Anda di halaman 1dari 20

BAB 8

GAYA SENTRAL ANTARA 2 BENDA


Jika dua benda berinteraksi satu dengan yang lain, maka akan timbul energi potensial.
Contoh :
1. Interaksi antara matahari dan bumi
G m1 m 2
U r 1,r 2 =
r 1r 2
2. Interaksi antara elektron dan proton di dalam atom hidrogen
r 1r 2
U r 1,r 2 = k e 2

Energi potensial sangat bergantung pada r 1r 2
(gambar)

Sehingga lagrangian
1 1
L= m 12+ m 22 U(r )
2 2

Pusat Massa
(gambar)
CM = r = r1r2
m r1 +m r 2 m r1 +m r 2
R = =
m1+m2 M

Momentum Pusat Massa


P = M.
Sehingga jika r = r1r2
m2
r1 = R + r
M
m1
r2 = R - r
M
dan energi kinetik
T = (M. + 2 )
Sehingga
L = T-U
1 1
= M 2 + 2 U(r )
2 2
1 2
U (r )
2
= )
1 2
M +
2
L = Lcm + Lrel
Dimana,
1 2
M : Lagrangian pusat massa
2

( 12 U ) :
2
(r ) Lagrangian posisi relatif

Kecepatan Pusat Massa Konstan

M 2 = konstan
d
= R = 0
dt
Sehingga persamaan gerak bergantung Lrel
1 2
Lrel = U (r )
2

d L L
dt ) r
=0


d
d )+ (U ) = 0
dt ( r)
dt
r= U (r )
L = Lcm + Lrel
1 2
U (r )
2
= )
1 2
M +
2
Jika kerangka acuan dipusat massa
(gambar)

Sehingga pada kerangka ini R = 0 dan =0


Lcm = 0
1 2
L = Lrel = U (r )
2

Kekekalan Momentum Sudut


Pada semua kerangka acuan, momentum sudut total (l)
l = ( r1 x p1 + ( r 2 x p2 )

= r1 .m1 x r1 + r2 .m2 x r2

dari
m2
r1 = R + r
M
m1
r2 = R - r
M
Jika R = 0, maka
m2 m1
r1 = r dan r2 = r
M M
Sehingga
m1 .m 2
l= 2
( m2 . r x r +m1 . r x r )
M
l = r x r , dimana : massa tereduksi

Sistem Gerak dinyatakan dalam Koordinat Polar


+r
2 2 2

Lrel = 1 ) - U (r )

2
(gambar)

persamaan gerak ke arah


Jika L tidak bergantung pada maka
L
= r 2 = konstan = l

l: momentum angular

sedangkan ke arah radial (r )

d L L
dt ) r
=0

d L L
dt ) = r


d (U (r ))
d

)= r 2
dt dr

d (U (r ) )
r=r 2
dr

l
= 2
r
d (U (r ) )
r=r 2
dr
d (U (r ))
= Fcf -
dr
Fcf merupakan gaya sentrifugal

2
Fcf = r

l2
= r 2 4
r
2 2
l d l
= 3 = ( )
r dr 2 r 2

d (U (cf ) )
=-
dr
sehingga
d (U (r )) d (U (cf ) )
r= -
dr dr
d
U +U (cf ) )
dr ( (r )
=-

d
U
dr ( (eff ))
=-

U ( eff )= potensial energi efektif

= potensial energi karena gaya gravitasi + potensial energi karena gaya sentrifugal
2
l
= U (r ) +
2 r2
U (r ) :berbandingterbalik dengan jarak

U ( cf ) :berbanding terbalik dengan r 2

Kekekalan Energi
Dari persamaan gerak benda
d
r =- U (r )
dr ( eff )
kalau kedua ruas dikalikan r
d
r r = - U ( r ) . r
dr ( eff )
d dr
= U (r )
dr dt ( eff )
d 1 2 d
dt 2 (
r = )
U (r )
dt (eff )

Sehingga
1 2
r +U (eff ) ( r )=konstan
2
1 2 1 2 2
r + r + U (r )=konstan
2 2
1 2 1 2 2
r + r + U (r )=E
2 2
Misal dalam kasus komet atau planet yang beredar pada orbitnya

1 2 l 2 G m1 m2
r + 2
=E
2 2r r
1 2
r 0
2

l2 G m1 m2
2
= U ( eff )
2 r r

Sehingga E U (eff )

U ( eff ) ( r min )=E

Persamaan Orbital
Dari persamaan radial
2
l
r=F (r ) + 3
r
1 1
Jika U = , r=
r U
d d d d
= =
dt dt d d
l d
=
r2 d
d l 2 d
= U
dt d
Sehingga
d
r= (r)
dt
l 2 d 1
= U .
d U

l 2 dU 1
= U
d

dU 1 dU 1 dU
= .
d dU d
2 dU
= U
d
l dU
r= U 2 (U2 )
d
l dU
r=
d
d
r= ( r )
dt
d l dU
(
dt d
l d l dU
U2

.
d d ( )
l 2 U 2 d2U
r= .
2 d 2
Sehingga

l2
r=F (r ) + 3
r

l 2 U 2 2 2
d U l
2 . 2
= F( r ) + 3
d r

l 2 U 2 d2U l2
. 2 = F( r ) + 3
d r
2 2 2 2 3
l U d U l U
. = F ( r )+
d 2

d 2 U l2 U 3
= F (r ) .
d 2 l 2 U 2 l2 U 2

d2U
2
=U 2 2 F ( r)
d l U

U ( ) =U ( ) 2 2
F ( r)
l U ()
Contoh
Persamaan radial digunakan dalam analisis gerak partikel bebas (tidak ada gaya yang
bekerja : F( r )=0 )

Sehingga

U ( ) =U ( )
Solusi
U = A cos (
U = -A sin (

U = -A cos (
=-U

U ( ) =U ( )
= - A cos (
1
U = A cos ( , jika A =
rO

1 1
= cos ( )
r rO

ro
r=
cos ( )
lintasan gerak partikel bebas berupa garis lurus

1
Penggunaan Persamaan Orbital untuk Menganalisa Orbital Keppler (~ )
r2
Contoh : gerak antara matahari dan komet dipengaruhi gaya gravitasi
G m 1 m2
(
r

G m 1 m 2
F=
r

= , dimana =konstanta = Gm1 m2
r2
= U 2

Substitusi ke persamaan orbital



U ( ) =U ( ) F (r )
l U 2( )
2


U ( ) ( U 2
l U2 ( )
2


U ( ) 2
l

U ( )+
l2

Jika ( )=U ( )
l2
Sehingga

U ( ) = - ( )
Dan solusinya ( ) = ( )
( )= A cos ( )
Dan

U ( )= + A cos ( dengan asumsi =0
l2
( )
2
Al
1+cos =


U ( )=
l2
( )
2
l
1+cos c=

1 1
=
r () c
c
r ( )=
(1+ cos ( ) )

1. Untuk orbital terikat


Jarak 0 < <1 : nilai max cos ( )=1
c
r ( )=
1
c
=0 maka r=
1+
c
=180 maka r=
1
Sehingga r ( ) selalu bernilai

Jika 1
c
r ( )=
( 1+cos ( ) )
=1
=90 maka r=0
c
=0 maka r=
2
=180 maka r=

Jika < 1
c
r ( )=
1
c
=0 maka r= , r min (perihelion)
1+
c
=180 maka r= , r max (aphelion)
1
Dan berbentuk elips bersesuaian dengan persamaan
( x +d )2 y2
+ =1
a2 b2

Dengan
c
a=
12
c
b=
12
d=a

c
r max 1 1+
= =
r min c 1
1+
1+
r max = r min
1

Mencari Periode
(gambar)

dA = luas ORS = OPQ


1
= x alas x tinggi
2
1
= r x v dt|
2

=
1
2 | p
r x dt
m |
1
= |r + p| dt
2m
1
= l dt
2m
1
dA = l , :m
2m
sehingga
dA l
=
dt 2

Jika luas total elips : A = . a . b


Maka perioda (waktu yang diperlukan untuk menempuh seluruh luasan)
A 2 ab
= =
dA l
dt
2 2 2 2
4 a b c
2= 2
. b=
l 1 2
4 2 a2 c2 2 c
2 2
. a= 2
l ( 1 ) 1
2 3 2 2
4 a c l
2
.c= 2
l

4 2 a3
. =G m1 m2=G M mth

4 2 a3
2= Hukum Keppler 3 : 2=a3
G M mth

Orbital Tidak Terikat


c
r ( )=
1+ cos
Jika =1 pada =
c c
r ( )= = =
1+ 1(1) 0
gambar )

Ketika pada 180o , komet lepas dari orbitalnya (bentuk parabola)

Secara koordinat kartesian


y2 = c2 2cx ...................... persamaan parabola
Jika > 1 maka bagian penyebut ( 1+cos akan bernilai nol pada nilai
=(max) tertentu
yaitu cos =1

Secara koordinat kartesian


( x )2 y 2
2 =1 bentuk hiperbola
2

Secara umum
(gambar)

Hunungan antara Energi (E) dan eksentrisitas (

1 2 G m 1 m2 l2
E= r + 2
2 r 2 r
Ketika (r min) : r=0, sehingga
G m1 m2 l2
E= +
r 2 r2
l2
= +
r min 2 r min 2

1 l2
= ( 2 )
2 r min r min
2
c l
Dimana (r min) = ,c =
1+

Sehingga
2
l
rmin =
(1+ )
dan
( 1+ )
E= ( ( 1+ )2 )
2 l2

2 ( 2 )
= 1
2l 2
Jika
=0 .. E<0 ( lingkaran )
0<<1 .. E< 0 ( elips )
=1 .. E=0 ( parabola )
>1 .. E>0 ( hiperbola )

Perpindahan Orbital
Misal suatu satelit yang akan memonitor planet venus maka perlu perpindahan
orbit dari orbit bumi ke orbit venus, maka dari
c
r=
( 1+ cos ( ) )
Perlu ada syarat kontinuitas
c1 c
= 2
1+1 1+2

Jika = rasio kecepatan pada orbit satu dan orbit dua


V2 = V1
Jika > 1 ................(perpindahan maju)
0 < <1 .................(perpindahan mundur)

Momentum Angular (sudut)


l = rv
jika r dianggap tidak berubah selama perpindahan maka perubahan l sebanding
dengan perubahan v
l2 = l1
C2 = 2 C1
C1 C
= 2
1+1 1+2

Maka

2=2 1+(2 1)

Jika >1 2>1


(gambar)

Perpindahan maju

Jika 0< <1 2 <1


(gambar)

Perpindahan mundur
BAB 9
MEKANIKA PADA KERANGKA NON INERSIAL
Misal sebuah mobil yang bergerak relatif terhadap bumi (jalan). Penumpang didalam
mobil melemparkan sebuah bola sehingga bola mempunyai kecepatan relatif terhadap
mobil dan bumi.
Jika bumi sebagai kerangka inesrial o . Mobil sebagai kerangka inersial dan
mempunyai percepatan A
(gambar)

Berdasarkan Hukum Newton II, gerak bola relatif terhadap kerangka inersial (bumi)
F = m r o
F : gaya total yang dialami bola relatif terhadap kerangka inersial
m : massa bola
r o : percepatan bola relatif terhadap kerangka inersial

r o =r +v

Kecepatan bola relatif terhadap = kecepatan bola relatif terhadap kerangka non inersial +
kerangka inersial ( r o kecepatan kerangka non inersial relatif terhadap kerangka
inersial

r o =r + A

r=r o A

Kedua ruas dikalikan massa m r =m r omA

m r =FmA
Sehingga Hukum Newton II pada kerangka non inersial ada tambahan gaya (-mA) yang
disebut gaya inersia
Finersia=mA

Pasang Surut Air Laut


(gambar)
Percepatan dari O (pusat bumi)

d^o
A= G M m
do 2
do : posisi pusat bumi relatif terhadap bulan
Mm : massa bulan

Dari persamaan
m r =FmA

d^ d^o
= ( mgGM m m
d
2
+ F non gravitasi)+ GM m m
do
2

d^o
= mgGM m ( d^

d 2 do 2 )
+ Fnon gravitasi

= mg+ Ftidal + F non gravitasi

Besarnya gaya tidal pada berbagai tempat di bumi


(gambar)
a. Gaya tidal pada titik P (d<do)
Berhadapan langsung dengan bulan
(gambar)

d^o
Ftidal =GM m
d^
(

d 2 do 2 )
d^
(
= GM m 2 kecil
d )
d^
= GM m 2
d ( )
b. Pada titik R yang membelakangi bulan (d>do)
(gambar)
d^
d^
(
Ftidal =GM m 2 o2
d do )
d^o
GM m keccil ( do
2 )
d^o
= GM m
do ( ) 2

c. Pada titik Q dan S


(gambar)

d^x d^y d^o


+ +
dx 2 dy 2 do2 )
Ftidal =GM m
d^x =d^o
dx 2=do 2
Maka

d^y
Ftidal =GM m ( )
dy 2

Besarnya pasang surut air laut


F = U
Sehingga
m.g = U eg , U eg :energi potenial akibat gravitai bumi

Ftidal = U tidal , U tidal : energi potenial akibat gaya tidal

Dimana

U tidal=GM m
( d1 + do1 )
2 2

Sehingga setiap lokasi pada permukaan bumi memeperoleh energi potensial


U= U eg + U tidal

Dimana besarnya selalu sama


U(P) = U(Q)
U eg ( P ) + U tidal ( P )=U eg ( Q ) + U tidal (Q )

U eg ( P )U eg ( Q )=U tidal ( Q )U tidal ( P )

Dengan
U eg ( P )U eg ( Q )=mgh ( P )mgh (Q )

= mg [h(P) - h(Q)]
= mgh
U tidal (Q ) . energi potensial tidal dititik Q

(gambar)
2 2 2
d =do + r
d= do 2+ r 2
Dimana r R e dan

x = 0 ..Q sejajar pusat bumi


sehingga
1
U tidal (Q )=GM m
( do2 + 2 )
1
=
GM m
( ) 2
do 1+( )
do
1
1
Karena 1 dan menggunakan pendekatan binomial ( 1+ ) 2 1
do 2
Sehingga

2
U tidal (Q )
GM m
do
1 (
2 do2 )
U tidal ( P )
d = do Re
x = -Re
(gambar)

Sehingga
2
U tidal (Q )
GM m
do
1+ (
2 do
2 )
Dan
U eg ( P )U eg ( Q )=U tidal ( Q )U tidal ( P )

GM m m 3 2
mgh=
do 2 do 2

Dimana
GM e
g= .. M e : Massa bumi
2

Sehingga

3 M m 4
h=
3 M e do 3
tinggi panjang air laut karena bulan saja = 54 cm
tinggi pasang air laut karena matahari saja = 25 cm