Anda di halaman 1dari 9

Manajemen Rantai Pasokan dalam

Perusahaan Agribisnis

Ir. Agustina Shinta, MP


Lab of Agribusiness Analysis and Management,
Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya
Email: shint4_71ub@yahoo.com

1. Pengertian dan Konsep 4. Pemilihan Vendor MODUL

11
Manajemen Rantai 5. Menghitung Kinerja
Pasokan Rantai Pasokan
2. Pentingnya Strategi 6. Pengalihdayaan
Rantai Pasokan (Outsourcing) Sebagai
3. Permasalahan dan Siasat Rantai Pasokan
Peluang dalam Rantai 7. Etika Dalam Rantai
Pasokan Pasokan

1. PENGERTIAN DAN KONSEP MANAJEMEN


RANTAI PASOKAN

Manajemen Produksi dan Operasi Dalam Perusahaan Agribisnis


MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Brawijaya University 2012

Pemasok (suppliers) merupakan bagian penting di dalam


system konversi dan transformasi, yang memasok input (bahan
baku) disebut sebagai pemasok persediaan bahan baku dan yang
memasok bahan pembantu dan komponen peralatan untuk mesin
disebut pemasok komponen dan onderdil ada pula yang memasok
output berupa bahan untuk pembungkus (packaging).

Pemasok output berupa barang (distributor) juga memegang


peranan penting dalam Manajemen Rantai Pasokan ini, Karena
distributor yang mendistribusikan barang-barang jadi kepada
konsumen-konsumen atau pasar.

Manajemen Rantai Pasokan adalah integrasi aktifitas


pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang
barang setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman ke
pelanggan. Seluruh aktifitas ini mencakup aktifitas pembelian dan
pengalihdayaan (outsourcing), ditambah fungsi lain yang penting
bagi hubungan antara pemasok dengan distributor. Rantai pasokan
melibatkan semua interaksi antara pemasok, produsen, distributor
dan pelanggan. Rantainya bisa meliputi transportasi, informasi
pelanggan, prediksi dan produksi, transfer uang secara kredit dan
tunai,pergudangan, serta perpindahan ide, desain, bahan.Sebagai
contoh: produsen kaleng dan botol memiliki deretan pemasoknya
sendiri yang menyediakan komponen seperti kaca, penutup, label,
wadah pengepakan, dan lain-lain.

Tujuan dari Rantai Pasokan adalah membangun suatu


hubungan yang memusatkan pada perhatian untuk
memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Persaingan bukan lagi antar
perusahaan, namun antar pemasok.Saat perusahaan bekerja keras
untuk meningkatkan daya saing melalui penyesuaian produk, mutu
tinggi, pengurangan biaya dan kecepatan ke pasar, mereka
memberikan penekanan tambahan pada rantai pasokan.

Manajemen rantai pasokan yang efektif menjadikan para pemasok sebagai mitra
dalam strategi perusahaan untuk memenuhi pasar yang selalu berubah. Suatu
keunggulan bersaing dapat bergantung pada hubungan strategis jangka panjang yang
dekat dengan sedikit pemasok.

2. PENTINGNYA STRATEGI RANTAI PASOKAN


Strategi rantai pasokan sangatlah penting, karena pemasok merupakan factor
penentu dalam pemenuhan pesanan permintaan pasar. Apabila sumber bahan baku
ini tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan, maka akan terjadi stagnasi pada
proses konversi dan transformasi barang. Akibatnya pesanan pelanggan tidak
terpenuhi. Untuk mengatasi hal tersebut, maka diperlukan strategi rantai hubungan
dengan pemasok yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan, sekaligus
menciptakan keunggulan bagi perusahaan menghadapi persaingan di pasar.

Saat ini, rantai pasokan pada lingkungan global harus mampu:


1. Menanggapi perubahan mendadak dalam hal ketersediaan komponen,
saluran distribusi atau pengiriman, bea impor dan nilai mata uang
Page 2 of 9
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Brawijaya University 2012

2. Menggunakan tehnologi transmisi dan computer tercanggih untuk


menjadwalkan serta mengelola pengiriman komponen dan produk jadi ke
luar
3. Memiliki karyawan lokal yang terampil menangani tugas-tugas,
perdagangan, pengiriman, imigrasi dan permasalahan politis.

Strategi Membeli atau membuat ?


A. Fungsi Pembelian atau Pengalihdayaan (outsourcing)
Pengadaan atau pembelian bahan baku dan komponen peralatan
menjadi suatu hal yang paling penting, disebabkan keterbatasan dan harga
bahan baku, jarak sumber bahan baku yang jauh, system transportasi yang
tidak fleksibel, cara pembayaran yang lebih menguntungkan, dan lain-lain
aspek, yang akan mempengaruhi strategi pembelian. Pengalihdayaan
adalah memindahkan sebagian dari yang biasanya merupakan sumber daya
dan aktifitas internal ke vendor di luar perusahaan, yang membuatnya
sedikit berbeda dibandingkan dengan keputusan buat atau beli.
Pengalihdayaan merupakan bagian dari tren yang berkembang
menuju pemanfaatan efisensi yang akan menghasilkan spesialisasi. Vendor
yang menyediakan jasa pengalihdayaan adalah tenaga ahli dalam
bidangnya, dan perubahan pengalihdayaan dapat memusatkan perhatian
pada factor penentu keberhasilan yang merupakan kemampuan intinya.

B. Fungsi Pembuatan Sendiri


Pertimbangan untuk membuat sendiri antara lain :
- Karena perusahaan ingin mempertahankan kompetensi inti
- Menurunkan biaya produksi
- Tidak adanya kecocokan dengan pemasok
- Memastikan pasokan yang cukup (jumlah atau pengiriman)
- Memanfaatkan kelebihan tenaga kerja atau fasilitas dan membuat
kontribusi tipis
- Memperoleh kualitas yang diinginkan
- Menghilangkan kolusi pemasok
- Memperoleh barang khusus yang memerlukan komitmen terlarang bagi
pemasok
- Melindungi tenaga kerja dari pemberhentian
- Melindungi desain atau kualitas sebagai pemilik
- Meningkatkan atau mempertahankan ukuran perusahaan
Perusahaan harus memutuskan suatu strategi rantai pasokan dalam rangka
memperoleh barang dan jasa dari luar. Ada beberapa strategi yang dapat
digunakan oleh perusahaan berkaitan dengan rantai pasokan ini, antara lain:
a. Bernegosisasi dengan banyak pemasok da mengadu satu pemasok dengan
pemasok lain
b. Mengembangkan hubungan kemitraan jangka panjang dengan sedikit pemasok
untuk memuaskan pelanggan
c. Integrasi vertical dengan satu pemasok
d. Kombinasi sedikit pemasok dengan integrasi vertical yang dikenal dengan
KEIRETSU
e. Mengembangkan perusahaan maya yang menggunakan para pemasok sesuai
dengan kebutuhan

Pengelolaan rantai pasokan memerlukan sebuah etika agar kerjasama


berjalan lancer sehingga tidak menganggu aktifitas transaksi dengan pasar dan
konsumen. Sukses kemitraan dimulai dengan kesepakatan atas tujuan bersama,
kepercayaan dan budaya organisasi yang sesuai.

Page 3 of 9
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Brawijaya University 2012

3. PERMASALAHAN DAN PELUANG DALAM RANTAI PASOKAN


Tiga permasalahan yang membuat pengembangan rantai pasokan yang efisien
dan terintegrasi menjadi rumit, yaitu:
1. Optimasi local, para anggota rantai pasokan harus memusatkan perhatian
mereka untuk memaksimalkan keuntungan local atau meminimalkan biaya
langsung berdasarkan pengetahuan mereka yang terbatas.
2. Insentif, merupakan barang dagangan ke rantai pasokan untuk penjualan
yangbelum terjadi, seperti insentif penjualan, potongan karena kuantitas, kuota
dan promosi), hal ini menimbulkan fluktuasi yang mahal bagi semua anggota
rantai
3. Lot besar, penyimpangan dalam lot berukuran besar sering terjadi sebab hal ini
cenderung mengurangi biaya perunit. Manajer logistic ingin mengirimkan lot
yang besar, terutama dengan truk yang penuh dengan muatan dan manajer
produksi menginginkan produksi berjalan jangka panjang. Kedua hal ini
menurunkan biaya pengiriman dan produksi perunit, tetap gagal menunjukkan
penjualan yang nyata dan meningkatkan biaya penimbunan.

Ketiga kejadian tersebut diatas berperan dalam penyimpangan informasi


mengenai kejadian sebenarnya dalam rantai pasokan sehingga informasi yang tidak
akurat akan menyebabkan EFEK BULLWHIP. Efek Bullwhip adalah meningkatnya
fluktuasi dalam pemesanan yang sering terjadi saat pesanan bergerak melalui rantai
pasokan.
Sedangkan peluang dalam rantai pasokan terintegrasi adalah:
a. Data tarikan yang akurat
b. Pengurangan ukuran lot
c. Kontrol pengisian ulang satu tahap
d. Persediaan yang dikelola vendor
e. Blanket order
f. Standardisasi
g. Penangguhan
h. Drop Shipping dan Pengemasan khusus
i. Fasilitas pass through
j. Perakitan saluran

4. PEMILIHAN VENDOR
Pemasok atau leveransir atau vendor perlu dipilih dengan menilai profil
perusahaannya dan pengalaman berusahanya. Pemilihan vendor
mempertimbangkan banyak faktor yaitu kesesuain strategis, kemampuan penjual,
pengiriman dan kinerja berkualitas. Proses pemilihan dapat menjadi menantang
karena suatu perusahaan memiliki sejumlah kemampuan dalam semua bidang dan
kemampuan yang sangat baik dalam satu bidang. Langkah-langkah yang perlu
dilakukan untuk memilih vendor adalah:
1. Evaluasi vendor: setiap perusahaan dalam mengevaluasi pemasok akan
berbeda-beda, tetapi ada yang melakukan skoring pada tiap bidang yang ada di
dalam organisasi pemasok tersebut
2. Pengembangan vendor; dapat mencakup segalanya, mulai dari pelatihan,
bantuan teknis dan produksi hingga prosedur perpindahan informasi.

Perusahaan memastikan vendor tersebut menghargai persyaratan kualitas,


perubahan teknis, jadwal dan pengiriman, sistem pembayaran pembeli serta
kebijakan pengadaannya. Negoisasi, pendekatan yang dilakukan oleh petugas
rantai pasokan untuk mengembangkan hubungan kontak dengan pemasok.
Page 4 of 9
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Brawijaya University 2012

Strategi negoisasi dalam pemilihan vendor (Render, 2001), yaitu:


Model Harga Berdasarkan Biaya
Model harga berdasarkan biaya mengharuskan pemasok untuk membuka
catatan catatan keuangannya kepada pembeli. Kemudian harga kontrak
didasarkan pada waktu dan bahan baku atau berdasarkan biaya tetap dengan
sebuah klausul tertentu untuk mengakomodasi perubahan tenaga kerja dan
biaya bahan baku dari vendor.
Model harga berdasarkan pasar.
Membuat harga berdasarkan harga yang diumumkan, lelang, atau indeks.
Banyak komoditas dihargai dengan cara ini.
Penawaran yang kompetitif
Ketika para pemasok tidak ingin mendiskusikan biaya atau dimana tidak
terdapat pasar yang nyaris sempurna, maka pendekatan yang sesuai adalah
penawaran yang kompetitif.

5. MENGHITUNG KINERJA RANTAI PASOKAN


Contoh soal : Jacks Mix Vegetable memiliki asset sebesar Rp. 5 jt.
Persediaan awal tahun adalah Rp. 375.000, sementara persediaan akhir tahun
sebesar Rp. 325.000,- Biaya tahunan barang yang terjual adalah Rp. 7 jt. Bu Anita,
manajer operasi, ingin mengevaluasi kinerja rantai pasokannya dengan mengukur
persentase asset dalam persediaan, perputaran persediaan dan lama pasokannya.

1. Menentukan persediaan rata-rata = (375.000+325.000)/2 = Rp. 350.000

2. Menentukan persentase investasi pada persediaan :


= (jumlah investasi pada persediaan/ jumlah asset) x 100
= (350.000/5.000.000)x 100 = 7 %

3. Perputaran persediaan :
= biaya barang yang terjual / investasi persediaan
= 7.000.000 / 350.000 = 20

4. Lama Persediaan :
=investasi persediaan / biaya barang yang terjual perminggu
= 350.000 / (7.000.000/52) = 2.6

Manajer operasi menyimpulkan bahwa 7 % asset di Jacks Mix Vegetable


diinvestasikan pada persediaan bahwa perputaran persediannya adalah 20 dan lama
pasokannya adalah 2,6 minggu.

6. PENGALIHDAYAAN (OUTSOURCING) SEBAGAI SIASAT RANTAI


PASOKAN
Outsourcing adalah upaya memperoleh produk atau jasa yang biasanya
merupakan bagian dari suatu organisasi dari pemasok luar. Dengan kata lain,
perusahaan mengalihkan fungsi-fungsi yang dulunya dilakukan di dalam perusahaan
itu (seperti : fungsi pembukuan, pemeliharaan gedung, atau layanan telpon, dan
jasa-jasa yang lain) agar dilakukan oleh perusahaan lain.

Apabila suatu perusahaan mempunyai dua pabrik dalam merealokasikan


produksinya dari pabrik satu ke pabrik lainnya, hal ini tidak dapat disebut sebagai
pengalihdayaan). Di samping itu, apabila suatu perusahaan memindahkan sebagian
proses usahanya ke Negara asing tetapi tetap memegang kendalinya disebut
Offshoring.

Page 5 of 9
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Brawijaya University 2012

Perusahaan yang mengalihdayakan kegiatan usaha internalnya dinamakan


perusahaan klien (client firm) dan perusahaan yang menyediakan jasa
pengalihdayaan disebut penyedia alih daya (outsource provider).

Perusahaan memilih untuk outsourching (Ferry, 2010), karena:


1. Legal. Salah satu komponen penting dalam outsourcing adalah kontrak
sebagaimana seperti yang dikatakan oleh Tafti. Didalam kontrak dijelaskan
mengenai layanan vendor kepada penyedia, diskusi financial, dan legal issue. Ini
akan dijadikan blueprint sebagai bentuk persetujuan mereka. Ada beberapa hal
yang perlu di perhatikan dalam melakukan pembuatan kontrak yaitu service level
agreements, penalties for non-performance, contract length, flexibility, post-
outsourcing, dan vendor standart contract. Dan ini merupakan resiko yang perlu
di perhatikan dengan sebaik-baiknya, jika tidak maka IT outsourcing akan
menjadi masalah bagi perusahaan.

2. Informasi merupakan aset berharga bagi perusahaan, jika tidak dikelola dengan
baik maka akan menjadi masalah bagi perusahaan tersebut.

3. Dalam menetapkan strategi hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan IT


outsourcing (outsourcing scope), yang meliputi total outsourcing dan selective
outsourcing.

4. Maintaining the relationship.

5. Loss of flexibility. Jika menandatangani kontrak outsourcing yang berjangka lebih


dari 3 tahun, maka dapat megnurangi fleksibilitas. Seandainya ada kebutuhan
bisnis yang berubah, perkembangan teknologi yang menciptakan peluang baru
dan adanya penurunan harga maka klien harus meeundingkan kembali
kontraknya.

6. Managerial Control Issue. Tafti mengatakan bahwa pengambilan keputusan


hanyalah di kendalikan oleh sebagian kecil para eksekutif senior saja, sedangkan
para departement IT yang lebih mengetahui kebutuhan IT perusahaan
dikendalikan oleh atasan saja.

7. Financial Ada biaya yang dikenal dengan hidden cost, yaitu biaya seperti biaya
diluar jasa standar, biaya pencarian vendor(melibatkan aktivitas yang mahal
seperti riset, wawancara, evaluasi dan kunjungan lokasi luar negri, dan pemilihan
akhir suatu penjualan), biaya transisi(transisi meliputi penyusunan, penarikan
kembali dan penampungan yang dilakukan oleh vendor), dan biaya post
outsourcing.

8. Status ketenagakerjaan yang tidak pasti.

9. Adanya perbedaan kompensasi dan benefit antara tenaga kerja internal dengan
tenaga kerja outsourcing.

10. Career path dari outsourcing kurang terencana dan kurang terarah.

11. Para pihak pengguna jasa dapat memungkin untuk memutuskan hubungan
kerjasama dengan pihak outsourcing provider secara sepihak sehingga dapat
mengakibatnya status mereka menjadi tidak jelas.

Keuntungan dan kerugian outsourcing


Outsourcing adalah suatu teknik pengembangan sistem informasi dalam
perusahaan, dengan menggunakan sumber daya dari pihak ketiga untuk
mengerjakan layanan tertentu dalam perusahaan. Kegiatan perusahaan yang

Page 6 of 9
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Brawijaya University 2012

berupaya fokus dalam menangani pekerjaan yang menjadi bisnis inti (core
business), sedangkan pekerjaan penunjang diserahkan kepada pihak lain juga
dapat disebut dengan outsourcing.

Tabel 1. Keuntungan dan Kelemahan Outsourcing


Kelebihan Kelemahan
Biaya lebih murah karena perusahaan Memungkinkan terjadinya konflik antara
tidak berinvestasi tetapi perusahaan dan pihak ketiga (perancang
menyerahkannya kepada pihak ketiga. sistem informasi) karena perbedaan
Mengurangi waktu proses, karena persepsi
beberapa outsourcer dapat dipilih untuk Kebocoran sistem, perusahaan
bekerja bersama-sama menyediakan kehilangan kendali terhadap sistem.
jasa ini kepada perusahaan. Karena bisa saja pihak outsourcer
Jasa yang diberikan oleh outsourcer menjual data ke pesaing yang menjadi
lebih berkualitas dibandingkan kliennya.
dikerjakan sendiri secara internal, Tidak terjadi transfer Knowledge di
karena outsourcer memang spesialisasi dalam perusahaan yang optimal.
dan ahli dibidang tersebut. Besar kemungkinan terjadi ketidak
Perusahaan tidak mempunyai puasan pada pihak klien (perusahaan)
pengetahuan tentang sistem teknologi akan sistem informasi yang telah
ini dan pihak outsourcer dikembangkan oleh outsourcer disaat
mempunyainya. terjadi diskomunikasi,
Meningkatkan fleksibilitas untuk Kontrak jangka panjang, dengan biaya
melakukan atau tidak melakukan yang mahal dan penalti pemutusan
investasi. kontrak yang menyebabkan perusahaan
Mengurangi resiko kegagalan investasi tidak memiliki pilihan selain
yang mahal. menjalankan kontrak sampai selesai.
Penggunaan sumber daya sistem Pelanggaran kontrak, yang banyak
informasi optimal. terjadi ketika vendor menjanjikan
Perusahaan dapat menfokuskan pada banyak hal pada awal perjanjian, namun
pekerjaan lain yang lebih penting. tidak dapat direalisasikan ketika kontrak
Memungkinkan terjadinya konflik antara sudah berjalan.
perusahaan dan pihak ketiga (perancang Pengambilan keputusan hanya dikuasai
sistem informasi) karena perbedaan oleh pihak eksekutif perusahaan dan
persepsi. karyawan hanya sebagai input dalam
Kebocoran sistem, perusahaan sistem.
kehilangan kendali terhadap sistem.
Karena bisa saja pihak outsourcer
menjual data ke pesaing yang menjadi
kliennya.
Tidak terjadi transfer Knowledge di
dalam perusahaan yang optimal.
Besar kemungkinan terjadi ketidak
puasan pada pihak klien (perusahaan)
akan sistem informasi yang telah
dikembangkan oleh outsourcer disaat
terjadi diskomunikasi,
Kontrak jangka panjang, dengan biaya
yang mahal dan penalti pemutusan
kontrak yang menyebabkan perusahaan
tidak memiliki pilihan selain
menjalankan kontrak sampai selesai.
Pelanggaran kontrak, yang banyak
terjadi ketika vendor menjanjikan

Page 7 of 9
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Brawijaya University 2012

banyak hal pada awal perjanjian, namun


tidak dapat direalisasikan ketika kontrak
sudah berjalan.
Pengambilan keputusan hanya dikuasai
oleh pihak eksekutif perusahaan dan
karyawan hanya sebagai input dalam
sistem.

7. ETIKA DALAM RANTAI PASOKAN


Etika dalam rantai pasokan (Maheswari, 2008) antara lain, yaitu:
a. Bekerja secara tertib dengan mematuhi peraturan yang berlaku dan
melaksanakan prinsip-prinsip dasar rantai pasokan, penuh rasa tanggung
jawab, profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran, kemandirian dan
menjaga informasi yang bersifat rahasia.
b. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung, yang
mengakibatkan persaingan yang tidak sehat dan penurunan kualitas hasil
pekerjaan.
c. Mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest) pihak-
pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pengelolaan
rantai pasokan.
d. Dalam pengambilan keputusan tidak melebihi batas kewenangan yang telah
ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan lain diluar
kepentingan perusahaan dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar (Efektif,
efisien, kompetitif, transparan, adil, bertanggung jawab dan berwawasan
lingkungan).
e. Mencegah terjadinya kerugian negara dan perusahaan.
f. Tidak menyalahgunakan wewenang atau melakukan kegiatan bersama secara
langsung atau tidak langsung dengan tujuan untuk keuntungan pribadi,
golongan atau pihak lain.
g. Tidak menerima/memberi, tidak menawarkan, tidak meminta atau berjanji
memberi imbalan/hadiah berupa apa saja kepada/dari siapapun yang diketahui
atau patut diduga berkaitan dengan pengelolaan rantai pasokan.
h. Tidak menggunakan dokumen-dokumen yang tidak dapat dipertanggung
jawabkan keaslian dan kebenarannya.

REFERENSI
Jay Heizer dan Barry Render. 2009. Manajemen Operasi. Salemba Empat. Jakarta
Manahan P. Tampubolon. 2004. Manajemen Operasional. Ghalia Indonesia. Jakarta
Pangestu Subagyo. 2000. Manajemen Operasi. BPFE. Yogyakarta
T.Hani Handoko. 1984. Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi. BPFE.
Yogjakarta
Sofjan Assauri. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Fakultas Ekonomi Universitas
Zulian Yamit. 2003. Manajemen Produksi dan Operasi. Ekonisia. Fakultas Ekonomi UII.
Yogyakarta

PROPAGASI

Page 8 of 9
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Brawijaya University 2012

1. Jelaskan mengenai etika dalam rantai pasokan.


2. Uraikan dengan lengkap dan jelas mengenai 5 Strategi rantai pasokan.
3. Uraikan mengenai permasalahan dalam rantai pasokan secara jelas dan lengkap
4. Uraikan mengenai peluang dalam rantai pasokan secara jelas dan lengkap
5. Sebutkan dan jelaskan mengenai strategi negoisasi dalam pemilihan vendor
6. Bila perusahaan memutuskan untuk outsorcing, apa resiko yang kira-kira akan
timbul? Kira-kira ada 10 resiko yang bakal dihadapi oleh perusahaan tersebut.
7. Sebutkan dan jelaskan keuntungan outsourcing
8. Sebutkan dan jelaskan kerugian outsourcing

Page 9 of 9