Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

MATRIKULASI KHUSUS

LANDASAN PENDIDIKAN KEJURUAN

PERKEMBANGAN SEKOLAH TEKNIK

KELOMPOK 1

ACHMAD SYARIEF
162052003008

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2017

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas

izin-Nya kami dapat menyusun tugas ini dan menyelesaikannya tepat pada

waktunya. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah

matrikulasi khusus yaitu Landasan Pendidikan Kejuruan. Adapun pada tugas ini

membahas tentang awal mula berdirnya sekolah teknik dan perkembangannya

Adapun tujuan dari tugas ini adalah untuk memberi pengetahuan kepada

mahasiswa tentang awal mula sekolah teknik hingga sampai sekarang yang kita

kenal dengan SMK. Semoga tugas ini bermanfaat bagi kita semua terkhusus bagi

penulis

Makassar, 06 Apr. 17

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................

DAFTAR ISI .............................................................................................................

BAB I ........................................................................................................................

PENDAHULUAN ....................................................................................................

A. Latar Belakang ...............................................................................................

B. Rumusan Masalah ........................................................................................

C. Tujuan Penulisan ............................................................................................

D. Manfaat Penulisan ..........................................................................................

BAB II .......................................................................................................................

PEMBAHASAN .......................................................................................................

A. Sejarah Ambachtsschool ................................................................................

B. Pendirian Ambachtsschool .............................................................................

C. Perkembangan Sekolah Teknik ......................................................................

BAB III .....................................................................................................................

PENUTUP .................................................................................................................

A. Kesimpulan .......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan yang dikembangkan untuk

menyiapkan dan/atau meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia sebagai

tenaga kerja terlatih memasuki dunia kerja yang menguntungkan bagi dirinya.

Dimasa yang akan datang orientasi pengembangan pendidikan kejuruan akan

diarahkan kepada program-program keahlian yang dapat memberikan

pengetahuan, keterampilan, sikap kerja, pengalaman, wawasan, cara-cara berfikir

kritis, kemampuan berkomunikasi efektif baik secara oral dan tertulis, berjiwa

entrepreneurship, mampu mengakses dan menganalisis informasi, memiliki rasa

ingin tahu dan mampu berimajinasi, serta memiliki jaringan yang dapat membantu

diri siswa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pilihannya. Yang dicari dan

dipilih oleh siswa pendidikan kejuruan adalah program keahlian yang memiliki

prospek karir yang baik dan menguntungkan dimasa depan (Dedi Supriadi,2002).

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam

mengembangkan pendidikan teknologi dan kejuruan salah satunya adalah pengaruh

sejarah. Sejarah memiliki pesan penting untuk memberikan informasi peristiwa

dulu dan menyediakan perspektif yang bermakna bagi para pemerhati pendidikan

teknologi dan kejuruan. Secara historis, pendidikan kejuruan di Indonesia berakar

pada zaman penjajahan Belanda. Di Indonesia Pendidikan Teknik dan Kejuruan

sebagai embrio pendidikan menengah kejuruan sudah ada jauh sebelum proklamasi

kemerdekaan. Belanda dalam masa penjajahan pada tahun 1853 mendirikan sekolah
kejuruan yang diberi nama Ambachts School van Soerabaia atau Sekolah

Pertukangan Surabaya yang diperuntukkan bagi anak-anak Indo dan Belanda. Pada

tahun 1856 sekolah serupa didirikan di Jakarta (Dedi Supriadi, 2002)..

Ambachtsschool adalah sekolah yang dibuka untuk memenuhi kebutuhan

terhadap tenaga kerja yang mampu bekerja di sektor industri dan merupakan

pendidikan menengah kelanjutan dari sekolah dasar yang selanjutnya

dikenal dengan Sekolah Teknik. Meskipun Ambachtsschool merupakan

sekolah yang bertujuan untuk mencetak tenaga ahli, namun banyak lulusan

Ambachtsschool yang menjadi pengawas (mandor) dan guru bagi sekolah

pertukangan lain.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah makalah ini

adalah

1. Bagaimana Sejarah Ambachtsschool ?

2. Mengapa Ambachtsschool didirikan ?

3. Bagaimana Perkembangan Sekolah Teknik ?


C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah

1. Untuk mengetahui sejarah Ambachtsschool

2. Untuk mengetahui mengapa Ambachtsschool didirikan

3. Untuk mengetahui perkembangan Sekolah Teknik

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah mengetahui dan memahami

bagaimana perkembangan sejarah Ambachtsschool dan perkembangan sekolah

teknik.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Ambachtsschool

Seiring dengan kedudukan Surabaya sebagai kota perdagangan

dan industri pada masa kolonial Belanda, jumlah kebutuhan terhadap tenaga

kerja terdidik dan terlatih untuk belajar di sektor industri semakin besar.

Kebutuhan tersebut mendorong pemerintah untuk mendirikan sekolah negeri

dan mengijinkan pihak swasta. Pada tahun 1853 pemerintah Hindia Belanda

mendirikan sekolah yang bernama Ambachtsschool Van Soerabaia yang dikenal

sebagai sekolah kejuruan pertama di Indonesia.

Ambachtsschool adalah sekolah yang dibuka untuk memenuhi

kebutuhan terhadap tenaga kerja yang mampu bekerja di sektor industri.

merupakan pendidikan menengah kelanjutan dari sekolah dasar.

Ambachtsschool pertama kali didirikan oleh kempok Zending, dengan tujuan

memperbaiki kondisi ekonomi golongan Indo Eropa yang kurang mampu.

Ide mendirikan Ambachtsschool setelah kelompok Zending mendengar pidato A.

Van Lakerveld pada Afdeeling Surabaya, serta dukungan dari Maatschappij tot Nut

van het Algemeen, yang mendorong pemuda Indo Eropa untuk menekuni

bidang pertukangan.

A. Van Lakerveld berharap agar golongan Indo Eropa yang berlatar

belakang ekonomi kurang mampu, dapat memperoleh pendidikan melalui

pendidikan pertukangan atau Ambachtsschool. Meskipun pada waktu itu

upaya mendirikan Ambachtsschool hanya digagas oleh kelompok Zending.


Namun, gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Hal ini,

dibuktikan dengan keputusan Gubernur Jendral Duymaer van Twist yang siap

menjadi pelindung bagi Ambachtsschool. Tidak lama setelah mendapat

respon positif dari pemerintah pada tahun 1853, Zending membuka

Ambachtsschool di Surabaya.

B. Pendirian Ambachtsschool

Tumbuhnya sektor industri, menjadikan pemerintah banyak

membutuhkan tenaga yang bekerja dalam sektor industri. Mendesaknya

kebutuhan tenaga kerja, di jelaskan dalam surat-surat menteri jajahan kepada

Gubernur Jenderal tentang kebutuhan akan tenaga ahli, yang berpendidikan

atau memiliki keterampilan di bidang industri dan kerajinan. Atas dasar alasan

itu, Ambachtsschool menawarkan pendidikan dengan jurusan sebagai tukang

kayu, ahli tempa, dan ahli mesin. Jurusan tersebut diharapkan dapat

memberikan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan terhadap tenaga kerja.

Kebutuhan terhadap tenaga kerja dianggap menjadi pendorong untuk

memberi pendidikan pertukangan kepada golongan Indo Eropa. Namun,

mendesaknya kebutuhan terhadap tenaga kerja dalam sektor industri lambat

laun, mengubah Ambachtsschool terbuka bagi golongan Bumiputra.

Keterbukaan Ambachtsschool membawa perubahan sosial, terutama setelah

adanya politik etis atau politik pintu terbuka yang mengijinkan golongan

Bumiputra untuk memperoleh pendidikan. Dari sini, golongan Bumiputra mulai

tertarik untuk mengenyam pendidikan pertukangan. Perubahan tersebut juga


mendapat perhatian pemerintah dengan mendirikan Ambachtsschool bagi

Bumiputra di Surabaya, Semarang dan Batavia.

C. Perkembangan Sekolah Teknik

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1979 dibentuklah Sekolah Teknik

(Technish Onderwijs) sebagai kelanjutan dari Ambachtsschool. Adapun sekolah-

sekolah teknik pada masa itu adalah :

1. Kursus Kerajinan Negeri : sekolah/kursus ini lamamnya satu tahun lamanya dan

merupakan pendidikan teknik terendah berdasarkan SR enam tahun. KKN

terdiri atas jurusanjurusan: kayu, besi,anyaman.perabot rumah, las dan batu.

2. Sekolah Teknik Pertama :bertujuan mendapatkan tenaga tukang yang terampil

tetapi disertai dengan pengetahuan teori. Lama pendidikan ini dua tahun

sesudah SR dan terdiri atas jurusamjurusan: kayu, batu, keramik, perabot

rumah, anyaman, besi ,listrik, mobil, cetak, tenun kulit, motor, ukur tanah dan

cor.

3. Sekolah Teknik : bertujuan mendidik tenagatenaga pengawasan bangunan.

Lama pendidikan dua tahun stelah STP atau SMP bagian B dan meliputi

jurusanjurusan: bangunan gedung, bangunan air dan jalan, bangunan radio,

bangunan kapal, percetakan dan pertambangan.

4. Sekolah Teknik Menengah (STM) : bertujuan mendidik tenaga ahli teknik dan

pejabatpejabat teknik menengah. Lama pendidikan empat tahun setelah SMP

bagian B atau ST yang terdiri atas jurusnjurusan: bangunnan gedung, bangunan


sipil, bangunan kapal, bangunan mesin, bangunan mesin, bangunan listrik,

bangunan mesin kapal, kimia, dan pesawat terbang.

5. Pendidikan guru untuk sekolahsekolah teknik: untuk memenuhi keperluan

guruguru sekolah teknik, dibuka sekolah/kursuskursus untuk mendidik guru

yang menghasilkan :

Ijazah A Teknik (KGSTP) guna mengajar dengan wewenang penuh pada

STP dalam jurusan: bangunan sipil, mesin, listrik dan mencetak.

Ijazah B I Teknik (KGST) untuk mengajar dengan wewenang penuh pada

ST/STM kelas I dalam jurusan bangunan sipil, bangunan gedunggeung

dan mesin.

Ijazah B II Teknik guna mengajar dengan wewenang penuh pada STM

dalam jurusan bangunan sipil, bangunan gedung, mesin dan listrik.

Seiring dengan berkembangnya IPTEK, dan pengadaan alat-alat praktikum

yang terbatas, serta keadaan Sekolah Teknik tidaklah teratur karena disamping

pelajarnya sering terlibat dalam pertahanan negara, sekolah tersebut kadangkadang

juga dipakai sebagai pabrik senjata. Seperti Sekolah Teknik di Solo misalnya,

dikerahkan untuk membuat senjata. Kebijakan mendasar terjadi pada tahun 1977,

dimana sebagian Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Kejuruan dialih

fungsikan menjadi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan pertimbangan

disamping usia lulusan SLTP baru berusia 15 tahun, pendidikan kejuruan lebih

efisien dilaksanakan pada tingkat menengah. Hal ini merujuk pada Hukum

Internasional hasil Konferensi ILO di Jenewa, Swiss yang menginstruksikan bahwa


semua pekerja minimal berusia 17 tahun. Keadaan tersebut membuat pemerintah

menutup sekolah teknik di tahun 1982, maka dari itulah SLTP Kejuruan (Sekolah

Teknik) dilaksanakan pada tingkat menengah atas yang kita kenal sekarang dengan

STM/SMK.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pada tahun 1853 pemerintah Hindia Belanda mendirikan sekolah yang

bernama Ambachtsschool Van Soerabaia yang dikenal sebagai sekolah kejuruan

pertama di Indonesia. Ambachtsschool adalah sekolah yang dibuka untuk

memenuhi kebutuhan terhadap tenaga kerja yang mampu bekerja di sektor

industri. merupakan pendidikan menengah kelanjutan dari sekolah

dasar.

Tumbuhnya sektor industri, menjadikan pemerintah banyak

membutuhkan tenaga yang bekerja dalam sektor industri. Atas dasar alasan

itu, Ambachtsschool menawarkan pendidikan dengan jurusan sebagai tukang

kayu, ahli tempa, dan ahli mesin.

Pada tahun 1979, dibentuklah Sekolah Teknik (Technish Onderwijs) yang

merupakan kelanjutan dari Ambatchsschool, Seiring dengan berkembangnya

IPTEK, dan pengadaan alat-alat praktikum yang terbatas, serta keadaan Sekolah

Teknik tidaklah teratur karena disamping pelajarnya sering terlibat dalam

pertahanan negara, serta dengan adanya hukum internasional tentang

ketenagakerjaan sehingga pada tahun 1982 Sekolah Teknik ditutup.


DAFTAR PUSTAKA

Dedi Supriadi, (2002). Satu Setengah Abad Pendidikan Kejuruan di Indonesia dalam
Dedi Supriadi, Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Di Indonesia. (Jakarta:
Direktorat Jenderal Pendidikan dasar dan Menengah.

https://historyvitae.wordpress.com/2012/10/11/pendidikan-awal-kemerdekaan-dan-
orde-lama/

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_perguruan_tinggi_di_Indonesia

https://novrizalbinmuslim.wordpress.com/2014/10/01/riwayat-sekolah-menengah-
kejuruan/

http://psmk.kemdikbud.go.id/konten/1614/mengenal-sejarah-pendidikan-kejuruan-di-
indonesia

http://teoribagus.com/paradigma-pendidikan-indonesia-masa-penjajahan

Anda mungkin juga menyukai