Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS

HERNIA INGUINALIS LATERALIS DEKSTRA


INKASERATA

Oleh:

Tri Anna Fitriani

H1A012060

Pembimbing:

dr. IK Yose Antara, Sp.B

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN

KLINIK MADYA BAGIAN/SMF BEDAH

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM/RSUP NTB

2016
BAB I

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn.H.A.H

Umur : 86 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Bayan,KLU

Pekerjaan : Petani

Suku : Sasak

Agama : Islam

Tanggal MRS : 2 Desember 2016

Tanggal Pemeriksaan : 3 Desember 2016

B. ANAMNESIS

a. Keluhan Utama :Benjolan di lipatan paha kanan

b. Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien mengeluhkan terdapat satu benjolan dipaha bagian kanan sejak 2

tahun yang lalu, awalnya benjolan hanya sebesar jari jempol dan semakin

membesar. Sebelumnya pasien mengaku bahwa benjolan awalnya dapat keluar

masuk sendiri tanpa harus didorong oleh tangan. Benjolan keluar saat berdiri,

mengangkat benda berat, dan saat mengedan sedangkan benjolan masuk saat

pasien tidur terlentang, akan tetapi sejak 4 hari ini keluhan dirasakan semakin

memberat, benjolan semakin membesar, terasa nyeri dan panas, benjolan tidak

bisa masuk apabila didorong menggunakan tangan ketika tidur terlentang. Pasien

mengaku merasakan nyeri apabila pasien berdiri dan mengangkat beban berat.
Selain itu, pasien mengeluhkan mual dan muntah berwarna kuning, menyangkal

adanya demam. Nafsu makan pasien berkurang, selama 4 hari pasien tidak BAB

dan tidak bisa flatus, frekuensi BAK 4-5 kali/hari, dengan volume samapai 1

gelas setiap kali buang air kecil, warna kuning jernih, pasien menyangkal adanya

tahanan, darah/keruh dan nyeri saat BAK.

c. Riwayat Penyakit Dahulu:

Pasien sebelumnya memiliki keluhan yang serupa sejak tahun 2014. Riwayat

BAB berdarah, riwayat batuk lama (-), TB (-), penyakit saluran kemih (-),

riwayat penyakit saluran cerna kronis (-), riwayat penyakit hipertensi (+),

diabetes (-), penyakit jantung (-),dan asma (-).

d. Riwayat Penyakit Keluarga:

Pasien mengatakan bahwa dikeluarganya tidak ada yang mengalami hal yang

serupa seperti pasien, riwayat penyakit hipertensi (-), diabetes (-), penyakit

jantung (-), penyakit keganasan (-)

e. Riwayat Pengobatan:

Sebelumnya pasien pernah dirawat di RSUD KLU selama 1 hari pada tahun

2014, dan diberika obat anti nyeri kemudian pasien pulang. Pada tahun 2016

keluhan kembali dirasakan, dan pasien dirawat selama 1 hari di RSUD KLU,

dirujuk ke RSUD Provinsi NTB.

f. Riwayat Alergi

Pasien mengatakan tidak mempunyai alergi terhadap obatobatan dan

makanan tertentu.

g. Riwayat Sosial

Pasien bekerja sebagai petani, pekerjaan sehari-hari mengangkat gabah dan

mencangkul. Jarang mengkonsumsi buah dan sayur, dan mengkonsumsi kopi.


Pasien memiliki kebiasaan merokok sejak pasien berusia masih muda, sekitar 2-3

batang/hari, tetapi pasien mengatakan sudah sekitar 10 tahun terakhir berhenti

merokok.

C. PEMERIKSAAN FISIK

I. Status Generalis

Keadaan umum : Sedang

Kesadaran/GCS : Composmentis/E4V5M6

Tanda Vital

TD : 160/80 mmHg

Nadi : 82x/menit, irama teratur, kuatangkat

Respirasi :20x/menit

Suhu :36,6 C

II. Pemeriksaan Fisik Umum

1. Kepala leher

Inspeksi

Kepala : Normochepali, rambut normal, tidak teraba benjolan

Mata : Konjungtiva palpebra anemis -/-, sclera ikterik -/-, reflek pupil

+/+, pupil bulat isokor

Wajah : ekspresi dalambatas normal

Telinga : deformitas (-), otore (-), massa (-), tanda peradangan (-)

Hidung : deformitas (-), rinore (-), deviasi septum (-),sekret (-)

Mulut : Sianosis bibir (-), stomatitis (-), lidah pucat, atropi papil lidah (-),

tonsil hiperemis (-) T1-T1, karies gigi (-).

Leher : Massa (-), pembesaran tiroid (-), pembengkakan submadibula (-).


Palpasi

Kepala : Massa (-)

Mata : Dalam batas normal

Telinga : Massa (-)

Hidung : Dalam batas notmal

Leher :Massa (-), pembesaran tiroid (-), pembengkakan submadibula(-).

2. Thoraks

Inspeksi : Gerakan dinding dada pada pernapasan simetris, retraksi (-), tipe

pernapasan thorakoabdominal.

Palpasi : Pengembangan dinding dada pada pernapasan simetris, nyeri tekan

(-), krepitasi (-). Ictus cordis teraba pada ICS V midclavicula sinistra.

Perkusi :

Pulmo : Sonor pada seluruh lapang paru kiri dan kanan.

Auskultasi:

Pulmo : Vesikuler +/+/+/+, ronki -/-/-/-, wheezing -/-/-/-

Cor : S1S2 tunggal reguler, murmur (-), gallop (-)

3. Abdomen

Inspeksi: distensi (+) minimal, hematom (-),hiperemis (-), luka bekasoperasi

(-),massa (-), darm contour (-), darmsteifung (-).

Auskultasi: Bising usus (+) meningkat , Metallic sound (-).

Perkusi: timpani pada seluruh lapang abdomen, meteorismus (-)

Palpasi: massa (-), nyeri tekan (+) pada region iliaka dekstra,tidak teraba lien,

hepar dan renal.


4. Extremitas

Akral hangat (+) pada kedua telapak tangan dan kaki

Edema (-) pada kedua telapak kaki dan tangan

5. Urogenitalia

Flank dan CVA:

Inspeks: massa (-/-) kemerahan (-/-)

Palpasi: nyeri tekan (-), nyeri ketok CVA (-/-), massa (-/-)

Suprapubis : massa(-), nyeri tekan (-)

Genitalia (eksterna)

Inspeksi: skrotum tidak membesar, warna kemerahan (-), scar (-)

Palpasi :teraba testis dua buah, nyeri tekan (-), teraba hangat (-)

III.Status Lokalis Pemeriksaan Inguinalis

Regio: inguinal dekstra

Inspeksi: tampak benjolan berbentuk lonjong di daerah selangkangan kanan,

berwarna seperti kulit disekitarnya.

Palpasi: teraba benjolan dengan ukuran 6x5cm, konsistensi padat kenyal,

permukaan rata, nyeri tekan (-), benjolan tidak dapat dimasukan.

Uji Khusus Hernia

Finger test : teraba benjolan diujung jari

Test thumb: benjolan tidak keluar;

Tes Zieman : teraba dorongan pada jari II

D. RESUME

Pasien laki-laki, 86 thn, datang dengan keluhan utama terdapat benjolan

dilipatan paha bagian kanan, benjolan tidak dapat kembali ke dalam rongga
perut. Riwayat pekerjaan sehari hari mengangkat gabah dan mencangkul. Tidak

bisa BAB dan flatus selama 4 hari, BAK dalam batas normal.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan vital sign dalam batas normal. Pada

pemeriksaan status lokalis di regio ingiuinalis dextra didapatkan adanya

benjolan dengan konsistensi lunak dan tidak dapat dimasukkan. Pada

pemeriksaan finger test didapatkan benjolan yang teraba diujung jari, pada

pemeriksaan zieman test didapatkan adanya dorongan pada jari II, serta pada

pemeriksaan thumb test tidak didapatkan adanya benjolan yang keluar.

E. ASSESMENT

Diagnosis Kerja

- Hernia Inguinalis Lateralis dekstra inkaserata

Differential Diagnosis

- HIL Dekstra Srangulata

- Hernia Inguinalis Medial

E. PLANNING

Diagnostik

- Untuk keperluan operasi :

Foto thoraks

EKG

Lab Darah Lengkap, Kimia Klinik

G. RENCANA TERAPI

Dekompresi dengan pemasangan NGT

IVFD RL 20 tpm

Inj ketorolac 3x 1 ampul

Captopril 3x 25 mg
Pro Herniotomi dan hernioplasti

H. HASIIL PEMRIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium ( 03 Desember 2016)

Darah Lengkap Hasil Nilai Normal

HGB 13,0 L: 13,0-18,0 g/dL

RBC 4,67 L: 4,5- 5,5 (10^6/uL)

HCT 37,9 L: 40,0-50,0 (%)

MCV 81,2 82,0-92,0 (fL)

MCH 27,8 27,0-31,0 (pg)

MCHC 34,3 32,0- 37,0 (g/dL)

WBC 8,26 4,0- 11,0 (10^3/uL)

PLT 222 150-400 (%)

BT 300 1-6 menit

CT 60 <15 menit

Kimia Klinik Hasil Nilai Normal

GDS 85 < 160mg%

Ureum 1,1 10-50 mg%

Kreatinin 56 L; 0,9-1,3 mg%

SGOT 19 <40 U/L

SGPT 14 <41 U/L

I. PROGNOSIS
Dubia ad bonam

2. KIE

- Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit yang dideritanya ini bernama

hernia disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah pekerjaan berat

seperti pekerjaan pasien yang sebagai petani sering mencangkul.

- Mejelaskan kepada pasien bahwa terapi utama dari penyakitnya adalah operasi

yang bertujuan untuk mengatasi keluhan dan mencegah kekambuhan penyakit

pasien.

- Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit ini masih bisa disembuhkan dengan

jalan operasi.

- Menjelaskan kepada pasien bahwa untuk mencegah kekambuhan penyakit ini

tidak melakukan aktivitas yang berat dan banyak mengkonsumsi buah dan

sayur.