Anda di halaman 1dari 32

TUGAS PERANCANGAN ALAT PROSES

PERANCANGAN TRAY MENARA DESTILASI

PEMISAHAN FORMAMID DAN AIR

Disusun oleh :
Kelompok : Tiga (3)
Anggota Kelompok : 1. Arif Budiman
2. Elza Jamayanti
3. Naufal Alif Syarifuddin
4. Ridwan Arifudin
5. Rizky Dian Fitrianto
Semester : VI (Enam)
Jurusan : Teknokimia Nuklir 2014
Dosen : Dr. Deni Swantomo, M.Eng

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
YOGYAKARTA
2016
PERHITUNGAN MENARA DISTILASI DENGAN SHORTCUT
Jenis : Menara sieve tray

Top

Feed

Bottom

Gambar 1. Menara Distilasi

Pada perancangan menara distilasi digunakan condenser total, dimana uap yang
masuk pada kondisi dew point akan dicairkan seluruhnya pada suhu tertentu. Reboiler yang
digunakan adalah reboiler parsial, dimana cairan yang masuk ke reboiler tidak semuanya
diuapkan.Uap hasil reboiler dimasukkan kembali ke dalam menara dan cairan yang tidak
diuapkan sebagai hasil bottom. Pada proses ini diambil air sebagai light key component dan
formamid sebagai heavy key component.
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan menara distilasi adalah :
1). Fasa cair merupakan larutan ideal
2). Fasa uap merupakan gas ideal
3). Pada setiap plate terjadi kesetimbangan fase uap-cair
4). Tidak terjadi pertukaran panas dari atau kelingkungan
5). Penurunan tekanan di tiap plate sama
6). Aliran fasa uap dan cair equimolal
7). Panas pencampuran dan panas pengenceran diabaikan
Langkah-langkah yang dilakukan pada perancangan menara distilasi adalah sebagai
berikut :
1. Menentukan kondisi operasi pada umpan, distilat, dan bottom.
2. Menentukan key component dan distribusi non-key component..
3. Menentukan Refluks Minimum dan Jumlah Plate Minimum.
4. Penentuan plate umpan.
5. Melakukan perhitungan dengan metode plate to plate, yaitu perhitungan dilakukan
pada setiap stage pada menara distilasi. Perhitungan dilakukan dengan menyusun
neraca massa total, neraca massa komponen, neraca panas dan persamaan
kesetimbangan pada setiap stage. Perhitungan dimulai dari stage paling atas
(sebelum masuk kondenser) sampai stage paling bawah (reboiler), sampai diperoleh
komposisi komponen sesuai dengan spesifikasi hasil yang diinginkan.
6. Perhitungan beban reboiler dan condenser.
7. Perhitungan mechanical design menara distilasi. Perhitungan ini menyangkut ukuran
atau dimensi menara distilasi.

Kondisi operasi :
Feed plate : T = 103,184 C
Top plate : T = 135,321 C
Bottom plate : T = 241,379 C
Menara distilasi bekerja pada tekanan 1,8 2,2 atm.
Komposisi hasil distilat dan bottom adalah :
Komponen Umpan Destilat Bottom BM
kg/jam kg/jam kg/jam kg/kmol
Metil Formiat 124,1945 124,1535722 0,0480424 60,053
(HCOOCH3)
Metanol 651,7378 650,18772 1,16946 32,04
(CH3OH)
Air (H2O) 220,9596 216,471195 4,417853 18,01
Formamid 898,5300 17,946 1776,51 45,02
(HCONH2)
TOTAL 1895,4219 1008,758487 1782,145355
A. Kondisi Umpan
Umpan masuk menara distilasi dalam keadaan cair jenuh sehingga kondisi
operasi pada keadaan ini dapat ditentukan melalui trial suhu hingga yi = 1 dengan
menggunakan persamaan kesetimbangan :
yi = Ki. Xi ()
nilai Ki dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini :
Ki = Pi/PT ()
dengan :
yi =fraksi mol komponen di fase uap
xi = fraksi mol komponen di fase cair
Ki = konstanta kesetimbangan
PT = tekanan total,
Pi = tekanan uap komponen
Tekanan uap (Pi) masing masing komponen dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan Antoine berikut :

= + + . + + 2 ()

dengan :
Po = tekanan uap, mmHg
T = suhu cairan, K
Nilai konstanta A, B, C, D, dan E diperoleh dari Yaws (1999).
Didapat suhu umpan, Tumpan = 376,3342 K (= 103,1842 oC)
KOMPONEN kmol/jam Xi Po, mmHg Ki=Po/P y=K.xi
HCOOCH3 2.0682 0.0379 6255.8402 4.1157 0.1559
CH3OH 20.3295 0.3723 2921.8591 1.9223 0.7157
H2O 12.2648 0.2246 850.0054 0.5592 0.1256
HCONH2 19.9384 0.3652 11.3884 0.0075 0.0027
TOTAL 54.6009 1.0000 1.0000

B. Kondisi Operasi Atas (Distilat)


Hasil distilat juga dalam keadaan jenuhnya, sehingga suhu keluaran atas MD 01
di-trial hingga xi =1 dengan menggunakan persamaan kesetimbangan (1), dengan PT =
1,8 atm. Dari perhitungan, kondisi kesetimbangan di bawah didapatkan suhu (T) pada
dew point = 387,2495 K ( 114,0995 oC).
KOMPONEN kmol/jam Yi Po, mmHg Ki=Po/P x=K.yi
HCOOCH3 2.0674 0.0598 7988.8696 5.8398 0.0102
CH3OH 20.2930 0.5869 4049.7630 2.9604 0.1982
H2O 12.0195 0.3476 1229.9921 0.8991 0.3866
HCONH2 0.1994 0.0058 19.4886 0.0142 0.4047
TOTAL 34.5793 1.0000 0.9998

C. Kondisi Operasi Bawah (Bottom)


Kondisi pada bottom berupa cair jenuh (bubble point), sehingga dilakukan trial
suhu hingga yi = 1 dengan menggunakan persamaan kesetimbangan (1), dengan P T =
2,2 atm. Dari perhitungan, didapatkan suhu (T) pada bubble point = 514,5796 K
(=241,4296 oC).

KOMPONEN kmol/jam xi Po, mmHg Ki=Po/P y=K.xi


HCOOCH3 0.0008 4E-05 62435.7172 37.3419 0.0015
CH3OH 0.0365 0.0018 62917.7591 37.6302 0.0685
H2O 0.2453 0.0123 25709.6872 15.3766 0.1884
HCONH2 19.7390 0.9859 1257.4821 0.7521 0.7415
TOTAL 20.0216 1,0000 0.9999

D. Penentuan Key Component


Pemilihan key component didasarkan pada zat yang kita ingin pisahkan dan
volatilitas relatifnya. Volatilitas relatif, , tiap komponen dihitung dengan persamaan :

P0,i
i ()
P0, HK

dengan subskrip HK mengacu pada heavy key.


Volatilitas rata rata dihittung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
avg 4 d 2f b ()

dengan,
avg : volatilitas rata rata
d : volatilitas di distilat
f : volatilitas di umpan (feed)
b : volatilitas di bottom

sehingga diperoleh dapat volatilitas sebagai berikut :

Komponen ,f ,d ,b avg
HCOOCH3 70.3261 409.9261 49.6514 100.1653
CH3OH 61.6664 207.8021 50.0347 79.2966
H2O 24.0472 63.1135 20.4454 29.3908
HCONH2 1.0000 1,0000 1,0000 1,0000

Dalam perancangan MD-01 ini key component yang dipilih adalah sebagai berikut:
Light key component = Air
Heavy key component = Formamid

E. Menentukan Refluks Minimum dan Jumlah Plate Minimum


Besarnya refluks minimum dapat dihitung dengan persamaan Fenske :
i . X iD
R min 1 ()
i

sedangkan nilai dapat ditentukan dengan persamaan :


i .Z iF
1 q ()
i

dengan :
Rmin = refluks minimum
q = rasio panas untuk menguapkan umpanterhadap panas laten
penguapan umpan
XD = fraksi mol fase cair di distilat
ZF = fraksi mol fase cair di umpan
Apabila umpan menara distilasi pada keadaan cair jenuh dengan q = 1. Dari hasil
perhitungan diperoleh:
= 30.8050
Rmin = 0.6189
Sedangkan untuk jumlah plate minimum dapat dihitung dengan persamaan
Underwood:
x x
log LK HK
xHK d xLK b
Nm ()
log LK
Dengan,
Nm = jumlah plate minimum

[ ] = 60.2832


[ ] = 80.4702

, = 29.0644
Sehingga,
= 2.5187

F. Perhitungan distribusi non-Key component


Distribusi dari non-key component didapatkan dengan menggunakan persamaan:
Nm
d d nk
()
b nk b lk lk

dengan di bi fi

Distribusi komponen yang didapatkan adalah :

Umpan, Distilat, xiD Bottom, xiB


Komponen xi
kmol/jam kmol/jam kmol/jam
HCOOCH3 2.0682 0.0379 2.0674 0.0598 0.0008 0,0000
CH3OH 20.3295 0.3723 20.2930 0.5869 0.0365 0.0018
H2O 12.2648 0.2246 12.0195 0.3476 0.2453 0.0123
HCONH2 19.9384 0.3652 0.1994 0.0058 19.7390 0.9859
Total 54.6009 1,0000 34.5793 1,0000 20.0216 1,0000

G. Perhitungan Reflux dan Jumlah Stage Ideal


Hubungan antara jumlah plate minimum (Nm) dan reflux ratio minimum (Rm)
ditentukan dengan persamaan:
= 1.3 ()

Untuk mencari jumlah plate actual (N) digunakan grafik 11.11 Coulson.


Sebelumnya dibutuhkan data berupa ( ) dan ( ) untuk dimasukkan ke dalam
+1 +1


grafik sehingga diperoleh nilai
= 0.8046

( ) = 0.4459
+1


( ) = 0.3823
+1

Dari grafik 11.11 Coulson diperoleh:



= 0.5

sehingga, nilai N sebesar = 5,0375

H. Perhitungan Efisiensi
Efisiensi kesuluruhan dari menara distilasi dihitung menggunakan persamaan O
Connell (Coulson and Richardson, 1983).
Eo 51 32.5log(a a ) ()
dengan:
E0 : efisiensi overall (%)
avg : viskositas pada suhu rata-rata (cp)
avg : volatilitas relatif light-key component pada suhu rata-rata
Data dan rumus untuk menentukan viskositas dari masing masing komponen antara
lain:
B
log A C.T D.T 2 ()
T

KOMPONEN A B C D
HCOOCH3 -8,0637 1,01103 2,0910-2 -2,3010-5
CH3OH -9,0562 1,25103 2,2410-2 -2,3510-5
H2O -10,2158 1,79103 1,7710-2 -1,2610-5
HCONH2 -10,3646 1,97103 1,8210-2 -1,2610-5

T dalam K dan dalam mNs/m2

Suhu yang digunakan adalah suhu rata rata antara suhu distilat dan suhu bottom:
+ 387.2495 + 514.5796
= = = 450.9146
2 2
Data relative volatility untuk masing masng komponen pada suhu 294,0271 K
adalah sebagai berikut:
KOMPONEN , mNs/m2
HCOOCH3 0.0839
CH3OH 0.1092
H2 O 0.1490
HCONH2 0.4457

Diperoleh:
avg = 0.1970 cp
avg = 29.0644
E0 = 26.3729 %


0 = ()

1
= = 15.3092 16
0

I. Penentuan Letak Feed Plate


Penentuan letak plate umpan ditentukan menggunakan persamaan Kirkbride (1994)
sebagai berikut:

N B x xb , LK
2

f , HK
log r 0,206 log ()
D x
Ns x f , LK d , HK

dengan :
Nr = jumlah plate di atas feed plate
Ns = jumlah plate di bawah feed plate
Perhitungan dijabarkan sebagai berikut:
B = 20.0216
D = 34.5793
B/D = 0.5790
Xf,HK = 0.3652
Xf,LK = 0.2246
(Xf,HK/ Xf,LK) = 1.6257
Xb,LK = 0.0123
Xb,HK = 0.9859
(Xb,LK/Xb,HK)2 = 0.000154429

Sehingga,
Log(Nr/Ns) = -0.7905
Nr/Ns = 0.1620
Nr + Ns = 16
Nr = 2.2304
Ns = 13.7696
Maka stage umpan adalah stage ke-3 dari atas atau stage ke-14 dari bawah.
MECHANICAL DESIGN

DATA NERACA MASSA


Komponen Umpan Destilat Bottom BM
kg/jam kg/jam kg/jam kg/kmol
Metil Formiat 124,1945 124,1535722 0,0480424 60,053
(HCOOCH3)
Metanol (CH3OH) 651,7378 650,18772 1,16946 32,04
Air (H2O) 220,9596 216,471195 4,417853 18,01
Formamid (HCONH2) 898,5300 17,946 1776,51 45,02
TOTAL 1895,4219 1008,758487 1782,145355

Komponen Umpan Destilat Bottom BM


Kmol/jam kmol/jam kmol/jam kg/kmol
Metil Formiat 2,0681 2,0674 0,0008 60,053
(HCOOCH3)
Metanol (CH3OH) 20,3414 20,2930 0,0365 32,04
Air (H2O) 12,2687 12,0195 0,2453 18,01
Formamid (HCONH2) 9,9837 0,1994 19,7390 45,02
TOTAL 44,6618 34,5793 20,0216

1. Pemilihan Tray
Jenis tray yang dipilih adalah sieve tray dengan pertimbangan harga dan
pressure drop tiap plate paling rendah dibandingkan dengan bubble captray atau valve
tray. Jenis ini juga dapat dioperasikan untuk kapasitas yang cukup besar.

2. Perhitungan Column Diameter


Flowrate:
Distilat (D) = 1008,758487 kg/jam
Bottom (B) = 1782,145355 kg/jam

Physical Properties:
Top product :
Density liquid (L) = 789.7772 kg/m3
Density vapor (V) = 1.6379 kg/m3
Surface tension() = 2,73749E-06 N/m

Bottom product :
Density liquid (L) = 854.6881 kg/m3
Density vapor (V) = 2.0360 kg/m3
Surface tension () = 2,6775E-06 N/m

Diameter suatu menara sangat ditentukan oleh kecepatan uapnya, sedangkan


kecepatan uap ini sangat dibatasi oleh terjadinya flooding. Maka pada perancangan
diameter kolom harus diperkirakan kecepatan flooding, sehingga digunakan
persamaan pandekatan yang diajukan oleh Fair, 1961.

L V
U f K1 .
V

LW V
FLV . (Coulson, 1983)
VW L

dengan :
Uf = flooding vapor velocity, m/s
K1 = konstanta, tergantung pada FLV dan plate spacing (Coulson, 1983)
FLV = liquidvapor flow factor
LW = liquid mass flow rate, kg/s
VW = vapor mass flow rate, kg/s

Menghitung Flooding Velocity (FLV)


Top
Lw = R D
kg 1 jam
Lw = 0,8046 1008,758487
jam 3600 s

Lw = 0,2254 kg/s
Vw = ( R D ) + D
kg kg 1 jam
Vw = 0,2254 + (1008,758487 )
s jam 3600 s

Vw = 0,5056 kg/s

0,2254 kg/s 1,6379 kg/m3


FLV = 789,7772 kg/m3
0,5056 kg/s

FLV = 0,0203

Bottom
Vw = R B
kg 1 jam
Vw = 0,8046 1782,145355
jam 3600 s

Vw = 0,3983 kg/s
Lw = (R B) + B
kg kg 1 jam
Lw = 0,3983 + (1782,145355 )
s jam 3600 s

Lw = 0,8934 kg/s

0,8934 kg/s 2,0380 kg/m3


FLV = 854,6881 kg/m3
0,3983 kg/s

FLV = 0,1094

Hasil perhitungan :
FLV bottom = 0,0203
FLV top = 0,1094
tray spacing = 0,5 m
dari fig.11.27 (Coulson and Richardson, 1983), didapatkan:

Berdasarkan grafik diatas didapatkan data sebagai berikut :


K1 top = 0,110
K1 bottom = 0,090


0, 2

Koreksi untuk surface tension, mengalikan K1 dengan


0,02
0,2
2,73749 106 N/m
Koreksi K1 top = [ ] = 0,0185 N/m
0,02
0,2
2,6775 106 N/m
Koreksi K1 bottom = [ ] = 0,0151 N/m
0,02

Koreksi K1top = 0,0185


Koreksi K1bottom = 0,0151

Menghitung Kecepatan Uap Flooding (Uf)


kg kg
789.7772 3 1.6379 3
N m m
Uf top = 0,0185 m kg = 0,4072 m/s
1.6379 3
m
kg kg
N 854,6881 3 2,0360 3
m m
Uf bottom = 0,0151 m kg = 0,3094 m/s
2,0360 3
m

Uf top = 0,4072 m/s


Uf bottom = 0,3094 m/s

U V % flooding .xU f

Digunakan % flooding sebesar 80 % :


UV top = 0,3257 m/s
UV bottom = 0,2475 m/s

Menghitung Luas Area Kolom (Ac)


Vi
Maximum volumetric flowrate: QV
V
0,5056 kg/s 3
QV top = = 0,3087 m s
1.6379 kg/m3

0,3983 kg/s 3
QV bottom = = 0,1956 m s
2.0360 kg/m3

QV
Net area required : An
UV
An : Luas Area Net
Qv : Laju Volumetrik Uap
3
0,3087 m s
An top = = 0,9477 m2
0,3257 m/s
3
0,1956 m s
An bottom = = 0,7902 m2
0,2475 m/s

An top = 0,9477 m2
An bottom = 0,7902 m2

Downcomer area diambil sebesar 12 % dari luas total, maka :


An
Column area : AC
0,88
ACtop = 1,0769 m2
ACbottom = 0,8980 m2
4 xAC
Column Diameter : DC

Dc top = 1,1712 m
Dc bottom = 1,0695 m
Diambil diameter menara = Dc top = 1,1712 m, sehingga untuk perhitungan
selanjutnya dipakai karakteristik dari aliran top.

3. Penentuan Diameter Kolom Berdasarkan Kecepatan Uap Maksimum


Bagian Atas (Top)
Kecepatan Uap Maksimum :
L v 0,5
UV = (0,171 ts 2 + 0,27 ts 0,047) ( )
v

789,7772 kg/m3 1,6379 kg/m3 0,5


UV = (0,171 (0,6 m)2 + 0,27 (0,6 m) 0,047) ( )
1,6379 kg/m3

Uv = 1,1722 m/s

Diameter Menara :
4 Vw 0,5
Dc = ( )
v Uv
0,5
4 0,5056 kg/s
Dc = ( kg m )
3,14 1,6379 3 1,1722
m s

Dc = 0,5792 m

Bagian Bawah (Bottom)


Kecepatan Uap Maksimum :
L v 0,5
UV = (0,171 ts 2 + 0,27 ts 0,047) ( )
v

854,6881 kg/m3 2,0360 kg/m3 0,5


UV = (0,171 (0,6 m)2 + 0,27 (0,6 m) 0,047) ( )
2,0360 kg/m3

Uv = 1,0936 m/s

Diameter Menara :
4 Vw 0,5
Dc = ( )
v Uv
0,5
4 0,3983 kg/s
Dc = ( kg m )
3,14 2,0360 1,0936
m3 s
Dc = 0,4774 m

4. Penentuan Jenis Aliran


Bagian Enriching (Top)
Lw
Qmax = L

0,2254 kg/s m3
Qmax = = 0,0002855
789,7772 kg/m3 s

Bagian Stripping (Bottom)


Lw
Qmax = L

0,8934 kg/s m3
Qmax = = 0,0010452
854,6881 kg/m3 s

Berdasarkan data-data sebagai berikut dapat dipilih jenis aliran yang tepat.
Dc = 1,1712 m
m3
Liquid flow rate = 0,0010452 s

Dari fig 11.28 ( Coulson,1983 ) diperoleh jenis aliran adalah single pass.

5. Perhitungan Lay Out Sieve Tray


Bagian Atas (Top)
Ad = 0,12 Ac
= 0,12 1,0769 m2
= 0,1292 m2

Aa = Ac 2Ad
= 1,0769 m2 (2 0,1292 m2 )
= 0,8184 m2
Ah = 0,1 Aa
= 0,1 1,0769 m2
= 0,08184 m2

Menentukan panjang weir (lw)


Penentuan panjang weir menggunakan grafik sebagai berikut :

Dc = 1,1712 m
Ad 0,1292 m2
100% = 100%
Ac 1,0769 m2
Ad
100% = 12 %
Ac

Dengan menggunakan data tersebut dapat diperoleh lw/Dc = 0,78


lw
= 0,78
Dc

lw = Dc 0,78
lw = 1,1712 m 0,78
lw = 0,8343 m

Berdasarkan perhitungan diameter kolom (menggunakan perhitungan bagian


atas) dan asumsi-asumsi yang digunakan diperoleh data:
Column diameter Dc = 1,1712 m
Column area Ac = 1,0769 m2
Downcomer area (0,12 Ac) Ad = 0,1292 m2
Net area An= 0,9477 m2 m2
Active area Aa = 0,8184 m2
Hole area (0,1 Aa) Ah = 0,08184 m2
Weir length (Fig. 11.31) lw = 0,78Dc = 0,8343 m
Weir height (asumsi) hw = 50 mm
Diameter hole dh = 5 mm
Tebal plate tp = 5 m

6. Cek Weeping
Batasan operasi terendah yang terjadi ketika kebocoran cairan yang melalui lubang
plat berlebih disebut weep point. Kecepatan uap pada titik weep adalah nilai
minimum untuk operasi yang stabil. Hole area harus dipilih sedemikian rupa sehingga
pada laju operasi terendah kecepatan aliran uap masih baik di atas weep point.

Perhitungan berikut dilakukan dengan data bagian atas (Top).


Hw = 50 mm
Turn Down Ratio (TDR) = 80%
Lw max = 0,2255 kg/s
Lw min = 0,1804 kg/s
Panjang weir (lw) = 0,8343 m
Ketinggian cairan diatas puncak weir dihitung dengan persamaan berikut :
2
3
= [ ]

Maksimum how = 3,4809 mm liquid


Minimum how = 2,9998 mm liquid
Pada minimum rate (hw + how) = 52,9997 mm liquid

Dari fig. 11.30 (Coulson and Richardson, 1983)

Gambar. Fig.11.30 (Coulson and Richardson, 1983)


Berdasarkan grafik didapatkan :
K2 = 30,2
Diameter hole = 5 mm
[K2 0,9(25,4dh)]
uh = v 0,5
[30,2 0,9(25,45)]
uh = 1,63790,5

uh = 25,327 m/s

7. Kecepatan Uap Aktual


Laju alir uap minimum
Vh = Ah
0,9378
Vh = 0,082

Vh = 11,458 m/s
Vh < Uh, maka weeping tidak terjadi
Diperoleh bahwa uh > vh, maka tidak terjadi weeping dengan turn-down ratio 80%.

8. Plate Pressure Drop


Dry Plate Pressure Drop
Kecepatan uap maximum melalui hole Uh max :
Uv max
Uh max =
Ah
1,1723
Uh max =
0,082
Uh max = 14,323 m/s

Menggunakan fig 11.34 (Coulson,1983) untuk menentukan harga Co.

Tebal plate Ah
= 1 dan Aa = 0,1 ,
diameter hole

maka didapat harga Co = 0,84


Uh max 2 v
hd = 51 x ( )
Co L
14,323 m/s 2 1,6379 kg/m3
hd = 51 x ( )
0,84 789,772 kg/m3
hd = 30,749 mm cairan

Residual Head (hr)


0,0125
Residual Head (hr ) =
L
0,0125
Residual Head (hr ) =
789,772
Residual Head (hr ) = 15,827 mm

Total Pressure Drop


htot = hd + hw + how + hr
= 30,749 mm + 53,162 mm + 15,827 mm
= 99,7385 mm liquid
P = 9,81 x 103 x ht x L
P = 9,81 x 103 x 99,7385 x 789,772
P = 6,182 mmHg

9. Downcomer Pressure Loss

Gambar. Downcomer back-up


Keterangan :
lt = plate spacing
hb = Downcomer back up, diukur dari permukaan plate
hap = tinggi celah dinding Downcomer dengan permukaan plate
hw = tinggi weir
how = tinggi cairan diatas weir
Downcomer pressure loss menara bagian atas :
Diambil hap = hw 5
hap = 50 mm 5 mm
hap = 45 mm = 0,045 m
hap adalah ketinggian tepi bawah pinggir diatas plare, biasanya 5-10 mm di bawah
ketinggian outlet weir.
Aap = hap x lw
= 0,045 m x 0,834 m
= 0,038 m2

Tahanan utama cairan untuk mengalir akan disebabkan oleh desakan pada downcomer
outlet dan head loss dalam downcomer dapat diperkirakan menggunakan persamaan
Cicalese (1947) :

Lw
hdc = 166 x ( )2
L x Aap
0,225 kg/s
hdc = 166 x ( kg )2
789,7772 3 x 0,038 m2
m

hdc = 0,0096 mm
hdc = head loss pada downcomer (mm)
Lw = laju alir cairan dalam downcomer (kg/s)
Am = downcomer area Ad, atau clearance area under the downcomer (Ap),
m2

Back up pada Downcomer :


hb = ( hw + how ) + htot + hdc
= 53,1619 mm + 99,7385 mm + 0,0096 mm
= 152,91 mm = 0,15291 m
Cek hb < 0,5 x ( plate spacing + weir height )
< 0,325 ( memenuhi syarat )
Sehingga tray spacing 0,5 m dapat diterima.
Downcomer pressure loss menara bagian bawah :
Diambil hap = hw 5
hap = 50 mm 5 mm
hap = 45 mm = 0,045 m
Aap = hap x lw
= 0,045 m x 0,834 m
= 0,038 m2
Lw
hdc = 166 x ( )2
L x Aap
0,8933 kg/s
hdc = 166 x ( kg )2
853,6881 3 x 0,038 m2
m

hdc = 0,1287 mm

Back up pada Downcomer :


hb = ( hw + how ) + htot + hdc
= 53,1619 mm + 99,7385 mm + 0,1287 mm
= 153,029 mm = 0,153 m
Cek hb < 0,6 x ( plate spacing + weir height )
< 0,325 ( memenuhi syarat )
Sehingga tray spacing 0,6 m dapat diterima.

10. Pengecekan Residence Time


Residence time yang cukup dalam downcomer harus dipenuhi untuk naiknya melepas
dari aliran cairan, untuk mencegah cairan teraerasi yang terbawa di bawah
downcomer. Direkomendasikan paling kecil 3 detik.
Menara Bagian Atas
- Ad = 0,1292 m2
- hb = 0,1529 m
- L = 789,7772 kg/m3
- Lw = 0,225 kg/s
Ad hb L
tr =
Lw
0,1292 m2 x 0,1529 m x 789,7772 kg/m3
tr =
0,225 kg/s
t r = 69,223 s

Menara Bagian Bawah


- Ad = 0,1292 m2
- hb = 0,1529 m
- L = 854,6881 kg/m3
- Lw = 0,8933 kg/s
Ad hb L
tr =
Lw
0,1292 m2 x 0,1529 m x 854,6881 kg/m3
tr =
0,8933 kg/s
t r = 18,906 s

11. Pengecekan Entrainment


Menara Bagian Atas
Actual percentage flooding design:
- Vw = 0,5057 kg/s
- v = 1,6379 kg/m3
- Ac = 1,077 m2
- Uf = 0,4073 m/s
- FLV = 0,02 m/s
Vw
uv =
(v x Ac )
0,5057 kg/s
uv =
(1,6379 kg/m3 x 1,077 m2 )
uv = 0,2867 m/s
uv
% flooding =
uf
0,2178 m/s
% flooding =
0,4073 m/s
% flooding = 70,4

Dari fig 11.29 (Coulson, 1983) diperoleh = 0.07 < 0,1 jadi memenuhi persyaratan.
Menara Bagian Bawah
Actual percentage flooding design:
- Vw = 0,3983 kg/s
- v = 2,036 kg/m3
- Ac = 0,898 m2
- Uf = 0,3094 m/s
- FLV = 0,1095 m/s
Vw
uv =
(v x Ac )
0,3983 kg/s
uv =
(2,036 kg/m3 x 0,898 m2 )
uv = 0,2178 m/s
uv
% flooding =
uf
0,2178 m/s
% flooding =
0,3094 m/s
% flooding = 70,4

Dari fig 11.29 (Coulson, 1983) diperoleh = 0.018 < 0,1 jadi memenuhi
persyaratan.
12. Tray Layout
Luas Area Perforasi
Area perforasi yang tersedia akan turun oleh halangan atau gangguan yang
disebabkan oleh perubahan struktur (support ring dan beam), dan oleh penggunaan
calming zone yaitu potongan plat nonperforasi pada sisi inlet dan outlet plat. Lebar
masing-masing zona biasanya dibuat sama; nilai yang direkomendasikan : u diameter
< 1,5 m -> 75 mm; diatas 1,5 m -> 100mm. Lebar support ring harus tidak panjang
sampai downcomer area. Luas area unperforasi dapat dihitung dari geometri plat.
Hubungan antara panjang garis weir, tinggi garis dan sudut diberikan dengan fig.
11.32.
- lw/Dc = 0,78

- c = 105o
- = 180o 105o = 75o
- Lh/Dc = 0,12

Tray Lay Out


Layout plat digunakan cartridge type construction, dengan unperforated strip around
plat edge 50 mm dan lebar calming zone 50 mm
Perforated Area
75
Panjang rata rata unperforated edge strip = (0,5792 m 0,05 m) x
180
Panjang rata rata unperforated edge strip = 0,6923 m

Luas unperforated edge strip (Aup) = 0,05 m x 0,6923 m


Luas unperforated edge strip (Aup) = 0,035 m2

Luas calming zone (Acz) = 2x0,05 m x (0,8343 m 2x0,05 m)


Luas calming zone () = 0,073 2

() = ( + )

()
= 0,8184 2 (0,035 m2 + 0,073 m2 )

Luas total tersedia u perforated (Ap) = 0,7104 m2

13. Hole Pitch

Hole pitch (jarak antar pusat lubang) lp, harus tidak kurang dari 2 x diameter lubang
dan range normal 2,5 4,0 kali diameter lubang. Dengan range ini, pitch dapat
dipilih untuk memberikan jumlah lubang aktif yang diperlukan untuk luas lubang
tertentu. Dari bentuk square dan equilateral triangular yang digunakan, triangular
lebih dipilih.

- Ah = 0,0818 m2
- Ap = 0,7104 m2

Ah/Ap = 0,0818 m2/0,7104 m2

Ah/Ap = 0,115
- Lp/dh = 2,8
- dh = 5 mm

lp
Hole pitch = ( ) x dh
dh

Hole pitch = (2,8)x 0,005 m

Hole pitch = 0,014 m

1
Luas 1 hole = x 3,14 x (0,014 m)2
4
Luas 1 hole = 0,00015 m2
Ah
Jumlah hole =
luas 1 hole
0,0818 m2
Jumlah hole =
0,00015 m2

Jumlah hole = 532 hole