Anda di halaman 1dari 7

PERCOBAAN V

SUBSTITUSI LIGAN DAN SPEKTROSKOPI ION KOMPLEKS


LOGAM TRANSISI

Tujuan Percobaan
Memahami konsep substitusi ligan dan pengaruhnya terhadap transisi
elektronik dalam molekul kompleks tersebut secara spektroskopi UV-Vis.

Dasar Teori
Spesies kimia seperti H2O atau NH3 mempunyai pasangan elektron non
bonding yang dapat membentuk ikatan kovalen koordinasi dengan logam
transisi. Contohnya dalam [Co(NH 3)6]3+. Adanya bentuk kompleks menyebabkan
orbital d dapat terbagi menjadi 2 orbital pada tingkat energi tinggi dan 3 orbital
pada tingkat energi rendah. Melalui penyerapan energi, elektron dapat bergerak
h.c
dari energi rendah ke energi tinggi, dengan besar energi E = . Melalui

pengukuran E senyawa kompleks dapat diketahui energi splitting orbital d dan
dapat ditentukan deret spektrokimia ligan. Splitting orbital d dalam senyawa
kompleks dipengaruhi oleh kekuatan ligan. Adanya ligan tersubstitusi
menyebabkan perubahan energi tersebut.

Alat-alat
1. Spektrofotometer UV-Vis 2. Beaker glass
3. Gelas ukur 4. Neraca
5. Spatula 6. Pengaduk
7. Pipet tetes

Bahan-bahan
1. Amonia pekat 2. Nikel klorida
3. Aseton 4. Es batu
5. Akuades 6. Kertas tissu

Prosedur
1. Siapkan spektrofotometer UV-Vis.
2. Letakkan 50 mL amonia pekat dan dinginkan dalam ice bath.
3. Buat larutan nikel sulfat jenuh.
4. Ambil 1 mL larutan dan encerkan sampai 10 mL (untuk sampel pengukuran
absorbansi). Larutan pekat yang tidak diencerkan disimpan untuk tahap 7.
5. Masukkan sampel dalam kuvet (jangan sampai terbentuk gelembung) dan
ukur absorbansi pada semua dengan interval 20 nm. Catat absorbansinya.
6. Ulangi tahap 5 dengan kuvet berisi akuades (blanko).
7. Masukkan 12 mL amonia (tahap 2) ke dalam 9 mL larutan nikel sulfat
(pekat tahap 3), secepatnya diaduk. Dinginkan campuran tersebut
dalam beaker gelas berisi es (ice bath). Kristal terbentuk 15 menit.
Tambahkan NH4OH jika kristal tidak terbentuk.
8. Ambil kristal dengan spatula dan cuci 2x dengan NH 4OH sebanyak 2
mL
9. Cuci kristal sebanyak 3x dengan aseton sebanyak 2 mL
10. Timbang massa kristal
11. Larutkan sedikit kristal tersebut dengan 9 mL air dan ukur absorbansi
seperti tahap 4-5.

DIAGRAM ALIR dan PENGAMATAN


DATA PERCOBAAN 6
1. Massa kristal [Ni(NH3)6]2+ = gram
2. % rendemen =

3. Tabel absorbansi [Ni(H2O)6]2+:


Absorbansi blanko = A2 (jika absorbansi blanko pada tiap panjang gelombang
pengukuran dapat di nolkan maka A2 = nol).

[Ni(H2O)6]2+
A1 A1
A1-A2 (A1-A2)
(nm) (Sampel) (nm) (Sampel)
300 420
320 440
340 460
360 480
380 500
385 520
390 540
395 560
400 580
405 600
410 620
415 640

4. Tabel absorbansi [Ni(NH3)6]2+:


(jika absorbansi blanko pada tiap panjang gelombang pengukuran dapat di nolkan
maka A2 = nol).

[Ni(NH3)6]2+
A1 A1
A1-A2 (A1-A2)
(nm) (Sampel) (nm) (Sampel)
400 605
420 610
440 615
460 620
480 640
500 660
520 640
540 660
560 680
580 700
585 720
590 740
595 760
600 780
TUGAS :
1. Dalam satu grafik alurkan (A1 A2) terhadap untuk 2 senyawa yang
terbentuk.
A1 = absorbansi tahap 5, A2 = absorbansi tahap 6
2.Hitung E dan bandingkan kekuatan ligannya.
3.Tulis kedua kompleks dan masing-masing reaksi yang terjadi dalam percobaan
ini disertai prosentasi hasil.

JAWABAN TUGAS PERCOBAAN 6

JAWABAN TUGAS PERCOBAAN 6 (Lanjutan)


Diskusi : (max 6 baris)

Kesimpulan : (max 3 baris)

NILAI PERCOBAAN 6
Jenis Diagram Tes Data Diskusi Kesim-
Kerja
Penilaian alir Pendahuluan Pengamatan pulan Total
% 17,5 17,5 20 15 20 10
Nilai
Surabaya,...................
Mengetahui Asisten, Praktikan,

Nama Nama
NRP