Anda di halaman 1dari 67

Tulisan Populer

Rambutan
JAKARTA
untuk Cucu
3 Tahap Perkuliahan

1. Pemaparan dari nara


sumber
2. Latihan membuat judul dan
kalimat pembuka.
3. Komentar peserta akan
karya peserta.
Mengapa menulis populer di Media
massa itu menjadi penting?
Hubungan Saling Menguntungkan:
Media perlu
tulisan dari
para ahli
Para ahli perlu
Masyarakat saluran
Media aktualisasi
memerlukan
gagasan/wa- gagasan, hasil
wasan baru Pengamatan,
yang ditulis hasil
ahlinya di penelitiannya,
media massa. dll.

Masyarakat Ahli
Mulailah menulis:
sekarang!
Menulis apa?
Dari bagian mana
mulainya?
Kalau tema
tulisan
diumpamakan
orang-orang ini,
mana yang akan
dipilih karena
paling disukai? 1 2

3 4 5
Dua orang di
sudut kiri
menyukai no. 5
Saya suka
bibirnya!

Menulis juga sama,


Saya suka mulailah menulis dari
matanya! yang kita sukai!
Apa?
Siapa?
Mengapa?
Kapan?
Di mana?
Bagaimana?
Berapa?
Untuk apa?
Kedepannya
bagaimana?
(Susunannya dapat
tidak berurutan).
Bila Perasaan berikut ini
ada dalam diri ibu dan
Bapak,
sebenarnya ibu dan bapak
itu mempunyai potensi
untuk menulis!

Coba jawab
pertanyaan berikut ini.
Adakah
perasaan ingin
mengemukakan
gagasan?
Saya baru ikut
Seminar Hasilnya?

Adakah rasa ingin


Lihat saja menceritakan kembali
di CD!
suatu pengalaman?
Pernahkah menceritakan
pengalaman kepada orang lain?
Saya mau cerita,
nih, mau dari
bagian mana
dulu?

Pernahkah bertanya kepada


lawan bicara, bagian mana dulu
yang akan diceritakan?
Menulis adalah mencatat apa
yang akan diceritakan.
(dengan pendalaman dan penyuntingan).
Gampang, bukan?
Jenis tulisan apa
yang akan kita buat?
Catatan Perjalanan?
Ilmiah Populer?
Opini?
Berita?
Fiksi?
Catatan Harian?
Untuk kalangan Umum?
mana kita (Koran)
menulis?
Khusus?
Khusus?
Khusus?
Populer itu menyenangkan bagi
populus (rakyat), akrab, menarik,
enak dibaca, lancar, mudah
dipahami, tapi tetap santun.
Mengapa Badut
dapat berjalan
di atas kawat
sambil
ngebadut?

Penulis harus memahami hal yang akan


ditulis, sehingga dapat menyederhanakan
persoalan yang rumit.
Studi pustaka

Untuk memiliki pemahaman yang


baik, penulis dituntut untuk membaca
sumber yang berhubungan dengan
hal yang akan ditulisnya.
Binatang
apakah ini?
Kalau diperbesar.
Binatang apakah
ini?
Bila inspirasi telah
lahir,
Biarkanlah
berkembang.
Jangan menjadi
jagal
untuk gagasan awal!
yang
perwujudan
diinginkan gagasan
(merah)

Akankah menghasilkan
sesuatu, kalau gagasan
itu tidak diwujudkan?
Susah!
Baru bikin
kalimat
pertama aja
udah macet!

Sebagai latihan: Tulis saja


tentang mengapa menulis jadi
macet, atau berganti ke topik lain
yang terpikir saat itu!
Mulailah menulis!
Nyaman dan
nikmatilah untuk
duduk mengetik!
Bagaimana agar tulisan sesuai
dengan kebijakan redaksional?
KOMPAS
Kedaulatan Rakyat
Sindo MEDIA
INDONESIA

Lainnya

Pelajari karakteristik dan


aturan penulisan setiap media
Pertambangan Mengapa
di Cagar alam tidak boleh?

Bagaimana
dengan yang
tidak setuju?

Minta
bantuan
Polisi saja!

Aktualitas: Topik sedang


diperbincangkan orang banyak
Menulislah pada kesempatan
pertama. Tidak menunda menulis
isu yang sedang berkembang.
Caranya?
Beri komentar pernyataan positif
atau pernyataan negatif
Misalnya?
Beri komentar pernyataan
orang:
Banjir yang terjadi di jalan-
jalan itu karena curah hujan
yang tinggi.
Setuju atau tidak setuju.
Buat komentar tertulis!
Memecahkan masalah jangan
menimbulkan masalah!

?
? ?
Kita pilih seiris
dari keseluruhan
semangka tema!

Memilih sisi menarik yang tepat,


yang belum ditulis orang lain.
Orisinalitas: Gagasan
orisinal dan hangat.
Kita Adakah
berada yang benar-
benar asli
di
dan baru?
pundak Saat ini:
orang melengkapi,
lain! variasi baru,
sudut
pandang
beda,
bentuk
beda, dll.
Karakteristik tulisan populer
untuk media massa:
Fokus pada isu yang khas, dan
spesifik mengenai bidang
tertentu.
Tulisan harus
bermakna bagi
pembaca. Tidak
sekedar
menampilkan
angka, data,
fakta.
Akurat: Topik berisi informasi
yang benar, teruji.
Relevan: topik yang diangkat
mempunyai keterikatan kuat
dengan kepentingan pembacanya.
Jelas, tidak menimbulkan
penafsiran ganda, terukur, dan
mudah dipahami.
Bagaimana ini,
tulisannya kok
jadi tentang
saya!? Ga
terima, ah!

Nggak, Pak!
Saya cuma nulis.
Tulisan harus Itu pesenan Pak
dapat Gaga!
dipertanggung-
jawabkan.
Koran
mempunyai
keterbatasan
halaman.
Panjang tulisan
opini cukup
5500 - 6000
characters with
spaces.
Ketika ada komputer dan internet,
redaksi cenderung hanya memuat
tulisan yang dikirim dalam bentuk
digital.
Bagaimana mencari ide?

Sumber ide:
Surat Kabar
Buku,
Makalah,
Kebijakan
Pendapat orang lain
dll
Mungkinkah tersusun subjek-
subjek informasi dalam otak
bila tidak ada data yang masuk?
Begitu subjek rumah menjadi
stimulan, maka pengetahuan tentang
rumah akan terkonstruksi.
Jatuhnya
buah apel
dalam
pikiran
Newton.
Gelas mana yang memerlukan
keterlibatan orang lain paling banyak
untuk menambah isinya?

1 2 3
Mengapa kita harus
terus
berubah dan
memperbaiki tulisan?
Meningkatnya Kehendak Pembaca
(Jangan sampai pembaca beralih
ke tulisan lain padahal baru membaca
satu atau setengah alinea)
Ketidakpuasan diri sendiri
(Kalimat kurang lancar, kurang
lincah, kurang mengalir, dst.)
Telepon Jadul

HP Jadul
Mau HP
seperti
punyaku?

Maaf, ya,
Tidak! Trims.

Untuk kemajuan,
kadang kita sulit
HP th 2002 berubah
Hindari istilah teknis tanpa
penjelasan, atau kata asing
yang berlebihan.
Owner
Mindset
Stakeholder
Signifikan,
dll
Ragu dalam penggunaan kata?
Lihat peta, buka Kamus!
Jangan ada kesalahan cetak, ejaan,
angka, nama, pangkat/gelar, dsb.
Cisereh atau Ciseureuh?
Woskop?
Letop?

Anda dapat uang Rp.150.000,00 padahal


seharusnya Rp.1.500.000,00.
Sepelekah?
Edi Sud
Rachmat
Katolo,
Maksud, lo?

Menghindari lupa dalam menulis:


Buatlah Peta Pikiran atau catatan
Faktor yang mempengaruhi
pemuatan tulisan:

Tulisan ini
dimuat
nggak, ya?

Kirim
saja!
Tulisan ditolak, bila tulisan itu:

1. Tema tidak aktual


2. Penyajian berkepanjangan
(cukup antara 5000 - 6000
characters with spaces).
3. Bahasan terlalu mikro.
4. Penyajian kurang jelas.
5. Bahasa terlalu akademik.
6. Terlalu sumir.
7. Gayanya seperti makalah,
naskah pidato, catatan
kuliah.
8. Terlalu banyak kutipan,
sehingga seperti kumpulan
kutipan. Atau sumber
kutipan kurang jelas.
9. Uraian tidak runtut, gagasan
meloncat-loncat.
(Dedi Muhtadi, KOMPAS, 2007).
Tulisan diterikma, bila tulisan itu:

1. Asli, bukan plagiasi


2. Hanya ditulis untuk 1 media.
3. Aktual, relevan dan sedang
menjadi pembicaraan di
masyarakat.
4. Isi menyangkut kepentingan
umum, bukan kepentingan
komunitas tertentu.
5. Mengandung hal baru (informasi,
pandangan, pendekatan, saran,
pemecahan).
6. Menggunakan bahasa populer,
mudah dipahami.
7. Penyajian tidak berkepanjangan
(cukup 5000 6000 character with
space MS Word).
(Dedi Muhtadi, KOMPAS, 2007).
Resep menulis: Sim Sala Bim!
Jadilah penulis
1. Lakukan riset andal!
sebelum menulis.
2. Banyak membaca.
3. Terus menulis!
4. Baca lagi tulisan,
perbaiki, perindah,
perlincah!
5. Nikmati menulis,
nyaman duduk di
depan komputer.
Kesimpulan:
Tulisan populer itu merupakan
perpaduan gagasan dan berbagai
informasi yang dihimpun dari
berbagai sumber.
Lalu diolah, diracik menjadi tulisan
baru yang lebih baik, lebih lancar,
lebih lincah, enak dibaca, dan
mudah dipahami.
Etika penulisan tetap harus terjaga.
Huh!
Sebel
Sudah
pelatihan
menulis,
tapi tidak
dimuat!
Sekian.
Janji, ya, sepulang
dari sini akan menulis.

Kalau tidak:
Singkong
diragiin,
Tape, deh!