyarakat Melayu pesisir yang pada umumnya menganut agama Islam dant erkadang mengharuskan mereka menyisihkan nama marga mereka sehingga hubungan kekerabatan dengan sanak-saudara mereka di dataran tinggi jadi terputus. Wilayah dataran tinggi Tanah Karo dianggap sebagai pusat kebudayaan dan tanah asli nenek moyang masyarakat Batak Karo. Kebanyakan masyarakat dataran tinggi Karo hidup dari bercocok tanam kecil-kecil dengan menanam padi dan sayur-sayuran untuk konsumsi sehari-hari serta berbagai tanam-tanaman komersial untuk kebutuhan pasar domestik dan ekspor. bahasa tidak banyak tersentuh oleh pengaruh-pengaruh luar dan ikatan kekerabatan serta kehidupan tradisional masih terpelihara sangat kuat. Daftar isi [sembunyikan] • • • • 1 Lokasi Kerajaan Haru 2 Sejarah 3 Sosial. [1]. yang menyebutkan Kublai Khan menuntut tunduknya penguasa Haru pada Cina pada 1282. Ekonomi. Winstedt meletakkannya di wilayah Deli yang berdiri kemudian. Sementara ada juga yang menyatakan lokasi Kerajaan Aru berada di muara Sungai Wampu (Teluk Haru/Langkat). seperti nama-nama pembesar Haru dalam Sulalatus Salatin yang mengandung nama dan marga Karo. dan Budaya 4 Rujukan [sunting] Lokasi Kerajaan Haru Terdapat perdebatan tentang lokasi tepatnya dari pusat Kerajaan Haru. namun ada pula yang berpendapat Haru berpusat di muara Sungai Panai. Pada 1431 Cheng Ho kembali mengirimkan hadiah pada raja Haru. dan Gunung Meriah di sisi timur.sebelah utara. Peninggalan arkeologi yang dihubungkan dengan Kerajaan Haru telah ditemukan di Kota Cina dan Kota Rantang. Negarakartagama menyebut Haru sebagai salah satu negara bawahan Majapahit. Setahun kemudian Haru dikunjungi oleh armada Laksamana Cheng Ho. Dalam Sulalatus Salatin Haru disebut sebagai kerajaan yang setara kebesarannya dengan Malaka dan Pasai. seperti yang disebutkan Sulalatus Salatin dan dikonfirmasi oleh Tome Pires[1]. Groeneveldt menegaskan lokasi Kerajaan Aru berada kira-kira di muara Sungai Barumun (Padang Lawas) dan Gilles menyatakan di dekat Belawan. Tiga Juhar. Islam masuk ke kerajaan Haru paling tidak pada abad ke-13[2]. penguasa Haru. Kemungkinan penduduk Haru lebih dulu memeluk agama Islam daripada Pasai. Wilayah pemukiman dataran rendah yang ada di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang umumnya lebih terorientasi pada produksi tanamtanaman budidaya seperti karet dan kelapa sawit. Di wilayah ini. Nama Kerajaan Aru disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama sebagai salah satu kerajaan taklukan Majapahit. [2] [sunting] Sejarah Haru pertama kali muncul dalam kronik Cina masa Dinasti Yuan. [2] Pada abad ke-15 Sejarah Dinasti Ming menyebutkan bahwa "Su-lu-tang Husin". yang ditanggapi dengan pengiriman upeti oleh saudara penguasa Haru pada 1295. namun saat itu Haru . Masyarakat Karo menyebut daerah ini dengan nama Karo Jahe (Karo Hilir). mengirimkan upeti pada Cina tahun 1411. Sejarah Wilayah Kerajaan Aru atau Haru adalah diperkirakan pernah berdiri di wilayah pantai timur Sumatera Utara sekarang.

dan Sultan Mahmud Syah menikahkan putrinya dengan raja Haru. dengan nama Kesultanan Deli. Hasil-hasil bumi dibarter dengan barang-barang dari pedagang asing seperti keramik. Mereka juga berternak unggas. selain Pasai. pada abad ke-15 Haru bukanlah pusat perdagangan yang besar. tidak seperti Pasai atau Malaka. dan sekitar masa itu raja Haru terbunuh oleh pasukan Aceh. Wilayah Haru kemudian mendapatkan kemerdekaannya dari Aceh pada 1669. Portugal yang pada 1511 menguasai Malaka. 1960: 94-96) [2]. maka sebagian besar penduduknya berkebun menanam kelapa.Namun dalam catatan Ma Huan.[1] Aceh kembali menaklukkan Haru pada 1564.[3] Haru memakai adat Melayu. serta bekas Kesultanan Malaka yang memindahkan ibukotanya ke Bintan. Hubungan Haru dengan Bintan lebih baik daripada sebelumnya. yang juga mengislamkan Merah Silu.tidak lagi membayar upeti pada Cina. [sunting] Sosial. Pada abad ke-16 Haru merupakan salah satu kekuatan penting di Selat Malaka. yang naik tahta pada 1607. Sekali lagi Haru berkat bantuan Johor berhasil mendapatkan kemerdekaannya. Pada masa ini Haru menjadi saingan Kesultanan Malaka sebagai kekuatan maritim di Selat Malaka. karya Ma Huan yang ikut mendampingi Laksamana Cheng Ho dalam pengembaraannya . seperti yang dicatat oleh Hikayat Aceh dan sumber-sumber Eropa. dan dengan bantuan mereka Haru menyerbu Pasai pada 1526 dan membantai ribuan penduduknya. Mata pencaharian penduduknya adalah menangkap ikan di pantai dan bercocok tanam. dan dalam Sulalatus Salatin para pembesarnya menggunakan gelar-gelar Melayu seperti "Raja Pahlawan" dan "Sri Indera". Ekonomi. dan hasil bumi Haru sama dengan Melaka. [1]. Peninggalan arkeologi di Kota Cina menunjukkan wilayah Haru memiliki hubungan dagang dengan Cina dan India.[1] Catatan Portugal menyebutkan dua serangan Aceh pada 1539. Wanita dan laki-laki menutupi sebagian tubuh mereka dengan kain. pisang dan mencari hasil hutan seperti kemenyan. Namun pada abad akhir ke-16 kerajaan ini hanyalah menjadi bidak dalam perebutan pengaruh antara Aceh dan Johor. pertukangan. sebagaimana disebutkan dalam Yingyai Shenglan (1416). Raja-raja Haru kemudian mengalihkan perhatian mereka ke perompakan. Dalam suratnya bertanggal tahun 1613 kemenangannya atas Haru. Dalam masa ini sebutan Haru atau Aru juga digantikan dengan nama Deli. [3]. Samudera dan Jawa. kemudian meminta bantuan baik pada Portugal di Malaka maupun pada Johor (yang merupakan penerus Kesultanan Malaka dan Bintan). Sumber-sumber Cina menyebutkan bahwa adat istiadat seperti perkawinan. Raja Samudera Pasai pada pertengahan abad ke13. bebek. (Groeneveldt. Agaknya kerajaan ini kalah bersaing dengan Malaka dan Pasai dalam menarik minat pedagang yang pada masa sebelumnya aktif mengunjungi Kota Cina. Istrinya. Apabila pergi ke hutan mereka membawa panah beracun untuk perlindungan diri. kambing. kain sutera. ratu Haru. manik-manik dan lain-lain. Konflik kedua kerajaan ini dideskripsikan baik oleh Tome Pires dalam Suma Oriental maupun dalam Sejarah Melayu. Setelah Portugal mengusir Sultan Mahmud Syah dari Bintan pada 1526 Haru menjadi salah satu negara terkuat di Selat Malaka. Armada Johor menghancurkan armada Aceh di Haru pada 1540. Kemerdekaan Haru baru benar-benar berakhir pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dari Aceh. adat penguburan jenazah. Sultan Husain. dan Budaya Raja Haru dan penduduknya telah memeluk agama Islam. bahasa. Sebagian penduduknya juga sudah mengkonsumsi susu. sementara bagian atas terbuka. Dalam Hikayat Raja-raja Pasai dan Sejarah Melayu disebutkan kerajaan tersebut diislamkan oleh Nakhoda Ismail dan Fakir Muhammad. Namun ambisi Haru dihempang oleh munculnya Aceh yang mulai menanjak. . Tetapi karena tanah negeri itu tidak begitu sesuai untuk penanaman padi. Haru menjalin hubungan baik dengan Portugal.

keseniannya. athawe Mandahiling. adat kebiasaannya maupun sejarah beserta tinggalan-tinggalan kunonya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari khasanah kebudayaan setempat. Lalu bagaimana dengan Kota Medan ? Tentunya juga memiliki sejumlah kekhasan yang tidak akan mudah dilupakan oleh para pengunjung baik dalam negeri maupun mancanegara.. walaupun data historisnya merujuk pada abad ke-14 M. atau rancaknya gerakan para penari Serampang Duabelas. Sebab sejumlah data arkeologis menunjukkan embrio kota besar ini dapat dirunut sedini abad ke-11 M. Entah makanannya. serta lemah lembut tutur masyarakatnya. Kampe.. Kita ambil contohnya adalah.. dan unsur-unsur adat non-Melayu (Batak/Karo) masih ada.. seorang pujangga istana Majapahit pada pertengahan abad ke-14 M. Kilas Sejarah Aru Kata Aru atau Haru merupakan nama dari suatu kerajaan yang keberadaannya telah disebut-sebut dalam berbagai sumber tertulis baik lokal maupun mancanegara antara abad ke-14 M hingga abad ke-17 M. Embrio dimaksud adalah sebuah kerajaan yang pernah sangat berpengaruh di kawasan Selat Malaka yang dalam sumber-sumber sejarah dikenal sebagai Aru atau Haru. Wahyu Oetomo Bayangkan seusai pertama kali kita datang berkunjung ke suatu tempat. Sebut saja sajian kuliner khasnya yakni bika ambon. Yogyakarta dalam benak kita mungkin akan tersimpan manis atau legitnya nasi gudeg. Jejak masa lalunya tidak terhenti pada keberadaan Mesjid Raya Al-Mashun atau Istana Maimun –yang keduanya berasal dari akhir abad XIX dan awal abad XX M... pasti akan tersimpan dalam ingatan kita beberapa hal yang khas dari tempat itu. [1] Menelusuri Jejak Kejayaan Kerajaan Aru Oleh: Ery Soedewo dan R.ksoni ri Malayu.Namun adopsi terhadap adat Melayu ini mungkin tidak sepenuhnya. dan tentu tidak akan terlewatkan adalah kemegahan candicandi dari masa Mataram Kuno yang banyak bertebaran di sana seperti Prambanan dan Borobudur.. maupun kelugasan tutur dan sikap warganya. atau gemulai tarian tradisionalnya. Pada pupuh ke-13 bait ke-1 disebutkannya antara lain . terletak di bumi Malayu (penyebutan Pulau Sumatera kala . Sebagai sebuah kota besar. yang artinya kurang lebih . Haru.saja. . dan tidak terlewatkan adalah kemegahan Mesjid Raya Al-Mashun maupun keindahan Istana Maimun. Sumber tertulis tertua yang menyebutkan tentang Aru adalah yang berasal dari Prapanca. perjalanan sejarah Medan sebenarnya tidak kalah panjangnya dibanding sejumlah kota besar lain di Indonesia.. Dalam pujasastra karyanya yang berjudul Desawarnana (Pemerincian/Deskripsi Negara) atau yang lebih dikenal sebagai Negarakertagama Prapanca menyebutkan sejumlah nama tempat yang berada di Pulau Sumatera.

Dalam karyanya yang berjudul Suma Oriental (ditulis antara tahun 1512 hingga 1515).itu) . seorang penerjemah muslim China yang turut dalam armada penjelajahan samudera Laksamana Cheng Ho. Orang-orang Aru yang selamat dalam sumber-sumber tertulis lokal di antaranya adalah janda penguasa Aru yang berhasil meloloskan diri melalui alur sungai Deli hingga menyeberangi Selat Malaka menuju Johor untuk memohon bantuan. Oleh karena itu maka keberadaan Aru sebagai ancaman potensial bagi Aceh harus ditundukkan. Aru disebut sebagai suatu kerajaan besar bahkan yang terbesar di antara kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Sumatera. Dalam pandangan geopolitik masa itu keberadaan Aru sebagai kerajaan besar di pantai timur Sumatera jelas merupakan pesaing potensial bagi bandar Aceh. Namun kejayaan Aru sebagai kerajaan dengan armada lautnya yang disegani mulai terancam oleh perkembangan kerajaan Aceh.. Seiring berkembangnya perekonomiannya. banyak pedagang yang mengalihkan perniagaannya ke Pulau Sumatera. Data tertulis berikutnya berasal dari awal abad ke-15 M yang merujuk pada laporan Ma Huan.. Adakah tokoh perempuan ini (janda penguasa Aru) yang dalam sumber-sumber tutur tradisional --Melayu maupun Karo-disebut sebagai Puteri Hijau ? Kiranya hingga ditemukannya bukti sejarah yang relevan hal itu masih terus dipertanyakan. Rajanya adalah seorang muslim yang hidup di daerah pedalaman yang banyak dialiri sungai. Walaupun pusat kerajaannya di pedalaman dia memiliki armada lancara (nama sejenis perahu) yang digunakannya untuk merompak di lautan. dan hal itu terwujud ketika pada tahun 1539 Aru diserang oleh Aceh. Memasuki abad ke-16 M.. Mandailing. Menyadari kekuatan yang akan diserangnya bukanlah kerajaan kecil. . Haru. Data dari masa tersebut terutama berasal dari para penulis Eropa antara lain Tome Pires (orang Portugis) yang memerikan Aru di awal abad ke-16 M. Setelah bertahan sekian lama akhirnya benteng Aru berhasil ditembus pasukan Aceh. penduduknya adalah kaum muslim yang bercocok tanam dan menangkap ikan sebagai mata pencahariannya. . Salah satu kerajaan yang diuntungkan oleh kondisi itu adalah kerajaan Aceh. Dalam karyanya yang berjudul Ying-Yai Sheng-Lan (Survei Menyeluruh Terhadap Pantai-Pantai Samudera) disebutkan tentang A-lu (Aru) yang berbatasan dengan Su-menta-la (Samudera-Pasai).. kerajaan Aceh mengerahkan segala daya yang dimilikinya termasuk satu kompi prajurit Turki yang terdiri dari 60 prajurit reguler dan 40 orang pasukan istimewa kesultanan Turki Utsmani (Ottoman) yang disebut Janisari. Setelah penaklukan bandar Malaka oleh Portugis pada tahun 1511.Kampai. makin banyak sumber tertulis yang berkaitan dengan keberadaan Aru. semakin besar pula pengaruh kerajaan Aceh terhadap daerah sekelilingnya.

Kecamatan Namorambe. Kota China adalah sebuah situs dengan bukti-bukti arkeologis yang sementara ini oleh para sejarawan dan ahli purbakala dianggap merupakan jejak tertua yang dapat dikaitkan dengan keberadaan kerajaan Aru. Tinggalan monumental dimaksud adalah sisa-sisa dari struktur suatu bangunan bata yang diduga merupakan bangunan keagamaan Hindu atau Buddha. sedangkan 1 arca Buddha disimpan oleh satu keluarga Tionghoa tidak jauh dari Kota China sebagai sosok pujaan dalam pekong keluarga tersebut. Situs ini secara administratif terletak di Desa Deli Tua. Data artefaktual lain yang ditemukan di situs ini oleh masyarakat setempat adalah koin-koin emas beraksara Jawi (Arab Melayu) yang oleh para pakar numismatik (mata . daerah Medan Labuhan yang dikenal di kalangan arkeolog dan sejarawan sebagai situs Kota China. Masa kejayaan Kota China diperkirakan berlangsung antara abad ke-11 M hingga abad ke-14 M.Jejak-jejak Kejayaan Aru Perjalanan menelusuri jejak kerajaan Aru kita mulai dari sebuah situs purbakala yang terletak di sekitar objek wisata Danau Siombak. Kini 3 dari keempat arca tersebut dapat dilihat di Museum Negeri Sumatera Utara di Jalan H. Keberadaan bangunan pertahanan yang dibuat dari timbunan tanah ini dapat dihubungkan dengan pemberitaan Tome Pires (dari awal abad ke-16 M) tentang pusat kerajaan Aru yang berada di pedalaman yang banyak dialiri sungai. Joni. Berdasarkan gaya seninya arca-arca dari Kota China tersebut tampak sangat dipengaruhi oleh gaya seni Chola (India selatan). Data lain yang memperkuat dugaan bahwa situs ini berasal dari kurun abad ke-15 adalah banyaknya pecahan keramik berwarna putih biru dari masa Dinasti Ming (antara abad ke-14 M hingga abad ke-17 M). yang didasarkan atas penemuan pecahan-pecahan keramik China dari masa Dinasti Sung (abad ke-11 hingga ke-13 M) hingga Dinasti Yuan (abad ke-13 hingga ke-14 M). Mungkin yang dimaksud oleh Pires adalah aliran Sungai Deli yang di bagian hulu dikenal sebagai Sungai Petani. yang terdiri dari 2 arca Buddha dan dan 2 arca lainnya menggambarkan sosok dewa-dewa Hindu yakni Wisnu dan Laksmi. Situs lain yang berkaitan dengan keberadaan kerajaan Aru adalah situs Benteng Putri Hijau di daerah Deli Tua. Keberadaan situs yang meliputi kawasan seluas sekitar 10 hektar di daerah Medan Labuhan ini pertama kali dilaporkan oleh Edward McKinnon pada tahun 1972. Beberapa kali penelitian arkeologis terhadap situs ini menghasilkan sejumlah data kepurbakalaan baik yang sifatnya monumental maupun nonmonumental. Kabupaten Deli Serdang.M. Medan. Tidak jauh dari tempat ditemukannya struktur bata tersebut ditemukan 4 arca batu.

bahkan ke depan akan mendatangkan nilai . Refleksi Perjalanan Konon.” Maaf bila jawaban berikut ini membuat telinga sebagian dari yang mempunyai pikiran seperti itu menjadi merah.uang kuno) dipastikan sebagai mata uang dari masa Kesultanan Aceh Darussalam atau yang dikenal sebagai uang Dirham. yang tidak membawa dampak dan manfaat bagi kehidupan kini dan mendatang. semuanya memiliki apresiasi yang baik terhadap tinggalan budayanya termasuk di dalamnya tinggalan purbakalanya. 2. Anda yang tidak sependapat dengan ide tersebut pasti akan berkilah. Lebih kompleks dari tingkah gajah itu adalah perilaku manusia yang tidak saja mendatangi makam keluarganya.yakni kita manusia dan yang lain adalah gajah. Sepintas pendapat tersebut boleh jadi benar. atau 3 negara maju yang saat ini mapan secara perekonomiannya. Kedua sumber air tersebut hingga kini oleh sebagian anggota masyarakat dipercaya memiliki daya tertentu sehingga pada hari-hari tertentu tempat ini ramai dikunjungi. Para zoologist (ahli margasatwa) mengamati perilaku gajah di Afrika yang pada masa-masa tertentu datang di suatu tempat yang merupakan tempat matinya salah satu anggota kelompok mereka. Seolah manusia yang menziarahi makam keluarganya. ”Semua negara yang Anda sebutkan itu sudah mapan secara ekonomi. oleh karena itu urusan perut tidak lagi menjadi prioritas bagi mereka. seperti Amerika Serikat. Jepang. keduanya berpangkal pada satu hal yakni kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. mereka juga sering mendatangi tempat-tempat yang memiliki kaitan dengan sejarah masa lalu mereka. Ketiga negara itu dalam kondisi seperti saat ini salah satu sebabnya adalah karena sedari awal mereka memiliki kesadaran bahwa segala bentuk warisan budaya bangsa yang dimilikinya adalah aset penting yang tidak saja memiliki arti penting secara ideologis atau akademis. sehingga wajar jika mereka memiliki perhatian terhadap hal-hal seperti itu. gajah-gajah itu mengendus dan menghembuskan tanah di sekitar tempat matinya anggota kelompok mereka. mahluk hidup yang mempunyai kemampuan menyimpan memori akan masa lalunya hanya 2 jenis –-keduanya dari kelas mamalia-. Entah tujuannya itu dilatarbelakangi kebutuhan religius maupun yang sekedar rekreatif. Secara asal saja silahkan sebut barang 1. Mungkin sebagian orang menganggap perjalanan ini sebagai suatu kesiasiaan belaka. namun coba kita telaah lebih jernih dan tenang tentang kemajuan atau kemapanan negara-negara yang kita kenal sekarang. Setelah lelah menelusuri sisa-sisa Benteng Putri Hijau. atau jiran kita Singapura. kita dapat menyegarkan diri dengan kesegaran dan kesejukan air dari sumber air yang oleh masyarakat dikenal sebagai Pancuran Putri Hijau dan Pancuran Gading.

Tentu kita bukanlah bangsa babi hutan.ekonomis. Jika tidak ada benda itu ibarat kita adalah --maaf-. . Benteng Putri Hijau jauh lebih memiliki potensi dibanding situs Bukit Chandu. ada yang bilang masa lalu kita termasuk di dalamnya sejarah perjalanan bangsa ini adalah kaca spion bagi kita agar dalam melangkah kita lebih bijak dalam bertindak. Oleh karena itu marilah kita belajar dari masa lalu kita. salah satunya adalah situs dari masa Perang Dunia II yakni Bukit Chandu yang merupakan kubu pertahanan 1 kompi pasukan Inggris yang terdiri dari orang-orang Melayu. sehingga sebagai bangsa sepertinya kita selalu ceroboh dalam bertindak. 23/8/2008 Oleh Juraidi Kerajaan Aru merupakan kerajaan besar dan penting yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga 16 Masehi di bagian utara pulau Andalas (Sumatera). sebab dari situlah kita bercermin.selalu maju terus tapi dalam wujud yang paling brutal. dan tentunya untuk itu mari lestarikan jejak-jejak masa lalu itu jangan sampai lenyap. dan ini berarti devisa (baca uang). sebab situs yang terletak di Deli Tua ini masih menyisakan bentang fisiknya yang berupa benteng tanah. Adakah kita babi hutan ? jawabannya pasti tidak. namun wujudnya pada dasarnya tidak jauh berbeda. Ambil contohnya Singapura. yang membedakannya hanyalah konteks masa dan budaya yang melingkupinya. juga bukan bangsa keledai (yang katanya tidak pernah terperosok di lubang yang sama). Situs bersehaja yang berupa bukit kecil ini sepintas dilihat hanyalah bukit biasa namun karena terdapat 1 museum kecil berkaitan dengan sejarahnya serta dikelola secara profesional. padahal apa yang terjadi saat ini. jejak perjalanan masa lalu mereka hanya sedikit meninggalkan tinggalan fisik (situs maupun artefaktual). kita adalah manusia yang memiliki pikiran sehingga punya kebijakan sebelum bertindak. sruduk sana sruduk sini tanpa kendali. maka berdatanganlah para wisatawan ke situs ini. serta ditunjang pula oleh keberadaan mata air Pancuran Putri Hijau dan Pancuran Gading makin memberi nilai tambah dibanding apa yang dimiliki Singapura. sejumlah artefak hasil temuan masyarakat. Menelusuri Jejak Kerajaan Aru Sabtu.babi hutan yang --memang-. Bila ditinjau dari segi ideologis-akademis. Sarana untuk itu sebenarnya kita miliki namun belum sepenuhnya kita manfaatkan. ••• Penulis adalah peneliti di Balai Arkeologi Medan. menurut para sejarawan tidak lain adalah pengulangan dari peristiwa-peristiwa di masa lalu. Kekacauan dan ketidakpastian bangsa ini salah satu sebabnya adalah kita malas untuk belajar dari masa lalu kita.

tim Puslitbang Aarkeolog Nasional Badan Litbang Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Baik dari laporan-laporan China maupun dari laporan Portugis yang ditulis kemudian." katanya. Mengenai Kota Rentang sebagai pusat Kerajaan Aru juga diperkuat oleh Prof. Singosari dan Sriwijaya. menunjukkan sekitar Sungai Deli menjadi pusat Kerajaan Aru dengan bandarnya Kota Cina dan Medina (Medan) sebagaimana disebut-sebut Laksamana Turki Ali Celebi dalam "Al Muhit". "Padahal kerajaan ini banyak disebut pada Amukti Palapa dalam Hikayat Pararaton. Srilangka. dalam laporan Mendez Pinto (penguasa Portugis di Malaka). Namun demikian. aktivitas arkeologi yang telah dilakukan berkesimpulan bahwa pusat Kerajaan Aru berada di Kota Rentang (Hamparan Perak) di Kabupaten Deli Serdang dari abad ke-13 hingga 14 Masehi. Kerajaan Aru yang meliputi wilayah pesisir Sumatera Timur. . mengatakan. Terbesar Sejarawan dari Universitas Sumatera Utara. pada masa itu Majapahit juga menaklukkan Panai (Pane) dan Kompai (Kampe) di Teluk Haru. "Hipotesa bahwa Kota Rentang adalah pusat Kerajaan Aru banyak didukung oleh faktor seperti jalur dari Karo Plateau maupun Hinterland menuju pantai timur yang terfokus pada Sei Wampu dan Muara Deli. Dr Phill Ichwan. sejarah Melayu. Kerajaan Aru juga pernah ditaklukkan oleh Kertanegara dalam ekpedisi Pamalayu (1292) dan ditulis dalam pararaton "Aru yang Bermusuhan". Dalam laporan Tiongkok abad ke-15 juga disebut berkali-kali Aru yang Islam mengirim misi ke Cina. kalah pamor dengan kerajaan-kerajaan lain yang pernah jaya di Nusantara seperti Kerajaan Majapahit. Kabupaten Deli Serdang. Juga ditemukan bongkahan perahu tua dengan panjang 30 hingga 50 meter yang menunjukkan bahwa Kota Rentang merupakan pusat niaga yang padat pada abad tersebut. Temuan yang paling menakjubkan adalah ditemukannya batu kubur (nisan) yang tersebar di situs sejarah penting tersebut. kemudian di Lingga. serta koin atau mata uang Arab dari abad ke-13 hingga 14. sebelum akhirnya pindah ke Deli Tua dari abad 14 hingga 16 M akibat serangan dari Aceh. Muangthai." kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed). laporan admiral Cheng Zhe (Cheng Ho) maupun pengembara dari negeri China lainnya. pada abad ke-15 Kerajaan Aru merupakan kerajaan terbesar di Sumatera dan memiliki kekuatan yang dapat menguasai lalulintas perdagangan di Selat Malaka. pusat Kerajaan Aru dinyatakan berpindahpindah. jelasnya. Tuanku Luckman Sinar. Sebagian menyebut di Telok Aru di kaki Gunung Seulawah (Aceh Barat). Tetapi setelah itu Aru pulih kembali dan menjadi makmur sebagai mana dicatat oleh bangsa Persia. Fadiullah bin Abdul Kadir Rashiduddin dalam bukunya "Jamiul Tawarikh" (1310 M). sudah mengirimkan beberapa kali misi ke Tiongkok yang dimulai pada tahun 1282 Masehi pada zaman pemerintahan Kubilai Khan. Barumun dan bahkan di Deli Tua. Berdasarkan sejumlah literatur. Batu kubur yang terbuat dari batu cadas (volcanic tuff) yang ditemukan memiliki ornamentasi dalam berbagai ukuran dan sebagian bertuliskan Arab-Melayu dan banyak menunjukkan kemiripan dengan yang ditemukan di Aceh. Di rawa-rawa di kawasan yang sama juga ditemukan kayu-kayu besar yang diduga merupakan bekas istana Kerajaan Aru serta batu-batu besar yang diduga bekas bangunan candi. Naniek H Wibisono.Namun sayangnya berita tentang kerajaan ini sangat minim terdengar. Di kawasan itu juga ditemukan ragam keramik yang berasal dari China. Musibah kembali menimpa Kerajaan Aru ketika Majapahit menaklukkannya pada tahun 1365 M. Seperti tertera dalam syair Negarakertagama strope 13:1. yaitu batas Tamiang sampai Sungai Rokan.

Zein menambahkan. isekolah. etnis Melayu akan kehilangan akar sejarahnya. ’’Kami berkumpul di sini untuk meminta kepada pemerintah agar temuan-temuan benda bersejarah dilindungi. Keberadaan tinggalan arkeologi terutama keramik dan mata uang yang menjadikan bukti bahwa di lokasi tersebut pernah terjadi aktivitas yang berhubungan dengan perniagaan.kawasan peninggalan sejarah dapat juga dijadikan objek wisata sejarah dan budaya. Dia juga mengimbau agar masyarakat di sekitar Sungai Bedra. hasil penelitian eksploratif di situs Kota Rentang memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian dari jaringan permukiman dan aktivitasnya yang saling terkait. Temuan keramik tersebut menunjukkan periode yang sama dengan temuan di Kota Rantang. Zein menyatakan. penting menggali kembali sisa-sisa peninggalan untuk penelitian lanjutan.arkeolog. Sri Langka maupun Burma. artefak batu. Melalui keramik.Sejarawan. Penemuan tersebut menjadi kunci penting sejarah perniagaan. Asumsi tersebut berdasarkan pola persebaran dan variabilitas tinggalan arkeolog seperti keramik. pusat Aru berpindah dari Kota Rentang ke Deli Tua dan berdiri dari abad ke-15 hingga 16 M. Begitu juga dengan kawasan lokasi penemuan. Pemerintah juga dapat memberikan kompensasi ganti rugi bagi warga yang menemukan atau memiliki benda bersejarah. tembikar.Menurut dia. Selain itu." katanya. "Dari hasil penelitian ini diduga tinggalan arkeologi yang ditemukan memiliki persamaan dengan situs lainnya yang terletak dalam satu jaringan pesisirpedalaman.banyak keuntungan yang dapat diperoleh. Di situs Aru Deli Tua ditemukan Benteng Putri Hijau (Green Princess Castle). antara lain Kota Cina. .org . hal itu berkaitan dengan sejarah peradaban Melayu. Untuk itu. ’’Jika pemerintah punya niat baik melindungi kawasan situs bersejarah.”papar Ketua ISMI Sumut Umar Zein kepada wartawan ketika di Istana Maimun kemarin. selain untuk kepentingan riset arkeologi dan disiplin ilmu lain. keramik yang berasal dari China.Tanpa penelitian. Muangthai. (ANT) BERITA TERBARU 13 Juli 2008 . baik secara lokal maupun interlokal. katanya. Pasca serangan Aceh pada akhir abad ke-14.” ujarnya yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Medan itu. Sebab. Kerajaan Aru merupakan cikal bakal dari Kesultanan Deli. Keramik merupakan suatu komoditi dari luar Nusantara yang banyak ditemukan. Kelurahan Terjun Medan Marelan––tempat ditemukannya peninggalan sejarah terakhir––turut menjaga dan melindungi penemuan tersebut. untuk pengembangan hasil penelitian. mata uang.Artefak berusia ratusan tahun peninggalan Kerajaan Aru kembali ditemukan.09:41 WIB Situs Aru Harus Dilindungi Medan. damar dan batu nisan.dan Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Sumut meminta pemerintah melindungi kawasan itu." tambahnya. sisa-sisa tulang. dapat ditelusuri kapan sesungguhnya Kota Rentang mulai berperan dalam perniagaan. katanya. "Kita menemukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk lebih memperjelas gambaran tentang apa yang berlangsung di wilayah itu pada masa lampau. melalui persamaan variabilitas dan kronologi tinggalan arkeologi juga dapat diketahui keberadaan situs Kota Rentang dan hubungannya dengan situs-situs lainnya. penemuan arkeologis di tanah Melayu harus mendapat perhatian dari pemerintah.

Namun. Maupun jalur sungai diantara Sei Wampu bagian hilir sekitar Stabat dan Sei Sunggal ke Belawan. Penulis Karo mengemukakan bahwa (H)Aru adalah asal kata ”Karo” yang berevolusi. Lebih lanjut disebut bahwa kerajaan (H)Aru Balur ditaklukkan oleh Sultan Aceh pada tahun 1511 dalam rencana unifikasi Aceh hingga ke Melaka dan salah seorang rajanya clan Karo dan keturunan Hindu Tamil menjadi Islam bersama seluruh rakyatnya . yaitu Dinasti Song 1127–1279 masehi dan Yuan 1280–1360 masehi. Menurut dia. mangkuk. Diakui bahwa terdapat peninggalan di wilayah Teluk Aru.”paparnya.dapat dipastikan dari mana zaman kerajaan benda kuno tersebut berasal. dan Jingdezhen.Beberapa peninggalan keramik dan tembikar berasal dari daerah Guangdong. Mabar. kawasan tersebut terlebih dulu harus dilindungi dan dipugar.Arkeolog dari Balai Besar Arkeologi Medan Eri Sudewo memaparkan. Seperti diketahui bahwa jalur dari Karo plateau maupun hinterland menuju pantai timur. Disebutkan bahwa (H)Aru berada di Balur Lembah Gunung Seulawah di Aceh Besar sekarang yang pada awalnya juga telah banyak dihuni oleh orang Karo. Bekancan. maupun buli-buli tempat menyimpan minyak kamper. Keseluruhannya kami identifikasi dari Dinasti Song danYuan. jika prasasti tersebut ditemukan. Cingkem yang menuju ke Sei Serdang maupun ke Sei Deli. Teluk Aru telah diteliti pada tahun 1975-1976 dan hasilnya adalah ”Pulau Kompei”. disebut bahwa Teluk Aru adalah pusat kerajaan ARU dan belum pernah diteliti sama sekali.dari penemuan yang mereka peroleh terdapat beberapa benda peninggalan dua dinasti di China. Deli Tua. sangat dimungkinkan telah ada pemerintahan administratif berbentuk kerajaan di wilayah tersebut. tetapi berdasarkan jalur hinterland kurang mendukung Teluk Aru sebagai satu centrum kerajaan. Keraksaan (Batak Timur). Sepuluhdua Kuta. Minnan. Karena itulah perlu ada ketegasan dari pemerintah untuk segera memugar tempat tersebut. Oleh karena itu. ’’Kami menemukan beberapa peninggalan dari pengerukan Sungai Bedra tersebut. mulai tempayan. penulis Karo seperti Brahmo Putro (1979) sependapat dan mengakui bahwa centrum kerajaan ini berpindah-pindah hingga ke Aceh.Namun. dari utara ke selatan melalui gunung adalah: Buaya. Berdasarkan logika. kelompok ini mengklaim bahwa masyarakat Aru adalah masyarakat yang memiliki clan Karo dan didirikan oleh clan Kembaren. maupun Barumun. guci. Apa yang ditemukan masyarakat dan tim arkeologi membuktikan masih banyak peninggalan sejarah yang perlu terpendam. Walau demikian. ’’Saya yakin kami bisa menemukan prasasti sejarah jika dilakukan penelitian lebih lanjut.Sebab. Edmund E. Negeri. pecahan keramik dan guci yang ditemukan merupakan bukti bahwa tempat itu pernah menjadi pusat perdagangan internasional. itu semua tidak akan pernah terungkap jika tidak ada dukungan dari pemerintah. Fokusnya diwilayah pantai diantara Sei Wampu dan Muara Deli (Catatan Anderson tentang pentingnya Muara Deli). Namun. McKinnon (Arkeolog Inggris) menolak apabila kawasan tersebut dinyatakan belum pernah diteliti sekaligus juga menolak apabila Teluk Aru disebut sebagai pusat kerajaan Aru. Lingga. jika terdapat pusat perdagangan. Liang. Sumber : Koran Sindo Menurut beberapa pendapat. Ketua Pusat Studi Ilmu Sosial dan Sejarah (Pusiss) Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari merasa yakin bahwa masih banyak peninggalan di kawasan tersebut yang belum tergali. Wampu ke Bahorok. dan telah ada sebelum kesultanan Aceh pertama yakni Ali Mukhayat Syah pada tahun 1496-1528.”ungkapnya.

lokasi kerajaanya tidak menetap akibat gempuran musuh terutama yang datangnya dari Aceh. Hal ini telah banyak dicatat oleh Lukman Sinar dalam jilid pertama bukunya dengan judul Sari Sedjarah Serdang (1986). Benteng Putri Hijau Deli Tua Edmund Edwards McKinnon (2008) menulis ”Aru was attacked by Aceh and the ruler killed by subterfuge and treachery. Sedangkan tanda-tanda ARU Deli Tua dinyatakan islam hampir tidak diketemukan selain sebuah meriam buatan Portugis bertuliskan aksara Arab dan Karo. ring Pahang. ring Bali. Lukman Sinar dalam penjelasan lebih lanjut mengemukakan bahwa pusat kerajaan ARU adalah Deli Tua dan telah menganut Islam.dan bertugas sebagai Panglima Sultan Aceh di wilayah Batak Karo. nama ARU muncul pertama kalinya dalam catatan resmi Tiongkok pada saat ARU mengirimkan misi ke Tiongkok pada tahun 1282 pada era kepemimpinan Kublai-Khan. yaitu: Sira Gajah Madapatih amangkubhumi tan ayun amuktia palapa. samana isun amukti Palapa”. ring HARU. Tumasik. Lagi pula. berdasarkan laporan kunjungan admiral Cheng Ho yang mengunjungi Pasai pada tahun 1405-1407 menyebut bahwa nama raja ARU pada saat itu dituliskan So-Lo-Tan Hut-Sing (Sultan Husin) dan membayar upeti ke Tiongkok. “a sixteenth century account by the Portuguese writer Pinto states that Aru was conquered by the Acehnese in 1539 and recounts how the Queen of Aru made her way to Johor and the events that transpired thereafter”. Dari penjelasan diatas diketahui bahwa berdasarkan periodeisasinya maka kerajaan ARU berdiri pada awal abad ke-13 yakni pasca runtuhnya kerajaan NAGUR Batak Timur pada tahun 1285. Demikian pula penulis Melayu yang mengemukakan bahwa kerajaan ARU adalah kerajaan Melayu yang sangat besar pada zamanya. Berdasarkan literatur tersebut. Selanjutnya. Demikian pula dalam buku ”Sejarah Melayu” yang banyak menyebut tentang kerajaan ARU. Diyakini bahwa kerajaan ARU adalah kerajaan yang besar dan kuat sehingga dianggap musuh oleh kerajaan Majapahit. Dengan demikian. where she married the ruling Sultan who helped her oust the Acehnese and regain her kingdom”. kuat dugaan bahwa centrum ARU yang telah terpengaruh Islam yang dimaksud pada laporan-laporan penulis Cina dan ”Sejarah Melayu” tersebut adalah Kota Rentang. Demikian pula temuan berupa stonewares dan earthenwares ataupun mata uang yang berasal dari abad 13-14 yang banyak ditemukan dari Kota Rentang. dalam ”Sejarah Melayu” juga diceritakan suatu keadaan bahwa ARU telah berdiri sekurang-kurangnya telah berusia 100 tahun sebelum penyerbuan Iskandar Muda (1607-1636) pada tahun 1612 dan 1619. Barangkali. Kemudian. sejak kejatuhan ARU ketangan Aceh. Sunda. Palembang. Sebagai dampak serbuan yang terus menerus maka centrum ARU pindah ke Deli Tua yakni pada akhir abad ke-14. yang dimaksud oleh tulisan-tulisan tersebut adalah Kota Rentang karena berdasarkan bukti-bukti arkeologis serta carbon dating terhadap temuan keramik. ditemukannya batu kubur (nisan) yang terbuat dari batu Cadas (Volcanoic tuff) dengan ornamentasi Jawi dimana nisan sejenis banyak ditemukan di tanah Aceh. dan pada permulaan abad ke-15 Sultan Alauddin Riayat Syah Al Kahar (1537-1568) mulai berkuasa di Aceh. ring Seran. Bukti-bukti ini telah menguatkan dugaan bahwa lokasi ARU berada di Kota Rentang sebelum jatuh ketangan Aceh. Yamin dalam bukunya dengan judul ”Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara ”(2005). Pusat kerajaan ARU yang pertama ini adalah Kota Rentang dan telah terpengaruh Islam yang sesuai dengan buktibukti arkeologis yakni temuan nisan dengan ornamentasi Jawi yang percis sama dengan temuan di Aceh. Oleh karena itu. Hal ini dapat dibuktikan dari sumpah Amukti Palapa sebagaimana yang ditulis dalam kisah Pararaton (1966). Menurutnya. Hal senada juga dikemukakan oleh Muh. His wife fled into the surrounding forest on the back of an elephant and eventually made her way to Johor. maka centrum kerajaan ARU yang baru berpusat di Deli Tua (Old Deli) serta dipimpin oleh ratu ARU yang didukung oleh Portugis dan Kerajaan . Tanjung Pura. Seperti yang dicatat dalam literature sejarah bahwa laskar Aceh tidak saja menyerang Kerajaan ARU tetapi juga Portugis dan kerajaan Johor yang merupakan sekutu ARU. Dompo. amun kalah ring Guran. sira Gajah mada: ”Lamun awus kalah nusantara isun amuktia palapa.

Selanjutnya. Menurut Pinto. Permaisuri kerajaan dengan laskar yang tersisa mencoba merebut Benteng. Akhirnya permaisuri menjumpai Raja Johor. Temuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Aceh pernah menyerang ARU Deli Tua dengan menyogok pengawal kerajaan dengan mata uang emas. Mengingat kuatnya benteng pertahanan ARU Deli Tua yang ditumbuhi bambu. dimana masyarakat disekitar benteng masih kerap menemukanya. menjadi penyebab kehancuran kerajaan ARU Deli Tua. Hal ini senada dengan tulisan Pinto bahwa ARU memiliki sebuah meriam yang besar. (H)ARU mempunyai sebuah meriam besar. Meriam inilah yang kemudian di sebut dalam kisah Putri Hijau ditembakkan secara terus menerus hingga puntung dan terbagi dua. Akan tetapi. ratu ARU inilah yang disebut sebagai Putri Hijau. Akhirnya permaisuri raja ARU menikah dengan raja Johor.Johor. Hal ini menjadi jelas bahwa hubungan diplomatik antara ARU dengan Aceh tidak pernah harmonis. dari bukti-bukti yang ada itu. yang dibeli dari seorang pelarian Portugis. tidak diketahui secara jelas apakah ARU Deli Tua telah menganut Islam. menurut Lukman Sinar (1991) di Deli Tua pada tahun 1907 dijumpai guci yang berisi mata uang Aceh dan kini tersimpan di Museum Raffles Singapura. Sultan Alauddin Riayatsyah II dan bersedia menikahinya apabila ARU dapat diselamatkan dari penguasaan Aceh. sehingga pasukan ARU berhamburan untuk mencari emas. Akan tetapi di tengah meriam tersebut terdapat tulisan buatan Portugis. temuan berupa uang Aceh. seperti yang telah disebutkan diatas bahwa ARU terdahulu ditaklukkan oleh laskar Aceh yang mengakibatkan berpindahnya ARU ke Deli Tua. Pada akhirnya pasukan Aceh melakukan taktik sogok yakni dengan memberikan uang emas kepada pengawal benteng. Akan tetapi. 1991). Temuan keramik dan tembikar ini adalah barang bawaan dari Kota Rentang pada saat masyarakatnya mencari perlindungan dari serangan Aceh. Pendapat yang mengemukakan bahwa ARU Deli Tua adalah Islam didasarkan pada temuan sebuah meriam bertuliskan Arab dengan bunyi: ’Sanat… alamat Balun Haru’ yang ditemukan oleh kontrolir Cats de Raet pada tahun 1868 di Deli Tua (Lukman Sinar. Hingga saat ini. Dalam kisah Putri Hijau disebut bahwa faktor serangan Aceh ke Deli Tua adalah akibat penolakan sang Putri untuk dinikahkan dengan Sultan Aceh. Pinto juga mencatat bahwa raja (H)ARU sedang sibuk mempersiapkan kubu-kubu dan benteng-benteng dan letak istananya kira-kira satu kilometer kedalam benteng. keramik dan tembikar dapat ditemukan disembarang tempat disekitar lokasi benteng. Sedangkan nama ’Putri Hijau’ itu sendiri menurut McKinnon ada dikenal dalam cerita rakyat di India Selatan. Vet dalam bukunya Het Lanschap Deli op Sumatra (1866-1867) maupun Anderson pada tahun 1823 dimana digambarkan bahwa di Deli Tua terdapat benteng tua berbatu yang tingginya mencapai 30 kaki dan sesuai untuk pertahanan. Faktor penyebab serangan Aceh ke ARU yang berlangsung terus menerus adalah dalam rangka unifikasi kerajaan dalam genggaman kesultanan Aceh. sehingga menyulitkan serangan Aceh. Lagipula. Tetapi ia tidak disambut dengan baik. Selanjutnya. Bukti-bukti peninggalan ARU Deli Tua adalah seperti benteng pertahanan (kombinasi alam dan bentukan manusia) yang masih bisa ditemukan hingga saat ini. ARU Deli Tua pada masa pimpinan wali negeri Aceh ini menjadi cikal bakal kesultanan Deli yang . Temuan lainnya adalah mata uang Aceh (Dirham) yang terbuat dari emas. tetapi tetap gagal. Gocah Pahlawan diangkat sebagai wali negeri Aceh di reruntuhan kerajaan ARU. Dalam kisah Putri Hijau. Catatan resmi tentang benteng ini dapat diperoleh dari catatan P. Temuan lainnya adalah berupa keramik dan tembikar yang pada umumnya percis sama dengan temuan di Kota Rentang. penguasa Portugis di Malaka tahun 1512-1515 bahwa ibukota (H)ARU berada di sungai ‘Panecitan’ (Lau Patani) yang dapat dilalui setelah lima hari pelayaran dari Malaka.J. ARU telah dikuasai oleh Aceh yang dipimpin oleh panglima Gocah Pahlawan. Menurut catatan Pinto. Penyogokan pasukan ARU yang dilakukan oleh pasukan Aceh. dua kali serangan Aceh ke Deli Tua mengalami kegagalan. Akhirnya permaisuri dengan sejumlah pengikutnya berlayar menuju Malaka dan menghadap kepada gubernur Portugis. Dalam kisah Putri Hijau disebut bahwa pasukan Aceh menembakkan meriam berpeluru emas.

SH :2004) Kerajaan Haru-Karo diketahui tumbuh dan berkembang bersamaan waktunya dengan kerajaan Majapahit. Kuta Lubok. tidak terdapat suatu tulisan bahwa Melayu di pimpin oleh Sultan Perempuan.(Darman Prinst.berkuasa pada tahun 1632-1653. Keberadaan suku Haru-Karo di Aceh ini diakui oleh H. Pada masa keemasannya. Serangan Aceh yang kedua ini adalah serangan yang terhebat dimana seluruh kerajaan ARU habis dibakar dan yang tersisa hanyalah Benteng yang masih eksis hingga sekarang. kemudian mendaki lereng bukit (benteng alam) dan akhirnya sampai di benteng bentukan manusia. namun tidak diketahui secara pasti kapan berdirinya. Namun tidak dijelaskan keturunan dari batak mana penduduk asli tersebut. Kuta Karang. (1981). pada masa kepemimpinan Iskandar Muda. SH: 2004) Terdapat suku Karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Lagi pula. Menilik dari nama itu merupakan bahasa yang berasal dari suku Karo. Malaka dan Aceh. Mungkinkah pada masa itu kerajaan haru sudah ada?. Beliau menekankan bahwa penduduk asli Aceh Besar adalah keturunan mirip Batak. Kuta Binjei di Aceh Timur. dan lainnya. Letaknya percis diantarai dua lembah (splendid area) yang disebelah baratnya mengalir Lau Patani/Sungai Deli. Hal ini senada dengan pendapat Mohammad Said (1980) dimana peperangan yang terjadi pada masa sultan Iskandar Muda (1612-1619) tidaklah sehebat pertempuran pada masa Sultan Al-Kahar. Benteng ini termasuk dalam kategori local genius terutama dalam menghadapi musuh. Kuta Cane. lagi pula pusat kerajaan selalu berada di tepi sungai mengingat pentingnya sungai sebagai jalur transportasi. M. Sriwijaya. yakni musuh yang datang menyerang harus terlebih dahulu menyeberangi sungai. Lokasi yang tepat berada diantara dua lembah serta dialiri oleh sungai. Namun demikian. Johor. menjadi alasan bahwa daerah tersebut sengaja dipilih untuk mengantisipasi serbuan musuh (Military Strategic Sistem). nama ARU tidak pernah diberitakan lagi. Setelah diserang oleh laskar Aceh pada masa Sultan Alauddin Riayat Syah Al Kahar yang berkuasa tahun 1537-1568. Terbukti karena kerajaan Haru pernah berperang dengan kerajaan-kerajaan tersebut. kerajaan Haru-Karo mulai dari Aceh Besar hingga ke sungai Siak di Riau. Kerajaan Haru identik dengan suku Karo.yaitu salah satu suku di Nusantara. musuh memerlukan energi yang cukup kuat untuk bisa sampai kepusat benteng. Misalnya Kuta Raja (Sekarang Banda Aceh). Eksistensi Haru-Karo di Aceh dapat dipastikan dengan beberapa nama desa di sana yang berasal dari bahasa Karo. Benteng Putri Hijau yang terdapat di Deli Tua-Namu Rambe berdasarkan survei yang dilakukan oleh John Miksic (1979) luasnya adalah 1800 x 200 M2 atau 360 Ha. Eksistensi Kerajaan Haru-Karo Kerajaan Haru-Karo mulai menjadi kerajaan besar di Sumatera. Selanjunya disebutkan bahwa penduduk asli atau bumi putera dari Ke-20 Mukim bercampur dengan suku Batak Karo ysng dalam . Zainuddin dalam bukunya “Tarikh Aceh dan Nusantara” (1961) dikatakan bahwa di lembah Aceh Besar disamping Kerajaan Islam ada kerajaan batak Karo. Kuta Laksmana Mahmud. dalam bukunya “Karo dari Jaman ke Jaman” mengatakan bahwa pada abad 1 Masehi sudah ada kerajaan di Sumatera Utara yang rajanya bernama “Pa lagan”. Sementara itu. H. Oleh karenanya. Brahma Putra. Muhammad Said dalam bukunya “Aceh Sepanjang Abad”.Prinst. (bukan Iskandar Muda) pada tahun 1564. (D. Kuta Alam. Blang Kejeren. Temuan penting dari situs ini adalah ditemukannya benteng pertahanan yang terbuat secara alami maupun bentukan manusia.

terdiri dari Kecamatan Pancurbatu. Karo sebagai wilayah adalah sebuah Kabupaten dengan luas wilayah 2. Di daerah tingkat II Dairi. Kemudian pengucapan kata Haru ini berubah menjadi Karo.127. tetapi mencakup kewedanaan Karo Jahe yang mencakup daerah tingkat II Deli Serdang. Secara administrasi negara. Brahma Putra. . seperti: Kaum Hindu. Kecamatan Patumbak. Golongan lainnya adalah Kaum Imam Pewet dan Kaum Tok Batee yang merupakan campuran suku pendatang. Kecamatan Kuala.25 Km2 atau 3. di daerah tingkat II Simalungun di sekitar perbatasan Karo dengan Simalungun. Kecamatan Sibolangit. Etnis ini masuk ke dalam etnis Batak. Penamaan demikian terkait dengan peristiwa perselisihan antara suku Karo dengan suku Hindu di sana yang disepakati diselesaikan dengan perang tanding. 1952:177-179). Haru-Karo. Perang tanding ini dapat didamaikan dan sejak saat itu suku Karo disebut sebagai kaum tiga ratus dan kaum Hindu disebut kaum empat ratus. Tandai permalink. Kecamatan Lau Bakeri dan Kecamatan Namorambe (Tambun. Tulis komen atau tinggalkan trackback: URL Trackback. Ginting. Kecamatan STM Hilir. Inilah diperkirakan awal terbentuknya nama Karo. Akan tetapi bila membicarakan wilayah budaya masyarakat Karo secara tradisional. di Kecamatan Tanah Pinem. Telusuri setiap komentar di sini dengan RSS feed kiriman ini. Kecamatan Sunggal (Brahmana. Kecamatan Tanjong Morawa. Arab. Persia.bahasa Aceh disebut batak Karee. etimologi Karo berasal dari kata Haru.01 % dari luas wilayah Propinsi Sumatera Utara. Kutabuluh. MARGA SEMBIRING PADA MASYARAKAT KARO March 9. 2007 at 12:33 pm dan disimpan di bawah Eksistensi Kerajaan Haru-Karodengan pengait kata (tags) Brahma Putra. Kelompok karo di Aceh kemudian berubah nama menjadi “Kaum Lhee Reutoih” atau kaum tiga ratus. Kecamatan Gunung Meriah. dalam bukunya “Karo Sepanjang Zaman” mengatakan bahwa raja terakhir suku Karo di Aceh Besar adalah Manang Ginting Suka. Kecamatan Salapian dan Kecamatan Bahorok. Karo dari Jaman ke Jaman. dan lainnya. Entri ini ditulis oleh rapolo dan dikirimkan oleh Nopember 17. Di daerah tingkat II Langkat mencakup Kecamatan Sei Binge. 1995:11). masyarakat Karo tidak hanya mencakup Kabupaten Dati II Karo sekarang ini saja. Dikemudian hari terjadi pencampuran antar suku Karo dengan suku Hindu dan mereka disebut sebagai kaum Jasandang. Masyarakat Karo dan Hindu Dalam beberapa literatur tentang Karo. dan di daerah Aceh Tenggara (Prop NAD). 2008 by satya sembiring Oleh Pertampilan Sembiring Brahmana Pendahuluan Masyarakat Karo adalah salah satu etnis yang ada di Sumatera Utara. Di daerah-daerah ini banyak ditemukan masyarakat Karo. Kecamatan Galang. Kecamatan Bangun Purba. Kecamatan Kutalimbaru. Kecamatan Deli Tua. Kecamatan Selesai dan Kecamatan Padang Tualang. Kecamatan Biru-Biru. Kecamatan STM Hulu. Kata Haru ini berasal dari nama kerajaan Haru yang berdiri sekitar abad 14 sampai abad 15 di daerah Sumatera Bagian Utara. Sebanyak tiga ratus (300) orang suku Karo akan berkelahi dengan empat ratus (400) orang suku Hindu di suatu lapangan terbuka.

Pembentukan ini berkaitan dengan keamanan. Tongging dan akhirnya sampai di Dataran Tinggi Karo. Mereka ini masuk ke dataran tinggi Karo. Kedatangan kelompok klen Karo-Karo. Klen Ginting misalnya adalah petualangan yang datang ke Tanah Karo melalui pegunungan Layo Lingga. seperti ke Deli Serdang. sebagai salah satu jalan keluar untuk mengatasi pergolakan antara orang-orang yang datang dari kerajaan Aru dengan penduduk asli. Ginting. Tarigan dan Perangin-Angin. tidak diketahui pasti. di Jawa maupun di daerah lainnya. sebelum klen Karo-Karo. Mbiring artinya hitam. kemudian menyebar ke berbagai wilayah di sekitarnya. Klen Tarigan adalah petualangan yang datang dari Simalungun dan Dairi. Kedatangan mereka ke dataran tinggi Karo. Penyebaran atau kedatangan orang-orang Tamil ini diperkirakan tidak bersamaan waktunya. bahasa maupun tatacara kehidupan masyarakat masih dapat ditemui pada kelompok-kelompok masyarakat Indonesia tertentu. namun sisa-sisa keberadaannya yang bersifat monumental masih banyak ditemukan. Kini hasil pembentukan klen ini akhirnya melahirkan merga si lima (klen yang lima) yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Karo saat ini. Tidak dapat disangkal. karena mereka sama-sama menuju dataran tinggi Karo. Melihat makna kata Si e mbiring. akhirnya membuat klen pada masyarakat Karo semakin bertambah. Boleh jadi setelah beberapa tahun atau puluhan tahun menetap di sekitar pantai Pulau Sumatera. Ginting. Khusus pada masyarakat Karo. Bahkan secara individu kini mulai menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. walaupun kebudayaan Hindu telah mengalami masa surut pada daerah di Indonesia akibat didesak oleh Islam dan Kristen. Sembiring. peninggalan Hindu yang paling monumental adalah marga yaitu marga Sembiring. Simalungun dan Tanah Alas (Aceh Tenggara). tetapi sesuai dengan proses peralihan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Karo Tua kepada masyarakat Karo Baru yakni lebih kurang pada tahun 1780. Marga Sembiring dan Keturunan Masyarakat Hindu Dari sekian banyak peninggalan Hindu yang terdapat pada masyarakat Karo. Akhirnya masyarakat Karo yang terdiri dari merga si lima yang berdomisili di Dataran Tinggi. Penyebarannya secara bergelombang. Si e mbiring artinya yang ini hitam. Tarigan dan Perangin-Angin menjadi bagian dari masyarakat Karo sekarang. telah ada penduduk asli Karo pertama yakni klen Karo Sekali. sedangkan dalam bentuk nonfisik. Di Sumatera. masih kokoh berdiri bangunan Candi. kiranya cukup jelas bahwa yang dimaksud adalah segerombolan manusia yang berkulit hitam. barangkali yang keabadiannnya kelak melebihi usia bangunan Candi adalah marga yaitu marga Sembiring. Sembiring. Sembiring diidentifikasikan berasal dari orang-orang Hindu Tamil yang terdesak oleh pedagang Arab di Pantai Barus menuju Dataran Tinggi Karo. seperti agama Hindu.Menurut Sangti (1976:130) dan Sinar (1991:1617). Tetapi diperkirakan Sembiring ini adalah marga yang termuda dari lima cabang marga yang ada pada masyarakat Karo. dalam bentuk fisik. menurut Sangti mendorong terjadi pembentukan merga si lima (Marga yang lima). orang-orang yang berkulit hitam ini adalah orang Tamil atau Keling yang berasal dari Asia Selatan (India). Sejak kapan resmi Sembiring menjadi bagian dari marga masyarakat Karo. maupun ke luar wilayah negara Indonesia. Dairi Langkat. Perangin-angin adalah petualangan yang datang dari Tanah Pinem Dairi. boleh jadi terutama disebabkan terdesak oleh pedagang-pedagang Arab dengan Agama Islamnya. . kondisi ini akhirnya. Pembentukan ini bukan berdasarkan asal keturunan menurut garis bapak (secara genealogis patrilineal) seperti di Batak Toba. Sembiring berasal dari kata Si + e + mbiring. tidak secara langsung. Bagi penduduk Asia Tenggara.

Akhirnya pengucapan si mbiring berubah menjadi Sembiring dan kemudian menjadi marga yang kedudukannya sama dengan marga yang lain. Liangmelas Silalahi. Payung. Negeri Colia Kubucolia. Martelu. Perbesi. Gunungmeriah Rumah Kabanjahe. Naman. Mereka sampai di Karo disebabkan mengungsi karena kerajaan Haru Wampu tempat mereka berdiam selama ini diserang oleh Laskar Madjapahit. penyebaran orang-orang Tamil ini akibat terdesak oleh pedagang-pedagang Arab (Islam) yang masuk dari Barus.Brahma Putro menyebutkan kedatangan orang Hindu ini ke pegunungan (Tanah Karo) di sekitar tahun l33l-l365 masehi. Pasirtengah 7 Meliala 8 9 Depari Pelawi 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 Maha Sinupayung Jumaraja. Kandibata. Seberaya Pandebayang Buluhnaman. Tualang. Munte Seberaya. setelah resmi menjadi bagian dari masyarakat Karo adalah sebagai berikut N o 1 2 3 4 5 6 Sembiring Desa Asal (Kuta Kemulihen) Kembaren Sinulaki Keloko Pandia Gurukinayan Brahmana Samperaya. Gurusinga Tekang Kaban Muham Susuk. Bekawar Sarinembah. Pandan. Mereka disapa dengan si mbiring. Menurut cerita-cerita dari tetua. Perbesi. Adapun pembagian marga Sembiring. Orang-orang Tamil (+ pembauran) yang kalah bersaing ini lalu menyingkir ke pedalaman pulau Sumatera. Perbaji. Beganding Gurukinayan. Perbesi Busok Kidupen. kedatangan mereka di Tanah Karo diterima dengan baik. Selandi. Paropo Seberaya. salah satu daerah yang mereka datangi adalah Tanah Karo. Munte Ajijahe. akan tetapi ada pula yang memberikan hipotesa. Kidupen. Rajaberneh. Limang. Lau Perimbon . Perbesi. Paropo Pergendangen.

Aceh Tenggara dan sudah menjadi bagian dari masyarakat Alas. Sedangkan Sembiring yang berasal dari Kerajaan Pagarruyung terdiri dari lima sub marga yaitu Sembiring Kembaren. mereka tidak mengubur jenasahnya tetapi memperabukannya (dibakar) dan abunya ditaburkan di Lau Biang (Sungai Wampu). Pandia. seperti halnya para keturunan Raja Hindu Pagarruyung yang menetap di Sumatera Barat sudah pula menjadi bagian dari masyarakat Minangkabau. Colia dari daerah Chola. Beganding Sinukapar Sidikalang. Gurukinayan. Bukan dibuang seperti yang dilakukan kelompok Sembiring Singombak. Dijuluki Sembiring Singombak karena dahulu. Beberapa desa asal ini seperti Silalahi. Juhar Bunu Aji Kutatengah. Demikian pula dengan Depari. tetapi abu jenasahnya mereka kubur. Mereka ini tidak berpantang memakan daging anjing. Sarintonu. Sinupayung dan Bangko. Pandia. Bunu Aji. Sembiring Singombak ini terdiri dari 15 sub marga yaitu Brahmana. Kelompok ini sekarang berdomisili di Alas. tetapi terletak dalam wilayah Batak yang lain. Maha. Colia. diduga berasal dari nama daerah asal mereka di India. Meliala. tidak terletak dalam wilayah Kabupaten Karo. Adapun penyebab lahirnya sub-sub marga ini beberapa diantaranya. Pelawi. Pelawi. Depari. Mereka ini berpantang memakan daging anjing. Pertumbuken Catatan: Desa asal ini dapat berarti desa yang dibangun atau didirikan oleh subklen marga tersebut. Keloko. Muham.1 7 1 8 1 9 2 0 Sinukaban Tidak diketahui lagi desa asalnya Keling Rajaberneh. Brahmana dari kelompok Pendeta Hindu. sehingga mereka tidak boleh mengadakan perkawinan antar sesama mereka. Bunu Aji dan Busok. Paropo. Muham dari daerah Muoham. Tekang dari daerah Teykaman. Klen Sembiring pada masyarakat tersebut di atas berasal dari dua sumber. Khusus untuk Sembiring Bangko. Sama seperti kelompok Sembiring Singombak. boleh mengadakan perkawinan sesama mereka di luar dari kelompoknya. sumber pertama yang berasal dari Hindu Tamil dan yang kedua berasal dari Kerajaan Pagarruyung. Keling. Colia. Pande Bayang. Sembiring yang berasal dari Hindu Tamil disebut Sembiring Singombak. kelompok Sembiring yang berasal dari Kerajaan Pagarruyung ini juga dilarang mengadakan perkawinan sesama mereka. . Kelompok Sembiring Brahmana. Namun kesembilan sub marga Sembiring yang terbagi ke dalam dua kelompok ini. atau desa awal yang mereka tempati sejak menjadi bagian dari masyarakat Karo atau desa asal mereka dari daerah luar budaya Karo. Kelompok Sembiring ini juga memperabukan jenasah keluarga mereka yang meninggal dunia. Tekang dan Kapur. Meliala dari daerah Malaylam. apabila ada keluarga mereka yang meninggal dunia. Gurukinayan dan Keling menganggap mereka seketurunan. mereka ini juga menganggap seketurunan dan pantang mengadakan perkawinan antar sesama mereka. Busok. Misalnya Sembiring Pandia diduga berasal dari daerah Pandya. Saat ini pada umumnya kelompok marga Sembiring ini sudah memeluk agama Kristen atau Islam dan tidak lagi memperabukan jenasahnya seperti dahulu. Sinulaki.

malah banyak yang berkulit kuning langsat mirip bangsa lain seperti Cina.Dalam hal ini. dahulu kala sebenarnya boleh jadi berasal dari dukungan individu-individu etnis lain yang berasimiliasi. di Sumatera di luar masyarakat Karo yang sudah menjadi bagian dari masyarakat setempat. yang ada di wilayah Indonesia. etnis Y kini. Misalnya Batak Toba. Penutup Dari uraian-uraian di atas. mereka akhirnya fasih berbahasa Karo dan diberi marga dan justru lebih Karo dari individu Karo sendiri. Jambi. Misalnya masyarakat Aceh yang tinggal di Kabupaten Aceh Besar. Di luar masyarakat Karo. etnis Y tersebut pada hari ini. tetapi dalam pengertian luas (lebih luas) bukan hanya yang terdapat pada masyarakat Karo saja. Burung Balam oleh subklen klen Tarigan. banyak yang . Pandangan ini berasal dari kemiripan bentuk fisik orang Aceh saat ini dengan bangsa-bangsa yang disebut di atas. tetapi bila dilihat dari fisik atau warna kulit sudah semakin sulit. Dari data sejarah etnis Aceh ada pandangan yang mengatakan Aceh itu adalah akronim dari A (Arab). jelaslah bahwa orang-orang yang bermarga Sembiring pada masyarakat Karo pada mulanya bukanlah orang “Karo Asli”. Artinya banyak dari mereka lebih memahami adat istiadat masyarakat Karo daripada individu Karo tersebut. membaur yang akhirnya menjadi bagian etnis X. atau yang mengusul asal usulnya dan berkesimpulan dari lapisan yang paling indah yang mereka sebut Tetoholi Ana’a yang turun di wilayah Gomo (Nias). oleh subklen Sebayang. atau yang mengkaitkannya dengan turunan Raja Iskandar Zulkarnain yang turun di Bukit Siguntang Palembang (Melayu). Dalam masyarakat Karo mitos tersebut berkaitan dengan totem (totem yaitu kepercayaan adanya hubungan khusus antara sekelompok orang dengan binatang atau tanaman atau benda mati tertentu). tetapi semua keturunan yang berasal dari Asia Selatan yang sekarang sudah membaur dengan penduduk setempat. antara lain seperti yang terjadi pada masyarakat Karo. Di Sumatera Barat seperti keturunan Raja Hindu Pagarruyung yang lain yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Minang. Anjing oleh subklen Sembiring Brahmana. bukanlah berasal dari klaim etnis yang murni. Mereka adalah penduduk pendatang yang kemudian berbaur dengan penduduk setempat. tidak memitoskan asal usulnya seperti etnis atau kelompok marga lain. yang akhirnya menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Karo. Marganya mengingatkan kepada asal-usulnya. kelompok marga Sembiring dalam masyarakat Karo. C (Campa). apakah itu di Aceh yang sudah menjadi bagian dari masyarkat Aceh. Gejala-gejala seperti ini dapat disamakan dengan keadaan penduduk di pedesaan daerah Karo saat ini. Di pedesaan Karo sekarang ini banyak penduduknya “bukan” lagi orang Karo tetapi sudah diisi dengan penduduk pendatang seperti dari Suku Jawa. Riau. Banyak yang bermarga Sembiring tidak lagi berkulit Hitam seperti asal-usulnya. E (Eropah – Portugis) dan H (Hindi – Hindu). etnis Y. Misalnya haram mengkonsumsi daging binatang seperti Kerbau Putih. Mereka yang mengidentifikasi kelompoknya sebagai etnis X. Ciri-ciri utama yang kini masih dapat dikenali dari keturunan Hindu ini adalah marganya. apa yang kita klaim sebagai kemurnian etnis misalnya etnis X. kasus yang sama dan hampir sama misalnya di Aceh. yang mengusut asal-usul leluhurnya dari langit yang turun di puncak gunung Pusuh Buhit (Toba). Manfaat Pengungkapan Histografi Tradisional Apa manfaat pengungkapan histografi tradisional seperti ini? Manfaat pengungkapan histografi tradisional seperti ini adalah untuk menunjukkan bahwa boleh jadi. Dalam pengertian sempit Sembiring hanyalah yang terdapat dalam masyarakat Karo.

bergelar Sayid atau Syarifah. Adat Istidat Karo. 2002. Inti Idayu Pers. Menelusuri Wilayah Bahasa Karo. keturunan Raja Hindu Pagarruyung. 2. Perekat Hati Yang Tercabik. Neumann. Medan. Medan: Tenah. sebelum Indonesia menjadi satu negara. 1986. Corat-Coret Budaya Karo. Sedangkan di luar Pulau Sumatera. Jakarta: Depdikbud. Kesadaran. 1995. fisik mereka menyerupai orang Arab. Tridah. Kini para pembauran tersebut sudah menjadi bagian dari masyarakat etnis tersebut. M. Sejarah Sebayang Mergana. Djakarta: Balai Pustaka.S. 1986. 2005 yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Unversitas Udayana. Sebayang. Monografi Daerah Sumatera Utara. Sebuah Sumbangan: Sejarah Batak Karo. Medan: Yayasan Massa. Jakarta: PT. Hutauruk. Brahmana. 1972. Bangun. Brahmana. Kepustakaan Anonim. Masyarakat Betawi ada yang berasal dari keturunan bangsa Eropah (Portugis atau Belanda). Medan: Ulamin Kisat. Jakarta: Bharata. Medan. Prinst. Penulis adalah Magister Kajian Budaya dengan Pengkhususan Sistem Pengendalian Sosial. Tarigan. Brahma. Banda Aceh-Yogya: Penerbit Yayasan Ulul Arham (YUA) dan Pustaka Pelajar. Putro. J.K. Djalil. Darwan-Darwin. dari Universitas Udayana Denpasar Tahun 1998 (kawarmedan@yahoo. Masyarakat Lamno di Aceh Barat menyerupai orang Portugis. Sarjani (ed). 1981. ARTIKEL . P. No. 1986. Karo Dari Jaman Ke Jaman I. Jakarta: Penerbit Erlangga. Bunga Rampai Seminar Kebudayaan Karo Dan Kehidupan Masa Kini. Manusia Batak Karo. L. R. 1952. masyarakat Aceh di Sigli (Pidie) dan Lhokseumawe (Aceh Utara) banyak yang mirip India (Tamil). Di Sumatera Barat. Rakutta S. Tambun. Yusuf. Sejarah dan Kebudayaan Karo. 1976. padahal dalam klaim itu ada spirit provokasi yang dilakukan oleh kalangan tertentu untuk kepentingannya apakah itu atas nama etnis untuk kepentingan diri si elit.com) Tulisan ini pernah dipublikasikan pada Jurnal Dinamika Kebudayaan. M. 1987. Sejarah Ringkas Tapanuli: Suku Batak. untuk kelompok si elit atau mungkin aspirasi politik si elit di era otonomi daerah ini khususnya dalam kepentingan pilkada atau kepentingan lainnya yang bersifat merusak spirit multikulturalisme atau pluralisme bangsa yang sudah terbangun sejak dahulu kala. Vol VII. agar kita sebagai individu atau sebagai kelompok tidak mudah terjebak dalam klaim kemurnian etnis. Bandung: Yirama. 1985. 1986. Denpasar 1.H. pemahaman seperti ini sangat penting. misalnya masyarakat Betawi.

Pembentukan ini bukan berdasarkan asal keturunan menurut garis bapak (secara genealogis patrilineal) seperti di Batak Toba. Simalungun. sebelum klen Karo-Karo. Batak Toba. Sembiring. Luas daerah Sumatera Utara sekitar 71. ada yang mengusut asal-usul leluhurnya dari langit yang turun di puncak gunung Pusuh Buhit (Toba). kondisi ini akhirnya. Menurut Sangti (1976:130) dan Sinar (1991:1617). atau yang mengusul asal usulnya dab berkesimpulan dari lapisan yang paling indah yang mereka sebut Tetoholi Ana'a yang turun di wilayah Gomo (Nias). Ginting. Dalam masyarakat Karo pun.11 Juni 2006 . Tongging dan akhirnya sampai di dataran tinggi Karo. asal-usul suku di Sumatera Utara bervariasi. telah ada penduduk asli Karo pertama yakni klen Karo Sekali.dengan segolongan binatang atau tanaman atau benda mati sebab dipercayai antara benda-benda itu dengan dirinya ada suatu hubungan yang erat dan sangat khusus. dengan mata pencaharian sehari-hari adalah bertani. Dalam masyarakat Karo mitos tersebut berkaitan dengan totem16. Inilah diperkirakan awal terbentuknya nama Karo. etimologi Karo berasal dari kata Haru. Berdasarkan mitos yang ada. dataran rendah. Mitos ini tidak berkait erat dengan hal-hal yang sulit ditelusuri oleh akal seperti yang mengusut asal-usul leluhurnya dari langit yang turun di puncak gunung Pusuh Buhit (Toba). Dalam beberapa literatur tentang Karo. Kata Haru ini berasal dari nama kerajaan Haru yang berdiri sekitar abad 14 sampai abad 15 di daerah Sumatera Bagian Utara. Pesisir. Daerah pantai terletak sepanjang pesisir timur dan barat dan bersambung dengan dataran rendah terutama di bagian timurnya. Toba dan Humbang merupakan dataran tinggi. Hal inilah maka kemudian corak ragam budaya penduduk pribumi Sumatera Utara ditemukan perbedaan-perbedaaan.680 km2 dan terletak antara 1 dengan 4 lintang Utara dan antara 98 dengan 100 bujur timur. petualangan yang datang dari Tanah Pinem Dairi. menurut Sangti mendorong terjadi pembentukan merga si lima. Sembiring diidentifikasikan berasal dari orang-orang Hindu Tamil yang terdesak oleh pedagang Arab di Pantai Barus menuju Dataran Tinggi Karo. Tarigan dan Peranginangin.15:54 WIB Asal Usul Etnis dan Nama Karo Daerah Sumatera Utara terdiri dari daerah pantai. tetapi sesuai dengan proses peralihan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Karo Tua kepada . ada yang berasal dari turunan Raja Iskandar Zulkarnain yang turun di Bukit Siguntang Palembang (Melayu). Berdasarkan perkiraan-perkiraan yang disusun para ahli. sedangkan pegunungan bukit barisan yang membujur di tengahtengah dari utara ke selatan merupakan daerah pegunungan. akhirnya membuat masyarakat Karo semakin banyak. Mandailing dan Nias. Perangin-angin adalah 16 Totem yaitu kepercayaan akan adanya hubungan gaib antara sekelompok orang sesekali dengan seseorang . Sembiring. Pakpak Dairi. dataran tinggi dan pegunungan. Ginting. Tarigan dan Perangin-angin menjadi bagian dari masyarakat Karo sekarang. atau yang mengkaitkannya dengan turunan Raja Iskandar Zulkarnain yang turun di Bukit Siguntang Palembang (Melayu). penduduk asli Sumatera Utara ini berasal dari Hindia Belakang yang datang ke kawasan ini secara bertahap. Burung Balam oleh subklen klen Tarigan. karena mereka sama-sama menuju dataran tinggi Karo. Dengan kedatangan kelompok klen Karo-Karo. oleh subklen Sebayang. Karo. Klen Tarigan adalah petualangan yang datang dari Dolok Simalungun dan Dairi. Dataran Karo. ada yang berasal dari lapisan yang paling indah yang disebut Tetoholi Ana'a yang turun di wilayah Gomo (Nias). Kemudian pengucapan kata Haru ini berubah menjadi Karo. Penduduk pribumi Sumatera Utara terdiri dari suku Melayu. Klen Ginting misalnya adalah petualangan yang datang ke Tanah Karo melalui pegunungan Layo Lingga. ada ditemukan mitos tentang asal usul etnis ini. Misalnya haram mengkonsumsi daging binatang seperti Kerbau Putih. Anjing oleh subklen Brahmana.

4. Deli Serdang. dan Dataran Tinggi Karo sampai Tanah Alas (Propinsi Aceh = Aceh Tenggara). 2. Simalungun dan Tanah Alas (Aceh Tenggara). Pada tahun 1908 (stbl no. yang menganggap dirinya termasuk ke dalam Batak Karo. dan wilayah Karo Dusun. 604) ditetapkan batas-batas Kabupaten Karo dengan Kabupaten Dairi. Pak-Pak Dairi sampai Tanah Alas. wilayah ini terletak 1000 meter di atas permukaan laut yang mencakup di sekitar Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. 6. 5. yang terdiri dari kecamatan Serbanyaman. 3. dengan besluit Goverment No. dengan memisahkan seluruh pantai Timur dengan Kabupaten Karo sekarang. Simalungun. yang terdiri dari kecamatan Selapian dan kecamatan Bahorok dimasukkan ke Kabupaten Langkat sekarang. Karo Dusun. sepanjang sungai renun kecamatan Tanah Pinem dan Kecamatan Lingga. Berdasarkan perkiraan Neumann dan Parlindungan di atas. 100 meter di atas permukaan laut. Daerah Wilayah Budaya Masyarakat Karo Menurut Neumann (1972:8) wilayah Karo adalah suatu wilayah yang luas. Pada tanggal 19 April 1912. 1. Pada masa penjajahan Belanda. Kini pembentukan klen ini akhirnya melahirkan merga si lima (klen yang lima) yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Karo saat ini.masyarakat Karo Baru yakni lebih kurang pada tahun 1780. Karo Timur. Pembentukan ini berkaitan dengan keamanan. Deli Serdang. sebagai salah satu jalan keluar untuk mengatasi pergolakan antara orang-orang yang datang dari kerajaan Aru dengan penduduk asli. yang berbeda dengan Batak Toba. yang terlepas dari perbedaan-perbedaan antar suku.Batak Timur (?= Simalungun). Sementara itu Parlindungan (1964:495) membagi wilayah Karo menjadi dua bahagian yaitu Wilayah Karo Gunung. seperti ke Deli Serdang. Akhirnya masyarakat Karo yang terdiri dari merga si lima yang berdomisili di dataran tinggi.. 1981). Bahkan secara individu kini mulai menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. kemudian menyebar ke berbagai wilayah di sekitarnya. Karo Bingei. dengan memasukkan daerah Karo Baluren. 7645. telah ditetapkan pula batas antara Kabupaten Karo sekarang dengan Deli Hulu. Wilayah ini berada di luar dari Wilayah Karo Gunung. Bangsa Batak Karo berada di Langkat. Pada tanggal 19 April 1912. Pembagian ini bermotif kepentingan politik pemerintahan jajahan Belanda. pemerintahan jajahan Belanda membagi daerah Karo dibagi menjadi 5 wilayah yang terdiri dari (1) Wilayah . Dairi Langkat. wilayah Karo ini dibagi atas beberapa daerah. menetapkan batas-batas Kabupaten Karo dengan Kabupaten Simalungun sekarang dengan memasukkan Urung Silima Kuta ke dalam daerah tingkat II Kabupaten Simalungun. Namun setelah kedatangan Belanda (Putro. Batak Pak-Pak. kecamatan Sunggal dan kecamatan Delitua dimasukkan ke Kabupaten Deli Serdang. maupun ke luar wilayah negara Indonesia. wilayah budaya Karo pada zaman sebelum kedatangan Belanda sangat luas. Seluruh perpaduan suku-suku Batak Karo diikat oleh suatu dialek yang dapat dimengerti dimana-mana dan hampir tidak ada perbedaannya antara yang satu dengan yang lain. Daerah ini boleh jadi mencakup Langkat. dengan besluit Goverment Bijblad No. 17. masuk menjadi daerah Kabupaten Dairi. dimasukkan ke daerah tingkat II Kotamadya Medan.

(3) Wilayah Suka. Merga : Suku Karo memiliki sistem kemasyarakatan atau adat yang dikenal dengan nama merga silima. Luas Kabupaten Tingkat II Karo 2. tutur siwaluh. Kecamatan Salapian dan Kecamatan Bahorok. Secara administratif. Kecamatan Deli Tua. Kecamatan Tanjong Morawa. Kecamatan Patumbak. Kecamatan STM Hilir. Masing-masing wilayah ini terdiri dari beberapa desa. Di daerah tingkat II Dairi. batas-batasnya adalah: Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Utara dengan Langkat dan Deli Serdang Selatan dengan Dairi dan Danau Toba Timur dengan Simalungun dan Barat dengan Aceh Tenggara (Prop Aceh). dan (5) Wilayah Kutabuluh. wilayah ini tidak mengalami perubahan.01 % dari luas wilayah Propinsi Sumatera Utara.400 m di atas permukaan laut. Kecamatan Munte. Kecamatan Sunggal (Brahmana. bermukim di daerah pegunungan tepatnya di daerah Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Kecamatan Kuala.127. Kecamatan Laubaleng. Masyarakat Karo mempunyai sistem marga (klan).Lingga. Kecamatan BiruBiru. dan di daerah Aceh Tenggara. tetapi mencakup kewedanaan Karo Jahe yang mencakup daerah tingkat II Deli Serdang. Kecamatan STM Hulu. Marga atau dalam bahasa Karo disebut merga tersebut disebut untuk laki-laki. Kini yang masuk ke dalam daerah wilayah Karo secara politik adalah yang terletak dan masuk ke dalam wilayah Kabupaten Tingkat II Karo dengan ibukotanya berkedudukan di Kabanjahe. Ada sebagian dari suku ini tidak mau disebut etnis Batak karena mereka mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba. Kecamatan Gunung Meriah. di daerah tingkat II Simalungun di sekitar perbatasan Karo dengan Simalungun. terdiri dari Kecamatan Pancurbatu. Namun demikian bila membicarakan wilayah budaya masyarakat Karo secara tradisional (kultural) tidak hanya mencakup Kabupaten Dati II Karo sekarang ini saja. 1995:11).25 Km2 atau 3. Kecamatan Tigapanah Kecamatan Kabanjahe. Kecamatan Payung. dan terletak pada ketinggian 140 m 1. Merga atau beru ini disandang di belakang nama seseorang. Kabupaten Daerah tingkat Karo ini terletak pada kordinat 20 40' 30 10' LU dan 970 55' 980 38'. 1952:177-179). Kecamatan Kutalimbaru. (4) Wilayah Barusjahe. sedangkan untuk perempuan disebut beru. Kecamatan Brastagi. di kecamatan Tanah Pinem. Pakaian adat suku ini didominasi dengan warna merah dan penuh dengan perhiasan emas. Pada masa Pemerintahan Jepang. Kecamatan Tiga Binanga. Di daerah tingkat II Langkat mencakup Kecamatan Sei Binge. Merga dalam masyarakat Karo . Kecamatan Selesai dan Kecamatan Padang Tualang. (2) Wilayah Sarinembah. Kecamatan Juhar dan Kecamatan Mardinding. Kecamatan Kutabuluh. Namun setelah Indonesia merdeka wilayah ini masuk menjadi bagian daerah tingkat II Kabupaten Karo yang dikepalai oleh seorang Bupati yang berkedudukan di Kabanjahe. Indonesia. kini Kabupaten Karo dibagi atas 13 wilayah Kecamatan yang mencakup Kecamatan Barus Jahe. Kecamatan Merek. Menganal lebih jauh Suku Karo di Sumatra Utara Suku Karo adalah salah satu suku yang berasal dari Sumatra Utara. Kutabuluh. Kecamatan Bangun Purba. Kecamatan Simpang Empat. Suhu udara di Kabupaten Tingkat II Karo antara 160 270 dengan kelembaban udara rata-rata 82%. dan rakut sitelu. Kecamatan Galang. Kecamatan Sibolangit. Kecamatan Tiganderket. Kecamatan Lau Bakeri dan Kecamatan Namorambe (Tambun.

Rakut Sitelu : Hal lain yang penting dalam susunan masyarakat Karo adalah rakut sitelu atau daliken sitelu (artinya secara metaforik adalah tungku nan tiga). yang berarti marga yang lima. Sembiring. Kelima merga tersebut adalah: Karo-karo. dalam bahasa Karo disebut sindauh ipedeher (yang jauh menjadi dekat). demikian juga antara perempuan dengan perempuan yang mempunyai beru sama. sehingga dilarang melakukan perkawinan. Orang yang mempunyai merga atau beru yang sama. Jadi seseorang itu menjadi kalimbubu adalah berdasarkan perkawinan. Arti rakut sitelu tersebut adalah sangkep nggeluh (kelengkapan hidup) bagi orang Karo. Tutur siwaluh adalah konsep kekerabatan masyarakat Karo. yaitu: kalimbubu. tutur siwaluh ini masih dapat dibagi lagi dalam kelompokkelompok lebih khusus sesuai dengan keperluan dalam pelaksanaan upacara yang dilaksanakan. Senina Sepengalon atau Sendalanen. kecuali pada merga Sembiring dan Peranginangin ada yang dapat menikah diantara mereka.terdiri dari lima kelompok. maka Tarigan adalah kalimbubu Si A. Setiap orang Karo mempunyai salah satu dari merga tersebut. yang berarti ikatan yang tiga. Kelengkapan yang dimaksud adalah lembaga sosial yang terdapat dalam masyarakat Karo yang terdiri dari tiga kelompok. seperti anak beru menteri dan anak beru singikuri. Kalimbubu simada dareh adalah berasal dari ibu kandung seseorang. Kalimbubu adalah kelompok pemberi isteri kepada keluarga tertentu. Kalimbubu dapat didefinisikan sebagai keluarga pemberi isteri. Merga diperoleh secara otomatis dari ayah. Jika A mempunyai anak. Paling tidak tiga generasi telah mengambil isteri dari keluarga tertentu (kalimbubunya). Jadi kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua adalah kalimbubu dari ayah kandung. Sipemeren. maka mereka disebut juga (b)ersenina. anak beru keluarga yang mengambil atau menerima isteri. anak beru. dan senina keluarga satu galur keturunan merga atau keluarga inti. yang disebut dengan merga silima. Kalau laki-laki bermarga sama. yaitu mereka yang bersadara karena mempunyai merga dan submerga yang sama. Anak beru tua adalah anak beru yang utama. yaitu sebagai berikut: Puang kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu seseorang. Bagian ini didukung lagi oleh pihak sibaribanen. anak beru. Tarigan. yaitu orang yang bersaudara karena mempunyai anak-anak yang memperisteri dari beru yang sama. yaitu orang-orang yang mempunyai isteri yang bersaudara. dan secara tidak langsung melalui perantaraan orang lain. Kalimbubu iperdemui. maka merga Tarigan adalah kalimbubu bena-bena/kalimbubu tua dari anak A. Namun dalam masyarakat Karo istilah ini digunakan untuk senina yang berlainan submerga juga. senina . Namun antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bermerga sama. Kalimbubu simada dareh adalah saudara laki-laki dari ibu kandung seseorang. adalah anak beru dalam satu keluarga turun temurun. yaitu orang-orang yang ibu-ibu mereka bersaudara kandung. yang berhubungan dengan penuturan.Anak beru ini terdiri lagi atas: anak beru tua. kalimbubu. Peranginangin Kelima merga ini masih mempunyai submerga masing-masing. Disebut kalimbubu simada dareh karena merekalah yang dianggap mempunyai darah. kalimbubu ini dapat dikelompokkan lagi menjadi: Kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua. Sembuyak. dianggap bersaudara dalam arti mempunyai nenek moyang yang sama. Senina. maka mereka disebut (b)ersenina. Anak beru. karena tanpa kehadirannya dalam suatu . senina sipemeren. jadi artinya adalah orang-orang yang lahir dari kandungan atau rahim yang sama. anak beru menteri Dalam pelaksanaan upacara adat. karena dianggap darah merekalah yang terdapat dalam diri keponakannya. Anak beru dapat terjadi secara langsung karena mengawini wanita keluarga tertentu. yaitu kelompok pemberiisteri kepada kelompok tertentu yang dianggap sebagai kelompok pemberi isteri adal dari keluarga tersebut. senina. Misalnya A bermerga Sembiring bere-bere Tarigan. mereka disebut erturang. berarti kalimbubu yang dijadikan kalimbubu oleh karena seseorang mengawini putri dari satu keluarga untuk pertama kalinya. berarti pihak yang mengambil isteri dari suatu keluarga tertentu untuk diperistri. senina sepengalon/sendalanen. Ginting. yaitu terdiri dari delapan golongan: puang kalimbubu. Merga ayah juga merga anak. secara harfiah se artinya satu dan mbuyak artinya kandungan. sembuyak.

Berdasarkan catatan sejarah. Penempatan tersebut dilakukan untuk meredam pemberontakan terhadap Kerajaan Aceh pada masa Raja Iskandar Muda. Ia adalah Panglima Perang Aceh yang ditempatkan di sekitar wilayah Kerajaan Haru. antara lain wisata sejarah. Istana itu bahkan masih berdiri megah hingga saat ini di tengah Kota Medan. Tanjung Balai.upacara adat yang dibuat oleh pihak kalimbubunya. Sumatera Utara (Sumut) masih mempunyai beberapa segi wisata. Bujur Ras Mejuah juah/eddy surbakti DeliTua. Asal kata menteri adalah dari kata minteri yang berarti meluruskan. Pertalian Aceh. pada abad ke-15. yaitu Langkat. Sejarah Kerajaan Haru pulalah yang memadukan masyarakat Karo. Karo. Ada pula yang disebut anak beru singkuri. Misalnya Si A seorang laki-laki. mempunyai saudara perempuan Si B. Pematang Siantar. Anak beru ini mempersiapkan hidangan dalam konteks upacara adat. Kerajaan Haru itu termasuk salah satu kerajaan terbesar di Sumatera. Saat ini. Setelah menguasai ibu kota Kerajaan Haru di Deli Tua. Simalungun. Tebing Tinggi. Salah satu Keturunan Gocah Pahlawan adalah Sultan Ma'moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Gocoh Pahlawan meminang putri keturunan Karo dan mendirikan Kerajaan Deli di tempat yang sama. . maka upacara tersebut tidak dapat dimulai. Medan. Karo. Salah satu wisata sejarah di Sumut yang belum banyak dikenal orang adalah menelusuri sejarah Kerajaan Haru. Anak beru tua juga berfungsi sebagai anak beru singerana (sebagai pembicara). Dalam panggilan sehari-hari anak beru disebut juga bere-bere mama. Anak beru sekoh baka tutup adalah anak saudara perempuan dari seorang kepala keluarga. Asahan. Situs Sejarah yang Terlupakan [i][u]oleh: arbain rambey[/u][/i] SELAIN wisata alam Danau Toba dan alam pegunungan di Bukit Lawang. Binjai. dan Deli bisa dilihat dari hal ini. Jadi anak beru minteri mempunyai pengertian yang lebih luas sebagai petunjuk. 6 April 2002. dan Labuhan Batu. Anak beru cekoh baka tutup. yaitu anak berunya anak beru. Anak beru menteri. yang merupakan salah satu cikal bakal kesultanan yang melahirkan Istana Maimoon di Medan. Sultan pertama Kerajaan Deli yakni Tuanku Panglima Gocoh Pahlawan. yaitu anak beru yang secara langsung dapat mengetahui segala sesuatu di dalam keluarga kalimbubunya. setara dengan Kerajaan Pasai dan Malaka. Sabtu. yaitu anak berunya anak beru menteri. karena fungsinya dalam upacara adat sebagai pembicara dan pemimpin keluarga dalam keluarga kalimbubu dalam konteks upacara adat. di wilayah bekas Kerajaan Haru ini telah berdiri sebelas kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara bagian timur. Deli Serdang. Melayu. dan Aceh pada sebuah pertalian. yang membangun Istana Maimoen pada akhir abad ke19. mengawasi serta membantu tugas kalimbubunya dalam suatu kewajiban dalam upacara adat. maka anak Si B adalah anak beru cekoh baka tutup dari Si A. Sumatera Utara.

dulunya. jangan membayangkan akan menjumpai runtuhan istana atau serakan batu candi misalnya. Dengan menaiki satu bukit lagi. Sumatera Utara." kata Darwan Perangin-angin. Kabupaten Deli Serdang. tidak ada peninggalan yang bisa kita rasakan saat ini. letak gundukan tanah yang menghadap ke . mulai dari raja hingga dayang-dayang kerajaan. untuk mandi. Cocok untuk trekking sambil berwisata. sebab di sepanjang jalan tersebut akan ditemui dua dari sebelas pancuran air yang dikeramatkan penduduk setempat. Situs itu kini hanya menyisakan gundukan tanah dengan tinggi sekitar lima meter dan lebar empat meter sehingga membentuk parit-parit yang dalam dan panjang. Sementara. Pancuran yang terbesar. Usai melewati jembatan gantung. "Orang Karo zaman dulu membangun rumah atau istana semata dari kayu. Mata air yang turun langsung dari bukit tersebut ditampung dalam sebuah bak tembok setinggi satu setengah meter. sampailah kita pada jalan yang diberi nama Jalan Pancur Gading. Bukti bahwa gundukan tanah tersebut digunakan sebagai benteng pertahanan jaman Kerajaan Haru adalah letak gundukan tanah itu yang mengelilingi tanah datar yang ada di atas bukit itu. Kini.MENJELAJAHI situs Kerajaan Haru adalah sebuah keasyikan tersendiri. Akan tetapi. Setelah melalui jalan aspal beberapa saat. puluhan orang bermalam di pancuran ini. Jadi. salah seorang penguasa terakhir Kerajaan Haru. terletak setelah kita melewati pancuran pertama yang berada di pangkal Jalan Pancur Gading. perjalanan ke situs itu kemudian dilanjutkan dengan melewati jalan berbatu dan sempit. Pada hari libur atau akhir pekan. pada daerah yang udaranya masih bersih. KINI kita sudah dekat dengan situs sejarah peninggalan Kerajaan Haru. semua pancuran air tersebut telah dibuat permanen. Lokasi bekas ibu kota Kerajaan Haru itu terletak sekitar lima kilometer dari Pasar Deli Tua Baru di Jalan Deli Tua. menyusuri pinggiran Sungai Deli dan menyeberangi sebuah jembatan gantung yang bergoyang saat dilewati. sampailah kita di sana. seorang tokoh masyarakat Karo yang mengarang buku "Adat Karo". Nama ini diberikan. Situs sejarah bekas Istana Kerajaan Haru berada dekat dengan pancuran yang kedua itu. sering digunakan oleh penduduk di Kerajaan Haru. Penduduk setempat mempercayai bahwa pancuran terbesar itu merupakan tempat Putri Hijau. Tepat di atas tanah datar itulah tempat Istana Kerajaan Haru dan permukiman penduduk Kampung Deli Tua dulu berada. Gundukan tanah tersebut dibangun sebagai benteng pertahanan Kerajaan Haru saat menghadapi serangan laskar Sultan Aceh Alaiddin Mahkota Alam Johan Berdaulat atau Sultan Alaiddin Riayat Shah Al Qahhar. Air tersebut kemudian dikeluarkan melalui dua buah pipa plastik yang tidak pernah ditutup sehingga airnya yang jernih itu mengalir terus-menerus. yaitu berasal dari tiga titik keluaran air. Masyarakat setempat mempercayai bahwa pancuranpancuran air tersebut.

000. hanya Nambun yang masih menyimpan ceriteraceritera legenda. Kampung Deli Tua. Ngirim menceritakan bahwa ia pernah menemukan sarung keris yang terbuat dari emas. sudah diamankan polisi saat itu juga.000 segramnya. Ngirim Ginting juga mempunyai pengalaman sama. misalnya dari kisah mata uang dirham (deraham dalam bahasa Karo). Dengan berada di situs bekas Istana Haru. Sarung keris berlapis emas itu kemudian ia jual ke Pasar Deli Tua Baru. "Saya jual sarung keris itu waktu harga emas masih Rp 2. Legenda rakyat yang berkembang tentang Kerajaan Haru. sedangkan peluru-peluru timah itu ia lebur dan dijadikan sebagai vas bunga di rumahnya. mampirlah ke sebuah kedai kopi di sana. Sekarang saya tidak menyimpan satu pun. Waktu itu. Maka. Bukan hanya Nambun. kampung ini merupakan ibu kota Kerajaan Haru dengan nama yang sama yakni Deli Tua. Uang-uang emas itu ia temukan di sekitar pekarangan rumahnya pada sekitar tahun 1970. yang berbentuk logam dan konon yang terbuat dari emas. Di sekitar sini juga pernah ditemukan patung naga terbuat dari emas dan pada bagian matanya dari berlian. memperoleh penguatan dari bukti-bukti yang ditemukan oleh penduduk Kampung Deli Tua itu sendiri. ." kata lelaki kelahiran tahun 1931 itu menambahkan. satunya masih laku Rp 4. Di kampung tersebut. dan dengarkan berbagai ceritera menarik dari penduduk. Sekitar abad ke-15. di Kabupaten Deli Serdang. pada beberapa bagian. Bukti bahwa peristiwa penyebaran uang logam tersebut terjadi bisa kita dapatkan dari ceritera para penduduk di sini. serta beberapa peluru timah berbentuk bulat. Nambun mengatakan sudah pernah menemukan lima keping uang logam emas yang dipercaya pernah digunakan oleh pasukan Kerajaan Aceh tersebut.arah Sungai Deli dimaksudkan untuk menangkal serangan dari musuh yang masuk lewat laut melalui aliran Sungai Deli. Dengan membayangkan bahwa keliling istana itu dulu dikelilingi pohon bambu. terasa betul betapa kuat dan strategisnya lokasi Istana Haru terhadap serangan musuh mana pun. "Sudah saya jual. yaitu Dusun 1. sekitar 10 tahun lalu. Uang logam emas bertuliskan huruf Arab tersebut digunakan pasukan Aceh untuk memancing pasukan Haru keluar dari bentengnya. yang masih tertinggal di dusun ini hanyalah ceritera-ceritera legenda yang dimiliki oleh hanya sebagian penduduknya. kita merasakan betul bahwa lokasi istana itu sangatlah strategis. seperti Putri Hijau yang mempunyai dua orang saudara yang berubah wujud menjadi naga dan meriam puntung. Sebagai bagian yang menyatu dengan bekas reruntuhan ibu kota Kerajaan Haru. Kisah tentang kemenangan laskar dari Sultan Aceh dalam perang melawan Kerajaan Haru. MASIH ada hal lebih menarik untuk kita telusuri. misalnya dari Nambun Sembiring Milala (71). hanya saja benda bersejarah yang ditemukannya berbeda. Tapi. Perjalanan dilanjutkan ke permukiman penduduk yang terdekat dengan situs sejarah ibu kota Deli Tua tersebut. yang diperoleh mereka secara lisan turun-temurun dari orang tuanya.

" kata Ngirim. .Hampir semua penduduk di sini pernah menemukan uang logam emas Deraham itu. yang enggan disebut namanya. Laksemana Zeng He (Cheng Ho) membawa Raja Haru Sultan Husin menghadap Kaisar Cina Yung Lo. 1310 M.: “Negarakertagama” mengenai penjajahan Majapahit juga menaklukkan “Haru” (lihat benteng Lalang Kota Jawa dipinggir Sei. Haru pulih perdagangannya kembali. 1292 M. Mereka tidak sadar bahwa dusun tempat mereka tinggal adalah sebuah situs sejarah yang mengenaskan karena tidak tersentuh usaha perlindungan sejarah. baik Nambun maupun Ngirim mengakui.: “Pararaton” tentang Expedisi Pamalayu Kartanegara (Jawa Timur) juga menyebut menaklukkan “Haru Yang Bermusuhan”. Berhiaskan kaligrafi dalam huruf Arab dan ukiran berbentuk bulat di sekeliling pinggiran lingkarannya. Deli (John Anderson1823). (Sultan Malikussaleh wafat 1292 M). Namun.: Fadiullah bin Abd. sejauh itu referensi sejarah tersebut masih kurang atau sangat kurang sehingga kita kekurangan bahan untuk membicarakannya. tapi pasti dijual. Terakhir masih ada yang menemukannya tahun kemarin.: Armada China pp. dan segera akan terlupakan. "Mereka juga tidak mengerti bahwa selama ini rumah yang mereka diami berada di sebuah bekas ibu kota kerajaan besar di zaman dahulu. Ia hanya mengetahui bahwa uang logam tersebut terbuat dari emas 24 karat dan bernilai uang jika dijual. Namun. Berikut ini. Mereka tidak mengerti bagaimana sebuah uang emas tipis seperti itu mampu mengungkapkan jati diri dan sejarah keluarganya. kini mulai digali. mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa uang logam tersebut bernilai sejarah yang tinggi. Data Sejarah Haru-Deli Tua-Puteri Hijau. Kadir Rasyiduddin dalam “Jamiul Tawarikh”. Selain Kota Cona Haru mempunyai juga Bandar di Medina (=Medan) menurut Laksemana Turki Ali Celebi 1554 M. Satu-satunya penduduk yang masih menyimpan uang logam tersebut adalah seorang ibu. 1365 M. : “Hikayat Raja-raja Pasai” menulis Haru diIslamkan oleh Nakhoda Ismail (Malabar) dan Fakir Muhammad (Madinah) sebelum mereka ke Samudera-Pasai. 1290 M." ujar Darwan. penulis ingin memaparkan sedikit tentang keberadaan sejarah tersebut yang dikutip dari referensi atau buku-buku yang ada di perpustakaan pribadi penulis. uang dirham itu memang tampak sangat tua. Uang emas berdiameter kurang dari satu sentimeter itu ditunjukkannya kepada Kompas untuk difoto. penduduk dusun yang sama.Meriam Puntung Sunday. 08 June 2008 02:28 WIB Catatan Tuanku Luckman Sinar Basarshah-II WASPADA ONLINE SEJARAH kerajaan –kerajaan di Sumatera Timur. 1412 M. Penduduk setempat menyebut kaligrafi itu sebagai tulisan berbahasa Aceh.

Sultan Johor kirim surat kepada Sultan Aceh dari markasnya di “Siberaya Quendu” mengingatkan Haru sudah ditangannya (menurut Pinto.Raja Imperium Melayu Riau-Johor. : Menurut Pinto : Permaisuri Haru minta bantuan Sultan Aluddin Riayatsyah-II (Imperium Riau-Johor) di Bintan dan lalu kawin dengannya.Puteri Hijau = Permaisuri Anche Sini (Anggi Sini?) yang cantik menurut Pinto berlayar ke Melaka minta bantuan Gubernur Portugis (Menurut HPH ia naik Naga Ular Simangombus (Perahu berkepala Naga?). . Laksemana Hang Nadim dengan 400 kapal perang mendarat di HARU dan menghancurkan tentera pendudukan Aceh disana. .Armada Johor pp. .Haru berada sekarang dibawah kekuasaan Imperium Melayu Riau-Johor. Mungkin asal Batak jadi Islam (masuk Melayu).Dikalangan pasukan Aceh tewas Raja Alamsjah (menantu Sultan Saidi Mukammil) dan dia adalah ayah dari Sultan Iskandar Muda.Raja Mansyursyah dimakamkan di “Kandang Medan” (Makam Keramat di Sukamulia Medan ?). Batu (Batak?) Hulu dikatan Hilir”.Meriam besar yang bertahan (Pinto. Meriam Puntung di halaman Istana Maimoon.: Armada Zeng He membawa Raja Haru Tuanku Alamsjah dengan misi dagang ke Cina. Malabar. dan menetap di Bintan. .Aceh mempergunakan bantuan perajurit asing (Gujarat. .Haru dipecah dua bagian yaitu : Guru (dari Sei. Sultan Aceh Alaidin Riayatsyah-II (Saidi Mukammil) menyerang Haru yang dipertahankan oleh Panglima Guri Merah Miru. HPH) .HARU dianggap setara dengan Melaka dan Pasai . 1521 M. (Hikayat Aceh). HPH adiknya Meriam Puntung) Bantuan Portugis senjata (Pinto. 1421. : “Sejarah Melayu” (Variant Version) menceritakan ketika Sultan Mahmud Melaka terusir Portugis 1511 M.Benteng di kepung 6 hari (Pinto. bila bersatu kembali pertanda Deli makmur (HPH). : Penyerangan Sultan Aceh Alaidin Riayatsjah-I bilad Mahkota Alam (alias Al Qahhar) ke Haru. 1431 M.Sultan Haru Ali Boncar kepalanya dibawa ke Aceh (Pinto) . Sultan Aluddin Riayatsyah-III (alias RAJA RADEN) lari dari markasnya di “Melaka Muda” (Gedong Johor Medan?) menuju pelabuhan Kuala Tanjung naik lancang kuning “Seri Paduka” . diceritakan oleh orang Portugis Ferdinand Mendes Pinto dan juga “Hikayat Puteri Hijo” dari Siberaya (lihat Middendorp). Turki bahkan orang Belanda anak buah De Houtman yang ditawan). HPH) .Meriam puntung moncongnya di Sukanalu. . itu menurut Pinto. . Hadramaut. HPH bendera Biru) Aceh menyogok uang emas (Pinto. Raja Kembat yang berbau Karo. 1471-1488 M. . 1599-1603 M.Nama Pembesar HARU : Serbanyaman. .) 1588 M. Merah Miru telah menabalkan Sultan Imperium Melayu Riau-Johor bernama Sultan Alauddin Riayatsyah-III menjadi Sultan Haru/Guri.Belawan s/d batas Temiang) dan HARU (Sei. 1539 M. : “Sejarah Melayu” Bab-24 menulis : .Sultan Aceh mengangkat cucunya SULTAN ABDULLAH menjadi Raja Haru (ia kemudian tewas ketika Aceh menyerang Portugis di Melaka).Rokan). : Haru melepaskan diri dari Aceh (Laporan dari Laksemana Perancis Beauleu dan Van Warwyk Belanda). 1540 M. Deli ke Sei. 1423.Nama Raja Haru Maharaja Diraja bin Sultan Sujak asal dari “yang turun dari batu (Batak?) Hilir dikatakan Hulu. . . Sultan Husin dari Haru berkunjung kesana dan kawin dengan Tun Puteh puteri Sultan Mahmud dan ribuan orang Melayu Johor/Riau turut mengantar tinggal di HARU. : Sultan Aceh Al Qahhar berhasil merebut Haru kembali dari tangan Johor. Raja Purba.1419. .

2. Peta Cina “Wu-pei-Shih” (1433 M) menurut Giles 3° 47’ Lintang Utara dan 98° 41’ Lintang Timur terletak didepan Kuala Deli. 11. Kerajaan Deli Suku Karo di Deli Tua itu terus menerus menentang dan berontak terhadap penjajahan ACEH. Markas Sultan Imperium Melayu Riau-Johor Sultan Alauddin RiayatsyahII di Haru (1540 M) ialah di “Siberaya Qendu”. Pinto) pusat Haru di sungai “Paneticao” (Sei. Kerajaan Deli berpusat di Deli Tua ini adalah Rajanya Suku Karo merga Karo Sekali dan rakyatnya Suku HARU (lihat keterangan Kejeruan Senembah 1879 kepada Residen Belanda tentang asalnya Si Mblang Pinggol dan Sawid Deli. Haru punya MERIAM BESAR di beli dari Pasai (Pinto) = Meriam Puntung adik Puteri Hijau (HPH) 6. 10. Makam Tuanku Gocah Pahlawan ada di Batu Jergok (Deli-Tua). lalu pergi ke Bintan. Babura). 13. Ditemukan banyak mata uang emas Aceh di benteng Puteri Hijau. 12. 7.Deli dan Sei. Menurut Pinto Permaisuri Haru berlayar naik perahu (berkepala Naga?) ke Melaka minta bantuan Portugis tetapi tidak berhasil. yaitu diseberang Pulau Sembilan (Perak). Meriam lela itu kini ada di Museum Pusat Jakarta. Raja Urung Sukapiring dan Raja Urung Senembah sehingga dia lalu diangkat oleh Sultan Iskandar Muda Aceh sebagai Wakil Sultan Aceh di Deli. Raja Urung XII Kuta Hamparan Perak. Ada bantuan senjata Portugis (Pinto) = Tentera bendera Biru” (HPH). Demikianlah. 8. Semoga tulisan atau data-data singkat ini dapat menjadi acuan kita dalam membicarakan sejarah kerajaan-kerajaan di Sumatera Timur. Puteri Hijau selamat dilarikan adiknya Ular Simangombus via Sei. Deli). Peta-peta kuno asing : Langenes 1598. 4. Sumber Portugis (F.kembali ke Johor Lama. Deli (lihat laporan JOHN ANDERSON 1823). . 3. “Hikayat Puteri Hijo” di Siberaya (lihat Middendorp) sama orangnya dengan Permaisuri Haru ANCHE SINI (Anggi Sini?) menurut Pinto.03 Balon Haru”(Jika 1103 H = 1539 M. M. Deli terus ke Selat Melaka tinggal di bawah laut dekat Pulau Berhala (HPH). Ada sogokan uang emas oleh pasukan Aceh sehingga benteng DeliTua kosong (Pinto = HPH). masa penyerangan Sultan Aceh Al Qahhar ke Haru. Dimanakah Pusat Kerajaan Haru? 1. 1613-1642 M. Itinerario 1598 dan lain-lain peta Portugis dan Perancis menunjuk Gori (Guri) = DELI. 1612 M. 5. : Sultan Iskandar Muda Aceh menugaskan panglimanya Tuanku Gocah Pahlawan menindas pemberontakkan Deli Tua itu. “Negarakertagama” (1365 M) = Lalang Kota Jawa dimana pernah tinggal 5000 pasukan Jawa dipinggir Sei. 9. Ada ditemukan oleh Kontelir Belanda di Deli di sungai Deli dekat benteng Deli Tua sebuah meriam lela yang ada tulisan “Sanat……. Dalam Pasar Malam Agustus 1908 di Medan oleh Sultan Deli dipamerkan intan berlian yang dapat di gali di Gedung Johor Medan. Dia akhirnya berhasil mengikat kerjasama dengan Raja Urung Sunggal. Polepon 1622. Banyak wanita dan pengiringnya serta harta benda yang tertinggal dan ditawan oleh Aceh (lihat kuburan tua dan benteng dipertemuan Sei. : Haru berganti nama dengan GURI dan berganti nama pula dengan Deli. Petani/Sei. Ulama Aceh Ar Raniri dalam “Bustanussalatin”(1640 M) menyatakan bahwa GURI itu dahulu bernama HARU.

dan dapat ditempuh dengan perahu selama 3 hari 3 malam dari Melaka dengan kondisi angin yang baik. karena sebelah barat Aru disebutkan adalah Samudera Pasai. Semua sumber China itu mengarahkan bahwa lokasi Kerajaan Aru itu berada di daerah Sumatera Utara.Kota Rantang dan Hubungannya Dengan Kerajaan Aru Posted on Mei 21. di sebelah utara dengan Laut. Aru berbatasan dengan Bukit Barisan. dan Amerika Serikat menemukan situs Kota Rantang yang terletak di Kec. Temuan itu berupa keramik.14. Sebagaimana diketahui. Hamparan Perak. dan bisa dipahami oleh publik secara logik? Tulisan singkat ini berupaya menjawab soalan itu berdasarkan batu nisan Aceh yang berada di situs Kota Rantang. potongan kayu bekas kapal. Yang menarik dari komentar para ahli sejarah dan arkeologi tentang temuan itu adalah. Malaysia). Pertanyaan ini penting untuk dijelaskan lebih awal sebagai entri point untuk menjelaskan isu tersebut diatas. Kerajaan Aru Dimanakah lokasi Kerajaan Aru dan benarkah Kerajaan Aru itu wujud dalam sejarah Indonesia. dan dengan kondisi angin yang baik dapat dicapai selama 3 hari. Dalam Hsingcha Shenglan (1426) disebutkan lokasi Kerajaan Aru berseberangan dengan Pulau Sembilan (wilayah pantai Negeri Perak. Di sebelah selatan. siapakah nama rajanya. temuan di kedua situs itu selalu dihubungkaitkan dengan keberadaan Kerajaan Aru. Sementara menurut Sejarah Dinasti Ming (1368-1643) Buku 325 disebutkan bahwa lokasi Kerajaan Aru dekat dengan Kerajaan Melaka. Deli Serdang. Koordinator kegiatan penggalian situs. aneka keramik yang ditemukan paling banyak berasal dari Dinasti Yuan abad ke-13-14. catatan atau rekord tentang Kerajaan Aru sangat terbatas sekali. keramik Vietnam abad ke-14-16. Oleh karena itu Gilles menegaskan bahwa lokasi Aru berada di sekitar Belawan (3o 47` U 98o 41` T) wilayah Deli Pantai Timur Sumatera. Jika benar. 2008 by kapasmerah Oleh: Suprayitno PADA April 2008. keramik Burma abad ke-14-16. dan keramik Khmer abad ke12. Mills menyatakan “fresh water estuary” adalah muara Sungai Deli. Gilles sebagaimana dikutip J.V. Singapura. Samudera Pasai sudah jelas terbukti berdasarkan bukti arekologi berupa makam Sultan Malik Al-Saleh posisinya . bagaimanakah kehidupan sosial-ekonomi penduduk dan hasil bumi negeri itu. khususnya Sumatera Utara. di sebelah barat bertetangga dengan Sumentala (Samudera Pasai) dan di sebelah timur berbatasan dengan tanah datar. keramik Thailand abad ke-14-16. Selain itu ada keramik dari Dinasti Ming abad ke-15. Nani H Wibisono dalam salah satu media Jakarta terbitan 24 April 2008 mengatakan. Temuan situs Kota Rantang kembali mengingatkan kita kepada temuan situs Kota China di Labuhan Deli yang ditemukan pada tahun 1970-an. batu bata dan nisan. Adapun batu nisan yang ditemukan di lokasi bergaya Islam bertuliskan syahadat tanpa ada angka tahun. Tim Peneliti Gabungan dari Indonesia. Pertanyaannya: benarkah demikian? Bagaimanakah temuan-temuan di lokasi tersebut berkaitan dengan Kerajaan Aru. A. Menurut Ma Huan dalam Ying Yai Sheng Lan (1416) di Kerajaan Aru terdapat sebuah muara sungai yang dikenal dengan “fresh water estuary”. Untuk sampai ke Kerajaan Aru. dibutuhkan pelayaran dari Melaka selama 4 hari 4 malam dengan kondisi angin yang baik.H.G.

di kota Hilir. Raja Kembat. Groeneveldt (1960:95) menegaskan lokasi Kerajaan Aru berada kira-kira di muara Sungai Barumun (Padang Lawas) dan Gilles menyatakan di dekat Belawan. Dalam konteks ini. Sebagaimana kita ketahui di Deli Hulu ada . putra Sultan Sujak “…yang turun daripada Batu Hilir di kota Hulu. makam-makam diraja Aru dsb. Jika begitu yang boleh kita pastikan adalah wilayah Kerajaan Aru berada di sebagian Pantai Timur Sumatera yang sekarang menjadi wilayah Provinsi Sumatera Utara. Siapakah penguasa Kerajaan Aru? Dalam Sejarah Melayu karya Tun Sri Lanang (1612) disebutkan bahwa Kerajaan Aru pada periode 1477-1488 dipimpin oleh Maharaja Diraja. yakni berhadapan dengan Pulau Sembilan di Pantai Perak Malaysia. Batu Hulu di kota Hilir”. sehingga yang tepat adalah “…yang turun daripada Batak Hilir di kota Hulu. maka di sepanjang pantai Sumatera Timur. T. Penguasa. Jika informasi ini dikaitkan. Namun. dan lainlainnya sebagaimana disebutkan di awal tulisan ini belum dapat dijadikan bukti yang kuat. secara pasti belum dapat ditetapkan. Sungai Deli. Sementara ada juga yang menyatakan lokasi Kerajaan Aru berada di muara Sungai Wampu (Teluk Haru/Langkat). Dua lokasi tempat ditemukannya sisa-sisa keramik China. Menurut beliau ada kesalahan tulis antara wau pada akhir “batu” dengan kaf. dapat kita pastikan bahwa bandar-bandar perdagangan yang sering berfungsi sebagai pusat sebuah kekuasaan politik (kerajaan) pastilah berada di sekitar muara sungai. apakah di sekitar Muara Sungai Wampu (Teluk Haru/Langkat) atau di sekitar Belawan. Tetapi hingga hari ini didaerah itu belum ada ditemukan bukti-bukti arkeologis yang dapat mendukung pernyataan tersebut. khususnya bekas istana. Pendapat terakhir ini tampaknya sesuai dengan keterangan geografi dari salah satu sumber China di atas. lokasi pusat Kerajaan Aru yang disebutkan dalam sumber China itu memang belum dapat dikenali pasti karena. seperti Serbanyaman Raja Purba dan Raja Kembat dan nama Aru atau Haru juga dapat dikaitkan dengan Karo. belum ditemukan. Jika demikian tampaknya pendapat Gilles lebih masuk akal. Batak Hulu. merupakan nama yang mirip dengan nama-nama Karo. apalagi dihubungkaitkan dengan beberapa temuan-temuan arkeologis di Kota Rantang dan Labuhan Deli. setidaknya sebelum penjajah Belanda membangun jalan raya pada awal abad ke-20. bagi orang-orang Karo untuk berniaga. Hasil-hasil penggalian di kota China (Labuhan Deli) dan Kota Rantang sementara hanya membuktikan bahwa wilayah itu merupakan wilayah ekonomi yang penting sebagai tempat aktifitas perdagangan dengan para pedagang asing dari China. Aru menyerang Pasai karena Raja Pasai menghina utusan Raja Aru yang ingin menjalin hubungan diplomatik dengan Kerajaan Pasai. ada beberapa sungai besar yang bermuara ke Selat Melaka. Namun. maka pusat Kerajaan Aru memang berada di muara-muara sungai tersebut. Dalam Atlas Sejarah karya Muhammad Yamin. bukti-bukti pendukung lainnya. Ada beberapa pendapat tentang lokasi Kerajaan Aru. Tiga buah sungai yang disebutkan terakhir itu juga merupakan jalur lalulintas penting sepanjang sejarah. ada disebutkan tentang nama-nama pembesar Aru yang erat kaitannya dengan nama-nama/marga orang Karo. nisan. Dua sungai yang disebut terakhir ini bermuara ke Belawan dan sekitarnya (Hamparan Perak). sekaligus bermigrasi ke pesisir pantai Sumatera Timur/Selat Melaka.berada di daerah antara Sungai Jambu Air (Krueng Jambu Aye) dengan Sungai Pasai (Krueng Pase) di Aceh Utara. Dari nama-nama pembesar-pembesar Haru yang disebut dalam Sejarah Melayu. Dalam sejarah Melayu. Siam dan lain-lain. Memang apabila ditarik garis lurus dari Pulau Sembilan menyeberangi Selat Melaka akan bertemu dengan Teluk Haru yang terletak di Muara Sungai Wampu. Sungai Wampu. Misalnya Sungai Barumun. pada sekitar abad ke-15 M wilayah Kerajaan Aru meliputi seluruh Pesisir Timur Sumatera dari Tamiang sampai ke Rokan dan bahkan sampai ke Mandailing dan Barus. dan Sungai Bedera.Luckman Sinar (2007) menjelaskan bahwa Batu Hilir maksudnya adalah Batak Hilir dan Batu Hulu adalah Batak Hulu. Sesuai dengan sistem transportasi zaman dahulu yang masih bertumpu kepada jalur sungai. seperti nama Serbayaman Raja Purba.

yang merupakan nama salah satu Raja Urung Melayu di Deli yang berasal dari Suku Karo.L. manik-manik dan lain-lain. Kedua sumber itu sudah valid dan kredibel. 1960: 94-96). Singosari berusaha menghempang kuasa Kaisar Kubilai Khan dengan melakukan ekspedisi Pamalayu tahun 1292 untuk membangun aliansi melawan Kaisar China. (Groeneveldt. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan data arkeologis berupa batu nisan Sultan Malikus Saleh di Geudong. bukan nama sebenarnya dan apakah Maharaja Diraja adalah Raja Aru yang pertama atau apakah itu gelar dari Sultan Sujak? Kedua pertanyaan ini sukar untuk memastikannya. Oleh karena itu. Inderagiri. bebek. yang juga mengislamkan Merah Silu. disebutkan. Negeri-negeri Melayu dipaksa . bahasa. Lhok Seumawe yang bertarikh 1270-1297. nama Sulutang Hutsin yang disebutkan dalam catatan Dinasti Ming dapat dianggap benar karena dapat diperbandingkan dengan Sejarah Melayu. Namun demikian. Tetapi karena tanah negeri itu tidak begitu sesuai untuk penanaman padi. Sinar. dan kunjungan Marcopolo ke Samudera Pasai tahun 1293. 24 April 2008). Sebutan Maharaja Diraja adalah sebuah gelar bagi seorang raja. maksudnya belum ada temuan berupa batu nisan atau mata uang yang memuat nama tersebut. Mata pencaharian penduduknya adalah menangkap ikan di pantai dan bercocok tanam. Ketika itu telah muncul Kerajaan Singosari di Jawa yang berusaha mendominasi wilayah perdagangan di sekitar Selat Malaka (Asia Tenggara). Rokan dan Jambi atas undangan Sultan Mahmud Shah yang ketika itu sudah membangun basis pertahanan di Kampar karena Melaka sudah dikuasai Portugis untuk membangun aliansi Melayu melawan Portugis. Wanita dan laki-laki menutupi sebagian tubuh mereka dengan kain. Hasil-hasil bumi negeri itu mereka barter dengan barang-barang dari pedagang asing seperti keramik. pertukangan. Apabila pergi ke hutan mereka membawa panah beracun untuk perlindungan diri. maka sebagian besar penduduknya berkebun menanam kelapa. Berdasarkan keterangan itu dapat dikatakan bahwa nama Sultan Husin sebagaimana disebut dalam catatan China dan Sejarah Melayu secara historis dapat dibenarkan. Nama Sultan Husin juga telah disebutsebut dalam Sejarah Melayu. Sumber-sumber China menyebutkan bahwa adat istiadat seperti perkawinan. pisang dan mencari hasil hutan seperti kemenyan. kambing. Dalam catatan Dinasti Ming. Samudera dan Jawa. Namun nama itu secara arkeologis hingga hari ini belum dapat dibuktikan. Disebutkan. kerajaan tersebut diislamkan oleh Nakhoda Ismail dan Fakir Muhammad. Sulutang Hutsin adalah sebutan orang China untuk mengucapkan nama Sultan Husin. kain sutera. Sultan Husin pernah datang ke Kampar bersama-sama dengan Raja-raja Melayu lainnya seperti Siak. yaitu sebagai penguasa Aru sekaligus menantu Sultan Mahmud Shah (Raja Melaka) yang terakhir 1488-1528. sebagaimana beberapa utusannya telah sampai ke Tiongkok. Dalam Hikayat Raja-raja Pasai dan dalam Sejarah Melayu. adat penguburan mayat.daerah bernama Urung Serbayaman. Keduanya merupakan pendakwah dari Madinah dan Malabar. sebagaimana disebutkan dalam Yingyai Shenglan (1416). Mereka juga berternak unggas.Nama tokoh inipun sukar mencari pembenarannya karena tidak ada sumber bandingannya dan apakah padanannya dalam bahasa Melayu atau Indonesia. Sebagian penduduknya juga sudah mengkonsumsi susu (maksudnya mungkin susu kambing). 1976 dan McKinnon dalam Kompas. Sosial Ekonomi Bagaimanakah keadaan sosial-ekonomi penduduk Aru? Raja Aru dan penduduknya telah memeluk agama Islam. sementara bagian atas terbuka. yaitu pertama di tahun 1282 dan 1290 pada zaman pemerintahan Kubilai Khan (T. pada 1419 anak Raja Aru bernama Tuan A-lasa mengirim utusan ke negeri China untuk membawa upeti. dapat dipastikan agama Islam telah sampai ke Aru paling tidak sejak abad ke-13. Kerajaan Aru telah terwujud pada abad ke-13. Raja Samudera Pasai pada pertengahan abad ke-13.Tetapi nama tokoh Maharaja Diraja anak Sultan Sujak masih perlu diperbandingkan dengan sumber lain untuk membuktikan kebenarannya. Dengan demikian hanya itulah nama-nama yang tercatat sebagai penguasa Aru. dan hasil bumi Kerajaan Aru sama dengan Kerajaan Melaka.

Pada abad ke-14. Dengan bukti-bukti itu secara tertulis. hanya agaknya beliau cuma ingin numpang nampang Ertoto kita gelahna pendahin enda banci ilakoken. Kampar. Aru menjadi bandar perdagangan yang penting di mata kaisar China. sehingga masing-masing menyebut dirinya “adinda”.Said. Tamiang. Hanya negeri yang merdeka saja yang berhak mengirim utusan ke negeri China untuk menyampaikan upeti atau persembahan/surat kepada Kaisar China. Kerajaan Aru diserang Aceh sebanyak dua kali yakni pada bulan Januari dan November 1539. Minggu. 18 Mei 2008 00:59 WIB Catatan: orang dalam foto bukan si penulis. 1421. Pero de Faria. masih perlu dikaji lebih teliti dengan memerlukan banyak bukti. tergejap nge tuhu kuakap ibas kegeluhenta makana mbue nge usur perbahanen jelma sienterem . Menurut Sejarah Melayu (cerita ke-13). jelas Kerajaan Aru memang pernah wujud di Pantai Timur Sumatera paling tidak sejak abad ke 13 hingga awal abad ke-16. (wns) sumber: WASPADA ONLINE. sebenarnya orang dalam foto tak ada urusan dgn tulisan ini. Hal ini dapat dipahami karena Aru pada pertengahan abad ke-15 sudah ditundukkan Melaka dibawah Sultan Mansyur Shah melaui perkawinan politik. Pasai. Munculnya utusan-utusan dari Kerajaan Aru pada 1419. Oleh karena itu. Akan tetapi hubungan Aru dengan Melaka tetap harmonis. Singosari berhasil membangun aliansi melalui perkawinan politik. sebagaimana telah disebut dalam Sejarah Melayu. Namun benarkah istananya terdapat disekitar Belawan (Muara Sungai Deli) atau di Muara Sungai Barumun di Padang Lawas. Pasukan Aceh yang pada tahun 1524 berhasil mengusir Portugis dari Pidi dan Pasai kemudian menguber sisa-sisa pasukan Portugis yang lari ke Aru. Memasuki abad ke-15 Haru tampaknya mulai muncul menjadi kerajaan terbesar di Sumatera dan ingin menguasai lalu lintas perdagangan di Selat Melaka. (M. termasuk juga Rokan.tunduk dibawah kuasa Singosari. Setelah itu tidak ada lagi utusan Raja Aru yang dikirim untuk membawa persembahan kepada Kaisar China. Kerajaan Aru menjadi medan pertempuran antara Portugis (penguasa Melaka) dan Aceh. Semua utusan dari Aru yang datang ke Melaka harus disambut dengan upacara kebesaran kerajaan. Mengikut pendapat Selamat Mulyana. 2007: 164). seperti Melayu (Jambi) dan Aru/Haru. Kaisar China membalas pemberian raja Aru dengan memberikan hadiah berupa kain sutera. Utusan Aru yang datang ke Istana China terakhir tahun 1431. Sultan Haru datang membantu Melaka. (1981:18) bahwa negeri-negeri di Asia Tenggara yang mengirim utusan ke China dipandang sebagai negeri merdeka. Memasuki abad ke16 M. Sultan Haru (Sultan Husin) dinikahkan dengan putri sultan Mahmud Shah pada tahun 1520 M. Sebab engkai. dan 1431 di istana Kaisar China dan kunjungan Laksamana Cheng Ho yang muslim itu membuktikan pernyataan itu. Perlak. Banyak orang dari Johor dan Bintan mengiringi putri Sultan Melaka itu ke Aru. 1423. Sementara dengan Champa. Haru berusaha menguasai Pasai dan menyerang Melaka berkali-kali. kebesaran Kerajaan Haru sebanding dengan Melaka dan Pasai. mata uang (siling) dan juga uang kertas. Oleh karena itu dapat dipastikan Kerajaan Aru pada abad ke-15 adalah negeri yang merdeka dan berusaha pula untuk mendominasi perdagangan di sekitar Selat Melaka. Kandis dan Madahaling. Siak. sebagaimana disebutkan dalam Negara Kertagama karangan Prapanca bahwa Harw (Aru) kemudian menjadi daerah vasal (bawahan) Kerajaan Majapahit. Kekuatan Aru juga dilirik oleh Portugis untuk dijadikan sekutu melawan Melaka. Pada saat Sultan Melaka (Sultan Mahmud Shah) diserang oleh Portugis dan mengungsi di Bintan. Aru berhasil dikuasai Aceh dan Sultan Abdullah ditempatkan sebagai Wakil Kerajaan Aceh di Aru. Ratu Aru melarikan diri ke Melaka untuk meminta perlindungan kepada Gubernur Portugis.

Melalui dasar penelitian ini. ula nembeh.@yahoo. juga siap bergabung dalam kegiatan ini..” tutur Kepala Bidang Kebudayaan dan Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Deli Serdang Dani Hepianto. Gentar tempa ia adina sejarah e ituriken uga situhuna. Peninggalan yang masih tersisa adalah pancuran mandi Putri Hijau.com. Penelitian ini merupakan penelitian resmi kedua di situs Putri Hijau.. meriam puntung (disimpan di .. Selasa (14/4) di Medan. Tapi aminna gia bage kita kerinana ula megelut ukur. ”Tahap pertama kami perlu mengetahui dasar ilmiah letak situs Kerajaan Aru. Peneliti dari National University of Singapore.'mbuniken' kerna Aru e. kami akan menerbitkan peraturan daerah tentang cagar budaya. Penelitian ini digelar pemerintah setempat untuk menyelamatkan situs dari kerusakan lebih parah.@yahoogroups. ”Kami belum pernah menerima informasi resmi dari pihak yang berkepentingan tentang hasil penelitian di situs ini. Dani mengatakan. Selanjutnya. Mejuah-Juah! ________________________________ Dari: Alexander Firdaust <daustco. merawa tapi tetap kita mereken 'extra joss' man kerinana pihak sierkepentingen gelahna sura-sura simejile e tangkel. Lokasi penelitian mengacu pada penelitian yang pernah dilakukan oleh BP3 Aceh-Sumut pada 20-25 Oktober lalu.. Pada akhir keruntuhan Aru.com> Kepada: infok. 16 April. komunitask.com Terkirim: Kamis. Edward E McKinnon.@yahoogroups. dan Universitas Sumatera Utara (USU). Universitas Negeri Medan (Unimed). tempat ini menjadi salah satu pusat kerajaan. Situs ini merupakan salah satu situs yang diduga pusat Kerajaan Aru.. 2009 02:20:01 Topik: [tanahkaro] Penelitian Besar Kerajaan Aru Digelar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar penelitian besar mengenai situs Putri Hijau..” tutur Dani. tanahkaro@yahoogroups. Pada masa pemerintahan Kerajaan Aru abad ke-11 sampai ke-16.com. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Aceh-Sumut. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang akan membebaskan kawasan ini dari kepemilikan pribadi atau bisnis. Balai Arkeologi Medan. situs ini pernah menjadi benteng pertahanan Putri Hijau yang juga pembesar kerajaan. Situs Putri Hijau terletak di Kecamatan Namorambe. penelitian ini melibatkan Balai Arkeologi Nasional (pusat). Maju peradaban Karo ras Indonesia. Kabupaten Deli Serdang. salah satu jejak Kerajaan Aru.

Sudah saatnya penelitian serius mengenai situs ini digelar. Penelitian pertama pada Oktober lalu. dan Situs Kota Rantang. peluru logam yang diduga dari tentara Turki. merasa tidak bersalah karena tidak ada informasi mengenai adanya situs. besi bakar sisa perajin besi kuno.com/ read/xml/ 2009/04/16/ 01095375/ Penelitian. kalah . penting artinya bagi penelusuran sejarah kehidupan manusia masa lampau di Sumut. jejak Kerajaan Aru juga ditemukan di situs Kota Cina. Langkah Pemkab Deli Serdang perlu menjadi teladan bagi daerah lain untuk menyelamatkan situs sejarah. kompas. Namun sayangnya berita tentang kerajaan ini sangat minim terdengar. Medan Marelan (Medan). dan peralatan batu manusia prasejarah. ”Kami belum pernah mendapat masukan dari pihak berkepentingan mengenai situs ini.Istana Maimon. Di delapan kotak eskavasi tim menemukan pecahan keramik China dari Dinasti Ming abad ke-15 sampai ke-17. Hamparan Perak (Deli Serdang). Besar. Situs ini. tuturnya. yaitu Perusahaan Umum (Perum) Perumnas. pecahan kaca. dan gundukan tanah di sekitar Sungai Petani yang diduga sebagai benteng pertahanan. Situs ini sebelumnya menjadi sorotan pada akhir tahun 2008 karena ada pembangunan perumahan di lokasi tersebut.” tuturnya. Lucas berharap agar tidak ada perdebatan lagi mengenai letak situs Putri Hijau yang sesungguhnya. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads. Gratis. tim BP3 Aceh-Sumut menemukan fakta penting. Digelar Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community Lebih aman saat online.yahoo. Dia mengatakan. Pengembang perumahan. Medan). Sumber: http://oase. Kepala Balai Arkeologi Medan Lucas P Kustoro menyambut baik penelitian yang berlangsung pekan depan ini. pecahan gerabah. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman.com/id/internetexplorer/ 000 Menelusuri Jejak Kerajaan Aru Kerajaan Aru merupakan kerajaan besar dan penting yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga 16 Masehi di bagian utara pulau Andalas (Sumatera). sebelum pemerintah membebaskan kawasan ini sebagai cagar budaya perlu landasan yang kuat.Aru. Selain situs Putri Hijau. Di dua tempat ini belum banyak dilakukan penelitian oleh pemangku kepentingan.

"Hipotesa bahwa Kota Rentang adalah pusat Kerajaan Aru banyak didukung oleh faktor seperti jalur dari Karo Plateau maupun Hinterland menuju pantai timur yang terfokus pada Sei Wampu dan Muara Deli. Muangthai. Dr Phill Ichwan. dalam laporan Mendez Pinto (penguasa Portugis di Malaka). sejarah Melayu. Kabupaten Deli Serdang. Tetapi setelah itu Aru pulih kembali dan menjadi makmur sebagai mana dicatat oleh bangsa Persia. Tuanku Luckman Sinar. pada abad ke-15 Kerajaan Aru merupakan kerajaan terbesar di Sumatera dan memiliki kekuatan yang dapat menguasai lalulintas perdagangan di Selat Malaka. Musibah kembali menimpa Kerajaan Aru ketika Majapahit menaklukkannya pada tahun 1365 M. Fadiullah bin Abdul Kadir Rashiduddin dalam bukunya "Jamiul Tawarikh" (1310 M). jelasnya. pusat Kerajaan Aru dinyatakan berpindahpindah. Berdasarkan sejumlah literatur. Srilangka. Kerajaan Aru yang meliputi wilayah pesisir Sumatera Timur." kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed). Sebagian menyebut di Telok Aru di kaki Gunung Seulawah (Aceh Barat). Namun demikian. mengatakan. Temuan yang paling menakjubkan adalah ditemukannya batu kubur (nisan) yang tersebar di situs sejarah penting tersebut. aktivitas arkeologi yang telah dilakukan berkesimpulan bahwa pusat Kerajaan Aru berada di Kota Rentang (Hamparan Perak) di Kabupaten Deli Serdang dari abad ke-13 hingga 14 Masehi. Dalam laporan Tiongkok abad ke-15 juga disebut berkali-kali Aru yang Islam . Di kawasan itu juga ditemukan ragam keramik yang berasal dari China. Juga ditemukan bongkahan perahu tua dengan panjang 30 hingga 50 meter yang menunjukkan bahwa Kota Rentang merupakan pusat niaga yang padat pada abad tersebut. yaitu batas Tamiang sampai Sungai Rokan. Di rawa-rawa di kawasan yang sama juga ditemukan kayu-kayu besar yang diduga merupakan bekas istana Kerajaan Aru serta batu-batu besar yang diduga bekas bangunan candi. Kerajaan Aru juga pernah ditaklukkan oleh Kertanegara dalam ekpedisi Pamalayu (1292) dan ditulis dalam pararaton "Aru yang Bermusuhan". laporan admiral Cheng Zhe (Cheng Ho) maupun pengembara dari negeri China lainnya. Seperti tertera dalam syair Negarakertagama strope 13:1. sebelum akhirnya pindah ke Deli Tua dari abad 14 hingga 16 M akibat serangan dari Aceh. Batu kubur yang terbuat dari batu cadas (volcanic tuff) yang ditemukan memiliki ornamentasi dalam berbagai ukuran dan sebagian bertuliskan Arab-Melayu dan banyak menunjukkan kemiripan dengan yang ditemukan di Aceh.pamor dengan kerajaan-kerajaan lain yang pernah jaya di Nusantara seperti Kerajaan Majapahit. Singosari dan Sriwijaya. Terbesar Sejarawan dari Universitas Sumatera Utara. "Padahal kerajaan ini banyak disebut pada Amukti Palapa dalam Hikayat Pararaton." katanya. pada masa itu Majapahit juga menaklukkan Panai (Pane) dan Kompai (Kampe) di Teluk Haru. kemudian di Lingga. sudah mengirimkan beberapa kali misi ke Tiongkok yang dimulai pada tahun 1282 Masehi pada zaman pemerintahan Kubilai Khan. serta koin atau mata uang Arab dari abad ke-13 hingga 14. Barumun dan bahkan di Deli Tua.

"Dari hasil penelitian ini diduga tinggalan arkeologi yang ditemukan memiliki persamaan dengan situs lainnya yang terletak dalam satu jaringan pesisirpedalaman. baik secara lokal maupun interlokal. dapat ditelusuri kapan sesungguhnya Kota Rentang mulai berperan dalam perniagaan. menunjukkan sekitar Sungai Deli menjadi pusat Kerajaan Aru dengan bandarnya Kota Cina dan Medina (Medan) sebagaimana disebut-sebut Laksamana Turki Ali Celebi dalam "Al Muhit". "Padahal kerajaan ini banyak disebut pada Amukti Palapa dalam Hikayat Pararaton. sisa-sisa tulang. melalui persamaan variabilitas dan kronologi tinggalan arkeologi juga dapat diketahui keberadaan situs Kota Rentang dan hubungannya dengan situs-situs lainnya. Penemuan tersebut menjadi kunci penting sejarah perniagaan. Asumsi tersebut berdasarkan pola persebaran dan variabilitas tinggalan arkeolog seperti keramik. hasil penelitian eksploratif di situs Kota Rentang memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian dari jaringan permukiman dan aktivitasnya yang saling terkait. Sri Langka maupun Burma. Naniek H Wibisono.mengirim misi ke Cina. Menurut dia. "Kita menemukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk lebih memperjelas gambaran tentang apa yang berlangsung di wilayah itu pada masa lampau. sejarah Melayu. Di situs Aru Deli Tua ditemukan Benteng Putri Hijau (Green Princess Castle). Singosari dan Sriwijaya. Kerajaan Aru merupakan kerajaan besar dan penting yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga 16 Masehi di bagian utara pulau Andalas (Sumatera). katanya. Keberadaan tinggalan arkeologi terutama keramik dan mata uang yang menjadikan bukti bahwa di lokasi tersebut pernah terjadi aktivitas yang berhubungan dengan perniagaan. Namun sayangnya berita tentang kerajaan ini sangat minim terdengar. Pasca serangan Aceh pada akhir abad ke-14. keramik yang berasal dari China. Melalui keramik. mata uang. 4. Selain itu. 23 Agustus 2008 Menelusuri Jejak Kerajaan Aru 2. artefak batu. tim Puslitbang Aarkeolog Nasional Badan Litbang Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. 3." tambahnya. laporan admiral Cheng Zhe (Cheng Ho) maupun pengembara dari negeri China lainnya. pusat Aru berpindah dari Kota Rentang ke Deli Tua dan berdiri dari abad ke-15 hingga 16 M. . Dr Phill Ichwan. damar dan batu nisan. Mengenai Kota Rentang sebagai pusat Kerajaan Aru juga diperkuat oleh Prof. tembikar." kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed). Temuan keramik tersebut menunjukkan periode yang sama dengan temuan di Kota Rantang. katanya. dalam laporan Mendez Pinto (penguasa Portugis di Malaka). Keramik merupakan suatu komoditi dari luar Nusantara yang banyak ditemukan. kalah pamor dengan kerajaan-kerajaan lain yang pernah jaya di Nusantara seperti Kerajaan Majapahit." katanya. antara lain Kota Cina. Muangthai. Baik dari laporan-laporan China maupun dari laporan Portugis yang ditulis kemudian.

Naniek H Wibisono.5. kemudian di Lingga. Srilangka. mengatakan.Mengenai Kota Rentang sebagai pusat Kerajaan Aru juga diperkuat oleh Prof. tim Puslitbang Aarkeolog Nasional Badan Litbang Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. sudah mengirimkan beberapa kali misi ke Tiongkok yang dimulai pada tahun 1282 Masehi pada zaman pemerintahan Kubilai Khan. 17. pada masa itu Majapahit juga menaklukkan Panai (Pane) dan Kompai (Kampe) di Teluk Haru. 11. Baik dari laporan-laporan China maupun dari laporan Portugis yang ditulis kemudian. Tuanku Luckman Sinar.Juga ditemukan bongkahan perahu tua dengan panjang 30 hingga 50 meter yang menunjukkan bahwa Kota Rentang merupakan pusat niaga yang padat pada abad tersebut.Musibah kembali menimpa Kerajaan Aru ketika Majapahit menaklukkannya pada tahun 1365 M." katanya. Fadiullah bin Abdul Kadir Rashiduddin dalam bukunya "Jamiul Tawarikh" (1310 M). aktivitas arkeologi yang telah dilakukan berkesimpulan bahwa pusat Kerajaan Aru berada di Kota Rentang (Hamparan Perak) di Kabupaten Deli Serdang dari abad ke-13 hingga 14 Masehi.Terbesar 12. 15. 7. pada abad ke-15 Kerajaan Aru merupakan kerajaan terbesar di Sumatera dan memiliki kekuatan yang dapat menguasai lalulintas perdagangan di Selat Malaka. .Kerajaan Aru yang meliputi wilayah pesisir Sumatera Timur. sebelum akhirnya pindah ke Deli Tua dari abad 14 hingga 16 M akibat serangan dari Aceh. 14. Batu kubur yang terbuat dari batu cadas (volcanic tuff) yang ditemukan memiliki ornamentasi dalam berbagai ukuran dan sebagian bertuliskan ArabMelayu dan banyak menunjukkan kemiripan dengan yang ditemukan di Aceh. Di rawa-rawa di kawasan yang sama juga ditemukan kayu-kayu besar yang diduga merupakan bekas istana Kerajaan Aru serta batu-batu besar yang diduga bekas bangunan candi.Sejarawan dari Universitas Sumatera Utara. Temuan yang paling menakjubkan adalah ditemukannya batu kubur (nisan) yang tersebar di situs sejarah penting tersebut. Tetapi setelah itu Aru pulih kembali dan menjadi makmur sebagai mana dicatat oleh bangsa Persia. Barumun dan bahkan di Deli Tua. 6. yaitu batas Tamiang sampai Sungai Rokan. 8.Dalam laporan Tiongkok abad ke-15 juga disebut berkali-kali Aru yang Islam mengirim misi ke Cina. hasil penelitian eksploratif di situs Kota Rentang memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian dari jaringan permukiman dan aktivitasnya yang saling terkait.Menurut dia. Sebagian menyebut di Telok Aru di kaki Gunung Seulawah (Aceh Barat). pusat Kerajaan Aru dinyatakan berpindah-pindah. Seperti tertera dalam syair Negarakertagama strope 13:1. 16.Kerajaan Aru juga pernah ditaklukkan oleh Kertanegara dalam ekpedisi Pamalayu (1292) dan ditulis dalam pararaton "Aru yang Bermusuhan". Muangthai. Kabupaten Deli Serdang. menunjukkan sekitar Sungai Deli menjadi pusat Kerajaan Aru dengan bandarnya Kota Cina dan Medina (Medan) sebagaimana disebut-sebut Laksamana Turki Ali Celebi dalam "Al Muhit". 9. 10. Di kawasan itu juga ditemukan ragam keramik yang berasal dari China. 13. Berdasarkan sejumlah literatur. jelasnya. Namun demikian. 18. serta koin atau mata uang Arab dari abad ke-13 hingga 14. "Hipotesa bahwa Kota Rentang adalah pusat Kerajaan Aru banyak didukung oleh faktor seperti jalur dari Karo Plateau maupun Hinterland menuju pantai timur yang terfokus pada Sei Wampu dan Muara Deli.

dan kampung-kampung ditinggalkan. dan mereka disebut Karo Sekali (asli)." katanya. Banyak pula daerah mereka yang diambil merga Sembiring. dan juga karena merga Sembiring diusir dari Aceh. Merga Perangin-angin datang dari Pinem dan Layo Lingga. Marga Ginting datang via Tengging lewat pegunungan (layo Lingga) masuk Tanah Karo. Sembiring Kembaren datang melalui Lau Baleng dan via Samperaja (Liang Melas). di wilayah “dusun” (pedalaman/di kakai Bukit Barisan). Muangthai."Dari hasil penelitian ini diduga tinggalan arkeologi yang ditemukan memiliki persamaan dengan situs lainnya yang terletak dalam satu jaringan pesisir-pedalaman. Di situs Aru Deli Tua ditemukan Benteng Putri Hijau (Green Princess Castle). 20. 22. itu bukan asli Karo. Selain itu. Sri Langka maupun Burma. Itu dimungkinkan karena penduduk di dataran rendah telah menciut akibat peperangan-peperangan dengan Aceh berkali-kali dalam periode 1539-1640. datanglah gelombang invasi dari berbagai marga dari arah Dairi dan Toba. sehingga bandar-bandar hancur. yang menurut suku Karo.Keramik merupakan suatu komoditi dari luar Nusantara yang banyak ditemukan. berjalan menuju Nagasaribu dan Jupar." tambahnya.H Neumann menduga.Keberadaan tinggalan arkeologi terutama keramik dan mata uang yang menjadikan bukti bahwa di lokasi tersebut pernah terjadi aktivitas yang berhubungan dengan perniagaan. Juga mereka melintasi pegunungan menuju dataran rendah dekat Binjai. masuk Bahorok di Langkat. "Kita menemukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk lebih memperjelas gambaran tentang apa yang berlangsung di wilayah itu pada masa lampau. Hanya Peranginangin Batu Karang yang datang dari arah Siantar. Seperti telah disinggung sebelumnya. damar dan batu nisan. karena adanya desakan dari orang-orang India Tamil yang datang dari arah Singkel dan Barus yang masuk ke Taneh Karo. 24. keramik yang berasal dari China. Ada juga yang . Yaitu. pusat Aru berpindah dari Kota Rentang ke Deli Tua dan berdiri dari abad ke-15 hingga 16 M. katanya.Pasca serangan Aceh pada akhir abad ke-14. J. Lingga dan Sitepu. Kemungkinan lain ialah. 23. Satu cabang mereka pergi turun ke pesisir (Ale – Deli dekat Pulau Berayan. Mereka inilah (yang Islam). Mereka menuju ke utara. artefak batu. sehingga dinamakan Karo-karo.Asumsi tersebut berdasarkan pola persebaran dan variabilitas tinggalan arkeolog seperti keramik. Temuan keramik tersebut menunjukkan periode yang sama dengan temuan di Kota Rantang. dan bahkan sampai ke Siak. Barus. baik secara lokal maupun interlokal. ada suatu suku yang menyebut dirinya Karo (atau Haro di Asahan) yang kini sisanya masih tinggal di kampung Siberaya (dekat di atas Deli Tua). mereka pindah bergelombang dari datarang tinggi Karo. katanya. dan juga dari Lehe (Dairi).Melalui keramik. antara lain Kota Cina. 21. tetapi akhirnya mengaku juga datang dari arah Dairi. Masa itu juga Guru Patimpus mendirikan perkampungan – perkampungan (kuta-kuta) sampai di Medan sekarang. sisa-sisa tulang. pada awal abad ke-17. Mereka itu lalu menetap dan membuat perkampungan (kuta) sampai di dataran rendah dekat Deli Tua dan Binjai. tembikar. mata uang. dapat ditelusuri kapan sesungguhnya Kota Rentang mulai berperan dalam perniagaan. melalui persamaan variabilitas dan kronologi tinggalan arkeologi juga dapat diketahui keberadaan situs Kota Rentang dan hubungannya dengan situs-situs lainnya. ke Kuta Buluh dan ke sebelah barat Gunung Sinabung. Di dataran tinggi Karo. Penemuan tersebut menjadi kunci penting sejarah perniagaan. Marga Tarigan datang dari Dolok dan Simalungun. yang bercampur baur dengan orang-orang Melayu pesisir yang menjadikan penduduk kerajaan Haru (deli). karena tanah di dataran rendah relatif lebih subur daripada di dataran tinggi dimana tanah tidak mencukupi lagi.19.

terus ke Tanah Alas. Invasi yang terakhir adalah dari marga-marga Sembiring lainnya (Brahmana, Meliala, Depari dan lainnya), yang juga melalui jalan tadi, agak ke timur menghulu Sungai Biang dan menuju arah Siberaya. Jika ditelusuri cerita dari Perbesi, maka marga-marga Sembiring ini baru masuk Dusun Deli dan Serdang kira-kira 150 tahun yang lalu. Merga-merga ini sangat sedikit, dan tidak pernah menjabat Kepala Kampung (Penghulu atau Perbapaan) di Deli dan Serdang. Jadi hampir dari semua mereka ini datang dari Hulu Sungai Singkel dan hulu sungai-sungai di sebelah pantai barat Sumatera. Apa faktor-faktor dan motif yang mendorong mereka itu pindah ke dataran rendah ? Ada beberapa penyebab: Jika ditelusuri cerita-cerita dari pustaka mereka, adat Karo zaman dahulu menghendaki putera-putera raja harus merantau dan mendirikan kampungkampung dan kerajaan-kerajaan yang baru agar turunan mereka menjadi besar. Kita ambil contoh Datuk Sunggal. Sebahagian berpenduduk Karo dari wilayahnya (Serbanyaman) dihuni oleh mereka-mereka yang berasal dari kerajaan Teluk Kuru di dataran tinggi. Di situ yang berkuasa marga Karo-karo Gajah, yang di dataran rendah sangat sedikit jumlahnya. Selain faktor kesuburan dataran rendah, juga adanya sifat bertualang bagi orang-orang Karo, terutama yang masih lajang, atau kalah perang dan harus mengungsi. Petualangan-petualangan secara individu juga terjadi, marga-marga dan sub marga saling bercampur untuk tinggal dimana-mana. Mungkin ketika dalam perjalanan berdagang menuju pesisir dan muara-muara sungai dimana ada pedagang-pedagang Melayu, di dalam perjalanan pulang mereka tersesat. Lalu di suatu tempat yang baik, mereka membuka kediaman yang baru, yang disebut ‘Dagang’. Petualangan individu itu bisa juga terjadi dimana orang-orang yang bersalah di kampungnya, lari dan mendirikan pemukimanpemukiman di dataran rendah. Pemukiman-pemukiman suku Karo ini pada awalnya sampai ke daerah 10 KM dari pesisir pantai. Mereka yang berdiam di pesisir itu telah di Islamkan orang-orang Melayu, seperti halnya Datukdatu Kepala Urung di Sunggal, Hamparan Perak (XII Kuta), Sukapiring dan Senembah. Mereka inilah perantara dengan rekannya sesama suku yang masih belum beragama di Hulu. Kampung-kampung Karo yang baru didirikan disebut Kuta, dan kepala kampungnya ialah marga yang mula-mula mendirikan/membuka tanah di situ. Ia berhubungan erat dengan Kepala Kampung Induknya di dataran tinggi. Ia tak ubahnya sebagai koloni baru yang otonom. Kalau dua atau lebih marga berlainan yang mendirikan bersama-sama sebuah kampung, maka masing-masing marga mengepalai satu komplek, yang disebut kesain dari kampung itu. Kepala Kampung ini disebut Penghulu atau Raja, dan kalau titel turunan bangsawan disebut Sibayak. Penghulu tidak memerintah sendiri-sendiri, tetapi didampingi: 1. 2. 3. 4. 5. Anak Beru (anak laki-laki saudari perempua yang lain marga) Senina (salah seorang dari sub marga yang sama dengan penghulu) Kalimbubu (pihak mertua dari Penghulu) Anak Beru Menteri (anak beru dari anak beru penghulu) Pertuha Kuta (orang tua yang dianggap peduli adat dipilih dewan desa)

Jadi, ‘dusun’ yang mempunyai ‘kuta’ (kampung), adalah republik-republik kecil. PERBAPAAN Jika suatu kuta baru didirikan oleh orang-orang dari kuta (kampung) Induk, maka kampung induk itu disebut PERBAPAAN (tempat dimana bapak tinggal). Serta kuta yang baru itu tidaklah merdeka sepenuhnya. Karena itu,

jika ada perkara dan penduduknya kurang puas, bisa naik banding kepada putusan kampung perbapaan disebut ‘Balai’. Satu Perbapaan bersama-sama anak kampung membentuk ‘kuta’nya satu negeri yang disebut URUNG. Ada juga beberapa kepala kampung yang berjasa kepada Datuk dan diberi gelar ‘Penghulu Kitik’. Sedangkan Perbapaan diberi gelar ‘Penghulu Belin’. FEDERASI URUNG – URUNG Setiap wilaya dari Datung (Urung) 4 suku di Deli (terutama Sunggal, Sepuluh Dua Kuta Hamparan Perak dan Sukapiring, dibagi lagi atas 2 wilayah ; 1. Sinuan Bunga, (dimana kapas ditanam). Ini adalah daerah-daerah yang berbatasan dengan dataran pesisir dimana tinggal suku Melayu. 2. Sinuan Gambir (dimana gambir ditanam), ialah wilayah-wilayah penduduk Karo yang berbatas dan bersatu dengan daerah Hulu sampai ke Dataran Tinggi Karo. Jadi, daerah berpenduduk suku Karo di Deli terbagi atas : a. Kampung – kampung (kuta) b. Urung (Perbapaan) c. Hoofd-Perbapaan d. Datuk-datuk Di dalam masa interregnum inilah tiba seseorang yang bernama Guru Patimpus ke Medan sekarang ini. Ini dikisahkan dalam riwayat Hamparan Perak. Dokumen asli dalam aksara Karo dan ditulis dalam pustaka yang terdiri dari lempengan-lempengan bambu, tetapi dokumen asli ini yang disimpan di rumah Datuk Hamparan terakhir (Datuk Hafiz Haberham), telah terbakar ketika berkecamuk revolusi sosial yang disponsori kaum komunis di Sumatera Timur, tanggal 4 Maret 1946. Yang ada sekarang hanyalah salinan yang diketik dalam bahasa Indonesia dengan aksara Romawi. Singkatnya, isi dokumen itu adalah sebagai berikut; RAJA SINGA MAHRAJA memerintah negeri Bekerah kawin dengan puteri dari orang besarnya bernama PUANG NAJELI dan nama orang besarnya itu JALIFA. Dari perkawinan ini, lahirlah dua orang putera, masing-masing bernama Tuan Manjolong (yang kemudian menggantikan kedudukan bapaknya sebagai raja dan Tuan Si Raja Hita, yang belakangan pergi merantau bersama neneknya Jalipa, dan akhirnya tiba di sekitar Gunung Sibayak (Tanah Karo). Sesampainya di sana, salah seorang kesasar di dalam hutan sehingga keduanya terpisah. Jalipa akhirnya sampai ke kampung Kendit. Turunan suku Karo di XII Kuta, asalnya datang dari Kendit ini kemudiannya. Setelah perpisahan ini, Tuan Si Raja Hita kembali ke Bekerah via laut Tawar. Kemudian kawin serta menetap di kampung Pekan. Disana ia memperoleh 3 orang anak. Yang nomer 2 dirajakan di kampung Pekan (Pekan) ini, sedang yang nomor 3 kemudian dirajakan di Kampung Balige. Dan yang tertua bernama Patimpus, yang tak mau menjadi raja, namun suka merantau menambah ilmu, sehingga lama kelamaan ia dikenal sebagai Guru Pa Timpus. Si Raja Hita meninggal. Guru Pa Timpus kemudian pergi ke kampung Pekan. Ia kemudian kawin dengan anak raja Ketusing, dan menetap sementara di sana. Dari perkawinan ini ia memperoleh putera-puteri : 1. Benara, yang mendirikan kampung Benara 2. Kuluhu, yang mendirikan kampung Kuluhu 3. Batu, yang mendirikan kampung Batu 4. Salahan, yang mendirikan kampung Salahan 5. Paropa, yang mendirikan kampung Paropa 6. Liang, yang mendirikan kampung Liang 7. Serta seorang gadis yang kawin dengan Raja Tangging (Tingging) Demikianlah kesemua kampung-kampung itu menjadi anak beru dari kampung Ketusing. Tiada berapa lama kemudian, terjadilah huru-hara di dataran tinggi Karo. Guru Pa Timpus sangat masygul memikirkan nasib moyangnya Jalipa yang tinggal di Kaban kini. Ketika ia menuju Kaban, sampailah ia di Aji Jahe, yang waktu itu sedang dilanda perang saudara. Ia dapat menyelesaikan huru-hara itu, sehingga tercipta perdamaian dan ia lalu

dikawinkan di sana. Dari perkawinan itu, lahirlah dua orang putera bernama Si Janda (menetap di Aji Jahe) dan Si Gelit (Bagelit). Tiada berapa lama, terbit pula huru-hara di kampung Batu Karang. Guru Pa Timpus diminta kesana menyelesaikannya. Setelah diperoleh perdamaian, maka ia dikawinkan di sana. Dari perkawinan itu, lahir pula dua orang putera, yaitu Si Aji (kemudian Perbapaan Perbaji), dan Si Raja Hita, yang kemudian dirajakan di kampung Durian Kerajaan (Langkat Hulu). Pada suatu ketika ia berada di Aji Jahe, terdengarlah kabar bahwa “ Jawi bangsa Said datang dari negeri Jawa diam di Kota Bangun, dinamakan Datuk Kota Bangun, sangat luar biasa tinggi ilmunya. Guru Pa Timpus beserta pengiring-pengiringnya, lalu pergi ke arah hilir, dan kemudian sampailah mereka di Kuala Sungai Sikambing. Dia menetap di sana selama 3 bulan. Barulah dia pergi menemui ulama Datuk Kota Bangun tadi. Setelah sama-sama mencoba kepandaian ilmu mistik masing-masing, akhirnya ternyata Datuk tadi lebih unggul, akhirnya Guru Pa Timpus tadi bersedia masuk Islam. Di sini istilahnya “masuk Jawi” = masuk Melayu. Kemudian ia kembali ke gunung dan berunding dengan pengikutpengikutnya. Di dalam kata perpisahan antara lain disebutnya ; “… serupa juga aku di sini atau di sana, sebab kita punya tanah sampai ke laut, aku pikir jikalau aku tiada masuk Islam, tentulah tanah kita yang dekat laut diambil oleh Jawi dari seberang…” Kemudian Guru Pa Timpus bersama 7 orang besarnya, masuk Islam oleh Datuk Kota Bangun. Di sana mereka berguru agama Islam selama 3 tahun, dan ia lewat di kampung Pulau Berayan. Ketika itu Pulau Berayan masih berpenduduk asal Karo. Dan raja di kampung itu bermarga Tarigan keturunan Panglima Hali (bandingkan Pustaka Tarigan yang menyebut ‘Ale Deli’) yang sudah lama memeluk Islam. Raja ini memiliki seorang putri yang cantik, kepada siapa Guru Pa Timpus jatuh hati. Tetapi gadis ini selalu saja menghinanya dan tidak akan bersuamikan “ Batak masuk Jawi “. Guru Pa Timpus lalu sakit hati, kemudian mengguna-gunai gadis itu sehingga tergilagila kepadanya. Sehingga akhirnya dapat disembuhkan Pa Timpus sendiri, maka gadis itu dikawinkan ayahnya dengan Guru Pa Timpus. Tiada beberapa lama, Guru Pa Timpus kemudian membuka kampung Medan (Kuta yang ke12). Sesudah ia siap membuat rumah dan kampung, lalu dari Medan inilah ia memerintah dusun-dusun taklukkannya yang ada di Hulu. Ketika di Medan inilah lahir 2 orang puteranya, masing-masing bernama Hafidz Tua (sebutan Kolok) dan Hafidz Muda (panggilan Kecik). Saat berumur 7 dan 8 tahun, anak-anak ini berguru kepada Datuk Kota Bangun. Ketika sampai pada masa khatam Al Quran dan mau menyunat rasulkan putera-putera ini, maka dibuatlah pesta yang besar, dengan mengundang kerabat yang dari gunung. Berhubung puteranya Si Bagelit menuntut supaya dia nanti bakal pengganti raja, sedangkan Hafidz Tua dan Hafidz Muda sudah dewasa pula, maka Guru Pa Timpus menentang hal itu. Setelah berunding dengan para pembesar-pembesarnya, lalu 1/3 dari tanah kerajaannya ke arah gunung, yang kemudian disebut dengan Sukapiring, diserahkan kepada Si Bagelit selaku rajanya, dan berpusat di Durian Sukapiring, setelah Si Bagelit di Islamkan oleh Datuk Kota Bangun. Atas nasihat Datuk Kota Bangun, maka kedua putranya disuruh menghadap kepada Sultan Aceh. Sesampai di sana, oleh Sultan Aceh mereka dianugrahi pangkat panglima dengan alat kebesaran sebuah Gedubang dan mereka lalu dikawinkan di sana. Kemudian mereka pulang ke Medan. Guru Pa Timpus membuat kampung yang baru di Pulau Bening, lalu meninggal dunia, dan dimakamkan di sana. Karena abangnya tidak mau menggantikan posisi ayah mereka menjadi raja, maka Hafidz Muda kemudian yang menjadi raja menggantikan singgasana Guru Pa Timpus. Daerah yang dihuni oleh masyarakat Karo sebelum kedatangan pemerintah kolonial Belanda ke Sumatera Timur sangatlah luas. Mereka menganggap

dirinya sebagai suatu bangsa yang merdeka dan tidak pernah dijajah oleh bangsa manapun. Selanjutnya, walaupun mereka tinggal di sekitar wilayah pegunungan, namun karena dipaksa oleh situasi kebutuhan hidup, masyarakat ini mulai mencari hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah pantai. Sebab, sebagai mahluk manusia, mereka tidak dapat melepaskan diri akan kebutuhan garam bagi tubuhnya. Untuk memenuhi kebutuhan ini, sebagian dari mereka mulai turun menyusuri wilayah pegunungan menuju pantai dataran rendah melakukan perdagangan dengan cara barter. Dari pegunungan, mereka membawa sejumlah barang yang akan dibarter, dan sebaliknya, dari pantai mereka lalu mudik kembali ke dataran tinggi memikul garam untuk kebutuhan masyarakat di pegunungan. Kemudian, secara evolusi, karena jauhnya perjalanan, akhirnya sebahagian dari masyarakat ini mulai menetap di dataran rendah sambil berdagang, menanam lada dan tembakau Lambat laun, suku Karo semakin berkembang dan wilayah domisili mereka juga semakin bertambah luas. Hampir separuh daerah yang dulu dikenal Sumatera Timur, yaitu membentang dari Tamiang ( perbatasan Aceh ) sampai kerajaan Siak. Adapun tempat-tempat yang didiami oleh orang Karo membentang dari Sipispis disekitar Tebing Tinggi sebelah utara menyelusuri pantai sampai di Langkat, kemudian daerah selatan kearah Tanah Karo sekarang, dan Tiga Lingga ( Kabupaten Dairi sekarang ) terus ke Simalungun atas dan menyambung lagi ke Sipispis. Karena memiliki jiwa petualang yang agresif, suku Karo berkembang lebih lanjut sampai Aceh Tengah, terbukti dari kenyataan bahwa suku-suku di daerah Takengon, Blangkejeren, dan Alas masih memakai marga yang sama dengan suku Karo. Terutama di Aceh Tenggara atau Tanah Alas, selain persamaan bahasa yang masih komunikatif dengan Karo, juga masih banyak persamaan marga. Sampai sekarang apabila ada acara adat, hubungan keluarga antara etnis masih saling kunjung-mengunjungi. Gambaran tentang daerah domisili masyarakat Karo dapat pula dilihat seperti apa yang dilukiskan oleh J.H. Neuman dibawah ini : ‘Wilayah yang didiami oleh suku Karo dibatasi sebelah Timur oleh pinggir jalan yang memisahkan dataran tinggi dari Serdang. Di sebelah Selatan kirakira dibatasi oleh sungai Biang ( yang diberi nama sungai Wampu, apabila memasuki Langkat ), disebelah Barat dibatasi oleh gunung Sinabung dan disebelah Utara wilayah itu meluas sampai ke dataran rendah Deli dan Serdang.” Dalam gambaran luasnya, domisili masyarakat Karo ini memang tidak dapat pula dibantah, bahwa ada beberapa bahagian di daerah pantai yang dihuni oleh penduduk Melayu. Namun demikian, kedua suku bangsa ini hidup berdampingan, dan lebih jauh lagi saling berbaur atau berakulturasi diantara sesamanya. Setelah Belanda melaksanakan strategi politik pax Neerlandica dan misi pentration pasifique- nya, kepedalaman dan dataran tinggi Karo, maka wilayah Sumatera Timur yang hampir separuh dihuni oleh suku Karo, semakin dipersempit dan diciutkan oleh strategi politik devide et impera Belanda. Daerah –daerah yang dihuni oleh orang Karo seperti Simalungun Atas, masuk daerah Simalungun, Alas dimasukkan ke Aceh, Langkat Hilir masuk kerajaan Langkat, Deli Hilir dan Hulu menjadi wilayah Sultan Deli, Tiga Lingga masuk Tapanuli, sedangkan sekitar Bangun Purba, Lubuk Pakam dan Sipispis masuk kewilayah Sultan Serdang. Dataran tinggi Karo yang sebenarnya sebagi sentrum budaya ini, menjadi daerah yang paling kecil. Demikian juga jumlah penduduknya sangat sedikit dibandingkan dengan yang bermukim diluar tanah Karo Bentuk dataran tinggi Karo menyerupai sebuah kuali yang sangat besar karena dikelilingi oleh pegunungan dengan ketinggian 140 s/d 1400 m di atas permukaan laut, terhampar di panggung Bukit Barisan serta terletak pada koordinat 20500L.U, 30190L.S, 970 550-980380 B.T diantara gununggunungnya yang terkenal adalah: disebelah Utara adalah Gunung Barus,

Di bagian lainnya tanah ini bercampur dengan bahan yang berasal dari letusan gunung Toba dizaman dulu.700 orang. palawija. dan turun di pantai Timur Sumatera untuk menanam lada. Suhu udara di dataran tinggi Karo sangat sejuk. orang Karo mempunyai persamaan dengan orang-orang Cina. Wilayah Sumatera Timur yang hampir sepertiga luasnya dihuni masyarakat ini. dan Tanah Karo yang terisolasi menyebabkan ketidak-berkembangan ekonomi di sana. berjumlah 147. Dari hasil ini dapat diketahui bahwa masyarakat Karo lebih banyak berdomisili di luar dataran tinggi Karo.568. populasinya adalah sebanyak 145. mata pencaharian utama dari masyarakat Karo umumnya adalah bertani atau bercocok tanam. Oleh karena itu tidak mengherankan jika lingkungan yang sangat subur ini dimanfaatkan oleh masyarakatnya untuk bertani. Pada tahun 1930 populasi mereka bertambah menjadi 84. Keadaan tanah berbukit-bukit serta diselang selingi oleh lembah dan padang rumput.3 km. letak yang dekat ke Medan. Faktor-faktor inilah yang menunjukkan dataran tinggi Karo menjadi pusat produksi holtikultura. Sibayak. berkisar antara 160 s/d 270 C dengan kelembaban udara rata-rata 28%. Bagi mereka adalah biasa meninggalkan anak dan istri di pegunungan. yaitu masyarakat Karo. Bagaimana ketangguhan mereka hidup sebagai petani. kesuburannya. jauh sebelumnya telah diuraikan oleh Anderson. Sesuai dengan keadaan alamnya. maka. cengkeh. Penduduknya berdasarkan sensus yang pernah dilakukan pemerintah Belanda tahu 1920 berjumlah 74.462. disebelah selatan terdapat Gunung Sibuaten. Dari semua pegunungan itu. Simole dan Sinabung. Secara singkat kekayaan lahan dataran tinggi karo merupakan perpaduan dari faktor luasnya. RESTRUKTURISASI POLITIK DAN PEMERINTAHAN Masyarakat Karo sebelum kolonial memiliki kebebasan politik dan ekonomi. dan luaslah seluruh wilayahnya berkisar 2127. Zat belerang yang dihembuskan oleh angin dari kedua gunung berapi tadi mengakibatkan tanah disekitarnya menjadi subur. Memang jika dibandingkan dengan luas domisili dan pemukiman masyarakat Karo sebelum kolonialisme Belanda masuk Sumatera Timur. ini dapat dilihat dalam statistik penduduk Sumatera Timur pada tahun 1930. Masyarakat Karo sebelum kolonial tidak memiliki pemerintahan yang terpusat atau pemerintahan atau sistem daerah. dan hampir semua penduduknya bersifat homogen. Tetapi setelah kemerdekaan Indonesia. berdasarkan hasil sensus yang dilakukan pemerintah Indonesia pada tahun 1961.429 orang. jumlah penduduk Kabupaten Karo. Tanah inilah yang cocok sekali untuk jeruk. Suatu anugrah Tuhan. wilayah dataran tinggi Karo dijadikan dengan Simalungun menjadi sebuah afdeling Simalungun en Karolanden. berakhir bulan Januari dan musim hujan kedua dari bulan Maret sampai Mei setiap tahunnya. Sedangkan dalam statistik jumlah penduduk yang dilakukan pemerintah pada tahun 1961. dataran tinggi Karo menjadi sebuah kabupaten. Lebih jauh digambarkan bahwa dalam kebiasaan menghemat dan keinginan mengumpulkan uang. Awal musim hujan bulan Agustus. Musim hujan lebih panjang dibanding kemarau dengan perbandingan 9:3. dataran tinggi sangatlah kecil. Hal inilah . Karena penataan struktur pemerintahan yang dilakukan pemerintah Belanda di Sumatera Timur. bahwa sebagian besar tanah di dataran tinggi ini terdiri dari tanah debu hitam-Andosol-sebagai hasil letusan kompleks gunung api Sibayak dan Sinabung di masa lalu. dengan curah hujan pertahun antara 1000 s/d 4000 mm. sensus ini tidak lagi memuat data penduduk berdasarkan kelompok etnis. dan hanya kembali sekali dalam setahun untuk beberapa hari dengan membawa hasil pekerjaannya. Pasca revolusi. sehingga secara pasti jumlah mereka tidak diketahui. jumlah mereka diketahui lagi secara pasti. Hampir lima puluh persen mereka berada di luar sentrum budayanya.Pinto. dua diantaranya masih aktif yaitu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. kentang dan lainnya.

2. Landschap Suka terdiri dari empat urung: 1. dan inilah yang akhirnya memperbaharui masyarakat. Dan yang berada di Bangun Purba serta kawasan Sipispis ditetapkan menjadi penduduk Sultan Serdang. kehadiran para zendeling. politis. Ditetapkannya wilayah adminsitratif onder afdeling Karolanden serta batasbatasannya dengan daerah lain. dataran tinggi Karo sendiri dibagi menjadi lima landschap. dan lain-lain. Landschap Lingga terdiri dari lima urung: 3. demokrasi dan lain-lainnya di Tanah Karo. Sedangkan mereka yang bermukim di Deli Hulu dan Deli Hilir menjadi penduduk Sultan Deli. masuk wilayah Aceh. berarti Belanda berhasil memecah belah pemukiman masyarakat Karo yang sebelumnyabegitu luas. Langkat Hilir dan Langkat Hulu.yang mendorong orang-orang Karo untuk pergi ke daerah-daerah lain. Landschap Barusjahe terdiri dari dua urung: ➢ Urung Si enem Kuta berkedudukan di Sukanalu ➢ Urung Si Pitu Kuta berkedudukan di Barusjahe 4. Masyarakat Karo yang berada di Tanah Alas. 4. Selain itu. Dalam melaksanakan politik pasifikasinya dan untuk menguasai daerahdaerah tertentu. baik dari sudut kultural. menjadi wilayah paling kecil dengan penduduk minoritas disbanding tempat lain. ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ Urung Urung Urung Urung Urung Urung Urung Urung Urung Suka berkedudukan di Suka Sukapiring berkedudukan di Seberaya Ajinembah berkedudukan di Ajinembah Tongging berkedudukan di Tongging Sepulu Dua Kuta berkedudukan di Kabanjahe Telu Kuru berkedudukan di Lingga Tiga Pancur berkedudukan di Tiga pancur Empat Teran berkedudukan di Lingga Tiganderket berkedudukan di Tiganderket 2. memberikan warna baru dalam perkembangan religius di Tanah Karo. 3. menjadi kaula Sultan Langkat.Kolonial Belanda di dalam masyarakat Karo inilah yang pada akhirnya membawa perubahan sistemsistem pemerintahan. Belanda menata pemerintahan dan struktur politik lokal selalu dengan cara menanamkan kemungkinan-kemungkinan perpecahan atau devide et impera. Adapun urung tersebut adalah sebagai berikut 1. perluasan wilayah ini erat kaitannya dengan tuntutan swasta untuk meluaskan jaringan eksploitasi. motivasi utamanya melancarkan perluasan wilayah ini adalah untuk keamanan investor perkebunan swasta di Sumatera Timur. Pengaruh pietisme Barat. historis. Akhirnya. Orang-orang terpandang yang ada di dalam masyarakat pada waktu itu disebut sebagai pengulu. geopolitis. masuk wilayah Tapanuli. maupun jaringan keamanannya. tiap-tiap Landschapen dibagi pula atas beberapa urung yang membawahi beberapa buah desa atau kuta. Sedangkan yang bermukin di sekitar Tigalingga. Kelima Landschapen tersebut adalah Landschap Suka Landschap Lingga Landschap Barusjahe Landschape Sarinembah Landschap Kuta Buluh Selanjutnya. yang masing-masing dipimpin oleh seorang zelfbestuur dalam satu onder afdeling. Demikian juga ke Karo. Orang-orang Karo yang bermukim di Simalungun Atas masuk ke wilayah Simalungun. Landschap Sarinembah terdiri dari empat urung: ➢ ➢ ➢ ➢ Urung Urung Urung Urung sepulu pitu kuta berkedudukan di Kabanjahe perbesi berkedudukan di Sembelang Juhar berkedudukan di Juhar Kutabangun berkedudukan di Kutabangun . raja atau guru.

selanjutnya ia menyampaikan pada pengulu baru kemudian sampai kepada rakyat. ia membawahi beberapa buah desa atau kuta yang dipimpin oleh seorang pengulu. dan sembuyak. dan desa sendiri terbagi beberapa kesain yang dipimpin oleh seorang pengulu kesain. Bangsawan-bangsawan ini mendapatkan kewibawaannya bukan dari bawah. mulai dilegitimasi oleh Belanda. siapa diantara mereka berdua duluan meninggal dunia. namun mereka tetap menjalankan fungsi sebagai penguasa lokal tetapi untuk kepentingan Belanda. diangkat dua orang untuk menduduki satu jabatan. Dalam menata struktur kekuasaan ini secara vertikal mulai dari atas ke bawah. pemerintahan yang hirarkis ini harus mengikuti jenjang atau tingkatan di bawah apabila perintah.5. Artinya. Demikian juga pengangkatannya ditentukan oleh Belanda mulai dari pengulu. Maka menjelang tahun tigapuluhan. Belanda telah berhasil menciptakan sibayak dan raja-raja urung yang kelihatannya seolah-olah keturunan dari dinasti-dinasti. demikian juga dalam hal penyampaian laporan bawahan ke atas. Setelah penataan struktur pemerintahan ini dijalankan. dan makin mengabaikan nilai-nilai lama yang berlaku pada masa sebelumnya. Landschap Kutabuluh terbagi atas dua urung: ➢ Urung Namohaji berkedudukan di Kutabuluh ➢ Urung Liang Melas berkedudukan di Mardinding Masing-masing urung ini dipimpin oleh seorang bapa urung yang kemudian disebut juga raja urung. elit birokrasi Belanda (Binenlands Bestuur) itu semakin memaksakan cara-cara pemerintahan mereka. Ketika Karo tiba di dataran tinggi Karo. jika seseorang melihat bagaimana seorang seorang sibayak dan raja urung disambut setiap kesain. . Tetapi kenyataannya. raja urung sampai sibayak beslitnya dibuat atas persetujuan Belanda setelah lebih dahulu diselidiki Kemudian garis perintah dala sistem pemerintahan ini secara vertikal mulai dari atas ke bawah sifatnya tidak langsung. Akibat perubahan suksesi kekuasaan yang ditimbulkan Belanda ini muncullah rivalitas diantara sesama mereka yang pada hakekatnya masih sembuyak (bersaudara). dan tatanan pemerintahan berdasarkan adat istiadat sudah semakin menipis. kemudian dia akan meneruskan pada raja urung. maka jumlah desa yang harus diatur dan ditata pemerintahannya sebanyak limaratus. serta lazim pula dipakai bagi seluruh keturunan sibayak. berubah konotasinya berubah menjadi gelar raja dan kepangkatan. berarti beberapa sistem pemerintahan adat mulai diabaikan. Dengan dilaksanakannya sistem pemerintahan ini. maka loyalitas Sibayak dan bawahannya terhadap pemerintah kolonial Belanda sudah semakin meningkat. Dalam ketentuan ini. Demikianlah dalam hal perintah controleur menyampaikan pada sibayak. setelah pemerintah kolonial Belanda menguasai Tanah Karo. Dengan demikian. raja-raja yang berdaulat. akan tetapi wibawa ini direkayasa dari atau oleh pemerintah colonial Belanda Dengan demikian. Demikian pula sistem pemerintahan raja yang sebelumnya tidak dikenal. sampai kepada anak beru. maka yang hidup akan menduduki jabatan tersebut secara turun temurun. maka gelar sibayak yang sebelumnya berkonotasi untuk orang kaya atau hartawan. tidak mengherankan sistem penataan struktur kekuasaan yang diciptakan Belanda ini membawa perpecahan yang hamper merata diseluruh dataran tinggi Karo. kalimbubu. Perseteruan yang diciptakan ini akhirnya menimbulkan permusuhan antara pihak yang bersangkutan dan sekaligus antara keluarga masing-masing. orang akan mengetahui betapa tipisnya kewibawaannya. Sedangkan dalam hal laporan berlaku pula sebaliknya sesuai dengan tingkatan yang berada di atasnya. yang sebelumnya juga tentu lebih tipis lagi. dan sebaliknya jika hal itu laporan.

.00.20.400 pertahun.. dan yang paling sedikit pendapatannya adalah sibayak Kutabuluh. Besar pendapatan seorang sibayak masing-masing berbeda. 0. pejabat pemerintah lokal dan controleur mempunyai kepentingaan dalam mensukseskan sistem birokrasi pemerintahan. Tetapi setelah kedudukan mereka dilegitimasi. Perbendaharaan ini dipegang oleh bendaharawan pemerintah yang ditunjuk. serta diatur dan ditata oleh pemerintah kolonial Belanda.-. sebayak 8% dan 5% dari rodi pajak yang tidak dikerjakan rakyat tetapi dibayar dengan uang.bagi yang berpenduduk 500 jiwa atau lebih. pendapatan dan penghasilan seorang aparatur pemerintahan diatur oleh adat. penghasilan mereka hanya kira-kira f. Menjelang akhir pemerintah kolonial Belanda. tetapi sudah sangat luar biasa banyaknya dalam kondisi social dan tradisi didaerahnya. hanya jabatan controleur yang digantikan oleh seorang Gunseibu. Selain menerima gaji sebagai penghasilan tetap. raja urung juga secara teratur juga mendapat penghasilan.2. Tiap-tiap tahun mereka memperoleh bonus f 10.jika duduk sebagai anggota.230. mereka hanya memperoleh f.250. sedangkan sibayak Sarinembah f. Dialah yang bertanggung jawab tentang semua urusan keuangan untuk keperluan pemerintahan. Fakta ini.dari tiap persidangan balai raja berempat. Kemudian sibayak Barusjahe sebanyak f.0. Penduduk Karo mulai berkenalan dengan pejabat-pejabat Belanda yang ditempatkan di daerah ini (para controleur).-. disesuaikan dengan wilayah dan jumlah penduduknya.150.-.00. Berbeda dengan sibayak dan raja urung. demikian pula dalam persidangan raja urung. maka sebagai aparatur zelfbestuur penghasilan dn pendapatan mereka setiap bulan diatur oleh amtenar-amtenar binendland bestuur Belanda.70. Sibayak Suka menerima sebanyak f. mereka hanya memperoleh penghasilan dengan menerapkan model kultur procenten. Jika ditotal. Wilayah Tanah Karo yang tadinya terdiri dari lima lansdchap menjadi . karena mereka menikmati culturprocent.75. walaupun akhirnya menciptakan semacam pemerintahan yang berbau feodalistis. Dan sebagai bonus perjalanan dinas setiap bulan mereka menerima masingmasing f.pendapatan seorang raja urung paling rendah adalah f. Sibayak Lingga menerima gaji dari kas landschap sebanyak f.Berbeda dengan sebelumnya.15.00. Ke lima sibayak sebagai zelfbestuur pemerintah kolonial Belanda memiliki kas perbendaharaan kerajaan yang bernama onderafdelingkas. menunjukkan orang-orang Karo turun dari gunung membantu saudara-saudara sesukunya dalam perang Sunggal-Belanda menjamin tidak akan ada tanah yang dialih gunakan kepada perkebunan asing di tanah Karo. maka tiap-tiap 1000 orang akan ditambah f.. maka struktur pemerintahan berubah pula..000. atau suatu persentase tertentu dari jumlah hasil yang diserahkan oleh rakyat. 50. tetapi secara umum pemerintahan sudah semakin tertata dengan teratur jika dibandingkan dengan situasi sebelumnya di dataran tinggi Karo. tatanan pemerintahan yang tercipta oleh pemerintah kolonial Belanda ini.-.dan uang duduk dalam balai raja diperoleh sebanyak f.180. Belanda sama sekali tidak mengalihkan control kekuasaan atas tanah di kesain kepada aristokrasi keningratan baru ini. Sedangkan dari balai kerapatan urung. Keteraturan ini dilanjutkan oleh Jepang ketika mereka tiba di daerah ini.-.00. Berakhirnya era kekuasaan jepang bersamaan dengan dicetuskannya proklamasi kemerdekaan Indonesia. sangat kecil jika daibandingkan raja-raja lain di Sumatera Timur. pengulu sebagai aparatur pemerintahan paling bawah dalam hirarki ini tidak mendapat gaji dari kas landschap. ukuran ini diambil dari jumlah penduduknya yang kurang dari pada 2000 orang.200.5 lagi.60. terutama dari pajak yang ditagih. hanya sebesar f.00. masing-masing mendapat bonus uang perjalan dinas sebanyak f.bagi penduduknya 100 jiwa dan paling tinggi f. Sama dengan sibayak.55. Jika lebih. dan melaporkan urusan keuangan ini kepada perbendaharaan pemerintah yang berada di Medan secara berkala Dengan demikian. Selain itu. di luar itu sebagai uang duduk diperoleh pula f.1.-.

Internet maupun di majalah Maranatha GBKP. Pada saat itu sangat tepat sekali bila di lakukan pemekaran Kabupaten-Kabupaten. Sangat menarik untuk didukung. Kewedanan Kabanjahe dan Kewedanan Karo Jahe. sehingga beberapa tokoh-tokoh (mohon maaf Penulis lupa namanamanya) Karo berkumpul untuk membicarakannya secara serius. Selanjutnya. Mungkin saat inilah saat yang tepat itu!! Beberapa waktu yang lalu Penulis membaca sebuah Berita di Internet bahwa ada Teman-teman kita yang berasal dari Berastagi yang memprakarsai berdirinya Kabupaten/Kota Brastagi. setelah beralih dari Negara Sumatera Timur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Timbangen Ginting.. Dan yang sangat mendukung lagi adalah kebetulan Ketuanya juga adalah orang Karo. BBA. Di majalah Maranatha GBKP edisi bulan Maret 2008 NO 203. Sebenarnya isu Pemekaran ini sudah mengemuka pada tahun 2003 pada bulan November lalu.Tim Pemekaran pada saat itu kurang didukung oleh “Bapak-Bapak” kita yang berada di DPRD itu sendiri. Secara Pribadi Penulis sangat mendukung sekali. Berarti “teman-teman Pemrakarsa Kabupaten atau Kota” baru itu menciptakan sebuah lapangan Pekerjaan yang sangat banyak (pastilah Kabupaten/Kota Berastagi menerima Ratusan PNS maupun puluhan Anggota DPRD baru). NS Sembiring dan DR Sutradara Ginting. Demikian juga Kabupaten Langkat mau di mekarkan menjadi Kabupaten Langkat Karo atau Karo Langkat. Kini semua hanya menjadi “Kenangan Yang Terindah” nina lagu Bams Reguna Bukit dari Grup Samsons. Adanya perubahan ini berarti wilayah dataran tinggi Karo kembali seperti sebentuk pemerintahan kolonial Belanda. dan terdiri dari tiga kewedanan yaitu: kewedanan Karo Hilir. Akan tetapi penulis sangat mengharapkan kepada “Tim Pemrakarsa Kabupaten atau Kota Berastagi” ini hendaknya memaparkan Misi dan Visi dari keinginan Tim ini di Koran. kewedanan Karo Jahe dijadikan menjadi wilayah administratif pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Yakni Mayjend Raja Kami Sembiring. seluruhnya terdiri dari 15 Kecamatan. pastilah ide dan gagasan ini lahir dari keinginan untuk mengembangkan atau menata kota Berastagi dan Kecamatan-Kecamatan yang berada didalamnya kearah yang lebih baik. Tapi penulis berpikir Positip saja. di dalam DPRD Deliserdang dan Langkat banyak sekali anggotanya Orang Karo. Rencana Kabupaten-Kabupaten yang mau dimekarkan saat itu adalah Kabupaten Deliserdang menjadi Kabupaten Serdang Karo atau Karo Serdang yaitu semua wilayah Kabupaten Deliserdang yang banyak penduduknya “Orangorang Karo”. Dan menurut Pt . Dimana “kesempatan emas” yang sangat memungkinkan sekali. Dan yang satunya lagi kita telah memiliki 2 pemerintahan di Tanah Karo ada Bupati Tanah Karo dan ada Walikota Berastagi Umpamanya. Beberapa tokoh Karo berkumpul di hotel Sumatera Village Ressort. Partai Tarigan. mereka mencoba untuk mendiskusikan Isu Provinsi “Karo Area”. Ketiga kewedanan ini. Penulis tidak mengenal “nama-nama para Pemrakarsa” atau “Aktor Intelektual” yang telah menggulirkan Inisiatip agar berdirinya Kabupaten atau Kota Berastagi ini. Akan tetapi kita jangan berputus asa. mungkin saja pada saat itu bukanlah saat yang tepat. yang berasal dari orang Karo. Kita tahu.sebuah kabupaten. Sedangkan di DPR RI ada 4 atau 5 orang Karo. mengapa Penulis katakan demikian? Bila hal ini terlaksana maka pasti Kabupaten atau Kota Berastagi itu membutuhkan Tenaga Kerja yang baru. pada tahun 1999-2004 orang-orang Karo sangat banyak menjadi anggota DPRD dan yang menjadi anggota DPR RI. Termasuk di DPRD TK I Sumut kalau tidak salah ada 11 orang. Agar seluruh masyarakat Karo tahu bahwa rencana ini adalah rencana Mulia dan kita harapkan didukung oleh segenab rakyat Tanah Karo dan secara Khusus warga Berastagi sekitarnya. Kala itu memang isu pemekaran sangat hangat dibicarakan dimanamana.Tapi apa yang terjadi. Beliau menjelaskan bahwa tujuan pemekaran Kabupaten Deli adalah untuk Percepatan Pembangunan yang menyentuh Kesejahteraan Masyarakat Terpencil. Seperti yang dilakukan oleh Ketua Presidium Pemekaran Pembentukan Kabupaten Deli oleh Pt. masing-masing membawahi sejumlah kecamatan. seperti istilah “Ketinggalan Kereta” kita selalu ketinggalan dan hanya sebagai penonton. di Deliserdang pada saat itu dijabat oleh (bermarga Tarigan) dan di Kabupaten Langkat kalau tidak salah (bermarga Bangun) Maaf kalau salah penulisan marga.

Hal ini bisa juga di pikirkan oleh para “tokoh Karo seperti Pak Nabari Ginting M.Timbangen Ginting BBA ini bahwa Pemekaran Kabupaten Deli ini adalah Aspirasi dari 10 Kecamatan diantaranya Kecamatan Sibolangit. Mengapa kita tidak dukung dan doakan!! Ini juga adalah ide yang baik sekali untuk menciptakan lapangan Kerja yang baru. Pt Timbangen Ginting (Visi dan Misi Pemekaran Kabupaten Deli). Sekali lagi ini hanya usulan. Yayasan dan para tokoh Karo dalam acara yang diselengarakan oleh Pemkab dan GBKP tersebut. Panitianya bisa mengundang seluruh Elemen Karo. Istilah Penulis kalau bukan kita yang membangun Tanah Karo dan Daerah-daerah Karo ini lantas Siapa lagi?? Tidak mungkin orang “Papua atau orang Jawa” yang akan membangunnya. Mengapa harus tiga kali? Karena warga Karo banyak di ketiga daerah ini. Klasis-klasis. Secara Pribadi Penulis mau mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Karo dan Moderamen GBKP Agar melakukan sesuatu! Misalnya Mengadakan sebuah Acara atau Kegiatan tentang Pemekaran Kabupaen/Kota ini! Panitia/penyelenggara Kegiatan sebaiknya mengundang semua Lembagalembaga. Pembicara Ketiga Bapak Bupati Karo DD Sinulingga (Pandangan Pemkab Tanah Karo tentang Pemekaran Wilayah). Dan agar seluruh warga Karo yang berada di ketiga daerah ini bisa menjadi wakil atau saksi sejarahnya kelak!! Dan yang terakhir seluruh hasilnya bisa di Bukukan dan disosialisasikan keseluruh Tokoh dan Masyarakat Karo baik itu lewat surat kabar. sekali lagi Selamat bagi panitia Pemekaran Berastagi dan Kabupaten Deli. LSM. Sunggal dan Namorambe. STM Hulu. Dan ketahuilah. pertama di Kabanjahe. Ir Jonathan Ikuten Tarigan (Pandangan LSM melihat Pemekaran-Pemekaran Kabupaten/Kota tersebut). Bahkan Penulis juga berkeingingan agar Kabupaten Langkat juga di mekarkan. Kegiatan ini bisa dilakukan 3 kali. . Usulan penulis di acara tersebut Pembicara 8 orang saja. Mengapa kita tidak lakukan??. para Pendeta dan Permata juga Mahasiswa Karo sebagai pesertanya. Kutalimbaru. Untuk masa depan Tanah Karo dan Generasi Karo juga. Pancurbatu.Pd (tentang Pendidikan dan SDM Tanah Karo). Penulis pikir ini sangat Menarik sekali. Biru-Biru. Pt Drs Paulus Sitepu (bagaimana Pendapat Beliau sebagai Penduduk Berastagi tentang Pemekaran Berastagi) dr Robert Valentino Tarigan S. Delitua. Usulan Penulis. kedua di Medan dan yang ketiga di Jakarta. Pertama Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Dr Jadiaman Perangin-angin (Topiknya Pandangan GBKP terhadap Pemekaran atau Otonomi Daerah). Tentunya Kabupaten-kabupaten atau Kotamadya yang baru atau apapun namanya akan menciptakan lapangan kerja yang baru sekaligus juga untuk menambah “Pejabat Bupati dan Walikota” yang berasal dari orang-orang Karo sebagai Putera-putri terbaik Karo.Si” yang berasal dari Langkat. Penulis sangat merindukan Kegiatan ini berlangsung agar segala duduk persoalannya bisa di ketahui dan akhirnya bisa mendapatkan sebuah Rekomendasi atau Kesepakatan. Penulis pikir hal ini sangat baik untuk kita lakukan. Kiranya tujuan Anda yang mulia ini bisa BerhasiL Tuhan Yesus Memberkati AMEN. Pembicara kedua Dr Sutradara Ginting (Pemekaran Kabupaten/Kota ditinjau dari Politik Dalam Negeri RI). Baik Biro Litbang GBKP maupun Pemkab Tanah Karo dan juga mungkin Yayasan Ate Keleng dan Permata Pusat GBKP. terserah siapapun Panitianya. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. majalah Maranatha GBKP maupun lewat internet. Hal ini juga sangat membantu untuk meminimalkan Konflik karena sudah ada “Arih-arih atau Runggu bersama”. ini adalah tugas Gereja GBKP dan para Kaum Muda Karo (PERMATA GBKP). Bagi penulis. Tentunya ide-ide atau gagasan yang positip dan sangat baik ini perlu sekali kita dukung dan kita Doakan. Pt Ir Budi D Sinulingga (UU Otonomi Daerah). Bila sudah ada 4-5 Kabupaten/Kota yang merupakan basis-basis daerah orang Karo yang mungkin juga beberapa waktu yang lalu kurang di perhatikan oleh Pemprov dan Pemerintah Pusat. STM Hilir. Patumbak. Tidak tertutup juga Kemungkinan pada saatnya nanti akan lahir Provinsi Karo Area. Penulis menutup Artikel ini dengan Firman Tuhan Yesus dari Matius 28:20 Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah KUperintahkan kepadamu. Dengan demikian perlu di pikirkan!! Penulis mengajak seluruh Pembaca Majalah Maranatha GBKP agar mandukung dan Mendoakannya. Untuk membahas topik Pemekaran ini.

BAB III .

AGAMA DAN MASYARAKAT KARO
1 Aliran Kepercayaan

KEPERCAYAAN

Orang Karo telah memiliki kepercayaan atau sekarang disebut sebagai agama, yaitu Kiniteken Si Pemena (kepercayaan mula-mula). Kepercayaan orang Karo adalah perbegu yang berarti penyembah roh-roh orang mati. Kepercayaan ini tidak memiliki kitab suci, tidak ada teologi yang sistematik dan tidak ada dogma. Di dalam kepercayaan ini hal-hal yang menyangkut dengan ritual di dalamnya ditangani oleh seorang guru sibaso3. Guru menjadi pengantara antara orang-orang Karo dengan yang dipercayainya. Elemen yang paling kudus di dalam dunia orang Karo adalah begu (roh orang mati) dan secara khusus adalah roh nenek moyang. Dalam kepercayaan orang Karo terhadap begu ini, roh dan jiwa itu terpisah. Jiwa itu merupakan dasar dari kehidupan seseorang dan kekuatannya, dan ini diterima sebelum lahir, pada waktu pertama kali ia dikandung. Jiwa dapat hidup dalam organisme dan di dalam benda-benda seperti besi. Beras dipandang sebagai sesuatu yang memiliki jiwa yang kuat dan digunakan dalam memberkati ritus-ritus untuk menguatkan jiwa seseorang. Dalam diri seseorang terdapat tiga bentuk, pertama tubuh atau (kula), jiwa (tendi) dan nafas (kesah) dan setelah kematian ketiga bagian ini berubah menjadi bagian yang berbeda-beda. Tubuh menjadi tanah, jiwa menjadi begu dan nafas menjadi angin. Dalam kepercayaan Karo, begu itu bukanlah sebagai sesuatu yang menakutkan saja, tetapi sesuatu yang bisa memberikan pertolongan dan memberikan perhatian. Biasanya begu-begu ini disebut sebagai jin ujung walaupun istilah ini dalam pengertian lain adalah roh seseorang yang meninggal secara tidak wajar. Orang Karo juga memiliki ritual pemanggilan terhadap roh-roh yang sudah mati dalam rangka mengingat kembali orang yang sudah mati tersebut. Yang lebih penting lagi ialah bagaimana begu itu menjadi begu dalam keluarga yang dinamai dengan dibata jabu (tuhan keluarga). Ini adalah roh yang mati dalam satu hari oleh karena kecelakaan, kekerasan, atau mati bukan karena sakit. Roh seperti ini dalam pandangan orang Karo memiliki kekuatan yang hebat. Setelah melakukan ritus pemanggilan begu, maka roh orang mati tersebut menjadi roh pelindung di dalam rumah yang akan melindungi keluarganya dari kekuatan-kekuatan yang jahat. Namun apabila ritus pemanggilan itu tidak dilakukan, maka roh itu akan gentayangan dan dapat mengganggu orang-orang. Inilah yang sering membuat orang merasa takut. Dalam kepercayaan orang Karo, memperoleh keselamatan dirasakan ketika begu jabu (roh pelindung keluarga) melindungi keluarganya. Keselamatan bagaimanapun dipahami sebagai kekuatan yang menghindarkan keluarga dari penyebab-penyebab sakit dan permasalahan-permasalahan lain, sama sekali tidak sama dengan eskatologis keselamatan (kekristenan). Kepercayaan orang Karo itu adalah animisme dan dinamisme. Orang Karo merefleksikan trimurti agama Hindu; Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara dan Siwa sebagai penghancur. Di dalam pemahaman orang Karo ketiga ini disebut sebagai dibata i datas (tuhan di atas), dibata i tengah (tuhan di tengah), dibata i teruh (tuhan di bawah)4. Ketiga dibata ini bagaimanapun termasuk di dalam sejarah penciptaan orang Batak yang sama dengan Karo. Ketiga dibata inipun sering juga disebut sebagai dibata kaci-kaci, hal ini sering kali disebutkan dalam mantra-mantra orang Karo. Orang Karo juga memiliki banyak legenda, sejarah, mitos, kemudian memiliki musik Karo, tarian yang seluruhnya ada di dalam spirit kepercayaan orang Karo tadi. Kata dosa bagi orang Karo (tetapi tidak secara sempurna dipahami) dapat dirasakan dengan kenyataan-kenyataan yang menunjukkan ketidakberuntungan. Sebagai contoh, sakit. Di dalam keluarga, ini dipadankan dengan kata dosa, tetapi sebenarnya bukan dosa melainkan penghakiman. Bagi masyarakat Karo modern, tanpa dipengaruhi oleh

agama-agama, dosa dapat disebut sebagai sesuatu yang salah, yang secara sosial dipandang melanggar peraturan atau melakukan suatu yang dilarang. Hanya di dalam Kekristenan orang Karo kemudian memperoleh ide tentang dosa sebagai sebuah penyebab manusia berpisah dengan Allah. Jadi orientasi etika dunia Karo sebenarnya adalah kesalahan tindakan dan konsekuensinya. Di dalam kepercayaan Karo ini kita sudah dapat melihat bagaimana konsep tentang Allah itu ternyata sudah ada sebelum konsep allah yang diadopsi dari kepercayaan Hindu tentang tiga allah. Dua konsep yang sangat berpengaruh adalah tentang allah nenek moyang Batak, percaya kepada Si Mula Jadi Na Bolon dan kemudian konsep trimurti orang India yang telah bercampur sepertinya menawarkan sesuatu yang mendalam (baru), tetapi unsur-unsur yang berbeda ini sulit dibedakan oleh mereka yang telah menjadikan agama ini sebagai agama mereka sendiri. Dalam waktu yang sama, inilah yang membentuk agama terpenting orang Karo (perbegu), dan mereka melupakan asal-usulnya, inilah alasan mengapa kepercayaan kepada Allah adalah sesuatu yang abstrak dan sangat sempit dipahami orang Karo tradisional. Sebagai pemuja terhadap jiwa dan roh, dan ilmu pengetahuan dari guru, bagi orang Karo, semuanya itu jauh lebih menjanjikan bantuan pada waktu ada kebutuhan (persoalan-persoalan, atau masalah-masalah lainnya). Dalam hal alam pemikiran dan kepercayaan, orang Karo (yang belum memeluk agama Islam atau Kristen) erkiniteken (percaya) akan adanya Dibata (Tuhan) sebagai maha pencipta segala yang ada di alam raya dan dunia. Menurut kepercayaan tersebut Dibata yang menguasai segalanya itu terdiri dari 1. Dibata Idatas atau Guru Butara Atas yang menguasai alam raya/langit 2. Dibata Itengah atau Tuan Paduka Niaji yang menguasai bumi atau dunia 3. Dibata Iteruh atau Tuan Banua Koling yang menguasai di bawah atau di dalam bumi Dibata ini disembah agar manusia mendapatkan keselamatan, jauh dari marabahaya dan mendapatkan kelimpahan rezeki. Mereka pun percaya adanya tenaga gaib yaitu berupa kekuatan yang berkedudukan di batu-batu besar, kayu besar, sungai, gunung, gua, atau tempat-tempat lain. Tempat inilah yang dikeramatkan. Dan apabila tenaga gaib yang merupakan kekuatan perkasa dari maha pencipta -dalam hal ini Dibata yang menguasai baik alam raya/langit, dunia/bumi, atapun di dalam tanah- disembah maka permintaan akan terkabul. Karena itu masyarakat yang berkepercayaan demikian melakukan berbagai variasi untuk melakukan penyembahan. Mereka juga percaya bahwa roh manusia yang masih hidup yang dinamakan “Tendi“, sewaktu-waktu bisa meninggalkan jasad/badan manusia. Kalau hal itu terjadi maka diadakan upacara kepercayaan yang dipimpin oleh Guru Si Baso (dukun) agar tendi tadi segera kembali kepada manusia yang bersangkutan. Jika tendi terlalu lama pergi, dipercaya bahwa kematian akan menimpa manusia tersebut. Mereka juga percaya bahwa jika manusia sudah meninggal maka tendi akan menjadi begu atau arwah. Banyak upacara ritual yang dilakukan oleh mereka yang ditujukan untuk keselamatan, kebahagiaan hidup, dan ketenangan berpikir. Upacara-upacara tersebut antara lain upacara kepercayaan menghadapi bahaya paceklik, menanam padi, menghadapi mimpi buruk, maju menuju medan perang, memasuki rumah baru, menghadapi kelahiran anak, kematian, menyucikan hati dan pikiran, dan lain lain. Di semua kegiatan ritual ini peranan para dukun atau Guru Si Baso tersebut cukup besar. Mereka yang berkepercayaan demikian itu lazim disebut sebagai perbegu atau sipelbegu. Tapi terlepas dari maksud pihak luar dengan penamaan istilah tersebut di atas, yang secara kasar dapat diartikan sebagai penyembah setan atau berhala, mereka menyatakan bahwa mereka percaya adanya Dibata yang menjadikan segala yang ada dan bahwa ada tenaga gaib atauu kekuatan maha dasyat darinya yang mampu berbuat apa saja

menurut kehendaknya. Kalaupun ada dilakukan upacara ritual berupa persembahan, maka persembahan itu maksudnya adalah kepada Dibata tadi, hanya saja penyalurannya dilakukan di tempat-tempat yang dikeramatkan. 1. Beberapa aliran kepercayaan masyarakat Karo yang pernah ada dan sampai saat ini pun masih mengikuti ritual-ritual untuk mencari tahu solusi setiap persoalan yang dihadapinya seperti dalam mencari jodoh, pekerjaan, peruntungan dagang, dll) yaitu : 2. DIBATA YANG TIGA 3. Orang yang menganut agama Perbegu, percaya pada Dibata yang tiga dan kekuatan-kekuatan majis yang tidak terlihat. Dibata yang tiga menurut keyakinan yang percaya terdiri dari tiga yaitu : 4. Dibata yang diatas, yaitu Guru Batara , Dibata yang menguasai langit 5. Dibata Tengah, biasa disebut Tuhan Padukah ni Aji, yaitu Dibata yang menguasai bagian tengah dari dunia. 6. Dibata yang dibawah, biasa disebut Tuhan Banua Koling, yaitu dibata yang menjadi penguasa dibawah dunia. 7. Menurut Kelahiran manusia, ada 4 sumber (Puang), yaitu : 8. Erpuangken Erpuangken Erpuangken Erpuangken Taneh Lau Angin Api

Si empat enda, lit pedauh kerina sifat ras carana, rukur, erdahin ras penggejapenna. Apaika pertubuhna, lit tubuh Senin-Selasa-Rabu-KamisJumat-Sabtu ras Minggu. Si enda pe lit nge ertina ibas sifat-sifat ras kegeluhenna. Adi kai kin ndai dasar ras puangna sada-sada kalak, em pagi ikutina ibas geluhna. Adi lawanna kin jabat-jabatenna, labo lolo kugapa pe susah nge iakapna. Pengindo enda em umpamaken bagi banurung i lau. Paranormal enda, sope ia tubuh pe enggo lit tersurat ibas badanna, enggo kin tendina pe lain asa jelma sideban. Paranormal tah guru enda maka ia tahan arus tendina piher, umpama ibas perkakas besi. Umpama tendina sekin, cabit, patuk, kapak, piso rempu pirak rsd. Lit ka pe deba tendina bedil, mariam, rsd. Tentu megegeh nge tendina maka banci ia jadi paranormal/guru. Paranormal enda banci nge ia erpuangken taneh, lau, angin tah api. Paranornal termasuk kalak si erjabat-jabaten. Sinikatekan paranormal/guru, lit pemetehna lain asa jelma sideban: Banci ia komunikasi ras roh-roh halus Ia banci seluken (kesurupen) Lit dua lapis pengenen matana, idahna roh-roh halus. Ersora kerahungna, banci ia ngerana ras roh-roh dunia. Tehna niktik wari si 30 desa si waluh beluh ia ndarami barang bene. Tehna erti nipi. Tehna ngoge suraten tubuh ayo, tan, bulu retak tan, endeng ibas kula rsd. Tehna ngenen pinakit, kena kai ia sakit, biasana tah kena setan. Tehna ngenen rasin, jelma, ngenen rasin, jelma, ingan tading, jabat-jabaten, rsd. Beluh ia ngarkari, ngulak, ersilihi, erbahan tangkal-tangkal, erbahan ajimatajimat, rsd. Beluh ia mah bahi nipi jahat gerek la mehuli, bahan-bahanen kalak si jahat. BEGU JABU Begu jabu tah begu kade-kade, eme gebu kalak si enggo mate, si ndeher ku

Lit ka begu darat. Emaka metenget kalak si erdahin i juma. ia rusur ngempangi i teruh karang tah i teruh redan rumah 5. mate mpertahanken kebenaren. Lit ka begu jinujung. mate erperang ngelawan musuh. gelarna begu jaman. Adi begu jabu. BEGU BATARA GURU Enda jelma si mate ibas bertin. ia usur nganggu kalak si erdahin i juma. Begu Mentas. gelarna emkap: 1. Syarat-syarat sinibanci jadi begu jabu emekap: Mate ibas bertin Mate lenga ripen Mate sada wari Mate nguda Mate enggo metua Sinikataken begu jabu. Simate kayat-kayaten. maka ibahan bere-berenna. Ipakaina tah lahang. Ikataken kape begu enda. e me begu siganasna. I oge manuk sangkep si telu e.jabu e. Tah adi lit pinakit. Begu enda pe perlu sihamat-hamati sebab ia pe nggit ngeigei. Inganna ibas jahen tapin. Begu enda banci suruh-suruhen . biasana pinakit pe malem. la mempan. Kune begu enda nuhsahi keluarga. kerina kalak Karo lit nge begu jabuna. rsd). eme begu diberu-diberu si mberat kulana (sinatang tuah tah anak-anak). Begu Ganjang. 3. maka ibahan me upacara ngelandekken galuh. Ikataken ka pe begu perkakun jabu sipeteluken. Begu Menggep. nuri-nuri ia man sangkep. Ku rumah begu jabu. eme begu diberu singuda-nguda simate lenga sereh. eme begu nini opung. terserah man sada-sada jelma tah jabu. Bagepe labo kerina begu si banci jadi begu jabu. Adi megegeh begu jabu e. enda begu kalak si mate secara umum. ia pagar jabu. lit erbage-bage begu. Begu Juma. baba jerango ibas layam kalak si mberat kulana. begu enda emkap begu si nggit nganggu manusia. Anak-anak burakenna jerango e. tapi mate rempat (ndabuh. 4. Gunana man penjaga jabu. kugapap pe. ERBAGE-BAGE BEGU Ibas kiniteken kalak Karo. Ikataken kape begu perkaku jabu. 6. Kempak begu si mate sada wari pe perlu ka ibahan bere-beren. BEGU SI MATE SADA WARI E me begu kalak simate la erkiteken pinakit. banci i selukina. Emaka mulih lau nari seh i rumah ertambar. Maka ola begu Batara Guru nuhsahi si enggeluh. begu penjamin keluarga. ras berngina perumah begu. Adi perumah begu jabu pe/cibal manuk telu. bunuh kalak. ia mate sakit-sakiten 2. eme begu jabu ibas kalak sideban nari. Begu Tungkup. bagepe begu keluarga bagi sitertulis si arah datas enda. Ikataken me begu perkaku si peduaken. gelarna begu jabu. BEGU BICARA GURU E me begu ibas anak-anak nari si mate lenga ripen. Begu Sidangbela. Antina. Ije biasana ibenaken alu erpangir ku lau. ras pakaianna lengkap. laeteh oratna pe mis ia rubati. i kelengina nge kempuna e (simada begu jabu e). iturikenna kai ibahan tambarna. ibahan ka nge pangir ridi ku lau kerina sukut. eme begu jahat. Simada jabu e tetap sehat ras mejuah-mejuah. Emkap begu si danci nampati. ikataken pe teridah/tersendung. 7. Situhuna. amin kai pe ibahan kalak man bana.

Mbue denga. mis i pasapna danci mate pinangko e. Begu manusia si enggo mate b. banci ia i suruh njaga juma. si eme persada. Meteh mela. mbiar adi la lit belo manai pang anakna mentas. Dungna anakna jadi bodoh. em kataken perbegu. 8. senina ntah kalimbubu. ula anceng. Begu Sirudang Gara. Gelar Begu-begu Adi isungkun guru si erpemeteh. 9. metami man anak beru. dungna enggo jadi kebiasaan. em asam gedang-gedang tinali dua tampukna. i putur-putur. Erkite- . Ngerana ula metuda. sitandailah man banta ise kita. Banci rubat ibas jabu. Begu Darat la mehuli. Kerina lit positifna lit negatifna. Pedah Nini Para Sini ikataken pedah nini para. pang nereh. Kerina si enggeluh adi enggo mate. Maka Ikataken Perbegu Kalak sitek ku kempak kuasa – kuasa begu (roh-roh) maka ikataken ia perbegu (pemena). Kerina singgeluh adi enggo mate lit kerina beguna.Begu Jabu mehuli. Adi kita kalak Karo arus mbiar man Dibata. tah mate sarapen dagingna e. adi getuk ateta kalak getuk lebe dagingta. kolam gelah ola i tangko kalak. Lit ka nge galuhna. Metenget ras terbeluh. gelar begu e seh kal buena. nggeluh enda lit nge pernangkeng-nangkengen lit nge perngincuah-ngincuahen. Sebab. jumpa lau cibalken belo. pang rawin jemba. gelarna Pajuh-pajuhen. Lit nge pengadi-ngadin batu megulang. ola empo. mbiring ras megersing. ula jului kalak ridi. Lit ka pe Begu Jabu la mehuli. tengah rukur. cibalken belo. danci erbahan kalak mate rempet. Lanai lit simajuhsa denga jadi kuan-kuan kalak seh asa sigenduari. Tangis pe ola tangissa. Sidungilah meter persoalen jabunta. bahan ajangta. ula cikurak. begu enda pe suruh-suruhen. meteh mereha nggeluh ermalu-malu ibas simehuli Adi mengga ate bagin kalak. nininta kalak karo melalakal pemetehna simehuli man asam geluhta. ula murbit. lit pupukna.simada begu ganjang e. Adi tawa kalak ikutken tawa. I ajarina anakna mbiar. Inganilah ibas jabunta. karina si enda lit beguna. Adi la metenget. tah la mis itambari. lit nini para mbiring. 11. metenget man senina. anak beru. Mejingkat. ermboah lebe. Adi reh pinangko e. pang empo. sebelah rumah pe perlu betehen. Tangkalna ibahan kalak jerango ras benang benalu. mata bendil. pasti lit mehulina lit ka si la mehulina. Begu binatang liar si enggo mate d. Mbue denga kal kiniteken pemena si lenga i suratken ibas buku enda. Adi tapin pancur. mbiar anak na i rumha. a. adi ridi ibas lau malir. Adi la i pajuh mate 4. lit ka tongkat malaikatna. meriah kal minter. adi kita erlajang. Padanta ras Dibata si ndube labo terelukken. ula mederngas. takalna nina ena lit begu juma. ula metik-tik. meteh mehangke. Mula-mulana kehamaten. Begu binatang jinak (asuh-asuhen) c. adi i pajuh mate 8. tapi ola nuhsahi kalak. 10. Rakuti jerango e salu benang benalu e. Ula percian. Kehamaten Perbegu Mulai berkat cibalken belo. Ibaba kujapape lawes. Kai saja si lit i doni enda. ena lit begu lau. ijenda sibatasi saja kerna gelar begu-begu enda.. Adi sidahi sada kerja. mbacar ras metami. Kala sikugapa pe perlu tungkir. njaga kolam binurung. Banci merawa tapi ola meringes. em pedah simehulina kal. 12. Mehamat man kalimbubu. adi tangis kalak ikutken tangis. mbiar ia ku mbal-mbal. tapi enda me lebe pedah-pedah ninita siman ingetenta. Tawa pe ola tawasa. jumpa galuh cibalken belo. Dungna jadi sinaggel. banci suruh gelah i cubanan kalak. lit ka sikatna ersora. Adi mbiar mbalu tah baluken kalak. lit begu mbal-mbal nina. seh uruk. mis rere dilah si cekakna e. adi i pajuh mate 8. eme benang megara. jumpa berneh cibalken belo. jumpa batu galang cibalken belo. Begu e pe lit mehuli lit la ia mehuli. bekasna meratah kerahung. la pajuh mate 4. Deba i cekakna. ena nah. daramilah bapa-nande. Perbahan buena begu enda. jumpa kayu mbelin cibalken belo.

3. tendi ibas manusia lit buena 25. kundul ibas amak mentar.Sini pulung sangkep nggeluh anak beru.Guru permangmang ersentabi lebe emaka idilona tendina. Menurut surat kulit kayu tah pustaka laklak kayu gelarna pustaka najati (enda enggo ibaba Belanda ku negerina). Sandakara Sandakiri Dijungjung Sigulimang Sitandek Sihara-hara Sangkep marpulung Silindung bulan Rsd .kiteken la sipelajari. Tendi manusia rapat hubungenna ras kulana. si ngalengsa guru si beluh ermangmang. Sinatang baka singuda-nguda si ernande erbapa. Janah adi kita tunduk. . erbahanca manusia banci nggeluh. Adi tendi sada-sada kalak la rumah tahpe la ras ia. Lit ka guru si dua lapis pengenen matana.Sukut ercibal belo lebe man begu jabuna ras man begu ninina si arah lebe. 7. 6. Tatang baka i babo takalna. kalimbubu. 4. maka manusia e medungen tah pe sakit. . . Emaka labo tadingsa denga. Emaka aleng guru tendina.Ngerjaken waktuna berngi ibas ingan si enggo tentuken. Nalang baka dua kalak TENDI Tendi lit ibas setiap jelma. tendinta banci kawas ku sada ingan si ndauh. ibahan kerja e gelarna Raleng Tendi. . lum lum i ia alu dagangen putih. senina. 5. 2. Tendi enda banci pindah-pindah ku ingan sideban. buat wari mehuli 12 berngi bulan dates Pulungenna : Baka Bulung – bulung si melias gelar Beras meciho ibas pernakan Tinaruh manuk raja mulia Amak mentar Dagangen mentar Kumenen Pelaksanaanna : . Sini aleng tendina. Bagepe tah lit sada kerja berngir.Inganna ibas jabu sukut . 9. lit ka guru si ersora kerahungna. antara lain gelarna : 1. Lit sada kerja kalak pemena sada kalak sakit. a di perlu idilona jinujungna. RALENG TENDI Si ni kataken Raleng Tendi emkap . piahna enggo melala bene. 8.Tik – tik wari si telu puluh. mulai genduari narilah gia ulihi sipelajari gelah ula bene pemeteh ninita si melias ndube.

Emkap : Ersura-sura sukut jumpa rejeki ia Enggo lit malem ibas sada pinakit Lit ibas sukut gelah ipetunggungna atena sangkep geluhna. Sinoria adi Erpangir Kulau. la atena bage. ERPANGIR KU LAU Nai-nai nari.Tendi enda lit gunana sada-sada. ia la sakit nina dokter. Lit guruna si erbahan bulung pengarkari tah pe ikalaken pangir e. orati keramat si ngulahisa. Lit i lepasken manuk kohul. ayona mekuho (pucat). Tenahken kade-kade e kerina. kerja Erpangir Kulau enggo lit ibahan nininta. lit dengan ibahan kerja Erpangir Kulau. Tapi erbage-bage macam cara birawan . kataken pengulu. 2. bagepe kade-kade si ndauh. guna pesehat badan manusia. reh malasna kai pe. mehangke kalak ngenehen ia Si pulung ibas Erpangir Kulau. nahena ras tanna mbergeh. tunduh kurang. tentu lit sada-sada tujunna. Seh pe asa jaman sigundari. ia nggo jadi motu 3. ermkap: Sengget ia perban jumpa ras nipe galang Lit ia i sergang beruang Lit ia sengget ibahan perkas angin Perban lau mbelin Lit birawan ibahan keramat (endam si meserana nambarisa. lit gelah megegeh (kuat). i kiap tendina. si erdemu urat ni jaba. Sukut Anak Beru Senina Kalimbubu Ni kataken sangkep nggeluh ibas sukut. Erpangir Kulau sada kerja mbelin ibas kalak Karo. adon. Lit ka perlu i kiap tendina. Lit gelah sehat. ceda dalan darehna. Tandatandana kalak si lanai i rumah tendina emkap: 1. tua-tua. rsd. Kalak e sakit. Enda me guna tendi ndai kerina. Nambari enda pe labo bali kerina pinakit kalak sibirawan. katikana salang sai bulan si mehuli. Idah kalak enterem kade-kadena. Adi nggo sue arih. Adi la tengteng tambarna. si pesawan taruk nu jambe. tempa-tempa marun. lit bergaul senang. gelarna ranjab-anjab. I tambari ku rumah sakit. banci terpelaga tendina. tah mbacar gia ia kidekah nari. titik wari si 30 rembang wari mehuli. BIRAWAN Adi lit sengget sekalak anak-anak. Adi enggo i galar utang e. lit ka deba mate) Adi kena keramat si bage. ngerana pe ia malas. kai ibahan maka enggo noba (malem) pinakitna e. lit gelah mejile. Pelaksanaanna : . tah dilaki tah diberu. tah i kicik tendina. lit gelah mejingkat. ia birawan. si ndiher Desa Siwaluh. tapi ngue-ue pe ia lanai terkena. Ukurna la erturi-turin. si pesanggeh ruhi ni page. lit merawa. Si ngelakokenca eme guru sibaso. adi tunduh nipi-nipin. maka si sakit aren malem pinakitna. Enda tersundung man guru sibaso maka ia lit sengget. la entabeh man. undang anak kuta. Lanai i rumah tendina. Kalak birawan perlu ibahan kembarna gelarna. danci gila. lit anak main. lit i pindo keramat e kambing putih.

kerina ridi. terang wari. ridi erpangir ku lau malir. Adi sibagenda rupana. lembuna. Ku rumah paluken gendang si enterem ikut arah pudi. ibas perumah beguna e. pekundul ibas jabuna sukut. Toto em toto si mehuli. ibahan acara sukut. arakken kalimbubu ras anak beru. ibahanna tototna man Dibatana ras begubegu ninina. lit guruna dua. Bernginna perumah begu simate-mate sibagenda rupa. ras kade-kade gelah ibas kerja e. kuga tata kerja ibas wari sipagi. Gunana Perumah Begu Sejarah perumah begu. perkarana lalap la dung. Teluna anak enda enggo si aduadun ku balai. arah lebe sukut. senina. Dung er pangir. kerbona. Telu tahun dekahna ia enggo erpekara lalap la erkedungen. PERUMAH BEGU Erbage. tik-tik warina si 30. Adi sinoria. gelah seh sura-sura. mate sadawari. mundur asa lalap. Maka Erpangir Kulau enda ibas kalak Karo perlu denga kal i lestariken i tiap-tiap desa. kudana ras asuh-asuhenna mbue. . banci sempat kundul. Kai pe dahin i dahi anak beru. Pepulung kerina keluarga. jumpa ayo. Tujun Erpangir Buang sial. Adi ertenah kalimbubu. Erpangir Kulau enda sada pesta budaya Karo simehuli. em maka asli kuga kin kejadianna ibas ia mate e. Seh i lau. Kai pe agamana. sura-sura pusuh. Manai lit perang-perang nina musuhna. mulih ku rumah. adi sangkep nggeluh arus pulung secara adat Karo. senina ras sukut. Si enda i perumah beguna. anak beru. telu tah empat. adi pemena ia perumah beguna. Sukut. Lit pe kerja sukutna enterem. Sebab. Enggo melala duit keri ongkos perkara. man ras. em kap lit sada jabu seh kal bayakna tanehna. Enggo dung pangir. ibahan me sada kerja perumah begu. ieteh kai arah kurumah beguna e. em kap ngampeken tulan-tulan ku geriten. Sukut arah lebe.Adi nggurapasi kin matena.bage Dalanna Perumah Begu Lit kalak mate rempet. arus reh anak beru. kalimbubu. teridah kari arah guru sibaso e. tenahken guru sibaso. Teluna anakna enda ndai lanai siangkaan. Mate bapana ras nandena. Lit ka Perumah Begu erkiteken riah-riah ukur. adi bagoh teremna kade-kadena. senina bagepe kalimbubu ras ise si atena erpangir banci ia ikut erpangir. sebab. aminna pe mbarenda rusur ipedahi nande bapana asum nggeluh denga. senina. pendahinna. Lit enggo seh sura-sura sukut. sabahna mbelang. labo pang kita musuhisa. bagepe landek meriah. Pemerintah kita i Indonesia enda pe ermeriah ukur. em sada tujun Erpangir Kulau. Atur perdalan. mate la ieteh kena kai. sebab i suruhna nge tiaptiap suku melestariken budaya suku masing-masing. Anakna 3 kalak dilaki. lalap la dat keputusenna. bagem dalanna mate. Seh i rumah.Berngina enggo pulung kade-kade. adi lit sukutna. gendang keluarga ras jelma si enterem. ibas kerja em si enterem ngidah kuga teremna kade-kade sukut enda. teluna enggo erjabu. anak beru. tah pe ibahan persembahen man nini-nini si enggo mate Arih anak beru. berkat jabu sukut nari kulau arakken gendang. Mpepulung sembuyak. kalimbubu.

terutama sekali pada . Mate enggo ripen (mati sesudah bergigi) f.Dungna. Nuri-nuri Guru Sibaso. guru sibasona pe haruslah modern. maka semua sangkep nggeluh. Suei arihna. kalimbubu. Keagungan Pesta Keagungan pesta kematian pada masyarakat Karo. pendeta. usia belum lanjut) c. Berdasarkan Usia a. Adi lit perkara tah persoalen. dibagi atas : a. sesuai dengan zaman. Guru Sibaso Pijer Podi Adi pekundul Guru Sibaso. Lenga Ripen (mati belum bergigi) e. maka kerina permasalahen jadi dame. Nilai Perumah Begu Perkara si mbelin pe kerina selesai adi perumah begu simate-mate. Mate Kayat-kayaten (sakit-sakitan h. adi siperumah begu nande. Cawer Metua (anak sudah berkeluarga semua.Pengantar Apabila ada orang meninggal dunia. diaken. Emaka. bagepe kerina jabu. Berdasarkan Sebab/Keadaan Kematian. Mate Ndahi Nini (mati anak perana/singuda-nguda) g. Guru Sibaso paksa si e dilaki. Nina me singuda. pastor tah pe imam-imam si ngasup ndamaiken masalah. ia sibahan nimbang perkaranta. Mate Nguda (usia muda. Nehen wari-wari si 30. La perlu er perkara. anak beru. enggo tudu warina. kalimbubu su sudah ngembahken nakan) b. Kerina salang sai. Guru sibaso em tugasna pedamaiken. reh ukur sintua. kaki (ibu jari) dan ikat (kalaki). Batara Guru (mati dalam kandungan) b. dan lain-lain. persoalan si galang i pekitik. patong kerja (baban simate). kerina danci selesai alu simehulina asang inemken madiin si inemken. Guru Batara/Sabutara (mati dalam kandungan dan kelamin belum dikenal) c. B. persoalen si kitik i masapken. dipanggil untuk runggu (musyawarah) tentang hari penguburan. umur lanjut. Ertina. Tabah-tabah Galoh (anak sudah berkeluarga semua. kerina masalah banci selesai. Sibaso genduari perkolong-kolong. senina. harus ia jadi pijer podi man sukut. Sejalan dengan itu. terutama sembuyak. jadilah guru sibaso simbaru. pertua. aku setuju. Mate Sada Wari (tewas) C. Bicara Guru (mati sesudah lahir) d. maka tindakan pertama yang dilakukan adalah memandikannya. undangan untuk sangkep enggeluh. berperan kal ibas-ibas ngelaksanaken adat tah sada keputusen. pekundul saja guru sibaso ibas jabunta. kalimbubu. medate ibahanna ukur sibatu-batun. Kata-kata guru sibaso lit kesanna ras munusuk kubas pusuh peraten. anak belum semua berkeluarga) 2. Membuat putar di kening dan pipinya (kuning). Iba pusuhtalah lebe damai. ibahan me lakon perumah begu. nina sintengah aku pe setuju. adi Dibata ras kalak sirate keleng mereken apul-apul. bagepe anak beru.Jenis-jenis Kematian 1. NURUNKEN KALAK MATE A. Ipekundul guru sibaso. kuga akapndu agi kam duana. Budaya ras seni.

Landek anak beru. dan puang nu puang c. dan di leher dikalungkan sertali (janda). Erpanger bas pas-pasen rumah Pagi-pagi. D. Gendang Nangketken Ose Sesampai di kesain. Sesudah itu. ralep-ralep dan untuk itu. janda/duda simate erpanger (berlangir) di tiras rumah. senina. memasangkan ose kepada bere-bere/kela dan anak masingmasing.kematian cawer metua. yang diosei nduduri isap/kampil kepada kalimbubu. sepemeren. Tek – tek Ketang Selesai berlangir diadakan acara tek-tek ketang. puang kalimbubu. Pas di bawah ture. 1. lalu diadakan acara menari sebagai berikut : a. rudangnya dibuat dari daun ndokum sumsum atau tumba laling 3. anak rumah dan keluarga dekat membuat sirang-sirang 2. sepengalon dan sendalanen. 4. Selesai nangketken osei. kemudian di osei (di kepala dipasang sertali tanpa topi-bulang atau tudung). dimana semua anak dan cucu rase (memakai pakaian adat). janda bertemu dengan mayat. E. kalimbubu maba ose. maka pertama diadakan “Gendang Nangketken Ose”. usungan/perlanja dapat berupa . dan kalimbubu maupun anak beru menari bersama. Gendang Jumpa Teroh Selesai acara tektek ketang janda/duda berjalan menuju ture (beranda) rumah. . lalu ditekteklah sebuah rotan. F. Landek anak rumah Mayat lalu dikelilingi sebanyak empat kali. Menari kalimbubu. bisanya hanyalah pating-pating lante empat mbeka ‘atau’ ‘sapo gunong’. kemudian dibawa ke kesain. anak beru menteri dan lain – lain d. Kalimbubu/Kejaren (bangunan berbentuk geriten bertingkat 9 dan 11) Usungan untuk orang biasa (ginemgem). adalah : Landek Landek Landek Landek Landek Landek Landek Sukut Sembuyak Senina Sepemeren/Siparibanen/Sipengalon/Sendalanen Anak Rumah Kalimbubu Anak Beru Acara ini biasanya diadakan setelah selesai runggu pada malam itu. Lige-lige (bangunan berbentuk geriten bertingkat tiga) 2. sembuyak. sementara sementara pada waktu yang sama. pisau tanggal-tanggal dipegang dengan tadengan tangan kiri. b. separibanen. Dalam adat cawer metua. semua yang rose. kalimbubu simada dareh dan kalimbubu simada ose (si erkimbang). untuk membicarakan persiapan acara penguburan keesokan harinya. maka gendangnya “Nangkih Gendang”. Nurunken Simate Adapun acara untuk ‘nurunken’ (pesta penguburan) adalah sebagai berikut : Sirang-sirang Pagi-pagi. Menari sukut. mayat diturunkan dari rumah. Gendang Nangkih Adapun urutan menari pada acara Gendang Nangkih. artinya semalam sebelum penguburan sudah mulai ergendang.

yaitu putri kalimbubu ditudungi. berupa jas (bulang-bulang) + sejumlah uang (Rp. separibanen.6.000) Di Kuala dan Tiga Binanga. adapula yang membuatnya adalah beru puhun. Akan tetapi. Gendang Naruhken Tudung Selanjutnya diadakan lagi “Gendang Naruhken Tudungen”. Maneh-maneh/Morah-morah/Sapu Iloh Adapun utang adat. Gendang Kalimbubu Landek kalimbubu taneh (tua) Landek kalimbubu bena-bena Landek kalimbubu simada dareh Landek kalimbubu si erkimbang Landek kalimbubu iperdemui Gendang Puang Kalimbubu Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Gendang Anak Beru Landek anak beru tua Landek anak beru cekoh baka Landek anak beru dareh Landek anak beruangkip/ampu kalimbubu kalimbubu kalimbubu kalimbubu kalimbubu tua bena – bena si mada dareh si erkimbang iperdemui 5. dari sima diserahkan kepada : Kalimbubu.000) Anak Beru.G. Adapun urutan menari adalah sebagai berikut : Gendang Sukut Landek sukut Landek sembuyak Landek senina Landek sepemeren. (Maneh-maneh/Morah-morah/Sapu Iloh) kepada kalimbubu berupa sekin + sejumlah uang. morah-morah atau sapu iloh. Biasanya adalah putri kalimbubu yang tidak dikawini lagi (la iperdemui). selanjutnya diadakan runggu pedalan maneh-manhe. berupa uis kapal/arintang+ sejumlah uang . I. Gendang Anak Beru Menteri Urutannya sama seperti Gendang Anak Beru Menteri. berupa baju + sejumlah uang (Rp. H. Pada saat ini erdalan belo kinaper. Dan bersamanya juga ikut menari anak beru sipemeren. Gendang Adat Selanjutnya diadakan “Gendat Adat” untuk menari. 12. sendalanen Selesai gendang sukut.. Sementara apabila yang meninggal dunia adalah wanita.000) Puang Kalimbubu. 6. maka utang adat itu adalah sebagai berikut. Kalimbubu Simada Dareh. tetapi sering juga ditentukan sekali sekali menari saja. sepengalon. biasanya dilanjutkan dengan acara makan. (Maneh-maneh/Morah-morah/Sapu Iloh). berupa sekin + sejumlah uang (Rp.

Sembuyak. kepada Kalimbubu Simada Dareh b. Jukut kepada Binuang (Sembuyak Tulan) c. 1. dibawa Lau Simalem-malem. Pertiga . Jukut kepada Anak Beru Cekoh Baka Tutup c.Satu kepada Kalimbubu Bena-bena (Kampah) . yaitu perang empat kali. Landek Kalimbubu/Puang Kalimbubu 4. Pertiga . dan senina di bagian tengah. demikian juga di Perbesi. Sepemeren. M. mayat diantar ke kubura (pendonen). Ngamburi Lau Simalem-malem Empat hari setelah dilakukan penguburan. Pembakaran Mayat/Penguburen Dahulu sebelum kekuasaan penjajah masuk di daerah Karo. Sepengalon ras Sendalanen 3.Satu bagian kepada Anak Beru Sienterem K. berupa benang telu rupa Selanjutnya diserahkan Tulan Putor kepada kalimbubu dan ikor-ikor kepada anak beru.Kalimbubu Singalo Bere-bere. Landek Anak Beru/Anak Beru Menteri O. Di Buah Raya. berupa pakaian + sejumlah uang Anak Beru. a. J. roh si mati diserahkan kepada si empat terpok N. dan selanjutnya diadakan acara Perumah Begu P. . pembakaran mayat itu terakhir sekitar tahun 1939. Landek Sukut. Gendang Narsarken Rimah Sekembali dari kuburen. kalimbubu di arah kepala. Narohken Simate Ku Pendonen Selanjutnya. Taka Tulon Putor . . maka mayat itu dibakar. Perumah Begu Selesai narsarken rimah. Aturan menari sebagai berikut. Taka Alonken 1. diadakan Gendang Narsarken Rimah. maka sepanjang jalan diamburi page. Setiap berhenti. L. anak beru di bagian kaki. landek guru sibaso. Untuk mengusung mayat. Senina.Satu kepada Kalimbubu Sienterem (iperdemui) 2. Gendang buangken 2. dikelilingi sebanyak empat kali. Apabila cawer metua. Tulan kepada Anak Beru Tua b. Taka Ikor-ikor a. berupa uis kelam-kelam + sejumlah uang Kalimbub Singalo Perkempun. Gendang Serayan Selanjutnya gendang diserahkan kepada perayaan (muda-mudi) Q. Menyerahkan Kepada Si Empat Terpok Selanjutnya. maka diadakan lagi acara yang disebut “Maba Lau Simalem-malem”.Dahulu mayat diberhentikan sebanyak empat kali di jalan. Untuk itu.Satu bagian kepada Anak Beru Menteri . Tulan.Satu kepada Kalimbubu Tua .

c. sedangkan toktok untuk perempuan. sembuyak. Ngembahken Nakan Adalah acara adat yang dilaksanakan oleh `Sangkep Enggeloh` dengan memberi makan orangtua yang sudah ujur atau lama sakit-sakitan. Nungkirken Pinakit Adalah acara untuk menjenguk orang sakit. dan perumah begu. lalu erduhap dan pulang. misalnya : Guru. Ciken diberikan kepada laki-laki. penarune. Mereken Ciken/Toktok Adalah upacara memberikan tongkat/toktok kepada seorang yang sudah tua oleh sangkep enggeloh. Acara memberi makan pertama oleh sukut. harus dilakukan menurut adat Karo. kemudian diadakan cibal-cibalen. T. diadakan acara penguburen atau memasukkan ke dalam geriten. ADAT KALAK CAWER METUA a. dibersihkan lalu di uras. Selesai makan. Terlebih dahulu. Acaranya adalah. Untuk itu. Biaya penguburan Sisingkeh-singkehen Ingan sumpit cibal kalimbubu Pembagian harta warisan Dan lain-lain S. dan lain-lain. yang pelaksanaannya sama seprti `Ngembahken Nakan`. Runggu Utang Ido Dalam runggu ini akan dibicarakan tentang . Tetapi disini tidak ada musyawarah antara sangkep enggeloh terlebih dahulu. Kuburan lalu dipagar. diadakan runggu tentang penguburan itu. KERAMAT DALAM ORANG KARO . Selanjutnya. Geriten biasa secara peridik dirayakan setiap waktu tertentu (lima tahun sekali). tetapi sekarang tulisan tersebut sudah diganti. Selanjutnya. erpanger kulau. mangeri takal.makanan numbang. kuburannya kembali dibongkar untuk dipindahkan ke kuburan yang lebih baik. tulangnya kembali diangkat oleh kalimbubu. diberi lambe. serta tidak ada aturan pembagian hutang. R. Cindang. Geriten Limang dahulu disebut `Rumah Sibadia`. Kuburan kemudian digali oleh kalimbubu. Geriten Adalah bangunan khusus untuk menyimpan tengkorak kepala dari orangorang yang pada jamannya sebagai panutan (pemimpin). Mindahken Tulan-tulan Ada kalanya setelah beberapa lama mayat dikubur. cimpa gulame dan nakan. ditarok belo bujur. kalimbubu menanyakan kehendak dari yang sakit tentang tata cara penguburannya kemudian hari. diamburi lau simalem-malem. penggual. atau si erjabaten. b. Untuk itu dipersiapkan . dan lain sebagainya. atau dimasukkan ke dalam geriten. kalimbubu dan anak beru. kemudian dibungkus dengan dagangen. naroh manok. mengganti baka.Silan Silan adalah suatu tempat yang dianggap angker oleh masyarakat karena . Setelah ketemu. kemudian diteruskan oleh anak beru.

keteng-keteng dan sebagainya. Jadi. Bila Hulu Balang Na Malaga melihat adanya musuh mau masuk kampung. Biasana si la ngasup enda i pelebeken si pitu jabu. Nini Pagar merupaken Sembah-sembahen kuta/kampung dan diadakan upacara persembahan dengan acara tertentu dan dalam waktu tertentu. Penjaga Kampung (Pelindung) yang berada di luar kampung namanya ‘ Pengulu Balang Na Malaga’ yang fungsinya sebagai pengintai. maka ia memberitahukan kepada Nini Pagar dan Buah Huta-huta untuk bersiap tempur. Perbedaannya hanya mengenai letaknya. memanggil kembali roh (tendi) seorang yang telah ditawan oleh Silan. Upacara Ndilo Tendi mempunyai acara-acara tertentu. . mahluk halus (nini) yang menjadi pelindung/pengawal penduduk suatu kampung. . pemberi rejeki dan lain-lain. batu besar dan sebagainya. Nini Pagar berfungsi sebagai pelindung masyarakat dari malapetaka.. dapat dilakukan dengan mengadakan gendang.Ndilo Tendi Ndilo – Memanggil. maka arih lebe simada rumah nentuken belin kerja (adi lit sekalak si la ngasup muat adangenna. Dengan harapan. duana enda ibahan sangana mbeltek page.Buah Huta – huta Buah Huta –huta sama dengan Pagar. senina ras anak beru ras notoken sanga encari ras mejuah-juah. jenari pagi i galarina dung peranin). emekap page simbaru i perani ndai i pah-pah. enda ibahan nandangi merdang. masyarakat terhindar dari bahaya. . .mempunyai Penunggu mahluk halus (Keramat).Roh Ndilo Tendi maksudnya. maka ibahan kerja tahun enda emekap. ndigan ibahan warina. Arah Julu kenca dung peranin. .Pengawal – Penjaga Pagar adalah roh nenek moyang. enda i bahan sangana beltek page. Jinujung pada waktu-waktu tertentu diberi persembahen dengan mengadakan erpenper.Pagar Pagar. lit ka kerja tahun sini i gelari ngerires. ibahan kerja tahun gelarna mahpah. MASUKI/MENGKET RUMAH MBARU Ope denga ibahan acara mengket rumah mbaru.Jinujung Jinujung ialah mahluk halus yang menjadi penjaga diri seseorang. Lit kerja tahun sini i gelari nimpa bunga benih.Kerja Tahun Kerja Tahun i Taneh Karo lit piga-piga erbagena. maka lit dalan pulung setahun sekali ras kalimbubu. Tendi . Nandangi merdang iban kerja tabun rebu. Sedangkan Pagar letaknya persis di sekeliling (watas) kampung. si enda i rungguken uga jalan keluarna. I . lit kerja tahun sinigelari merdang-merdem. Lain si enda. Buah Huta – huta atau Tembunen Kuta terletak di dalam kampung (kesain). Silan dapat berupa kayu besar. Silan tidak disembah (silan la termasuk sembah-sembahen. lit ka kerja tahun ngambur-ngamburi. Adi arah gunung-gunung.

Sukut rose. persikapen kerina perbeliten ras netapken wari mata kerja. 2 man temue. sada man sukut.Enem binangun si cinder i bas rumah adat e i balut alu uis arinteneng.Baka : ingan pemunin barang si meherga. kerina anak jabu si jadi sukut ras temue si enggo reh ersikap-sikap. I lebe-lebe ture ngadi lebe. i rakut alu kulit ambat tuah.Kitang : ingan lau pola. Emaka i ikuti anak jabu si deban. . bertuk padang teguh.Muat bulung-bulung si melias gelar ku kerangen. Nikapken Keperlun Kerja .Muat ras nikapken daliken dapur. Ngerencit (Kerja Sintua) Ngerencit eme kerja si mbelinna ibas kerja mengket rumah mbaru. anak beru .Tengguli : eme lau pola si enggo i gergeri nandangi danci jadi gual . lit pancurna. ras kalimbubu si erkimbang : amak cur + beras + tinaruh. bagepe bengkauna lembu. . b.Nikapken nakan dem ras bengkauna (nurung belin + kurung). . anak beru. Erkite-kiteken temue enggo rencit-encit. Biasa i bahan kerja mengket rumah.Ras-ras anak rumah narsarken lameb i kelewet rumah. . Beras man nakan si enterem lit 20 ayan. sukut ras anak beru . mena seri ras kandi-kandi janah lit tutupna.Rudang – rudang si melias gelar eme : bulung jabi-jabi. Bengkau lit 3 lembu. Jenari si pemena nangkih.Si erbahan lape-lape i kesain. Emaka tiap anak jabu berkat ras-ras ku rumah. kade-kade enterem itenahken. Kade-kade sindeher-ndeher saja ras si labanci lang saja. BENTUK KERJA Sumalin Jabu. senina tiap jabu. Iban ibas buluh nari. kade-kade i tenahken kerina. tutupna kayu . .sungkun guru sibeluh niktik wari. ibas wari Aditia Naik. bengkauna 4 tah 5 manuk. a. Nakan siman pangan lit 10 tah 12 ayan beras. pengulu kuta. Mengket Rumah Erkata Gendang (Kerja Sintengah) Kerna mengket rumah erkata gendang. pulung sangkep nggeluh. Kenca enggo dung rose kerina. sanggar. Beras Pati tah pe Cukera Dua Puluh. Erbahan arih entahpe runggu kerina sukut ras anak beru senina bagepe kalimbubu. Baka iban ibas rotan nari si ni i bayu. sangketen. . . . ikut ka nge anak beru. banci i kataken kerja sintengah. mengkah dapur (kerja si nguda) Kerja Mengket Rumah Sumalin Jabu entah mengkah dapur. maka i kataken kerja mengket rumah mbelin ngerencit. rikut pe kalimbubu bena-bena. Perlakon Ibas Nandangi Mata Kerja.Luah kalimbubu sj majek daliken : manuk. banci berkat. eme uis arinteneng.Netapken si nujung ranting . eme singiani jabu bena kayu.Uis adat sini oseken ku tunjuk langit rumah. Ibas arih enda. sope denga matawari pultak. Ncakapken ras muat kata putus kerna belin kitikna iban kerja. eme kerja kitikkitik saja. Terpaksa ibahan inganna deba ibas kesain. Kerina adangen na perlengiten kerja cukup sada tah dua ayan beras. si majekkenca eme kalimbubu si majek daliken. umpamana uis. ngikutkenca enggo leben. sinangketkenca eme kalimbubu si mada dareh. emas-emas ras sidebannan. Kerja e erkata gendang. Ia nangkih arah ture jabu bena kayu. .Cimpa bicara siang + galuh ATUREN PERLAKON IBAS MENGKET RUMAH MBARU Ibas wari mata kerja si enggo i tentuken e. Biasana mengket rumah bage teremna bandi lanai siat rencit-rencit i rumah. Ibas tutupna e.

Tulisan ini merupakan hasil revisi dari sebahagian isi hasil skripsi tersebut. merupakan sebagian aspek penting dalam kepercayaan tradisional Karo yang pelaksanaanya terpusat pada guru. Berdasarkan pandangan-pandangan tersebut di atas kita dapat melihat bahwa semuanya berakar pada kebudayaan masyarakat setempat. Kemudian. Upacara-upacara keagamaan tradisional yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah upacara yang berhubungan dengan kepercayaan tradisional Karo yang disebut dengan pemena. Protestan.GURU (TABIB) DALAM MASYARAKAT KARO: Kajian Antropologi mengenai Konsep Orang Karo tentang Guru dan Kosmos (Alam Semesta) Sri Alem Br. B. M. Upacara tradisional dapat didefenisikan sebagai upacara yang diselenggarakan oleh warga masyarakat sejak dahulu sampai sekarang dalam bentuk tata cara yang relaif tetap. untuk itu diperlukan beberapa aktivitasaktivitas yang dapat menjaga keseimbangan alam. Ada juga yang beranggapan bahwa alam itu sesuai dengan sifatnya. Konsep guru ini berhubungan erat dengan kepercayaan tradisional Karo yang disebut pemena atau perbegu. Hindu dan Budha. Deskripsi berikut ini akan menguraikan bagaimana guru itu berperan dalam kehidupan orang Karo. baik secara individual maupun kelompok bagi kehidupan mereka (Dept. Jadi kata pemena dapat diartikan merupakan kepercayaan yang asli (pertama) dari orangorang Karo sebelum masuknya pengaruh agama ‘baru’ seperti Katolik. Pendukungan terhadap upacara itu dilakukan masyarkat karena dirasakan dapat memenuhi suatu kebutuhan.P&K RI (1985:1). tetapi tidak jarang menjadi musuh yang menakutkan. sehingga lebih mudah diamati (Koentjaraningrat 1985:375). berasal dari kata bena yang berarti awal atau yang pertama (asli).Si 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara A. Penyebutan kata pemena ini disepakati sejak tahun 1946 oleh para pengetua adat dan guru-guru mbelin (dukun/tabib terkenal). Islam. suatu kompleks penyembuhan. karena itu harus dihadapi dengan segala kekuatan. 2 WS.Sembiring. kadang-kadang bisa menjadi sahabat. guna-guna dan ilmu gaib. dimana ilmu pedukunan dan pengobatan asli dipraktekkan bagi masyarakat yang memerlukan. Segala kegiaatan yang berhubungan dengan roh-roh gaib dan upacara ritual. Beberapa persepsi manusia terhadap alam antara lain mengangap alam itu sebagai musuh. Suatu peranan yang mencakup luas dan mempunyai kaitan yang erat sekali dengan konsepsi tentang kosmos dari guru sebagai pelaksana . Upacara keagamaan itu sendiri berhubungan dengan sistem kepercayaan yang hidup dalam suatu kelompok mayarakat tertentu. Pendahuluan Guru adalah terminologi umum bagi orang Karo untuk menyebut seseorang yang berperan sebagai tabib. hantu dan roh jahat lainnya. Konsepsi Tentang Kosmos Manusia yang mengembangkan kebudayaannya selalu berorientasi kepada alam lingkungan dimana mereka bertempat tinggal.Soemarno dalam penggolongan aliran-aliran kebatinan menyebutukan bahwa salah satu aliran tersebut adalah golongan pedukunan. Persepsi lain yaitu bahwa alam itu adalah sahabat karena itu harus disdayangi dan dirawat. Kata perbegu bagi orang di luar orang Karo seolah-olah menunjuk ke arah penyembahan kepada setan. Page 2 2002 digitized by USU digital library 2 pemena. Guru ini sangat berperan dalam ritual-ritual keagamaan atau upacara-upacara tradisional bagi orang Karo. Salah satu hal yang menyebabkan besarnya perhatian para ahli mengenai upacara atau ritus-ritus keagamaan disebabkan karena upacara keagamaan dalam kebudayaan suatu suku bangsa biasanya merupakan unsur kebudayaan yang paling ‘lahir’. Beberapa orang Karo lainnya mensinonimkan kata guru dengan kata dukun 2 . Orang Karo meyakini bahwa selain dihuni oleh manusia alam juga merupakan tempat bagi roh-roh gaib atau mahluk-mahluk lain yang hidup bebas tanpa terikat pada suatu tempat tertentu. Tulisan ini akan diawali tentang konsepsi orang Karo tentang Kosmos sehubungan dengan kepercayaan tradisional Karo yang disebut dengan 1 Tulisan merupakan bagian dari hasil penelitian penulis untuk penulisan skripsi S-1 pada tahun 1992 di Jurusan Antropologi FISIP-USU. tulisan ini dilanjutkan dengan konsep dan klasifikasi orang Karo tentang guru dan keahliannya. karena itu harus ditaklukkan dan dikuasai. Demikian juga halnya dengan apa yang disebut dengan guru. Sementara kata pemena berarti asli. Perubahan kata dari perbegu menjadi pemena ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesalahpahaman orang-orang di luar orang Karo atas pengertian kata perbegu.

berasal dari kata desa yang berarti arah dan si waluh yang berarti delapan. dan akhirnya kematian 5 . Kesatuan dari keseluruhan tendi yang mencakup segalanaya ini disebut Dibata. sebagai kesatuan totalitas dari “kosmos� (alam semesta). J. Penjuru mata angin ini dapat dibedakan atas dua sifat yang berbeda. Orang Karo meyakini bahwa alam semesta diisi oleh sekumpulan tendi. Setiap bagian berhubungan satu sama lain. Baik itu keseimbangan dalam diri manusia sendiri dan lingkungannya. maupun keseimbangan “makro-kosmos� dalam konteks yang lebih luas. Si nurihi buk mecur artinya yang mampu menghitung rambut (manusia) yang sangat banyak. pembagian kosmos yang diikuti dengan pembagia Dibata ternyata tidak begitu penting. yaitu : benua atas. nariti (barat daya). Sebaliknya pada arah mati terdapat mahluk-mahluk gaib yang jahat dan suka mencelakakan manusia. 1986:111). 3 Penegasan mengenai ritual yang ditujukan untuk mencapai ‘equilibrium’ dalam masyarakat dapat dilihat dalam tulisan Geertz (1983). para guru menyebutnya juga dengan Dibata si nurihi buk mecur atau Dibata si mada tenuang. Daya pikiran manusia dianggap bertanggung jawab ke luar guna menjaga . yaitu suatu kehidupan jiwa yang keberadaannya dibayangkan sama dengan roh-roh gaib (Ginting. Alam semesta merupakan suatu kesatuan yang menyeluruh. Setiap titik dalam “kosmos� mengandung tendi. selatan dan barat. tendi (jiwa). barat dan utara dikuasai oleh roh penolong yang memberikan kebahagiaan kepada manusia. Bagi masyarakat Desa Kidupen . malapetaka. Penjuru mata angin ini disebut desa si waluh (delapan arah). posisi arah rumah dan areal pemakaman penduduk suatu desa (Desa Kidupen) mengikuti arah hidup. pustima (barat). Penggolongan kepada arah hidup dan arah mati didasarkan kepada pemikiran bahwa desa-desa timur. Kesatuan ini disebut sebagai ‘keseimbangan dalam manusia’. barat dan utara. Guru dianggap memilki banyak pengetahuan yang mendetail tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan dan kejadian.kejadian dalam hubungannya dengan kehidupan 4 . Sedangkan si mada tenuang artinya yang menciptakan (tenuang berasal dari kata tuang = cipta.utama. Hal ini sesuai dengan keyakinan orang-orang Karo yang sangat dekat dengan suatu bentuk kepercayaan atau keyakinan terhadap tendi. Sementara itu. sebab mengingat bahwa titik sentral dan tujuan utama segala aktivitas peranan guru adalah untuk mencapai kembali “equilibrium� atau keseimbangan 3 . pusuh peraten (perasaan). Dalam kehidupan sehari-hari. alam dapat dibagi ke dalam tiga bagian yang disebut benua. alam semesta dibagi ke dalam delapan penjuru mata angin: purba (timur). kesah (nafas). daksina (selatan). Setiap manusia dianggap sebagai “mikro-kosmos� (semesta kecil) yang merupakan kesatuan bersama dari kula (tubuh). benua tengah dan benua teruh yang masing-masing dikuasai oleh Dibata datas. Sesuai dengan dengan pendapat dan pemikiran ini. Menurut mereka Dibata adalah tendi (jiwa) yang dapat hadir di mana saja. aguni (tenggara). Dibata tengah dan Dibata teruh yang merupakan suatu kesatuan yang disebut Dibata si Telu ( Tuhan yang tiga) atau dianggap sebagai “tri tunggal� yang disebut juga Dibata kaci-kaci ( Kaci-kaci artinya Tuhan Perempuan) sebagai penguasa tunggal. yang dapat dibagi secara “vertikal� (tegak lurus) dan secara “horizontal� (mendatar). yaitu desa ngeluh (arah hidup) dan desa mate (arah mate. Posisi rumah pribadi mayoritas menghadap ke arah utara dan selatan. selatan. mangabia (barat laut). irisen (timur laut). butara (utara). Desa-desa yang digolongkan sebagai arah hidup adalah. areal persawahan dan perladangan mayoritas di arah utara. Selain itu digolongkan sebagai arah mati. Keteraturan dalam kosmos sudah terbentuk sejak Dibata (Tuhan) menciptakan manusia dan dunia. timur. dan ukur (pikiran). Dibata yang yang dikenal dan dianggap penting adalah Dibata kaci-kai sebagai kesatuan keseluruhan dari Dibata. selatan. Bagi mereka. bahwa si nasa lit (segala yang ada) dikuasai oleh Dibata. kekuasaannya meliputi segalanya dan dianggap serbagai sumber segalanya. Hubungan yang kacau atau tidak beres antara satu sama lain dapat menyebabkan berbagai bentuk kerugian seperti sakit. Sedangkan posisi rumah-rumah adat mayoritas menghadap ke arah timur dan barat. Secara vertikal. 4 Lihat dalam tulisan Ginting (1990) Page 3 2002 digitized by USU digital library 3 Secara horizontal.R. yang biasa dipakai menyebutkan pencipta manusia selagi dalam rahim seorang Ibu).

pintun (pintu). Beraspati. beraspati kabang (inti kehidupan udara). tergantung dalam konteks mana upacara akan dilakukan. lau sirang (sungai yang bercabang). nafas dan pikiran. Alam sekitar ini digolongkan ke dalam beberapa inti kehidupan yang masing-masing dikuasai oleh nini beraspati (nini = nenek). yaitu keadaan sejuk dan seimbang antara “makrokosmos�. tapin (tempat mandi di sungai) dan lain-lain. Beraspati rumah (inti kehidupan rumah) dibagi lagi atas bubungen (bubungan). redan (tangga). beraspati kerangen atau beraspati kabang dan kadang-kadang para guru menggabungkan beberapa beraspati yang dianggap penting dapat membantu kesuksesan suatu upacara ritual yang mereka adakan. 5 Keterangan lain mengenai jiwa dapat dibaca dalam tulisan van Peursen (1983). beraspati kerangen (inti kehidupan hutan). Sementara itu kepala si pasien dipilih dengan pertimbangan bahwa kepala adalah tempat dari pikiran dan sebagai pusat dan pimpinan dari “mikro-kosmos� (semesta kecil) tersebut. beraspati rumah (inti kehidupan rumah). palas (palas). Hal ini menunjukkan bahwa dalam diri guru terdapat suatu pandangan bahwa keseimbangan dalam “mikro. Beraspati taneh dibedakan atas kerangan ( hutan). 1983:12). Air jeruk purut diyakini menimbulkan rasa sejuk. daliken (tungku dapur). uruk (bukit). Beraspati lau (inti kehidupan air) misalnya. malem pusuh (perasaan sejuk/tenang).kosmos� (semesta kecil/tubuh manusia itu sendiri) tidak akan sempurna tanpa tercapainya suatu keseimbangan “kosmos� (alam semesta secara luas). terganggunnya hubungan-hubungan dalam “mikro-kosmos� seseorang berarti adanya keadaan tidak seimbang dalam tubuhnya. CA. Oleh karena itu kata malem digunakan juga sebagai arti sehat atau kesembuhan dalam bahasa Karo. kesatuan sosial dan lingkungan alam sekitar. jiwa meresapi tubuh. Tindakan ini diyakini akan menyempurnakan keseimbangan dalam diri seseorang. kehadiran jiwa seolah-olah terpencar dari tubuh (van Peursen. embang (jurang). Air jeruk dianggap sebagai lambang dari alam semesta yang mewakili ‘keseimbangan luar’ akan dimasukkan ke dalam diri manusia yang mewakili ‘“keseimbangan dalam� itu sendiri. kapur. oleh penganut pemena atau guru khususnya dibagi lagi ke dalam beberapa jenis lingkungan alam atau tempat dan keadaan. nini beraspati ini dilambangkan dengan gambar cecak putih yang dianggap sebagai pelindung manusia. pinang dan gambir). seorang guru dalam beberapa ritusnya yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan pada diri manusia akan menggunakan air jeruk yang malem. Orang Karo meyakini bahwa alam sekitar diri manusia sendiri dianggap sebagai “makro-kosmos�. Dalam ornamen Karo. Biasanya dilakukan dengan meletakkan sirih yang disebut belo cawir (sirih. seperti dalam upacara perumah begu seorang guru si baso mengadakan persentabin kepada beraspati taneh dan beraspati rumah agar meraka masing-masing sebagai inti kehidupan tersebut tidak mengganggu atau menghambat jalannya upacara. lingling (tebing). perasaan. Prinsip ini pula yang menyebabkan mengapa seorang guru melakukan beberapa upacara ritual dengan tujuan untuk mendapatkan keadaan yang serba malem (sejuk/tenang). Dengan menggunakan air jeruk purut pada upacara berlangir (erpangir). beras pati air. Menurut para guru. jiwa itu ada sebab tubuh sendiri tidak berjiwa. Ini yang menjadi dasar setiap guru di Karo selalu mengadakan persentabin (mohon ijin) kepada nini beraspati sebelum melakukan upacara ritual. seorang guru akan menyiramkannya ke kepala pasiennya. Kekekalan jiwa menurut Plotinus. Tercapainya suatu “keseimbangan dalam� akan memperlihatkan berbagai keadaan menyenangkan.keseimbangan dalam dengan keseimbangan luar sebagai suatu “makrokosmos� (semesta besar) yang meliputi dunia gaib. ukur malem (pikiran tenang). malem (sejuk/tenang). mbal-mbal (padang rumput). malem ate (hati sejuk/tenang). yaitu ketidakseimbangan antara tubuh. jiwa. dibedakan lagi atas sampuren (air terjun). yaitu. kendit (tanah datar). seperti. Page 4 2002 digitized by USU digital library 4 Kesejukan badan dan pikiran merupakan dasar dari keadaan sehat. apakah kepada beraspati taneh. Oleh karena itu. beraspati taneh (inti kehidupan tanah). jiwa adalah suatu kehadiran yang membuat tubuh menjadi seperti apa adanya. deleng (gunung). para ( tempat menyimpan alat-alat masakdi atas tungku dapur) dan lain-lain. Maka karena itu walaupun seseorang telah meninggal jiwanya tetap hisup. Belo cawir ini .

pinang dan gambir adalah lambang dari darah merah manusia karena perpaduan keduanya memberi warna merah. kepada nenek beraspati rumah .merupakan lambang diri manusia. . karaena itulah disebuat deangan i jah (di sana). Menurut seorang guru Pa Jawi (bukan nama sebenarnya). o nini beraspati rumah ujung kayu bena kayu . mengatakan bahwa: “I bas inganta enda pe melala kel orang-orang alus si la teridah bagi kalak si la dua lapis perngenin matana. tidak mau menganggu manusia. tidak ada seorangpun yang tahu pasti dimana. tapi adina Page 6 2002 digitized by USU digital library 6 orang alus. . baik yang ada di ujung kayu ataupun di pangkal kayu .�) Dalam mengadakan hubungan dengan roh-roh orang yang telah meinggal. Guru mengatakan bahwa hubungan itu dapat dilakukan melalui perantaraan angin si lumang-lumang (angin yang berhembus). Ini menunjukkan bahwa alam gaib itu berbeda jauh dengan alam tempat kehidupan manusia. bage pe keramat seh kel lalana.�). e banci ia erbahan penakit. Sehubungan dengan itu. harus menyeberangi sesuatu untuk sampai ke tempat tersebut yang disebut sebagai i jah (di sana). cibal beloku. ku letakkan sirih permohonanku. pinang cawir. sangat banyak juga.�. Sebutan i jah dan i jenda tidak berarati adanya suatu wujud pasti tertentu sebagai alam gaib. tapi jika orang-orang halus bisa saja membuat penyakit bagi manusia dan mencelakakan kita. khususnya mereka yang dijulluki sebagai guru si baso 7 melalui ritual perumah begu atau perumah tendi 8 . kosmologi Karo mempunyai perbedaan yang sifatnya umum antara alam gaib dan alam biasa. Kata tersebut di atas hanya untuk membedakan alam gaib dengan alam biasa. manusia tidak tahu pasti tempat dan wujudnya. namun alam gaib tersebut digambarkan sebagai suatu alam yang tidak terlihat dan tanpa wujud. hal ini terutama menandakan bahwa roh-roh yang telah mati tidak sama dengan manusia yang hidup. Page 5 2002 digitized by USU digital library 5 Sirih dalam belo cawir sebagai lambang tubuh manusia. Disamping hal di atas. demikian juga dengan keramat. kapur lambang dari darah putih sesuai dengan warnanya putih. tiap keramat enda la ia engganggui jelma. permohonan ijin dariku. Maka ula kari abat ula kari alih. tiap-tiap kerangen lit sada keramatna. pinang meciho maka meciholah penuri .� (“Dalam tempat tinggal kita ini pun banyak sekali orang halus yang tidak terlihat oleh mereka yang tidak dua lapis matanya. Dalam hal ini diungkapkan bahwa lau (air) merupakan penghubung antara manusia dan roh-roh yang telah mati. kapur meciho. adina keramat ia singarak-ngarak. seorang guru dapat melakukannya dengan bantuan jenujung 6 . . terutama jika guru merasa bahwa penyebab dari keadaan yang tidak seimbang pada diri manusia tersebut disebabkan karena ada hubungannya dengan roh-roh orang mati yang mengganggu. Alam gaib sendiri berada bersama-sama di sekitar manusia. bage pe celaka man kita. Supaya tidak ada yang menghalangi upacara ini. dikatakan juga bahwa arwah orang yang telah meninggal mempunyai kehidupan yang berbanding terbalik dengan kehidupan manusia. Arwah itu tinggal di taneh kesilahen dengan . belo cawir. kapur yang putih bersih dan terang atau jelaslah keterangan dan petunjuk dari Dibata yang tidak terlihat. tapi mahluk halus jenis keramat ini tidak menganggu sifatnya. enda persentabinku. Alam gaib diatunjukkan dengan pemakaian kata ijah (di sana) dan alam manusia biasa dengan kata ijenda (di sini). Mantra (Karo = tabas) yang dipakai guru dalam rangka persentabin kepada beraspati taneh dan beraspati rumah adalah sebagai berikut: “enda ku sentabi kel aku o nini beraspati taneh kenjulu kenjahe . (“ Ini aku datang memohon ijin kepada nenek sebagai inti kehidupan tanah dari segala sisi. sedangkan alam biasa tempat kehidupan manusia disebut doni enda (dunia ini). . Ini dibuktikan dengan kata seberang yang dalam pengertian para guru dianggap maelewati suatu batas yang ditandai oleh lau (air). terdiri dari sirih bersih dan bagus demikian juga pinangnya. Semua tempat sekitar manusia adalah juga alam gaib.sider bertengna.nurin Dibata si lakuidah. Dalam peristiwa pemanggilan roh-roh orang mati tersebut berasal/datang dari negeri seberang. dia menolong manusia. sehinga disebut negeri seberang. Adanya kehidupan pada manusia disebabkan bekerjanya ketiga unsur tersebut sebagai metabolisme tubuh manusia yang saling mengatur peredaran darah dalam tubuh. Hal ini pula yang menyebabkan banyak guru memakai air yang ditempatkan dalam suatu mangkuk putih. di setiap hutan ada satu keramat penungggu.

ruas batang bambu. Dia harus mengetahui tumbuh. Guru adalah juga pemellihara ceriteraceritera lama. ahli sejarah. Oleh karena itu hubungan manusia dengan alam gaib hanya dapat dilakukan melalui jiwa yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. Itulah sebabnya dalam melakukan hubungan dengan orang-orang yang telah meninggal. Dia harus mengetahui cerita yang menjelaskan asal upacara itu yang sering berkaitan dengan asal mula dunia.18) memandang guru sebagai suatu “kumpulan informasi�. 8 Ritual perumah begu ini pada dasarnya dilakukan karena adanya kepercayaan akan kehidupan kekal dari jiwa. daun. ruas tebu. Itulah yang merupakan penyebab mengapa dikatakan begu banyak berkeliaran di malam hari. Pa Jawi harus menentukan berapa jumlah tumbuhtumbuhan yang harus dipakai sebagai bahan upacara dan juga manteramantera yang diucapkan untuk jeniss penyembuhan yan berbeda pula. Guru dan Keahliannya Bagi orang Karo. Untuk membuat pangir seorang pasien yang mendapat mimpi buruk akan dikumpulkan bahan-bahan seperti. Tetapi jiwanya tetap hidup dan dapat tinggal dimana saja dan masih dapat berhubungan dengan anggota keluarga lain yang masih hidup (lihat juga tulisan Singarimbun 1972:21: Bangun P 1976: Prinst. ahli theologi. juga beberapa ruas tumbuh-tumbuhan yang dalam bahasa Karo disebut buku-buku. mendaftar dan memakai sebagian besar pengetahuanpengetahuan yang ada dalam masyarakat. DarwanDarwin 1985:22: Sembiring 1992) Page 7 2002 digitized by USU digital library 7 (lehrer) dalam bahasa Indonesia. perawatan serta penyembuhan kesehatan dan lain-lain. seperti: meramal.tumbuhan mana yang diperlukan untuk melaksanakan suatu upacara dan dia harus mengetahui tindakan-tindakan dan mantera-mantera yang perlu dijelaskan kepada peserta-peserta lainnya.keadaan. Keseluruhan alam gaib disebut pertendiin (kejiwaan). “Quardiant spirit’ ini diperlukan oleh seorang ‘shaman’ atau ‘spirit medium’ sebagai pelindung dirinya dan sebagai sumber kekuatan untuk hidup ataupun untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit (lihat dalam Pettitt 1966:137-243: Murdock 1974: Foster/Anderson 1986) 7 Deskripsi rinci mengenai guru si baso (‘shaman’) dapat dilihat dalam tulisan skripsi penulis (Sembiring 1992). Tetapi sebagai sebuah peranan biasanya diartikan dengan kata “dukun� dalam bahasa Indonesia (Ginting. J. Seperti yang dituturkan oleh seorang guru perban pangir di Desa Kidupen (lokasi penelitian penulis) yang dipanggil “Pa Jawi�. Artinya.H. membuat upacara ritual. Dialah yang telah mengumpulkan. ahli ekonomi dan juga merupakan suatu “ensiklopedi� yang mengembara di tengah-tengah masyarakat. sangka sempilet. Alam gaib dikatakan juga sebagai alam jiwa. berngi suarina. 1990: 1). ahli penyembuhan. Neumann (1910 : 1 . walaupun seseorang telah meninggal. berhubungan dengan roh atau mahluk gaib. suatu hal yang memperlihatkan bahwa kemampuannya memang banyak. guru adalah sebutan untuk orang-orang tertentu yang dianggap memiliki keahlian melakukan berbagai praktek dan kepercayaan tradisional. seorang guru (guru si baso) menggunakan tendinya dengan bantuan tendi-tendi lain yang disebut jenujung (junjungan). seperti. Dalam tulisannya yang berjudul “De Bataksche Guru� dalam Mededeelingen van wege het Nederlandsche Zendelinggenootschap. pagi berngina. Dimana pemilihan jenis tumbuhan . Guru dianggap memiliki pengetahuan yang mendetail mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan. “Pa Jawi adalah seorang guru pembuat langir (berlangir). malam bagi arwah adalah siang bagi kita manusia dan pagi bagi arwah adalah malam bagi kita manusia. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan orang Karo yang sangat erat dengan tendi (jiwa). kalinjuhang dan lain-lain. guru harus mengikuti aturan-aturan tertentu. tradisi-tradisi dan mitos-mitos yang merupakan harta karun sastera Batak (lihat dalamGinting 1986:121-122). Junjungan ini adalah sebagai kekuatan dari luar diri seorang guru yang dapat membantunya sebagai roh gaib pelindung yang berasal dari “makro-kosmos�. C. Secara harfiah sama artinya dengan kata “guru� 6 Jenujung ini disebut juga sebagai roh pelindung (junjungan) atau dikenal secara ilmiah dengan sebutan ‘quardiant spirit’ (Pettit 1966) atau ‘ghost spirit’ (Mordock 1974). J. jeruk empat macam dan setiap macam berjumlah empat buah. ruas batang jagung dan lain-lain.daunan tertetnu seperti besi-besi. Untuk melakukan suatu upacara dengan baik.

dan mengundang roh tersebut untuk memasuki tubuhnya sebagai medium (perantara) untuk berbicara dengan kearabt-kerabat yang masih hidup. peran sebagai guru sudah merupakan suratan takdir dari Yang Maha Kuasa. yaitu seseorang yang memiliki suara siulan di leher sebagai ucapan roh gaib. adi enggo si eteh. Dalam hal ini. Pa Jawi mengatakan bahwa: “si sungkuni kai si akapna kurang ibas dagingna. maka sembuhlah si pasien. (“ Kita bertanya apa yang dianggap pasien kurang enak di badannya. terdapat beberapa sebutan untuk jenis guru. guru permag-mag ( seseorang yang ahli dalam penyampaian doa melalui nyanyian). Junjungan ini diyakini pula dapat melindungi para guru dari niat jahat orang lain terhadapnya yang hendak mencelakakanya. guru si dua lapis pernin matana (seseorang yang dapat melihat roh-roh gaib). guru perjinujung (seseorang yang disertai dan dibantu oleh roh-roh gaib untuk melaksanakan penyembuhan dan upacaraupacara ritual). gelah ia laus. pemindona makana ia engganggui. e maka si ban pangirna. banci idahna ise si reh i jah nari. Jenujung ini diyakini berasal dari benua datas (dunia atas). guru si majak panteken (ahli membuat pangir/langir baik sebagai obat penyembuh. leher janin terbungkus oleh selaput pembungkus janin. atau sebagai tangkal. si leboh guru si deban si dua lapis perngenin matana. tidak akan dapat menjadi guru jenis apa pun juga. guru perbegu ganjang (pemelihara roh-roh jahat). tidak lain dari pada yang lain ataupun tidak memiliki ciri fisik tertenu. Bahkan peran sebagai guru telah dianggap dimiliki seseorang sejak dia berada dalam kandungan Ibunya berdasarkan kata Dibata si mada tenuang atau kehendak dari Tuhan sang pencipta. seperti. . dan kita panggil guru yang dapat melihat mahluk halus dan yang mampu berkomunikasi dengan mahluk halus itu. Mengingat setiap guru harus mempunyai apa yang disebut dengan jenujung (junjungan) yaitu roh gaib pelindung/pnolong. guru nendung (peramal dengan bertanya pada roh-roh gaib) disebut juga sebagai guru si erkata kerahung/ guru perseka-seka. setelah diketahui lalu dibuatkan pangir untuk si pasien dan dipenuhi permintaan mahluk halus itu. ras pe ia ngerana.) Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa seorang guru harus mampu terlebih dahulu mendeteksi atau mendiagnosa apa penyebab keadaan sakit atau keadaan tidak seimbang dalam diri si individu (pasien). Siapa Menjadi Guru Menurut keyakinan orang Karo hanya orang-orang pilihan saja yang dapat menjadi seorang guru. guru pertawar (penyembuh dengan ramuan obat-obatan). guru tua dan guru si nguda/ guru sibeluh niktik wari (ahli dalam melihat hari-hari baik dengan perhitungan waktu. guru perseluken (seseorang yang ahli mengundang roh-roh gaib memasuki tubuh orang lain sehingga kemasukan). ditanya apa kemauannya sehingga ia menganggu si pasien. guru si baso (seseorang yang dapat berhubungan dan mengundang roh-roh gaib untuk memasuki tubuhnya sehingga kesurupan dan ahli dalam upacara pemanggilan roh-roh orang yang telah meninggal. janin yang dililit oleh tali pusar. D. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan Karo. Sifat tumbuhan itu diharapkan menyatu dengan tubuh pasien dan mencapai kembali keseimbangannya dan sembuh dari penyakit. guru pertapa (pertapa). jika demikian. Beberapa ciri tanda kelahiran yang dianggap istimewa seperti. guru peraji-aji (ahli guna-guna atau peamu racun). Kemudian tahap berikutnya Page 8 2002 digitized by USU digital library 8 menentukan jenis upacara penyembuhan dan pengobatan. Peran sebagai guru dianggap telah ditentukan dari sejak lahirnya seseorang dengan memiliki tanda-tanda kelahiran tertentu. jenis obat dan jenis mantera yang diperlukan. arah dan tempat). kadena si mesui. bereken kai si i pindo si reh i jah nari.ini disesuaikan dengan sifat dari tumbuhan itu sendiri yang secara simbolik dikaitkan dengan penyakit yang diderita oleh pasiennya. penyakitnya sembuh�. lalu kita buat pangirnya. dan lain-lain. Junjungan ini dianggap memiliki kemampuan gaib yang dapat melindungi para guru dan membantunya dalam praktek-praktek penyembuhan ataupun pengobatan. maka si ban pangirna. kenca bage e maka si sakit pe malem ka lah ia. penolak bala. guru nabas (seorang ahli mantera). biasanya guru ini mempunyai apa yang disebut tungkat malaikat) 9 . i sungkun kai kin atena. apa yang sakit. malem pinakit�. maka orangorang yang kelahirannya istimewa saja yang dapat mempunyai jenujung. guru baba-baban (ahli jimat isebut juga guru perberkaten). Pendapat umum termasuk para guru mengatakan bahwa seseorang jika paroses kelahirannya tidak istimewa.

Sebutan begu tetap disertakan karena kata itu menunjukkan sesuatu yang dimaksud sebagai mahluk halus yang tidak dapat diempiriskan secara indrawi biasa atau melalui pengelihatan dengan mata telanjang. lalu setelah sembuh diadakan suatu upacara untuk meresmikan rih gaib keramast tersebut menjdi jenujungnya (junjungan). Keahlian dapat pula dimiliki melalui belajar. terutama dengan tujuan untuk penyembuhan beberapa penyakit demi mencapai keseimbangan dalam diri individu yang disebut dengan keadaan sehat. Untuk menyebut roh-roh jahat yang dapat membuat malapetaka bagi manusia disebut orang Karo dengan sebutan setan. seperti. Penutup Berdasarkan deskripsi yang telah dipaparkan dalam tulisan ini. Setelah peresmian menjadi junjungan ini. Page 10 2002 digitized by USU digital library 10 kebudayaan kita selalu lebih baik dari kebudayaan orang lain. ritual itu cenderung dimaksudkan untuk mencegah malapetaka dalam tingkat desa. kita harus mengembangkan sikap ‘relativisme budaya’. Penulis berharap kiranya karya tulis dapat bermanfaat bagi kajian-kajian ritual atau religi untuk lebih memahami keragaman budya bangsa Indonesia. atau untuk keselamatan penduduk desa dari suatu ancaman keselamatan atau bencana alam. Untuk tujuan komunal. jumlah gigi seri yang hanya dua buah. bertapa. atau terlebih dahulu menderita suatu penyakit yang disebabkan ole roh-roh gaib. Guru si baso ini cenderung terdiri dari kaum wanita 10 . kita harus membuang jauh-jauh sikap ‘ethnocentrisme’ yang hanya menganggap bahwa 10 Siti Dahsiar (1976) menyebutkan dari hasil penelitiannya di Jepang bahwa para shaman atau dukun yang mampu bertindak sebagai spirit medium cenderung sebanyak 99% adalah wanita dan struktur pemanggilan roh dengan jalan kesurupan (‘trance’). dimana kita harus melihat bahwa kebudayaan lain itu sebagaimana adanya. adanya daging tumbuh pada 9 Uraian lebih rinci dapat dilihat dalam tulisan Sembiring (1992). setan begu sidang bela. jumlah jari kaki ataupun tangannya lebih banyak dari orang biasa. setan naga lumayang. Pengertian konsep begu yang dimaksud adalah roh-roh (arwah) para leluhur atau keluarga yang telah meninggal dunia. beberapa ciri fisik bawaan dari lahir yang juga dianggap sebagai hal istimewa adalah. tiba-tiba lehernya mengeluarkan suara siulan yang berdesis. baik dan berguna terutama bagi pendukung kebudayaan tersebut. didatangi roah gaib keramat dengan jalan kesurupan. Page 9 2002 digitized by USU digital library 9 daerah tertentu di tubuhnya. Upacara-upacara ritual tersebut ada yang bersifat individual dan ada juga yang bersifat komunal yang meliputi kepentingan suatu penduduk desa. Tetapi hal ini tidaklah selalu harus ada pada setiap guru secara mutalak. Beberapa dari upacara-upacara ritual ini masih ditemukan tetap dilaksanakan di beberapa desa di wilayah Karo. Dalam penyebutan sehari-hari dikenal beberapa jenis setan (roh jahat).Sementara itu. Satu hal yang perlu penulis tekankan adalah dalam mengkaji kebudayaan lain. Tulisan ini juga memberikan suatu cakrawala baru bagi pembaca untuk pencerahan pemikiran bahwa pengertian kata begu yang dimaksud oleh orang Karo tidaklah berkonotasi negatif untuk menyebutkan setan atau roh jahat. setan begu ganjang. atau atas kehendak roh-roh gaib melalui peristiwa mimpi. Ritual petampeken jenujung atau penolakan jenujung ini dapat dilakukan oleh jenis guru yang disebut dengan guru si baso. Melainkan. Penolakan ini juga harus dilakukan melalui suatu upacara ritual. sama halnya dengan penerimaan menjadi guru yang juga harus dilakukan melalui suatu ritual yang disebut petampeken jenujung. keturunan. maka seseorang sudah menjadi guru dan dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit ataupun mampu mengundfang roh-roh gaib lainnya. E. Seeorang dapat pula menolak menjadi guru walaupun dia bermimpi didatangi roh-roh gaib yang meyuruhnya menjadi seorang guru. pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai keragaman budaya dan praktekpraktek upacara ritual atau ritus-ritus tradisional dari kebudayaan Karo. ________________ .

Kedatangan orang Eropa pertama kali adalah ketika William Marsden melaporkan perjalanannya ke Sumatera tahun 1783.Menurut Baharuddin Pardosi Agama Islam masuk ke tanah Karo pada abad XI namun demkian masih banyak pendapat-pendapat lain tentang kapan masuknya agama Islam di Tanah Karo. dia merupakan orang pertama yang memeluk Islam.Dairi. Masyarakat Karo sebelum kolonial tidak memiliki pemerintahan yang terpusat atau pemerintahan atau sistem daerah. Selain itu para putra daerah yang menuntut pendidikan keluar daerah seperti Rakut Sembiring (1939) . Medan. namuan hal ini menimbukan ketegangan dengan masyarakat yang sangat kuat dengan kepercayaan tradisonal. MASUKNYA AGAMA ISLAM Suku Batak Karo termasuk dalam rumpun suku Batak yang mendiami daerah dataran Tinggi Karo(Kab. dalam pengobatan seorang dukun membaca Bismillahhirohmannirohim dalam memulai pengobatan. bahkan ada diantaranya menjadi tokoh penting di Negara Indonesia lihat saja . Agama Islam dikenal oleh Suku Bangsa Batak Karo melalui persentuhan dengan dunia luar terutama dengan Aceh. Hal ini disebabkan karena orang Karo menganggap Aceh (Islam) sebagai musuh. Akan tetapi ada ketegangan waktu itu yang terjadi antara orang Karo dan Aceh. ayam atau kerbau menurut keterangan orang tua saya . Aceh Tenggara. juga penduduk desa yang pindah ke Aceh Tenggara untuk membuka areal pertanian . Walaupun masyarakat karo dalam satu keluarga memilki perbedaan kepercayaan namun hal itu tidak menimbulkan pertentangan karena ikatan kekerabatan dan adat yang kuat dan ini bisa menjadi contoh bagi toleransi beragama di Indonesia. Gayo yang berdagang kerbau ke Kabanjahe dan Medan. namun pengaruh Islam sudah lama dikenal jauh sebelum masuknya agama Kristen misalnya.juga konflik antara Kerjaan Aru(Putri Hijau) dengan Aceh. Umumnya orang berpandangan bahwa Suku Batak terutama Batak Karo identik dengan beragama Kristen. A. adat dan tradisi.Kaban dan Tifatul Sembiring yang berasal dari Suku Batak Karo. dan Tanah Karo yang .2 Agama Aceh telah menganut agama Islam dan jaya pada masa pemerintahan Iskandar Muda.. Demikianlah Islam kemudian timbul di Tanah Karo. Simalungun. Dikampung saya Desa Kuta Bangun Kecamatan Tiga Binanga Islam dikenal dari AcehTenggara melalui suku Alas. tetapi Marsden telah membuat observasi penting tentang kepercayaan Batak. begitu juga dalam menyembelih ternak seperti . yang tidak yang yang Masyarakat Karo sebelum kolonial memiliki kebebasan politik dan ekonomi. B.Karo). Walaupun ia mengunjungi Tanah Karo.Selain itu persentuhan dengan Islam juga terjadi dengan pedagang-pedagang Islam terutama pada masyarakat Karo yang tinggal di daerah dataran rendah (karo Jahe). Serdang Bedagai. kemudian tahun 1970an beberapa penduduk memeluk agama Islam. pandangan itu tidak selamanya benar. Binjai. Permusuhan antara Aceh dan Karo ini bisa kita lihat melalui cerita-cerita seperti Putri Hijau dan lain-lain. dan hal-hal menarik di sana. Menurut orang tua saya mereka juga mengenal agama Islam dari masyarakat karo yang telah memeluk agama Islam di Desa Tiga Beringin. nenek saya (kakek) selalu membaca Bismillahorohmanirohim padahal ia sendiri memeliki kepercayaan tradisional. kemudian orang tua saya Mayan Ginting (1947). karena banyak suku Batak Karo yang beragama Islam. Langkat.PENGARUH ISLAM DALAM MASYARAKAT KARO Walaupun agama Islam tidak mendapat pengaruh yang besar seperti agama kristen.MS. Deli Serdang. sehingga Islam kurang mendapatkan perhatian dari orang-orang Karo.

Bagaimanapun juga kehadiran orang Eropa di dalam masyarakat Karo inilah yang pada akhirnya membawa perubahan sistem-sistem pemerintahan. Tahun 1940 setelah lima puluh tahun aktivitas misionaris di Tanah Karo. kemudian juga mencetak tenaga pendeta melalui sekolah-sekolah di Sipoholon. Wijngaarden yang dipindahkan dari Sawu. sebuah kampung yang terdiri dari dua ratus rumah tangga.C. Setelah melihat situasi yang ada. dan inilah yang akhirnya memperbaharui masyarakat. Demikanlah pada akhirnya masyarakat Karo sebagian dipengaruhi oleh kekristenan. Hal ini disebabkan karena hampir semua imam-imam Belanda tidak boleh diizinkan lagi menjalankan pekerjaannya sepanjang revolusi. akan tetapi kekristenan belum diterima oleh orang Karo pada masa itu.terisolasi menyebabkan ketidak-berkembangan ekonomi di sana. lalu mereka membuat tempat perhentian di Buluhawar. Indonesia Timur. Kruyt digantikan oleh J. ketika misionaris mengakhiri karyanya dan menghasilkan berbagai hal-hal yang berkembang. Perkembangan misi yang lebih sukses terjadi ketika perang dunia ke II berakhir. sedikit banyak telah membuat keberhasilan bagi orang-orang lokal. Setiap orang Karo yang menjadi Kristen memiliki dua tantangan. Dairi adalah dasar pendekatan yang pada akhirnya menyentuh Tanah Karo. Baru setelah tahun 1947 dimulailah misi yang sebenarnya di Tanah Karo. demokrasi dan lain-lainnya di Tanah Karo. melakukan pembaptisan pertama terhadap enam orang Karo pada bulan Agustus 1893. Dalam periode ini pengajaran hanya dilakukan pada saat-saat tertentu dilakukan oleh seorang imam yang berasal dari Jawa. Dalam kongres sejarah budaya Karo 1958 disimpulkan. seperti sebuah pekerjaan yang mendorong partisipasi orang Karo Kristen untuk ikut ambil bagian. Pengaruh pietisme Barat. kehadiran para zendeling. Semua ini merupakan sumbangan yang berharga dari para misionaris kepada orangorang Karo. melalui misi yang memperkenalkan teknologi. Pa Rita Tarigan juga dibunuh oleh orang tak dikenal di Kabanjahe karena diduga bersekutu dengan . Orang-orang terpandang yang ada di dalam masyarakat pada waktu itu disebut sebagai pengulu. raja atau guru. Kemudian kekristenan ini berkembang walaupun menghadapi tantangan karena pada waktu itu. Kehadiran misi Protestan dan kolonialisasi di Tanah Karo dimulai ketika seorang zendeling dari badan NZG dan beberapa orang dari Minahasa pada tahun 1890. Selain masuknya Protestan di Tanah Karo. dengan kesetiaan kepada bangsa yang baru dan untuk mewujudnyatakan sebuah bangsa yang ideal. Sepanjang revolusi sosial tahun 1946. yaitu mengkomunikasikan kepercayaan orang Kristen bagi mereka yang masih hidup dalam agama awal dan mengajak orang-orang Karo untuk tidak memandang Kristen itu secara otomatis adalah Belanda Hitam.K. Dalam perjuangan revolusi untuk kesatuan bangsa dan kebebasan. Misi Katolik di Tanah Karo kemudian dihentikan oleh Jepang. sekitar lima puluh kilometer sebelah selatan kota Medan. dan komunitas Katolik Batak sepanjang periode ini sesekali didatangi oleh imam dari Jawa. tetapi bagi mereka yang non-Kristen kadang-kadang kurang bisa terbuka. Hal inilah yang mendorong orang-orang Karo untuk pergi ke daerah-daerah lain. dan membentuk klasis yang pada akhirnya bertumbuh menjadi Sinode. hanya ada sekitar lima ribu orang Karo yang dibaptis yang dilayani oleh misionaris NZG dan tiga puluh delapan guru evangelis Karo. ini sangat terlihat dengan bagaimana Zending membentuk persekutuan orang muda Karo. Misi Katolik yang ditujukkan ke daerah Simalungun. dan pendidikan. mempelajari bahasa. Misi Kristen di Tanah Karo tahun 1890-1942 secara signifikan dapat dilihat melalui komunikasi-komunikasi orang Eropa. yang sepanjang tahun 1946 melakukan pesta pembantaian di Tanah Karo. Katolik yang masuk ke Tanah Karo juga berkembang. Pdt. memberikan warna baru dalam perkembangan religius di Tanah Karo. Baru ketika H. Di sinilah kemudian dibangun sekolah yang pertama. sebagian orang Karo Kristen menderita. Pasaribu dan Guru Agama Simatupang ditangkap oleh orang lain di Lingga dan dibunuh oleh anggota-anggota dari Barisan Harimau Liar.

maka gereja turut berperan dalam perjuangan bangsa. bagi Pemda Kabupaten Karo (lebih jauh lagi. Ketika sinode membuat keputusan formal. pemimpin gereja itu dan jemaat-jemaat Kristen mengambil posisi yang pro-republik. Belajar dari sejarah bahwa Gereja dan Pemerintah selalu merasa lebih berkepentingan untuk di dengar. walaupun ia adalah seorang mantan misionari dan fasih berbahasa Karo. namun karena Gereja dan Pemerintah seperti bekerja di dua aspek yang sepertinya sama. pemimpin GBKP menolak untuk mengakui kebenaran campur tangan kolonial dan menolak ijin kepada seorang militer Belanda berkhotbah di GBKP. bukan untuk mengusahakan Perda-Perda Kristiani. 2008 PENDAHULUAN Masalah mendasar hubungan GBKP dan pemerintah saat ini adalah tidak adanya komunikasi. Tugas dan panggilan Jemaah terhadap lingkungannya. December 18. Di dalamnya. di mana banyak anggota gereja yang juga secara aktif termasuk di dalamnya. Begitulah seterusnya. Sungguh tantangan yang sangat menarik untuk didiskusikan. lembaga kemasyarakatan (sistem koperasi dan perekonomian). yang hanya sebagai salah satu motor penggerak dinamika masyarakat. Sepertinya. Gereja merasa di atas Pemerintah dan juga sebaliknya. Selain itu di beberapa tempat. Satu-satunya cara. tidak dapat bergerak sendirian.Belanda. Pernyataan Keputusan Rapat Kerja PGI Sumut. namun tidak sejalan beriringan. bukan timbul dengan sendirinya. Hasil-hasil KGM mengenai hukum dan politik. Umat beragama lain dan terutama pemerintah. Banyak orang Kristen yang lain juga mengalami penderitaan kekerasan karena diduga mendukung rezim kolonial. menjadi garam dan terang. gambaran pro-kolonial gereja menjadi ancaman bagi beberapa anggotanya dalam memperjuangkan kebebasan republik. lembaga kesehatan (Rumah sakit dan balai pengobatan). GBKP Dan Politik Filed under: Seminar — mamatepu at 7:38 pm on Thursday. semasa konflik pertama. GBKP DAN PEMERINTAH Dalam sejarahnya. Masuknya GBKP (sebagai salah satu gereja wilayah) ke dalam struktural. Namun GBKP. . komunikasi dan transportasi (pasar. 150). masih ada Majelis Gereja yang berorientasi pada pembangunan. Tapi bagaimana ? Mungkin hanya Tuhan yang tahu. hal. GBKP dituntut menjadi saksi. Baik dalam pembangunan fisik dan moral masyarakat. untuk menjaga keamanannya. Bersama bekerja bukan bekerja sama. berdoa pada hari Minggu untuk perjuangan republik. Disharmoni tersebut. terasa adanya kebingungan sebagian warga jemaat dalam menampakkan hidup kristiani tapi juga harus memelihara berbagai norma pemerintah. PGI dengan Pemerintah Indonesia). Pendirianpendirian lembaga pendidikan (Sekolah-sekolah). perhubungan jalan darat) dan pertanian dan lain-lain adalah sebagian contoh saja. merasakan sangat kurang dana yang diperuntukkan kegiatan pembinaan. Caranya ? Jelas harus adanya kesinambungan komunikasi yang baik dan sejajar. sehingga ia tidak dipandang sebagai bagian dari pendukung kolonial. tapi untuk mengusahakan masyarakat yang berlandaskan kebenaran dan keadilan. GBKP sebagai salah satu perintis pembangunan Tanah Karo. GBKP masih harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya. Di berbagai tempat ada kecenderungan perasaan saling curiga. seperti Gereja lainnya. Dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat. antara pejabat gerejawi dengan pemerintahan setempat. Ada kalanya. sementara sumber dana kemasyarakatan dari pemerintah tidak bisa disentuh sama sekali (Band. Ketika tentara Belanda memasuki dataran tinggi Karo pada bulan Juli dan Agustus 1947. Pemerintah merasa Gereja berada dalam kekuasaannya (Band. cukup banyak menyumbang modernisasi bagi masyarakat. GBKP harus masuk ke dalam struktural sistem politik Indonesia. Medan 3-8 Juli 2007).

Mereka mempelajari budaya lokal. GBKP sudah kurang mencermati pembangunan pendidikan (ada beberapa program. GBKP perlu . Kruyt yang datang ke dataran tinggi Karo tahun 1890. GBKP lebih memikirkan perkembangan jemaatnya. diperlukan program-program partai yang menyentuh kebutuhan masyarakat. hal 41-42). gereja-gereja di Belanda mengirim pendeta ke Asia terutama di daerah-daerah koloni. Wijngaarden. tapi hanya mengulang-ulang program dulu) dan yang terutama pertanian (masih dalam wacana diskusi. Masyarakat luas hanya bisa menunggu. figur-figur partai yang berkharisma dan mampu memberikan solusi di masa sulit. Pemberdayaan wacana generasi muda Kristen guna meningkatkan pelayanan masyarakat dalam era reformasi di Indonesia. Masuk akal pada masa itu. Tidak hanya mampu berbicara mengenai dosa dan kematian. Seumpama sebuah partai/golongan. tidak hanya mampu berbicara mengenai Kerajaan Surga dan keselamatan.H. Kemudian berkembang untuk menjangkau kaum turunan Belanda dan pribumi. kurangnya dana (???) dan kurangnya ahli yang berpengalaman dalam pelayanan (tulus) serupa ini. sebab banyaknya pemikir (konseptor) yang tidak ditindaklanjuti. (Lihat Bunga Rampai Sejarah GBKP I. Dekade perintisan hingga pembinaan) Artinya. Orang Barat datang ke Indonesia). untuk menarik peminat. tapi juga mengenai peluang-peluang tenaga kerja yang menguntungkan. Semua merasakan profesi pendeta yang mulia. BEBERAPA KENDALA Ada pendapat umum mengatakan bahwa yang terpilih menjadi pendeta merupakan “ping-pingna” atau menjadi pendeta merupakan pilihan terakhir. kesehatan (sering juga diperbincangkan belakangan ini. GBKP pada awalnya sungguh-sungguh berorientasi pada pembangunan modernisasi masyarakat luas. Hal ini dapat dimaklumi. dan pemerintah masih menyesuaikan diri dengan sistem yang baru. Singgih. Dalam pengamatan penulis.J van den Berg. masih mencari bentuknya sendiri. Untuk melayani para pedagang dan pelayar Eropa pada abad XVII. Partai ini akan ditinggalkan pendukungnya yang kebanyakan orang Karo. belum menyentuh hakikat pertanian itu sendiri). Bila tidak. supaya mereka dapat ber-PI. Pemerintahan mencari-cari dan berusaha menyesuaikan diri dengan sistemnya yang sebagian besar baru (Lihat E. programprogram GBKP. lebih banyak berorientasi pada Pembinaan Jemaatnya. sejak dulu. Tidak hanya mampu berbicara mengenai baptisan dan Roh kudus. Neumann.C. Sistem ini diadopsi langsung dari pemikiran John Calvin. dan seterusnya. hingga akhir 2008 ini. dengan perkembangan terbaru akibat terjadinya reformasi di segala sisi. Artinya dalam menentukan arah gereja diputuskan oleh suara jemaat melalui sidang-sidang. tapi juga mengenai wabah Jeruk. Seorang Pendeta. J. untuk menginjili masyarakat lokal mereka harus terlebih dahulu mempelajari bahasa dan budaya lokal. Cara itu merupakan metode yang kontekstual pada saat itu. tapi belum menyentuh pendidikan dasar masyarakat). Sekalipun demikian lebih dua tahun kemudian baru ada 6 orang Karo yang menjadi Kristen. Hal yang sama dilakukan kolega-koleganya dari Netherlands Zendeling Geenoschap di Tanah Karo. J. apalagi maksimal. Joustra. Pemerintah di lain sisi. E. Iman & Politik dalam era reformasi. pupuk Kol dan sistem finansial keluarga yang baik. tapi juga mengenai hukum pidana dan perdata. tapi tidak optimal. Untuk saat ini. tapi juga mengenai krisis ekonomi dan penanggulangannya.K. Tapi berapa banyak yang anaknya sungguh-sungguh diarahkan menjadi pendeta ? Akibatnya. yaitu budaya Karo. Seperti halnya dilakukan H. serta akhirnya melahirkan gereja-gereja lokal (Lihat Ragi Cerita I. SDM dalam GBKP bukan nomor 2. Jadi. seperti: M. jabatan pendeta memang kurang menarik bagi jemaat GBKP. G. melalui buku Institutio yang ditulis semasa reformasi gereja di Eropa. Sudah saatnya diberi penekanan pada “service intelligence quality”.Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) sendiri berkembang dari ajaran Calvinis yang menganut presbiterial sinodal. Dan tidak hanya mampu berbicara mengenai kolekte dan berkat.

Bukan untuk BAB IV WARI-WARI KARO GUNA WARI SI 30 1. Tidak sedikit peluang pembangunan masyarakat. Dan karena Aku. Matius 10:18. adi motong manuk lantabeh adi lit kematen ibas wari e. Itu satu pemikiran yang baik. karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Mengapa tidak disatukan ? Momentum ini. ADITIA : Wari Medalit. dan hanya jika. 2. GBKP masih memiliki masyarakat dan Pemerintah memiliki Sumber Daya. kamu akan digiring ke muka penguasapenguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Matius 10:16. Camat dan Kepala Kampung/Desa). di antara keduanya Pemerintah dan Pendeta memiliki komunikasi yang baik. Tetapi waspadalah terhadap semua orang. antara lain. Klasis dan Runggun) memiliki hubungan yang berstruktur dengan Pemerintah (Baik PemDa Kab. mehuli menai pendahin. ekonomi. sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. misi : “menjadi kesaksian”. wari kurang ulina. ke bidang-bidang hukum. tapi lihat ayat selanjutnya. yang dimiliki kedua motor tersebut.menyekolahkan pendetanya yang mampu dan berkualitas. yang dijadikan satu kekuatan. Setara dan saling membangun. GBKP perlu bekerja sama dengan motor penggerak lainnya. di dalamnya ada mengusahakan kolusi. GBKP mengarahkan kependidikan kependetaannya memiliki intelektual setinggi langit dan motivasi pelayanan sedalam lautan. Tidak berhenti di situ. Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala. NGGARA : . Ideal ya ? Anggota Moderamen menjadi Ketua DPRD (Why not ?). GBKP (Moderamen. metenget kerna erkaipe. rentan juga terjadi kolusi di dalamnya. GBKP memiliki ruang gerak dan ruang wilayah. hanya dapat dijalankan jika. Jadi. Artinya. wari sidua nahe. 3. Lihat. pertanian. wari mehuli. teknik dan lain-lainnya. Tapi itulah yang perlu diusahakan. dalam hal ini Pemerintah. Penulis teringat kata-kata Yesus. Namun. untuk sekarang ini. Pemerintah memiliki APBD dan staf ahlinya. SUMA : Wari piangko. perlu ibahan ngarkari. Pemerintah memiliki Dana Bantuan Pembangunan dan aparat hukumnya. Jadi bagaimana ? Sambil tetap mengusahakan hal tersebut di atas. Hanya saja. GBKP memiliki masyarakat dan penggeraknya (Pendeta). pemikiran tersebut masih merupakan angan-angan Pa Cendol menunggu hujan reda. Matius 10:17.

ngulak. panggil semangat. BUDAHA NGADEP: Wari salangsai. 7. guro-guro aron. awas api. kerjakerja banci ibahan. kerja simehuli mehuli krina. erbahan tambat. BELAH PURNAMA RAYA: Wari raja. ngarkari. ngelamar kerja. rerpangir nguras. wari erperang. ndahi simbelin. mulai erpangir kulau. tukang. mere babah. wari erdaulat. metenget api. jaga pintun rumah. penaik erjeki. muka usaha. 11. ertahan talu. BERAS PATI TANGKEP : Wari mehuli. nungkuni.ADITIA NAIK: Wari mehuli. dahin kai saja pe perlu metenget. ngalakken pinakit.Wari Melas (wari merawa). kerja mbelin. guro-guro aron. simehuli erburu. berkat erdahin ndauh. sitandangi la tahan. erkata gendang. mulai nanggerken gula. mulai kujuma. nampeken tulan-tulan. 4. kerja-kerja kitik tah mbelin kerina mehuli. ngerabi juma. nampeken upah tendi. mehuli berkat erlajang. murah rubat. wari page mbuah. erjinujung erpangir kulau. mulai erbinaga. ertoto man Dibata. kalak simantandangen latahan. mehuli erbahan tambar. wari Raja. mulai erbinaga. 6. nampeken tulan-tulan. sinerang menang. engkicik tendi. mengket rumah. buang kengalen. wari salang sai. mena mutik. erpangir enggo seh sura-sura. ngawil. wari mehuli. mehuli erbahan kerja. mengket rumah. erburu. kerja erkata gendang mehuli. merenaken man orang tua. mehuli erbahan kerja mbelin (gendang). nampaiken rejeki. ngarkari. niding. muncang kuta. mulai wari-wari e arih-arih kerina tembe. mere penjaga rumah/pagar jabu. ndarami dahin. mulai erbinaga. kerja tahun. CUKARA DUDU CUKERA LAU: Wari erpangir kulau. erpangir nguras. mere babah. murah mambur dareh. majek rumah. kerina mehuli erbahan kerja mbelin ras kitik. erpangir silamsam. 12.NGGARA SEPULUH : Wari melas. metenget kerna kai pe. nerang menang. muka usaha. 13. kerja mbelin. muat page ku keben.Kerja. erbahan tambar.SUMANA SIWAH : Wari kurang ulina. BELAH NAIK: Wari pengguntur. erpangir nguras. mola-moal begu jabu. ngosei orang tua.kerja mbelin. mengket rumah. ergendang. 14. mola-mola. erpangir kulau. wari pinangko. buang sial.CUKERA 6 BERNGI: Wari pembukui. BERASPATI : Wari medalit. ertambul. pandai. erpangir enggo seh sura-sura. kerina kerja-kerja mehuli. ngelamar. ndilo tendi. nuan galuh lape-lape tendi. La mehuli erdaya si empat nahe. mereken nakan man . mereken upah tendi. 10. guru penggual. mehuli erbahan tambar. mehuli nuan-nuan. nampeken tendi. ndarami pendahin. 9. mehuli njumpai simbelin. mena nuan. raja. 8. rayat erkerja banci latahan. mehuli mengket rumah mbaru. kalak sireh mehuli. kalak bayak rsd. wari salang sai. ndahi kalinbubu. ngelegi pengambat. wari merawa. nampeken rejeki. BUDAHA : Wari si empat nahe. wari kerja kalk erjabatan. 5.

erdalan ndauh. mereken nakan. emak ibahan kalak ibahbahi alu bulung simalem-malem. 15. nukur barang rsd. erpangir kulau. berkat erlajang. erpangir pinakit erden-den. 19. tupuk.ndungi perarihen. lamehuli pajentik ras anak/ndehara. TULA : Wari sial. ngekawil. wari melas. wari melas. erpangir silamsam. munuhi tambar. 23. kekurangen lit siman buaten. ngaci. buang sial kulau malir. ndurui. lamehuli lawes la erturin/la ertujun. BERAS PATI MEDEM : Wari damai. mereken ciken.. 27. erburu. kekurangen. erburu kekurangen. ndaramii pemeteh. wari perperangen. adi lit anak tubuh banci nunda kubapana ras nandena. sinerang menang. ertahan talu. 16. tangkal juma. SUMA CEPIK: Wari kurang mehulina. mehuli osei man orangtua. berkat lajang. ngaci. ngerabi juma. nampeken/ngurkuri tulan-tulan simate. buang sial. ngelegi besi mersik man kalimbubu.ADITIA TURUN : Mehuli erbahan tangkal pinakit. ngerabi kujuma. ngeranaken kai pe muat simehuli. mekisat kalak mambur dareh. BUDAHA MEDEM : Wari simalem-malem. nungkuni anak kalimbubu.orang tua. mindo pengambat. erperang. 21. eburu kekurangen ngkawil. erdaya kurang ulina. awas api. niding. caburken bulung. 24. kulawit muat binurung. kerja-kerja pe mehuli. ndarami dahin perkuta-kutaken. simehuli erbahan tambar. maba nangkih diberu . pesikap tapak rumah.mehuli nukur asuhen siempat nahe.tambar-tambar penjaga diri. 22. 18. CUKERA MATE : Mehuli kerja ngulaken pinakit. mulai muat page kukeben. erbahn tambar. erpangir silamsam. mutik page menaken ranan/nungkuni ngena ate. 17. erbahan tawar. BERAS PATI SEPULUH SIWAH (19): Mulai menaken dahin. SUMANA MATE : Wari munuh. ngarkari nipi gulut/selamsam. buang sial. mulai nuan. NGGARA SIMBELIN : Mehuli erbahan tambar. mehuli erbahan runggun. pesikap parik. ngerabi. ngulakken pinakit. erbahan lipo manuk. lamurah pesimbak sora. mekisat kalak erbahan kerja ibas wari tula. ndungi tambar. adi lit urak bilangen ibas wari e ibahan bulung simalem-malem. buang kengalen. kerja simehuli. NGGARA ENGGO TULA: Wari merawa. ngerabi juma. kerina nuan-nuan kujuma. metenget rubati murah sipaten. ngawil. 25. ngulaken pinakit. ngaluni/nambari pinakit mulajadi. mulai mutik.BELAH TURUN : Mehuli erbahan tambar. mere page. niding. 20. 26. ngerabi juma. mehuli munuhi tambar. kerja simehuli nuan tualah. ngulakken pinakit. wari merawa. metenget ngerana man ise pe. BUDAHA GOK: Wari page mbuah. wari . erbahan sambar/pengganti diri. ndilo tendi.wari pesalangken. CUKERA SIDUA PULUH : Mehuli erbahan tambar. erbahan tangkal penjaga badan. mulai aron kujuma.

banci malem tah lang. erbahan tambar pe kisat kalak.e ngerim-rim setan. nutup pertambaran/pertapaan.erbahan sapo. nehen ketikana kai pe lalit alangen nina wari-wari emaka berkat. wari pesalangken. mesti mulih ku rumah. murah la siteken. bancipe idilona anem ijapape kalk lawes e. bintang sayep rsd. banci lampas malem tah lang. . erbahan pengkalaki. kurang ulina erbahan kerja-kerja. Ibas kalak Karo enda. Adi lit kalak lawes i rumah nari. Menurut kata orang tua siadi. nitik wari si 30 lameleset. kalak Karo nggo lit ngiani Taneh Karo. niding. dahin-dahin biasa saja mehuli. tahun 1200 kalak Karo enggo ngiani Taneh Karo. eteh kuja per lawesna. cocok ketikana. sabar lebe erbahan kerja-kerja. SAMISARA : Wari pendungi. mehuli nutup kerja. MATE BULAN : Wari bicuk. adi tiktik wari eteh kapal tombang itengah laut. mulung tambar. adi nambari eteh gerek-gerekenna. ras menurut Pustaka Najati. ketika sipinang rambai. numbuki gegeh aron. mekisat kalak erbahan kerja-kerja simehuli. kurang ulina berkat adi la pentingkal. 28. 30. lit ketika nininta nai tehna nge ngenehen bintang I langit. bintang merdang. ndungi runggun. erbhan lumbung wili. terlebih kerja erpudun. Menurut bangsa Belanda. DALAN BULAN: Endek-endek bulan. adi ia berkat kujapa pe nehen lebe warina. Beluh ia ndarami kalak lawes. erbahan kerja saber lebe. erdahin banci. adi tengteng warina. Menurut sinoria. Sope denga reh bangsa sideban. ras guna-guna wari Karo. labanci rubat. perlu metenget. Tehna anak-anak sape tubuh dilaki tah diberu. sinoria pe enggo meteh ketika. 29. Banci datca bunin-bunin. bintang nuan. KETIKA ketiken kalak Karo Ibas nini-nininta nari. Ibas se e kerina pang ia I uji. jandi pe murah mobar. kecuali terpaksa kal. numbuki pola.

Genduari Pustaka Najati I negeri Belanda. Lit ka perantara nabi-nabi rsd. 5. Lit arah suku ras bangsa sideban. arah suku Cina. Tik-tik pustaka e. mis malem. arah suku Toba. em isuratken ibas lak-lak kayu. maka melala ipake kalak sebab seh jilena. mehulika. Tuhu kata pustaka e. Kalak Karo melala kelebihenna. nambar-nambar pinakit mesinting melala pinakit madan. Suku Karo itandai kalak ras bangsa luas em salah sada alu tambar Karo. 2. Arah pustaka enda melala erlajar guru-guru kalak Karo. keramat. Ipindo Belanda buku pustaka e. Lit nge tambar-tambar Karo reh sendiri ibas Dibata nari. nini pagar rsd. melala ilmu-ilmuna.Patah tulang. Ia reh arah ilham. ipepulungna kerina kalak sipintar. Melala kalak sakit totoken man begu jabu. cara-carana. guruguru. ieteh tombang kapal ilawit. Pustaka laklak kayu enda mbue erbagena. Tambar Karo em sada masuk budaya sibanci ngangkat suku ras gelar Karo ku permukaan. Arah buku pustaka lak-lak kayu Arah nipi. tambarken. baban nggeluh rsd. 2. Pinakit Sitambari Kalak Karo. Tambar-tambar. Ngenehen nasib rasa tuah rejeki. Mang-mang. situhuna piga-piga kita kalak Karo lit hubungenna ras Dibata secara langsung. Isi Pustaka Najati e lengkap emkap : 1. Niktik wari desa si waluh. Lit ka perantara keramat-keramat. Sungkun berita. Arah ilham. Guru Patimpus Sembiring Pelawi em pendiri kota Medan. Tambartambar enda asalna erbage-bage sumber. pertawar penggel. pinaket e. misalna arah agama Islam. Timpusna tambar-tambar piah ia pe igelari guru Patimpus.Adi sinehen sumber-sumber tambar Karo enda. Guna wari Karo. Arah nini-nini nari.Tambar batu karang. Ras sumber-sumber sideban. jinujung. Pustaka NAJATI enda seh kal jilena.BAB V TAMBAR-TAMBAR KARO Tambar-tambar Karo ndauh sope reh penjajah Belanda enggo lit. Deba begu jabu ngataken tambarna ipepulung. pemetehna. gelarna PUSTAKA. sibayak-sibayak. . Guru Patimpus simeteh tambar. Enda pertanda kalak Karo labo lebih kitik asa suku-suku sideban. Pustaka lak-lak kayu e ibas piga-piga kalak Karo si terkenal em Pustaka NAJATI. Asum Belanda I taneh Karo njajah. 4. ras akalna. Pustaka jali enggo negeri Belanda gantina alu Pustaka Sibadia. orang halus. Guna Tambar-tambar Karo. 3.Tawar sembelit. suku India atau agama Hindu. Sumber Tambar-tambar Karo. 3. begu jabu. penghulu rsd. nina mari ku cetak alu mehuli gelah mejile. Asa paksa sigenduari pe lit denga. 6. 1. reh arah nipi. Pustaka Najati Ibaba Belanda ku Megerina.

Tambar beltek (maagh) 8. Jarina. Suraten tubuh/Padan sindube.Tambar pusuhen (sakit jantung). nasak racun. Guru Pedewal-dewal. lit kai pe.Tambar aji (kelangker). lit dewal-dewal. Tehna gelar bulung-bulung tawar. Beluh ia ngarkari. Guru Penawar la perlu ngarak-ngarak harta doni. lit ibas ia tawar ras bisa. dahinna perumah begu. benda-benda gaib. Enda sinai ngenca lako. tapi ia sakit. kade-kade enggo bosan. em kalak si enggo ipilih Dibata. harta lanai lit. mis tergejap. perbahenna bersih. 6. begina sora. begina sora ibahanna tambarna. ibas tanna sikawes dadih. 5. Pemeteh guru e lit dalanna erbage-bage em kap : 1. 3. ia i doni enda nampati manusia sisakit.Tambar pinakit mulajadi.Tambar-tambar sideban. Kerina guru enda termasuk sierjabat-jabaten. Mesera muat guru penawar ibabo doni enda. Melala guru labo sura-surana jadi guru. Dungna ia . lit buku lak-lak kayu (pustaka). simesera. tongkat malaikat. malem kerina pinakitna. Guru Singoge wari si telu puluh (30). (Rematik) 7. lit pengentasan. lit guru simeteh benda-benda sakti. Guru lit erbagai-bagai. launa inem. Guru Belin. kikuta kalak. 9. Genduari guru sibagenda lanai zamanna. Duit enggo keri. em tanggapan kalak sinoria. nasak sibiangsa. suci ukurna bersih. ertambar ku dokter la malem-malem.Guru belin enda genduari lanai mehuli. Ibas guru belin e. Katakenna arah nipi. 6. lit pupuk tawar. entebu melam kerina simehuli.4. tehna gelar bulung-bulung si erbisa. Guru Ersilihi. Lit nge tawar. reh penggejapenna. lanai diate kalak adi ndekahsa sakit.Tambar pustab. lit guru Belin lit guru Penawar. lit guru Namura.Tambar sakit gula. Arah iguruken: Keturunen nini-nini nari: Arah nipi: Ilham: Ibas keramat nari : rsd. lit bisa-bisa. adi ipakaina kin tawar ras bisa. guru singoge gerek-gereken. Buat bulung besi-besi sangke sempilet. lit tongkat malaikat. Ia enggo lit suraten tubuhna. Erbagai-bagai Guru. simesui tah kalak suin. Tengguli ras Dadih. piso. Lit guru sibaso. beluh ia ersilihi. lit sarana. 10. 4. bulung lelesi. lit Guru Ngulak. Guru dua lapis pengenen matana.Ibas ia lit erbagai-bagai tawar. Guru Sungkun Berita. Guru Penawar. lit sikat. Adi ia kin guru penawar. 2. beluh ngulak. Enggo puas ertambar la malem pinakit. kerin renjom. nasak pupuk sangga bunuh. Pinakit kai pe banci iperiksa ras itambari ibas Karo nari. Enda maka enggo tambar ngenca ibaba guru penawar e. Adi guru belin lit isina. nasak ipuh. ibahanna bage. Ngenehen kelek pinakitna. Guru Siniktik Wari. nungkun kalak ija ia ertambar. lambarna e campur dadih.Turah nipina. laklak ndarasi. beluh ia erbahan tawar. siausah. lit begu-beguna. Ia dahinna bagi Nabi ras Rasul. tongkat penalian. tapi beluh ka ia nasak bisa-bisa. rsd. bengket kupusuhna. ia arus suci jiwana. 5. malem pinakitna. lit Guru Pengarkari. umpana batu cincin. Sebab guru penawar. Tongkat penaluan cincin siadi. ibas kata-katana nina : Lit bisa. labanci ibaba tawar ras bisa merawa Dibata. guru lit penggejapenna.

Lain tabib. ras erbagai pulungen bagepe untuk tambar. sebab 2000 tahun sebelum masehi seni merajah diri ini sudah dikenal. Ilmu tulang-tulang. Alum-alum (kanker ganas).nambari kalak piah pe jadi guru penawar. rejeki. Tumor/bareh . kalak sakit ipen.Dukun seri ras guru timur. Endam adi enggo suraten tubuh. pawang lebas. ia ka dukun. nipe. Tabib (guru penawar) ipelajarina ilmu anatomi. Lit ka ibahanna tambar banci guna sienterem (obat jadi) siap pakai. Sakit beltek (magg). Tabib em guru Dokter. Hong nina mirip bahasa Cina. Bismillah Islam nari. pawang udan rsd. Lit ka ia tabib. Luka bakar/kena api . ras sidebanna. (Guru penawar) : Tabib nambari pakai pulungen (ramuan). dalim dareh. pawang beraga. karat lipan.Tapi erbahan kalak sakit pe beloh ka. urat. India nari.. gajah. makai pulung-pulungen. tabib ras dukun seri. Tawar gadam . ras sidebanna. Teraka (Tato) sudah mempunyai sejarah amat panjang. beluh ia. TERAKA Teraka (tato) adalah suatu seni untuk merajah diri dengan gambar-gambar yang kita sukai. Pengertian dukun ialah: Sini ikataken dukun em kap kalak si lit pemetehna nambari tah pe lit kelebihenna asa kalak biasa. Dukun melala nabas tah kataken tabas-tabas. emekap: Sakit batu karang. guna pepalemken pinakit. kai dirulahi adi lit kin pinakit. minyak gelanggang. Tabib membuat pil (kuning) jamu (tawar) minyak urat. Pendapat sienterem. tehna Yesus tubuh. Beluhka ia erbahan ajimat. tangkal. Dukun em guru sierpemeteh ningen ia banci nambari erbagai-bagai pinakit alu singkibul rimi mungkur. Beda Tabib ras Dukun. nambari kalak sakit banci jarak jauh. Cina nari. Sini tambari Karo malem. Dukun banci nambari secara gaib. janah tehna barang-barang siertuah. Perkesah timbarna. tuah. arimo. Luka kena piso . beluh ia ngenen retak tubuh. tah pe alu sembur belo saja. Kena setan-setan . Sakit syaraf (gila) . Dwi fungsi ia nambari. gelar bulung-bulung ras uraturat. Tabib banci mbuka Balai Pengobatan (rumah obat) jadi gorosen tambar. Sakit gadam . Gambar atau rajahan yang terjadi meresap kedalam kulit. nasib. TABAS-TABAS Tabas-tabas ibas kalak Karo melala sumberna emekap: Islam nari. Dukun menguasai pawang perkara pawang. . lain dukun. tidak luntur dan sukar untuk dihilangkan. dll. Gigit ular berbisa . Tabib (guru penawar) sini andalkenna em gegeh ramuan tambar-tambar e. misalna. Sakit mulajadi (sawan). Lit ibahanna tambar guna kalak sakit spesial sada kalak.

simpangan jalan (serpang). dari generasi ke generasi berikutnya dikalangan wanita Karo. Adapun pemakaian teraka pada suku Karo berhubungan dengan masalah religi (kepercayaan). Pembuatan teraka Pembuatan teraka pada umumnya diwariskan secara turun temurun. sebagai berikut: Untuk mendapat kekuatan magis . untuk mengintai korbannya. Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa UNUD (kompas 25-71983). Pada waktu itu sudah ada kebiasaan merajah diri pada masyarakat polinesia. Sedang Bela mahluk halus yang selalu berpindah-pindah tempatnya. kemudian meninggal atau gila. Ada kepercayaan bahwa wanita yang sedang hamil. Memperindah diri . adalah perempuan yang sedang hamil. maka ia akan semaput. Menarik lawan jenis .Tato berasal dari bahasa Tahiti. dapur (dapur) dan menyembul pada kirai tempat tidur (menggep-menggep bas kire-kire). Pada masyarakat Indonesia. dapat melalui beberapa cara. Mengobati /menyembuhkan penyakit tertentu. melihat (pengidah) melalui mata dan kemungkinan mati. Tato ini sudah lama pula dikenal. karena teraka itu diyakini dapat menolak atau menangkal serangan.Seperti telah diuraika. Apabila seseorang diserang Sedang Bela. seperti kebiasaan yang terdapat pada masyarakat Mentawai di Sumatera dan Dayak Kalimantan. Untuk membuat terka ini dipergunakanlah : patron. dan anak yang baru lahir. atau sedang. pada saat –saat sedang melampaui masa-masa kritis. perempuan yang sedang melahirkan. yang diketemukan oleh ekspedisi James Cook pada tahun 1969. Untuk menghindari serangan Sedang Bela ini. TUJUAN MEMBUAT TERAKA (TATO) Adapun tujuan dari pembuatan teraka (rajah) ini. yang dibuat dari rumputan. mudah sekali di serang oleh setan yang disebut dengan “Sedang Bela”. Adapun cara Sedang Bela ini menyerang manusia. Gambar itu sudah tertentu. seperti dikatakan oleh: dr. kalau tidak diobati. Di kalangan masyarakat Karo juga terdapat kebiasaan merajah diri ini.Teraka ini sudah dibuat pada diri seseorang ketika ia masih gadis. . maka dibuatlah penangkalnya yaitu teraka (rajahan) tertentu pada diri orang tersebut. Sedang Bela atau setan. perempuan yang baru melahirkan.I Gusti Putu Panteri. kemudian sebagai alat gambarnya dapat dipergunakan getah limus atau tahi pantat kuali yang dicampur dengan minyak tanah lalu ditisukan kedalam kulit. Pembuatan teraka (Tato) pada suku ini berhubungan dengan religi setempat. Demikianlah Sedang Bela bertempat tinggal di hilir pemandian (jahen tapin). antara lain: karena terkejut (sengget). atau baru melahirkan. yaitu: Tatu. terutama pada kam wanitanya. yang dikenal dengan nama : Teraka Sipitu-pitu. bahwa orang yang mudah diserang Sedang Bela ini.

Petuturken (perkawinan bukan dengan impal tetapi arus). Karo-Karo. Berdasarkan jauh dekatnya hubungan kekeluargaan : a. Untik itu terlebih dahulu diadakan upacara “Nabei” d. La arus/sumbang (perkawinan yang menurut adat sumbang. b. ini menurut cerita yang terjadi pada merga sebayang dengan Pincawan dan Merga Kembaren antara Sijagat dengan Penghulu Parti di Gunung Meriah).Ini terjadi karena penghulu Pincawan dan penghulu parti mempunyai dua orang isteri dan salah satu diantaranya (beru Perangin-angin) tidak mempunyai keturunan.BAB VI SISTEM PERKAWINAN PADA MASYARAKAT KARO A. dan Tarigan. 2. c. Exogami Ini dianut oleh marga Ginting. 2) Mindo Cina (Lakoman kepada isteri kakek) 3) Ciken (Lakoman yang sebelumnya telah diperjanjikan terlebih dahulu. Jenis-jenis Perkawinan 1. Eleutrogamie Terbatas Ini dianut oleh marga Perangin-angin dan Sembiring. sementara Lambing (Sebayang) dan sijagat Kembaren tidak mempunyai isteri. Kawin sesungguhnya . Cara perkawinan 1. Erdemu bayu (perkawinan dengan impal). Berdasarkan Keadaan Sekawinan : 1) Mindo nakan (Lakoman kepada isteri saudara ayah). seperti mengawini turang impal). Berdasarkan kesungguhan perkawinan : a. . b. bukan antara individu di dalam suatu merga trsebut.Kawin Cabur Bulong (Tarohken persadaan man). Letak keterbatasannya adalah eleutrogamie itu hanya dapat diadakan diantara sub merga.Merkat Sinuan (Mengawini putri Puang Kalimbubu) 2. 3. B. karena si wanita kawin dengan pria yang sudah tua) 4) Iyaken (Lakoman kepada suaminya yang masih hidup.

4. Sijalapen 7. gamber. sementara sisanya diserahkan langsung oleh Anak Beru si empo kepada Anak Beru si Nereh. Nangkih 1. 5. Erdalan luah cimpa gulame/rires . lada. Proses perkawinan : 1. Kerna kerja .Dilaki ku rumah kalimbubu (Erdemu bayu) E. Gulen manok i ciperai. adapun isi runggun pada waktu itu adalah : 1. b. c. Pedalan pudun dan penindih pudun. deraham 2 buah. 3. Bena Emas (Erdemu Bayu)/ Batang Unjuken (Petutorken).Tanyakan apakah ada perubahan pada Gantang Tumba/Unjuken : . Kerja 1. Sijalapen . orang tua dan sembuyak. 6. Bere-bere d. Nganting Manok. belo berkis-berkisen. Persentabin (Kampil penjujuri). Maba Belo Selambar Adalah upacara meminang seorang gadis menurut tata cara adat karo. F.Alat-alat penyerahan uang jujuren (pinggan pasu.Sijalapen . Nungkun kata kalimbubu (acara pinangan).Kehendak orangtua (sungkuni). 2. Pedalin Kampil Penjujuri (persentabin) . Bere-bere . Senina ku ranan . Persiapan Pedalan Emas. erdalan kampil pengarihi/pengorati. Ulu Emas c. b. . 4. Rudang-rudang . Pedalan pudun.Diberu baba nangkih (petuturken) 2. Singet-singet Gantang Tumba/Unjuken . amak cur.C. Perkempun .Karena pacaran (arih simedanan). Acara Pesta (kerja) . Pada waktu makan : a. c. Bena Emas/ Batang Unjuken + 1 buah dirham b. beras meciho. G. 5. Ose sierjabu. Perbibin . c. Pedalan Emas Dahulu yang diserahkan melalui pinggan hanyalah simecur. kapor) . Kedua a. d. Ketiga Perkembaren (erdemu bayu) /Perseninan (Petutorken) / Sabe (ade ibaba . 6. . D. Lanam uis arinteneng. 3. Gantang Tumba/Unjuken . Erdalan nakan baluten (adat 5 buah) . Adapun acara dalam Nganting Manok adalah : 1. b. Ulu Emas + 1 buah dirham . mbako. 2. Adapun si mecur terdiri dari : a. Perkempun dan e. Perbibin Akan tetapi sekarang penyerahan Gantang Tumba/ Unjuken ini adakalanya sebagai berikut : Pertama a. 2. 2.

2. ngalo-ngalo sukut . sementara dari pihak pria kalimbubu Singalo Ulu Emas. 3. b) Landek sembuyak. Perkempun . terdiri dari : . perseninan (petuturken) dan sabe untuk perkawinan yang di awali dengan “ Nangkih”. F. Akan tetapi semua (Sangkep Enggeloh) memberikan telah-telah. Aloken Anak Beru. disamping yang telah disebutkan di atas. Perninin . Perbibin . Gendang Kalimbubu : Landek Kalimbubu Singalo Bere-bere. Singalo perkempun Singalo perbibin (arah sinereh).nangkih) Dahuku Gantang Tumba/ Unjuken ini sering disebut perkerbon atau ganti gigeh. Senina ku ranan Aloken Kalimbubu terdiri dari : 1.Unjuken (Petutorken) dan Nungsang Galum (La arus/Sumbang). Singalo Perkempun ras Perbibin. Sijalapen Pada acara maba belo selambar. Bere-bere . Adapun urutan menari dalam pesta perkawinan sentua adalah sebagai berikut : Gendang Sukut : a) Landek sukut. 4. ada utang adat yang disebut : Ciken-ciken yang di serahkan kepada Binuang (Kalimbubu Bapa). Si rembah ku lau . ngalo-ngalo Anak beru . Urutan menari ini boleh di pecah-pecah menurut urutan anak beru.Selesai menari dan memberikan telah-telah diikuti dengan memberikan luah. ngalongalo sukut. c) Landek Senina/Sepemeren/Siparibanen/Sepengalon/Sendalanen. yakni 9 kampung mengikuti adat Kuta bBluh dan 11 kampung mengikuti adat Lingga. 3. G. Nganting Manok dan pedalan Ulu Emas biasanya diadakan “Sijalapen” yakni menanyakan “Sangkep Enggeluh” dari masing-masing pihak. Adapun bentukmya adalah sebagai berikut : 1. Rudang-rudang. Uang Jujuren Uang Jujuren dalam adat Karo disebut Gantang Tumba (Erdemu Bayu). Bena Emas / Batang Unjuken. Didaerah Kecamatan Payung adat terbagi dua. Gendang Anak Beru : Landek Anak Beru. 3. Acara landek/ Mereken Telah-telah. Demikian juga di daerah Juhar. juga ada : 1. adalah : Perkembaren (Erdemu Bayu). Gantang Tumba / Unjuken. akan tetapi hanya ditujukan kepada yang hadir. apkah emas (perhiasan) atau pisau (barang Pusaka) dan tidak dibagikan. Bentuknya dahulu adalah barang. sementara dari siempo disebut : landek Kalimbubu sitelu sada dalanen erkiteken Kalimbubu Singalo Ulu Emas. atau boleh juga bersama Anak Beru Menteri dan Anak Beru Pemeren. 2. Bagi kampung yang mengikuti adat Lingga. 2. Dahulu yang memberikan telah-telah dari pihak perempuan hanyalah singalo bere-bere dan singalo bere-bere dan singalo perkempun. emekap Kalimbubu Singalo Ulu Emas.

6. menurut adat kuno. seorang laki-laki tidak bebas dalam hal memilih jodohnya.Henry Guntur Tarigan yang berjudul “Poligami dan Perceraian pada Masyarakat Karo” dimuat pada majalah “Dalihan Na Tolu” No.Henry Guntur Tarigan. bila anak beru kita tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Berbahagialah suatu keluarga yang mempunyai anak beru yang bijaksana yang dapat memecahkan segala pekerjaan dengan sebaik-baiknya sehingga memuaskan segala pihak. yang tidak hanya mengikat seorang laki-laki dengan seorang wanita. Wanita manakah yang rela dimadu atau “erkidua”? Wanita manakah yang rela di cerai/ ditalak begitu saja? Apalagi orang tua beserta senina. hal ini dijelaskan demi kepentingan seluruh kerabat dan kelangsungan keturunan: ibarat menelan pil kina yan pahit dan menyembuhkan penyakit demam yang mencekam. 3. Ditulisnya antara lain : Poligami (seorang suami mempunyai isteri lebih dari seorang) dan perceraian pada prinsipnya tidak diingini oleh seluruh kerabat pada masyarakat Karo. 4. Namun dalam beberapa hal. dengan demikian maka seorang laki-laki Batak sangat pantang kawin dengan wanita marganya sendiri dan juga dengan anak perempuan dari saudara perempuan ayah. Demikianlah suatu keluarga selalu berada di . Nama yang berkawin (pria/wanita) . maka anak beru akan menyelesaikan semuanya dengan sebaik-baiknya. Dalam hal ini dipetik pula tulilsan DR. Sipempoken / sinerehkenca (sembuyak) . disegani oleh anak beru kita. kita harus menghormati kalimbubu serta dapat menyelesaikan segala persoalan dan pekerjaan dengan sebaikbaiknya. Bila menghadapi suatu masalah. yang antara lain menulis sebagai berikut : Sebagai pemberi dara (Kalimbubu) kita akan dihormati. Dalam kesempatan ini. Simupus (yang melahirkan) . Karena itu. sebagai berikut : Perkawinan pada orang Batak pada umumnya. Senina ku ranan . Dalam hal perkawinan. oleh adat kebiasaan ? Memang poligami dan pereceraian merupakan kejadian yang menyedihkan dan yang pahit dan getir. “parboru” dalam bahasa Toba). anakberu dan Kalimbubu-nya. Disini jelas betapa beratnya tugas kita sebagai anak beru. Tentu sebaiknya begitu : sungguh sedih dan sial-lah kita. Pada zaman sekarang sudah banyak pemuda yang tidak lagi menuruti adat kuno ini. 2.dalam bahasa Karo. Nama baik kalimbubu kita harus dijaga. berdasar rujukan yang sama. tetapi juga mengikat juga dalam suatu hubungan tertentu. Perlu diketahui bahwa sepanjang pengetahuan penulis apa yang disebut poliandri (yaitu suatu bentuk perkawinan yang mengizinkan seorang isteri mempunyai lebih dari seorang suami) tidak terdapat pada masyarakat Karo. Sebagai penerima dara atau anak beru. Anak Beru Cekoh Baka Tutup . kita akan meninjau dan meneliti dalam hal-hal bagaimanakah poligami dan perceraian pada masyarakat Karo dapat diterima. mengadakan pesta atau perjanjian berat lainnya. merupakan suatu pranata. apalagi sampai membuat hal-hal yang memalukan pula. Anak Beru Menteri (khusus pihak pria). 7. Kami kutipkan kembali tulisan DR. menulis dalam buku “Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia” tentang “Kebudayaan Batak”. ibarat menelan duri campur empedu. Mereka tidak akan rela hal itu terjadi.1. “peranak” dalam bahasa Toba) dengan kaum kerabat si wanita (“sinereh” dalam bahasa Karo. kaum kerabat dari si laki-laki (“sipempoken”. 5.2 Tahun 1977. Anak Beru Tua . prof. dapat ditoleransi oleh seluruh kerabat.Dr Payung Bangun BA. Perkawinan yang dianggap ideal dalam masyarakat Batak adalah perkawinan antara orang-orang “rimpal” (marpariban dalam bahasa Toba) ialah antara seorang laki-laki dengan anak perempuan saudara laki-laki ibunya.

bilapun perkawinan semarga. Sehingga. Sang isteri dari sang suami yang mandul itu di approachkan dengan baik. sulit sekali untuk mengetahuinya. bahwa jalan yang telah kita utarakan diatas jarang sekali terjadi. Memang hal ini sungguh sulit untuk dilaksanakan. baik kepada sang isteri. jalan yang penuh duri harus ditempuh secara bijaksana. secara diam-diam. Menurut catatan –catatan yang dapat diperoleh hingga saat ini. Meskipun pad kenyataannya saat ini sudah banyak yang melanggar adat sedemikian ini. namun prinsip yang masih dipegang sekarang dengan teguh menolak perkawinan semarga. mengadakan hubungan kelamin itu. Oleh karena itu. di pihak lain menjadi kalimbubu.Tetapi mengingat pentingnya garis keturunan dan garis marga. Anehnya setelah anak pertama lahir. Kemungkinan ketiga (sebagai penyebab tidak mendapat keturunan. yang telah diatur secara rapih dan rahasia.”Dalihan Na Tolu” Yang berjudul “Mengapa perkawinan Se-Marga Dilarang ?” sebagai berikut : Bagaimanapun juga. Dari kutipan tersebut di atas. sebab adik suaminya toh sedarah dan semarga dengan suaminya. disegani oleh anak beru. hal tersebut akan menjadi pergunjingan yang cukup ramai dikalangan masyarakat Batak. anak kedua mungkin lahir pula atas hubungan suami isteri itu sendiri. agar ia mau meniduri isteri saudaranya demi keselamamatan keluarga serta keturunan sauadaranya itu. yaitu melakukan suatu pekerjaan secara mencuri-curi. kalau kita mau dihormati. Kami kutip tulisan orang Batak sendiri. Kalau dia rela melakukan hal itu. hingga saat ini masyarakat Batak masih melarang pekawinan semarga. maka kitapun harus mau menghormati mengangkat derajat kalimbubu kita. yang dimuat dalam Nomor Perdana Majalah Kebudayaan Batak. dan sampai kinipun kasus perkawinan semarga ini cukup kontroversial. maka kalau tidak dicari jalan keluar tentu garis keturunan berdasarkan marga sang suami akan putus. supaya garis keturunan suaminya jangan sempat putus dan punah. maka ada isteri yang mau (dan ada juga yang tidak mau). Orang tua-tua. diberi penjelasan betapa pentingnya anak dalam satu keluarga untuk melangsungkan garis keturunan. larangan perkawinan di kalangan masyarakat . diperingatkan benar-benar untuk menjaga rahasia ini sebaik-baiknya. Peristiwanya juga sangat jarang sekali terjadi. dapat kita menyadari pentingnya anak bagi masyarakat dengan sistem kekeluargaan patrilineal. Orang tua-tua putus asa. Dalam hal inilah poligami dapat diizinkan dalam masyarakat Karo. karena memang benar-benar dirahasiakan oleh orang-orang yang bersangkutan. hubungan itu diputuskan. Hal ini tentu tidak diingini.”senina” serta “kalimbubu” kalau perlu) memohon kesediaan sang isteri untuk mengizinkan sang suami untuk kawin lagi dengan wanita lain. secara rahasia. Tahap kedua adalah meng-approach salah seorang saudara suami. Dalam bahasa Karo seperti ini disebut dengan “ipetangkoken”. dan kalau adapun yang menempuhnya. apalagi anak laki-laki. Biasanya kalau sang wanita telah hamil (atau dalam bahasa Karo disebut “mehulidagingna”). biasanya wanita yang telah tua. sang isteri dimohon dengan sangat agar dia mau mengadakan hubungan kelamin dengan salah seorang saudara suami. bagaimana halnya kalau sang isteri yang mandul ? Kalau segala usaha yang telah dijalankan untuk mengobati kemandulan sang isteri tidak berhasil. Kalau ternyata bahwa sang suami yang mandul. yaitu baik suami maupun isteri yang mandul) tidak perlu kita perbincangkan dalam hal ini. mengambil inisiatif dalam hal ini. tabah dan rahasia. maka orang tua-tua (setelah berunding dengan “anak beru”.antara anak beru dan kalimbubu : disuatu pihak menjadi anak beru. lebih-lebih sang suami yang mandul itu yang mengetahuinya. Orang tua-tua yang mengatur beberapa lama kedunya harus tidur bersama. maupun kepada saudara sang suami. Perlu dicatat. Agar jangan ada orang lain dalam kerabat. Demikian kiranya dapat ditegaskan kembali bahwa tindakan ini tidak perlu disepakati oleh pihak-pihak yang berkepentingan. maka orang tua-tua menentukan waktunya dan tempat.

atau masih dalam pertalian kakak-adik. meskipun mungkin antara keduanya. yaitu fungsi ‘boru’. Oleh karenanya. Sedangkan antara dua orang yang marpariban. Demikian pula peran-peran “anak beru” “senina” dan “kalimbubu”. maka hal ini berarti hilangnya sebuah fungsi dalihan na tolu. artinya dua orang yang ‘marpariban’ masih diikat suatu pertalian darah yang langsung. seperti telah diungkapkan. adalah hubungan darah. tak berbeda dengan “Sangkep Si Telu”. sebagai berikut : Gambaran-gambaran diatas ini menunjukan bahwa ‘filsafat’ larangan kawin semerga adalah karena perikatan atau hubungan darah. Layak kiranya dalam hal ini di kutipan kembali pendapat dari rujukan yang sama. merga Ginting pada suku Karo. dilarang untuk dapat kawin. dalam kebiasaan masyarakat Batak dahulu (mungkin juga masih dianut dewasa ini) mempunyai ‘hak’ untuk mengawini sang pariban tersebut. sama dengan Sijabat atau Saragih pada suku Tapanuli dan Simalungun. maka akan terdapat beberapa ‘kejanggalan di dalam masyarakat Batak dalam hubungannya dengan hubungan perkawinan ini. Kontruksi “Dalihan Na Tolu”. (sudah pasti putra dan putri) ada suatu ikatan ‘cinta’. adalah teman semarga (dongan sabutuha) jua. perkawinan dengan pariban sebenarnya adalah sama dengan perkawinan ‘keluarga’. Walaupun bila kita telusuri lebih lanjut. maka adalah suatu kejanggalan bila masyarakat Batak sejak dulu mengakui bahkan sering memaksakan perkawinan pariban.Tetapi antara dua orang yang marpariban antara marga Silitonga dengan paribannya boru Siregar misalnya. adanya marga yang dianggap sama kendati ia berasal dari Batak yang lain. perkawinan antara mereka juga dianggap merupakan perkawian semerga yang berarti terlarang. Sedangkan Dalihan na tolu adalah eksistensi sosiologis masyarakat Batak. kaitannya dengan suku-suku lain. Sehingga bila kasus demikian ini kita gunakan untuk melihat larangan kawin antara satu marga. Dan anggapan satu ayah satu ibu itu mengakibatkan bahwa perkawinan antar satu marga adalah tabu. Permasalahan lebih lanjut.Batak erat hubungannya dengan eksistensi “Dalihan Na Tolu”. dapat dilihat sejak Sariburaja yang mengawini adiknya sendiri ‘Siboru Pareme’ sehingga ia diusir dari ‘Sianjur mula-mula’. namun amatlah dekat. meski hal itu berlangsung selama antar generasi. Sebab kasus sedemikian ini. Sebagaimana diketahui. untuk mengambil paribannya sebagai isteri atau suami. Dua orang yang bermarga panggabean misalnya. tidak dilarang untuk kawin bahkan mungkin sering untuk ‘dijodohkan’ meskipun antara keduanya tidak ada saling saling mencintai. Hubungan pariban. Misalnya. namun apakah hal-hal sedemikian ini tidak pernah untuk dipikirkan ?”. maka yang menjadi boru dan hula-hula. Kemungkinan atas sedemikian inilah yang menjadi ‘rasionalisasi’ dilarangnya perkawinan semarga. Jadi sebenarnya . dan menghasilkan migrasi pertama orang Batak Jelas bahwa gambaran bisa diproyeksikan pada lingkungan masyarakat kita. Sebabnya karena keduanya masih dianggap kakak beradik. Namun bilamana kita mengikuti pendapat bahwa larangan perkawinan satu marga adalah karena mereka dianggap ‘satu darah’. Masyarakat Batak mengenal hubungan perkawinan dengan anak paman (tulang) yaitu disebut ‘pariban’. Dengan keadaan sedemikian. . yang dengan demikian juga berarti ‘sedarah’. seseorang yang mempunyai pariban (putri paman). bukanlah ada maksud untuk menentang adat. sebab bila mana dua orang satu marga melakukan perkawinan. Dengan uraian ini. Bahkan tidak jarang terjadi. adalah karena mereka masih dianggap satu darah. mungkin amatlah jauh pertalian ‘darah-nya’. meski mereka adalah berasal dari dua marga yang berbeda. justru perkawinan semerga ini telah merupakan asal mula perkembangan masyarakat Batak. Mereka yang satu merga adalah mereka yang dianggap satu darah satu ayah satu ibu. masih satu ‘nenek’. Suatu marga yang sama dari dua orang misalnya. akan tetapi masih dalam lingkungan suku Batak. lingkungan larangan perkawinan semakin luas. para orangtua menjodohkan atau memaksa putranya atau putrinya.

Sementara rebu yang lain adalah berupa duduk berhadap-hadapan atau duduk pada sehelai tikar. maka terjagalah jarak diantara mereka. . tanpa ada orang lain yang duduk diantara mereka. adalah masalah yang dalam lingkungan masyarakat Karo dikenal dengan istilah “rebu”. Rebu yang sangat dikenal adalah : . sesuai posisi masing-masing dalam keluarga. yang dalam bahasa Karo disebut “ngerana ernina mami” – berbicara ber-nina mami.a). seperti yang ditulis DR. adalah pantang bersentuhan badan. Dengan kata lain. Begitu juga mami harus pandai “ngerana ernina kela”berbicara ber-nina kela. seandainya “rebu” tadi dilanggar. sebab membubuhi perkataan dengan perkataan ‘nina mami’. rebu antara mami dan kela ini berlaku pula bagi bengkila/ permain dan turangku dengan turangku Pada dasarnya alasan moral. sang kela membubuhkan perkataan “nina mami” (berarti “kata mertua”) dan sang mami membubuhkan perkataan “nina kela” (berarti “kata menantu”) pada setiap kalimat yang hendak mereka ucapakan. Menyampaikan isi pembicaraan dalam hal keadaan sedemikian. yang masih berkaitan dengan soal larangan. dengan mempergunakan benda-benda yang kebetulan ada pada tempat mereka mengadakan komunikasi itu sebagai perantara. Marilah kita mengandaikan mereka mengadakan komunikasi dengan memprgunakan benda mati batu sebagai perantara dalam pembicaraan. ada dua cara yang bisa ditempuh. akan tetapi lebih tepat : berpantang. setiap akhir kalimat yang mereka yang ucapkan harus dibubuhi/ diikuti ucapan “ nindu o batu” yang berarti “anda katakanlah (begitu) hai batu.Suatu tingkah yang dianggap tidak pantas.Hal lain. Ucapan mami yang dikeluarkan sang kela terasa sebagai ucapan mami sendiri.b). Kedua. sebab sudah mempergunakan batu itu sebagai perantara. Lebih jauh dari sekedar komunikasi langsung. sang kela harus pandai mempergunakan “nina mami” atau “ber-nina mami”. atau sekeping papan. begitu juga dengan ucapan yang dikeluarkan oleh mami terasa sebagai ucapan kela sendiri dengan adanya “nina kela” itu. Dengan berbuat demikian. sebagai berikut : Pertama. Pada umumnya.Istilah ini sebenarnya tak bermakna terlarang. Antara “bengkila” dengan “permain” dan antara “turangku” dengan “turangku”. rasa hormat menghormati. Dalam hal ini.Henry Guntur Tarigan. mereka merasa bahwa komunikasi yang mereka adakan bukanlah komunikasi langsung. yang fungsinya dapat disamakan dengan orang ketiga. kekhawatiran tingkah sumbang merupakan pokok serta alasan sikap dari “terciptanya” susunan demikian. seolah-olah terasa bahwa komunikasi itu bukan komunikasi langsung. yang diharapkan akan menerbitkan rasa segan-menyegan. Antara ‘mami’ dengan ‘kela’ . Dengan berbuat demikian.

Uis Nipes. Pemakaiannya : Dipakai sebagai ose laki-laki. guro-guro aron (pesta muda-mudi) dsb. Rudang-rudang. Ragi Jenggi. cengkok-cengkok . Uis Nipes/ Beka Buloh. Uis remas-emas.Ose Ayah (Bapa) : a. sebagai hiasan jari . b. h. Uis Nipes. sebagai kadang-kadangen . yang bentuknya cekung dan lebih besar dari piring biasa. Uis Arinteneng/ julu. Warnanya hitam agak pekat. sebagai kadang-kadangen . warnanya putih. g. kain ini di pakai sebagai alas pinggan pasu. dalam bahasa Karo disebut ipelebuhken pemakainnya : Kain ini dipergunakan dalam acara pesta perkawinan yaitu pada waktu emas kawin diserahkan. sebagai jujungen . sebagai tudong (Teger Limpek) b. Uis Nipes. sebagai cengkok-cengkok . c. Kelam-kelam. sebagai gonje . terdiri dari : 1. tepian kain warnanya hitam pekat dan ujungnya terjalin dan berumbai. Warnanya dan bahannya sama dengan uis gatip. d. JENIS-JENIS UIS (KAIN ADAT). UIS JONGKIT. karena kain ini dibuat dari benang kapas yang dicelup dengan sejenis bahan yang warnanya hitam (proses tradisionil). Uis rambu-rambu. c. Sertali. c. hanya saja uis jongkit di . hiasan tangan kanan . Uis Arinteneng. Ose Orang Kawin (Pengantin) 1. Ragi Jenggi. dan piring ini biasanya punya makna tersendiri. Uis arinteneng. sebagai abit (sinjang) . sebagai cimberah . 2.Ose Ibu (Nande) : a. hiasan bulang-bulang . d. Proses pembuatannya juga masih tradisionil. 2. d. d. sebagai langge-langge . Sertali. e.Ose Orangtua Pengantin. 1. i. Kelam-kelam.Pakaian (ose) Pengantin Pria. untuk hiasan bulang-bulang dan kalung-kalung . b. UIS ARINTENENG. Uis Nipes/Beka Buloh. sebagai gonje. sebagai ikat pinggang . Uis Nipes. Uis Arinteneng.Ose Pengantin Wanita. 2. B. f. e. Uis remas-emas. Uis remas-emas. sebagai abit . a. 3. sebagai jujungen . sebagai Bulang . Pinggan pasu (piring). UIS GATIP. Gelang Sarong. Cincin Tapak Gajah.BAB VII TATA BUSANA ADAT-KARO A. sebagai Langge-langge. f. e. c. a. sebagai ikat pinggang (Benting). sebagai hiasan tudung tudung dan kalung . Warnanya hitam dan berbintik-bintik putih di tengah. Jenis kainnya agak tebal hingga disebut dengan uis kapal (kain tebal). sebagai tudong (Teger Limpek) b. untuk bulang-bulang . Anting-anting kodang-kodang. dan pada upacara-upacara perkawinan adat. memasuki rumah baru.

Pemakaiannya : Kain ini dipakai sebagai Bulang (penutup kepala/topi) pada laki-laki. UIS KELAM-KELAM. putih dan pada tepian kain motif-motif Karo dengan benang emas. bentuknya hampir sama dengan selendang. yang tidak memakai benang emas biasa dipakai wanita sehari-hari sebagai penutup kepala di desa. tepian kain ini warnanya merah tua dan ujungnya berumbai. 8. Kain ini juga biasa diletakkan di atas tudung wanita. hanya ini lebih sederhana. UIS TEBA Warnanya kebiru-biruan dan bergaris-garis putih. Pemakainnya : Dipakai sebagai tudung oleh wanita. bentuknya khas dan unik. Proses pembuatan tudung ini memang sangat unik. Dan yang memakai benang emas dipakai juga pada upacara-upacara pesta adat sebagai tudung. tudung yang bahannya dari uis kelam-kelam disebut Tudung Teger Limpek. 9. dan bentuknya lebih pendek dari tudung teger limpek. 7. kain ini tidak selebar kain yang lainnya. Kain ini tebal seperti kain jongkit/ gatip. dan juga dipakai juga sebagai cekok-cekok (penghias bahu) yang diletakan sedemikian rupa pada bahu laki-laki. Pemakaiannya : Dipakai oleh para wanita sebagai abit (kain sarung/kampuh) pada waktu upacara adat. Pemakaiannya : Dipakai oleh wanita dan biasanya letaknya di atas tudung dan rumbainya terletak di sebelah depan. Pada saat sekarang kain ini jarang digunakan. hanya kain ini lebih keras karena proses pembuatannya juga masih tradisionil. UIS GARA. ungu. bagian tengah bergaris kuning. dan sebagian kain ini memakai benang emas. Pemakainnya : Biasanya dipakai sebagai tudung oleh wanita yang sudah tua dan juga dipakai sebagai maneh-maneh (tanda mata) dari wanita yang sudah tua meninggal untuk kalimbubnya (garis ayah) atau asalnya. bahan kainnya lebih tipis dan polos tanpa motif. dan . warnanya hitam kebiru-biruan. UIS JUJUNG-JUJUNGEN. 4. tepian kain hitam dan ujungnya berumbai. 6. Pemakaiannya : Pemakaiannya sama seperti uis gatip. UIS JULU. 5. dan ada juga yang bergaris-garis kecil warnanya putih di tengah.tengah-tengah kain memakai benang emas yang motifnya melintangmelintang pada kain tersebut. Proses pembuatannya juga masih tradisionil. kain ini jenisnya agak tebal dan sekarang sudah banyak motif baru. Pemakainnya : Dipakai oleh wanita sebagai tudung pada upacara-upacara adat. UIS BEKA BULUH. hingga warna dan bentuknya lebih cerah. demikian juga pada ujung kain. kain ini sekarang lebih disenangi dan banyak dipakai pada upacara-upacara adat. Proses pembuatannya juga sama dengan teger limpek. Warnanya merah bersulamkan benang emas dan kedua ujungnya berumbai benang emas. Warnanya merah tua. Sepintas seperti kain hitam biasa. hingga saat ini tidak semua orang dapat membuat tudung ini. tebal kain hampir sama dengan uis gara. Warna dasar kainnya merah cerah. tepian kain hitam dan ujungnya berumbai. Warnanya hitam pekat.

diganti dengan uis beka buluh. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa “ose” adalah seperangkat kainkain adat yang dipakai pada upacara adat-adat tertentu. Kampil kuh isisna. Kampil kuh ibas isina. 4. Torus Tarutung. Tudung lengkap jujungen (Dasar kelam-kelam.1 (satu) pasang jas .Baju kebaya .Uis julu . Abid Dasar. Pengalkal uis nipes Sutra Ulat. Pemakaian : Sebagai selendang bagi wanita. 10. (taba/julu) 3. Emas-emas. Sedangkan “rose” yaitu orang yang memakai kain lengkap pada upacara adat tersebut.Sertali (perhiasan).Uis Nipes .Hem lengan panjang . OSE PADA PENGANTIN WANITA TERDIRI DARI : . Tumbuk lada. Cengkok 3. coklat. Abid Gatib. Pilo-pilo.Kampil . Ragi Barat). junjungen uis remas-emas) 2. Bulang-bulang Beka buluh. OSE PENGANTIN WANITA KARO. 1. Osei pengantin wanita Rose kuh terdiri dari : 1. 6.Uis Jongkit (2 lembar) .Tudung mbiring (Teger Limpek) . Pengalkal Uis Nipis. Cengkok-cengkok Baka Buluh. 1. 6. 2.Uis Beka Buluh (3 lembar) .Dasi (bila diperlukan) .Uis jujung-jujungen . 5. Abid julu (Abid khusus). ungu) dsb. UIS NIPES. Kategori pengantin pria 1. Emas-emas.Sertali (perhiasan) Osei-osei Pengantin Pengantin Rosei kuh pakai emas-emas atau sekarang disebut AKSESORIS pengantin. 2. 4. Kadangen (selempang) 5. Ragi Barat. Kain ini jenisnya lebih tipis dari kain-kain lainnya dan bermacam-macam motif dan warnanya (merah. Tudung kelam-kelam model teger limpek erjujungen (Beka buluh. Ragi Barat dan lain-lain. OSE PENGANTIN PRIA TERDIRI DARI : . Osei Pengantin Pria. hijau. Abid dasar teba (tidak pernah pakai batik) 3. Bulang 2. (sertali) Kategori Pengantin Wanita. 5. . Abid julu 4.

Endame osei-osei Pengantin Kerja Sintua. Osei Sukut si dilaki 1. OSEI KERJA CEDA ATE . Abid (kampuh) Keterangan : Tanda-tanda i cengkokken I kuduk Abid i sampanken sebatas lutut Osei Anak Beru Pekepar : Sidiberu erbenting kibul (uis nipes diikatkan di pinggang) si dilaki kampuh diikat di pinggang (Ersampan sebatas lutut). Keterangan 1. 3. Tudung : Jongkit model limpek. samarenda dan lain-lain. Endame osei-osei mengket rumah mbaru. Pengalkal uis nipes sutra ulet. Osei orangtua sidiberu 1. 2. 6. Kerja biasa (pesta umum). Abid Gatib 20. Enda me osei mukul ras ngobah tutur. Pengalkal. Langge-langge : Uis nipes. Tidak pakai baju jas. Selampang teba (kadangen) 5. 3. gelang sarong. 2. simupus. Ragi barat dan lain-lain. Untuk itu pengantin di osei lagi. Osei pengantin si diberu 1. maka malamnya acara mukul ras acara ngobah tutur. Tumbuk lada. teger limpek. Osei Kerja Mbelin Sama dengan osei-osei pengantin kerja sintua. Tudung jongkit 9 model limpek. 4. Kadangen : Uis Teba. 2. OSEI MENGGKET RUMAH MBARU Osei untuk mengket rumah mbaru ini tergantung dengan besar kecilnya pesta tersebut. Tudung 2. Osei pengantin pria 1. Abid 3. Abid dasar songkit. layang-layang. Osei orang tua pekepar Seri ras osei pengantin. Abid : Samarenda. rudang emas. tepas dan lain-lain. Tanda-tanda 2. Osei kerja biasa. OSEI MUKUL Osei pengantin sesudah selesai pesta siang. Abid : Gatib 9 (Gatip 20) 2. Simada rumah rosei kuh tapi tidak pakai emas-emas. Bulang : Beka Buluh. gatib 9. 3. Simupus pekepar ras sukut sama dengan osei pengantin kerja sintengah. sukut. hanya saja untuk mengket rumah ini ada dua tingkat : 1. hanya orangtua la pakai emas-emas (yang laki-laki). tambah cincin. Emas-emas sertali. Baik yang masuk rumah. Kerja mbelin (pesta besar).3.

pembantu pengulu aron seri ras osei si mantek. Wanita pakai tudung lompek dan langge-langge. di khususkan untuk yang meninggal lanjut usia (cawir metua) dan orang yang berpengaruh. Erbulang (Beka Buluh). OSEI PENARI (OSEI GURO-GURO ARON) Penghulu aron ras nande aron biasanya disahkan salah seorang anak pengulu atau anak si manteki kuta. biasanya yang harus diosei adalah seorang cucu dari pihak anak laki-laki yakni yang perempuan. Ragi Barat) Osei si diberu (Simantek) 1. Yang pria bawa kampuh baik dikampuhkan maupun hanya sekedar dilengketken saja. Pembantu mereka adalah merga silima dan salah seorang diantara mereka harus ada yang menjunjung kampil (sinjujung kampil) yakni biasanya diangkat putri raja ataupun anak simanteki kuta. Orang inilah yang diosei kuh rosei lengkap dan perbulangen adi simate si diberu. . inilah yang disebut cawir metua. tetapi di jauhkan dari warna-warni dan ber emas-emas atau warna menyolok. dan cucu laki-laki dari anak yang perempuan boleh dikatakan (harus berimpal).Untuk osei erceda ate ini. 2. Ertudung kelam-kelam model tiger limpek. atau yang dapat dikatakan meninggal sudah tidak ada lagi meninggalkan anak yang belum kawin (berumah tangga). Dan pakaian seperti halnya orang indonesia lainnya. Anak si diberu ertudung uis gara la ertudung jongkit. 2. dan juga kemberahen ataupun nande aron salah seorang anak kalimbubu kuta yakni berimpal. Seperti tudung tidak pernah di buat dari jongkit atau pakai emas-emas. NB: Osei ini pada dasarnya yang memakaikan kepada pemakai adalah orangtua dari isteri atau saudaranya. dalam bahasa Karo disebut Kalimbubu singalo ulu emas ras kalimbubu si perdemui. 3. Ndehara adi simate si dilaki. 3. Cengkok-cengkok (Beka Buluh. rosei kuh tapi la pake emas-emas. Osei Sehari-hari : Osei ini pada umumnya hanya orang-orang tua saja yang memakainya yakni : 1. Pengulu aron ras nande aron rosei lengkap (kuh) tapi lapake emas-emas. Erjujungen. Osei-osei kebanyakan bebas. 2. Erkampuh (ersampan kampoh). Anak beru tanda-tanda. janah banci la erjujungen. Rabit dasar tapi tak pernah batik. 3. Osei si dilaki (si mantek) 1.

. Berdasarkan konteks penyajian tersebut. Akibat adanya perbedaan konteks penyajian. Karena penari melakukan dengan penuh improvisasi.Perlombaan. Dari semua bentuk pertunjukan di atas.Tari perkolong-kolong merupakan salah satu tehnik penyajian yang sangat rumit. tari pada masyarakat Karo disebut “landek”.Pameran.Ngalo-ngalo tamu. Dengan perkataan lain. religi. Karena .Festival. Karena seni tari yang terdapat pada guro-guro aron dapat merangkum semua jenis tari yang terdapat pada pertunjukan lain. Karo secara umum dapat dibagi menjadi tiga. keberadaan landek ditentukan konteks penyajiannya. Melihat tehnik penyajian. . Konteks penyajian dalam religi. yang terpenting adalah guro-guro aron. 2. .Tari perkolong-kolong. Dalam budaya Karo. Berdasarkan bentuk pertunjukan penyajian. tari Karo dapat ditemukan pada : . . Bentuk Pertunjukan dan Teknik Penyajian. Sejauh ini saya dapat melihat bahwa konteks penyajian landek pada masyarakat. Konteks penyajian dalam adat istiadat. maka dalam budaya tari Karo dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu : tari adat. penyajian landek erat hubungan dengan kontekstual. Konteks penyajian hiburan. dan 3. seni tari pada masyarakat Karo dapat dibagi menjadi : .Tari aron.Guro-guro aron (pertujukan seni tari dan musik pada masyarakat Karo yang dilaksanakan oleh muda-mudi). Pada umumnya. ketiga tehnik penyajian tersebut dibuat berpasangpasangan.Tari khusus (tari yang telah mempunyai pola lantai). yaitu : 1. . . dan tari hiburan.BAB VIII TARI-TARI KARO Secara umum. maka seni musik Karo adalah budaya musik yang mempunyai konteks penyajian dalam hiburan.

ndarami duit man penukur uis na ras patung kerja. Sedangkan untuk hiburan yang bersifat pribadi. semata-mata untuk memeperlihatkan nilai estetis dari musik tersebut. si enggo erjabu sangap njabuken bana. si perlu teridah cibal daging metunggung. Komposisi Alat Musik Melihat komposisi alat musik yang dimainkan dalam guro-guro aron. sadape lalit sibangger-bangger ras simaginmagin. (ndarami-ndarami ate jadi). Erio-io. enca natap ras ngidah pemetik. Landek ibas kalak Karo pantang “goyang pinggul”. meriah manuk niasuh. dan satu buah gendang anak. bagepe ikut jolena. Penonjolan nilai estetis merupakan ciri utama seni (fine arts). Aron ertina anak perana/singuda-nguda si ras-ras erdahin ku juma. Maka piga-piga anak perana sini iangkat jadi pengulu aron. Maka anak perana ras singuda-nguda erlajar ertutur (meteh adat). endek pe sikap ngikutken buku gendang. sejauh ini saya hanya membagi dua. Maka anak perana singuda-nguda ibas kuta e mejingkat dingen ergiahgiah ukurna erdahin ku juma. gitek ras geol. Biasana kerna sie tergejap bas ukur sekalak-sekalak. tan lempir. erlajar jadi pemimpin ngaturken uga maka guro-guro e erdalan bagi sura-sura. Janah adi bas gendang e lit perende-pernde eme perkolong-perkolong gundari. terdiri atas : satu buah sarune sebagai pembawa melodi. Memperhatikan musik yang mempunyai konteks penyajian dalam hiburan. rende dalam arti yang luas. Notoken mbuah page nisuan. (erlajar metik). satu buah gendang indung. 2. Erbalobat. Jadi GURO-GURO ARON eme sada kerja si ipantek anak perana ras singuda-nguda si enggo ikut ibas aron alu make gendang seperanggun ras penggual 5 sedalanen + perkolong-kolong (adit lit). . (hiburen). Erpingko-pingko. 6. GURO-GURO ARON 1. nina ranan eme : 1. pesta. 8. 5. sebab teman landek la banci la arus. Guro-guro ertina main-main. 2. Maka anak perana ras singuda-nguda banci jumpa atena ngena.tujuan utama penyajian. diantaranya : Nurdam. Maka anak perana ras singuda-nguda beluh ras reh jilena landek ngikutken gendang Karo sini palu penggual lima sedalinen. Untuk hiburan yang bersifat umum adalah guro-guro aron. Lit pe deba anak perana sibeluh ermayan entahpe “ndikkar”. (erlajar landek). sebagai pembawa kolotomis. metunggung ngidah perlandekken jemah jemole banci rutang tah pe ndabuh pusuhna pekepar. Maka anak perana ras singuda-nguda beluh makeken entahpe metik uis adat Karo. Maka lit siman dedahen si banci nambahi keriahan ibas kuta bagepe man kerina anak kuta. Bagepe arus ipelajarina uga cara ngalo-ngalo temue alu mehamat. hiburan. ayo pe cirem. ras ija ingan kundul.Guna ras sura-sura erbahan guro-guro aron.TOROSEN ERBAHAN GURO-GURO ARON . Tambah sie. satu buah gung dan penganak.Guro-guro aron asal katana ibas “guro-guro” ras “aron”. perlandek sapih-sapih anak perana/singudanguda. entahpe anak beru aron bagepe singuda-nguda sini jadi kemberahen aron. tersinget ibas rende. rikut uis/paken simeherga sidebanna. sebagai pembawa ritmis variasi. anak perana/singuda-nguda lampas jumpa atena ngena. Sebab enggo kenca ia metik pekepar tuhu enggo mejile.PENGANGKAAN . si enggo metua cawir metua. yaitu : untuk hiburan yang bersifat umum (entertaiment) dan untuk hiburan pribadi (self amusement). sebagai pembawa ritmis variabel. 3. 7. 4. simbelin maka ajar meteh mehuli. pernen mata la banci meliar. si danak-danak lampas mbelin.

. Aron tanggung pendahinna la uga beratna. ras ertepuk.Landek pernanden ras beru silima. . Nandangi ciger matawari. nina : Nari. maka gendang enda mehaga. Ibenaken nangkih-nangkih matawari seh asa nandangi ciger. lit sekalak singudanguda landek janah rende. Janah ibas kuta simbelin banci lit 5 entah 6 terpuk. . b. Adi lalit sie. Gendang sie buen si landek anak perana ras singudanguda. aron singuda-nguda ersurak.Landek pengulu ras kemberahen naruhken anak beru. tapi ibas kuta si kitik 2 tah 3 terpuk.pipiga saja ia ikut. si natang wari. Aturen Perlandek : . Bagepe perkolong-kolong rende erbahan persentabin nandangi sirang gendang ipalu. aron ngadi-ngadi i juma perbahan enggo latih erdahin. . Ijeme kerina aron radu ras mindo ola sisangkuten ukur entah ija kurang lebihna ibas pengerana. tapi aron belin enggo ngasup ngengkal. meriah ras rejin. a. ngalo-ngalo kerina aron. . . Sangana gendang ipalu. 2.Landek perbapaan si lima merga. erguro-guro aron bagenda rupana iadap-adap nande bapanta ras sangkep nggeluh. . banci ka piga. Emaka landek aron.Landek anak kuta sideban (aron) si itenahken. eme aron tanggung ras aron belin.Gendang iumputi berngina enca elah man. Pepegina. Landek kalimbubu kuta. . Meriah kal siakap. eme si igelari Aron. guru.Adi lit perkolong-kolong banci ia tetap ikut landek ras masu-masu. landek si landek. Rende kami itengah-itengah enda. gendang ipengadi lebe. Aron lit dua erbage. jemaka nandangi singgem gelap. Gelah mburo latihna.Emaka landek sierjabaten-jabaten kuta. . 3. perlandek sapih-sapih ia. iumputi denga gendang. Landek si mantek kuta. c. gendang enda tempa gendang simate-mate entah nurun-nurun.. Landek per merga-merga ras kemberahenna (5 merga). Cara perlandek si dekah : 1. Landek anak beru kuta.Iumputi landek aron perana/singuda-nguda.Nai ibas kuta kalak Karo lit si erdahin ku juma siurup-urupen. Gendang bas nangkih-nangkih matawari eme si igelari gendang “pesalang sai”. Ngidah sie sekalak anak perana ngerana. eme ngerukah juma. pande.

Berbicara tentang kebudayaan. dengan meminjam bahasa Dove (1985) pembangunan diartikan sebagai perubahan yang dikehendaki dan dibutuhkan. dipertegas dan dijadikan sebagai identitas kelompoknya . kebudayaan adalah Aufgabe (tugas). antara penemuan dan pencarian. 1967) dan kebudayaan itu diturunkan sebagai ’warisan yang diturunkan tanpa surat wasiat’ . selalu dipandang sebagai sesuatu yang khas manusia. Dalam arti bahwa apa saja yang dianggap . Menyoal hubungan antara pembangunan dengan kebudayaan. kebaikan atau keluhuran. hampir tidak ada selisih pendapat mengenai value judgement tentang kebudayaan. antara integrasi dan disintegrasi. jauh daripada itu. Dalam pengertian seperti itu. Dalam arti yang lebih luas. baik karena ia manusiawi ataupun karena ia mampu memanusiakan dan karena itu selalu dihubungkan dengan keindahan. untuk memperbaharui diri. Dengan singkat. kebudayaan adalah realitas objektif yakni sebagai reality judgement terhadap mana setiap kelompok akan mencari persepsinya. sedangkan tanpa reformasi atau tanpa disintegrasi kebudayaan akan kehilangan kemungkinan untuk berkembang. antara tradisi dan reformasi. kebudayaan adalah a pursuit of total perfection (Karober dan Kluckhohn.BAB IX KEBUDAYAAN KARO DAN PERUBAHAN SOSIAL Kebudayaan (culture) sebagaimana yang dikemukakan oleh Ignas Kleden (1987) adalah dialektika antara ketengangan dan kegelisahan. Akan tetapi. Dengan demikian. atau untuk menyesuaikan diri dengan paksaan perubahan sosial (social change coercion). tanpa tradisi dan integrasi suatu kebudayaan menjadi tanpa identitas.

sebagai bangsa yang majemuk (plural societies) ada semacam ketakutan dari negara apabila ’identitas kebudayaan’ (cultural identity) lebih terasa daripada ’identitas nasional’ (national identity). warisan-warisan budaya dan sejarah (cultural and historical heritages) daerah cenderung memudar. Padahal di museum tersebut dapat dilihat beragam artifak kebudayaan yang menandai aspek kebudayaan dan sejarah masyarakat pada kawasan dimana museum tersebut didirikan. Sehingga. wisatawan datang berkunjung ke satu negara bukan lagi untuk melihat keindahan panorama. ternyata kurang mampu melindungi benda-benda cagar budaya. Dalam satu pemaparannya terhadap pengrusakan terhadap Benteng Putri Hijau Delitua Medan. kita patut bertanya apa yang kita maksud dengan budaya ketimuran kita itu? bukankah kita sudah mengalami degradasi kebudayaan kita? II Boleh jadi. Disatu sisi ia diharapkan mampu bangkit dan bertahansebagai common heritages. bermartabat dan beradab. Negara khawatir bahwa ’ikatan-ikatan primordial’ (primordial ties) yakni ikatan terhadap tradisi lokal akan menjadi lebih kuat daripada perasaan memiliki negara dan pada akhirnya mungkin akan menggoyahkan integrasi bangsa. Oleh karena itu. Lebih daripada itu. mentalitas dengan pembangunan. McKinnon (2008) mengemukakan bahwa Ironis sekali bahwa pada ‘Visit Indonesia Year’ dan pada waktu pemerintah ingin membangkitkan usaha parawisata di seluruh Indonesia. kebudayaan dan gaya hidup tradisional itu juga dianggap sebagai penghalang besar bagi pembangunan sosio-ekonomi (socio-economic development). Inilah yang dimaksud dengan dilema kebudayaan (daerah) Indonesia. undang-undang No 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (BCB) misalnya. tidak terawat dan musnah . dirasa perlu untuk membentuk identitas nasional melalui apa yang disebut dengan kebudayaan nasional. Menyoal tentang tahun kunjungan wisata Indonesia. sebagian dari satu warisan budaya dan peninggalan kuno yang menonjol di Sumatera Utara diancam punah. tetapi disisi lain ia justru dianggap sebagai bianglala. adanya kepincangan dalam pembangunan nasional (national development) adalah sebagai dampak daripada keniscayaan kebudayaan dan mentalitas terhadap pembangunan. Bahkan. Oleh karena itu. akibatnya banyak diantara BCB tersebut terlantar. dirusak dan dimusnahkan dan segera digantikan dengan unsurunsur budaya yang dianggap lebih elegans. Harus diakui bahwa. museum sebagaimana yang diberitakan oleh Waspada tanggal 1 Juli 2008 dan Kompas pada 20 Agustus 2008 justru tidak layak dikunjungi. melihat fenomena di Indonesia. mungkin ada baiknya kita menoleh kembali terhadap produk yang ditawarkan yang mampu menarik wisatawan dimaksud. Adalah cukup berbeda dengan eksistensi museum di negara Barat seperti Jerman dimana museum dianggap sebagai old palace dan kota-kota akan merasa bangga apabila museum terdapat dan banyak dikunjungi dikotanya. Karena itu. Oleh karenanya. Namun. tidak mengherankan apabila permuseuman di negara maju berlomba menghadirkan koleksi-koleksi lengkap dari seluruh dunia dan menggangapnya sebagai miniatur global village. Akibatnya. Ironisnya. salah satu hal yang diusahakan adalah mengutuk dan mengubah. dalam perencanaan pembangunan. Konsep yang tepat untuk menjelaskan kenyataan ini adalah dengan . tidak ayal. Dove (1982) mengemukakan bahwa agen perubahan (agent of change) tidak pernah menganggap masyarakat kebudayaan sebagai ’guru’ tetapi justru ’menggurui’nya dengan hal-hal yang ’dianggap’ baru dan lebih ’beradab’ (civilized) . Dalam pada itu. tetapi lebih dari itu adalah untuk melihat ciri khas daerah dimasa lalu. Disebutkan bahwa kedua varian tersebut-untuk kasus Indonesia-tidak memiliki hubungan sama sekali atau bahkan tidak cocok sama sekali dengan arus modernisasi. sebagai ethnic and local identity -yang memiliki kemampuan menyaring budaya asing.kuno dan tidak mengalami perubahan dengan sendirinya dianggap sebagai keterbelakangan. ditinggalkan. Koentjaraningrat (1992) menyangkal adanya hubungan antara kebudayaan. tepatnya penghambat pembangunan. tampaknya. belajar di Museum masih harus dibudayakan pada masyarakat Sumatra Utara. bahkan menyingkirkan kebudayaan tradisional itu. dalam konteks yang lebih luas. Dalam bukunya.

kebudayaan yang menjadi simbol masyarakatnya justru dianggap kolot dan tidak pantas diadopsi atau dikembangkan. moral. Selanjutnya. kebudayaan nasional yang diperjuangkan tidak kunjung ditemukan dan tidak dapat dijelaskan posisinya diantara kebudayaan lokal. Dove (1985) menyimpulkan bahwa kebudayaan tradisional terkait erat dengan dan secara langsung menunjang proses sosial. dapat dipahami bahwa terdegradasinya budaya daerah seakan menjadi jawaban terhadap coercion of cultural universalism yang selama ini dilakukan oleh perencana pembangunan. etika dan estetika bangsa ini akan runtuh sebagai dampak dan pengaruh budaya global yang bergerak tanpa batas. Pada tataran konsep seperti ini. atau makan Spaghetti daripada Rendang Jengkol di warung mbok Inah. tetapi lebih daripada itu adalah untuk mengupayakannya sebagai sumber inspirasi atau sumber perubahan. Supratman Dikhawatirkan. justru lebih terbuka dan menerima segala sesuatu yang dipertontonkan oleh dunia Barat karena dianggap lebih berbudaya. Hatta (1970) ataupun Asvi Warman Adam (2007) yang menyebutkan sekitar 25 kontroversi sejarah Indonesia. ekonomis dan ekologis masyarakat secara mendasar. Di negara maju misalnya-tidak tanggung-tanggung-proyek pembangunan kejayaan budaya dan sejarah masa lalu kembali di lakukan seperti yang dilakukan oleh China. Dalam arti kata ’bagaimana untuk membuat penilaian estetis’ yang terhubung dengan pertanyaan praktis seperti ’bagaimana kita harus hidup?’ (Featherstone. adanya kekeliruan terhadap proses pembangunan selama ini adalah karena tidak didasarkan pada evaluasi empiris.40 persen penghasilan negara non taxes. Kesulitan yang dialami oleh bangsa Indonesia dewasa ini terutama menjawab tantangan globalisasi adalah riskannya kebudayaan daerah terhadap pengaruh-pengaruh budaya ’universal’. . III Budaya lokal sebagai identitas budaya daerah. Dalam penyelidikannya tentang Peranan Kebudayaan Tradisional Dalam Modernisasi yang disunting oleh Michael R. Dengan demikian. kita justru lebih tertarik untuk minum Cocacola daripada Air Tebu dibawah pohon Beringin. kebudayaan adalah sistem gagasan yang harus dikembangkan dan diberdayakan. Lebih dari pada itu. banyak artifak dan situs sejarah dan budaya kita yang sudah dirusak hingga tidak ada lagi semacam bukti autentik dimana sejarah dan budaya dimasa lalu pernah dibentangkan.menggalakkan wisata budaya dan sejarah (cultural and historical tours). Begitu mudahnya bangsa ini larut dalam konsumerisme. tidaklah sekedar mampu menyebutkan dan memahaminya. baik mengenai perencanaan itu sendiri maupun mengenai kebudayan tradisional dimana rencana-rencana itu diterapkan. atau juga makan KFC daripada makan sate Padang di pinggir jalan WR. Menyinggung soal konsumerisme yang menggejala pada masyarakat kita. Lain daripada itu adalah terlalu banyak kebohongan dan penyesatan yang dilakukan oleh Sejarah bangsa ini seperti yang disebutkan oleh Foulcher (2000). kebudayaan sebagai pola tindakan yakni menjadikannya sebagai acuan perilaku. bisa jadi karena rapuhnya pemahaman dan pengetahuan terhadap kebudayaan daerah itu sendiri. selalu mengalami perubahan dan karena itu tidak pernah bertentangan dengan proses pembangunan itu sendiri. Masyarakat kita justru menjadi objek yang disusun dalam kapitalisme global yang dipercepat dengan budaya konsumen (consumer culture) ataupun sebagai budaya massa (mass culture) yang mempertentangkan sesuatu yang dianggap sesungguhnya dengan sesuatu yang dianggap semu. Resink (1987). hedonisme dan seakan melompat pada era postmo . Masyarakat kita. Dalam pada itu. Italia. Dari sudut ekonomi. Menurutnya. Sementara itu. Dengan begitu. Etnonationalism yang berkembang sebelum deklarasi pembentukan negara bangsa (nation state) dan digantikan dengan konsep nasionalisme negara pasca deklarasi adalah tantangan yang hingga kini belum mampu dijawab. 2001). dan bahkan Jerman. Gejala ini sama artinya pada saat kita berbicara tentang nasionalisme kita yang semakin kerdil dan melayu karena nasionalisme itu sendiri tidak mendapat tempat berpijak pada budaya Indonesia.25-0. kebudayaan tradisional bersifat dinamis. Tetapi persoalannya adalah. sektor wisata sejarah dan budaya ini ternyata mampu menyumbang hingga 0.

bahwa suku Karo memang memiliki suatu budaya yang cukup tinggi. i. agaknya kita harus belajar dari Malaysia yang hingga kini gencar berburu aset-aset budaya yang dapat diklaim sebagai warisan budaya mereka meski itu dicap sebagai pencuri kebudayaan. kehidupan tradisional masyarakat Karo berlangsung secara murni. penganak. sarune. guro-guro aron. sekin. d. bajarna. Seperti pesta perkawinan. tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pola hidup tradisional bangsa Batak Karo. adalah gambaran cara hidup masyarakat dari bangsa yang bersangkutan. Penentuan hari untuk turun ke ladang menanam padi.Bagaimanapun. maka mustahil artifak. kampoh. Rakut Sitelu. gambar. aksesoris maupun tinggalan kebudayaan masa lalu itu dapat dilestarikan. Tulisan dan bahasa Karo yang cukup kaya (perhatikan istilah bisbis. yang justru perlu dilakukan adalah preservasi terhadap objek dimaksud dan menjadikkan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. perumah begu. sesuai dengan kepentingannya. sendok. seperti perangkat gendang. dlsb. Hal ini sangat tinggi nilainya karena nama-namanya “asli” bahasa Karo. sordam. palas. capah. gunung. seperti cangkul. Pendirian rumah sakit Zending di Sibolangit dan Kabanjahe. kiskis. meluat. ngelandekken galuh. bukan berasal dari bahasa asing. karena proses itu berlangsung dalam satu generasi. Pembinaan rohaniah/kepercayaan serta tata cara pelaksanaannya seperti ngaleng tendi. Alat-alat kesenian Karo yang beragam jenisnya. Tinggi rendahnya budaya suatu bangsa. Tutur Siwaluh. tidak mendapat tanggapan dari masyarakat. suma. kerpe. piring. dlsb. seperti : kudin. seperti aditia. yang dapat dibuktikan dari materi budaya Karo yang dapat dikatakan telah lengkap. tajak. masa atau periode transisi ini jelas terlihat. Walaupun mampu mendidik putra-putri Karo menjadi . b. Budaya suatu bangsa. kulcapi. e. daluna. ’Kebudayaan adalah Agenda Buat Daya Cipta’ yang menonjolkan kemampuan untuk membangkitkan identitas bangsa yang sedang melayu itu. permalna. tanpa upaya dan usaha yang gigih. iluh. Ragam busana. bentuk busananya berbeda-beda dalam berbagai jenis dan ragam pesta. nggara. Tatanan kehidupan masyarakat Karo yang terikat di dalam suatu sistem. busan-busan. adalah mahal ongkos yang harus dibebankan untuk menghidupkan kembali nuansa masa lalu itu. buganna. ketteng-ketteng. Niscaya. benangun. Suku Karo sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar. belobat. yaitu : Merga Silima. sapo. Memang. dengan meminjam bahasa Ignas Kleden. cuan. didasarkan kepada musim (semacam ramalan cuaca) h. terlampau kecil pengaruhnya. Peralatan hidup yang cukup lengkap. ret-ret-sangka mamok. ukat. dlsb. erpangir ku lau. pada masa lampau telah memiliki budaya yang cukup tinggi (kata cukup tinggi menunjukkan nilai luhur). sangketen. mbergohna. garpu. dlsb. Dalam masyarakat Batak Karo. Sekolah-sekolah Zending yang didirikan di beberapa tempat. Menyoroti penelantaran dan pengrusakan terhadap artifak dan situs sejarah dan budaya. potret. c. dlsb. persilihi. dlsb. yang masih banyak lagi). Semua acara ini memiliki bentuk busana yang berbeda-beda. Pengaruh luar terhadap budaya Karo dimulai sekitar tahun 30-an dan masa pendudukan Jepang. Zending dari negeri Belanda yang berusaha meng-kristen-kan masyarakat Karo ternyata kurang berhasil. Nama-nama hari. Dan lain-lain Demikianlah beberapa data yang dapat membuktikan. f. tendang. cekurang. gendang. tercermin dari materi-materi budaya yang ada pada bangsa itu. Pada periode sebelumnya. kemalangan. baik untuk pria maupun wanita. Tetapi. g. seperti : a. Penjajah Belanda yang efektif di Tanah Karo menjelang akhir abad ke-19. dlsb.

TekangTekhanam. Nyanyian-nyanyian Jepang yang membangkitkan semangat. yang juga sekaligus berubah agamanya. ketika Islam pertama kali masuk di Baros. Dewa atau Dibata Batara Guru yang bersemayang di atas. berkumandang hingga ke desa-desa. dimana pemuda-pemuda Karo dididik menjadi prajurit. yaitu bahasa Aceh yang berarti air.paramedis. Sedang Erpangir ku Lau adalah upacara untuk memulihkan rezeki dengan berlangir ke sungai. ‘Ndilo Tendi’ adalah pemanggilan tendi dari orang yang dianggap telah mengembara atau ditawan oleh kuasa-kuasa natural. Yamin mengatakan. sistem catu. atau Meliala yang dianggap berasal dari Malyalah: Pandia – Pandya. adalah berasal pengaruh Hindu. Katanya. maka masyarakat Karo juga telah siap dan sadar dengan perubahan sosial yang ditimbulkan pendudukan Jepang dan proklamasi kemerdekaan itu. penulis ingin mengutipkan beberapa catatan yang dibuat oleh Budhi K. disamping bukti-bukti tentang ditemukannya temple di Sembahe. Dalam upacara Perselihi. Upacara `Perkualuh` di Suka Piring. Pemimpin Harian Waspada di Medan mengatakan. Dapatlah disimpulkan. juga terlihat dari upacara-upacara yang berhubungan dengan roh-roh atau tendi. Si Dunda Katekuten. Jelasnya. dari pelebegu menjadi kristen. Dalam hal ini dapat pula dilihat adanya cabang-cabang marga Sembiring memakai nama-nama berbau Sanserkerta. yaitu . bahwa penjajah Belanda hanya sedikit pengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat Karo. Hal ini semua mengakibatkan kesiagaan masyarakat Karo untuk menyongsong kemerdekaan yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. berasal dari pengaruh . Hindu juga mempunya pengaruh hingga ke Dairi dan Dataran Tinggi Karo. Seperti penguasaan produksi. Nomor 4 tahun 1978 sebagai berikut: Seorang ahli sejarah di Indonesia. ADAT SEBAGAI SUMBER NORMA Mengantar awal dari tulisan (bagian) ini. Dengan demikian. pengaruh Hindu di Sumatera hanya sampai di Jambi. Porf. Muhammad Said. Barulah pada masa pendudukan Jepang terjadi suatu dinamika radikal. Bangun Purba dan Sarinembah (1923). terutama frekwensi kunjungan ke kota-kota. Moh. Pengaruh kekuasaan Jepang juga terasa hingga ke desa-desa. karena tipisnya pengetahuan suku ini tentang dewa-dewa yang universil sifatnya. Colia-Solyan. Sementara yang dimulai dari ‘Bismillah’. Mobilitas masyarakat Karo juga mulai meningkat. serta Dewa Banua Koling di dunia bawah. Masyarakat Karo telah siap menerima kemerdekaan dan sekaligus mempertahankannya. yaitu Brahmana. Sinulingga. Si Kosar Baru Dayang dan sebagainya. Umpamanya dalam upacara `Persilihi` dan Erpangir ku Lau. Perkataan Perkualuhberasal dari kata “aloe”. dalam artikelnya berjudul “Selayang Pandang Sejarah Suku Karo” yang dimuat majalah “Dalihan Na Tolu”. Karo. Peristiwa itu terjadi sekitar tahu 19200-an. Paduka Aji atau dewa yang bersemayam di bumi tengah. adalah berasal dari Hindu. Tentang adanya pengaruh Hindu ini. sistem kedewataan Hindu tidak sepenuhnya diterima masyarakat Karo. Tapi kurang diketahui dasarnya. Mantera yang dimulia dengan kata ‘hong’. latihan baris-berbaris. Perselihi adalah upacara substitusi dimana gana-gana atau patung dijadikan ganti dari orang yang telah dinyatakan dukun atau guru akan mengalami bahaya maut. yaiut upacara penghanyutan abu jenazah. Sekolah-sekolah ditingkatkan. dan lain sebagainya. guru-guru diperbanyak. Upacara-upara ini hanya berhubungan dengan mytho kejadian dunia. Hindu menyingkir ke arah Dairi dan Kab. nama Debata Keci-keci disebut-sebut sebagai kesatuan dari Tiga Dewa yang dikenal. Adanya pengaruh Hindu makin jelas apabila kita amati mantera-mantera.

berbeda dari satu daerah ke daerah yang lain. dalam misinya berjalan dari Gayo ke Kabupaten Karo. 1923. seperti Datuk Sukapiring. Terutama mereka yang percaya . yaitu yang lazim disebut. Akan tetapi masih ada bekas sisa-sisa kepercayaan lama. lengkap diikuti dengan segala macam “Sajen” (Sajian) juga terjadi di Jawa. almarhum sering mandi dan bersembahyang di Tambak Malim. Upacara ini sangat mirip dengan upacara-upacara yang ada di agama Hindu. Di samping itu. Pelbegu dan lain-lain. mas putu batara langgeng. Perkataan ‘Lau Bahing’ yaitu pemandian Bintang Meriah. Jadi Islam telah masuk kurang lebih tiga ratus tahun yang lalu. Pendapat ini didasarkan atas terdapatnya marga Lingga di Gayo. penulis ‘Mission to the East Coast of Sumatera’. sehingga si nini bisa berdialog dengan keturunannya. berpendapat bahwa penduduk Lingga pernah beremigrasi ke Gayo. menyebutnyebut bahwa orang Karo turut membantu Sultan Deli memberontak terhadap Kesultanan Aceh. Bukti lain dari adanya pengaruh Hindu pada masyarakat Karo terlihat dari ‘Erlige-lige’. dikatakan berasal dari kata ‘Perbandingan’. Ketika itu Jamin Gintings menjabat Pangdam II/Bukit Barisan. Bintang Meriah dan Kuta Buluh. wajar adanya. Hubungan Lingga dengan Gayo diperkuat dengan adanya makam Tengku Syeh. memintas pegunungan Bukit Barisan menuju Bahorok di sekitar-sekitar desa Perbesi. Datuk Sabernaman. yang hingga kini masih dilakukan di Bali. Bintang meriah diakui sebagai marga Sinulingga yang berasal dari Lingga. Tentu saja dalam hal ini tak perlu membuat gusar benar. Tengku Syeh yang dimakamkan di Uruk Ndoli itu. Bahwa ia dimakamkan di Uruk Ndoli tidak perlu diherankan apabila diingat bahwa di kaki bukit itu terdapat pancuran bernama Tambak Malim. Panglima Hamzah dan lain-lain. ujung utara pulau Sumatera hingga sungai Asahan di Timur Danau Toba. dalam mantera itu juga terdengar nama-nama : Muhammad. Ungkapan mantera yang memakai ‘hong’. Upacara-upacara sedemikian. sebuah bukit antara desa Perbesi dan Bintang Meriah di Kabupaten Karo. khususnya di atas kuburan dukun. Pemena. dalam bukunya ‘The Gayo Land’. Snouck Hurgronje. yaitu suatu bangunan tinggi yang ditarik ratusan orang. Diduga dalam perjalanannya yang panjang itu. Keterikatan masyarakat Karo terhadap pengaruh ini. sebuah tempat mandi di Lingga. seorang penganjur Islam di Uruk Ndoli. Pada masa inilah suku bangsa Karo yang tinggal di Langkat dan Deli Serdang masuk agama Islam. bahwa orang Karo yang dimaksud di sini. sebenarnya bukanlah pengaruh agama Hindu semata. Makam itu hingga kini terawat baik. yang bersamaan dengan marga Sinulingga di Lingga. dan banyak orang datang mengunjunginya. sebab pengaruh-pengaruh demikian. Pengaruh lain dari agama Islam. yang hingga kini masih terdapat pada pemeluk Hindu Bali di Pulau Bali. Upacara Erlige-lige masih dilakukan di Tanah Karo sebelum kedatangan Jepang tahun 1942. Selain itu. Erlige-lige yang terakhir dilakukan yaitu tahun 1960 di Medan. Kejurusan Bahorok (Langkat Hulu) dan lain-lain. sangat kuat pengaruh Islam terutama dalam pemerintahan Sultan Iskandar Muda (sekitar tahun 1650an). yaitu suatu upacara penguburan yang menarik jenazah di atas lige-lige. Suatu ungkapan yang biasa terjadi di dalam dunia perwayangan. Dalam hal ini. Ada dugaan. malaikat Jibril. seorang Belanda yang banyak menulis tentang sejarah Aceh dan Islam. ‘Upacara Pe (te) rumah Nini’. adalah orang Karo yang telah masuk Islam di bawah raja-raja yang memakai marga Karo. di atas kuburan-kuburan orang Karo biasa dikibarkan bendera putih. Anderson. yang kurang lebih merupakan upacara pemanggilan roh nenek moyang untuk memasuki raga Guru si Baso. juga dikenal antara lain dalam bentuk : hong wilaheng awigena. Dalam hal tentang pengaruh Islam dalam masyarakat Karo sangat jelas terlihat bahwa di Kesultanan Aceh. Kejurusan Sanembah Deli.Islam. patut kiranya dicatat bahwa.

baik yang berbahasa pengantar Melayu maupun yang berbahasa Belanda. Letnan Kolonel Van Daleen dengan para serdadunya dalam rangka operasi pembersihan dalam perang Aceh yang formil telah berakhir dengan menyerahnya Sultan Aceh pada tahun 1903 memasuki dataran tinggi Karo dan menempatkan di sini Kapten H. Colijn sebagai penguasa perang (militaire gezagheber) di Tanah Karo. rakyat Karo memperoleh manfaat besar. Karena daerah Karo yang tidak pernah mengenal sistem kerajaan dalam arti yang sesungguhnya. dan sebagainya. maka guna menyalurkan hasil-hasil baru . Belanda berusaha meniadakan isolasi daerah Karo dengan membuka jalan yang dikeraskan (kemudian diaspal). kemungkinan lainnya asal kata tersebut adalah Tambar Malem. Ada dugaan bahwa pemandian itu mendapat nama Tambak Malim dari dari Tengku Syeh. Maka mulailah berlangsung penjajahan Belanda di daerah tersebut yang mana berakhir pada Maret 1942 dengan kedatangan tentara Jepang yang dapat menaklukkan seluruh Hindia Belanda dalam waktu yang sangat singkat. Sedangkan Kontelir yang ditempatkan di Kabanjahe. Tindakannya yang pertama adalah membagi tanah Karo. meskipun masih dalam tingkat rendah. wortel. meskipun dalam prakteknya dalam masalah penting kata terakhir terletak pada penasehat tersebut.Usaha pertanian juga dipermodern. Isolasi physik geografis oleh Belanda.kepada ilmu gaib. Dua kata ini mempunya arti yang sangat baik dalam bahasa Karo. Sukar sekali memperoleh orang yang dapat ditokohkan sebagai kepala swapraja. Namun dengan dibukanya jalan tersebut. dan tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan tenaga administratif lapisan bawah dalam rangka menjalankan pemerintahan Kolonial. anti hama. bertindak selaku penasehat. Didirikanlah sekolah-sekolah dasar. mulai dari Medan menembus jantung dataran tinggi Karo terus ke Kuta Cane di daerah Aceh Tenggara. Karena sekarang daerah Karo menjadi daerah yang terbuka bagi dunia luar. Tanah Karo pernah terkenal karena bungabungaan yang pohon induknya berasal dari Eropah. namun masih tetap merupakan daerah rawan. Dalam tahun-tahun berikutnya. dlsb). Serta tidak pernah memiliki satu pemerintahan sentral. yakni untuk mempermudahkan transportasi militer berikut alat-alatnya tentu juga merupakan faktor yang penting. Tidak ada orang yang menonjol keahliannya dalam melaksanakan pemerintahan. Kemudian Colijn digantikan oleh Kontelir Poortman yang dipindahkan dari Sipirok ke Tanah Karo. Poortman menemukan kesulitan. Dalam menetapkan para kepala dari swaparaja tersebut. dengan memberi pemberantasan penyakit hewan. kol. karena perlawanan rakyat masih terus berjalan meskipun bersifat sporadis. usaha menaikkan jumlah populasi ternak. yang memegang tampuk pimpinan hanyalah ‘orang pertama diantara sesamanya’ (primus inter pares) Poortman mengatasi kesulitan ini dengan mengangkat dua orang yang semarga sebagai kepala swaparaja (twee hoofdige zelfbetuur) secara temporer dengan ketentuan bahwa yang terpanjang usianya diantara yang semarga ini kelak akan ditetapkan sebagai kepala swapraja dengan titel sibayak. yang bersifat hereditair. baik dengan cara memperkenalkan teknik pertanian modern ( pemupukan. Dalam hal ini. Kontelir Poortman segera mengusahakan agar pemerintahan kolonial berjalan secara efektif. Malim diduga berasal dari kata alim. Pada tahun 1905. Setiap Sibayak memerintah daerahnya masing-masing secara otonom. mengingat bahwa meskipun Perang Aceh telah resmi berakhir. Peternakan juga diberi perhatian secukupnya. Dengan bertambahnya mata-dagangan akibat perbaikan pertanian dan peternakan dan usaha lainnya. dlsb) maupun dengan cara memasukkan jenis tanaman baru (kentang. Dalam hal pemerintahan tradisional selama ini yang sifatnya sangat demokratis. Pertimbangan strategi militer dalam pembangunan jalan ini.

Hanya beberapa jenis kebutuhan yang dimasukkan dari daerah luar. secara berangsur-angsur semakin terbuka. Dapat dikonstatir bahwa sebelum perang dunia ke-II. Kontak dengan Belanda menyebabkan jendela untuk melihat dunia yang . Yang selebihnya mereka pergunakan untuk bersantai. Waktu yang diperlukan untuk itu (menanam. Sewaktu Belanda datang. Dalam pada itu tidak boleh dilupakan. Perdagangan hampir tidak dikenal. peningkatan mutu perumahan kurang diperhatikan. sehingga dapat dikatakan bahwa daerah tersebut bahwa daerah di Indonesia yang paling singkat berada di bawah penjajahan. digiatkan. ditinjau dalam rangka apa yang mungkin dilakukan dalam jangka panjang. Deli Serdang dan Dairi. di daerah Langkat banyak orang Karo ‘masuk’ Melayu (menjadi orang Melayu dengan meresipier kebudayaan Melayu inklusi agama Islam). Masyarakat menjadi statis. merawat dan panen padian. Waktu yang relatif singkat itu menyebabkan Belandabelum mempunyai kesempatan cukup banyak untuk merubah wajah dan isi masyarakat Karo. telah mendapat sentuhan pengaruh luar. Secara tidak sadar. masyarakat Karo masih merupakan masyarakat murni tradisional. daerah kediaman orang Karo di luar dataran tinggi Karo. PERUBAHAN SOSIAL Penjajahan Belanda di daerah dataran tinggi Karo hanya berlangsung singkat. hanya beberapa bulan saja sepanjang tahun. dsb). menyebabkan masyarakatnya sekaligus bersifat swasembada. Kegiatan perdaganganpun mulai dikenal. bahkan jauh di luar perhitungan Belanda sendiri. misalnya daerah Langkat. Jenis dan jumlah kebutuhan tidak pernah bertambah. orang cenderung untuk lekas merasa puas. Dapat dimaklumi bahwa dalam masyarakat yang demikian itu. Di atas sudah dikemukakan apa yang telah diperbuat Belanda. antara lain garam. Sanitasi dan pengobatan modern juga dipentingkan dengan mendirikan Rumah Sakit dan leproserie (oleh Zending) dan Balai Pengobatan. pemberantasan penyakit menular antara lain cacar. thypus. Dibukanya usaha-usaha perkebunan oleh maskapai-maskapai Belanda di daerah Langkat dan Deli Serdang menyebabkan selimut isolasi yang selama ini meliputi masyarakat Karo. terutama pengaruh Melayu. Berastagi dan Kabanjahe dijadikan daerah peristirahatan sehingga benih bagi dunia kepariwisataan mulai ditanamkan.tersebut. bahwa sebelum tahun 1905. didirikanlah beberapa lokasi pertemuan antara pembeli-penjual berupa pekan-pekan yang diadakan secara bergilir menurut jalannya harihari per-minggu. tidak lebih dari 37 tahun (1905-1942). yang dikemudian hari dikembangkan oleh masyarakat Karo untuk kebaikan dirinya sendiri. bahwa apa yang dibuatnya itu. Namun dampak dari kontak budaya Karo dengan Belanda yang modern sungguh di luar dugaan. Perubahan ke arah yang lebih baik. Setiap orang dapat memenuhi sendiri kebutuhan pokoknya. adalah sangat minim dan tidak berarti banyak dalam skala modernisasi. maupun kemungkinan ke arah itu tidak pernah terpikirkan. kalaupun ada hanya dalam bentuk bartar. Belanda telah menanam benih-benih perubahan sosial. Susunan perekonomiannya dan budayanya masih bersifat agratis. Kesuburan tanah dan iklim yang baik. Tidak diragukan lagi. Seperti telah diuraikan di atas. sedangkan usaha-usaha perindustrian tidak diperkenalkan secara mendalam. kontak tersebut telah mengangkat tirai/selubung isolasi yang selama ini meliputi masyarakat. Namun harus diakui bahwa. kolera. Anggota masyarakat menerima keadaan statis itu sebagai suatu hal yang wajar. baik dari segi positif maupun negatif. Semua kebutuhan diprodusir – dan hanya diprodusir – untuk konsumsi sendiri.

se Jakarta tahpe acara masyarakat Sumatera Utara i Jakarta. she asa gundari enggo jadi perkutaan kalak Karo. Kedatangan Belanda sendiri membawa serta perubahan sosial yang bersifat fundamental. kerja tahun. Perubahan sosial adalah suatu hal yang perlu dan harus. labo piga kalak Karo tading i Jakarta. per reh kalak Karo ku Jakarta. Asal nggit ngarak-ngarak motor nggo dat nakan ras belanja. situhuna ibas tahun 1954. Umpamana. La persoalen lit SIMna ntah lahang. Sedekah kurang lebih 20 tahunen. Acara . si karina karyawanna kalak Karo. Kerina acara kebudayaan Karo lit i teruh panji-panji KSK. pagelaran budaya bas acara nasional. kepaten. terlebih kenca penyerahen kedaulatan tahun 1949. Tapi bage gia. JAKARTA PERIODE : 1950-AN Paksa Belanda jadi penguasa denga i Indonesia enda. enggo me lit perpulungen kalak Karo. gambaran itu semakin jelas. melainkan efek sampingan dari kedatangan politik kolonial Belanda yang menjadikan Indonesia termasuk daerah Karo. Dunia pendidikan yang meskipun masih dalam tingkatan rendah. Pemerintahan pendudukan Jepang yang hanya singkat itu. kerina merga lit arisenna. Namun dalam perubahan tersebut. gelarna : KARO SADA KATA. ersada denga ras Klasis Medan. antara lain dibukanya jalan-jalan seperti tersebut sebelumnya. semakin membuka mata orang Karo. terselip pula benih-benih perubahan. sub merga pe lit arisenna. Diher terminal/Pool Saudaranta. Tapi kenca proklamasi 1945. enggo kal bali bagi kalak Karo mengketi Medan tahun 1950-an. Megati ikataken arisen. Sekaligus juga menjadikan Indonesia menjadi tempat pelemparan hasil industri Eropah Barat. Terlebih bas paksa si e. piga-piga kalak Karo berkat ku Jakarta. hanyalah dalam rangka penegakan dan kelanjutan pemerintahan kolonial. Radu ras runggun Gereja GBKP si paksa si e. Perubahan lainnya yang diadakan Belanda. nerusken pendidikan ku perguruan tinggi. KSK enggo berperan persada ras pepulung kalak Karo i Jakarta. telah mampu menimbulkan rasa cinta kepahlawanan dan disiplin. yang kemudian ternyata bermanfaat dalam usaha perjuangan kemerdekaan. Lit perbahan erdahin bas pemerintahen. enggo lit perusahaan angkutan PO Saudaranta. Pada mulanya secara kabur dan tidak mempunyai bentuk yang tegas dan karena itu kurang mempesona. acara tahun baru. tapi si melalana anak sekolah. KSK enggo mereken pengepkeppen perpulungen ras persadaan man kalak Karo i Jakarta. guro-guro aron. Untuk mengisi kemerdekaan yang telah berhasil diperjuangkan bangsa Indonesia. Malahen sub merga ngikutken kesain tahpe ripe i kuta lit arisenna. Kemungkinan-kemungkinan terbaru terhampar dihadapan mata. terutama dalam bidang kekuasaan pemerintahan dengan digesernya kekuasaan tersebut dari tangan rakyat Karo ke tangan Pemerintahan Belanda. Mulai me tubuh perpulungen-perpulungen merga. Lenteng Agung bagepe Taneh Kusir. oleh karena itu kita perjuangkan dengan sungguh dan secara berencana. acara perjabun. Lebih asa merga. janah enggo ka danci gawah-gawah tare motor ndedah Jakarta. Secara berangsur-angsur dan perlahan tapi pasti.lebih luas menjadi terbuka. umpamana : Cililitan. Ngadi-ngadi tahun 1960. ras acara halal bi halal. lit berusaha. JAKARTA PERIODE : 1970-AN Mengketi periode tahun 1970-an. yang pada waktunya kelak akan berkembang menjadi perubahan yang membawa manfaat kepada rakyat Karo. Terbukanya mata masyarakat Karo terhadap orang luar bukanlah tujuan utama kedatangan Belanda. sebagai suplier bahan mentah pasaran dunia. la she 20 jabu kalak Karo i Jakarta.

enggo lit 36 perpulungen jabu-jabu tiap minggu. perpulungen kalak Karo enggo tuhu-tuhu melala erbagena. PERPINDAHAN SUKU-SUKU KARO DARI DATARAN TINGGI KE WILAYAH DUSUN-DUSUN DELI GURU PATIMPUS SEMBIRING MENDIRIKAN KUTA MEDAN Seperti telah disinggung sebelumnya. J. Tanggerang.H Neumann menduga. Tiap minggu lit acara petandaken anggota si mbaru reh. itu bukan asli Karo. sub merga. Lit ngikutken merga. lit ka perpulungen ngikutken kiniteken (religi). Cililitan. janah si erjabaten I tenahken tahpe I legi nangkeng. Rawamangun. Mereka inilah (yang Islam). yang bercampur baur dengan orang-orang Melayu pesisir yang menjadikan penduduk kerajaan Haru (deli). ngengkep 12 runggun. enggo erdalan ngikutken pemukimen saja. dan bahkan sampai ke Siak. dan mereka disebut Karo Sekali (asli). Bekasi. sehingga dinamakan Karo-karo. Kebayoran Lama. Satu cabang mereka pergi turun ke pesisir (Ale – Deli dekat Pulau Berayan. Emkap Jakarta Pusat. khususna perluasen pemukimen. tempa-tempa jadi sada kuta si mbelin. Tambah si e tentuna. kesain. Perbahan metirna arus pembangunen. Gendang Cililiten ras sidebanna. 144 perpulungen tiap bulan. Bogor. Lit gendang Tanah Kusir. gundari enggo merupaken sada perpulungen si mbelin kalak Karo se: Jakarta. Adi tiap runggun. Marga Tarigan datang dari Dolok dan Simalungun. GBKP Klasis Jakarta umpamana. enggo erperan mbelin ibas mpepulung kalak Karo. di wilayah “dusun” (pedalaman/di kakai Bukit Barisan). Cijantung. Perpulungen kuta-kuta kemulihen. Tapi adi lit kerja. ripe ras anak beruna. mereka pindah bergelombang dari datarang tinggi Karo. Bogor. tapi ikut se Pulau Jawa ras Lampung. pada awal abad ke-17. Bogor ras Bekasi. ras Bekasi (Jabotabek). khusus untuk wilayah Jakarta. Yaitu. Arah si e. janah iban surat undangen kade-kade/keluarga si ikut ngundang labo si se Jabotabek ngenca.guro-guro aron. Barus. datanglah gelombang invasi dari berbagai marga dari arah Dairi dan Toba. ada suatu suku yang menyebut dirinya Karo (atau Haro di Asahan) yang kini sisanya masih tinggal di kampung Siberaya (dekat di atas Deli Tua). ras perpulungen ngikutken wilayah. menam-menam lit registrasi otomatis kerehen kalak Karo ku Jakarta. dan juga dari Lehe (Dairi). Lingga dan Sitepu. Masa itu juga Guru Patimpus mendirikan perkampungan – perkampungan (kuta-kuta) sampai di Medan sekarang. tambah ka PA Moria. Kristen ras Islam. JAKARTA PERIODE : 1980-AN Kenca tahun 1980-an. Tanggerang. Di dataran tinggi Karo. Benana 36 kali kebaktian bas cakap Karo tiap bulan. janah la enggo pernah lit minggu kosong bas acara petandaken. Gendang Tj Priok. Depok/LA. Tanjung Priok. yang menurut suku Karo. karena adanya desakan dari orang-orang India Tamil yang datang dari . Tanggerang. Mereka itu lalu menetap dan membuat perkampungan (kuta) sampai di dataran rendah dekat Deli Tua dan Binjai. selain ngikutken perpulungen se Jabotabek. lit 3 sektor saja. berjalan menuju Nagasaribu dan Jupar. Permata KKR tahpe Mamre. Pondok Gede ras Pengumben.

Sembiring Kembaren datang melalui Lau Baleng dan via Samperaja (Liang Melas). Meliala. Hanya Peranginangin Batu Karang yang datang dari arah Siantar. Kampung-kampung Karo yang baru didirikan disebut Kuta. masuk Bahorok di Langkat. dan tidak pernah menjabat Kepala Kampung (Penghulu atau Perbapaan) di Deli dan Serdang. dan kepala kampungnya ialah marga yang mula-mula mendirikan/membuka tanah di situ. tetapi akhirnya mengaku juga datang dari arah Dairi. Di situ yang berkuasa marga Karo-karo Gajah. yang juga melalui jalan tadi. Mereka menuju ke utara. Kepala Kampung ini disebut Penghulu atau Raja. dan juga karena merga Sembiring diusir dari Aceh. seperti halnya Datukdatu Kepala Urung di Sunggal. ke Kuta Buluh dan ke sebelah barat Gunung Sinabung. dan kalau titel turunan bangsawan disebut Sibayak. Depari dan lainnya). Sukapiring dan Senembah. lari dan mendirikan pemukimanpemukiman di dataran rendah. karena tanah di dataran rendah relatif lebih subur daripada di dataran tinggi dimana tanah tidak mencukupi lagi. di dalam perjalanan pulang mereka tersesat. yang disebut ‘Dagang’. Jadi hampir dari semua mereka ini datang dari Hulu Sungai Singkel dan hulu sungai-sungai di sebelah pantai barat Sumatera. Merga Perangin-angin datang dari Pinem dan Layo Lingga. Mungkin ketika dalam perjalanan berdagang menuju pesisir dan muara-muara sungai dimana ada pedagang-pedagang Melayu. Apa faktor-faktor dan motif yang mendorong mereka itu pindah ke dataran rendah ? Ada beberapa penyebab: Jika ditelusuri cerita-cerita dari pustaka mereka. sehingga bandar-bandar hancur. Lalu di suatu tempat yang baik. Penghulu tidak memerintah . Kita ambil contoh Datuk Sunggal. Selain faktor kesuburan dataran rendah. yang disebut kesain dari kampung itu. Juga mereka melintasi pegunungan menuju dataran rendah dekat Binjai. Hamparan Perak (XII Kuta). marga-marga dan sub marga saling bercampur untuk tinggal dimana-mana. Ia tak ubahnya sebagai koloni baru yang otonom. yang di dataran rendah sangat sedikit jumlahnya. Pemukiman-pemukiman suku Karo ini pada awalnya sampai ke daerah 10 KM dari pesisir pantai. maka masing-masing marga mengepalai satu komplek. Petualangan-petualangan secara individu juga terjadi. dan kampung-kampung ditinggalkan. mereka membuka kediaman yang baru. Kalau dua atau lebih marga berlainan yang mendirikan bersama-sama sebuah kampung. Itu dimungkinkan karena penduduk di dataran rendah telah menciut akibat peperangan-peperangan dengan Aceh berkali-kali dalam periode 1539-1640. maka marga-marga Sembiring ini baru masuk Dusun Deli dan Serdang kira-kira 150 tahun yang lalu. Merga-merga ini sangat sedikit. Marga Ginting datang via Tengging lewat pegunungan (layo Lingga) masuk Tanah Karo. Ada juga yang terus ke Tanah Alas. Banyak pula daerah mereka yang diambil merga Sembiring. Invasi yang terakhir adalah dari marga-marga Sembiring lainnya (Brahmana. terutama yang masih lajang. Sebahagian berpenduduk Karo dari wilayahnya (Serbanyaman) dihuni oleh mereka-mereka yang berasal dari kerajaan Teluk Kuru di dataran tinggi. agak ke timur menghulu Sungai Biang dan menuju arah Siberaya. juga adanya sifat bertualang bagi orang-orang Karo. Ia berhubungan erat dengan Kepala Kampung Induknya di dataran tinggi. Kemungkinan lain ialah. Jika ditelusuri cerita dari Perbesi. Mereka inilah perantara dengan rekannya sesama suku yang masih belum beragama di Hulu. Mereka yang berdiam di pesisir itu telah di Islamkan orang-orang Melayu. Petualangan individu itu bisa juga terjadi dimana orang-orang yang bersalah di kampungnya. adat Karo zaman dahulu menghendaki putera-putera raja harus merantau dan mendirikan kampungkampung dan kerajaan-kerajaan yang baru agar turunan mereka menjadi besar.arah Singkel dan Barus yang masuk ke Taneh Karo. atau kalah perang dan harus mengungsi.

‘dusun’ yang mempunyai ‘kuta’ (kampung). sehingga lama kelamaan ia dikenal sebagai Guru Pa Timpus. Yang ada sekarang hanyalah salinan yang diketik dalam bahasa Indonesia dengan aksara Romawi. 2. daerah berpenduduk suku Karo di Deli terbagi atas : a. salah seorang kesasar di dalam hutan sehingga keduanya terpisah. jika ada perkara dan penduduknya kurang puas. Kemudian kawin serta menetap di kampung Pekan. adalah republik-republik kecil. Dan yang tertua bernama Patimpus. Setelah perpisahan ini. Sepuluh Dua Kuta Hamparan Perak dan Sukapiring. Sinuan Bunga. RAJA SINGA MAHRAJA memerintah negeri Bekerah kawin dengan puteri dari orang besarnya bernama PUANG NAJELI dan nama orang besarnya itu JALIFA. Ini dikisahkan dalam riwayat Hamparan Perak. yang belakangan pergi merantau bersama neneknya Jalipa. Satu Perbapaan bersama-sama anak kampung membentuk ‘kuta’nya satu negeri yang disebut URUNG. Disana ia memperoleh 3 orang anak. Anak Beru (anak laki-laki saudari perempua yang lain marga) Senina (salah seorang dari sub marga yang sama dengan penghulu) Kalimbubu (pihak mertua dari Penghulu) Anak Beru Menteri (anak beru dari anak beru penghulu) Pertuha Kuta (orang tua yang dianggap peduli adat dipilih dewan desa) Jadi. Karena itu. masing-masing bernama Tuan Manjolong (yang kemudian menggantikan kedudukan bapaknya sebagai raja dan Tuan Si Raja Hita. namun suka merantau menambah ilmu. Serta kuta yang baru itu tidaklah merdeka sepenuhnya. telah terbakar ketika berkecamuk revolusi sosial yang disponsori kaum komunis di Sumatera Timur. PERBAPAAN Jika suatu kuta baru didirikan oleh orang-orang dari kuta (kampung) Induk. Hoofd-Perbapaan d. lahirlah dua orang putera. yang tak mau menjadi raja. 5. Sesampainya di sana. Kampung – kampung (kuta) b. Singkatnya. tanggal 4 Maret 1946. 4. tetapi didampingi: 1. Ini adalah daerah-daerah yang berbatasan dengan dataran pesisir dimana tinggal suku Melayu. maka kampung induk itu disebut PERBAPAAN (tempat dimana bapak tinggal). tetapi dokumen asli ini yang disimpan di rumah Datuk Hamparan terakhir (Datuk Hafiz Haberham). Dari perkawinan ini. Ada juga beberapa kepala kampung yang berjasa kepada Datuk dan diberi gelar ‘Penghulu Kitik’. Si Raja Hita meninggal. (dimana kapas ditanam). 3. Jadi. Sedangkan Perbapaan diberi gelar ‘Penghulu Belin’. Dokumen asli dalam aksara Karo dan ditulis dalam pustaka yang terdiri dari lempengan-lempengan bambu. Datuk-datuk Di dalam masa interregnum inilah tiba seseorang yang bernama Guru Patimpus ke Medan sekarang ini. Tuan Si Raja Hita kembali ke Bekerah via laut Tawar. bisa naik banding kepada putusan kampung perbapaan disebut ‘Balai’. Urung (Perbapaan) c. isi dokumen itu adalah sebagai berikut. FEDERASI URUNG – URUNG Setiap wilaya dari Datung (Urung) 4 suku di Deli (terutama Sunggal. asalnya datang dari Kendit ini kemudiannya. ialah wilayah-wilayah penduduk Karo yang berbatas dan bersatu dengan daerah Hulu sampai ke Dataran Tinggi Karo. sedang yang nomor 3 kemudian dirajakan di Kampung Balige. Sinuan Gambir (dimana gambir ditanam). Jalipa akhirnya sampai ke kampung Kendit. dibagi lagi atas 2 wilayah . dan akhirnya tiba di sekitar Gunung Sibayak (Tanah Karo). 2. 1. Guru Pa Timpus kemudian pergi ke kampung . Turunan suku Karo di XII Kuta. Yang nomer 2 dirajakan di kampung Pekan (Pekan) ini.sendiri-sendiri.

Sesudah ia siap membuat rumah dan kampung. terbit pula huru-hara di kampung Batu Karang. Ia dapat menyelesaikan huru-hara itu. akhirnya ternyata Datuk tadi lebih unggul. dan ia lewat di kampung Pulau Berayan. lahirlah dua orang putera bernama Si Janda (menetap di Aji Jahe) dan Si Gelit (Bagelit). Benara. sangat luar biasa tinggi ilmunya. Ketika di Medan inilah lahir 2 orang puteranya. “… serupa juga aku di sini atau di sana.Pekan. dan menetap sementara di sana. maka ia dikawinkan di sana. terdengarlah kabar bahwa “ Jawi bangsa Said datang dari negeri Jawa diam di Kota Bangun. lalu dari Medan inilah ia memerintah dusun-dusun taklukkannya yang ada di Hulu. Batu. Di sana mereka berguru agama Islam selama 3 tahun. Berhubung puteranya Si Bagelit menuntut supaya dia nanti bakal pengganti raja. Barulah dia pergi menemui ulama Datuk Kota Bangun tadi. Dari perkawinan itu. Ketika ia menuju Kaban. Salahan. Paropa. Setelah diperoleh perdamaian. Dari perkawinan ini ia memperoleh putera-puteri : 1. maka gadis itu dikawinkan ayahnya dengan Guru Pa Timpus. Kuluhu. yang mendirikan kampung Kuluhu 3. sedangkan Hafidz Tua dan . Raja ini memiliki seorang putri yang cantik. tentulah tanah kita yang dekat laut diambil oleh Jawi dari seberang…” Kemudian Guru Pa Timpus bersama 7 orang besarnya. maka dibuatlah pesta yang besar. lalu pergi ke arah hilir. akhirnya Guru Pa Timpus tadi bersedia masuk Islam. sampailah ia di Aji Jahe. Tiada beberapa lama. Sehingga akhirnya dapat disembuhkan Pa Timpus sendiri. anak-anak ini berguru kepada Datuk Kota Bangun. yang mendirikan kampung Benara 2. Di sini istilahnya “masuk Jawi” = masuk Melayu. Dia menetap di sana selama 3 bulan. Liang. lahir pula dua orang putera. dinamakan Datuk Kota Bangun. Tiada berapa lama. dan kemudian sampailah mereka di Kuala Sungai Sikambing. masing-masing bernama Hafidz Tua (sebutan Kolok) dan Hafidz Muda (panggilan Kecik). yang mendirikan kampung Paropa 6. sebab kita punya tanah sampai ke laut. aku pikir jikalau aku tiada masuk Islam. Ia kemudian kawin dengan anak raja Ketusing. Kemudian ia kembali ke gunung dan berunding dengan pengikutpengikutnya. Dari perkawinan itu. Ketika sampai pada masa khatam Al Quran dan mau menyunat rasulkan putera-putera ini. yaitu Si Aji (kemudian Perbapaan Perbaji). yang mendirikan kampung Salahan 5. Guru Pa Timpus lalu sakit hati. Di dalam kata perpisahan antara lain disebutnya . Pada suatu ketika ia berada di Aji Jahe. Tetapi gadis ini selalu saja menghinanya dan tidak akan bersuamikan “ Batak masuk Jawi “. sehingga tercipta perdamaian dan ia lalu dikawinkan di sana. Setelah sama-sama mencoba kepandaian ilmu mistik masing-masing. kemudian mengguna-gunai gadis itu sehingga tergilagila kepadanya. yang waktu itu sedang dilanda perang saudara. Guru Pa Timpus kemudian membuka kampung Medan (Kuta yang ke12). masuk Islam oleh Datuk Kota Bangun. Serta seorang gadis yang kawin dengan Raja Tangging (Tingging) Demikianlah kesemua kampung-kampung itu menjadi anak beru dari kampung Ketusing. yang mendirikan kampung Liang 7. Tiada berapa lama kemudian. yang mendirikan kampung Batu 4. Saat berumur 7 dan 8 tahun. kepada siapa Guru Pa Timpus jatuh hati. terjadilah huru-hara di dataran tinggi Karo. Guru Pa Timpus sangat masygul memikirkan nasib moyangnya Jalipa yang tinggal di Kaban kini. Ketika itu Pulau Berayan masih berpenduduk asal Karo. dengan mengundang kerabat yang dari gunung. dan Si Raja Hita. Dan raja di kampung itu bermarga Tarigan keturunan Panglima Hali (bandingkan Pustaka Tarigan yang menyebut ‘Ale Deli’) yang sudah lama memeluk Islam. Guru Pa Timpus diminta kesana menyelesaikannya. Guru Pa Timpus beserta pengiring-pengiringnya. yang kemudian dirajakan di kampung Durian Kerajaan (Langkat Hulu).

Kemudian mereka pulang ke Medan. Namun. biasanya didendangkan dengan . Setelah berunding dengan para pembesar-pembesarnya. Atas nasihat Datuk Kota Bangun. antara lain: Ndungdungen : Dapat disamakan dengan pantun Melayu. Bilang-bilang : Yang berupa ‘dendang duka’. diserahkan kepada Si Bagelit selaku rajanya. dan dimakamkan di sana.Hafidz Muda sudah dewasa pula. maka Guru Pa Timpus menentang hal itu. setelah Si Bagelit di Islamkan oleh Datuk Kota Bangun. Karena abangnya tidak mau menggantikan posisi ayah mereka menjadi raja. lalu 1/3 dari tanah kerajaannya ke arah gunung. lalu meninggal dunia. maka kedua putranya disuruh menghadap kepada Sultan Aceh. BENTUK-BENTUK SASTRA LISAN Bentuk-Bentuk Sastra Lisan yang Terkenal Pada Masyarakat Karo. maka Hafidz Muda kemudian yang menjadi raja menggantikan singgasana Guru Pa Timpus. Sesampai di sana. BAB X KESUSASTERAAN KARO Kesusasteraan Karo memiliki dua bentuk. Guru Pa Timpus membuat kampung yang baru di Pulau Bening. sastra bentuk lisan lebih dikenal dibandingkan tulisan. yang kemudian disebut dengan Sukapiring. oleh Sultan Aceh mereka dianugrahi pangkat panglima dengan alat kebesaran sebuah Gedubang dan mereka lalu dikawinkan di sana. biasanya terdiri dari 4 baris bersajak abad. dan berpusat di Durian Sukapiring. Dua baris pertama berisi sampiran dan dua baris terakhir merupakan isi. yakni lisan dan tulisan.

cerita orang sakti. meratapi idaman hati yang telah direbut orang lain atau pergi mengembara ke rantau orang. Dari karya yang sedikit ini. atau oleh orang tua pemuka adat dalam berbagai upacara. seperti ibu yang telah meninggal dunia. barulah ada usaha dari putra Karo untuk menyusun bahan bacaan untuk anak-anak sekolah di Tanah Karo. Brill menerbitkan kamus karya M. sastra. Buku bacaan G. Antara Lain: Sastra tulis juga dikenal oleh masyarakat Karo. lalu diberikan arti secara penjelasannya dalam bahasa Belanda. KEBAHASAAN. pemuda-pemudi. Kiranya setengah abad setelah terbitnya buku Smit tersebut. dan PENELITIAN. Sastra tulis itu pada itu pada masa dulu dituliskan pada laklak atau kulit kayu dan bambu dengan surat Karo ’Aksara Karo’ yang berupa huruf silabis ( semua huruf atau silabe dasar berbunyi a ) yang biasa disebut: haka bapa nawa yang merupakan enam silabe pertama aksara Karo: Pada tahun 1961 G. Smit menerbitkan sebuah buku yang ditulis dalam aksara Karo. Buku bacaan yang setebal 64 halaman itu berjudul “ Surat ogen man guna urang Karo. A. iapke surat Karo jine” atau ‘kitab bacaan untuk kepentingan orang Karo dengan menakai aksara Karo’ (Voorhoeve. KESUSASTERAAN. Smit itu adalah buku bacaan pertama yang mempergunakan aksara Karo. terlebih lebih untuk anak-anak sekolah.orang dewasa diwaktu senggang sebagai permainan disamping mengasah otak. Cakap Lumat : Atau ‘bahasa halus’ yang penuh dengan bahasa kias. Konon kabarnya kalau para mantra sudah diketahui orang banyak maka keampuhannya akan hilang. Negeri Belanda. dapat dibuat pengklasifikasian atas bidang-bidang PERKAMUSAN. disertai dengan transkripsinya dalam aksara latin. di Leiden Negeri Belanda. pantun. Turin-turin : Atau cerita berbentuk prosa. E. Dalam kamus ini. KEPUSTAKAAN KARO Karya-karya tulis mengenai bahasa. Cakap lumat biasanya digunakan oleh bujang dan gadis bersahut-sahutan pada masa pacaran dimalam terang bulan. Joustra merupakan pelopor dalam penyusunan kamus bahasa Karo. Joustra yang berudul Karo Bataksch Woordenboek (IX + 244 halaman) di Leiden.1955:36).J. BIDANG PERKAMUSAN M. Buku tersebut dimaksudkan oleh penyusunnya sebagai bahan bacaan bagi masyarakat Karo. asal-usul kampung. dan budaya Karo memang relatif sedikit sampai kini. dan lain-lain. cerita bintang. setiap artikel atau entry atau kepala ditulis dengan aksara Karo. BENTUK SASTRA TULIS Bentuk Sastra Tulis Yang Terkenal Pada Masyarakat Karo. Pada tahun 1907. perumpamaan. misalnya upacara meminang gadis. Biasanya diceritakan oleh orangtua pada malam hari menjelang tidur. cerita jenaka dan lain-lain. misalnya mengenai asal usul marga. teka-teki. termasuk bahan bacaan yang mempergunakan aksara Karo. Tabas-tabas : Atau mantra-mantra yang pada umumnya hanya para dukun saja yang mengetahuinya. .ratapan oleh orang-orang yang pernah mengalami duka nestapa. pepatah pepitih. Kuning-kuningen : Atau ‘teka-teki’ yang dipergunakan oleh anak-anak.

Joustra yang berjudul HET PERSILIHI MBELIN yang memaparkan upacara persilihi atau upacara untuk menggantikan tendi (roh) seseorang dengan gana-gana (patung) agar orang tersebut selamat. Upacara ini dipimpin oleh seorang guru (dukun) yang mempergunakan mantra khusus yang disebut: tabas persilihi mbelin ( mantra patung besar). Pada tahun 1966. Buku kecil ini mengetengahkan suatu teori untuk menghitung kata dasar suatu bahasa termasuk bahasa Karo. trisuku. Henry Guntur Tarigan menerbitkan dalam berstensil KATA DASAR BAHASA KARO ( IV + 65 halaman) di Bandung. dan kalimat bahasa Karo. Berturut-turut pada tahun 1972 dan 1975 penulis ini menyelesaikan Fonologi Bahasa Karo (64 halaman) dan Morfologi Bahasa Karo (X+97 halaman) di Bandung. nama-nama M Joustra dan J.H. yang memperbincangkan frase. yang masingmasing mempunyai 2. Setiap teks cerita Karo disertai terjemahaan dan penjelasan dalam bahasa Belanda. catursuku. Henry Guntur Tarigan dan Djago Tarigan menulis SINTAKSIS BAHASA KARO ( 97 halaman) di Bandung. dendang duka dan beberapa cerita Karo. Joustra yang berjudul: Een en ander uit de litteratur der Karo Bataks. yang mengetengahkan sejumlah teka-teki dalam bahasa Karo beserta terjemahaannya dalam bahasa Belanda.5005 butir) B.H Neuman dengan kamusnya KARO BATAKS NEDERLAND WOORDENBOEK ( 344 halaman) diterbitkan oleh Varekamp & Co di Medan. perumpamaan. Kamus berbahasa Karo – Belanda ini disusun menurut abjad atau alfabet Latin dan arti. dalam tulisan berturut-turut diketengahkan nyanyian anak-anak. Dalam Mededelingen yang wege het Nederlansche Zendelinggenootschap ( disingkat MNZG) 45 (1901) halaman 91-101. Berdasarkan jumlah suku katanya. Joustra yang berjudul Karo Bataksche Vertelinggen ( cerita-cerita Batak Karo ) yang agak panjang (123 halaman). serta penjelasannya diberikan dalam bahasa Belanda. pantun.Hage. dan MNZG 47 (1903) halaman 140-165. .Joustra yang berturutturut dimuat dalam MNZG 45(1901) halaman 165-185. kata dasar bahasa Karo dapat dibagi atas ekasuku. J. Neumann menerbitkan karyanya yang berjudul Schet der Karo Bataks Spraakkunst ‘Sketsa Ilmu Bahasa Batak Karo’ (IV +138 halaman) dalam VBC 63/4 di Welkvreden/’s.16 dan sepuluh tipe pula. Iets over Bataksche litteratur adalah judul tulisan M. Pada tahun 1992. BIDANG KESUSASTERAAN Dalam bidang kesusasteraan pun. Ai Adji Deonda Katekoetan. Henry Guntur Tarigan menulis kata KATA TUGAS BAHASA KARO (30 halaman) di Bandung. klausa. Pada tahun 1971. Karya Neumann ini merupakan pelopor dalam bidang kebahasaan Karo.18. C. MNZG 46 (1902) halaman 357-372. yaitu si Laga Man. Juga dalam MNZG 46(1902) halaman1-22 dimuat tulisan M. Pada tahun 1967.H Neumann tetap akan dikenang. majalah VBC 56/1 memuat karya M. Kata dasar dwisuku menduduki tempat teratas bila ditinjau dari segi kwalitas tipe maupun butirnya (18 tipe. pada tahun 1951 menyusullah J.Empat puluh tahun kemudian. dwisuku. dimuat sebuah artikael M. Tulisan tersebut memuat empat buah cerita Karo. karena mereka merupakan pelopor dalam pendokumentasian cerita-cerita rakyat di Tanak Karo dari awal abad kedua puluh. BIDANG KEBAHASAAN. Sarindoe Tubuh dan Raja Ketengahen. Pada tahun 1904.

Untuk keperluan anak-anak sekolah ditanah Karo.membawa bayi kepancuran. Si Berka Kondang. yaitu : Si Junjung. Dalam MNZG 48(1904) halaman 101-145 dapat dibaca tulisan J.C. Sekarang kita beralih kepada J.negeri Belanda. Sembiring. begu bicara guru. Semua cerita ini tertulis dalam bahasa Karo tanpa terjemahan. Dalam MNZG 46(1902) halaman 23-39 dimuat karya J.matahari. halilintar.Neumann mengemukakan sejarah asal – usul suku batak Karo.Tapanuli. SiNdakiri. begu menggep. Ginting.mantra. Dalam tulisannya yang berjudul “Bijdrage tot de Genschiedenis der Karo Bataktammen(I)” yang dimuat dalam BKI 82 (1926)halaman 1-36. Si Berkah Kasih. Dalam Bijdrage tot de Genschiedenis der Karo Bataktammen (II) dalam BKI 83 (1927 ) halaman 162-180. Si Olah Lapat/ Si Lindung Bulan. begu naga lumayang.Neumann. Si Ndakara. begu jabu. raleng tendi. ngkap tendi.masalah tapa. dan juga asal usul setiap marga yang terdapat pada masyarakat Karo ( Karo-karo.Neumann yang berjudul De Begoe in de godsdienstige begrippen der Karo – Bataks in de Doesoen (Begu dalam pengertian Ketuhanan orang Batak Karo di dusun). begu mate sada wari. Disamping bahasa Karo disertakan pula terjemahan dan keterangan dalam bahasa Belanda. Baik dalam upacara memanggil atau mengusir roh itu sang dukun mempergunakan tabas atau mantra. dan permainan anak-anak. Dalam tulisan ini dikatakan bahwa asal usul merga Kembaren adalah dari pagarruyung. Demikian telah kami utarakan beberapa karya M. Peranginangin. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia telah diterbitkan oleh LIPI Jakarta.Tarigan). diterbitkan oleh S.hari dan bulan. manggil tendi.H.H. dan simandupa (46 halaman). MNZG 51(1907) halaman 347-364. Ben en ander aangaande de Karo-Bataks adalah judul karangan JH.Neumann menyajikan Pustaka Kenbaren beserta terjemahan dan penjelasan dalam bahasa Belanda. JH. ada yang bersal dari cerita rakyat Karo asli dan ada juga yang berasal dari cerita Melau yang diterjemahakan kedalam bahasa Karo. van Doesburgh di leiden. Joustra yang terdiri dari dua jilid. Jilid kedua terbit pada tahun 1918 dan hanya memuat sebuah cerita yang berjudul: Teori-teori anak Karo Mergana. naga lumayang. tafsir mimpi. neumann yang berjudul De Tendi in verband metsi dayang. dalam tulisan ini JH. begu tungkup. ndilo tendi. pawang lebah. dan upacara mengusir/mengenyahkan tendi dan roh disebut: ngeleka tendi. masalah nasib sial.H. Dalam tulisan ini dibicarakan bagaimana hubungan tendi dengan si Dayang yang melambangkan kecantikan kehalusan budi seorang wanita.Joustra dalam bidang kesusasteraan Karo. Keempat cerita itu tertulis dalam bahasa Karo tanpa terjemahan dalam bahasa Belanda. Dan untuk menghormati/memanggil ada beberapa cara.Neumann yang dimuat berturut-turut secara bersambung dalam MNZG 48 (1904) halaman 361-377.Toeri-toeri Karo adalah karya M. beliau menyusun pula dua jilid buku bacaan yang bejudul ERBAGE BAGE TEORITORIN. . ada tiga jenis tendi yang memiliki nama sendiri. di lagoeboti. Sibayak kuta buluh. Dalam tulisan di atas Neubegu ganjang. J. minangkabau.MNZG 49(1905) halaman 54-67. Jilid pertama (27 halaman) terbit pada tahun 1907 di Rotterdam.bulan dan bintang. yaitu: ngicik tendi. antara lain: persebahan pada nenek moyang. Si Galimang. Sibayak Baroes Jahe (52 halaman).H. ngkirep tendi. tempat pendeta Neumann bertugas sebagai pengembala domba-domba Tuhan. Jilid kedua berisi 12 cerita. begu sidangbela/begu mentas. Jilid pertama terbit pada tahun 1914 yang memuat tiga buah cerita: Beru Patimar. Menurut guru.Neumann mengemukakan serba serbi mengenai budaya Karo.jilid (kedua 35 halaman) terbit pada tahun 1911.memanggil roh. MNZG 50(1906) halaman 26-40.

Dalam TBG 70 (1930 ) halaman1-47. Dalam tulisan tersebut. dan bebere Walaupun tak seproduktif M. Dari kedua perpustakaan inilah penulis memperoleh serta mengumpulkan bahan-bahan berharga di atas pada tahun 1971-1973. Teks bahasa Karo disertai dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia.II (1929) halaman 215-222 dan dalam TGB & 3 (1933). bahanbahan ramuannya ditulis baik dalam bahasa Karo dan bahasa Melayu. dalam tulisan tersebut pendeta Neumann mengemukakan beberapa catatan mengenai aneka budaya Karo. sampai perkawinan. bahkan dimana perlu disertakan pula istilah-istilahnya dalam bahasa Latin. antara lain: a) Sumpah serapah kepada orang yang sangat dibenci b) Ketakutan dengan halilintar c) Kematian dan penguburan mayat d) Pacaran dan perkawinan e) Merga.R. Demikianlah telah kita utarakan karya-karya tulis beberapa orang Belanda mengenai bahasa dan budaya Karo. mulai dari pertemuan pertama. Pada tahun 1965. Guillaume memaparkan sebuah upacara adat. Neumann yang dimuat dalam TBG 79 (1939) halaman 529-571. Nama-nama penyakit. halaman 184-215. J. Di samping teks disertakan pula terjemahannya dan penjelasan dalam bahasa Belanda. Karo Jahe. Keterangan-katerangannya diberikan dalam bahasa Belanda.R. yang memuat percakapan dalam cakap lumat ‘bahasa halus’ antara bujang dan gadis. dan cara mengobatkannya. beru. Sebagai seorang Doktor yang bertugas pada Deli Maatschappij. serta bahasa halus lainnya. bahan-bahannya. pantun.H Neumann muncul dengan karyanya “ Poestaka Ginting’ yang menceritakan asal usul orang Karo yang bermarga ginting yang datang dari Kalasen melalui Tinjo ke Tanah Karo. Dalam MNZG 47 (1903 )halaman 1-14 dimuat tulisan H. waktu mengikuti kuliah pasca sarjana linguistik di Universitas Leiden. antara lain perpustakaan KITLV di Leiden. yaitu upacara pengikiran/pemotongan gigi pada masyarakat Karo di desa Bukum. Teks tabas erkiker ini disertai pula dengan terjemahan dan penjelasannya dalam bahasa Belanda.Romer yang berjudul ‘Bijdrage tot de Geneeskunst der Karo-Bataks’. Berikut ini akan kita perbincangkan pula beberapa karya tulis putera-puteri Karo mengenai Bahasa. antara lain Dr. Perpustakaan Rumah Zending di Oegstgeest Negeri Belanda. nama-nama obat tradisionil. serta berkembang biak menjadi ‘ Siwah Sada Ginting’ ( sembilan putra dan seorang putri Ginting). cara membuatnya. dia mengakui akan adanya obat-obat tradisionil Karo. . masih ada penulis yang menulis hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan sastra dan budaya Karo.Romer dan H. Guillaume yang berjudul’Beschrijering van het tandenveilen ( erkiker ) bij de Karo-Bataks. ataupun pengalaman serta penderitaan dalam perantauan. ‘Asnteekeningen over de Karo Bataks’ adalah tulisan J. Segala bahan di atas yang merupakan karya orang Belanda yang memang telah berusia relatif lama’ dan kini hanya terdapat pada orang-orang tertentu dan perpustakaan-perpustakaan tertentu saja. perpisahan dengan orang yang dikasihi. sastra dan budaya mereka sendiri.H.Guillaume.H.neumann mengenai bilang-bilang adalah karya sastra berupa prosa berirama yang penuh dengan kata-kata kias. dimuat karya J. Upacara erkiker ini dipimpin oleh seorang dukun yang mengucapkan mantra khusus yaitu tabas erkiker.Dalam Feesbundel BKI vol. masa pacaran.H Neumann. yang mengandung dendang duka seseorang akan kematian. pepatah-pepitih.Joustra dan J. Dalam TBG 50 (1908) halaman 205-287 dimuat tulisan DR. Henry Guntur Tarigan menerbitkan ‘nurenure di Karo’ (85 halaman) di bandung.

Pada tahun 1972 di Bandung. Bandung. Masri Singarimbun menampilkan karyanya ‘1000 Perumpamaan Karo’ yang diterbitkan oleh CV. Suatu usaha yang amat berguna bagi masyarakat Karo serta pendokumentasian bahasa dan sastra Karo.P. Jogya (229 halaman ). Teks bahasa Karo disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 1977. Teks bahasa Karo disertai terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Setiap perumpamaan Karo disertai terjemahan dan arti kiasannya dalam bahasa Indonesia ( 140 halaman ). Henry Guntur Tarigan menghimpun 25 buah cerita Rakyat Karo beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 1972. masing-masing 105 halaman dan 110 halaman yang masing-masing memuat 41 dan 45 teks syair lagu Karo disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia. terutama majalah ‘Suara Pemuda’ yang terbit di Medan pada tahun lima puluhan. Henry Guntur Tarigan dan Djago Tarigan telah menerbitkan dua jilid ‘ Syair Lagu-lagu Karo’. Pada tahun 1952. Teks bahasa Karo disertai dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh penyusun. Henry Guntur Tarigan telah menyusun sebuah naskah ‘Tabas-tabas Karo’ ( 40 halaman). (100 halaman). Henry Guntur Tarigan telah menyiapkan naskah yang memuat kumpulan perumpamaan Karo di Bandung. Hal ini menyebabkan penyebarluasannya terbatas pada masyarakat Karo serta orang-orang yang mengerti bahasa Karo saja. Tamboen ‘Adat . Pada tahun 1977. Pada tahun ini juga Henry Guntur Tarigan telah menyiapkan naskah ‘Pantengan Karo’ ( 100 halaman ) dan ‘ Kuningkuningen Karo’ (100 halaman ). dan sumber lain di Indonesia. Penerbit Yayasan Kobe di Delitua Medan pada tahun 1975 telah menerbitkan cerita ‘Pawang Ternalem’( dalam dua jilid ).Pada tahun 1976 itu juga. Jaman Tarigan telah menyelesaikan penyusunan Pantun Karo: Anak Perana ras Singuda-nguda yang diterbitkan oleh Percetakan Toko Buku Mbelin Gunana di Kabanjahe ( 145 untai pantun ) Sebuah antologi Puisi Karo (122 halaman ) diterbitkan oleh Henry Guntur Tarigan pada tahun 1972 di Bandung. Teks bahasa Karo disertai terjemahan bahasa Indonesia. Tebal buku 175 halaman. yang diperoleh dari sumber tertulis di Leiden dan Oegstgeest. Pada tahun 1977. dalam naskah tersebut. Ulih Saber di Medan. Buku ini berisi 17 karya penyair Karo. Begitu pula naskah ‘Turin-turin Karo’ (500 halaman) telah selesai pula di Bandung pada tahun 1977. Setiap teks mimpi disertai terjemahan dan penjelasan dalam bahasa Indonesia. Pada awal tahun 1978. Balai Pustaka menerbitkan karya P. Keliat. Pada tahun 1960. Henry Guntur Tarigan menerbitkan ‘Percikan Budaya Karo’ yang merupakan kumpulan karangan mengenai budaya Karo yang pernah dimuat dalam beberapa majalah di Jakarta. Dan pada tahun 1978 Toko Bukit pun menerbitkan ‘ Sekelumit Dari Cerita-cerita Karo’ (30 halaman) yang dikumpulkan oleh S. yang pernah dimuat dalam beberapa majalah. Henry Guntur Tarigan telah pula menyelesaikan naskah ‘Tendi Nipi’ Tafsir Mimpi. Rahmat Tarigan tampil dengan karyanya ‘Tambaten Pusuh’ (108 halaman) yang merupakan kumpulan 4 cerita pendek dan 26 puisi. Sayang teks perumpamaan Karo itu tidak disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia. Toko Bukit pada tahun 1977 menerbitkan karya Ngukumi Barus dengan judul ‘Guru Pertawar Reme ras Perdagang Ganggang’ ( 24 halaman ) dalam bahasa Karo tanpa terjemahan dalam bahasa Indonesia.

BIDANG PENELITIAN Penelitian terhadap budaya Karo yang dilakukan para sarjana dalam dan luar negeri cukup menggembirakan. Kedua karya di atas. pada masa-masa akhir ini Henry Guntur Tarigan telah menyiapkan naskah (teks. Moderamen GBKP mengadakan Seminar Adat Istiadat Karo di Berastagi dan hasilnya telah terekam dalam buku ‘Adat Istiadat Karo’ yang merupakan kumpulan makalah (+ 200 halaman) yang terdiri dari 5 bab. Buku ini merupakan pelopor mengenai adat istiadat Karo karya putra Karo sendiri. Toko Bukit menerbitkan sebuah brosur karya seorang pensiunan ABRI. senina sipemeren. bahkan telah muncul beberapa ‘disertasi’ . 4. sejarah penduduk. terjemahan. upacara berhubungan dengan adat-istiadat. senina. Pada tahun 1976 itu juga. Majekken Rumah ( 30 halaman ) IV. anak beru menteri. Ginting. upacara-upacara religius. menatar. dan penjelasan ) : I. merga silima. Iket Sitelu. ose-ose (busana tradisional Karo). pengajaran. bank anak negeri. persawahan. Turi-turin Tangtung Batu ( 150 halaman ) III. Tarigan). pola teori Karo tradisionil. Turi-turin si Katak-katak ( 100 halaman ) IV. Perangin-angin. upacara kematian. pemerintahan. saling melengkapi satu sama lain. 2. Turi-turin kerna Peradaten Kalak Mate ( 28 halaman ) V. nure-nure. pentahbisan merga kepada orang bukan orang Karo. kalimbubu. yang memaparkan apa yang disebut ‘Merga Silima’ (Karokaro. pengadilan.Istiadat Karo’ (206). yaitu karya Raja Malem Bukit yang berjudul “Peranan Marga Dalam Perkawinan Adat Karo” (30 halaman). Palestin Sitepu muncul dengan karyanya yang berjudul “Kesenian Tradisional Karo” (58 halaman) di Medan. Jaman Tarigan yang berjudul “Gelemen Merga Silima. dan menulis buku. 3. Tutur Siwaluh Kalak Karo” (25 halaman). Adat Istiadat Batak Karo ( 20 halaman ) II. yang berturutturut memaparkan mengenai letak geografis. rumah adat Karo. guro-guro aron. Perjabun ( 120 halaman ) III. Sejarah Adat/Tata Susunan Rakyat Adat Kekeluargaan Hukum Adat Tanah Hukum Perselisihan. Dalam Kongres Kebudayaan Karo yang diketuai oleh Mr. Kesimpulan dan Saran ( 2 halaman ) Disela-sela kesibukan mengajar. kalimbubu. Pada tahun 1983. berseminar. teori jenis hiburan. Roga Ginting terdapat seksi adat yang terdiri atas 4 subseksi. peraturan-peraturan gendang. kesehatan. puang kalimbubu). Pada tahun 1958 Toko Bukit menerbitkan “Isi Kongres 1958” yang berjudul Sejarah Adat Istiadat dan Tata Susunan Rakyat Karo (134 halaman). keuangan. yaitu: I. senina siperibanen. Buku ini terdiri atas 11 bab. apa yang disebut ‘Iket Sitelu’ (senina. anak beru. Buku ini terdiri atas 14 bab yang berturut-turut membicarakan : seni musik Karo tradisionil. Pada tahun 1978. para seniman tradisionil Karo. yaitu karya Jaman Tarigan dan Raja Malem Bukit dapat saling mengisi. Puisi Jaga Depari ( 320 halaman ) D. Toko Bukit menerbitkan brosur lain. Turi-turin Beru Ginting Sope Mbelin ( 200 halaman ) II. Sembiring. yaitu : 1. anak beru) dan apa yang disebut ‘Tutur Siwaluh’ (sembuyak. Pada awal tahun 1977.

mengenai Batak Karo. Hal ini menandakan bahwa perhatian kalangan ilmuwan di dalam dan luar negeri sudah bertambah meningkat akan budaya dan bahasa Karo. Pada tahun 1965, Masri Singarimbun menggondol gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul Kinship and Affinal Relations among the Karo of North Sumatera (Kekerabatan dan hubungan Kesemendaan pada orang Karo di Sumatera Utara ) pada Australian National University di Canberra (357 halaman ). Pengumpulan data dilakukan oleh Masri Singarimbun dan istrinya di Kuta Gember dan Liren dari September 1960 sampai April 1962. Setelah direvisi, diterbitkan dengan judul : Kinship, Descent and Alliance among the Karo Batak pada tahun 1975 oleh University of California Press, Berkeley (246 halaman ). Daftar isi buku ini adalah sebagai berikut : Pengantar : Tanah Karo dan Rakyatnya. Kampung Keluarga Karo Rumah Adat Kelompok Keturunan Hubungan Anakberu – Kalimbubu, I Hubungan Anakberu – Kalimbubu, II Perkawinan Ringkasan Apendiks 1 : Mite Siwah Sada Ginting, suatu singkatan. Apendiks 2 : Klasifikasi Kekerabatan Karo Apendiks 3 :Analisis Semantik Struktural daripada Sistem Klasifikasi kekerabatan Karo. M oleh : H .W. Scheffler. Pada tahun 1976, Rita Smith Kipp memperoleh gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul : The Ideology of Kinship in Karo Batak Ritual (Ideologi Kekerabatan dalam Ritual Batak Karo ) pada University of Pittsburgh, USA ( 296 halaman ). Daftar isinya adalah sebagai berikut : Pengantar Tanah Karo dan Kampung Payung Kekerabatan Karo Agama dan Ritual Perkawinan Penguburan Kesimpulan. Pada tahun 1978, suami Rita Kipp yang bernama Richard Dean Kipp berhasil menggondol gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul : The Social Organization of Karo Batak Rural Migration ( Organisasi Sosial Migrasi Pedesaan pada Batak Karo ) pada University of Pittsburgh, USA (230 halaman ). Suami isteri Kipp berdiam di kampung Payung untuk pengumpulan data disertasi mereka. Daftar isi disertasi itu adalah sebagai berikut : Pengantar Latar Belakang Sejarah Migrasi Pedesaan Tanah Karo dan Lingkungan Pedesaan Organisasi Sosial Studi Kasus Seseorang Migran Pedesaan Migrasi ke Sungai Netek Migrasi ke Sungai Beras Sekata Kesimpulan ( Singarimbun, 1980 ; 110 – 11 ) Pada tahun 1978, Payung Bangun juga menggondol gelar doktor dengan disertasinya yang berkenaan dengan Karo. Sayang, saya belum memperoleh keterangan mengenai hal ini. Lain kali akan saya lengkapi setelah bertemu dengan pengarangnya, yang nota bene teman seangkatan saya. Pada tahun 1981, suami isteri H. Slaats dan K. Portier dari negeri Belanda menggondol gelar doktor dengan disertasi mereka yang berjudul :

Crodenrecht en Zijn Verwekelijking in de Karo Batakse Dorpsamenleving dari Universitas Nijmegen dan merupakan Publicaties over Volksrecht, No. IX. Sayang, saya belum memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini dari mereka. Lain kali saya berusaha memperoleh karya tersebut dari pengarangya. Artikel-artikel suami-istri Kipp dan suami-istri Slaats-Portier mengenai Karo, dapat juga kita baca dalam ‘Beyond Samosir’ : Recent Studies of the Batak People of Sumatera, yang disunting oleh suami-istri Kipp dan diterbitkan oleh Ohio University Center for International Studies, Southeast Asia Program, Athens, Ohio 1983, terlebih-lebih halaman 125 – 155. Pada pertengahan tahun 1978, Henry Guntur Tarigan dan Djago Tarigan mengadakan penelitian mengenai struktur bahasa Karo yang disponsori oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Sebagai hasilnya telah terbit pada tahun 1979, BAHASA KARO ( 225 halaman ) dengan daftar isi sebagai berikut : Pendahuluan Fonologi Morfologi Sintaksis Pada pertengahan tahun 1980, Henry Guntur Tarigan dan kawan-kawan mengadakan penelitian mengenai sastra lisan Karo yang disponsori oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Sebagai hasilnya telah selesai naskah ‘Sastra Lisan Karo’ (580 halaman ) dengan daftar isi sebagai berikut : Pendahuluan Tinjauan Terhadap Sastra Lisan Karo Cerita, Terjemahan, dan Keterangan Buku ini menganalisa 32 buah buku cerita atau Turi-turin Karo. Hanya dengan memiliki tata bahasa baku bahasa Karo lah kita semua dapat menjunjung dan melestarikan cir-ciri khas masyarakat kita, masyarakat Karo, yaitu: A. Dalikan si telu : a. Senina b. Kalimbubu c. Anak beru B. Merga si Lima : a. Karo-karo b. Ginting c. Perangin-angin d. Sembiring e. Tarigan C. Tutur si Waluh : a. Sembuyak b. Senina c. Senina sipemeren d. Senina siparebanen e. Anak beru f. Anak beru menteri g. Kalimbubu h. Puang kalimbubu. Berbahagialah orang yang dapat menghargai, apalagi menerapkan bahasa dan budayanya dengan baik dan benar. APA SUMBANGANKU TERHADAP BUDAYA KARO Jangan tanya “apa yang dapat disumbangkan oleh budaya Karo terhadapku” tetapi tanyakanlah “apa yang dapat kusumbangkan bagi budaya Karo”.

Pertanyaan diatas khusus ditujukan kepada para mahasiswa dan terutama sekali kepada para sarjana dan cendikiawan Karo. Kalau direnungkan dalamdalam, jelas pertanyaan itu “menggelitik” dan “merangsang”. Mungkin ada orang yang menjawab dengan pertanyaan “apa lagi yang dapat saya perbuat bagi budaya Karo”. Aduh, masih banyak, masih sangat banyak bidang-bidang yang menanti uluran tangan anda, bahkan ada yang sangat rawan, kalau tidak segara ditangani akan punah dan akan membuat kita menyesal meratapi nasib karena kita tidak dapat berpacu dengan sang waktu. Apakah kita rela menyesali kelalaian kita dan hanya mengeluh karena “tading kune-kune nari kal ngenca”? saya yakin tidak!!. Agar para mahasiswa mendapat gambaran mengenai hal-hal apa saja yang dapat disumbangkan bagi kejayaan dan kelestarian budaya Karo, marilah kita telaah kehidupan rakyat atau folklife Karo. Kehidupan rakyat mencakup lima bagian utama, dalam setiap bagian mempunyai, memiliki komponen-komponen tertentu pula, sebagai berikut ini:

Telaah Kehidupan Rakyat Karo A.Foklore Lisan : 1. cerita rakyat 2. puisi rakyat 3. epik rakyat 4. peribahasa rakyat 5. teka-teki rakyat 6. pidato rakyat B. Kebiasaan Rakyat Karo : 7. pesta perayaan rakyat 8. rekreasi, permainan rakyat 9. obat-obat rakyat 10. agama / kepercayaan rakyat C. Kebudayaan Material : 11. keterampilan rakyat 12. seni rupa rakyat 13. arsitektur rakyat 14. busana rakyat 15. masakan rakyat D. Seni Rakyat : 16. drama rakyat 17. musik rakyat 18. tarian rakyat (disarikan dari : Dorson, 1972 ). Demikianlah, dari segi “kehidupan rakyat” Karo saja terdapat 18 aspek yang perlu digarap. Yang menjadi pertanyaan sekarang ialah : “siapa yang akan menggarap lahan-lahan yang luas terbentang itu?”. Jawabnya sudah tegas : “kita putra-putri Karo, kita para mahasiswa dan para sarjana Karo yang harus menggarap lahan-lahan ‘kehidupan rakyat’ Karo tersebut’. Marilah kita menyingsingkan lengan baju, memilih bidang yang sesuai dengan diri masing-masing; kita membuat skripsi, tesis, disertasi, paper, makalah, tulisan mengenai budaya Karo. Kalau hal ini kita sadari dan melaksanakannya dengan sepenuh hati, barulah SEMINAR BUDAYA KARO yang kita adakan ini ada manfaatnya, kalau tidak, percuma saja membuangbuang waktu, daya dan dana yang begitu banyak. Malu dong!!. Sebagai akhir dari pembicaraan ini, saya menghimbau putra-putri Karo, para mahasiswa Karo, para sarjana Karo, untuk bersama-sama melestarikan budaya Karo kebanggaan kita semua, dengan berkarya tulis. Khusus untuk para sarjana Karo saya mengajak anda semua bergotong-royong membina,

Dari apa yang dikemukakan oleh Tarigan di atas dapat disimpulkan bahwa menurut bentuknya. dapat disamakan dengan pantun biasanya terdiri dari 4 baris bersajak dan dua baris terakhir merupakan isi. cakap lumat 3. dan lain-lain. saya mengingatkan anda kembali : “gajah mati meninggalkan gading.1. tabas yang termasuk kedalam bentuk prosa liris yaitu: bilang-bilang yang termasuk ke dalam bentuk prosa ialah turin-turin. cerita orang-orang sakti. yang berupa dendang duka. NDUNGNDUNGEN ( PANTUN ) Contoh: Gundera salak gundera : Bawang salak bawang Buluh belin kubenteri : Bambu besar kulempari Kutera kalak kutera : Bagaimana orang bagaimana Beltekku mbelin kubesuri : Perutku besar kukenyangi Mejile tuhu bunga ndapdap : Sungguh cantik bunga ndapdap . cerita jenaka dan lain-lain. Maaf. umumnya hanya dukun yang mengetahuinya. 2. meratapi kekasih idaman hati yang telah direbut orang lain atau pergi mengembara kerantau orang. seperti ratapan terhadap ibu yang telah meninggal dunia. Setiap baris umumnya terdiri atas tiga atau empat kata dan setiap baris mempunyai suku kata 710. Konon kabarnya kalau mantra itu sudah diketahui oleh orang banyak maka keampuhannya akan hilang. Mengenai bentuk sastra Karo. ndungndungen 2. pantun. 5. Bilang-bilang.mengembangkan karya Karo sebagai salah satu aspek kebudayaan Nasional kita. bentuk puisi 2. biasanya didendangkan dengan ratapan oleh orang-orang yang pernah mengalami duka nestapa. 3. sarjana mati meninggalkan karya”. bentuk prosa yang termasuk kedalam bentuk puisi ialah 1. asal usul kampung. ndungndungen 2. Ndungndungen. misalnya mengenai asal usul merga. pepatah pepitih. cakap lumat dan 3. Tarigan ( 1979) membaginya sebagai berikut: 1. Biasanya diceritakan oleh orang tua-tua pada malam hari menjelang tidur. Tabas atau ‘mantra’. teka-teki. bentuk prosa liris dan 3. 1. BENTUK PUISI Di muka telah dijelaskan bahwa yang termasuk kedalam bentuk puisi ada tiga yaitu : 1. perumpamaan. 4. sastra lisan Karo itu dapat dibedakan atas tiga bentuk yaitu: 1. cerita binatang. Turin-turin atau ‘cerita’ yang berbentuk prosa. Cakap lumat atau ‘bahasa halus’ yang penuh dengan bahasa kias. tabas Berikut ini akan diterangkan masing-masing contohnya: 1.

Perumpamaan contoh : Bagi nimai buah parimbalang.Rupa megara la erbau : Warna merah tak berbau Mejile tuhu rupandu itatap : Sungguh cantik wajahmu dipandang Tapi pacik kena erlagu : tetapi busuk tingkah lakumu. bila hujan berkubang-kubang. 1. tetapi ia tak mati-mati. Diumpamakan kepada yang susah penghidupannya. lain yang bersalah. kambing ipekpeki Artinya: Anjing yang mencuri daging. Di bawah ini akan diterangkan contoh masing-masing cakap lumat ( bahasa halus ) ini. Bahasa Kias Contoh: Biang nangko beltu-beltu. 5.2. . mungkin disebabkan oleh penyakit yang dideritanya. Diumpamakan kepada orang yang mengharapkan sesuatu yang tak mungkin diperoleh. 2. Contoh : Siksik lebe maka tindes Artinya : Dicari terlebih dahulu baru dibunuh Maksudnya : pikirkan terlebih dahulu baru diambil keputusan. berbunga pun tidak konon pula berbuah. erbunga pe lang apai ka erbuah. c. Artinya : Seperti menanti buah parimbalang. CAKAP LUMAT ( BAHASA HALUS ) Cakap lumat ( bahasa halus ) ini dapat dibedakan atas: 1. 3. lain yang mendapat hukuman. Bahasa kias Pepatah-pepitih Perumpamaan Pantun dan Teka-teki ( sikuning-kuningan ). Pepatah-petitih contoh : Adi pang ridi ula mbiar litap Artinya : kalau berani mandi jangan takut basah Maksudnya : kalau berani melakukan sesuatu perbuatan harus berani pula menanggung resikonya. a. adi udan erkubang-kubang adi lego rabu-abu. kambing yang dipukuli Dikiaskan kepada orang yang menghukum orang yang tidak bersalah. Contoh : Bagi kurmak sampe rakit. Rirang-rirang gumpari : nama tumbuh-tubuhan Rirang meruah-ruah : Rirang tercabut-cabut Sirang gia kita pagi : Berpisahpun kita nanti Gelah sirang mejuah-juah : Asal dalam keadaan sehat-sehat. nggeluh erpala-pala mate terbiar-biar. b. Dikiaskan kepada orang yang selalu mendapat kesusahan (pikiran kusut). bila kemarau berabuabu. Contoh : Pengindo sikaciwer. harta sudah habis. Artinya : Nasib kencur. badan sudah kurus. Artinya : Seperti kerakap tumbuh di batu hidup segan mati tak mau. 4.

kai ? Artinya : Pagar orang kita lihat pagar kita tidak. apakah itu ? Jawabnya : ukat ‘ sendok nasi’ Contoh : Tawa kenca ia naktak ipenna. Kai ? Artinya : Pada waktu muda berbaju hitam Pada waktu tuanya berbaju merah. apakah itu ? Jawabnya : cuping ‘ Telinga’ Contoh : Ipake reh baruna. Kai ? Artinya : Selesai makan gantung diri. Apakah itu ? Jawabnya : Lacina ‘cabai’ Contoh : Adi siinget la sibaba Adi la siinget sibaba. Apakah itu ? Jawabnya : Dalan ‘ Jalan’ Contoh : Bide kalak i idah bidente lang. Kai ? Artinya : Pada waktu mudanya bersanggul Pada waktu tuanya berurai rambut. Pantun Contoh : Tah kurung tah labang Tah surung tah lahang Artinya : Entah jangkrik tanah Entah jangkrik ilalang Entah jadi entah tidak Contoh : Sere-sere sala gundi Siarah lebe arah pudi Artinya : Sere-sere sala gundi Yang di depan menjadi ke belakang. Apakah itu ? Jawabnya : Sumpit nakan ‘sumpit nasi’ Contoh : Nguda-ngudana erlayam pukul Tua-tuana narsak buk. e. Kai ? Artinya : Dipakai bertambah baru. Kai ? Artinya : Kalau kita ingat tidak kita bawa Kalau tidak ingat kita bawa. Teka-teki ( Sikuning-kuningen ) contoh : Tulihken reh dohna. kesip beltekna. Kai ? Artinya : bila tertawa jatuh giginya. Apakah itu ? Jawabnya : Jantung galuh ‘ jantung pisang’ Contoh : Elah kenca man. Apakah itu ? Jawabnya : Ipen ‘ gigi’ Contoh : Elah man ndelis. Kai? Artinya : Semakin dilihat kebelakang semakin jauh. Apakah itu ? Jawabnya : Kacileket ‘ sejenis rumput yang bijinya lengket dibaju bila disenggol baju .d. Kai ? Artinya : Setelah selesai makan kempis perutnya. Apakah itu ? Jawabnya : Ersam ‘pakis’ Contoh : Nguda-ngudana erbaju ratah Tua-tuana erbaju gara.

nasa ula aku terukum si dua mata sah mmat si dua mata. yang melanggar adat.agar aku tidak di hukum si mata dua. peneliti hanya berhasil memperoleh contohnya yang telah kena pengaruh Islam. Contoh: Entah nidarami kin pe jelma ibabo taneh mekapal enda ni taruh langit meganjang enda entah di langir nge bagi ajangku enda sera suina nggeluh. Kai ? Artinya : kalau ia dibelah jumpa kulit Kalau kulit dibelah jumpa tulang Kalau daging dibelah jumpa air. hukum kata Ali. Emaka lanai bo kueteh nurikenca de suntuk nari nge kuidak kerina te mesui. Kun payakun. Apakah itu? Jawabnya : Tualah ‘kelapa’ 1. Artinya : Tunduk. Bilang-bilang ini berbentuk prosa. 2. Hanya para datu atau dukun yang biasanya yang bisa mengucapkan tabas ini pada waktu mengobati orang sakit. Apakah ditinggal oleh kekasih idaman hati. BENTUK PROSA LIRIS Sastra lisan Karo yang berbentuk prosa lisan liris hanya ada satu yang disebut bilang-bilang. Man ukurenku. pekasih si alam. oleh sebab itu. Sebelum obat yang di pakai untuk mengobati orang sakit itu itabasi ( dimantrai ) baru kemudian obat itu dimakan ( diobatkan ) kepada orang yang sakit.( rumput Genit ) Contoh : Adi itaka ia jumpa kuling Adi itaka kuling jumpa tulan Adi itaka tulan jumpa daging Adi itaka daging jumpa lau. Enggo kuidah ajangku endah bagi sumpamana jelang kedataren kutera kin nge turinna jelang kedataren aji nindu gia min.diam. atau karena ditinggal oleh ibu yang meninggal dunia. mmat. atau karena penderitaan yang dialami di rantau.mmat. onande bibingku karina. Mungkin pada kesempatan lain tabas yang kena pengaruh Hindu akan terpenuhi. supaya tunduk. Keturunan Nabi Allah.3. tetapi terikat pada lagu karena bilang-bilang ini biasanya didendangkan dengan ratapan atau ditiup melalui seruling bambu oleh orang-orang yang pernah mengalami duka nestapa.diam. Contoh Tabas yang telah kena pengaruh Islam.diam.diam. Mmat. Begitu sulitnya memperoleh tabas ini. durma si Alam keturunan Nabi Ullah. Labo kenan tambaren sekali kedabuhen gelap auri pe la lit sipekarangsa amina sekali bene pe la lit . Di turinna jalang kedataran sekali kelajangen pe labo lit singembarisa amina sekali penggel pe.diam. Kun kata Allah paya kun kata Muhammad. Diam. tunduk kata Allah supaya tunduk kata Muhammad. Nuri pa Tujum kabul aku perkasih. Memnohon pak Tujum supaya dikabulkan memakai Pekasih. Setelah pengaruh Islam masuk ke Karo.mmat. mmat. Biasanya dimulai dengan kata-kata : Toron kaci-kaci ‘turunlah dewa-dewa’ dan seterusnya sebelum pengaruh Islam masuk. Di turina ateku mesui kidah bagi ranting taman ku para nge kidah rusur. Apai nge dah kam la bage ningku. atau dikucilkan dari masyarakat. o turang beru Sembiringku. maka tabas itu ada pula yang dimulai denga kata – kata Arab yaitu sebagai berikut : Bismillah irohmani irohim ‘dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang’. I je makana entah nidarami kal pe jelma perliah si la lit nge bagi turina ajang mama nak Karo-karo mergana endah sera suine.diam. onande beru Tariganku. TABAS ATAU MANTRA Sastra lisan Karo yang berbentuk tabas atau mantra ini terbatas yang mengetahui dan menggunakannya.mmat. mmat.

enggo kalajangku enda bagi sarintantang ndabuh ku namo. Dongeng adalah cerita yang dianggap tidak benar-benar terjadi oleh yang menceritakan atau yang mendengarkannya. mite 2. penciptaan merga silima. Berdasarkan isi cerita. MITE Cerita yang berhubungan dengan keajaiban dan erat hubungannya dengan kepercayaan terhadap dewa-dewa mendapat tempat luas dalam masyarakat. E makana nidarami kin pe jelma perliah si la lit nge bagi ajangku enda sera suina nggeluh. o enda beru Sembiring. jenis sastra lisan Karo dapat di bedakan atas : 1. dan masa terjadinya sudah jauh di zaman purba. Mengapa masyarakat Karo sangat menghargai padi dan mengapa padi dikaitkan dengan sistem dan nilai-nilai kekerabatan pada masyarakat Karo. Selanjutnya pada cerita “ Si Aji Bonar “. Mite mengandung tokoh-tokoh dewa atau setengah dewa. Dongeng tidak terikat dengan waktu dan tempat. o turang. BENTUK PROSA Sastra lisan Karo yang berbentuk prosa pun hanya ada satu. Dari uraian di atas dapatlah diklasifikasikan jenis sastra lisan Karo itu sebagai berikut. dapat diikuti pada cerita “ Beru Ginting Pase ‘. Yang dinamakan sastra lisan karo adalah bentuk penuturan cerita yang disebarkan dan diturunkan secara lisan ( dari mulut ke mulut ). d “ Begu Ganjang “ ‘hantu’ termasuk cerita yang masih tetap hidup dan . dapat pula dilihat pada cerita. Emakana labo lit gunan turiken ningku. legenda 3. anima ndabuh pe sea tama buena. Mengapa merga Ginting Pase lenyap dari induk merga Ginting terkenal dengan julukan “Siwah Sada Ginting “. b “ Beru Dayang”. Ngkai maka la bage ningku. Cerita tentang ciptaan dunia. yaitu benar-benar dianggap terjadi. o me taktak cibal geluahku ras adumku o nandengku kerina.sidaram-daram. cerita cerita cerita cerita cerita mengenai asal-usul merga mengenai asal usul kampung binatang orang-orang sakti jenaka dan lain-lain. Legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri mirip dengan mite. hal ini dapat diikuti pada cerita c “ Padan Pengindo” dan juga pada cerita “ Manuk Sinanggur Dewa”. amina la ndabuh pe sea tama urakna. 5. dongeng Mite adalah cerita yang benar-benar dianggap terjadi dan dianggap sakral oleh pemilik cerita. sering dibantu oleh makhluk-makhluk gaib. 3. Menurut Tarigan ( 1979:9 ) Turin-turin atau cerita yang berbentuk prosa ini dibedakan atas : 1. 2. 4. E kal me turina ajang anak karo-karo mergana enda. tetapi tidak dianggap sakral. 3. perihal adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Karo dapat diikuti dalam : a Cerita “ Manuk Sinanggur Dewa”. Tokoh legenda adalah manusia biasa yang memiliki sifat-sifat yang luar biasa. Tempat terjadinya dunia lain. Turin-turin atau cerita ini ada bermacam-macam. yang disebut Turin-turin.1. Tempat terjadinya legenda di dunia kini waktu terjadinya tidak setua mite. 4.

bukit. dongeng ini juga tersebar dan diceritakan turun temurun. Dongeng sebagai warisan dari nenek moyang. b “ Cincing Ganjang Panura” diajarkan agar anak-anak jangan terlalu tinggi angan-angan. berhasil menipu pembelinya. 4. Hanya dia bermohon kepada Tuhan agar menghukum orang yang mengadilinya itu. besar pengaruhnya bagi anggota masyarakat. Dalam perjalanan si Jinaka menipu pembelinya. diperhebat dengan cerita mengenai kematian karena begu ganjang. Oleh sebab itu si Jinaka yang dijual pamannya. g“Si Jinaka” merupakan kisah yang kocak. Dongeng yang tersebar luas dalam masyarakat Karo antara lain: a “ Kucing Siam” yang menceritakan seorang anak yang mencari ibu sejati. merga. Doa Solmih dikabulkan Tuhan. Sebagaimana cerita lainnya. Si Jinaka dianggap orang bodoh. d “ Nipe Sipurih-purih” diceritakan mengapa ular lidi hanya bisa menelan binatang kecil seperti jangkrik dan kayu busuk. sebab mengandung ajaran moral. pelangi. b “ Telagah Pitu i Sarinembah” c “ Tengku Lau Bahun’. baik cerita dongeng mengenai binatang maupun cerita dongeng mengenai manusia. bertindaklah sejujurnya karena bila tidak jujur yang diadili itu akan mengutuknya dan kutukannya itu akan dikabulkan Tuhan seperti apa yang diminta Solmih kepada Tuhan atas putusan pengadilan yang tidak jujur terhadap dirinya. sehingga Si Jinaka berhasil lolos dan kembali ke kampungnya. Solmih tetap pada pendiriannya walau apaun hukuman yang diberikan kepadanya. ada juga yang berisi pengajaran atau edukatif.2. Maka mereka berubah menjadi pelangi. e “ Pais Ma Solmih” pendengar diajarkan agar saat mengadili suatu perkara. LEGENDA Masyarakat Karo umumnya mempercayai cerita-cerita yang berhubungan dengan asal-usul kejadian suatu tempat. Benda-benda peninggalan termasuk tempat dianggap sebagai bukti kebenaran cerita. Pekerjaannya sehari-hari hanya menemani pamannya ketempat perjudian. f “ Kekelengan Nande’ dikisahkan bagaimana kisah seorang ibu terhadap anaknya. kaki kerbau pecah. 4. dan tumbuhan pakis ( tenggiang ) berbulu seperti warna rambut curai kuda. Sebab cerita dongeng itu disamping ada yang berisi hiburan.3 DONGENG Masyarakat Karo juga mendengar certa-cerita dongeng. tetapi bila tidak disuruh apa pun yang terjadi tidak diperdulikannya sehingga pamannya merasa kesal. telaga. c “Sibetah-betah” dikisahkan mengapa burung puyuh tidak berekor. Apa yang diperintahkan pamannya selalu diturutinya. antara lain: a “ Turi-turin Si Beru Tole” yang menceritakan hubungan seks yang terlarang antara paman dan kemanakan yang membuahkan keturunan sehingga mereka kena kutuk oleh dewata. jangan lebih besar kemauan dari kemampuan. Oleh Si Jinaka mereka dibawa melalui jalan yang sukar melalui tepi jurang sudah dipasang tali rotan oleh Jinaka. Apalagi. Sebagaimana cerita lainnya. Ia sudah yatim-piatu sejak kecil. kuda tidak bertanduk. Di kampung ia mengaku kembali dari tempat orang mati dan menceritakan kepada penduduk kampung tentang keadaan saudara-saudaranya yang telah meninggal itu dan membawa segala harta bendanya.dianggap menyeramkan dan menegakkan bulu tengkuk pendengaran. legenda sebagai warisan dari nenek moyang besar pengaruhnya bagi anggota masyarakat. dan lain-lain. Ia menumpang di rumah pamannya. kepiting berbentuk gepeng. Semua barang mereka Si Jinaka yang membawanya. Legenda yang tersebar luas dalam masyarakat Karo. Ini semua karena kutukan akibat ketamakannya. dan .

Ia kawin dengan putri pamannya. upacara menghormati orang yang lanjut usia. Demikianlah beberapa contoh cerita dongeng yang ditemui dalam cerita lisan Karo. prosa liris . dongeng Sastra lisan biasanya dipergunakan pada upacara-upacara adat. Setelah semuanya berpegangan pada tali rotan.dia yang berjalan paling belakang. KESIMPULAN Dari apa yang telah diuraikan terlebih dahulu. upacara peletakan batu pertama pendirian rumah. upacara kelahiran anak.Menurut jenisnya. dipotong Si Jinaka rotan itu. upacara memanggil dan menolak hujan. upacara pemanggilan roh. 5. upacara perkawinan. upacara menanam dan menuai pada. puisi 2. upacara kematian. legenda 3. sastra lisan Karo dapat dibedakan atas : 1. upacara memasuki rumah baru. prosa 3. upacara pesta tahunan. seperti upacara melamar gadis. sastra lisan Karo dapat dibedakan atas : 1. upacara menolak bala dan roh-roh jahat. mite 2. dan lain-lain. .Menurut bentuknya. maka dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut : . Mereka semua jatuh dan Si Jinaka menjadi kaya raya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful