Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penulisan berita yang baik dan benar merupakan modal utama bagi
seorang wartawan atau penulis berita. Sehingga reportase yang ingin ia
sampaikan benar-benar dapat ditangkap oleh para pembaca atau pendengar
dengan baik. Berita merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan di
zaman sekarang ini. Hampir setiap hari kita mendapatkan berita-berita dari
berbagai media massa, mulai dari surat kabar, radio, televisi sampai internet.
Berita juga bisa berbentuk laporan tentang suatu kejadian yang sedang terjadi
baru baru ini atau keterangan terbaru dari suatu peristiwa. Dengan kata lain
berita adalah fakta menarik atau sesuatu hal yang penting yang disampaikan
pada masyarakat orang banyak melalui media. Tapi tidak semua fakta bisa
diangkat menjadi suatu berita oleh media. Karena setiap fakta akan dipilih
mana yang pantas untuk disampaikan pada masyarakat.
Kegiatan jurnalistik selalu terkait dengan berita, sejak dari pengertian
mengenal berita, cara pengumpulan (wawacanra dan investigatif) bahan berita
serta tehnik penulisannya. Sebagai titik awal kita harus mengetahui apa itu
berita, bagaimana perkembangan pengertian mengenai berita, unsur-unsur yang
menentukan besar kecilnya berita. Secara praktis berita dapat didefenisikan
sebagai laporan tentang suatu peristiwa yang sudah terjadi yang dipandang
penting untuk menentukan sikap serta tindakan.
Secara umum berita maupun artikel adalah bentuk karya tulis yang
bermanfaat untuk menyebarkan informasi kepada khalayak ramai yang
menggambarkan kegiatan organisasi. Dari dua karya tulis tersebut, masing-
masing memiliki kelebihan tersendiri. Sehingga dari tujuan dan manfaat kedua
karya tulis itu pun berbeda. Tujuan dan manfaat berita adalah menyusun
laporan kegiatan perusahaan secara singkat, padat dan atraktif, agar khalayak
mengetahui misi perusahaan, atau organisasi. Sementara tujuan dan manfaaat

1
artikel itu sendiri merupakan karya tulis menggambarkan kegiatan organisasi
atau perusahaan serta ditulis secara lengkap, padat dan menarik. Artikel biasa
dijadikan alat propoganda, agar khalayak menarik dan berminat untuk
mengetahui produk perusahaan atau organisasi.
Menulis berita bukan sekedar mencurahkan isi hati. Sebuah berita harus
dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, aktual, dan informatif. Tidak
seperti menulis karangan yang mendayu-dayu. Kualitas berita tentu harus
memenuhi kriteria umum penulisan, yaitu 5W+1H yang sudah menjadi sego
jangan (di luar kepala) buat seorang jurnalis. Selain syarat tersebut, sebenarya
ada juga syarat yang juga wajib dimengerti oleh seorang jurnalis, yaitu
persyaratan bentuk. Dalam jurnalistik syarat bentuk ini lebih sering dikenal
dengan sebutan Piramida Terbalik. Kenapa disebut Piramida Terbalik, karena
bentuknya memang mirip dengan piramida mesir namun posisinya terbalik.
Oleh karena itu, materi tentang pengertian, unsur-unsur, syarat-syarat
serta jenis dan struktur berita perlu dibahas agar kita sebagai penikmat berita
dapat mengolah berita dan menganalisis berita yang kita dapat dengan baik.
Sehingga kita dapat mengetahui jenis berita apa saja yang telah kita terima.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana teknik menulis berita yang baik dan benar?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini yaitu untuk memberikan informasi


mengenai teknik menulis berita yang baik dan benar

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Berita

Pengertian berita menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dikutip


Hedi Sasrawan, http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-berita-
artikel-lengkap.html, November 2014), adalah cerita atau keterangan mengenai
kejadian atau peristiwa yang hangat. Berita haruslah sesuai dengan kenyataan
yang ada, tidak dibuat-buat (fiktif), dan terbaru/terkini. Berita merupakan salah
satu cara berkomunikasi melalui peristiwa penting, terbaru, dan menarik. Kita
dapat menjumpai berita dimana saja seperti di koran, majalah, internet, televisi,
radio, bahkan di mading sekolah. Sebuah berita harus mengandung unsur
5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How) supaya pembaca dapat
mengetahui lebih banyak tentang suatu kejadian. Dalam bahasa Inggris
berita disebut news.

Banyak sekali para pakar komunikasi dan jurnalistik memberikan


definisi berita menurut pandangannya masing-masing. Salah satu contohnya
adalah wartawan asal Indonesia Mochtar Lubis (dikutip Hedi Sasrawan,
http://hedisasrawan.blogspot.co.id, November 2014), yang menyatakan bahwa
berita adalah informasi yang baru, menarik perhatian, mempengaruhi orang
banyak, dan mampu membangkitkan selera masyarakat untuk mengikutinya.
Sedangkan seorang pembantu utama redaktur malam New York Times Neil
McNeil (dikutip Hedi Sasrawan, http://hedisasrawan.blogspot.co.id, November
2014) mengatakan bahwa berita adalah gabungan fakta dan peristiwa-peristiwa
yang menimbulkan perhatian atau kepentingan bagi para pembaca surat kabar
yang memuatnya. Sedangkan pengeritan berita menurut kamus komunikasi
adalah laporan mengenai hal atau peristiwa yang baru terjadi, menyangkut

3
kepentingan umum dan disiarkan secara cepat oleh media massa seperti surat
kabar, majalah, radio, dan televisi.

Menurut Hoeta Soehoet (dikutip Ajeng Widaninggar,


http://ajengwidaninggar.blogspot.co.id/2012/10/a.html, 5 Oktober 2015), berita
adalah keterangan mengenai peristiwa atau isi pernyataan manusia, berita bagi
seseorang adalah keterangan mengenai suatu peristiwa atau isi pernyataan
seseorang yang menurutnya perlu diketahui untuk mewujudkan filsafat
hidupnya, dan berita bagi suatu surat kabar adalah keterangan mengenai
peristiwa atau isi pernyataan yang perlu bagi pembacanya untuk mewujudkan
filsafat hidupnya.

Sementara itu, menurut Masri (dikutip Tara Bangun,


http://bangunsclan.blogspot.co.id/2012/10/makalah-jenis-jenis-berita.html,10
Oktober 2012), berita adalah:
1. Suatu peristiwa atau kejadian yang tidak lazim (luar biasa)
2. Peristiwa yang biasa, namun dilakukan atau dialami orang yang tidak
biasa
3. Suatu peristiwa yang tampak paradoksal (bertentangan)
4. Hal biasa, namun tidak mencelikkan mata banyak orang
5. Sesuatu yang penting
6. Sesuatu yang genting
7. Sesuatu yang menyentak
8. Sesuatu yang menyenangkan
9. Sesuatu yang membahayakan
10. Sesuatu tragedi yang menyentuh rasa kemanusiaan
11. Dan lain-lain yang dianggap perlu diketahui, yang menarik, dan
berkaitan dengan kepentingan pembaca.

Jadi dapat dikatakan bahwa tidak semua yang tertulis dalam surat kabar
atau majalah bisa disebut sebagai berita. Iklan dan resep masakan tidak bisa

4
disebut berita, yang disebut berita adalah laporan tentang sebuah peristiwa.
Dengan perkataan lain, sebuah peristiwa tidak akan pernah menjadi berita bila
peristiwa tersebut tidak dilaporkan.

2.2 Unsur-Unsur Berita

Menurut Inung Cahya (dikutip Planetxperia, November 2013), unsur-


unsur dalam berita harus memenuhi jawaban dari 6 pertanyaan yaitu 5W + 1H
(what, who, when, where, why, dan how).

1.What (Apa), menanyakan kejadian apa atau peristiwa apa yang terjadi.

2.Who (Siapa) , digunakan untuk menanyakan siapa pelaku dalam kejadian


tersebut.

3.When (Kapan), bermanfaat untuk menanyakan kapan kejadian peristiwa


tersebut.

4.Why (Mengapa), digunakan untuk menanyakan mengapa kejadian tersebut


terjadi.

5.Where (Dimana), digunakan untuk menanyakan posisi kejadiana dimana.

6.How (Bagaimana), digunakan untuk menanyakan bagaimana peristiwa


terjadi.

Setelah membahas unsur- unsur berita kemudian kita mencoba untuk


membahas secara lengkap syarat- syarat dalam suatu berita. Dalam berita harus
memenuhi beberapa persyaratan sehingga dalam berita itu informasinya benar-
benar asli dan tidak dibuat- buat.

5
2.3 Syarat- Syarat Berita
Menurut Zonamapel (Juni 2015), syarat-syarat berita adalah

1.Fakta

Bahwa dalam suatu berita informasi yang disampaikan harus


berdasarkan fakta atau kejadian yang asli dan sebenarnya di lapangan.

2.Aktual

Bahwa dalam berita harus berita yang terkini artinya jarak antara waktu
dan juga kejadian harus berdekatan dengan waktu penyiaran.

3.Berimbang

Dalam sebuah berita harus disampaikan secara seimbang sehingga


pendengar atau pembaca berita bisa mengerti dengan baik. Jangan
penyampaian berita seperti pada waktu pilpres yang selalu membuat berita
yang tidak objektif dan tak seimbang. Berita harus benar- benar asli tidak berat
sebelah atau di bumbui oleh narasumber dan tidak mempengaruhi pembaca

4.Lengkap

Dalam menyusun berita harus benar- benar lengkap supaya berita yang
disampaikan bisa jelas dan harus memenuhi unsur-unsur berita.

5.Akurat

Dalam membuat berita harus akurat dan tidak dibuat- buat, penyusun
berita harus langsung bertanya atau konfirmasi kepada pihak- pihak yang
bersangkutan.

6
6.Sistematis

Dalam isi suatu berita di susun secara urut dan dalam menyampaikan
berita, berita yang penting diletakan pada awal.

7.Menarik

Dalam membuat berita harus menarik, karena berita yang tidak menarik
tidak disukai oleh pembaca atau pendengar. Yang terpenting berita harus
berguna atau bermanfaat bagi pembaca atau pendengar.

8.Mudah

Dipahami dalam menyusun berita harus menggunakan kata- kata yang


jelas dan mudah untuk di pahami.

2.4 Jenis dan Struktur Berita


Menurut Basuki (dikutip Nancy Nasution, 4 September 2008) menurut
jenisnya, berita dapat digolongkan menjadi lima, yaitu:

1. Berita Langsung

Berita ini ditulis secara singkat dan apa adanya, biasanya mengisi halaman
depan surat kabar. Jenis berita ini bisa dibagi menjadi dua macam, pertama, Hard
News, berita aktual yang memiliki nilai lebih sehingga harus segera diketahui
pembaca. Biasanya merupakan peristiwa khusus yang terjadi secara tiba-tiba.
Kedua, Berita Ringan (soft news), lebih merupakan berita pendukung dan nilai
beritanya di bawah Hard News.

7
2. Berita Mendalam

Dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu


permukaan.

3. Berita Investigasi

Berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan.

4. Berita Interpretatif

Berita yang dikembangkan dengan pendapat atau penelitian penulisnya.

5. Berita Opini

Berita mengenai pendapat seseorang, baik itu penulis maupun seorang


ahli, mengenai suatu hal atau peristiwa.

Dalam penulisan sebuah berita, struktur yang lazim digunakan adalah


piramida terbalik. Penulisan seperti ini menempatkan isi penting berita di atas.
Semakin ke bawah, isi berita semakin kurang penting. Penulisan seperti ini
bertujuan untuk mempermudah pengenalan inti berita. Selain itu, struktur
piramida terbalik digunakan untuk memotong bagian yang tidak penting. Dengan
demikian, seorang penulis bisa dengan mudah menentukan bagian mana saja yang
akan disuguhkan kepada pembacanya.

Struktur penulisan berita biasanya terdiri dari judul, teras dan tubuh berita.

1.Judul Berita

Penulisan Judul berita diharapkan memenuhi kriteria kemenarikan, yaitu


dengan menggunakan tampilan tipografi yang baik dan menarik membuat
pembaca terpikat untuk membacanya, Judul harus merangkum isi berita, berarti

8
harus ditulis secara menyeluruh dan mencerminkan isi berita secara ringkas dapat
melukiskan suasana berita, berati judul harus mengilustrasikan peristiwa yang
diberitakan, Memudahkan pembaca dalam menentukan berita mana yang
diperlukan serta memberi identitas pada berita itu sendiri.

2.Teras Berita

Penulisan teras berita (lead) merupakan satu atau dua kalimat yang
menjadi sari dari sebuah berita dan menjadi penentu ketertarikan pembaca untuk
membacanya lebih jauh, biasanya ditempatkan pada alinea pertama. Teras berita
harus memuat semua elemen penting (5W dan 1H) dan tidak mengandung
informasi yang menyesatkan/bohong. Teras berita harus ditulis secara singkat,
spesifik, identitasnya jelas, menghindari bentuk pertanyaan dan kutipan,
pernyataan waktu yang tepat dan terdapat keterangan yang tepat. Teras berita
dibagi menjadi dua, yaitu teras berita lengkap dan tidak lengkap

Teras berita lengkap adalah berita yang mencakup semua unsur 5W+1H.
Misalnya:
Malam hari tadi pasukan kualisi Teluk yang dipimpin oleh Kerajaan Saudi
Arabia memborbardir kota San'a yang disinyalir menjadi basis pemberontak
Syi'ah Hautsi. Serangan yang melibatkan puluhan pesawat tempur canggih ini
menewaskan puluhan pemberontak dan menghancurkan gudang senjata mereka.
Hal ini disinyalir sebagai bentuk tekanan terhadap para pemberontak agar seh
mengakhiri kependudukannya di ibukota Yaman tersebut.

a. What/apa ? pengeboman
b. Who/siapa? tentara kualisi teluk
c. Where/ di mana? kota San'a
d. When/ kapan ? malam hari tadi
e. Why/mengapa? menekan pemberontak agar meninggalkan San'a
f. How/bagaimana? menewaskan puluhan pemberontak

9
Teras berita tidak lengkap adalah berita yang terdiri sebagian unsur yang
ada pada 5W+1H . Artinya ada salah satu atau dua unsur yang hilang. Lihat
contoh penulisan berita berikut ini:

Banjir melanda sebagian besar wilayah Jakarta akibat hujan yang


turun selama 5 jam lebih, minggu sore.

a. What/apa ? banjir
b. Who/siapa? -
c. Where/ di mana? Jakarta
d. When/ kapan ? minggu sore
e. Why/mengapa? hujan yang turun selama 5 jam lebih
f. How/bagaimana? -

3.Tubuh Berita

Pada piramida terbalik informasi yang penting ditempatkan pada bagian


awal dan yang kurang penting ditempatkan pada bagian akhir berita. Tubuh berita
menyajikan isi berita yang terdiri dari atmosfer, background dan data-data
pelengkap berita.

10
BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Menulis berita merupakan modal utama bagi seorang wartawan atau


penulis berita. Sehingga reportase yang ingin ia sampaikan benar-benar dapat
ditangkap oleh para pembaca atau pendengar dengan baik. Berita merupakan
hal yang sangat penting dalam kehidupan di zaman sekarang ini. Hampir setiap
hari kita mendapatkan berita-berita dari berbagai media massa, mulai dari surat
kabar, radio, televisi sampai internet . Berita ialah laporan terkini tentang fakta
atau pendapat yang penting atau menarik bagi khalayak dan disebarluaskan
melalui media massa.Waktu sangat berarti atau sangat diperlukan dalam proses
penyebaran atau penyampaian berita. Unsur- unsur dalam berita harus
memenuhi jawaban dari 6 pertanyaan yaitu 5W + 1H (what, who, when, where,
why, dan how). Selain waktu kejadian atau peristiwa yang menarik juga untuk
menarik perhatian khalayak ramai untuk mengetahui tentang berita tersebut.
Dan terakhir laporan maksudnya disini bagaimana cara penyampaian atau
menampilkan berita tersebut kepada khalayak ramai untuk menarik
ketertarikan khalayak pada berita tersebut.

11
12