Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH PROSES AERASI DAN DEAERASI

(Utilitas dan Penggerak Mula)


Dosen Pengampu :
Dr. Dewi Agustina Iriyani, S.T., M.Sc.

Nama Kelompok 9 :
1. Annisa Ul Akhyar (1415041005)
2. Irvan Eko Saputra (1415041025)
3. Naftalia Ariska Br Bangun (1415041039)
4. Syafira Eka Gestya (1415041059)
5. Teni Opina Paradhita (1415041061)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS


TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pencemaran air merupakan masalah yang dihadapi dunia dewasa ini, terutama di
negara industri. Indonesia yang sedang mempersiapkan diri sebagai suatu negara
industri juga tidak luput dari pencemaran ini, terutama disebabkan oleh buangan-
buangan industri yang tidak memenuhi standar buangan industri yang diizinkan
pemerintah.
Ketidak bertanggung jawaban mereka membuat air menjadi kotor, seperti
membuang sampah ke tepian sungai sehingga aliran sungai menjadi mampat dan
akhirnya timbul banjir jika hujan turun, membuang limbah pabrik ke sungai yang
mengkibatkan air itu menjadi tercemar oleh bahan-bahan berbahaya, dan lain
sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan metode-metode pengolahan air yang tepat
untuk menangani air telah tercemar hingga layak digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan yang
dihadapi adalah:

1.Apa itu proses aerasi dan deaerasi?


2.Bagaimana prinsip kerja dalam proses aerasi dan deaerasi?
3.Apa sajakah jenis jenis aerator dan deaerator?

1.3 Tujuan
Tujuan dari makalah Utilitas dan Penggerak Mula adalah :

1. Untuk mengetahui perbedaan antara proses aerasi dan deaerasi


2. Untuk mengetahui prinsip kerja dalam proses aerasi dan deaerasi
3. Untuk mengetahui jenis- jenis deaerator
BAB II
ISI

2.1. Aerasi

Aerasi adalah pemambahan oksigen ke dalam air sehingga oksigen terlarut di


dalam air semakin tinggi. Pada prinsipnya aersi itu mencampurkan air dengan udara
atau bahan lain sehingga air yang beroksigen rendah kontak dengan oksigen atau udara.
Aerasi termasuk pengolahan secara fisika, karena lebih mengutamakan unsur
mekanisasi dari pada unsur biologi. Aerasi merupakan proses pengolahan dimana air
dibuat mengalami kontak erat dengan udara dengan tujuan meningkatkan kandungan
oksigen dalam air tersebut. Dengan meningkatnya oksigen zat-zat mudah menguap
seperti hiddrogen sulfide dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dapat
dihilangkan. Kandungan karbondioksida dalam air akan berkurang. Mineral yang larut
seprti besi dan mangan akan teroksidasi mementuk endapan yang dapat dihilangkan
dengan sedimentasi dan filtrasi.

Proses aerasi merupakan peristiwa terlarutnya oksigen di dalam air. Efektifitas


dari aerasi tergantung dari seberapa luas dari permukaan air yang bersinggungan
langsung dengan udara. Fungsi utama aerasi adalah melarutkan oksigen ke dalam air
untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dan melepaskan kandunngan gas-
gas yang terlarut dalam air, serta membantu pengadukan air. Aerasi dapat dipergunakan
untuk menghilangkan kandungan gas terlarut, oksidasi besi dan mangan dalam air,
mereduksi ammonia dalam air melalui proses nitrifikasi.

Proses aerasi sangat penting terutama pada pengolahan limbah yang proses
pengolahan biologinya memanfaatkan bakteri aerob. Bakteri aerob adalah kelompok
bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas untuk proses metabolismenya. Dengan
tersedianya oksigen yang mencukupi selama proses biologi, maka bakteri-bakteri
tersebut dapat bekerja dengan optimal. Hal ini akan bermanfaat dalam penurunan
konsentrasi zat organik di dalam air limbah. Selain diperlukan untuk proses
metabolisme bakteri aerob, kehadiran oksigen juga bermanfaat untuk proses oksidasi
senyawa-senyawa kimia di dalam air limbah serta untuk menghilangkan bau. Aerasi
dapat dilakukan secara alami, difusi, maupun mekanik.

Aerasi alami merupakan kontak antara air dan udara yang terjadi karena pergerakan
air secara alami. Beberapa metode yang cukup populer digunakan untuk meningkatkan
aerasi alami antara lain menggunakan cascade aerator, waterfalls, maupun cone tray
aerator.

Pada aerasi secara difusi, sejumlah udara dialirkan ke dalam air limbah
melalui diffuser. Udara yang masuk ke dalam air limbah nantinya akan berbentuk
gelembung-gelembung (bubbles). Gelembung yang terbentuk dapat berupa gelembung
halus (fine bubbles) atau kasar (coarse bubbles). Hal ini tergantung dari
jenis diffuser yang digu.nakan.

Aerasi secara mekanik atau dikenal juga dengan istilah mechanical agitation
menggunakan proses pengadukan dengan suatu alat sehingga memungkinkan
terjadinya kontak antara air dengan udara.
2.2 Tujuan Aerasi
Aerasi adalah proses mekanis pencampuran air dengan udara. Tujuan aerasi
adalah sebagai berikut :
1. Membantu dalam pemisahan logam-logam yang tak diinginkan seperti Fe dan
Mn. Besi lebih sering ditemukan dari pada mangan. Besi yang terdapat dalam
air biasanya berbentuk ferobikarbonat atau ferosulfat. Oksigen dikontakkan
dengan air, akan merubah senyawa-ferro tersebut menjadi ferioksida yang tidak
larut dalam air sehingga dapat dipisahkan dengan menggunakan filter. Mis :
4Fe(OH)2 + O2 + 2H2O 4Fe(OH)3
2. Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air terutama yang bersifat korosif.
Contoh gas seperti ini adalah CO2 yang dapat menurunkan pH air sehingga
membantu proses korosi pada logam.
3. Menghilangkan bau, rasa dan warna yang disebabkan oleh aktivitas
mikroorganisme. Penurunan kualitas air ini disebabkan oleh bahan organik
yang mengalami dekomposisi, sisa sekresi atau merupakan bahan-bahan hasil
metabolisme mikroba.

Proses penghilangan akan makin baik dengan :

Menaikkan temperature
Lamanya waktu kontak
Makin luasnya permukaan kontak
antara air dengan udara
Banyaknya volume gas yang kontak
dengan air

2.3 Jenis-Jenis Aerasi

Aerator adalah alat atau mesin penghasil gelembung udara yang gunanya
adalah menggerakkan air di dalam kolam atau aquarium agar airnya kaya akan
oxygen.
Berdasarkan mekanisasi dari aerasi, aerator dapat dibagi jenisnya sebagai
berikut :
a. Spray Aerator

Gambar 1. Spray aerator

b. Waterfall atau miltiple Tray Aerators.

Gambar 2. Waterfall atau miltiple Tray Aerators.

c. Cascade Aerators.

Gambar 3. Cascade Aerators.


d. Difussed Air Aerators.

Gambar.4 Difussed Air Aerators.

e. Mechanical Aerators.

Gambar 5. Mechanical Aerators.


3.1 Deaerasi

Deaerasi adalah perlakuan terhadap air untuk menghilangkan gas-gas yang larut
dalam air. Adapun gas-gas yang larut dalam air adalah :
a. Oksigen ( O2 )
b. Karbondioksida ( CO2 )
c. Hidrogen ( H2S )
Pengaruh gas CO2 dalam air dapat menyebabkan air bersifat asam. Bila gas ini
terkandung dalam air, maka air menjadi korosif terhadap pipa yang akan membentuk
besi karbonat yang larut. Didalam air yang terkandung 2-50 ppm CO2, air yang bersifat
korosif. Gas yang mempercepat korosi adalah oksigen, korosif yang terjadi
mengakibatkan lubang-lubang. Untuk menghilangkan gas-gas terlarut seperti oksigen,
dapat digunakan dengan cara mekanis dan kimiawi.
Metode deaerasi ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

1. Metode deaerasi dengan sisitem pemanasan


Proses deaerasi pemanasan adalah proses pemisahan yang dilakukan dengan
menggunakan peralatan mekanik yang telah dirancang sedemikian rupa yang
digunakan untuk proses kerja sesuai dengan yang diinginkan. Prinsip dasar dari
deaerasi dengan sisitem pemanasan adalah apabila temperature dinaikkan pada
air maka kelarutan dari gas-gas akan berkurang atau turun. Jadi syarat-syarat
terjadinya deaerasi secara maksimal itu sangat tergantung pada temperature. Jika
temperature tidak sesuai dengan yang seharusnya, maka deaerasi tersebut tidak
berjalan baik.

2. Metode deaerasi dengan system penambahan zat kimia (perlakuan kimia)


Deaerasi dengan system penambahan zat kimia adalah dengan cara
memasukkan larutan kimia kedalam air.

3.1.1 Pengenalan Deaerator

Deaerator adalah alat yang bekerja untuk membuang gas-gas yang terkandung
dalam air ketel, sesudah melalui proses pemurnian air ( water treatment ). Selain itu
deaerator juga berfungsi sebagai pemanas awal air pengisian ketel sebelum
dimasukkan kedalam boiler. Deaerator bekerja berdasarkan sifat dari oksigen yang
kelarutannya pada air akan berkurang dengan adanya kenaikan suhu. Pengenalan
deaerator dapat dilihat pada gambar 6. berikut.

Gambar 6. Deaerator
Alat deaerator ini terdiri dari dua drum dimana drum yang lebih kecil
merupakan tempat pemanasan pendahuluan dan pembuangan gas-gas dari bahan air
ketel, sedangkan drum yang lebih besar adalah merupakan tempat penampungan bahan
air ketel yang jatuh dari drum yang lebih kecil di atasnya. Pada drum yang lebih kecil
terdapat spray nozzle yang berfungsi untuk menyemprot bahan air ketel menjadi
butiran-butiran air halus adar proses pemanasan dan pembuangan gas-gas dari bahan
air ketel lebih sempurna. Juga pada drum yang lebih kecil disediakan satu saluran vent
agar gas-gas dapat terbuang ( bersama steam ) ke atmosfer.

Unsur utama dalam menentukan keberhasilan dari proses ini adalah kontak fisik antara
bahan air ketel dengan panas yang diberikan oleh uap.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses deaerator adalah :
a. Jumlah aliran air kondensat.
b. Jumlah aliran bahan air ketel.
c. Tekanan dalam deaerator.
d. Level air dalam deaerator.

Jika deaerator tidak dapat bekerja dengan baik dapat berpengaruh buruk terhadap
system air umpan, system kondensat dan juga menaikkan pemakaian bahan kimia yang
lebih tinggi.
Untuk mencapai efisiensi deaerator yang baik ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan yaitu :
1. Pertahankan suhu dan tekanan yang setinggi mungkin sesuai dengan
rancangannya.
2. Pastikan steam / uap keluar / venting dari deaerator bahwa oksigen dan
gas-gas yang tidak terkondensasi ikut keluar.
3. Lakukan inspeksi bagian dalam deaerator untuk memastikan semua
komponen tidak mengalami kerusakan.

3.1.2 Bagian-Bagian Utama Deaerator

Untuk menunjang operasi dari deaerator, maka pada dearator tersebut perlu
diperlengkapi dengan:

a. Vent Condensor
Condensor ini berfungsi untuk mengkondensasi gas-gas serta mengumpulkan
gas-gas tersebut sebelum di keluarkan ke atmosfir. Bagian dari vent kondensor
terbuat dari bahan stainles steel. Gas-gas yang sudah terpisahkan dari air akan
keluar ke atmosfir melalui jalur vent. Katup di dalam jalur ini harus dibuka
sedikit sehingga pengeluaran gas dapat dilakukan secara kontinyu. Tanda-tanda
pengeluaran gas tersebut dapat dilihat dengan keluarnya asap dari jalur vent.

b. Tray (sekat-sekat)
Tray yang terdapat pada deaerator berfungsi sebagai media pemanas, tempat
saringan, dan juga tempat memperluas ruangan untuk kondensasi uap.
c. Liquid Level Gauge (gelas penduga)
Gelas penduga digunakan untuk mengetahui tinggi rendahnya permukaan air
yang ada di dalam tangki deaerator. Prinsip kerja alat ini adalah dengan bejana
berhubungan. Garis tengah kira-kira 20 mm dan panjangnya 300 mm. Kedua
gagang dan peralatan terbuat dari tembaga serta dilengkapi dengan katup (pada
kedua ujungnya). Gelas penduga ini juga dilengkapi dengan kran dan bola
pemeriksa.

d. Termometer
Termometer ditempatkan pada storage tank dari deaerator. Temperatur pada
storage tank tersebut akan bersesuaian dengan tekanan operasi dari uap. Jika
dibutuhkan termometer juga dapat ditambahkan pada jalur pemasukan uap. Di
dalam keadaan ini, pada kedua termometer ini akan terbaca temperatur dengan
perbandingan yang tetap.

e. Preassure gauge
Pembacaan pada preasure gauge ini menunjukan besar tekanan uap di dalam
unit. Preassure gauge ini ditempatkan pada jalur pemasukan uap yang dilengkapi
dengan kran. Pemasangan preassure gauge pada jalur pemasukan air bertujuan
untuk mengetahui perbedaan tekanan antara tekanan air masuk dengan tekanan
operasi uap.

f. Transmitter elektro
Transmitter elektro fungsinya sama dengan termometer untuk mengukur suhu.
Tetapi perbedaanya pada peralatan ini terdapat pada cara pembacaanya, dimana
termometer dapat dilihat pada lapangan secara langsung sedangkan pada
transmitter yang dilengkapi sebuah logam dijalankan secara elektrik, hanya dapat
dibaca pada ruangan panel/control room.

g. Control Valve
Control valve ini disebut juga kran atau katup control. Dimana alat ini banyak
dipakai dalam pipa-pipa yang dilalui air. Control valve ini dapat digolongkan atas
dua jenis yaitu analog dan digital. Besar bukaan control valve analog dapat diatur
pada kedudukan yang diinginkan (0-100%). Sementara control valve digital
hanya mempunyai dua keadaan yaitu membuka dan menutup. Di dalam control
valve terdapat sekat yang dapat digerak-gerakan. Sekat ini berfungsi sebagai
pengatur aliran air yang melalui control valve bentuk sekat ini ada beberapa
macam tergantung jenis control valvenya. Tetapi yang umum digunakan adalah
yang memakai udara bertekanan tinggi yang menggunakan motor.
Gambar 7. Bagian-bagian pada deaerator

3.1.3. Jenis-Jenis Deaerator

Adapun jenis-jenis deaerator yang sering dijumpai adalah :

Deaerator type Spray


Deaerator ini dipergunakan apabila air umpan perlu dipanaskan terlebih
dahulu dengan menggunakan uap sebagai pemanas. Uap yang masuk ke dalam
deaerator, memecah aliran air menjadi serpihan-serpihan kecil yang
mengakibatkan gas-gas yang larut didalam air dipaksa keluar sehingga
konsentrasi oksigen dalam air turun.

Mekanisme proses deaerasi pada deaerator spray dapat diterangkan secara


garis besar yaitu sebagai berikut. Apabila uap masuk ke dalam deaerator maka
kontak antara uap dengan air yang masuk akan terjadi di zona deaerasi pertama.
Uap tersebut akan memecah air dan sekaligus menghilangkan oksigen yang
terkandung di dalam air dan uap yang masuk ke dalam zona deaerasi kedua akan
menghilangkan sisa-sisa oksigen.

Gambar 8. Deaerator type Spray


Deaerator Vakum
Mekanisme kerja deaerator vakum dapat dijelaskan karena gas-gas yang terlarut
dalam air dihilangkan dengan menggunakan ejaktor uap atau dengan pompa vakum,
untuk memperoleh vakum yang diperlukan. Besarnya vakum tergantung pada suhu air,
akan tetapi biasanya 730 mm Hg.
Sistem deaerasi dengan menggunakan deaerator vakum dapat dikatakan tidak
seefesien deaerator uap, dan konsentrasi oksigen dalam air hanya dapat diturunkan
sampai kira-kira 0,2 ppm dan karbon dioksida berkisar antara 2-10 ppm. Tergantung
konsentrasi sebelum deaerasi.

Gambar 9. Deaerator Vakum

Deaerator type Tray


Pada deaerator tipe tray seperti yang terlihat pada gambar II.5 dibawah,
memaksimalkan sekat-sekat ( Tray ) sebagai media untuk memperbesar ruang jatuh
dari pada air sehingga molekul-molekul air akan saling terpisah satu dengan yang
lainnya, jadi tray pada deaerator jenis ini adalah untuk memaksa molekul air untuk
menyebar sehingga mempermudah pelepasan udara.

Gambar 10. Deaerator type Tray

Pada PKS Pagar Merbau deaerator yang dipergunakan adalah jenis deaerator asembly,
yaitu deaerator kombinasi antara type tray dan type spray.
Adapun mekanisme kerja dari deaerator assembly ini adalah sebagai berikut :
1. Air dimasukan dari atas deaerator yang berasal dari tangki penyimpanan (feed
tank) dengan menggunakan pompa. Temperatur air umpan yang masuk
kedalam deaerator adalah 30-50 oC. Air yang masuk ke deaerator di spray
(semprot) menjadi butiran-butiran kecil yang bertujuan untuk memudahkan
proses pemisahan. Air yang disemprot tersebut akan jatuh ke atas tray, yang
mana berfungsi sebagai media pemanas dan tempat penyaringan serta
mempermudah proses pemisahan yang sedang terjadi.

2. Dalam waktu yang bersamaan steam diinjeksikan dari bagian bawah deaerator.
Steam yang dialirkan dapat berasal dari steam sisa pemutar turbin dengan
temperatur 130 oC. Steam yang dimasukan kedalam deaerator berguna untuk
menaikan temperatur air umpan. Kenaikan suhu tersebut mengakibatkan
turunya kelarutan gas-gas yang tekandung didalam air umpan tersebut.

3. Air dan steam yang dimasukan secara bersamaan ini mengakibatkan


pencampuran air yang bergejolak. Air dan steam yang bercampur dengan
bergejolak ini mempermudah proses pemisahan gas-gas. Sehingga dengan
adanya pencampuran air yang bergejolak ini mengakibatkan terjadinya proses
pemisahan gas-gas. Gas-gas yang telah terpisah tersebut keluar melalui venting
condensor. Sedangkan air yang sudah terpisah dari gas-gas tersebut masuk ke
dalam tangki penyimpanan yang selanjutnya air umpan dapat dipakai untuk
proses pada ketel.
BAB III
KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari pembahasan di atas sebagai berikut :


1. Aerasi adalah pemambahan oksigen ke dalam air sehingga oksigen terlarut di
dalam air semakin tinggi.
2. Deaerasi adalah perlakuan terhadap air untuk menghilangkan gas-gas yang larut
dalam air.
3. Penggunaan jenis alat aerasi dan deaerasi diseusikan dengan kebutuhan.
4. Macam-macam aerator yaitu Spray Aerato, Waterfall atau miltiple Tray
Aerators, Cascade Aerators, dan Mechanical Aerators.
5. Macam-macam deaerator yaitu Deaerator type Spray, Deaerator Vakum, dan
Deaerator type Tray.
DAFTAR PUSTAKA

Alaerts. G. dan Sri Sumantri Santika. 1984. Metode Penelitian Air. Surabaya. Usaha
Nasional.
Culp, L. Russel. 1980. Handbook of Advented Waste Water Treatment. New York.
Rao, M .N. 1979. Waste Water Treatmen. New Delhi.
Sugiarto. 1987. Dasar-Dasar Pengolahan Air Limbah. Jakarta. UI press.
Tchobanoglous,George. 1985. Waste Water Engineering Treatment Disposal Reuse.
New York. Mc.Graw Hill Inc.