Anda di halaman 1dari 20

PENGELOLAAN LABORATORIUM KIMIA

Disusun Oleh :

1. Zuhairia (06101281419025)
2. Putri Nuraini Sari (06101281419071)
3. Nurhidayah(06101381419055)

Dosen Pembimbing :
1. Dra. Bety Lesmini,M.Sc.
2. Desi,S.Pd.,M.T.

Pendidikan Kimia 2014

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sriwijaya

2017
DAFTAR ISI
BAB 1 ........................................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN ........................................................................................................................................ 3
1.1. Judul Kegiatan .............................................................................................................................. 3
1.2. Tujuan Kegiatan ............................................................................................................................ 3
1.3. Hari dan Tanggal Pelaksanaan ...................................................................................................... 3
1.4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan .................................................................................................... 3
1.5. Narasumber Kegiatan..................................................................................................................... 3
BAB II........................................................................................................................................................... 5
DASAR TEORI ............................................................................................................................................ 5
2.1. BEKERJA DENGAN PERALATAN BERDAYA LISTRIK ........................................................ 5
2.1.1 Tindakan Pencegahan Umum untuk Bekerja dengan Peralata Listrik ......................................... 5
2.2. GAS MAMPAT....7

2.3. BEKERJA DENGAN TEKANAN DAN SUHU TINGGI/RENDAH ........................................... 9


2.3.1. Tindakan Pencegahan saat Menggunakan Peralatan Suhu Rendah dan Suhu Tinggi ............... 10
BAB III ................................................................................................................................................... 11
HASIL PENGAMATAN ........................................................................................................................ 11
3.1. Bekerja dengan peralatan Berdaya Listrik ................................................................................... 11
3.2. Bekerja dengan Gas Mampat ....................................................................................................... 11
3.3. Bekerja dengan Tekanan dan Suhu Tinggi atau Rendah.............................................................. 12
BAB IV ................................................................................................................................................... 13
PEMBAHASAN ..................................................................................................................................... 13
BAB V .................................................................................................................................................... 14
KESIMPULAN ....................................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

2
BAB 1

PENDAHULUAN
1. Judul Kegiatan
Judul Kegiatan Pengelolaan Laboratorium Sekolah Kali ini adalah :

BEKERJA DENGAN PERALATAN LABORATORIUM

Bekerja dengan peralatan berdaya listrik


Bekerja dengan Gas Mampat
Bekerja dengan tekanan dan Suhu Tinggi/rendah

1.2. Tujuan Kegiatan


Adapun Tujuan Kegiatan ini adalah sebagai berikut
1. Untuk mengetahui cara kerja dengan peralatan berdaya listrik
2. Untuk mengevaluasi bekerja dengan peralatan berdaya listrik
3. Untuk mengetahui cara kerja dengan gas mampat
4. Untuk mengevaluasi bekerja dengan gas mampat
5. Untuk mengetahui cara kerja dengan tekanan dan suhu tinggi dan suhu rendah
6. Untuk mengevaluasi bekerja dengan tekanan dan suhu tinggi dan suhu rendah

1.3. Hari dan Tanggal Pelaksanaan


Kegiatan ini dilaksanakan pada,
Hari/Tanggal : 1. Jumat, 31 Maret 2017
2. Selasa, 4 April 2017

1.4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Kegiatan ini dilaksanakan pada,
Tempat : 1. SMK Yayasan Teknik Kimia Palembang
2. Univesiti Pendidikan Sultan idris, Malaysia

3
1.5. Narasumber Kegiatan
1. Rusmalinda,S.Pd. ( Kepala Laboratorium Kimia SMK Yayasan Teknik Kimia
Palembang)
2. Ibrahim ( Lab Asistant Kimia organik Universiti Pendidikan Sultan idris, Malaysia)

4
BAB II

DASAR TEORI

2.1. BEKERJA DENGAN PERALATAN BERDAYA LISTRIK


Peralatan berdaya listrik yang ada di laboratorium kimia meliputi pompa cairan dan
vakum, peralatan sinar-X, hot plate, oven, peranti elektrokimia , dll

2.1.1 Tindakan Pencegahan Umum untuk Bekerja dengan Peralata Listrik


1) Pasang isolasi dengan baik pada semua peralatan listrik setiap bulan. Minta pegawai
yang kompeten mengganti kabel yang terurai atau rusak.

2) Pastikan semua peralatan listrik dan suplai daya telah terisolasi aliran listriknya.
3) Letakkan peralatan listrik di tempat yang dapat mengurangi kontak dengan
tumpahan atau uap mudah terbakar. Jika air atau bahan kimia tumpah pada
peralatan listrik, segera matikan daya di sakelar utama atau pemutus arus dan
lepaskan peranti dari sumber listrik menggunakan sarung tangan karet.
4) Kurangi kondensasi yang dapat menyebabkan peralatan listrik menjadi terlalu
panas, berasap, atau terbakar. Jika ini terjadi, segera matikan daya di sakelar utama
atau pemutus arus dan lepaskan peranti dari sumber listrik menggunakan sarung
tangan karet.
5) Untuk mengurangi kemungkinan kejutan listrik, hubungkan peralatan ke saluran
pentanahan yang baik menggunakan bahan lantai yang sesuai.
6) Lepaskan peralatan dari sumber listrik sebelum melakukan penyetelan, modifi kasi,
atau perbaikan alat tersebut.

5
7) Pastikan semua pekerja mengetahui lokasi dan cara mengoperasikan sakelar utama
dan kotak pemutus arus.
8) Pastikan bahwa pekerja laboratorium yang terlatih mengetahui cara mematikan
peralatan yang memiliki bagian berputar atau bergerak dengan aman.

2.1.2 Tindakan Pencegahan jika Bekerja dengan Peralatan Khusus


Ada juga beberapa tindakan keselamatan khusus untuk perangkat listrik seperti yang ada
dalam daftar berikut:
Pompa vakum
- Gunakan pelindung tekanan, masker wajah, tudung bahan kimia laboratorium.
- Jangan sampai air, pelarut, dan gas korosif memasuki sistem vakum gedung. Jika
terjadi potensi masalah semacam itu, gunakan perangkap dingin, bukan aspirator air.
- Lindungi pompa vakum mekanik dengan perangkap dingin. Keluarkan udara buang
ke cerobong buang atau ke luar gedung. Jika zat pelarut atau zat korosif tidak sengaja
masuk ke pompa, ganti oli sebelum digunakan lagi.
- Tutupi sabuk dan puli pada pompa vakum dengan pemandu.
Lemari es dan freezer
- Jangan menyimpan bahan kimia yang mudah terbakar dalam lemari es, kecuali
penyimpanan yang telah disetujui
- Jangan menyimpan oksidator atau bahan yang sangat reaktif dalam unit yang sama
dengan bahan yang mudah terbakar
- Labeli semua bahan dalam lemari es dengan isi, pemilik, tanggal , perolehan atau
penyiapan, dan sifat potensi bahayanya.

2.2. BEKERJA DENGAN GAS MAMPAT

6
2.2.1. LABELING
Warna pada label menunjukkan sifat bahayanya
Merah : Mudah terbakar / Flammable
Hijau : Tidak mudah terbakar / non Flammable
Kuning : Oksidator
Putih : Beracun
Demi keselamatan, sebelum menggunakan tabung bertekanan baca MSDS-nya
terlebih dahulu.

2.2.2. MACAM MACAM GAS MAMPAT


1. GAS MUDAH TERBAKAR
Yang termasuk gas mudah terbakar adalah propane, buthane, ethylene oksida,
hydrogen, acetilen, dll.
Pada dasarnya gas-gas tersebut akan menyala bila bertemu dengan sumber api (rokok,
alat pengelasan, percikan penggerindaan) dan udara.
Karena berat jenis gas mudah terbakar lebih ringan dari udara gas-gas tersebut bisa
terakumulasi di bagian atas sehingga sangat berbahaya pada pekerjaan confined
spaces. Persenyawaan udara, hidrogen dan sumber api hasilnya adalah ledakan. Hal
yang sama persenyawaan oksigen dan asetilen dapat menyebabkan ledakan pada
ruang tertutup. Gas asetilen harus mempunyai safety valve yang akan membantu
untuk melepaskan gas saat tekanan tabung tersebut naik ketika terbakar.

2. GAS TIDAK MUDAH TERBAKAR


Yang termasuk gas yang tidak mudah terbakar adalah nitrogen, helium.
Oksigen untuk pernafasan tidak boleh diganti dengan oksigen murni karena dapat
menyebabkan ledakan.
Membersihkan badan / menghilangkan debu dengan udara bertekanan juga bisa
menyebabkan ledakan / api.
CO2 dengan konsentrasi >10% menyebabkan sesorang pingsan atau meninggal tidak
peduli berapapun konsentrasi udara di area tersebut.

7
CO2 cair yang dilepaskan ke atmosfir bisa menyebabkan kebekuan mata ataupun
kulit. CO2 harus disimpan pada tempat yang cukup ventilasi udaranya.
Nitrogen oksida mempunyai bau dan rasa yang manis digunakan sebagai gas
pembiusan bisa menimbulkan kematian bila ditempatkan pada tempat yang
mengandung gas murni seperti oksigen di udara.
Membuang gas merupakan aktifitas berbahaya, harus dilakukan pada ruang terbuka
dan jauh dari manusia serta bahan-bahan yang mudah terbakar

3. OKSIDATOR
Salah satu gas yang tergolong sebagai oksidator adalah oksigen. Sifat oksigen bisa
diketahui warna label kuning pada tabung. Bahan yang tidak mudah terbakar diudara
bisa terbakar dengan banyaknya atau bertambahnya kadar oksigen di udara / atmosfir.
Oksigen yang ditambahkan pada bahan berminyak bisa menyebabkan timbulnya api,
hindarkan bahan yang mengandung oli seperti sarung tangan yang kotor oleh oli,
pemberian oli pada regulator oksigen.
Jangan pernah memindahkan regulator oksigen pada tabung gas yang mudah terbakar
sebelum dibersihkan oleh personil yang berkompeten.

4. GAS BERACUN
Yang termasuk gas beracun adalah seperti amonia, sulfur dioksida, chlorin, dll. Jika
gas-gas tersebut terhirup oleah manusia maka gas beracun tersebut akan masuk ke
seluruh tubuh tegantung pada kadar racun yang masuk.
Gas-gas beracun bisa menimbulkan kematian jika ditangani dengan tidak tepat.
Baca dengan teliti MSDS sebelum menggunakan gas beracun karena pada MSDS
dijelaskan potensi bahaya, batas paparan, cara menyimpan, cara penanganan apabila
terjadi kebocoran, pertolongan pertama, dll.

2.2.3. PENANGANAN TABUNG BERTEKANAN/ GAS MAMPAT


Memiliki berbagai macam tabung bertekanan kita harus mengetahui prosedur
keselamatan tiap tiap tabung tersebut.

8
1. Jangan pernah menempatkan tabung pada udara panas yang dapat meningkatkan
tekanan dalam tabung.
2. Siapkan troli khusus yang digunakan saat mengangkat tabung. Jika tabung terlalu
berat diangkat mintalah bantuan rekan untuk mengangkatnya, jangan menyeret
atau menariknya di atas tanah / lantai.
3. Tabung disimpan dengan aman agar tidak terjatuh / terbentur dinding. Tabung
mudah terbakar harus disimpan sejauh 6 meter dari oksidator.
4. Simpan tabung kosong dengan tabung yang berisi.
5. Jangan pernah menyimpan / meletakkan tabung di area terbuka yang terkena sinar
matahari secara langsung atau sumber panas lainnya.
6. Karena tabung terbuat dari logam, jangan pernah menyimpan dekat sumber listrik
/ panel listrik.

2.2.4. REGULATOR
Regulator merupakan vitur keselamatan yang sangat penting yang dirancang untuk
menutup gas, alat tersebut harus kencang, bersih dan juga tidak retak.
Jangan pernah memaksa membuka sambungan, kita harus mengikuti prosedur
keselamatan.
Kecuali untuk digunakan regulator harus ditutup dengan baik.
Saat tabung digunakan buka regulatornya dan jauhkan dari pekerja disekitas saat
membukanya.
Saat memindahkan tabung regulator harus dilepas dari tabung, memegang regulator
saat mengangkat / memindahkan tabung sangat berbahaya karena apabila regulator /
main valve patah tabung dapat melesat ke udara dengan tekanan tinggi, untuk itulah
sebabnya ketika tidak digunakan penutup tabung harus selalu terpasang.

2.3. BEKERJA DENGAN TEKANAN DAN SUHU TINGGI/RENDAH


Bekerja dengan bahan kimia berbahaya pada tekanan tinggi dan rendah dan/ atau suhu
tinggi dan rendah memerlukan perencanaan dan tindakan pencegahan khusus.Untuk
beberapa eksperimen, tekanan dan suhu ekstrem harus dikelola secara bersamaan.
Peralatan yang sesuai harus digunakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

9
2.3.1. Tindakan Pencegahan saat Menggunakan Peralatan Suhu Rendah dan Suhu Tinggi
Pilih peralatan bersuhu rendah atau tinggi dengan saksama. Jika diperlukan kombinasi
material, pertimbangkan ketergantungan suhu volumenya sehingga kebocoran, pecahan,
dan peretakan kaca dapat dihindari. Stainless steels yang mengandung 18% kromium dan
8% nikel mempertahankan ketahanan tumbukannya hingga sekitar 240C. Ketahanan
tumbukan aluminium, tembaga, nikel, serta logam dan campuran tahan karat lainnya
meningkat seiring dengan naiknya suhu. Gunakan baja campuran khusus untuk cairan atau
gas yang berisi hidrogen pada suhu lebih dari 200C atau pada tekanan lebih dari 34,5
MPa (500 psi).

10
BAB III

HASIL PENGAMATAN
3.1. Bekerja dengan peralatan Berdaya Listrik
1. Peralatan Berdaya Listrik yang ada di Laboratorium kimia SMK Yayasan Teknik Kimia
Palembang , yaitu :
Hot Plate
Oven
Neraca Analitik
2. Prosedur Bekerja dengan Peralatan Berdaya Listrik di SMK Yayasan Teknik Kimia
Palembang
Menggunakan Alat Pelindung diri, saat kelas 10 mereka juga ada mata pelajaran
TDLPK ( teknik dasar pengenalan laboratorium Kimia) , sehingga sebelum
praktikum hanya mengulang kembali
Memakai sandal
Memeriksa Pengaturan Listriknya
3. Peletakkan Peralatan berdaya Listrik
Oven
Ditempatkan jauh dari jangkuan, di kiri paling ujung laboratorium kimia
Hot Plate
Dimasukkan di dalam Kardus, dan hanya dikeluarkan saat pemakaian. Dan peletakannya
di tempat yang mudah di jangkau
Neraca Analitik
Ditempatkan di tempat yang mudah terjangkau

3.2. Bekerja dengan Gas Mampat


Di Universiti Pendidikan Sultan Idris Terdapat gas mampat dan beberapa aturannya
1. Gas mampat ditempatkan di dalam sebuah ruangan
2. Peletakan sebuah tabung berdasarkan gas yang masih penuh dan gas kosong
3. Gas langsung ditandai bukan berdasarkan sifat, tapi langsung berdasarkan nama gas
tersebut

11
4. Di upsi terdapat gas nitrogen, gas argon , gas helium, dan gas hydrogen tetapi gas
hydrogen diletakkan terpisah dengan gas gas tersebut.
5. Dalam prosedur di laboratorium , gas mampat diletakkan di pojok kanan ujung
laboratorium
6. Di laboratorium tersebut gas mampat di trali, sama seperti di gudang penyimpanan

3.3. Bekerja dengan Tekanan dan Suhu Tinggi atau Rendah


1. Praktikum di Laboratorium Kimia SMK YTK PALEMBANG yang bekerja dengan
tekanan
- Tidak ada
2. Praktikum di Laboratorium Kimia SMK YTK PALEMBANG yang bekerja dengan suhu
tinggi atau rendah
- Pemanasan
- Destilasi
3. Prosedur Kerja
- Mereka memahami APD dulu ( Alat Pengaman Diri)
- Diberi arahan dan prosedur oleh guru, bahaya dll

12
BAB IV

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan di SMK YTK Kimia Palembang di laboratorium kimia


pada tanggal 31 Maret 2017 jam 10.00 WIB sampai selesai. Kami telah observasi beberapa hal
tentang berkerja dengan peralatan laboratorium kimia sekolah SMA yaitu berkerja dengan
peralatan berdaya listrik, gas mampat dan tekanan suhu tinggi/rendah. Di laboratorium kimia
SMK YTK Kimia Palembang ternyata ada beberapa alat yang menggunakan peralatan berdaya
listrik yaitu Hot Plate, Oven, neraca analitik, pompa destilasi dan lain-lain. Alat-alat tersebut
digunakan ketika ada praktikum yang menggunakan alat tersebut, jika tidak digunakan alat
tersebut di simpan dan di matikan stop kontak listriknya. Contohnya praktikum destilasi
menggunakan daya listrik untk pompa nya selain itu pembuatan VCO melalui pemanasan.
Aliran listrik yang ada di laboratorium kimia tersebut selalu di periksa tiap bulan untuk
menghindari terjadinya konsleting listrik menjaga kemanan dan keselamatan kerja. Setiap
praktikum yang menggunakan peralatan listrik ada prosedurnya, jadi setiap siswa mempelajari
sebelum praktikum dimulai dan guru juga menjelaskan prosedur tersebut. Ketika praktikum yang
menggunakan berdaya listrik setiap siswa menggunakan alat pelindung diri (APD) antara lain
sarung tangan, menggunakan sandal, tangan dalam keadaan kering. Untuk peralatan bedaya
listrik di letakan dekat dengan stop kontak agar mudah untuk menghidupkan alat tersebut
karenanya oven di letakkan di sudut laboratorium di meja plataran laboratorium.
Selanjutnya berkerja dengan gas mampat, untuk di SMK YTK Kimia sendiri tidak
menggunakan gas mampat. Tidak ada praktikum yang menggunakan gas mampat ataupun alat
gas mampat itu sendiri.
Selanjutnya berkerja dengan tekanan dan suhu tinggi/rendah, untuk SMK YTK Kimia
tidak ada praktikum yang menggunakan tekanan dan suhu rendah/tinggi akan tetapi untuk
berkerja dengan suhu tinggi/rendah ada contonya yaitu pemanasan dan destilasi. Untuk
mengekstraksi pernah dilakukan siswa SMK ini dengan peralatan ekstraksi. Untuk prosedur kerja
di jelaskan guru dan siswa juga dikasih hardcopy prosedur untuk berkerja. Apabila berkerja
dengan suhu tinggi/rendah siswa diwajibkan menggunakan alat pelindung diri untuk keselamatan
diri dan orang sekitar.

13
Selanjutnya kami melakukan pengamatan di university pendidikan sultan idris tentang
gas mampat, penempatan gas mampat disana terletak pada sebuah ruangan yang berisi semuanya
gas mampat. Didalam ruangan tersebut, gas mampat dibedakan berdasarkan spesifikasi dan
namanya,, dan peletakan antara gas yang kosong atau gas penuh. Dan apabila gas yang mudah
terbakar dijauhkan dengan gas yang lainnya,seperti contohnya hydrogen yang ada di upsi.
Sedangkan procedural cara bekerja di dalam laboratorium langsung dikerjakan oleh lab assistant
laboratorium instrument upsi.berdasarkan hasil pengamatan diruangan tersebut, gas yang ada
disana yaitu hydrogen, helium, argon, nitrogen. Dan penggunaan trali pada gas mampat tersebut
supaya gas mampat tidak terjatuh atau menggelinding.

14
BAB V

KESIMPULAN

1. Di SMK YTK Kimia Palembang prosedur kerja dengan peralatan listrik sudah ada
untuk siswa maupun guru tersebut.
2. Tidak ada perlatan gas mampat dan prosedur kerja gas mampat di smk ytk kimia
3. Percobaan menggunakan suhu rendah juga ada, Tapi untuk suhu tinggi tidak ada di
smk ytk kimia
4. Di upsi, gas mampat yang ada itu helium, nitrogen,argon dan hydrogen
5. Di upsi, gas hydrogen diruang penyimpanan dijauhkan dengan gas gas lainnya karna
sangat mudah terbakar
6. Gas gas tersebut dilabeli di dinding tempat peletakannya diruang penyimpanan ,
dengan nama dan gas penuh atau gas kosong

15
DAFTAR PUSTAKA

Moran, lisa. Dkk. 2010. Keselamatan dan Keamanan laboratorium kimia. Washington , DC :
National Academies Press

Nurrudin. 2012. Keselamatn pada gas mampat. (Online ). Http ://nurrudin.wordpress.com/2-


12/03/13/Keselamatan-pada-tabung-gas/. (Diakses pada tanggal 29 Maret 2017)

Tari. 2014. Bekerja dengan daya listrik . (Online). Http://Tari.wordpress.com/2014/12/14/


Bekerja-dengan-daya listrik/. (Diakses pada tanggal 29 Maret 2017) . (Diakses pada
tanggal 29 Maret 2017)

16
LAMPIRAN PERALATAN BERDAYA LISTRIK

17
18
LAMPIRAN PROSEDUR KERJA

19
LAMPIRAN GAS MAMPAT DI UPSI

20