Anda di halaman 1dari 2

Tugas Individu Mata Kuliah Analisis Farmasi 2014

Pengembangan dan validasi metode HPLC fase terbalik untuk analisis tetrahidrozolin
hidroklorida dalam formulasi tetes mata

*Curie Julia Kulzumia (G1F012054)

Kelas B Angkatan 2012

Ringkasan Jurnal

Pengembangan dan validasi menggunakan metode HPLC untuk menganalisis senyawa obat dalam sediaan farmasi sudah
banyak digunakan. Dalam penelitian ini, pengembangan dan validasi metode HPLC menggunakan fase terbalik untuk
menganalisis tetrahidrozolin hidroklorida dalam formulasi tetes mata digunakan metode yang lebih sederhana, tepat, akurat,
dan stabilitasnya dapat dikembangkan. Metode ini termasuk metode baru yang akan dikembangkan di Amerika Serikat sesuai
dengan kebutuhan dalam pharmacopeia yang meliputi akurasi, presisi, selektivitas, ketahanan, dan linearitas. Metode ini
menggunakan fase terbalik kolom C8 (125 mm, 4.6 mm id, 5 mm) dan menggunakan fase gerak berupa asetonitril/ dapar
fosfat pH 3.0 (20:80, v/v) dengan laju alir 1.0 mL/ menit, dan deteksi UV pada panjang gelombang 240 nm. Metode ini
menunjukkan hasil yang cukup selektivitas, akurasi, presisi, dan linearitas yang terbukti dalam Federal Drug
Administration/International Conference on Harmonization. Rentang linearitas yang masih dapat diterima 0.025-0.075
mg/mL tetrahidrozolin dengan r2 0.999. Rata-rata pemulihan (average recovery) dari metode ini sebesar 100.8% dengan
relatif standar deviasi 0.47%. Dengan adanya variasi dalam metode parameter ini dan dengan mengubah operator analitis
membuktikan bahwa metode ini kuat.

Kata kunci: Metode; HPLC; Tetrahidrozolin hidroklorida; Validasi

Pendahuluan Pembahasan

Tetrahidrozolin merupakan turunan dari imidazolin. Metode HPLC dapat digunakan untuk analisis
Tetrahidrozolin hidroklorida memiliki rumus kimia tetrahidrozolin dalam formulasi tetes mata.
C13H16N2 HCl dengan berat molekul 236.74. Tetrahidrozolin hidroklorida ditentukan analisisnya
Tetrahidrozolin hidroklorida mengandung tidak kurang menggunakan HPLC dalam tipe RP dan fase terbalik
dari 98.0% dan tidak lebih dari 100.5% C13H16N2HCl, dalam modus pasangan ion. Tetrahidrozolin
dihitung dalam basis kering. Serapan panjang hidroklorida juga ditentukan dalam kombinasi dengan
gelombang pada 264 271 nm. Larut dalam metanol bahan lain dan dalam kombinasi produk dekomposisi
(USP Convention, 2006). (Al-Rimawi et al., 2011).
Metode analisis awal yang ada di United States Metode ini sederhana, menggunakan fase terbalik
Pharmacopeia untuk tetrahidrozolin sebagai bahan LC dengan elusi isokratik dan deteksi UV. Keunggulan
baku dalam tetes mata adalah Spektrofotometri UV- metode HPLC dapat mendeteksi senyawa obat tersebut
vis, tetapi dalam metode ini tidak dapat mendeteksi selektif, akurat, teliti, dan linear dibandingkan dengan
pengotor, produk degredasi, bahan pengisi, atau metode spektrofotometri Uv-vis yang tidak dapat
pengawet. Dengan demikian, dibutuhkan metode baru mendeteksi pengotor, produk degradasi, bahan
untuk validasi tetrahidrozolin hidroklorida dalam tambahan, dan pengawet (Al-Rimawi et al., 2011).
formulasi tetes mata. Stabilitas metode HPLC Metode analisis yang digunakan HPLC dengan
diperlukan untuk analisis tetrahidrozolin hidroklorida kolom C8 (5 mm, 125 mm, 4.6 mm) sebagai fase diam
dalam formulasi tetes mata (Al-Rimawi et al., 2011). dengan fase gerak yang digunakan berupa asetonitril/
1
Tugas Individu Mata Kuliah Analisis Farmasi 2014

dapar fosfat pH 3.0 (20:80, v/v) pada laju alir 1.0 mL/ Untuk pembentukan linearitas, minimal 5
menit dan dideteksi pada panjang gelombang 240 nm. konsentrasi dianjurkan dan dengan pendekatan lain
Prosedur valiadasi ini dilakukan sesuai dengan dibenarkan, didalam jurnal dilakukan sebanyak 5
persyaratan United States Pharmacopeia (Al-Rimawi et konsentrasi. Akurasi ditetapkan di kisaran tertentu dari
al., 2011). prosedur analitis. Tes validasi untuk pengujian dan
Pembuatan Larutan Standar dan Kondisi HPLC penentuan kuantitatif pengotor termasuk mengetahui
Larutan Asam Fosfat Encer presisi. Pengualangan minimal dilakukan enam
- 0.5 mL asam fosfat ditambahkan dalam 1000 replikasi pada 100% dari konsentrasi yang diuji. Dalam
mL air presisi tengah ditetapkan tergantung pada keadaan
- Disaring, dicampurkan dengan asetonitril prosedur yang digunakan. Dalam jurnal ini, analisis
tanpa gas dan penyangga (fraksi berbeda) dengan 12 sampel (6 sampel dari analit lain) 0.9%
Pengencer (fase gerak) mengindikasikan sebuah presisi tengah baik dari
metode ini. Tidak ada degradasi produk maka tidak ada
Dapar Fosfat pengotor. Uji ketahanan dilakukan karena untuk
- 1.0 g Kalium dihidrogen fosfat dilarutkan mempertimbangkan adanya variasi yang disengaja
dalam 1000 mL air dalam parameter tersebut (ICH, 1994).
- 3 mL trietilamina ditambahkan (pH 3.0) dalam
fase gerak
Kesimpulan
- Laju alir diuji pada (1.0 mL/menit, 1.5
Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa
mL/menit, dan 2.0 mL/menit)
metode HPLC dapat dikembangkan dan divalidasi
- Deteksi dengan UV panjang gelombang 240
dalam United States Pharmacopeia untuk sediaan tetes
nm dengan volume injeksi 20 mL
mata. Validasi tersebut selektif dan stabilitasnya kuat.
Larutan standar
Dilihat dari linearitas, selektivitas, presisi, akurasi,
- Dengan melarutkan 100 mg tetrahidrozolin
ketahan, dan rata-rata pemulihan.
dalam 100 mL pengencer untuk mendapatkan
larutan 1.0 mg/mL
Daftar Pustaka
- Pengenceran diambil dari 5 mL dalam 100 mL
pengencer
Al-Rimawi, Fuad., Zareer, Wahbeh., Rabie, Salah., &
- Larutan 0.05 mg/mL tetrahidrozolin
Quod, Mazen. (2011). Development and validation of a
Larutan mata
reversed-phase HPLC method for analysis of
- Volume tetes mata 5.0 mL disiapkan yang
tetrahydrozoline hydrochloride in eye drop
setara dengan 2.5 mg tetrahidrozolin dalam 50
formulations. Journal of Pharmaceutical Analysis, 2(1),
mL pengencer
67-70.
Lakukan metode validasi
- Sesuai dengan persyaratan Amerika Serikat International Conference on Harmonisation/ICH.
Pharmacopeia untuk penentuan uji (1994). Validation of Analytical Procedures: Text and
Hasil Validasi Methodology Q2(R1). ICH Harmonised Tripartite
Guideline. 2(1): 6.
Tabel 1
United States Pharmacopeia Convention. (2006).
Parameter
No. Hasil Keterangan United States Pharmacopeia National Formulary, USP
Validasi
2 29/NF24. Twinbrook Parkway: United States
1. Linearitas R 0.999 Valid
Akurasi dan Pharmacopeial Convention.
2. Pemulihan 99.8 101.3% Valid
(Recovery)
3. Presisi 0.47% Valid
Tidak ada
4. Selektivitas produk Valid
degradasi
5. Ketahanan <1% Valid

Anda mungkin juga menyukai