Anda di halaman 1dari 7

TABEL FAKTOR EKSPOSI

Faktor Ekposi Posisi Pasien, Posisi Objek


No Objek Proyeksi CR CP Kaset
kV mAs FFD Keterangan
AP PA: Tangan dan lengan dalam satu garis lurus
MP joint III
Ob PA: Kedua Proc. Stiloideus berjarak sama thd kaset
1 Ossa manus 40-50 4-5 100 18
LAT: lengan fleksi pd meja pemeriksaan
LAT MP joint II
LAT: Kedua Proc. Stiloideus saling superposisi
AP: punggung pgelangan tangan menempel kaset
AP AP: Tangan dan lengan dalam satu garis lurus
2 Wrist joint Pertengahan Wrist joint 40-50 4-5 100 18 AP: Kedua Proc. Stiloideus berjarak sama thd kaset
LAT LAT: lengan fleksi pd meja pemeriksaan
LAT: Kedua Proc. Stiloideus saling superposisi
AP: Tangan dan lengan dalam satu garis lurus
AP AP: Kedua Proc. Stiloideus berjarak sama thd kaset
Ossa LAT: lengan fleksi 900 pd meja pemeriksaan
3 Pertengahan Antebrachii 50-55 5-6 100 18
antebrachii LAT: Lengan tegak miring, ulna dekat kaset
LAT LAT: Kedua Proc. Stiloideus saling superposisi
LAT: lengan bawah atas dlm satu bidang datar
AP: kedua Epicondilus humerus bjarak sama thd kaset
AP AP: lengan bawah atas dlm satu bidang datar
Elbow joint/ LAT: lengan fleksi 900 pd meja pemeriksaan
4 Pertengahan Elbow joint 50-55 6-7 100 18
Cubiti LAT: Lengan tegak miring, ulna dekat kaset
LAT LAT: Kedua Epicondilus saling superposisi
LAT: lengan bawah atas dlm satu bidang datar
PP: Erect, Supine
AP AP: Tangan dan lengan dalam satu garis lurus
AP: Batas: 2.5 cm sendi bahu, sendi siku
AP: Kedua sendi masuk kolimasi
5 Humerus Pertengahan Humerus 55-60 7-8 100 24 LAT: dari AP di endorotasikan s/d radial manus menempel
(Supine). Di endorotasikan s/d dorso manus menmpel
LAT pinggang (Erect)
LAT: Batas: 2.5 cm sendi bahu, sendi siku
LAT: Kedua Epicondilus saling superposisi
PP: Erect, supine
AP AP: Tubuh rotasi 300 ke arah yg sakit scapula // film
AP: sisi yg sehat di ganjal soft bag (Supine)
Shoulder AP: Batas 2.5cm sendi bahu, prox. Humerus
6 AP Endo Proc. Coracoideus 55-60 8-10 100 18
joint AP: Posisi tangan sesuai anatomi (menghadap depan)
AP Endo: rotasi medial maksimal. Marker arah rotasi
AP Ekso AP Ekso: rotasi lateral maksimal. Marker arah rotasi

PP: Erect supine


Mid clavicula
18 Kepala, leher, bahu menmpel bucky stand (erect)
7 Clavicula Ap Axial 15-300 (Antara Proc. Acromion dg 72 10 100
lintang Batas : 3-4cm atas proc. Acromion
sternoclavicular joint)
Sternoclavicular joint s/d proc. Acromion masuk kaset
Mid scapula PP: Erect
(5cm proc. Coracoideus) AP: lengan abduksi, elbow fleksi
AP AP: Batas 5cm shoulder
2-3 jari medial dr caput
humerus, 3-4 jari inferior 24 LAT: membelakangi tabung. Tubuh sakit dekat bucky
8 Scapula 75 16 100 Bujur LAT: tubuh oblik 45-600 dari kaset
tubuh LAT: lengan fleksi, dorso manus menempel MSP - lumbal
LAT Midmedial Scapula LAT: Batas 5cm shoulder
(LAO/LPO) Margo medialis scapula LAT: Respirasi tahan nafas

PP: Supine / duduk di atas meja pemeriksaan


AP AP: Knee fleksi, plantar pedis menempel pada kaset
9 Ossa pedis 100 P Base metatarsal III 45-50 3-4 100 24
AP: Kaki lain ekstensi
O (med) O: dari AP, rotasikan medial, sampai 300 thd kaset
PP: Supine / duduk di atas meja pemeriksaan
AP axial 400 Base metatarsal III 50-55 4-5 AP: Dorsal pedis fleksi, plantar pedis kaset
10 Calcaneus 100 18 PP: Recumbent, ke arah kaki yg d periksa
LAT 2.5 cm di bawah medial
45-50 3-4 LAT: sand bag pd knee/cruris agar plantar pedis kaset
(med-lat) maleolus
PP: supine
AP Antara 2 maleolus 50-55 AP: Kaki ekstensi, rotasi medial 5-70, pedis dorsofleksi
18 AP: Kaki lain, knee fleksi, plantar pedis menempel meja
11 Ankle joint 3-4 100 Lintang AP: Kedua maleolus pd pertengahan kaset
LAT Bagi 2 LAT: Kaki sakit dorsofleski, knee ekstensi
Maleolus medialis 52
(med-lat) LAT: Rotasi 900 lateral, ankle joint true LAT
PP: supine
AP AP: upayakan ankle joint dan knee joint masuk kolimasi
30 AP: Femoral epycondylus sejajar kaset
12 Ossa Cruris Pertengahan Cruris 55-60 3-4 100
Bagi 2 LAT: Atur knee fleksi dan kaki dorsofeksi
LAT LAT: Femoral epycondilus dan patella kaset

CP CR PP: Supine, pelvis tidak rotasi


/1.3cm SIAS dg meja = <18 cm = 50 AP: Femoral epicondilus // kaset
AP
bawah apex SIAS dg meja = 19-24 cm = PP: Pasien miring, yg sakit dekat dengan meja, pelvis tdk
patella SIAS dg meja = >25 cm = 50 rotasi
Genu PP: kaki sakit fleksi ke depan, yg tdk sakit kebelakang
13 50-55 5-6 100 24
Knee joint LAT: Kaki fleksi 20-300, untuk fraktur tdk lebih 100
1 bawah Epicondylus LAT: Kaki atas bawah dalam satu bidang datar
LAT 5-70
medialis LAT: fiksasi pada ankle joint
LAT: Kedua epycondylus superposisi, patella IR

PP: Prone, tubuh tidak rotasi


Tangential T: IR di bawah knee, cruris dg IR membentuk 50-600
45
0
Melalui Patefemoral joint 55-65
(Hughston) T: Kaki diletakkan di kolimator / atau pertahankan
PP: Recumbent lateral
14 Patela 8 100 24
LAT: Kaki tdk sakit fleksi, berada didepan hip sbg fiksasi
LAT Midpatello femoral joint 50-55 LAT: kaki sakit, fleksikan knee 5-100
LAT: Epicondylus femoral superposisi, patella IR

PP: Supine, kedua tangan di samping tubuh/atas dada


AP: Kaki rotasi internal 15-200
AP 60-65
AP: Batas Hip joint, knee joint
AP: Grid/Non Grid
PP: Recumbent, sisi sakit dekat meja pmeriksaan
15 Femur Pertengahan Femur 10-15 100 30 LAT: Kaki sakit ke depan, yg lain lurus ke sisi belakang
LAT: Kaki yg tidak sakit ke depan sbg fiksasi
LAT 55-65 LAT: Panggul bawah diganjal sand bag, hip sbg fiksasi
LAT: Batas Hip joint, knee joint
LAT: Grid/Non Grid
PP: Supine, tangan di atas dada, bantalan untuk kepala
Bi Bi: Pelvis tdk rotasi - kedua SIAS bjarak sama thd meja
2.5 superior symphisis pubis 60-65 20-25
frog-leg Bi: Hip joint dan kaki fleksi, atur kaki abduksi 450
BI:Grid
Collum
16 100 24 Uni: Fleksi knee dan hip joint yg sakit
Femoris
Uni: Abduksi femur dari arah yg sakit 450 dr vertical
Uni
Mid femoralneck 55-65 10-12 Uni: Sand bag untuk fiksasi kaki
frog leg
Uni: Grid/Non grid

PP: Supine
AP Uni Femoral neck 24 AP: Pelvis tdk rotasi - kedua SIAS bjarak sama thd meja
AP: Tangan pasien senyaman mungkin
17 Hip joint 60-75 10-12 100
AP: Kaki rotasi internal 15-200 collum femoris // IR
AP Bi 2,5 cm atas symphisis pubis 30 AP: Fiksasi bawah knee dan sand bag di ankle joint
AP: Grid
PP: Supine
AP 5-100
Pertengahan antara SIAS dan AP: Pelvis tdk rotasi - kedua SIAS bjarak sama thd meja
superior simphisis pubis AP: Shoulder diberi bantalan - eliminasi kurvatura Lumb
Sacro-illiaca AP: Knee fleksi, beri bantalan agar nyaman
18 60-75 10-20 100 24
joint O: dari supine, dimiringkan 15-250 ke arah yg tdk sakit
O: bagian yg terangkat diberi soft bag
AP Ob 2,5cm medial SIAS yg diperiksa
O: tempatkan bantalan diantara knee, agar nyaman
AP / O: Tahan nafas, Grid
PP: Supine
2/ 5cm inferior SIAS AP: Kaki Rotasi internal 15-200, collum femoris // IR
AP 2/ 5cm superior symphisis 60-65 15-25 AP: beri alat bantu pada ankle agar posisi tdk berubah
pubis AP: Pelvis tdk rotasi - kedua SIAS bjarak sama thd meja
AP: Tahan nafas, Grid
19 Pelvis 100 30
PP: Recumben
LAT: beri soft bag dibawah vertebrae, agar // meja
2.5/6.4cm atas trochanter
LAT 70-75 16-25 LAT: Pelvis true LAT, SIAS pd garis sama
major
LAT: knee saling bertumpuk, beri bantalan agar nyaman
LAT: Grid
C-4 PP: Supine/erect, tangan di samping tubuh, bahu rela
(ujung thyroid cartilage/jakun) menggantung ke bawah
AP 15-200 100
AP: dagu pasien sedikit menengadah
PP: Erect bahu relax menggantung kebawah lurus
Setinggi C-4 PP: Supine recumbent, kedua tangan merapat di depan
(thyroid cartilage/jakun) kepala. Kepala di beri bantalan agar sumbu cv. cervical // IR
20 CV. Cervical LAT 60-65 15-20 18
pada MCP LAT: dagu pasien sedikit menengadah
PP: dari posisi LAT, di-oblique-kan 450 thd kaset, tangan di
152
C-4 samping tubuh, bahu menggantung relax
PA Ob (ujung thyroid cartilage/jakun) O: dagu pasien sedikit menengadah.
15-200
(L/R) AP, LAT, O: Grid

PP: Supine/duduk/erect, tangan di samping tubuh


PP: kepala diberi bantalan (supine), tubuh tegak (er/du)

T7 (antara jagular notch dan AP: kaki fleksi agar vertebrae lebih dekat dg meja (sup)
AP 55-60 8-10
proc. xiphoideus) AP: Batas 1.5-2 atas bahu

LAT: bantalan kepala, dan lumbal agar tulang // IR


LAT: kaki ditekuk, antara knee diberi softbag, agar relax
LAT: tangan di depan tubuh sebagai fiksasi
15-200 jika LAT: Batas 1.5-2 atas bahu
belum lurus
21 CV. Thoracal LAT T7, angulus inferior scapula 100 30 O: PA, sisi dekat meja, letakkan lengan tangan lurus ke
(tdk pakai
soft bag di belakang, sbg fiksasi. Kaki ditekuk agar pasien nyaman
lumbal) O: AP, tangan dekat meja sgb bantalan kepala, kaki lurus,
tangan lain di tarik ke belakang, dan telapak kaki lain
65-70 10-16
menempel meja sbg siksasi.
O: tangan dekat bukcy stand lurus kebawah, tangan lain
memegang bucky stand sbg fiksasi.
PA Ob T7, angulus inferior scapula O: membentuk 700 antara tubuh thd meja
O: Batas 1.5-2 atas bahu

AP, LAT, O: Grid, Ekspirasi tahan nafas


u/ lumbal : L3 (3.8cm di atas PP: supine/erect, tangan diatas dada
krista iliaka) PP: supine, diberi bantalan menghindari kifosis cv. Thoracal
AP 70-80 12-16
u/ lumbosacral : L4 (setinggi AP: kaki fleksi, pelvis tidak mengalami rotasi
krista iliaka) PP: recumbent/erect
u/ lumbal : L3 (3.8 cm di atas LAT: beri bantalan pd kepala agar vertebrae dlm garis lurus
100
5-80 bila krista iliaka) LAT: vertebrae dalam satu garis lurus
LAT 75-85 16-20 atau
tdk pakai u/ lumbosacral : L4 (setinggi
120 PP: PA, sisi dekat meja, letakkan lengan tangan lurus ke
soft bag krista iliaka) belakang, sbg fiksasi. Kaki ditekuk agar pasien nyaman
30
Dari MPS, ke SIAS 5cm, 4cm PP: AP, tangan dekat meja sgb bantalan kepala, kaki lurus,
diatas Krista iliaka tangan lain di tarik ke belakang, dan telapak kaki lain
22 CV. Lumbal Ob 65-70 10-16
menempel meja sbg siksasi.
O: tubuh rotasi 450
Pada MSP, setinggi 3.8cm di O: untuk menampkan zygapophiseal joint yg dekat dg kaset
L: 300 atas simphisis pubis PP: supine/erect, tangan diatas dada
AP Axial 70-80 12-16
P: 350 PP: supine, diberi bantalan menghindari kifosis cv. Thoracal
AX: kaki fleksi, pelvis tidak mengalami rotasi
100
Soft bag Dari MCP, 5cm posterior SIAS, PP: Recumbent
Kurus 3.8cm inferior Krista iliaka LL: beri bantalan pd kepala agar vertebrae dlm garis lurus
Lat (L5-S1) 75-85 16-20 18
Gemuk LL: antara knee diberi bantalan sbg fiksasi
L: 50 | P: 80 AP, LAT, O, AX, LL : Grid, Ekspirasi, tahan nafas
PP: Supine
AP: tangan di atas dada, knee sedikit fleksi, bawah knee
AP Axial 150 2/5cm di atas symphisis pubis diberi pengganjal
AP: Batas L IV-V, setinggi SIAS
65-75 16-20 PP: Prone (digunakan bila pasien tdk dapat supine)
PA: lengan diletakkan di depan dada atau senyaman pasien
PA: Batas L IV-V, setinggi SIAS
Pertengahan lengkung sacrum
23 CV. Sacrum PA 150 100 24 AP, PA: Grid, tahan nafas
yg terlihat
PP: Recumbent
LAT: beri bantalan pd kepala dan pinggang agar CV // IR
LAT: kedua kaki ditekuk dan diatur senyaman pasien
LAT: interiliaca pd pertengahan meja
LAT 3.5/ 9cm posterior dari SIAS 75-85 20-25 LAT: shoulder dan perlvis true LAT
LAT: Batas L V, setinggi SIAS
LAT: Grid, Ekpirasi tahan nafas
PP: Supine
AP: tangan di atas dada, knee sedikit fleksi, bawah knee
AP 100 2/5cm di atas symphisis pubis diberi pengganjal
AP: Batas L IV-V, setinggi SIAS
65-75 16-20 PP: Prone (digunakan bila pasien tdk dapat supine)
PA: lengan diletakkan di depan dada atau senyaman pasien
Pertengahan lengkung sacrum PA: Batas L IV-V, setinggi SIAS
24 CV Cogcygis PA 100 100 24 AP, PA: Grid, tahan nafas
yg terlihat
PP: Recumbent
LAT: beri bantalan pd kepala dan pinggang agar CV // IR
LAT: kedua kaki ditekuk dan diatur senyaman pasien
LAT: interiliaca pd pertengahan meja
3.5/9cm posterior dari SIAS,
LAT 75-85 20-25 LAT: shoulder dan perlvis true LAT
2/5cm ke inferior
LAT: Batas L V, setinggi SIAS
LAT: Grid, Ekpirasi tahan nafas

Anda mungkin juga menyukai