Anda di halaman 1dari 6

DEMAND AND SUPPLY APPLICATIONS

Dalam masyarakat terdapat sebuah system kelembagaan yang menentukan apa yang
diproduksi, bagaimana memproduksinya, dan untuk siapa hasil produksinya. Dalam beberapa
kelompok masyarakat, keputusan ini dibuat secara terpusat melalui lembaga perencanaan atau
dengan instruksi pemerintah. Namun, dalam setiap masyarakat, banyak keputusan yang dibuat
dengan cara desentralisasi yaitu melalui operasi pasar.
1. Sistem harga: Penjatahan dan Pengalokasian Sumber Daya
System pasar, disebut juga system harga, memiliki dua fungsi penting dan berkaitan erat.
Pertama, menyediakan mekanisme otomatis untuk mendistribusikan barang dan jasa yang
langka. Artinya, system harga berfungsi sebagai perangkat penjatahan harga (price rationing)
untuk mengalokasikan barang dan jasa kepada konsumen ketika kuantitas yang diminta melebihi
kuantitas yang ditawarkan. Kedua, system harga menentukan alokasi sumber daya diantara
produsen.

Penjatahan Harga (Price Rationing)


Figure 4.1 menunjukkan kurva supply dan demand untuk gandum. Pemasok gandum yang
besar berasal dari Rusia dan Amerika Serikat. Gandum dijual di pasar dunia dan digunakan
untuk menghasilkan berbagai produk makanan seperti sereal dan roti. Sehingga gandum sangat
dibutuhkan oleh perusahaat makanan besar yang memproduksi roti, sereal, dan kue.

Pada gambar di atas menunjukkan bahwa harga ekuilibrium gandum adalah $160 per juta
ton pada musim semi 2010. Pada harga ini, petani dari seluruh dunia diharapkan untuk
mendatangkan 61,7 juta ton gandum ke pasar. Kondisi ekuilibrium pasar yaitu pada harga $160
per juta ton, karena pada harga ini kuantitas yang diminta sama dengan kuantitas yang
ditawarkan (titik C).
Pada musim panas 2010 kebakaran melanda Rusia dan menghancurkan sebagian besar
ladang gandum. Pada gambar, kurva penawaran gandum bergeser ke kiri, dari Sspring 2010 ke Sfall
2010. Pergeseran kurva penawaran menciptakan situasi permintaan yang berlebih pada harga lama
yaitu $160. Pada harga itu, kuantitas yang diminta adalah 61,7 juta ton tetapi terbakarnya
persediaan gandum Rusia untuk dunia menyisakan persediaan hanya 35 juta ton.
Berkurangnya pasokan menyebabkan harga gandum meningkat tajam, sebabnya pasokan
yang tersedia dijatah. Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa akibat harga naik, kuantitas
yang diminta menurun, kurva permintaan bergerak dari titik C (61,7 juta ton) menuju titik B
(41,5 ton). Kenaikan harga menyebabkan perubahan perilaku dari petani gandum, mereka
memanen tanamnnya dengan lebih hati-hati, dan juga mungkin beberapa gandum di pasok dari
penyimpanan dan di bawa ke pasar. Sehingga kuantitas yang ditawarkan meningkat dari 35 juta
ton (titik A) menjadi 41,5 juta ton (titik B). Sehingga ekuilibrium yang baru berada pada harga
$247 juta per ton dengan 41,5 juta ton ditransaksikan pasar.
Ada beberapa harga yang akan clear any market. Misalkan pasar untuk sebuah lukisan
terkenal seperti Jackson Pollocks No. 5, 1948, yang diilustrasikan pada Figure 4-2. Pada harga
yang rendah, akan terjadi kelebihan permintaan yang sangat besar untuk sebuah lukisan terkenal
tersebut. Akan terjadi penawaran harga sampai hanya ada satu demander yang tersisa. Kiranya,
harga tersebut akan sangat tinggi. Bahkan, lukisan Pollock terjual dengan rekor sebesar $140 juta
pada tahun 2006. Jika produk dalam penawaran sangat langka, seperti lukisan tunggal, harga
dapat dikatakan ditentukan oleh demander.
Hambatan di Pasar dan Alternatif Mekanisme Penjatahan
Terkadang, baik perusahaan pemerintah dan swasta memutuskan untuk menggunakan
mekanisme selain system pasar untuk menjatahkan item ketika terdapat permintaan berlebih
pada harga saat ini. Dasar pemikiran yang paling sering digunakan adalah keadilan.
Minyak, Bahan Bakar, dan OPEC
The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) adalah organisasi yang
terdiri dari 12 negara (Aljazair, Angola, Ekuador, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Qatar, Arab
Saudi, dan Venezuela) yang bersama-sama menguasai sekitar sepertiga dari pasokan minyak
pada tahun 2010. Pada tahun 1973 dan 1974, OPEC memberlakukan embargo pada pengiriman
minyak mentah ke Amerika Serikat. Akibatnya adalah penurunan drastis dalam jumlah bahan
bakar yang tersedia pada pompa bahan bakar lokal.
Pemerintah memutuskan bahwa penjatahan bahan bakar hanya untuk mereka yang bersedia
dan mampu membayar adalah tidak adil, dan Kongres memberlakukan price ceiling, atau harga
maksimum, yaitu $0,57 per galon bahan bakar biasa bertimbal. Price ceiling dimaksudkan untuk
menjaga agar bahan bakar terjangkau. Pada harga yang dibatasi, kuantitas yang diminta tetap
lebih besar dari jumlah yang ditawarkan.

Pada tahun 1974, diberlakukan harga maksimum $0,57 per galon. Jika harga telah
ditetapkan oleh interaksi penawaran dan permintaan, harga tersebut akan meningkat menjadi
sekitar $1,50 per gallon. Pada harga $0,57 per gallon, kuantitas yang diminta melebihi kuantitas
yang ditawarkan. Karena system harga tidak diizinkan berfungsi, system penjatahan alternative
harus ditemukan untuk mendistribusikan pasokan bahan bakar yang tersedia.
Beberapa cara telah dicoba dan yang paling umum dari semua system penjatahan nonprice
adalah queuing, yaitu istilah yang berarti mengantri. Selama tahun 1974, terjadi antrian yang
sangat panjang setiap hari SPBU. Dengan system ini, bahan bakar hanya untuk orang-orang yang
bersedia membayar, tetapi pengorbanan diukur dalam waktu dan kejengkelan bukan uang.
Perangkat penjatahan nonprice kedua yang digunakan selama krisis bahan bakar adalah
favored customers. Banyak pemilik SPBU memutuskan untuk tidak menjual bahan bakar kepada
masyarakat umum, tetapi menyimpan pasokan langka tersebut untuk teman-teman dan favored
customers.
Metode lain untuk membagi pasokan yang tersedia adalah penggunaan ration coupons. Hal
ini disarankan pada tahun 1975 dan 1979 bahwa keluarga diberikan tiket jatah atau kupon yang
memberikan mereka hak untuk membeli sejumlah galon bahan bakar setiap bulannya.

Mekanisme Penjatahan untuk Konser dan Tiket Olahraga


Pada sebuah konser di Staples Center, tersedia 20.000 kursi. Sehingga jumlah penawaran
tiket yang disediakan adalah sebanyak 20.000. Sudah pasti bahwa tersedia good seats dan bad
seats, tetapi untuk memudahkan, diasumsikan bahwa semua kursi yang tersedia adalah sama dan
promotor meng-charge sebesar $50 per tiket untuk semua tiket. Seperti yang ditunjukkan pada
Figure 4.4 bahwa penawaran digambarkan oleh garis vertical di 20.000. Mengubah harga tidak
akan mengubah jumlah penawaran kursi. Pada gambar tersebut, kuantitas yang diminta pada
harga $50 adalah sebanyak 38.000, sehingga pada harga ini terdapat kelebihan permintaan
sebesar 18.000.
Seperti dalam kasus bahan bakar, berbagai mekanisme penjatahan dapat digunakan. Yang
paling umum adalah queuing. Tiket akan mulai dijual pada waktu tertentu, dan orang-orang akan
menunggu. Saat ini penjual tiket memiliki ruang tunggu virtual online. Tiket untuk World Series
mulai dijual pada waktu tertentu di bulan September, dan orang-orang masuk ke situs web pada
saat yang tepat dan masuk dalam electronic queue untuk dapat membeli tiket. Seringkali tiket
sudah habis terjual dalam hitungan menit.
Terdapat juga favored customer. Mereka yang mendapatkan tiket tanpa mengantri adalah
politisi lokal, sponsor, dan teman-teman artis atau teman-teman pemain.
Tetapi once the dust settles, kekuatan teknologi dan konsep dari opportunity cost telah
mengambil alih. Bahkan jika Anda mendapatkan tiket untuk harga $50 yang relatif rendah,
bukan berarti itu adalah biaya yang sebenarnya. Biaya yang sebenarnya adalah apa yang
melepaskan untuk mendapatkan kursi. Jika orang-orang di eBay, StubHub, atau Ticketmaster
bersedia membayar $300 untuk tiket Anda, itulah yang harus Anda bayar, atau pengorbanan
untuk datang ke konser. Banyak orang, bahkan penggemar fanatic akan memilih untuk menjual
tiket itu. Sehingga sulit untuk menghentikan pasar dari penjatahan tiket kepada orang-orang yang
bersedia dan mampu membayar paling banyak.

Prices and the Allocation of Resources


System pasar sebagai mekanisme untuk mengalokasikan barang dan jasa yang langka
diantara permintaan bersaing sangat membuka pikiran, tetapi pasar menentukan lebih dari
sekedar distribusi dari final output. Hal ini juga menentukan apa yang diproduksi dan bagaimana
sumber daya dialokasikan antara competing uses.
Anggap bahwa perubahan preferensi pelanggan menyebabkan kenaikan permintaan untuk
barang atau jasa yang spesifik. Selama 1980an, masyarakat datang ke restaurant lebih sering
daripada sebelumnya. Peneliti berpikir bahwa tren ini yang berlangsung hingga saat ini, adalah
secara parsial merupakan hasil dari perubahan sosial dan peningkatan pendapatan. Pasar
merespon terhadap perubahan permintaan dengan penggeseran sumber daya, baik modal dan
tenaga kerja, untuk menjadi restoran yang lebih baik.
Dengan adanya peningkatan permintaan untuk makanan di restoran, harga makan di luar
meningkat dan bisnis restoran menjadi lebih menguntungkan. Keuntungan yang lebih tinggi
menarik bisnis baru dan mendorong restoran lama melakukan perluasan. Modal baru dan
mencari keuntungan, menuju pada bisnis restoran, begitu juga dengan tenaga kerja. Restoran
baru membutuhkan koki, dan koki membutuhkan pelatihan. Dalam menanggapi peningkatan
permintaan untuk pelatihan, sekolah masak baru dibuka dan sekolah yang ada mulai
menawarkan kursus di bidang kuliner.
Intinya adalah perubahan harga akibat pergeseran permintaan di pasar output menyebabkan
laba yang naik atau turun. Upah yang lebih tinggi menarik tenaga kerja dan mendorong pekerja
untuk mendapatkan keterampilan. Inti dari sistem, supply, demand, dan harga di pasar input dan
output menentukan alokasi sumber daya dan kombinasi dari barang dan jasa yang dihasilkan.

Price Floor
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, price ceiling sering diberlakukan karena penjatahan
harga yang dipandang tidak adil, dimana menghasilkan mekanisme penjatahan alternative yang
tidak efisien dan mungkin juga tidak adil. Dari adanya beberapa argument yang sama tersebut
dapat dibuat price floor, yaitu harga minimum. Jika price floor ditetapkan diatas harga
ekuilibrium, hasilnya adalah akan terjadi kelebihan penawaran; kuantitas yang ditawarkan akan
lebih besar dari jumlah yang diminta.
Contoh umum untuk price floor adalah minimum wage. Pengusaha berdasarkan hukum
federal tidak diizinkan untuk memberi upah lebih kecil dari $7,25 per jam (in 2010) kepada
pegawai. Kritikus berpendapat bahwa ketika upah minimum di atas ekuilibrium, hasilnya akan
banyak pengangguran. Pada upah sebesar $7,25, kuantitas tenaga kerja yang diminta kurang dari
kuantitas tenaga kerja yang ditawarkan. Setiap kali price floor ditetapkan di atas ekuilibrium,
akan terjadi kelebihan penawaran.