Anda di halaman 1dari 2

Tugas Perilaku Konsumen

Kelas Senin Pagi

Nama : Andy Hartono

NIM : F24140044

Toko yang saya amati terletak di Desa Babakan, Dramaga , Jawa Barat. Lokasi
spesifiknya adalah di dekat warung makan Konohadi dekat asrama putra serta
warung makan Red Corner. Warung ini adalah warung kelontong yang menjual
keperluan rumah tangga , kebutuhan sehari-hari, , makanan, dan minuman ringan.
Tempatnya tidak terlalu besar, namun cukup rapih. Lingkungan social di daerah ini
tidak terlalu ramai , Karena lingkungan sekitarnya adalah perumahan warga.
Lingkungan fisik dari toko ini melebar ke samping, menyatu ke rumah pemilik toko.
Jalanan di depan toko adalah turunan, serta di sekeliling toko terdapat banyak tanaman-
tanaman pot. Konsumen yang membeli rata-rata di toko ini adalah warga sekitar dan
mahasiswa IPB yang melalui jalan tersebut. Situasi pembelian cenderung tidak terlalu
ramai, artinya transaksi dilakukan tidak terlalu intensif. Saat pengamatan toko,
dilakukan pada waktu pagi hari, sehingga cuaca cukup cerah , sejuk, dan nyaman.
Suasana hati yang tergambar di sekitar toko ini cenderung damai, asri, dan rukun.
Sistem pemasaran dilakukan masih secara sederhana. Layout dari toko yang
menampilkan barang-barang yang dipaparkan langsung ke lingkungan sekitar secara
visual. Penataan yang rapih, bertumpuk, dan berkelompok akan memancing orang yang
melewati jalan tersebut untuk membeli barang-barang tersebut. Informasi barang-
barang tidak dipaparkan secara langsung dari kata-kata , hanya memberi penampakan
dari barang tersebut. Hal ini bisa dikatakan bahwa bentuk informasi mengenai barang-
barang disajikan dari penampakan visual saja.

Dari segi teknologinya, penerapan teknologi dan fitur kekinian rasanya belum
diaplikasikan di toko kelontong tersebut. Komunikasi pembelian dilakukan secara
langsung dan verbal seperti biasa antara pembeli dan penjual. Transportasi barang ke
konsumen tidak disajikan secara khusus. Artinya, barang dibeli konsumen dan
langsung dibawa konsumen, tanpa ada fitur khusus seperti delivery order dan
pengiriman lintas daerah. Sistem berbasis internet atau online belum ada. Pembayaran
dilakukan dengan uang tunai saja secara langsung. Karena toko masih berbasis
tradisional, system E-Commerce, Mobile Purchasing, dan Credit Card juga tidak
diaplikasikan. Hal ini disebabkan target penjualan hanya terbatas suatu desa yang tidak
terlalu besar. Selain itu, banyaknya toko-toko di sekitar desa membuat system
teknologi khusus sulit terwujud. Mata uang yang berlaku sebagai alat pembayaran
adalah Rupiah. Tidak ada mesin uang khusus, seperti brankas dan meja elektronik
seperti di toko-toko swalayan yang lebih modern. Di dalam toko, ada peralatan yang
menggunakan listrik seperti kulkas dan kipas angina saja. Kulkas berfungsi untuk
menyimpan minuman-minuman dan produk-produk yang tidak tahan panas. Selain itu,
kulkas juga berperan untuk fungsi pengawetan produk pangan. Kipas angina sebagai
pendingin ruangan, agar pembeli lebih nyaman melihat-lihat dan bertransaksi. Tidak
ada banner/ spanduk khusus di dalam toko sebagai media promosi juga. Sepertinya
pemilik toko membatasi penggunaan teknologi khusus karena target pasar dari toko ini
kecil dan faktor lokasi toko bukan di tempat pusat kota yang penuh dengan mobilisasi
pasar dan pemintaan barang dan jasa. Barang juga dijual bukan dalam unit yang
banyak, artinya pembelian terhadap barang/ jasa dengan skala unit/ satuan saja.
Teknologi penggudangan produk juga tidak ada fitur khusus. Stok barang ditempatkan
di dalam ruangan rumah yang menyambung .ke toko. Diketahui bahwa barang-barang
yang dijual di toko tersebut berasal dari supplier toko-toko lain ataupun pemesanan ke
toko kelontong lain yang lebih besar dan modern.