Anda di halaman 1dari 137

MAKANAN BIASA

Gambaran Umum
Makanan biasa sama dengan makanan sehari-hari yang beraneka ragam, bervariasi dengan
bentuk, tekstur dan aroma yang normal. Susunan makanan mengacu pada Pola Menu Seimbang dan
Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan bagi orang dewasa sehat. Makanan biasa diberikan
kepada pasien yang berdasarkan penyakitnya tidak memerlukan makanan khusus (diet). Walau tidak
ada pantangan secara khusus, makanan sebaiknya dalam bentuk yang mudah dicerna dan tidak
merangsang pada saluran cerna.

Tujuan Diet
Tujuan diet makanan biasa adalah memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi untuk mencegah
dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh.

Syarat Diet
Syarat-syarat diet makanan biasa adalah sebagai berikut :
1. Energi sesuai kebutuhan normal orang dewasa sehat dalam keadaan istirahat
2. Protein 10-15 % dari kebutuhan energi total
3. Lemak 10-25 % dari kebutuhan energi total
4. Karbohidrat 60-75 % dari kebutuhan energi total
5. Cukup mineral, vitamin dan kaya serat
6. Makanan tidak merangsang saluran cerna
7. Makanan sehari-hari beraneka ragam dan bervariasi
Indikasi Pemberian
Makanan biasa diberikan kepada pasien yang tidak memerlukan diet khusus berhubungan dengan
penyakitnya
Bahan Makanan Sehari dan Nilai Gizi
Bahan Makanan Sehari
Bahan Makanan 1) Berat (g) Urt 2)
Beras 300 4 gelas nasi
Daging 100 2 ptg sedang
Telur Ayam 50 1 butir
Tempe 100 4 ptg sedang
Kacang hijau 25 2 sdm
Sayuran3) 200 2 gelas
Buah papaya 200 2 ptg sedang
Gula pasir 25 2 sdm
Minyak 30 3 sdm
1. Bahan makanan dapat ditukar dengan bahan makanan lain, sesuai dengan makanan yang ada di
daerah dan kebiasaan makanan setempat. Cara menukar lihat daftar bahan makanan penukar
2. urt = ukuran rumah tangga .Lihat daftar ukuran rumah tangga

1
3. Sayuran terdiri dari campuran sayuran kacang-kacangan, sayuran dan hijau atau sayuran warna
kuning dan sayuran lain
Nilai Gizi
Energi 2146 Kkal Besi 20,8 mg
Protein 76 g Vitamin A 3761 mg
Lemak 59 g Tiamin 1,0 mg
Karbohidrat 331 g Vitamin 237 mg
Kalsium 622 mg
Pembagian Bahan Makanan Sehari
Pagi Siang / Malam
Beras 75 g = 1 gls nasi Beras 125 g = 2 gls nasi
Telur ayam 50 g = 1 btr (malam) 100 g = 1 gls nasi
Sayuran 50 g = gls Daging 50 g = 1 ptg sedang
Minyak 5 g = sdm Tempe 50 g =2 ptg sedang
Sayuran 75 g = gls
Pepaya 100 g = 1 ptg sedang
Minyak 10 g = 1 sdm
Pukul 10.00
Kacang hijau 25 g = 2 sdm
Gula pasir 25 g = 2 sdm
Santan 50 ml = gls

Makanan Yang Tidak Dianjurkan


Makanan yang tidak dianjurkan untuk diet makanan biasa adalah makanan yang merangsang
seperti makanan berlemak tinggi, terlalu manis, terlalu bermutu dan minuman yang mengandung
alkohol
Contoh Menu Sehari
Pagi Pukul 10.00 Siang Malam
Nasi Bubur kacang hijau Nasi Nasi
Telur dadar Ikan bb. Acar Daging semur
Ketimun Tempe bacam Tahu goring
Tomat iris Sayur asam Sup sayuran
Pepaya Pisang
Cara Memesan Makanan
Makanan Biasa ( MB)
MAKANAN LUNAK

Gambaran Umum
Makanan lunak adalah makanan yang memiliki tekstur yang mudah dikunyah, dimakan dan
dicerna dibandingkan dengan makanan biasa. Makanan ini mengandung cukup zat-zat gizi asalkan
pasien mampu mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup. Menurut keadaan penyakit,

2
makanan lunak dapat diberikan langsung kepada pasien atau sebagai perpindahan dari makanan saring
ke makanan biasa.

Tujuan Diet
Tujuan diet makanan lunak adalah memberikan makanan dalam bentuk lunak yang mudah ditelan
dan dicerna sesuai kebutuhan gizi dan keadaan penyakit.

Syarat Diet
Syarat-syarat diet makanan lunak adalah sebagai berikut :
1. Energi, protein dan zat gizi lain cukup
2. Makanan diberikan dalam bentuk cincang atau lunak sesuai dengan keadaan penyakit dan
kemampuan makan pasien
3. Makanan diberikan dalam porsi sedang yaitu 3 kali makan lengkap dan 2 kali selingan
4. Makanan mudah cerna, rendah serat dan tidak mengandung bumbu yang tajam

Indikasi Pemberian
Makanan lunak diberikan kepada pasien sesudah operasi tertentu, pasien dengan penyakit infeksi
dengan kenaikan suhu tubuh tidak terlalu tinggi, pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan serta
berbagai perpindahan dari makanan saring ke makanan biasa.
Bahan Makanan Sehari dan Nilai Gizi
Bahan makanan Berat (g) Urt
Beras * 250 5 gls nasi tim
Daging 100 2 ptg sedang
Telur ayam 50 1 btr
Tempe 100 4 ptg sdg
Kacang hijau 25 2 sdm
Sayuran 200 2 gls
Buah papaya 200 2 ptg sedang
Gula pasir 50 5 sdm
Minyak 25 2 sdm
Susu 200 1 gls

Catatan :
*)
Bila beras diberikan dalam bentuk bubur nasi, jumlah yang diberikan hanya 150 g sehari (6 gelas
bubur). Sebagai pengganti 100 g beras lainnya makanan selingan pukul 16.00 dan pukul 20.00 berupa
1 porsi pudding atau 2 uah biscuit dan 1 gelas susu.

Nilai Gizi
Energi 2097 kkal Besi 21,8 mg
Protein 78 gr Vitamin A 3660 RE
Lemak 61 gr Tiamin 1,0 mg
Karbohidrat 311 gr Vitamin C 162 mg
Kalsium 871 mg

3
Pembagian bahan Makanan Sehari
Pagi Siang / Malam
Beras 50 g = 1 gls nasi tim Beras 100 g = 2 gls nasi
Telur ayam 50 g = 1 btr Daging 50 g = 1 ptg sedang
Sayuran 50 g = gls Tempe 50 g = 2 ptg sedang
Minyak 5 g = sdm Sayuran 75 g = gls
Gula pasir 20 g = 2 sdm Pepaya 100 g = 1 ptg sedang
Minyak 10 g = 1 sdm

Pukul 10.00 Pukul 21.00


Kacang hijau 25 g = 2 sdm Susu 200 g = 1 gls
Gula pasir 20 g = 2 sdm Gula pasir 10 g = 1 sdm

Bahan Makanan Yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan


Bahan makanan Dianjurkan Tidak dianjurkan
Sumber karbohidrat Beras ditim, dibubur, kentang Nasi goreng, beras ketan, ubi
direbus, dipure, makaroni, singkong, tales, cantel
soun, mie, misoa direbus, roti,
biskuit, tepung sagu, tapioka,
maizena, hunkwe dibubur atau
dibuat pudding, gula, madu
Sumber protein hewani Daging, ikan, ayam, unggas Daging dan ayam berlemak
tidak berlemak direbus, dan berurat banyak, daging
dikukus, ditim, dipanggang, ayam, ikan dan telur digoreng.
telur direbus, diceplok air, Ikan banyak duri seperti
diorak-arik, bakso ikan, sapi bandeng, mujair, mas dan selar
atau ayam direbus, susu, milk
share, yoghurt, keju
Sumber protein nabati Tempe dan tahu direbus, Tempe, tahu dan kacang-
dikukus, ditumis, dipanggang, kacangan digoreng, kacang
kacang hijau rebus, susu merah
kedelai
Sayuran Sayuran tidak banyak serat Sayuran banyak serat seperti
dan dimasak seperti ddaun daun singkong, daun katuk,
bayam, daun kangkung, daun melinjo, nangka muda,
kacang panjang muda, buncis keluwih, genjer, pare, krokot,
muda, oyong muda dikupas, rebung, sayuran yang
labu siam, labu kuning, labu menimbulkan gas seperti kol,

4
air, tomat dan wortel sawi, lobak, sayuran mentah
Buah-buahan Buah segar dihaluskan atau Buah banyak serat dan
dipure tanpa kulit seperti menimbulkan gas seperti
pisang matang, papaya, jeruk nenas, nangka masak dan
manis dan jus buah ( pada durian. Buah lain dalam
pasien yang mempunyai keadaan utuh kecuali pisang,
toleransi rendah terhadap buah kering
asam, jus buah asam tidak
diberikan)
Bumbu-bumbu Dalam jumlah terbatas : Cabe dan merica
bumbu dapur, garam, gula,
pala, kayu manis, asam, saos
tomat, kecap
Minuman Sirop, teh dan kopi encer, jus Minuman yang mengandung
sayuran dan jus buah, air putih alkohol dan soda seperti bir,
masak wiski, limun, air soda, coca
cola, orange crush, teh dan
kopi kental
Selingan Es krim, puding Kue kacang, kue kenari, buah
kering, kue terlalu manis dan
berlemak
Lain-lain Selai, marmalade, coklat Keripik dan snack yang terlalu
bubuk, gelatin, hagelslag gurih

Contoh Menu Sehari


Pagi Siang Malam
Bubur ayam Nasi tim / bubur Nasi tim / bubur
telur masak Pepes tenggiri Bistik jerman
jus tomat Tumis tempe Tahu isi kukus
teh Bening ayam Sup wortel + buncis
Pepaya iris Pisang barangan

Pukul 10.00 Pukul 21.00


Bubur kacang hijau Susu

Catatan :
Khusus untuk makanan bubur nasi, diberikan tambahan sebagai berikut :
Pukul 16.00 Pukul 20.00
Puding Biskuit

5
Susu

Cara Memesan Makanan


Makanan lunak (ML)

MAKANAN SARING

Gambaran Umum
Makanan saring adalah makanan semipadat yang mempunyai tekstur lebih halus daripada
makanan lunak sehingga lebih mudah ditelan dan dicerna. Menurut keadaan penyakit, Makanan saring
dapat diberikan langsung kepada pasien atau merupakan perpindahan dari makanan cair ke makanan
lunak.

Tujuan Diet
Tujuan diet makanan saring adalah memberikan makanan dalam bentuk semipadat sejumlah yang
mendekati kebutuhan gizi pasien untuk jangka waktu pendek sebagai proses adaptasi terhadap bentuk
makanan yang lebih padat.

Syarat Diet
Syarat-syarat diet makanan saring adalah :

6
1. Hanya diberikan untuk jangka waktu singkat selama 1-3 hari karena kurang memenuhi
kebutuhan gizi terutama energi dan tiamin
2. Rendah serat diberikan dalam bentuk disaring atau diblender
3. Diberikan dalam porsi kecil dan sering yaitu 6-8 kali sehari

Indikasi Pemberian
Makanan saring diberikan kepada pasien sesudah mengalami operasi tertentu, pada infeksi akut
termasuk infeksi saluran cerna serta kepada pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan atau
sebagai perpindahan dari makanan cair kental ke makanan lunak. Karena makanan ini kurang serat dan
vitamin C maka sebaiknya diberikan untuk jangka waktu pendek yaitu selama 1-3 hari saja.

Bahan Makanan Sehari dan Nilai Gizi


Bahan makanan sehari
Bahan Makanan Berat (g) urt
Tepung beras 90 15 sdm
Maizena 15 3 sdm
Telur ayam 50 1 btr
Daging sapi 100 2 ptg sedang
Tahu 100 1 bh besar
Kacang hijau 25 2 sdm
Pepaya 300 3 ptg sedang
Margarin 10 1 sdm
Santan 100 gls
Gula pasir 60 6 sdm
Gula merah 50 5 sdm
Susu 500 2 gls

Nilai gizi
Energi 1855 kkal Besi 23,4 mg
Protein 65 gr Vitamin A 2464 RE
Lemak 60 gr Tiamin 0,7 mg
Karbohidrat 269 gr Vitamin C 242 mg
Kalsium 1040 mg

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pagi Pukul 10.00
Tepung beras 30 g = 5 sdm Kacang hijau 25 g = 2 sdm
Telur ayam 50 g = 1 btr Gula merah 25 g = 2 sdm
Susu 200 g = 1 gelas
Gula pasir 20 g = 2 sdm
Gula merah 25 g = sdm
Santan 100 g = sdm
Tomat 5 g = 2 bh

7
Siang Pukul 16.00
Tepung beras 30 g = 5 sdm Maizena 15 g = 3 sdm
Daging sapi 50 g = 1 ptg sdm Gula pasir 10 g = 1 sdm
Tahu 50 g = h besar Susu 100 g = gls
Pepaya 100 g = 1 ptg sedang
Gula pasir 10 g = 1 sdm
Margarine 5 g = sdm

Malam Pukul 22.00


Tepung beras 30 g = 5 sdm Susu 200 g = 1 gls
Daging sapi 50 g = 1 ptg sdg Gula pasir 10 g = 1 sdm
Tahu 50 g = bh besar
Jeruk 100 g = 2 bh sedang
Gula pasir 10 g = sdm

Bahan Makanan Yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan


Bahan Makanan Dianjurkan Tidak dianjurkan
Sumber karbohidrat Beras dibubur saring untuk Beras ketan, jagung, cantel,
dihaluskan (diblender), roti ubi, talas, singkong
dipanggang atau dibubur, krakers,
biscuit, tepung-tepungan seperti
tepung beras, maizena, sagu,
hunkwe, havermout dibubur atau
dibuat pudding, gula pasir, gula
merah, gula aren, sirop
Sumber protein hewani Daging, ayam dan ikan tanpa duri, Daging dan ayam berlemak,
digiling, dihaluskan, telur ayam daging ayam, ikan dan telur
rebus masak atau dicampur digoreng, daging diawet
dalam makanan atau minuman, seperti dendeng, diasap, ikan
susu sapi, yoghurt diawet seperti dendeng dan
diasap, ikan banyak duri
seperti bandeng, mujair, mas
dan selar
Sumber protein nabati Tempe dan tahu digiling, kacang Kacang-kacangan dan hasil
hijau disaring atau dihaluskan, olahannya seperti tempe dan
susu kedelai tahu goreng
Sayuran Sayuran rendah serat dan disaring Sayuran mentah, sayuran yang

8
atau dihaluskan seperti bayam, menimbulkan gas seperti
wortel, labu kuning, labu siam dan lobak, kol, sawi, sayuran yang
tomat banyak serat seperti daun
singkong, nangka muda dan
keluwih
Buah-buahan Buah yang tidak banyak serat Buah-buahan yang banyak
disaring atau dibuat jus atau serat dan atau menimbulkan
dihaluskan seperti papaya, gas seperti nangka, durian,
semangka, melon, pisang, jeruk kedondong dan nenas
Bumbu-bumbu Bumbu yang tidak tajam dalam Bumbu yang tajam seperti
jumlah terbatas seperti garam dan cabe dan merica
kecap
Minuman Teh encer, kopi encer, cokelat Minuman yang mengandung
dalam jumlah terbatas alkohol seperti bir, wiski,
minuman yang mengandung
soda seperti air soda, minuman
Contoh Menu Sehari
Pagi Siang Malam
Bubur sumsum Bubur tepung beras Bubur tepung beras
Telur masak Semur daging Gadon daging
Susu Tim tahu Semur tahu halus
Jus tomat Jus papaya Sari jeruk

Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 22.00


Bubur kacang hijau halus Puding maizena Susu

Cara Memesan Makanan


Makanan saring (MS)

9
MAKANAN CAIR

Gambaran Umum
Makanan cair adalah makanan yang mempunyai konsistensi cair hingga kental. Makanan ini
diberikan kepada pasien yang mengalami gangguan mengunyah, menelan dan mencernakan makanan
yang disebabkan oleh menurunnya kesadaran, suhu tinggi, rasa mual, muntah, pasca perdarahan saluran
cerna, serta pra dan pasca bedah. Makanan dapat diberikan secara oral atau parenteral
Menurut konsistensi makanan, makanan cair terdiri dari tiga jenis yaitu makanan cair jernih,
makanan cair penuh dan makanan cair kental.

1. Makanan Cair Jernih


Gambaran Umum
Makanan cair jernih adalah makanan yang disajikan dalam bentuk cairan jernih pada suhu ruanga
dengan kandungan sisa (residu) minimal dan tembus pandang bila diletakkan dalam wadah
bening. Jenis cairan yang diberikan tergantung pada keadaan penyakit atau jenis operasi yang
dijalani.

Tujuan Diet
Tujuan diet makanan cair jernih adalah untuk :
1. Memberikan makanan dalam bentuk cair, yang memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang
mudah diserap dan hanya sedikit meninggalkan sisa (residu)
2. Mencegah dehidrasi dan menghilangkan rasa haus

10
Syarat Diet
Syarat-syarat diet makanan cair jernih adalah sebagai berikut :
1. Makanan diberikan dalam bentuk cair jernih yang tembus pandang
2. Bahan makanan terdiri dari sumber karbohidrat
3. Tidak merangsang saluran cernah dan mudah diserap
4. Sangat rendah sisa (residu)
5. Diberikan hanya selama 1-2 hari
6. Porsi kecil dan diberikan sering

Indikasi Pemberian
Makanan cair jernih diberikan kepada pasien sebelum dan sesudah operasi tertentu, keadaan mual
dan muntah dan sebagai makanan tahap awal pasca pendarahan saluran cernah. Nilai gizinya
sangat rendah karena hanya terdiri dari sumber karbohidrat.

Bahan Makanan Yang Boleh Diberikan


Bahan makanan yang boleh diberikan antara lain teh, sari buah, sirop, air gula, kaldu jernih, serta
cairan mudah cernah seperti cairan yang mengandung maltodekstrin. Makanan dapat ditambah
dengan suplemen energi tinggi dan rendah sisa.

Contoh Pemberian Makanan / Minuman Sehari


Pagi Siang Malam
Teh Kaldu jernih Kaldu jernih
Air jernih Air jeruk

Pukul 10.00 Pukul 16.00


Air bubur kacang hijau Teh

2. Makanan Cair Penuh


Gambaran Umum
Makanan cair penuh adalah makanan yang berbentuk cair atau semicair pada suhu ruang dengan
kandungan serat minimal dan tidak tembus pandang bila diletakkan dalam wadah bening. Jenis
makanan yang diberikan bergantung pada keadaan pasien. Makanan ini dapat langsung diberikan
kepada pasien atau sebagai perpindahan dari makanan cair jernih ke makanan cair kental.

Tujuan Diet
Syarat-syarat diet makanan cair penuh adalah sebagai berikut :
1. Tidak merangsang saluran cernah

11
2. Bila diberikan lebih dari 3 hari harus dapat memenuhi kebutuhan energi dan protein
3. Kandungan energi minimal 1 kkal / ml. Konsentrasi cairan dapat diberikan secara bertahap dari
, sampai penuh
4. Berdasarkan masalah pasien, dapat diberikan formula rendah atau bebas laktosa, formula
dengan asam lemak rantai sedang (MCT), formula dengan protein yang terhidrolisa, formula
tanpa susu, formula dengan serat dan sebagainya
5. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dapat diberikan tambahan ferosulfat, vitamin
B kompleks dan vitamin C, Sebaiknya osmolaritas < 400 Mosml

Macam Makanan Cair Penuh dan Indikasi Pemberian


Makanan cir penuh diberikan kepada pasien yang mempunyai masalah untuk mengunyah,
menelan atau mencernakan makanan padat misalnya pada operasi mulut atau tenggorokan atau
pada kesadaran menurun. Makanan ini dapat diberikan melalui oral, pipa atau enteral (Naso
Gastric Tube = NGT) secara bolus atau drip (tetes).

Adapun dua golongan makanan cair penuh yaitu Formula Rumah sakit (FRS) dan Formula
Komersial (FK)

1. Formula Rumah sakit (FRS)


Ada 4 macam formula Rumah sakit dengan indikasi pemberian seperti dapat dilihat pada tabel
dibawah ini
Jenis Formula Rumah Sakit (FRS) dan Indikasi pemberian
No Jenis FRS Indikasi Pemberian
1 Dengan susu Lambung, usus halus dan kolon bekerja normal
(Whole/skim)
2 Makanan blender Memerlukan tambahan makanan berserat
3 Rendah laktosa Tidak tahan terhadap laktosa (lactose intolerance)
4 Tanpa susu Tidak tahan protein susu

Bahan makanan Sehari FRS dengan susu


Bahan makanan 1500 kkal 1800 kkal 2000 kkal
Berat urt Berat urt Berat urt
(g) (g) (g)
Maizena 20 4 sdm 20 4 sdm 20 4 sdm
Telur ayam 150 3 btr 150 3 btr 150 3 btr
Jeruk 100 2 bh 100 2 bh 100 2 bh
sdg sdg sdg
Margarin 10 1 sdm 20 2 sdm 20 2 sdm
Susu penuh bubuk 120 24 sdm 120 24 sdm 160 32 sdm
Susu skim bubuk 40 8 sdm 80 16 sdm 100 20 sdm
Gula pasir 80 8 sdm 100 10 sdm 100 10 sdm
Glukosa - - - - 50 5 sdm
Cairan 1500 ml 7 gls 1800 9 gls 2000 10 gls

12
ml ml

2. Formula Komersial (FK)


Ada 10 jenis formula komersial dengan indikasi pemberian seperti dapat dilihat pada tabel
berikut :
Jenis formula komersial (FK) dan indikasi pemberian
No Jenis FK Indikasi pemberian
1 Rendah / bebas laktosa Tidak tahan terhadap laktosa
2 Dengan MCT 1) Malabsorbsi lemak
3 Dengan BCAA 2) Sirosis hati
4 Protein tinggi Katabolisme meningkat
5 Protein rendah Gagal ginjal
6 Protein terhidrolisa Alergi protein
7 Tanpa susu Tidak tahan protein susu
8 Dengan serat Perlu suplemen serat
9 Rendah sisa Reseksi usus
10 Indeks glikemik rendah Diabetes militus
1)
Medium Chain Triglyceride
2)
Branched chain Amino Acid

Bahan Makanan yang Dianjurkan


No Jenis FRS Bahan Makanan
1 Makanan cair dengan susu Susu penuh, meizena, telur ayam, margarine,
penuh / skim minyak, gula, sari buah
2 Makanan diblender Nasi tim, telur ayam, daginng giling, ikan,
tahu, tempe, wortel, labu kuning, sari buah
3 Rendah laktosa Sama dengan no1 tetapi susu diganti dengan
susu rendah laktosa
4 Tanpa susu Kacang hijau, tahu, tempe, wortel, sari buah,
tepung, tepung serealia

3. Makanan Cair Kental


Gambaran Umum
Makanan cair kental adalah makanan yang mempunyai konsistensi kental atau semipadat pada
suhu kamar, yang tidak membutuhkan proses mengunyah dan mudah ditelan. Menurut

13
keadaan penyakit, Makanan cair kental dapat diberikan langsung kepada pasien atau
merupakan perpindahan dri makanan cair penuh ke makanan saring

Tujuan Diet
Tujuan diet makanan cair kental adalah memberikan makanan yang tidak membutuhkan
proses mengunyah, mudah ditelan dan mencegah terjadinya aspirasi yang memenuhi
kebutuhan gizi.

Syarat Diet
Syarat-syarat diet makanan cair kental adalah sebagai berikut :
1. Mudah ditelan dan tidak merangsang saluran cerna
2. Cukup energi dan protein
3. Diberikan bertahap menuju ke makanan lunak
4. Porsi makanan kecil dan sering (2-3 jam).

Indikasi Pemberian
Makanan cair kental diberikan kepada pasien yang tidak mampu mengunyah dan menelan,
serta untuk mencegah aspirasi (cairan masuk kedalam saluran napas), seperti pada penyakit
yang disertai peradangan, ilkus peptikum tau gangguan structural atau motorik pada rongga
mulut. Makanan ini dapat mempertahankan keseimbangan cairan tubuh.

Pemberian Makanan Sehari dan Nilai Gizi


Bahan Makanan Berat (g) urt
Kentang 100 1 bh besar
Maizena 15 3 sdm
Telur ayam 100 2 btr
Sayuran 100 1 gls
Jagung muda 85 2 bh sdg
Pepaya 200 2 ptg sdg
Gula pasir 90 9 sdm
Margarine 10 1 sdm
Susu 800 4 gls

Nilai Gizi
Energi : 1,385 kkal Besi : 21,8 mg
Protein : 49 g Vitamin A : 2628,6 RE
Lemak : 50 g Tiamin : 0,8 mg
Karbohidrat : 199 g Vitamin C : 190 mg
Kalsium : 386 mg

14
Contoh Menu Sehari
Pukul 07.00 Pukul 12.00 Pukul 18.00
Sup krim jagung Kentang pure Puding maizena
Susu Jus sayuran Vla
Jus mangga
Pukul 10.00 Pukul 15.00 Pukul 21.00
Milk shake Jus papaya Susu

Bahan Makanan Yang Dianjurkan


Golongan bahan makanan Bahan makanan
Sumber karbohidrat Kentang, gelatin, tapioca dibuat pudding
Sumber protein Susu, es krim, yoghurt, telur ayam, tahu giling
Sumber lemak Margarine, mentega
Sayuran Sayuran dibuat jus dan dikentalkan dengan gelatin
Buah-buahan Buah dibuat jus, jeli dan pure
Bumbu Garam, bawang merah, gula, kecap

Cara Memesan Makanan


Makanan Cair Jernih (MCJ)
Makanan Cair Penuh Oral / Enteral (MCPO/MCPE)
Makanan Cair Kental (MCK)

15
DIET GARAM RENDAH

Gambaran Umum
Yang dimaksud dengan garam dalam diet garam rendah adalah garam natrium seperti
yang terdapat di dalam garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO3), baking powder, natrium
benzoate dan vetsin (mono sodium glutamate). Natrium adalah kation utama dalam cairan
ekstraselular tubuh yang mempunyai fungsi menjaga keseimbangan cairan dan asam basah
tubuh, serta berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot. Asupan makanan sehari-hari
umumnya mengandung lebih banyak natrium daripada yang dibutuhkan tubuh. Dalam
keadaan normal, jumlah natrium yang dikeluarkan tubuh melalui urin sama dengan jumlah
yang dikonsumsi sehingga terdapat keseimbangan
Makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan sehingga
tidak ada penetapan kebutuhan natrium sehari. WHO (1990) menganjurkan pembatasan
konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari (ekivalen dengan 2400 mg natrium)
Asupan natrium yang berlebihan, terutama dalam bentuk natrium klorida, dapat
menyebabkan gangguan keseimbangan cairsn tubuh sehingga menyebabkan edema atau
asites dan hipertensi. Penyakit-penyakit tertentu seperti sirosis hati, penyakit ginjal tertentu,
dekompensasio kordis, toksemia pada kehamilan dan hipertensi esensial dapat
menyebabkan gejala edema atau asites dan hipertensi. Dalam keadaan demikian asupan
garam natrium perlu dibatasi.

Tujuan Diet
Tujuan diet garam rendah adalah membantu menghilangkan retensi garam atau air
dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.

Syarat Diet
Syarat-syarat diet garam rendah adalah :
1. Cukup energi, protein, mineral dan vitamin
2. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit
3. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan
hipertensi

Macam Diet dan Indikasi Pemberian


Diet garam rendah diberikan kepada pasien dengan edema atau asites dan atau
hipertensi seperti yang terjadi pada penyakit dekompensasio kordis, sirosis hati, penyakit
ginjal tertentu, toksemia pada kehamilan dan hipertensi esensial
Diet ini mengandung zat cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat
diberikan berbagai tingkat Diet Garam Rendah.

Diet Garam Rendah I (200-400 mg Na)


16
Diet garam rendah I diberikan kepada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi
berat. Pada pengolahan makanannya tidak ditambahkan garam dapur. Dihindari bahan
makanan yang tinggi kadar natriumnya.

Diet Garam Rendah II (600-800 mg Na)


Diet garam rendah II diberikan kepada pasien dengan edema, asites dan hipertensi
tidak terlalu berat. Pemberian makanan sehari sama dengan diet garam rendah I. Pada
pengolahan makanannya boleh menggunakan sdt garam dapur (2 g). Hindari bahan
makanan yang tinggi kadar natriumnya

Diet Garam Rendah III (1000-1200 mg Na)


Diet garam rendah III diberikan kepada pasien dengan edema dan hipertensi ringan.
Pemberian makanan sehari sama dengan diet garam rendah I. pada pengolahan makanannya
boleh menggunakan 1 sdt (4 g) garam dapur.
Bahan Makanan Sehari
Bahan Makanan Berat (g) urt
Beras 300 5 gls nasi
Daging 100 2 ptg sdg
Telur ayam 50 1 btr
Tempe 100 4 ptg sdg
Kacang hijau 25 2 sdm
Sayuran 200 2 gls
Buah 200 2 ptg sdg pepaya
Minyak 25 2 sdm
Gula pasir 25 2 sdm

Nilai Gizi
Energi 2230 kkal Besi 24 mg
Protein 75 g Tiamin 1,2 mg
Lemak 53 g Vitamin C 87 mg
Karbohidrat 365 g Natrium 305 mg
Kalsium 500 mg

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pagi Siang dan Sore
Beras 70 g = 1 gls nasi Beras 140 g = 2 gls nasi
Telur 50 g = 1 btr Daging 50 g = 1 ptg sdg
Sayuran 50 g = gls Tempe 50 g = 2 ptg sdg
Minyak 5 g = sdm Sayuran 75 g = gls
Gula pasir 10 g = 1 sdm Buah 100 g = 1 ptg sdg
papaya
Minyak 10 g = 1 sdm

Pukul 10.00
17
Kacang hijau 25 g = 2 sdm
Gula pasir 15 g = 1 dm

Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan


Bahan Makanan Dianjurkan Tidak dianjurkan
Sumber karbohidrat Beras, kentang, singkong, Roti, biscuit dan kue-kue
terigu, tapioca, hunkwe, yang dimasak dengan garam
gula, makanan yang diolah dapur dan baking powder
dari bahan makanan tersebut dan soda
diatas tanpa garam dapur
dan soda seperti makaroni,
bihun, roti, biskuit, kue
kering
Sumber protein hewani Daging dan ikan maksimal Otak, ginjal, lidah, sardin
telur maksimal 1 btr sehari 100 g sehari, telur maksimal daging,ikan, susu dan telur
1 btr sehari yang diawet dengan garam
dapur seperti daging asap,
ham, bacon, dendeng, abon,
keju, ikan asin, ikan kaleng,
telur asin dan telur pindang
Sumber protein nabati Sumber kacang-kacangan Keju kacang tanah dan
dan hasilnya yang diolah dan semua kacang-kacangan dan
dimasak tanpa garam dapur hasilnya yang dimasak
dengan garam dapur dan lain
ikatan natrium
Buah-buahan Semua buah-buahan segar, Buah-buahan yang diawet
buah yang diawet tanpa dengan garam dapur dan lain
garam dapur dan natrium ikatan natrium seperti buah
benzoat dalam kaleng
Lemak Minyak goreng, margarine Margarin dan mentega biasa
dan mentega tanpa garam
Minuman Teh, kopi Minuman ringan
Bumbu Semua bumbu-bumbu kering Garam dapur untuk diet
yang tidak mengandung garam rendah I, baking
garam dapur dan lain ikatan powder, soda kue, vetsin dan
natrium. Garam dapur sesuai bumbu-bumbu yang
ketentuan untuk diet garam mengandung garam dapur
rendah II dan III seperti kecap, terasi, maggi,
tomato ketchup, petis dan
tauco

Contoh Menu Sehari


Pagi Siang Malam

18
Nasi Nasi Nasi
Telur dadar Ikan acar kuning Daging pesmol
Tumis kacang panjang Tahu bacam Keripik tempe
Sayur lodeh Cah sayuran
Pepaya Pisang

Pukul 10.00
Bubur kacang hijau

Cara Memesan Diet


Diet garam rendah I/II/III (DGR I/II/III)

DIET ENERGI RENDAH

Gambaran Umum
Diet energi rendah adalah diet yang kandungan energinya di bawah kebutuhan
normal, cukup vitamin dan mineral, serta banyak mengandung serat yang bermanfaat dalam
proses penurunan berat badan. Diet ini membatasi makanan padat energi seperti kue-kue
yang banyak mengandung karbohidrat sederhana dan lemak serta goreng-gorengan.

Tujuan Diet
19
Tujuan diet energi rendah adalah untuk :
1. Mencapai dan mempertahankan status gizi sesuai dengan umur, gender dan kebutuhan
fisik
2. Mencapai IMT normal yaitu 18,5-25 kg/m2
3. Mengurangi asupan energi sehingga tercapai penurunan berat badan sebanyak -1
kg/minggu. Pastikan bahwa yang berkurang adalah sel lemak dengan mengukur tebal
lemak lipatan kulit dan lingkar pinggang

Syarat Diet
Syarat-syarat diet energi rendah adalah :
1. Energi rendah, ditunjukkan untuk menurunkan berat badan. Pengurangan dilakukan
secara bertahap dengan mempertimbangkan kebiasaan makan dari segi kualitas
maupun kuantitas. Untuk menurunkan berat badan sebanyak -1 kg/minggu, asupan
energi dikurangi sebanyak 500-1000 kkal/hari dari kebutuhan normal. Perhitungan
kebutuhan energi normal dilakukan berdasarkan berat badan ideal
2. Protein sedikit lebih tinggi yaitu 1-1,5 g/Kg/BB/hari atau 15-20 % dari kebutuhan
energi total
3. Lemak sedang yaitu 20-25 % dari kebutuhan energi total. Usahakan sumber lemak
berasal dari makanan yang mengandung lemak tidak jenuh ganda yang kadarnya
tinggi
4. Karbohidrat sedikit lebih rendah yaitu 55-56 % dari kebutuhan energi total. Gunakan
lebih banyak sumber karbohidrat kompleks untuk memberi rasa kenyang dan
mencegah konstipasi. Sebagai alternatif bisa digunakan gula buatan sebagai pengganti
gula sederhana
5. Vitamin dan mineral cukup sesuai dengan kebutuhan
6. Dianjurkan untuk 3 kali makan utama dan 2-3 kali makan selingan
7. Cairan cukup yaitu 8-10 gelas/hari

Macam Diet dan Indikasi Pemberian


Menurut keadaan pasien dapat diberikan salah satu dari dua macam diet energi rendah
(DER) yaitu :
1. Diet energi rendah I / DER I (1200 kkal)
2. Diet energi rendah II / DER II (1500 kkal)
Diet ini diberikan kepada pasien yang berdasarkan perhitungan mempunyai IMT > 25
Kg/m2. Sesuai dengan kemampuan pasien, diet energi rendah dapat diberikan secara
bertahap. Untuk itu perlu dilakukan konsultasi secara perorangan. Diet ini sampai tercapai
berat dan badan normal

20
Bahan Makanan Sehari
Bahan Makanan Diet Energi Rendah (DER)
DER I DER II
Berat (g) urt Berat (g) urt
Beras 125 2 gls nasi 175 2 gls nasi
Telur ayam 25 btr 50 1 btr
Ikan 100 2 ptg sdg 150 3 ptg sdg
Tempe 100 4 ptg sdg 100 4 ptg sdg
Sayuran 250 2 gls 300 3 gls
Buah 500 5 ptg papaya 500 5 ptg papaya
Minyak 10 1 sdm 15 1 sdm
Tepung susu skim 20 4 sdm 20 4 sdm

Nilai Gizi
Diet Energi Rendah (DER)
I II
Energi (kkal) 1200 1500
Protein (g) 63 80
Lemak (g) 25 35
Karbohidrat (g) 190 233
Serat (g) 30,2 35
Kalsium (mg) 840 901
Besi (mg) 22,4 24,7
Vitamin A (RE) 8131 226
Tiamin (mg) 0,9 1,1
Vitamin C (mg) 260 270

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Waktu dan DER I DER II
Bahan Makanan
Pagi
Beras 25 g = gls nasi 50 g = gls nasi
Telur ayam 25 g = btr 50 g = 1 btr
Sayuran 50 g = gls 100 g = 1 gls
Buah 100 g = 1 ptg sdg pepaya 100 g = 1 ptg sdg pepaya
Minyak 5 g = sdm
Pukul 10.00
Tepung susu skim 20 g = 4 sdm 20 g = 4 sdm
Buah 100 g = 1 ptg sdg pepaya 100 g = 1 ptg sdg pepaya
Siang
Beras 50 g = gls nasi 75 g = 1 gls nasi
Ikan 50 g = 1 ptg sdg 75 g = 1 ptg bsr
Tempe 50 g = 2 ptg sdg 50 g = 2 ptg sdg
Sayuran 100 g = 1 gls 100 g = 1 gls
Buah 100 g = 1 ptg sdg pepaya 100 g = 1 ptg sdg pepaya
Minyak 5 g = sdm 5 g = sdm
21
Pukul 16.00
Buah 100 g = 1 ptg sdg pepaya 100 g = 1 ptg sdg pepaya
Malam
Beras 50 g = gls nasi 50 g = gls nasi
Daging 50 g = 1 ptg sdg 75 g = 1 ptg bsr
Tempe 50 g = 2 ptg sdg 50 g = 2 ptg sdg
100 g = 1 gls 100 g = 1 gls
100 g = 1 ptg sdg papaya 100 g = 1 ptg sdg papaya
5 g = sdm 5 g = sdm

Bahan Makanan Yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan


Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan
Sumber karbohidrat Karbohidrat kompleks Karbohidrat sederhana
seperti nasi, jagung, ubi, seperti gula pasir, gula
singkong, talas, kentang, merah, sirup, kue yang
sereal manis dan gurih
Sumber protein hewani Daging tidak berlemak, Daging berlemak, daging
ayam tanpa kulit, ikan, telur, kambing, daging yang diolah
daging asap, susu dan keju dengan santan kental,
rendah lemak digoreng, jeroan, susu full
cream, susu kental manis
Sumber protein nabati Tempe, tahu, susu kedelai, Kacang-kacangan yang
kacang-kacangan yang diolah dengan cara
diolah tanpa digoreng atau menggoreng atau dengan
dengan santan kental santan kental
Sayuran Sayuran yang banyak Kacang-kacangan yang
mengandung serat dan diolah dengan cara
diolah tanpa digoreng atau menggoreng atau dengan
dengan santan kental santan kental
Buah-buahan Semua macam buah-buhan Durian, avokad, manisan,
terutama yang banyak buah-buahan, buah yang
mengandung serat diolah dengan gula dan susu
full cream atau susu kental
manis
Lemak Minyak tak jenuh tunggal Minyak kelapa, kelapa dan
atau ganda seperti minyak santan
kelapa sawit, minyak kedelai
dan minyak jagung yang
tidak digunakan untuk
menggoreng

Contoh Menu Sehari


Diet Energi Rendah II
Pagi Pukul 10.00
22
Roti bakar Apel
Telur orak-arik/scrambled egg Susu skim
Jus wortel dan papaya
Siang Pukul 16.00
Nasi Pisang kukus
Tumis tempe Teh tawar
Sayur asam
Lalapan + sambal
Jambu biji
Malam
Kentang panggang
Semur ayam
Perkedel tahu panggang
Setup brokoli, wortel dan buncis
Mangga
Cara Memasan Diet
Diet energi rendah I/II (DER I /II)
DIET ENERGI TINGGI PROTEIN TINGGI

Gambaran Umum
Diet Energi Tinggi Protein (ETPT) adalah diet yang mengandung energi dan protein di atas
kebutuhan normal. Diet diberikan dalam bentuk makanan biasa ditambah bahan makanan
sumber protein tinggi seperti susu, telur, dan daging, atau dalam bentuk minuman Enteral
Energi Tinggi Protein Tinggi. Diet ini diberikan bila pasien telah mempunyai cukup nafsu
makan dan dapat menerima makanan lengkap.

Tujuan Diet
Tujuan Diet Energi Tinggi Protein Tinggi adalah untuk :
1. Memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat untuk mencegah dan
mengurangi kerusakan jaringan tubuh
2. Menambah berat badan hingga mencapai berat badan normal

Syarat Diet
Syarat-syarat Diet Energi Tinggi Protein Tinggi adalah :
1. Energi tinggi, yaitu 40-45 kkal/kg BB
2. Protein tinggi, yaitu 2,0-2,5 g/kg BB
3. Lemak cukup, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total
4. Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total
5. Vitamin dan mineral cukup, sesuai kebutuhan normal
6. Makanan diberikan dalam bentuk mudah cerna

23
Macam Diet dan Indikasi Pemberian
Diet Energi Tinggi Protein Tinggi diberikan kepada pasien :
1. Kurang Energi Protein (KEP)
2. Sebelum dan setelah operasi tertentu, multi trauma, serta selama radioterapi dan
kemoterapi
3. Luka bakar berat dan baru sembuh dari penyakit dengan panas tinggi
4. Hipertiroid, hamil, dan post partum di mana kebutuhan energi dan protein meningkat.

Menurut keadaan, pasien dapat diberikan salah satu dari dua macam Diet Energi Tinggi
Protein Tinggi (ETPT) seperti dibawah:
Diet Energi Tinggi Protein Tinggi 1 (ETPT I)
Energi 2600 kkal, Protein : 100 g (2 g/kg BB)
Diet Energi Tinggi Protein Tinggi II (ETPT II)
Energi 3000 kkal, Protein : 125 g (2,5 g/kg BB

Bahan makanan yang diitambahkan pada Makanan Biasa


Bahan Makanan ETPT I ETPT II
Berat (g) Urt Berat (g) Urt
Susu 200 1 gls 400 2 gls
Telur Ayam 50 1 btr 100 2 btr
Daging 50 1 ptg sdg 100 2 ptg sdg
Formula Komersial 200 1 gls 200 1 gls
Gula Pasir 30 3 sdm 30 3 sdm

Nilai Gizi
ETPT I ETPT II
Energi (kkal) 2690 3040
Protein (g) 103 120
Lemak 73 98
Karbohidrat (g) 420 420
Kalsium (mg) 700 1400
Besi (mg) 30,2 36
Vitamin A (RE) 2746 2965
Tiamin (mg) 1,5 1,7
Vitamin C (mg) 114 116

Pembagian Bahan Makanan Sehari (sebagai tambahan pada Makanan Biasa)


Waktu Pemberian ETPT I ETPT II
Pagi 1 btr telur ayam 1 btr telur ayam
Pukul 10.00 - 1 gls susu
Siang 1 ptg daging 1 ptg daging

24
Pukul 16.00 1 gls susu 1 gls susu
Malam - 1 ptg daging
Pukul 21.00 1 gls formula komersial 1 btr telur ayam
1 gls formula komersial

Bahan Makanan Yang Dianjurkan dan Yang Tidak Dianjurkan


Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan
Sumber Karbohidrat Nasi, roti, mie, makaroni dan -
hasil olah tepung-tepungan lain,
seperti cake, tarcis, puding, dan
pastri, dodol, ubi, karbohidrat
sederhana seperti gula pasir
Sumber Protein Daging sapi, ayam, ikan, telur, Dimasak dengan banyak
susu, dan hasil olah seperti keju minyak atau kelapa/santan
dan yogurt custard dan es krim kental
Sumber Protein Nabati Semua jenis kacang kacangan
dan hasil, olahannya seperti
tempe, tahu dan pindakas
Sayuran Semua jenis sayuran, terutama Dimasak dengan banyak
jenis B, seperti bayam, buncis, minyak atau kelapa/santan
daun singkong, kacang panjang, kental
labu siam, dan wortel direbus,
dikukus dan ditumis
Buah-buahan Semua jenis buah segar, buah -
kaleng, buah kering dan jus
buah
Lemak dan minyak Minyak goreng, mentega Santan kental
margarin, santan encer, salad
dresing
Minuman Soft drink, madu, sirup, teh dan Minuman rendah energi
kopi encer
Bumbu Bumbu tidak tajam, seperti Bumbu yang tajam, seperti
bawang merah, bawang putih, cabe dan merica
laos, salam, dan kecap

Contoh Menu Sehari ETPT II


Pagi Siang Malam
Nasi Nasi Nasi
Telur dadar Ikan bb acar Daging empal
Daging semur Ayam goreng Telur balado
Ketimun + tomat iris Tempe bacam Sup sayuran
Susu Sayur asam Pisang
Pepaya

25
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 21.00
Bubur kacang hijau Susu Telur masak
Susu Formula komersial

Cara Memesan Diet


Diet Energi Tinggi Protein Tinggi I (ETPT I)
Diet Energi Tinggi Protein Tinggi II (ETPT II)

DIET SERAT TINGGI

Gambaran Umum
Serat makanan adalah polisakarida nonpati yang terdapat dalam semua makanan
nabati. Serat tidak dapat dicerna oleh enzim cerna tapi berpengaruh baik untuk kesehatan.
Serat terdiri atas dua golongan, yaitu serat larut air dan tidak larut air. Serat tidak larut air
adalah selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang banyak terdapat dalam dedak beras, gandum,
sayuran dan buah-buahan. Serat golongan ini dapat melancarkan defekasi sehingga
mencegah obstipasi, hemoroid, dan divertikulosis. Serat larut air yaitu pektin, gum, dan
mukilase yang banyak terdapat dalam havermout, kacang-kacangan, sayur, dan buah-
buahan. Serat golongan ini dapat mengikat asam empedu sehingga dapat menurunkan
absorbsi lemak dan kolesterol darah, sehingga menurunkan risiko, mencegah atau
meringankan penyakit jantung koroner dan dislipidemia. Serat dapat mencegah kanker
kolon dengan mengikat dan mengeluarkan bahan-bahan karsinogen dalanm usus.
Pada umumnya, makanan serat tnggi mengandung energi rendah, dengan demikian
dapat membantu menurunkan berat badan. Diet serat tinggi menimbulkan rasa kenyang
sehingga menunda rasa lapar. Saat ini di pasaran terdapat produk serat dalam bentuk
minuman, tetapi penggunaannya tidak dianjurkan. Asupan serat berlebihan dapat
menimbulkan gas yang berlebihan dan diare, serta mengganggu penyerapan mineral seperti
magnesium, zat besi, dan kalsium. Makanan tinggi serat alamai lebih aman dan
mengandung zat tinggi serta lebih murah. WHO menganjurkan asupan serat 25-30 g/hari.

Tujuan Diet
Tujuan diet serat tinggi adalah untuk memberi makaan sesuai kebutuhan gizi yang tinggi
serat sehingga dapat meransang peristaltik usus agar defekasi berjalan normal.

Syarat Diet
Syarat-syarat diet serat tinggi adalah :
1. Energi cukup sesuai dengan umur, gender, dan aktivitas
2. Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total
3. Lemak cukup, yaitu 10-25 % dari kebutuhan energi total

26
4. Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total
5. Vitamin dan mineral tinggi, terutama vitamin B untuk memelihara kekuatan otot saluran
cerna
6. Cairan tinggi, yaitu 2-2,5 liter untuk membantu memperlancar defekasi. Pemberian
minum sebelum makan akan membantu meransang peristaltik usus.
7. serat tinggi, yaitu 30-50 g/hari terutama serat tidak larut air yang berasal dari beras
tumbuk, beras merah, roti whole wheat, sayuran, dan buah.

Indikasi Pemberian
Diet Serat Tinggi diberikan kepada pasien konstipasi kronis dan penyakit divertikulosis.
Lama pemberian diet disesuaikan dengan perkembangan penyakit.

Bahan Makanan Sehari


Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras merah 275 4 gls nasi
Daging 100 2 ptg sdg
Telur ayam 50 1 btr
Tempe 100 4 ptg sdg
Kacang hijau 25 2 sdm
Sayuran 300 3 gls
Buah 300 3 ptg sdg pepaya
Minyak 25 2 sdm
Gula pasir 25 2 sdm

Nilai Gizi
Energi 2100 kkal Vitamin A 34404 RE
Protein 79 g Tiamin 1,5 mg
Karbohidrat 329 g Vitamin C 186 mg
Kalsium 700 mg Serat 41 g
Besi 23 mg

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pagi Pukul 10.00
Beras merah 75 g = 1 gls nasi Kacang hijau 25 g = 2 sdm
Telur ayam 50 g 1 btr Gula pasir 15 g = 1 sdm
Sayuran 100 g = 1 gls
Minyak 5 g = sdm
Siang/Malam Pukul 16.00
Beras merah 100 g = 1 gls nasi Nenas 100 g = 1 ptg sdg
Daging 50 g = 1 ptg sdg Gula pasir 10 g = 1 sdm
Tempe 50 g = 2 ptg sdg
Sayuran 100 g = 1 gls
27
Jeruk / Apel 100 g = 1 bh
Minyak 10 g = 1 sdm

Bahan Makanan Yang Dianjurkan


Sumber karbohidrat : Beras tumbuk/merah, havermout, roti whole wheat.
Sumber protein nabati: Kacang-kacangan yang dikomsumsi dengan kulitnya seperti
kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan hasil oleh kacang-kacangan, seperti tempe.
Sayuran : Sayuran yang serat tinggi, seperti daun singkong, daun kacang panjang, daun
pepaya, brokoli, jagung muda, oyong, pare, kacang panjang, buncis, dan ketimun.
Buah-buahan : Buah-buahan yang berserat tinggi, seperti jeruk (dimakan dengan
selaputnya), nenas, mangga, salak, pisang, pepaya, sirsak serta buah yang dimakan dengan
kulitnya, seperti apel, anggur, belimbing, pir, dan jambu biji.
Contoh Menu
Pagi Siang Malam
Nasi Nasi Nasi
Telur mata sapi Semur daging Ikan bb, acar
Setup wortel + buncis Opor tempe Tahu goreng
Sayur asam Setup brokoli
Lalapan (selada dan Sayur lodeh
ketimun) Sambal
Sambal Apel
Jeruk
Pukul 10.00 Pukul 16.00
Bubur kacang hijau Setup nenas

Disamping itu minum air putih 8-10 gelas sehari.

Cara Memesan Diet


Diet Serat Tinggi (DST)

28
DIET SISA RENDAH

Gambaran Umum
Diet Sisa Rendah adalah makanan yang terdiri dari bahan makann rendah serat dan
hanya sedikit meninggalkan sisa. Yang dimadsud dengan sisa adalah bagian-bagian
makanan yang tidak diserap seperti yang terdapat didalam susu dan produk susu serta serat
daging yang berserat kasar (liat). Disamping itu, makanan lain yang meransang saluran
cerna harus dibatasi.

Tujuan Diet
Tujuan Diet Sisa Rendah adalah untuk memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi
yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses, dan tidak
meransang saluran cerna.

Syarat Diet
Syarat-syarat Diet Sisa Rendah adalah:
1. Energi cukup sesuai dengan umur, gender, dan aktivitas
2. Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total
3. Lemak sedang, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total
4. Karbohidrat cukup, yaitu sisa kebutuhan energi total
5. Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat maksimal 8
g/hari. Pembatasan ini disesuaikan dengan toleransi perorangan
6. Mennghindari susu, produk susu, dan daging berserat kasar (liat) sesuai dengan
toleransi perorangan.
7. Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam, dan berbumbu
tajam
8. Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu tidak terlalu panas dan
dingin
9. Makanan sering diberikan dalam porsi kecil
10. Bila diberikan untuk jangka waktu lama atau dalam keadaan khusus, diet perlu disertai
suplemen vitamin dan mineral, makanan formula atau makanan parenteral.

Macam Diet dan Indikasi Pemberian


Diet Sisa Rendah diberikan kepada pasien dengan diare berat, peradangan saluran cerna
akut, divertikulitis akut, obstipasi spastik, penyumbatan sebagian saluran cerna, hemoroid
berat, serta pada pra dan panca bedah saluran cerna. Diet biasanya rendah dalam beberapa

29
jenis zat gizi, sehingga hanya diberikan untuk jangka waktu pendek. Bila diperlukan,
disamping diet diberikan suplemen vitamin dan mineral dan atau makanan parenteral.

Menurut beratnya penyakit diberikan Diet Sisa Rendah I atau II.


Diet Sisa Rendah I
Diet Sisa Rendah I adalah makanan yang diberikan dalam bentuk disaring atau diblender.
Makanan ini menghindari makanan berserat tinggi dan sedang, bumbu yang tajam, susu,
daging berserat kasar (liat), dan membatasi penggunaan gula dan lemak. Kandungan serat
maksimal 4 gram. Diet ini rendah energi dan sebagian bear zat gizi.
Bahan Makanan Sehari
Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 90 3 gls bubur saring
Roti 40 2 iris
Biskuit 40 4 bh
Telur Ayam 50 1 btr
Ayam 100 2 ptg sdg
Tahu 100 1 bh bsr
Sari Tomat 200 1 gls
Sari Jeruk 200 1 gls
Margarin 25 2 sdm
Gula Pasir 40 4 sdm

Catatan: Pada diare akut selama 24 jam hanya diberi teh encer dan air biasa ditambah 1
sendoh teh garam dapur dan 2 sendok makan gula pasir dalam 1 liter air atau
makanan parenteral. Sesudah itu secara berangsur diberi roti bakar, kemudian
Diet Sisa Rendah I dan II.
Nilai Gizi
Energi 1441 kkal Besi 6,5 mg
Protein 40 g Vitamin A 3352 RE
Lemak 58 g Tiamin 1,5 mg
Karbohidrat 188 g Vitamin C 118 mg
Kalsium 100 mg Serat 1,5 g

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pagi Siang / Malam
Beras 30 g = 1 gls bubur saring Beras 30 g = 1 gls bubur saring
Telur ayam 50 g = 1 btr Ayam 50 g = 1 ptg sdg
Sari Tomat 100 g = gls Tahu 50 g = bh bsr
Gula pasir 10 g = 1 sdm Sari jeruk 100 g = gls
Margarin 10 g = 1 sdm

30
Pukul 10.00 dan 20.00 Pukul 16.00
Biskuit 20 g = 2 bh Roti 40 g = 2 iris
Gula pasir 10 g =1 sdm Margarin 5 g = sdm
Gula pasir 10 g = 1 sdm
Sari tomat 100 g = gls

Bahan Makanan Yang Dianjurkan Dan Tidak Dianjurkan


Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjukan
Sumber Karbohidrat Bubur disaring, roti dibakar, Beras tumbuk, beras ketan,
kentang dipure, makaroni, roti whole wheat, jagung,
mie, bihun direbus, biskuit, ubi, singkong, talas, cake,
krakers, tepung-tepungan , tarcis, dodol, tepung-
dipuding atau dibubur tepungan yang dibuat kue
manis
Sumber protein nabati Tahu ditim dan direbus, susu Kacang-kacangan seperti
kedelai kacang tanah, kacang merah,
kacang tolo, kacang hijau,
kacang kedelai, tempe, dan
oncom
Sumber protein hewani Daging empuk, hati, ayam, Daging berserat kasar, ayam,
ikan digiling halus, telur dan ikan yang diawet,
direbus, ditim, diceplok air digoreng kering, telur
atau sebagai campura dalam diceplok, udang dan kerang,
makanan dan minuman susu dan produk susu
Sayuran Sari sayuran Sayuran dalam keadaan utuh
Buah-buahan Sari buah Buah dalam keadaan utuh
Minuman Teh, sirup, kopi encer Teh dan kopi kental,
minuman beralkohol dan
mengandung soda
Bumbu Garam, vetsin, gula Bawang, cabe, jahe, merica,
ketumabr, cuka, dan bumbu
lain yang tajam

Contoh Menu Sehari


Pagi Siang Malam
Bubur saring Bubur saring Bubur saring
Telur masak Semur daging (diblender) Ayam ungkep
Kecap Tim tahu Sup tahu
Sari Tomat Sari jeruk Sari jeruk

Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 20.00


Biskuit Roti panggang Biskuit
Sirup Sari tomat Teh
31
Diet Sisa Rendah II
Diet Sisa Rendah II merupakan makanan peralihan dari Det Sisa Rendah I ke makanan
biasa. Diet ini diberikan bila penyakit mulai membaik atau bila penyakit bersifat kronis.
Makanan diberikan dalam bentuk cincang atau lunak. Makanan berserat sedang
diperbolehkan dalam jumlah terbatas, sedangkan makanan berserat tinggi tidak
diperbolehkan. Susu diberikan maksimal 2 gelas sehari. Lemak dan gula diberikan dalam
bentuk mudah dicerna. Bumbu kecuali cabe, merica, dan cuka, boleh diberikan dalam
jumlah terbatas. Kandungan serat diet ini adalah 4-8 gram.

Bahan Makanan Sehari


Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 150 3 gls tim
Roti 40 2 iris
Maizena 15 3 sdm
Daging giling 100 gls
Telur ayam 50 1 btr
Tahu 100 1 bh bsr
Sayuran 100 1 gls
Buah 200 2 ptg sdg pepaya
Margarin 25 2 sdm
Gula pasir 50 5 sdm
Susu 400 2 gls

Nilai Gizi
Energi 1750 kkal Besi 16 mg
Protein 61 g Vitamin A 3234 RE
Lemak 60 g Tiamin 0,7 g
Karbohidrat 281 g Vitamin C 117 mg
Kalsium 800 mg Serat 6,3 g

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pagi Pukul 10.00
Roti 40 g = 2 iris Maizena 15 g = 3 sdm
Telur Ayam 50 g = 1 btr Susu 200 g = 1 gls
Margarin = 5 g = sdm Gula Pasir 30 g = 3 sdm

32
Susu 200 g = 1 gls
Gula Pasir 10 g = 1 sdm

Siang Pukul 16.00


Beras 75 g = 1 gls tim Gula pasir 10 g = 1 sdm
Daging giling = 50 g = gls
Tahu 50 g = bh bsr
Sayuran 50 g = gls
Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Margarin 10 g = 1 sdm

Bahan Makanan Yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan


Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan
Sumber karbohidrat Beras dibubur/ditim, roti Baras ketan, beras
bakar, kentang rebus, tumbuk/merah, roti whole
krakers, tepung-tepungan wheat, jagung, ubi,
dibubur atau dibuat puding singkong, talas, tarcis, dodol,
dan kue-kue lai yang manis
dan gurih
Sumber protein hewani Daging empuk, hati, ayam, Daging berserat kasar (liat)
ikan direbus, ditumis, serta daging, ikan, ayam
dikukus, diungkep, diawet, daging babi, telur
dipanggang, telur direbus, mata sapi, telur dadar
ditim, diceplok ar, didadar,
dicampurkan dalam makana
dan minuman, susu
maksimal 2 gls perhari
Sumber protein nabati Tahu, tempe ditim, direbus, Kacang merah serah kacang-
ditumis, pindakas, susu kacangan kering seperti
kedelai kacang tanah, kacang hijau,
kacang kedelai, dan kacang
tolo
Sayuran Sayuran yang berserat Sayuran yang berserat tinggi
rendah dan sedang seperti : seperti daun singkong, daun
kacang panjang, buncis katuk, daun pepaya, daun
muda, bayam, labu siam, dan buah melinjo, oyong,
tomat masak, wortel direbus, pare serta semua sayuran
dikukus, ditumis yang dimakan mentah
Buah-buahan Semua sari buah, buah segar Buah-buahan yang dimakan
yang matang (tanpa kulit dan dengan kulit, seperti apel,
biji) dan tidak banyak jambu biji dan pir, serta
menimbulkan gas seperti : jeruk yang dimakan dengan
pepaya, pisang, jeruk, kulit ari, buah yang

33
avokad, nenas menimbulkan gas seperti
durian dan nangka
Lemak Margarin, mentega, dan Minyak untuk menggoreng,
minyak dalam jumlah lemak hewani, kelapa da
terbatas untuk menumis, santan
mengoles dan setup
Minuman Kopi, teh encer dan sirup Kopi dan teh kental,
minuman yang mengandung
soda dan alkohol
Bumbu Garam, vetsin, gula, cuka, Cabe dan merica
salam, laos, kunyit, kunci
dalam jumlah terbatas

Contoh Menu Sehari


Pagi Siang Malam
Roti bakar Nasi tim Nasi tim
Orak arik Semur daging giling & tahu Sup bola-bola ayam
Susu Tumis labu siam Tim tahu
Pepaya Setup wortel
Semangka
Pukul 10.00 Pukul 16.00
Puding maizena + saos susu Teh

Cara Memesan Diet


Diet Sisa Rendah I/II (DSR I/II)

DIET LUKA BAKAR

Gambaran Umum
Luka bakar adalah kerusakan jaringan permukaan tubuh disebabkan oleh panas pada
suhu tinggi yang menimbulkan reaksi pada seluruh sistem metabolisme. Luka bakar dapat
disebabkan oleh ledakan, aliran linstrik, api, zat kimia, uap panas, minyak panas matahari,
dan sebagainya.

Luka bakar diklasifikasikan berdasarkan :


1. Kedalam pengaruh panas terhadap tubuh, dikenal dengan Derajat Luka Bakar I s/d
III
34
a. Derajat I adalah derajat luka bakar dimana terjadi kematian pada lapisan atas
epidermis kulit yang disertai pelebaran pembuluh darah sehingga kulit tampak
kemerah-merahan
b. Derajat II adalah derajat luka bakar di mana terjadi kerusakan epidermis dam
dermis, sedangkan pembuluh darah di bawah kulit menumpuk dan mengeras.
Selain timbul warna kemerah-merahan pada kulit juga timbul gelembung-
gelembung
c. Derajat III adalah derajat luka bakar di mana terjadi kerusakan seluruh sel epitel
kulit (epidermis, dermis, dan sub kutis) dan otot. Pembuluh darah mengalami
trombosis.
2. Luasnya permukaan tubuh yang terkena pengaruh panas
Luka bakar dinyatakan dalam persen luas tubuh. Untuk dewasa, perkiraan luas tubuh
yang terkena didasarkan pada bagian tubuh yang terkena menurut Rumus 9 (Rule of
Nine) yang dikembangkan oleh Wallace (1940) yaitu:
1. Kepala 9%
2. Tubuh bagian depan 18%
3. Tubuh Bagian Belakang 18%
4. Ekstremitas Atas 18%
5. Ekstremitas Bawah Kanan 18%
6. Ekstremitas Bawah Kiri 18%
7. Organ Genital 1%
Penilalaian luka bakar yang memerlukan perawatan dan pengobatan adalah sebagai berikut:
1. Luka bakar derajat II dengan luas luka bakar > 15%
2. Luka bakar derajat III dengan luas bakar > 20%
3. Luka bakar pada daerah genital dan anus
4. Luka bakar yang disertai trauma berat terutama pada jalan napas, tulang, dan alat
tubuuh dalam rongga perut

Tujuan Diet
Tujuan Diet Luka Bakar adalah untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah
terjadinya gangguan metabolik serta mempertahankan status gizi secara optimal selama
proses penyembuhan, dengan cara:
1. Mengusahakan dan mempercepat penyembuhan jaringan yang rusak
2. Mencegah terjadinya keseimbangan nitrogen yang negatif
3. Memperkecil terjadinya hiperglikemia dan hipergliseridemia
4. Mencegah terjadinya gejala-gejala kekurangan zat gizi mikro

Syarat Diet
Syarat-syarat Diet Luka Bakar adalah :

35
1. Memberikan makanan dalam bentuk cair sedini mungkin atau Nutrisi Enteral Dini
(NED)
2. Kebutuhan energi dihitung dengan pertimbangan kedalaman dan luas luka bakar, yaitu:
a.Menurut Curreri : 25 kkal/kg BB aktual + 40 kkal x % luka bakar
b. Menurut Asosiasi Dietetik Australia berdasarkan % luka bakar (Tabel 13.1)
Tabel 13.1 Kebutuhan energi sehari berdasarkan persen luka bakar
Luka bakar (%) Kebutuhan Energi (kkal)
< 10 1,2 x AMB
11-20 1,3 x AMB
21-30 1,5 x AMB
31-50 1,8 x AMB
> 50 2,0 x AMB
Sumber:Handbook No. 6 Principles of Nutrional Management of Disorders JADA, 1990
3. Protein tinggi, yaitu 20-25% dari kkebutuhan energi total
4. Lemak sedang, yaitu 15-20% dari kebutuhan energi total. Pemberian lemak yang tinggi
menyebabkan penundaan respons kekebalan, sehinggga pasien lebih mudah terkena
infeksi
5. Karbohidrat sedang yaitu 50-60% dari kebutuhan energi total. Bila pasien mengalami
trauma jalan napas (trauma inhalasi), karbohidrat diberikan 45-55% dari kebutuhan
energi total
6. Vitamin diberikan di atas Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan, untuk
membantu mempercepat penyembuhan. Vitamin umumnya ditambahkan dalam bentuk
suplemen. Kebutuhan beberapa jenis vitamin adalah sebagai berikut:
a.Vitamin A minimal 2 x AKG
b. Vitamin B minimal 2 x AKG
c.Vitamin C minimal 2 x AKG
d. Vitamin E 200 SI

7. Mineral tinggi, terutama zat besi, seng, natrium, kalium, kalsium, fosfor, dan
magnesium. Sebagian mineral diberikan dalam bentuk suplemen
8. Cairan tinggi akibat luka bakar terjadi kehilangan cairan dan elektrolit secara intensif.
Pada 48 jam pertama, pemberian cairan ditujukan untuk mengganti cairan yang hilang
agar tidak shock.

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian


Diet Luka Bakar I
Diet luka bakar I diberikan pada pasien luka bakar berupa cairan air gula garam soda
(AGGS) dan makanan cair penuh dengan pengaturan sebagai berikut :
a. 0-8 jam pertama sampai residu lambung kosong, diberi AGGS dan makanan cair penuh
kkal/ml, dengan cara drip dengan kecepatan 50 ml/jam
b. 8-16 jam kemudian, jumlah energi per mililiter ditingkatkan menjadi 1 kkal/ml dengan
kecepatan yang sama

36
c. 16-24 jam kemudian, apabila tidak kembung dan muntah, energi ditingkatkan menjadi 1
kkal/ml dengan kecepatan 50-75 ml/menit. Di atas 24 jam bila tidak ada keluhan,
kecepatan pemberian makanan dinaikkan sampai dengan 100 ml/menit
d. Apabila ada keluhan kembung dan mual, AGGS dan makanan cair penuh diberikan
dalam keadaan dingin. Apabila muntah, pemberian makanan diberhentikan selama 2
jam.
Komposisi cairan AGGS adalah:
Air 200 ml
Gula/sirup 25 g/30 ml
Garam dapur 2 g/2 bks
Soda kue 1 g/1 bks
Diet Luka Bakar II
Diet Luka Bakar II merupakan perpindahan Diet Luka Bakar I, yaitu diberikan segera
setelah pasien mampu menerima cairan AGGS dan makanan cair penuh dengan nilai energi
1 kkal/ml, serta sirkulasi cairan tubuh normal.
Cara pemberiannya sebagai berikut:
1. Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan pasien, dapat berbentuk cair, saring,
lumat, lunak atau biasa
2. Cairan AGGS diberikan tidak terbatas
3. Bila diberikan dalam bentuk cair, frekuensi pemberian 8 kali sehari, volume setiap
kali pemberian disesuaikan dengan kemampuan pasien, maksimal 350 ml
4. Bila diberikan dalam bentuk saring, frekuensi pemberian 3-4 kali sehari dan dapat
dikombinasikan dengan makanan cair penuh untuk memenuhi kebutuhan gizi
5. Bila diberikan dalam bentuk lunak atau biasa, frekuensi pemberian disesuaikan
dengan kemampuan pasien sehingga asupan zat gizi terpenuhi.

Bahan Makanan Sehari dan Nilai Gizi


1. Bentuk Cair
Dapat dilihat pada Makanan Cair Penuh
2. Bentuk Saring
Dapat dilihat pada Makanan saring
Makanan ini ditambah Makanan Cair sebagai berikut:
Pukul 10.00 : Makanan Cair Penuh 200 ml
Pukul 16.00 : Makanan Cair Penuh 200 ml
Pukul 21.00 : Makanan Cair Penuh 200 ml
Pukul 05.00 : Makanan Cair Penuh 200 ml
Nilai gizi tambahan :
Energi 800 kkal Lemak 30 g
Protein 35 g Karbohidrat 99 g
3. Bentuk lunak
Dapat dilihat pada diet makanan lunak
37
Makanan ini ditambah dengan makanan sebagai berikut :
Pukul 10.00 : 1 butir telur ayam rebus
Pukul 16.00 : 1 butir telur ayam rebus
Pukul 22.00 : 1 porsi roti, mie instan, biskuit
Nilai gizi tambahan :
Energi 539 kkal Lemak 31 g
Protein 25 g Karbohidrat 39 g
4. Bentuk Biasa
Dapat dilihat pada diet energi tinggi protein tinggi (Diet ETPT)
Bila pasien tidak dapat menghabiskan porsi makanan biasa, maka frekuensi makan
dapat ditambah menjadi 4 x makanan utama. Jadwal makanan adalah sebagai berikut :
Pukul 08.00 Makanan pagi Pukul 18.00 Makan malam I
Pukul 10.00 Selingan Pukul 21.00 Makan malam II
Pukul 13.00 Makan siang Pukul 05.00 Selingan
Pukul 16.00 Selingan
Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan
Bahan makanan yang dianjurkan Bahan makanan yang tidak dianjurkan
Semua bahan makanan sumber energi dan Bahan makanan hiperalergik seperti udang
protein seperti susu, telur, daging ayam,
dan keju, serta gula pasir, dan sirup
Contoh Menu Sehari
Contoh menu sehari untuk diet luka bakar dapat dilihat pada makanan cair penuh, makanan
saring, makanan lunak, makanan biasa, dan diet ETPT.
Cara Memesan Makanan
Diet Luka Bakar I / II (DLB I/II)
DIET PENYAKIT HATI DAN KANDUNG EMPEDU

Gambaran Umum
Hati merupakan salah satu alat tubuh penting yang berperan dalam metabolisme
karbohidrat, lemak dan protein. Sebagian besar hasil pencernaan setelah diabsorbsi,
langsung dibawa ke hati untuk disimpan atau diubah menjadi bentuk lain dan diangkut
kebagian tubuh yang membutuhkan. Hati merupakan tempat penyimpanan mineral berupa
zat besi dan tembaga yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah serta vitamin-
vitamin larut lemak A, D, E, dan K. Hati mengatur volume dan sirkulasi darah serta
berperan dalam detoksifikasi obat-obatan dan racun-racun. Dengan demikian, kelainan atau
kerusakan pada hati berpengaruh terhadap fungsi saluran cerna dan penggunaan makanan
dalam tubuh sehingga sering menyebabkan gangguan gizi.
Dua jenis penyakit hati yang sering ditemukan adalah Hepatitis dan Sirosis Hati.
Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh keracunan toksin tertentu atau
karena infeksi virus. Penyakit ini disertai anoreksia, demam, rasa mual dan muntah, serta
jaundice (kuning). Hepatitis dapat bersifat akut dan kronis.

38
Sirosis hati adalah kerusakan hati yang menetap, disebabkan oleh Hepatitis Kronis,
alkohol, penyumbatan saluran empedu, dan berbagai kelainan metabolisme. Jaringan hati
secara merata rusak akibat pengerutan dan pengerasan (fibrotik) sehingga fungsinya
terganggu. Gejalanya yaitu kelelahan, kehilangan berat badann, penurunan daya tahan
tubuh, gangguan pencernaa, dan jaundice. Dalam keadaan berat disertai asites, hipertensi
portal, dan hematemesis melena yang dapat berakhir dengan koma hepatik.

Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit hati dan kandung empedu adalah untuk mencapai dan
mempertahankan status gizi optimal tanpa memberatkan fungsi hati, dengan cara:
1. Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan lebih lanjut dan atau
meningkatkan fungsi jaringan hati yang tersisa
2. Mencegah katabolisme protein
3. Mencegah penurunan berat badan atau meningkatkan berat badan bila kurang
4. Mencegah atau mengurangi asites, varises esogagus, hipertensi portal
5. Mencegah koma hepatik.

Syarat Diet
Syarat-syarat diet penyakit hati dan kandung empedu adalah:
1. Energi untuk mencegah pemecahan protein, yang diberikan bertahap sesuai dengan
kemampuan pasien, yaitu 40-45 kkal/kg BB
2. Lemak cukup, yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total, dalam bentuk yang mudah
dicerna atau dalam bentuk emulsi. Bila pasien mengalami steatorea, gunakan lemak
dengan asam lemakrantai sedang (Medium Cbain Triglyceridel MTC). Jenis lemak ini
tidak membutuhkan aktivitas lipase dan asam empedu dalam proses absorbsinya.
Pemberian lemak sebanyak 45 gram dapat mempertahankan fungsi imun dan proses
sintesis lemak
3. Protein agak tinggi, yaitu 1,25-1,5 g/kg BB agar terjadi anabolisme protein. Pada
kasus Hepatitis Fulminan dengan nekrosis dan gejala ensefalopati yang disertai
peningkatan amoniak dalam darah, pemberian protein harus dibatasi untuk mencegah
koma, yaitu sebanyak 30-40 g/hari. Pada sirosis hati terkompensasi, protein diberikan
sebanyak 1,25 g/kg BB. Asupan minimal protein hendaknya 0,8-1g/kg BB. Protein
nabati memberikan keuntungan karena kandungan serat yang dapat mempercepat
pengeluaran amoniak melalui feces. Namin, sering timbul keluhan berupa rasa
kembung dan penuh. Diet ini dapatmengurangi status ensefalopati, tetapi tida dapat
memperbaiki keseimbangan nitrogen
4. Vitamin dan mineral diberikan sesuai dengan tingkat defisiensi bila perlu, diberikan
suplemen vitamin B kompleks, C, dan K serta mineral seng dan zat besi bila anemia.
5. Natrium diberikan rendah, tergantung tingkat edema dan asites. Bila pasien mendapat
diuretika, garam natrium dapat diberikan lebih leluasa
6. Cairan diberikan lebh dari biasa, kecuali bila ada kontraindikasi
39
7. Bentuk makanan lunak bila ada keluhan mual dan muntah, atau makanan biasa sesuai
kemampuan saluran cerna.

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian


Diet Hati I
Diet Hati I di berika bila pasien dalam keadaan akut atau bila prekoma sudah dapat
diatasi dan pasien sudah mulai mempunyai nafsu makan. Melihat keadaan pasien, makanan
diberikan dalam bentuk cincang atau lunak. Pemberian protein dibatasi (30 g/hari) dan
lemak diberikan dalam bentuk mudah dicerna. Formula enteral dengan asam amino rantai
cabang (Branched Chain Amino Acid/ BCAA) yaitu leusin, isoleusin, dan valin dapat
digunakan. Bila ada asites dan dan asites dan diuresis belum sempurna, pemberian cairan
maksimal 1 liter/hari.
Makanan ini rendah energi, protein, kalsium, zat besi, dan tiamin, karena itu
sebaiknya diberikan selama beberapa hari saja. Menurut beratnya retensi garam atau air,
makanan diberikan sebagai Diet Hati I Garam Rendah. Bila ada asites hebat dan tanda-
tanda diuresis belum membaik, diberikan diet garam rendah I. Untuk menambah
kandungan energi, selain makanan per oral juga diberikan makanan panrenteral berupa
cairan glukosa.

Bahan Makanan Sehari


1. Makanan Padat
Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 120 4 gls bubur
Telur ayam 50 1 btr
Maizena 20 4 sdm
Daging 50 1 ptg sdg
Sayuran 200 2 gls
Buah 300 3 ptg sdg pepaya
Margarin 20 2 sdm
Gula pasir 100 10 sdm

Nilai Gizi
Energi 1394 kkal Besi 11,3
Protein 28 g Vitamin A 12018 RE
Lemak 37 g Tiamin 0,5 mg
Karbohidrat 244 g Vitamin C 271 mg
Kalsium 271 g

40
Pembagian Bahan Makanan Sehari
Pagi Pukul 10.00
Beras 30 g = 1 gls bubur Maizena 20 g = 4 sdm
Telur Ayam 50 g = 1 btr Gula Pasir 40 g = 4 sdm
Sayuran 50 g = gls Pepaya 100 g = 1 ptgsdg
Gula Pasir 10 g = 1 sdm
Siang dan Malam Pukul 16.00
Beras 45 g = 1 gls bubur Gula Pasir 30 g + 3 sdm
Daging 25 g = 1 ptg kcl
Sayuran 75 g = gls
Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Gula pasir 10 g = 1 sdm
Margarin 10 g = 1 sdm

Contoh Menu
Pagi Siang Malam
Bubur ayam Bubur nasi/tim Bubur nasi/tim
Telur masak Gadon Daging Perkedel daging
Jus Tomat Setup ayam Sup woter + labu siam
Pepaya Pisang
Pukul 10.00 Pukul 16.00
Puding maizena + Puding maizena +
sirup Sirup sirup Sirup
Air jeruk

2. Makanan Padat + Formula Enteral BCAA ( Branched Chain Amino Acid)


Bahan Makanan Berat (g) urt
Beras 100 4 gls bubur
Maizena 20 4 sdm
Daging 50 1 ptg sdg
Sayuran 200 2 gls
Buah 300 3 ptg sdg pepaya
Margarin 20 2 sdm
Formula BCAA 750 ml 3 gls
Gula Pasir 25 2 sdm

Nilai Gizi
Energi 1264 kkal Besi 12,3 mg
Protein 54 g Vitamin A 11468 RE
Lemak 40 g Tiamin 0,4 mg
Karbohidrat 202 g Vitamin C 320 mg
Kalsium 395 mg

41
Pembagian Bahan Makanan Sehari
Pagi Pukul 10.00
Formula BCAA 25 ml = 1 gls Maizena 20 g = 4 sdm
Gula Pasir 10 g = 1 sdm Gula Pasir 15 g = 1 sdm
Sayuran 50 g = gls Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Gula Pasir 10 g = 1 sdm

Siang dan Malam Pukul 16.00


Beras 50 g = 2 gls bubur Formula BCAA 250 ml = 1 gls
Daging 25 g = 1 ptg kcl
Sayuran 100 g = 1 gls
Margarin 10 g = 1 sdm
Pepaya 100 g = 1 ptg sdg

Contoh Menu Sehari


Pagi Siang Malam
Formula BCAA Bubur nasi/tim Bubur nasi/tim
Teh Manis Gadon daging Perkedel daging bakar
Setup wotel + buncis Sup sayuran
Jeruk Jeruk

Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 21.00


Puding maizena Formula BCAA Formula BCAA
Pepaya

Diet Hati II
Diet Hati II diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diet Hati I kepada pasien yang
nafsu makannya cukup. Menurut keadaan pasien, makanan diberikan dalam bentuk lunak
atau biasa. Protein diberikan 1 g/kg BB dan lemak sedang (2-25% dari kebutuhan energi
total) dalam bentuk yang udah dicerna.
Makanan ini cukup mengandung energi, zat besi, vitamin A dan C, tetapi kurang kalsium
dan tiamin. Menurut beratnya retensi garam atau air, makanan diberikan sebagai Diet Hati
II Garam Rendah. Bila asistes hebat dan diuresis belum baik, diet mengikuti pola Diet
Garam Rendah I.

Bahan Makanan Sehari


Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 200 4 gls tim

42
Maizena 40 8 sdm
Daging 100 2 ptg sdg
Telur Ayam 50 1 btr
Tempe 50 2 ptg sdg
Sayuran 200 2 gls
Buah 300 3 ptg sdg pepaya
Minyak 25 2 sdm
Gula Pasir 70 7 sdm

Nilai Gizi
Energi 1973 kkal Besi 18,8 mg
Protein 53 g Vitamin A 26671 RE
Lemak 55 g Tiamin 0,7 mg
Karbohidrat 318 g Vitamin C 271 mg
Kalsium 295 mg Natrium 194 mg

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pagi Pukul 10.00
Beras 50 g = 1 gls tim Maizena 2 g = 4 sdm
Telur Ayam 50 g = 1 btr Gula Pasir 30 g = 3 sdm
Sayuran 50 g = gls Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Minyak 5 g = sdm
Gula Pasir 10 g = 1 sdm

Siang Pukul 16.00


Beras 75 g = 1 gls tim Maizena 20 g = 4 sdm
Daging 50 g = 1 ptg sdg Gula Pasir 30 g = 3 sdm
Tempe 25 g = 1 ptg sdg
Sayuran 75 g = gls
Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Minyak 10 g = 1 sdm

Malam
Beras 75 g = 1 gls tim
Daging 50 g = 1 ptg sdg
Tempe 25 g = 1 ptg sdg
Sayuran 75 g = gls
Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Minyak 10 g = 1 sdm

Contoh Menu Sehari

43
Pagi Siang Malam
Bubur Manado Nasi/tim Nasi/tim
Telur masak Semur bola-bola daging Lele bakar kecap
Teh manis Souffle tahu sao tomat Pepes tempe
Tumis bayam Sayur lodeh
Selada buah Pepaya
Pukul 10.00 Pukul 16.00 -
Ongol ongol + kelapa Puding karamel -
muda Sirup
Jus apel

Diet Hati III


Diet Hati III diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diet Hati II atau kepada
pasien hepatitis akut ( Hepatitis Infeksiosa/Adan Hepatitis Serum/B) dan sirosis hati yang
nafsu makannya telah baik, telah dapat menerima protein, dan tidak menunjukkan gejala
sirosis hati aktif.
Menurut kesanggupan pasien, makanan diberikan dalam bentuk lunak atau biasa.
makanan ini mengandung cukup energi, protein, lemak, mineral, dan vitamin tapi tinggi
karbohidrat. Menurut beratnya retensi garam atau air, makanan diberian sebagai Diet Hati
III Garam Rendah I.

Bahan Makanan Sehari


Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 250 5 gls tim
Maizena 20 4 sdm
Daging 100 2 ptg sdg
Telur Ayam 100 2 btr
Tempe 100 4 ptg sdg
Kacang Hijau 25 2 sdm
Sayuran 200 2 gls
Buah 300 3 ptg sdg pepaya
Minyak 25 2 sdm
Gula Pasir 70 7 sdm
Susu 200 1 gls

Nilai Gizi
Energi 2367 kkal Besi 28,9 mg
Protein 78 g Vitamin A 27002 RE
Lemak 65 g Tiamin 1,1 mg
44
Karbohidrat 371 g Vitamin C 274 mg
Kalsium 676 mg Natrium 298 mg

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pagi Pukul 10.00
Beras 50 g = 1 gls tim Kacang Hijau 25 g = 2 sdm
Telur Ayam 50 g = 1 btr Gula Pasir 30 g = 3 sdm
Sayuran 50 g = gls Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Minyak 5 g = sdm
Gula Pasir 10 g = 1 sdm
Susu 200 g = 1 gls

Siang Pukul 16.00


Beras 100 g = 1 gls tim Maizena 20 g = 4 sdm
Daging 50 g = 1 ptg sdg Gula Pasir 30 g = 3 sdm
Telur Ayam 25 g = btr
Tempe 50 g = 2 ptg sdg
Sayuran 75 g = gls
Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Minyak 10 g = 1 sdm

Bahan Makanan Yang Dibatasi


Bahan makanan yang dibatasi untuk Diet Hati I, II, dan III adalah dari sumber lemak, yaitu
semua makanan dan daging yang banyak mengandung lemak dan santan serta bahan
makanan yang menimbulkan gas seperti ubi, kacang merah, kol, sawi, lobak, ketimun,
durian, dan nangka.

Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan


Bahan makanan yang tidak dianjurkan untuk Diet Hati I, II, dan III adalah makanan yang
mengandung alkohol, teh, atau kopi kental.

Contoh Menu Sehari


Pagi Siang Malam
Nasi/ tim Nasi/tim Nasi/tim
Telur ceplok air Ikan bakar + saos tomat Empal daging
Setup buncis Tumis tahu Oseng-oseng tempe
Susu Sup ayam Sup kacang polong +
Apel wortel
Pepaya
Pukul 10.0 Pukul 16.00
Bubur kacang hijau Teh
Teh
45
Cara Memesan Diet
Diet Hati I/II/III (DH I/II/II)

DIET PENYAKIT KANDUNG EMPEDU

Gambaran Umum
Fungsi utama kandung empedu adalah untuk mengkonsentrasikan dan menyimpan empedu
yang diproduksi oleh hati. Cairan empedu mengandung garam empedu dan kolesterol.
Empedu membantu pencernaan serta absorpsi lemak dan vitamin larut lemak A, D, E, K,
mineral besi, dan kalsium.
Penyakit kandung empedu yang membutuhkan diet khusus adalah Kolelitiasis dan
Kolesistitis.

Kolelitiasis
Kolelitiasis adalah terbentuknya batu empedu yang bila masuk ke dalam saluran empedu
menimbulkan penyumbatan dan kram. Penyaluran empedu ke duodenum terganggu
sehingga mengganggu absopsi lemak. Ada dua jenis batu empedu, yaitu batu kolesterol dan
batu pigmen yang terdiri dari polimer bilirubin dan garam kalsium.
Faktor risiko terjadinya batu kolesterol antara lain adalah gender perempuan, kegemukan,
faktor etnik, obat-obatan, dan penyakit saluran cerna, sedangkan faktor risiko batu pigmen
antara lain adalah berat badan kurang, asupan lemak dan protein kurang, serta sirosis hati.

Kolesistitis
Kolesistitis adalah peradangan kandung empedu. Penyebab utamanya adalah batu empedu
yang menyumbat saluran empedu. Penyakit ini dapat disertai jaundice (ikterus, karena
cairan empedu yang tidak masuk ke saluran cera berubah warna menjadi bilirubin yang
berwarna kuning dan masuk ke peredaran darah.
Tindakan medik biasanya dilakukan berupa operasi pengeluaran batu atau kandung
empedu.

Tujuan Diet
Tujuan Diet Penyakit Kandung Empedu adalah untuk mencapai dan mempertahankan
status gizi optimal dan memberi istirahat pada kandungan empedu, dengan cara:
1. Menurunkan berat badan bila kegemukan yang dilakukan secara bertahap
46
2. Memberikan makanan yang menyebabkan kembung dan nyeri abdomen
3. Mengatasi malabsorbsi lemak.

Syarat Diet
Syarat-syarat diet penyakit kandung empedu adalah :
1. Energi sesuai kebutuhan. Bila kegemukan diberikan Diet Rendah Energi. Hindari
penurunan berat badan yang terlalu cepat
2. Protein agak tinggi, yaitu 1-1,25g/kg BB

3. Pada keadaan akut, lemak tidak diperbolehkan sampai keadaan akutnya mereda,
sedangkan pada keadaan kronis dapat diberikan 20-25% dari kebutuhan energi total.
Bila ada steatorea di mana lemak feces > 25 g/24 jam, lemak dapat diberikan dalam
bentuk asam lemak rantai sedang (MCT), yang mungkin dapat mengurangi lemak
feces dan mencegah kehilangan vitamin dan mineral
4. Bila perlu diberikan suplemen vitamin A,D,E, dan K
5. Serat tinggi terutama dalam bentuk pektin yang dapat mengikat kelebihan asam
empedu dalam saluran cerna
6. Hindari bahan makanan yang dapat menimbulkan rasa kembung dan tidak nyaman

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian


Diet Lemak Rendah I
Diet Lemak Rendah I diberikan kepada pasien kolesistitis dan kolelitiasis dengan kolik
akut. Makanan yang diberikan berupa buah-buahan dan minuman manis. Makaan ini
rendah energi dan semua zat gizi kecuali vitamin A dan C. Sebaiknya diberikan selama 1-2
hari saja.

Bahan Makanan Sehari


Bahan Makanan Berat (g) Urt
Buah 1000 1 ptg sdg pepaya
Sirup 400 2 gls
Gula Pasir 100 10 sdm

Nilai Gizi
Energi 996 kkal Kalsium 200 mg
Protein 5g Besi 17 mg
Lemak 0g Vitamin A 1100 RE
Karbohidrat 244 g Tiamin 0,4 mg
Vitamin C 780 mg

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pukul 07.00 Teh 1 gls Pukul 15.00 Pepaya 2 ptg sdg
Pukul 08.00 Pisang 1 bh sdg Pukul 18.00 Pisang 2 bh sdg
47
Pukul 10.00 Pepaya 2 ptg sdg Sirup 1 gls
Pukul 12.00 Pisang 2 bh sdg Pukul 20.0 Pisang 1 bh sdg
Sirup 1 gls Teh manis 1 gls

Diet Lemak Rendah II


Diet Lemak Rendah II diberikan secara berangsung bila keadaan akut sudah dapat diatasi
dan perasaan mual sudah berkurang atau kepada pasien penyakit saluran empedu kronis
yang terlalu gemuk. Menurut keadaan pasien, makanan diberkan dalam bentuk cincang,
lunak, atau biasa. Makanan ini rendah alergi, kalsium, dan tiamin.

Bahan Makanan Sehari


Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 100 4 gls bubur
Telur ayam 50 1 btr
Daging 100 2 ptg sdg
Tempe 100 4 ptg sdg
Sayuran 200 2 gls
Buah 400 4 ptg sdg pepaya
Margarin 10 1 sdm
Gula pasir 30 3 sdm

Nilai Gizi
Energi 1250 kkal Besi 21 mg
Protein 56,2 g Vitamin A 12248 RE
Lemak 34 g Tiamin 0,7 mg
Karbohidrat 187 g Vitamin C 184 mg
Kalsium 335 mg

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pagi Pukul 10.00 dan 16.00
Beras 30 g = 1 gls bubur Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Telur Ayam 50 g = 1 btr Gula Pasir 10 g = 1 sdm
Sayuran 50 g = gls
Gula Pasir 10 g = 1 sdm

Siang dan Malam


Daging 50 g = 1 ptg sdg
Tempe 50 g = 2 ptg sdg
Sayuran 75 g = gls
Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Margarin 5 g = sdm

48
Contoh Menu Sehari
Pagi Siang Malam
Bubur Nasi/ tim Bubur Nasi/tim Bubur Nasi/tim
Telur ceplok air + saos Pekedel daging panggang Ayam presto
tomat Tempe bacem Tahu bakso kukus saos tomat
Rebusan kacang panjang Sayur bening bayam Sup sayuran
Teh Apel Pisang

Pukul 10.00 Pukul 16.00


Jus jeruk Selada pepaya

Diet Lemak Rendah III


Diet Lemak Rendah III diberikan kepada pasien penyakit kandung empedu yang tidak gemuk dan
cukup mempunyai nafsu makan. Menurut keadaan pasien, makanan diberikan dalam bentuk lunak
atau biasa. Makanan ini cukup energi dan semua zat gizi.
Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 250 5 gls bubur
Maizena 20 4 sdm
Telur ayam 50 1 btr
Daging 100 2 ptg sdg
Tempe 100 4 ptg sdg
Sayuran 250 2 gls
Buah 200 2 ptg sdg pepaya
Margarin 10 1 sdm
Gula pasir 80 8 sdm
Susu skim bubuk 20 4 sdm

Nilai Gizi
Energi 2073 kkal Besi 21,8 mg
Protein 74 g Vitamin A 14049 RE
Lemak 34 g Tiamin 0,9 mg
Karbohidrat 369 g Vitamin C 143 mg
Kalsium 700 mg

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pagi Pukul 10.00
Beras 50 g = 1 gls tim Susu skim bubuk 20 g = 4 sdm
Telur Ayam 50 g = 1 btr Maizena 20 g = 4 sdm
Sayuran 50 g = gls Gula pasir 40 g = 4 sdm
Gula Pasir 20 g = 2 sdm

49
Siang dan Malam Pukul 16.00
Beras 100 g = 2 gls tim Gula pasir 20 g = 2 sdm
Daging 50 g = 1 ptg sdg
Tempe 50 g = 2 ptg sdg
Sayuran 100 g = 1 gls
Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Margarin 5 g = sdm
Contoh Menu Sehari
Pagi Siang Malam
Roti bakar isi madu Nasi/Tim Nasi/Tim
Telur ceplok Soto ayam Fu Yung Hay
Susu krim Perkedel tempe bakar Sup Tau
Tumis taoge + kacang Capcay
panjang Pepaya
Semangka
Pukul 10.00 Pukul 16.00
Puding maizena Sirup

Bahan Makanan Yang Tidak Dianjurkan


Bahan makanan yang tidak dianjurkan untuk Diet Penyakit Kandung Empedu adalah semua
makanan dan daging yang mengandung lemak, gorengan, dan makanan yang menimbulkan
gas seperti ubi, kacang merah, kol, sawi, lobak, ketimun, durian, dan nangka.

Cara Memesan Diet


Diet Lemak Rendah I/II/III (DLR I/II/III)

DIET PENYAKIT GINJAL DAN SALURAN KEMIH

50
Gambaran Umum
Fungsi utama ginjal adalah memelihara keseimbangan homeostatik cairan, elektrolit,
dan bahan-bahan organikdalam tubuh. Hal ini terjadi melalui proses filtrasi, reabsorpsi dan
sekresi. Disamping itu, ginjal mempunyai fungsi endokrin penting, seperti sintesis hormon
eritropoietin serta sekresi renin dan aldosteron, mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif,
dan degradasi berbagai hormon.
Diet khusus diperlukan bila fungsi ginjal terganggu, yaitu pada penyakit-penyakit
Sindroma Nefrotik, Gagal ginjal Akut, Penyakit Ginjal Kronik dengan penurunan fungsi
ginjal ringan sampai dengan berat, penyakit ginjal tahap akhir yang memerlukan
transpalansi ginjal atau dialisis, dan batu ginjal. Diet pada penyakit ginjal ditekankan pada
pengkontrolan asupan energi, protein, cairan, elektrolit natrium, kalium, kalsium dan fosfor.

Diet Sindroma Nefrotik


Gambaran Umum
Sindroma Nefrotik atau nefrosis adalah kumpulan manifestasi penyakit yang ditandai
oleh ketidakmampuan ginjal untuk memelihara keseimbangan nitrogen sebagai akibat
meningkatnya permeabilitas membran kapiler glomerulus. Kehilangan protein melalui urin
yang ditandai oleh proteinuria masif >3,5 g protein/24 jam) menyebabkan hipoalbuminemia
yang diikuti oleh edema retensi air), hipertensi, hiperlipidemia, anoreksia, dan rasa lemah.

Tujuan Diet
Tujuan Diet Sindroma Nefrotik adalah untuk :
1. Mengganti kehilangan protein terutama albumin
2. Mengurangi edema dan menjaga keseimbangan cairan tubuh
3. Memonitor hiperkolesterolemia dan penumpukan trigliserida
4. Mengkontrol hipertensi
5. Mengatasi anoreksia

Syarat Diet
Syarat-syarat diet sindroma nefrotik adalah :
1. Energi untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen positif, yaitu 35 kkal/kg BB
per hari
2. Protein sedang, yaitu 1,0 g/kg BB, atau 0,8 g/kg BB ditambahkan jumlah protein yang
dikeluarkan melalui urin. Utamakan penggunaan protein bernilai biologik tinggi
3. Lemak sedang, yaitu 15-0% dari kebutuhan energi total. Perbandingan lemak jenuh,
lemak jenuh tunggal, dan lemak jenuh ganda adalah 1:1:1
4. Karbohidrat sebagai sisa kebutuhan energi. Utamakan penggunaan karbohidrat
kompleks

5. Natrium dibatasi, yaitu 1-4 g sehari, tergantung berat ringannya edema


51
6. Kolesterol dibatasi < 300 mg, begitu pula gula murni, bila ada peningkatan triliserida
darah
7. Cairan disesuaikan dengan banyaknya cairan yang dikeluarkan melalui urin
ditambahkan 500 ml pengganti yang dikeluarkan melalui kulit dan pernapasan.

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian


Karena gejala penyakit sangat individual, diet disusun secara individual pula, dengan
menyatakan banyak protein dan natrium yang dibutuhkan didalam diet. Contoh: Diet
Sindroma Nefrotik, Energi: 1750 kkal, P : 50 g, Na : 2 g.

DIET GAGAL GINJAL AKUT

Gambaran Umum
52
Gagal ginjal akut terjadi karena menurunnya fungs ginjal secara mendadak yang terlihat
pada penurunan Glomerulo Filtration Rate (GDR) atau Tes Kliren Kreatinin (TKK) dan
terganggunya kemampuan ginjal untuk mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme.
Penyakit ini disertai oliguria urin < 500 ml/24) sampai anuria. Penyebabnya bermacam-
macam, seperti kekurangan caran tubuh secara berlebihan akibat diare dan atau muntah,
perdarahan hebat atau trauma pada ginjal akibat kecelakaan, keacunan obat, dan luka bakar.
Pada gagal ginjal akut terjadi katabolisme protein berlebihan hiperkatabolisme) yang
dipengaruhi oleh : berat ringannya penyakit, ganguan fungs ginjal, statuus gizi pasien, dan
jenis terapi yang diberikan. Pemberian diet disesuaikan dengan keempat hal tersebut.
Gejala penyakit dapat disertai anoreksia, nausea, rasa lelah, gatal, mengantuk, pusing, dan
sesak nafas. Dalam keadaan katabolik sedang dan berat, pasien memerlukan dialisis.
Apabila faktor penyebab dapat diatasi, penyakit dapat disembuhkan yang berarti fungsi
ginjal kembali normal.

Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit gagal ginjal akut adalah untuk :
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan fungsi ginjal
2. Menurunkan kadar ureum darah
3. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
4. Memperbaiki dan mempertahankan status gizi optimal dan mempercepat
penyembuhan

Syarat Diet
Syarat-syarat diet penyakit gagal ginjal akut adalah:
1. Energi cukup untuk mencegah katabolisme, yaitu 25-35 kkal/kg BB
2. Protein dissuaikan dengan katabolisme protein, yaitu 0,6-1,5 g/kg BB. Pada katabolik
ringan kebutuhan protein 0,6-1 g/kg BB, katabolik sedang 0,8-1,2 g/kg BB, dan
katabolik berat 1-1,5 g/kg BB
3. Lemak sedang, yaitu 20-30 % dari kebutuhan energi total, atau antara 0,5 1,5 g/kg
BB. Untuk katabolisme berat dianjurkan 0,8-1,5 g/kg BB.
4. Karbohidrat sebanyak sisa kebutuhan energi setelah dikurangi jumlah energi yang
diperoleh dari protein dan lemak. Apabila terdapat hipertrigliseridemia, batasi
penggunaan karbohidrat sederhana atau gula murni
5. Natrium dan kalium dibatasi bila ada anuria
6. Cairan, sebagai pengganti cairan yang keluar melalui muntah, diare, dan urin + 500
ml
7. Bila kemampuan untuk makan rendah, makanan diberikan dalam bentuk formula
enteral atau parenteral. Bila diperlukan, tambahkan suplemen asam folat, vitamin B 6,

vitamin C, vitamin A, dan vitamin K.

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian


53
Jenis diet yang diberikan disesuaikan dengan keadaan pasien dan berat ringannya
katabolisme protein. Pada katabolik ringan (keracunan obat) dapat diberikan makanan per
oral dalam bentuk lunak. Pada katabolik sedang (infeksi, peritonitis) serta katabolik berat
(luka bakar, sepsis) diberikan makanan formula enteral dan atau parenteral.
Jenis diet yang diberikan adalah:
1. Diet gagal ginjal akut lunak
2. Diet gagal ginjal akut cair

Makanan Yang Dianjurkan


Apabila pasien makan per oral, semua bahan makanan boleh diberikan, batasi penambahan
garam apabila ada hipertensi, edema, dan asites (lihat diet rendah garam), serta batasi
makan sayur dan buah tinggi kalium bila ada hiperkalemia

Bahan Makanan Sehari


Untuk Gagal Ginjal Akut dengan Katabolik Ringan, Berat Badan Ideal 60 kg
Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 150 3 gls tim
Telur Ayam 50 1 btr
Ayam 50 1 ptg sdg
Ikan 50 1 ptg sdg
Tempe 25 1 ptg sdg
Tahu 50 bh bsr
Sayuran 150 1 gls
Buah 300 3 ptg sdg pepaya
Minyak 25 2 sdm
Gula Pasir 40 4 sdm
Madu 30 3 sdm
Susu 200 1 gls
Kue RP 100 2 porsi
Rendah Protein
Kue RP dapat diberikan dalam bentuk kue pepe, kue cantik manis, kue klepon ubi, dan kue
lain dengan nilai protein rendah (lihat lampiran 19.2)

Nilai Gizi
Energi 1801 kkal Besi 17,1 mg
Protein 51 g (11% energi total) Vitamin A 26449 RE
Lemak 58 g (28% energi total) Tiamin 1 mg
Karbohidrat 286 g (61% energi total) Vitamin C 245 mg
Kalsium 623 mg

54
Pembagian Bahan Makanan Sehari
Pagi Siang/Malam
Beras 50 g = 1 gls tim Nasi 50 g = 1 gls
Telur Ayam 50 g = 1 btr Ikan/Ayam 50 g = 1 ptg sdg
Sayuran 50 g = gls Tempe/Tahu 25/50 g =1 ptg sdg
Minyak 5 g = sdm Sayuran 50 g = gls
Susu 200 g = 1 gls Sayuran 150 g = 1 ptg sdg pepaya
Gula Pasir 10 g = 1 sdm Minyak 150 g = 1 sdm

Pukul 10.00 Pukul 16.00


Kue RP 50 g =1 porsi Kue RP 100 g = 1 porsi
Gula Pasir 10 g = 1 sdm Gula Pasir 10 g = 1 sdm

Pukul 21.00
Gula Pasir 10 g = 1 sdm

Contoh Menu Sehari


Pada dilihat pada menu diet makanan lunak. Bila membutuhkan diet gagal ginjal akut cair
atau enteral, lihat pada menu makanan cair.

Cara Memesan Diet


Diet Gagal Ginjal Akut Lunak / Cair (DGGA Lunak/Cair)

DIET PENYAKIT GINJAL KRONIK

Gambaran Umum
Penyakit Ginjal Kronik (Chronic Kidney Disease) adalah keadaan dimana terjadi
penurunan fungsi ginjal yang cukup berat secara perlahan-lahan (menahun) disebabkan
oleh berbagai penyakit ginjal. Penyakit ini bersifat progresif dan umumnya tidak dapat
pulih kembali (irreversibble). Gejala penyakit ini umumnya adalah tidak ada nafsu makan,
mual, muntah, pusing, sesak nafas, rasa lelah, edema pada kaki dan tangan, serta uremia.
55
Apabila nilai Glomerulo Filtration Rate (GFR) atau Tes Kliren Kreatinin (TKK) < 25
ml/menit, diberikan Diet Protein Rendah.

Tujuan Diet
Tujuan Diet Penyakit Ginjal Kronik adalah untuk :
1. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal dengan memperhitungkan sisa fungsi
ginjal, agar tidak memberatkan kerja ginjal
2. Mencgah dan menurunkan kadar ureum darah yang tinggi (uremia)
3. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit
4. Mencegah dan mengurangi progresivitas gagal ginjal, dengan memperlambat turunya
laju filtrasi glomerulus

Syarat Diet
Syarat-syarat diet penyakit ginjal kronik adalah :
1. Energi cukup, 35 kkal/kg BB
2. Protein rendah, yaitu 0,6-0,75 BB. Sebagian harus bernilai biologik tinggi
3. Lemak cukup, yaitu 20-30% dari kebutuhan energi total. Diutamakan lemak tidak
jenuh ganda
4. Karbohidrat cukup, yaitu kebutuhan energi total dikurangi energi yang berasal dari
protein dan lemak
5. Natrium dibatasi apabila ada hipertensi, edema, asites, aliguria, atay anuria,
banyaknya natrium yang diberikan antara 1-3 g
6. kalium dibatasi (40-70 mEq) apabila ada hiperkaliemia (kalium darah > 5,5 mEq),
oliguria, atau anuria
7. Cairan dibatasi, yaitu sebanyak jumlah urin sehari ditambah pengeluaran cairan
melalui keringat dan perbapasan ( 500 ml)
8. Vitamin cukup, bila perlu diberikan suplemen piridoksin, asam folat, vitamin C dan
Vitamin D.

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian


Ada tiga jenis diet yang diberikan menurut berat badan pasien yaitu:
1. Diet Protein Rendah I : 30 g protein, diberikan kepada pasien dengan berat badan 50 kg
2. Diet Protein Rendah II : 35 g, diberikan kepada pasien dengan berat badan 60 kg
3. Diet Protein Rendah III : 40 g, diberikan kepada pasien dengan berat badan 65 kg
Karena kebutuhan gizi pasien penyakit ginjal kronik sangat bergantung pada keadaan dan berat
badan perorangan, maka jumlah protein yang diberikan dapat lebih tinggi atau lebih rendah
daripada standar. Mutu protein dapat ditingkatkan dengan memberikan asam amino esensial
murni.
Bahan 30 g protein 35 g protein 40 g protein
Berat (g) urt Berat (g) urt Berat (g) Urt
makanan

56
Beras 100 1 Gls nasi 150 2 Gls nasi 150 2 Gls
Telur ayam 50 1 Btr 50 1 Btr 50 1 Btr
Daging 50 1 Ptg sdg 50 1 Ptg sdg 75 1 Ptg bsr
Sayuran 100 1 Gls 150 1 Gls 150 1 Gls
Pepaya 200 2 Ptg sdg 200 2 Ptg sdg 200 2 Ptg sdg
Minyak 35 3 Sdm 40 4 Sdm 40 4 Sdm
Gula Pasir 60 6 Sdm 80 8 Sdm 100 10 Sdm
Susu Bubuk 10 2 Sdm 150 3 Sdm 20 4 Sdm
Kue RP 150 2 Sdm 150 3 Porsi 150 3 Porsi
Madu 20 2 Sdm 20 2 Sdm 30 3 Sdm
Agar-agar - 1 Porsi - 1 porsi - 1 porsi

Rendah Protein
Kue RP dapat diiberikan dalam bentuk kue pepe, kue cantik manis, kue klepon ubi, dan kue
lain dengan nilai protein rendah

Nilai Gizi
30 g Protein 35 g Protein 40 g Protein
Energi (kkal) 1729 2086 2265
Protein (g) 30 35 41
Lemak (g) 57 70 75
Karbohidrat (g) 263 327 356
Kalsium (mg) 262 336 385
Besi (mg) 10 11 11.7
Vitamin A (RE) 27403 32999 33085
TiaminC (mg) 0,4 0.5 0.5
Vitamin C (g) 182 191 192
Fosfor (mg) 497 623 702
Nattrium (mg) 195 216 275
Kalium (mg) 1277 1387 1590

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Diet Rendah Protein 40
Pagi Siang
Beras 50 g = gls nasi Beras 50 g = gls nasi
Telur Ayam 50 g = 1 btr Daging 50 g = 1ptg sdg
Sayuran 50 g = gls Sayuran 50 g = gls
Minyak 10 g = 1 sdm Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Gula Pasir 10 g = 1 sdm Minyak 15 g = 1 sdm
Madu 30 g = 3 gls Gula Pasir 20 g = 1 sdm

57
Susu bubuk 20 g = 4 sdm
Pukul 10.00 / 21.00 Malam
Kue RP 50 g = 1 porsi Beras 50 g = gls nasi
Gula Pasir 20 g = 2 sdm Ayam 25 g = 1 ptg kecil
Sayuran 50 g = gls
Pepaya 100 g = 1 ptg sdg
Minyak 15 g = 1 sdm
Gula pasir 20 g = 2 sdm
Pukul 16.00
Kue RP 50 g = 1 porsi
Gula Pasir 10 g = 1 sdm
Bahan Makanan Yang Dianjurkan Dan Tidak Dianjurkan
Bahan Makanan Dianjurkan Tidak dianjurkan/dbatasi
Sumber karbohidrat Nasi, bihun, jagung, -
kentang, makaroni, mie,
tepung-tepungan, singkong,
ubi, selai, madu, permen
Sumber protein Telur, daging, ikan, ayam, Kacang-kacangan dan hasil
susu olahannya, seperti tempe dan
tahu
Sumber lemak Minyak jagung, minyak Kelapa, santan, minyak
kacangtanah, minyak kelapa kelapa, margarin, mentega
sawit, minyak kedelai, basa dan lemak hewan
margarin, dan mentega
rendah garam
Sumber vitamin dan Semua sayuran dan buah, Sayuran dan buah tinggi
mineral kecuali pasien dengan kalium pada pasien dengan
hiperkalemia dianjurkan hiperkalemia
yang mengandung kalium
rendah/sedang
Keterangan :
Pada pasien yang tidak mengalami dialisis, protein yang diberkan adalah 50% protein
nabati dan sisanya protein hewani. Kacang-kacangan tidak dianjurkan pada diet rendah <
40 g.
Contoh Menu Sehari
Pagi Siang Malam
Nasi goreng Nasi Nasi
Telur ceplok Capcay goreng Ayam goreng
Ketimun Daging bistik Setup buncis
Susu Pepaya Setup nenas
Madu Puding saos karamel
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 21.00
Kue klepon ubi Kue cantik manis Kue pepe/lapis

58
Sirop Teh Sirop

Cara Memesan Diet


Diet RP 30, Diet RP 35, Diet RP 40

DIET TRANSPLANTASI GINJAL

Gambaran Umum
Transplantasi ginjal adalah terapi pengganti dengan cara mengganti ginjal yang sakit
dengan ginjal donor. Setelah transplansi sering terjadi hiperkatabolisme protein,
kegemukan, dan hiperlipidemia. Diet pada bulan pertama setelah transplantasi adalah
energi cukup dengan protein tinggi, setelah itu berubah menjadi energi dan protein cukup.
Karena diet sangat tergantung pada keadaan pasien, penyusunan diet dilakukan secara
individual.

Tujuan Diet
Tujuam diet transplantasi ginjal adalah untuk:
1. Mencapai dan mempertahankan status gizi yang optimal

59
2. Mencegah hiperlipidemia
3. Mencegah ketidaktahanan terhadap glukosa
4. Mempercepat penyembuhan

Syarat Diet
Syarat-syarat Diet Transplantasi Ginjal adalah :
1. Energi cukup, yaitu 30-35 kkal/kg BB hari
2. Protein tinggipada bulan pertana setelah transplantasi, yaitu 1,3 -1,5 g/kg BB/ hari,
setelah satu bulan menjadi 1 g/kg BB/hari
3. Lemak sedang, yaitu < 30% dari kebutuhan energi total. Batasi pemakaian lemak jenuh
4. Karbohidrat cukup, yaitu kebutuhan energi total dikurangi energi yang berasal dari
protein dan lemak. Untuk mencegah ketidaktahanan terhadap glukosa, batasi pemakaian
gula sederhana dan usahakan makanan berserat tinggi
5. Kolesterol < 300 mg/hari, untuk mencegah hiperlipidemia
6. Kalsium tinggi, yaitu 800-1200 mg/hari
7. Fosfor sama dengan kebituhan kalsium untuk mengatasi absorpsi rendah
8. Natrium, kalium, dan cairan tidak perlu dibatasi, kecuali bila ada indikasi gangguan
fungsi ginjal
9. Bila perlu beri suplemen, kalsium, magnesuim, tiamin, dan vitamin D
10.Apabila setelah transplantasi, kemudian ginjal gagal, berfungsi, maka anjuran diet
disesuaikan dengan kondisi pasien (kembali ke diet penyakit ginjal kronik atau diet
hemodialisis)

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian


Ada 2 jenis diet yang diberikan setelah transplantasi ginjal, yaitu :
1. Diare Transplantasi I/DT I (setelah transplantasi sampai dengan sebulan)
2. Diet Transplantasi II/DT II (setelah sebulan transplantasi.
Bahan Makanan Sehari
Untuk Transplantasi dengan berat badan ideal 60 kg, pada bulan pertama
Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 250 3 gls nasi
Maizena 15 3 sdm
Ikan 50 1 ptg sdg
Daging 50 1 ptg sdg
Ayam 50 1 ptg sdg
Tempe 100 4 ptg sdg
Tahu 50 bh bsr
Sayuran 150 1 gls
Buah 300 3 ptg sdg pepaya
Minyak 25 2 sdm
Gula Pasir 40 4 sdm

60
Susu Bubuk 15 3 sdm
Susu 100 gls

Nilai Gizi
Energi 2151 kkal Besi 23,6 mg
Protein 77 g (14% energi total) Vitamin A 29353 RE
Lemak 63 g (27% energi total) Tiamin 0,9 mg
Karbohidrat 320 g (59% energi total) Vitamin C 251 mg
Kalsium 653 mg

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Pagi Siang/Malam
Beras 75 g = 1 gls nasi Susu bubuk 15 g = 3 sdm
Ayam 50 g = 1 ptg sdg Gula pasir 10 g = 1 sdm
Tempe 50 g = 2 ptg sdg
Sayuran 5 g = gls
Minyak 5 g = sdm
Gula Pasir 10 g = 1 sdm

Siang Pukul 16.00


Beras 100 g = 1 gls nasi Maizena 5 g = 3 sdm
Ayam 50 g = 1 ptg sdg Susu 100 g = gls
Sayuran 50 g = 2 ptg sdg Gula Pasir 20 g = 2 sdm
Pepaya 50 g = gls
Minyak 150 g = 1 ptg
Gula pasir 10 g = 1 sdm
Malam
Beras 75 g = 1 gls nasi
Ikan 50 g = 1 ptg sdg
Tahu 50 g = bh bsr
Sayuran 50 g = gls
Buah 150 g = 1 sdg pepaya
Gula pasir 10 g = 1 sdm

Bahan Makanan Yang Dianjurkan Dan Tidak Dianjurkan


Bahan Makanan Yang Dianjurkan
Sumber lemak tidak jenuh ganda, sayur-sayuran, dan buah-buahan

Bahan Makanan Yang Tidak Dianjurkan

61
Sumber lemakjenuh, sumber kolesterol, sumber gula sederhana seperti gula pasir, gula
merah, madu dan makanan manis yang berlebihan, bila terjadi hiperkolesterolemia atau
hipertrigliseridemia.

Contoh Menu Sehari


Pagi Siang Malam
Nasi Nasi Nasi
Ayam goreng Empal daging Ikan bumbu acar kuning
Tempe bacem Tumis tempe cabe ijo Pepes tahu
Tumis buncis Sup sayuran Sayur asam
Teh Buah Buah
Pukul 10.00 Pukul 16.00
Susu Puding maizena
Teh

Cara Memesan Diet


Diet Transplantasi I/II (DT I/II), diet disusun secara individual.

DIET GAGAL GINJAL DENGAN DIALISIS

Gambaran Umum
Dialisis dilakukan terhadap pasien dengan penurunan fungsi ginjal berat, dimana ginjal
tidak mampu lagi mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme, mempertahankan
keseimbangan cairan dan elektrolit, serta memproduksi hormon-hormon. Ketidakmampuan
ginjal mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme menimbulkan gejala uremia. Dialisis
dilakukan bila hasil tes kliren kreatinin < 15 ml/menit.
Dialisis dapat dilakukan dengan cara hemodialisis atau dialisis peritoneal. Cara yang paling
banyak digunakan adalah hemodialisis. Pada proses hemodialisis, aliran darah ke ginjal
dialihkan mellaui membran semipermeabel dari ginjal tiruan (mesin cuci ginjal) sehingga
produk-produk sisa metabolisme dapat dikeluarkan dari tubuh. Pada proses dialisis
peritoneal, aliran darah dialihkan melalui dinding semipermeabel dan peritoneum.

62
Anjuran diet didasarkan pada frekuensi dialisis, sisa fungsi ginjal, dan ukuran tubuh.
Karena nafsu makan pasien umumnya rendah, perlu perhatian makanan kesukaan pasien
dalam batas-batas diet yang ditetapkan.

Tujuan Diet
Tujuan Diet Gagal Ginjal dengan Dialisis adalah untuk :
1. Memcegah defisiensi gizi serta mempertahankan dan memmperbaiki status gizi, agar
pasien dapat melakukan aktivitas normal
2. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
3. Menjaga agar akumulasi produk sisa metabolisme tidak berlebihan.

Syarat Diet
Syarat-syarat Diet Gagal Ginjal dengan Dialisis adalah :
Energi cukup, yaitu 35 kkal/kg BB ideal/hari pada pasien Hemodialisis (HD) maupun
Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Pada CAPD diperhitungkan jumlah
energi yang berasal dari cairan dialisis (lihat lampiran 19.3). Bila diperlukan penurunan
berat badan, harus dilakukan secara berangsur-angsur (250-500 g/minggu) untuk
mengurangi risiko katabolisme massa tubuh tanpa lemak (Lean Body Mass)
Protein tinggi, untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dan mengganti asam amino
yang hilang selama dialisis, yaitu 1-1,2 g/kg BB ideal/hari pada HD dan 1,3 g/kg BB
ideal/hari pada CAPD. 50% protein hendaknya bernilai biologi tinggi
1. Karbohidrat cukup, yaitu 55-75 % dari kebutuhan energi total
2. Lemak total, yaitu 15-30% dari kebutuhan energi total
3. Natrium diberikan sesuai dengan jumlah urin sehari, yaitu 1 g untuk tiap liter urin
(HD)

1 g + penyesuaian menurut jumlah urin sehari, yaitu 1 g untuk tiap liter urin (HD)
1-4 g + penyesuaian menurut jumlah urin sehari, yaitu 1 g untuk tiap liter urin
(CAPD)
4. Kalium sesuai dengan urin yang keluar 24 jam, yaitu:
2 g + penyesuaian menurut jumlah urin sehari, yaitu 1 g untuk tiap 1 liter
urin (HD)
3 g + penyesuaian menurut jumlah urin sehari, yaitu 1 g untuk tiap 1 liter
urin (CAPD)
5. Kalsium tinggi, yaitu 1000 mg/hari. Bila perlu, diberikan suplemen kalsium
6. Fosfor dibatasi, yaitu < 17 mg/kg BB ideal/hari
7. Cairan dibatasi, yaitu jumlah urin/24 ditambah 500-750 ml
8. Suplemen vitamin bila diperlukan, terutama viatamin larut air seperti B6, asam
folat, dan vitamin C

63
9. Bila nafsu makan kurang, berikan suplemen enteral yang mengandung energi dan
protein tinggi.

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian


Diet pada dialisis bergantung pada frekuensi dialisis, sisa fungsi ginjal, dan ukuran badan
pasien. Diet untuk pasien dengan dialisis biasanya harus direncanakan perorangan.
Berdasarkan berat badan dibedakan 3 jenis Diet Dialisis :
1. Diet Dialisis I, 0 g protein. Diberikan kepada pasien dengan berat badan 50 kg
2. Diet Dialisis II, 5 g proten. Diberikan kepada pasien dengan berat badan 60 kg
3. Diet Dialisis III, 70 g protein. Diberikan kepada pasien dengan berat badan 5 kg.

Bahan Makanan Sehari


Bahan makanan 60 g protein 65 g protein 70 g protein
Berat (g) urt Berat (g) urt Berat (g) Urt
Beras 200 3 Gls nasi 500 3 Gls nasi 220 3 Gls nasi
Maizena 15 3 Sdm 15 3 Sdm 15 3 Sdm
Telur ayam 50 1 btr 50 1 btr 50 1 btr
Daging 50 1 Ptg sdg 50 1 Ptg sdg 75 1 Ptg bsr
Ayam 50 1 Ptg sdg 50 1 Ptg sdg 50 1 Ptg sdg
Tempe 75 3 Ptg sdg 100 4 Ptg sdg 100 4 Ptg sdg
Sayuran 200 1 Gls 200 2 Gls 200 2 Gls
Pepaya 300 3 Ptg sdg 300 2 Ptg sdg 300 3 Ptg sdg
Minyak 30 3 Sdm 30 3 Sdm 30 3 Sdm
Gula Pasir 50 5 Sdm 50 5 Sdm 50 5 Sdm
Susu Bubuk 10 2 Sdm 10 2 Sdm 10 2 Sdm
Susu 100 gls 100 gls 100 Gls

Nilai Gizi
Bahan 60 g protein 65 g protein 70 g protein
makanan

64
Energi (Kkal) 2002 12% energi total 2039 13% energi total 2127 13 % energi total
Protein (g) 62 30% energi total 67 30% energi total 72 30 % energi total
Lemak (g) 67 58% energi total 68 57% energi total 72 57 % energi total
Karbohidrat (g) 290 293 301
Kalsium (g) 547 579 583
Besi (mg) 21,5 24 24,8
Fosfor (mg) 917 957 1013
Vitamin A (RE) 38630 38643 38652
Tiamin (mg) 0,8 0,8 0,8
Vitamin C (mg) 254 254 254
Natrium (mg) 400 400 423
Kalium (mg) 2156 2156 2288

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Waktu dan 60 g protein 65 g protein 70 g protein
Bahan Berat urt Berat (g) urt Berat (g) Urt
Makanan (g)
Pagi
Beras 50 gls nasi 50 gls nasi 60 gls nasi
Telur Ayam 50 1 btr 50 1 btr 50 1 btr
Sayuran 50 gls 50 gls 50 gls
Gula Pasir 10 1 sdm 10 1 sdm 10 1 sdm
Minyak 10 1 sdm 10 1 sdm 10 1 sdm

Pukul 10. 00
Susu bubuk 10 2 sdm 10 2 sdm 10 2 sdm
Gula pasir 10 1 sdm 10 1` sdm 10 1 sdm
Pepaya 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg

Siang
Beras 75 1 gls nasi 75 1 gls nasi 75 1 gls nasi
Daging 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg 75 1 ptg bsr
Tempe 25 1 ptg sdg 50 2 ptg sdg 50 2 ptg sdg
Sayuran 75 gls 75 gls 75 gls
Pepaya 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg
Minyak 10 1 sdm 10 1 sdm 10 1 sdm

65
Pukul 16.00
Maizena 15 3 sdm 15 3 sdm 15 3 sdm
Susu 100 gls 100 gls 100 gls
Gula pasir 30 3 sdm 30 3 sdm 30 3 sdm

Malam
Beras 75 1 gls nasi 75 1 gls nasi 75 1 gls nasi
Ayam 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg
Tempe 50 2 ptg sdg 50 2 ptg sdg 50 2 ptg sdg
Sayuran 75 gls 75 gls 75 gls
Pepaya 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg
Minyak 10 1 sdm 10 1 sdm 10 1 sdm

Contoh Menu Sehari


Makan Pagi Makan Siang/Malam
Nasi Nasi
Telur dadar Daging/ayam goreng
Tumis sayuran Tumis tahu/tempe
Teh Cah sayuran
Buah
Pukul 10.00 Pukul 16.00
Susu Puding maizena + Saos sirop
Apel

Cara Memesan Diet


Diet Dialisis (DD) 60 g protein
Diet Dialisis (DD) 65 g protein
Diet Dialisis (DD) 70 g protein
Atau secara spesifik menyatakan kebutuhan gizi perorangan (termasuk kebutuhan natrium
dan cairan)

DIET NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)

Gambaran Umum

66
Batu ginjal terbentuk bila konsentarsi mineral atau garam dalam urin mencapai nilai
yang memungkinkan terbentuknya kristal, yang akan mengendap pada tubulus ginjal atau
ureter. Meningkatnya konsentrasi garam-garam ini disebabkan adanya kelainann
metabolisme atau pengaruh lingkungan. Sebagian besar batu ginjal merupakan garam
kalsium, fosfat, oksalat, serta asam urat. Batu ginjal lainnya adalah batu sistin tetapi jarang
terjadi.
Batu ginjal lebih banyak ditemukan pada orang dewasa laki-laki daripada orang
dewasa perempuan.Hiperkalsiuria, hiperurikosuria, hiperoksalouria, rendahnya volume pH
urin merupakan faktor risiko terjadinya batu ginjal. Asupan cairan yang tinggi (2,5-3
liter/hari) dapat menghasilkan paling kurang 2 liter urin/hari, dapat mencegah terbentuknya
berbagai jenis batu ginjal. Kebutuhan cairan bertambah dengan adanya kenaikan suhu pada
lingkungan dan peningkatan aktivitas. Separo cairan hendaknya adalah air putih.
Gejala batu ginjal adalah rasa nyeri pada abdomen, mual, muntah, infeksi pada
saluran kemih, dan sering buang air kecil. Penyakit ini sering kambuh kembali. Agar bisa
dilakukan upaya penyembuhan yang tepat, hendaknya dilakukan analisis terhadap jenis
batu dan penyakit yang menjadi penyebabnya.

Tujuan Diet
Tujuan Diet Nefrolitiasis (batu ginjal) adalah untuk :
1. Mencegah dan memperlambat terbentuknya kembali batu ginjal
2. Meningkatkan ekskresi garam dalam urin dengan cara mengencerkan urin melalui
peningkatan asupan cairan
3. Memberikan diet sesuai dengan komponen utama batu ginjal

Syarat Diet
Syarat-syarat Diet Nefrolitiasis (batu ginjal) adalah:
1. Energi diberikan sesuai dengan kebutuhan
2. Protein sedang, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total
3. Lemak sedang, yaitu 15-25% dari kebutuhan energi total
4. Karbohidrat, sisa dari kebutuhan energi total
5. Cairan tinggi, yaitu 2,5-3 liter/hari, separonya berasal dari minuman
6. Pembatasan makanan sesuai dengan jenis batu.

DIET BATU KALSIUM OKSALAT DAN KALSIUM FOSFAT

Gambaran Umum

67
Sebagian besar batu ginjal terdiri dari batu oksalat (80%), tunggal atau bergabung
dengan kalsium fosfat. Umumnya hiperkalsiuria (> 200 mg dalam urin sehari) terjadi
karena tingginya absorpsi kalsium. Penyebabnya bermacam-macam, yaitu
hiperparatiroidisme, hiperurikosuria, hiperkalsiuria idiopatik, hiperoksaluria, dan sitrat
dalam urin rendah. Pengobatan utamanya adalah dengan memperbaiki penyebab secara
khusus.
Hiperkalsiuria di bagi dalam 2 kelompok, yaitu tipe I, yang tidak tergantung pada
diet (kalsium dalam urin tidak bergantung pada asupan kalsium) dan tipe II, yang
tergantung pada diet (kalsium urin tinggi, jika asupan kalsium tinggi). Hiperkalsuria tipe I
dianjurkan mengkomsumsi kalsium adekuat tetapi tidak berlebihan. Hiperkalsuria tipe II
dianjurkan mengkontrol asupan kalsium dalam batas-batas normal, yaitu 500-800 mg untuk
laki - laki 500-00 mg untuk perempuan. Pembatasan kalsium tidak dianjurkan, karena dapat
menyebabkan keseimbangan kalsium negatif dan meningkatkan ansorbsi oksalar, sehingga
risiko pembentukan batu. Asupan asam oksalat dalam makanan hendaknya dibatasi.

Tujuan Diet
Tujuan Diet Kalsium Oksalat dan Kalsium Fosfat adalah untuk mencegah atau
memperlambat terbentuknya batu kalsium oksalat atau batu kalsium fosfat.

Syarat Diet
Syarat-syarat Diet Batu Kalsium Oksalat dan Kalsium Fosfat adalah:
1. Energi sesuai dengan kebutuhan
2. Protein sedang, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total atau 0,8 g/kg BB hari
3. Lemak normal, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total
4. Krbohidrat, sisa dari kebutuhan energi total
5. Cairan tinggi, yaitu 2,5-3 liter/hari, separo berasal dari minuman
6. Natrium sedang, yaitu 2300 mg (setara dengan 5 gram garam dapur), karena natrium
dapat memicu hiperkalsiuria
7. Kalsium normal, yaitu 500-800 mg/hari. Pembatasan kalsium tidak dianjurkan karena
dapat menyebabkan keseimbangan kalsium negatif
8. Serat tidak larut air tinggi, karena serat dapat mengikat kalsium, sehingga membatasi
penyerapannya
9. Oksalat rendah dengan membatasi makanan tinggi oksalat
10. Fosfar normal. Diet rendah fosfat teryata tidak dapat mencegah pembentukan batu
fosfat.

Bahan Makanan Yang Dibatasi


Sumber kalsium :
Susu dan keju serta makanan yang dibuat dari susu
Teri dan ikan yang dimakan dengan tulang
68
Sumber Oksalat : Makanan yang dapat meningkatkan ekskresi oksalat melalui ginjal yaitu
kentang, ubi, bayam, stroberi, anggur, kacang-kacangan, teh dan coklat.

DIET BATU ASAM URAT

Gambaran Umum
Batu asam urat berkaitan dengan gout artritis, yaitu penyakit yang bersifat malignant dan
penyakit gastrointestinal yang disertai dengan diare. Penyakit ini berpengaruh terhadap
69
metabolisme purin. Batu asam urat terbentuk karena hiperurikemia, dehidrasi, atau nilai pH
urin yang rendah (bersifat asam). Makanan yang mengandung purin tinggi, umumnya
menghasilkan urin yang bersifat asam dan meningkatkan ekskresi asam urat melalui urin.
Oleh sebab itu, di samping meningkatkan asupan cairan dan menghindari makanan yang
mengandung purin tinggi, perlu diusahakan untuk meningkatkan pH urin.

Tujuan Diet
Tujuan Diet Batu Asam Urat adalah untuk :
1. Membantu menurunkan kadar asam urat dalam plasma darah
2. Meningkatkan pH urin menjadi ,0-,5

Syarat Diet
Syarat-syarat diet batu asam urat adalah:
1. Energi sesuai kebutuhan
2. Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total
3. Lemak sedang, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total
4. Karbohidrat, sisa dari kebutuhan energi total
5. Hindari bahan makanan sumber protein yang mengandung purin > 100 mg/100 g
bahan makanan
6. Makanan yang menghasilkan sisa basa tinggi diutamakan, dan yang menghasilkan
sisa asam tinggi dibatasi
7. Cairan tinggi, yaitu 2,5-3 liter/hari, separonya berasal dari air putih
8. Mineral dan vitamin cukup
Dalam menyusun diet, perhatikan daftar kadar purin dalam bahan makanan dan daftar
makanan yang menghasilkan sisa basa tinggi, sisa asam tinggi, dan yang bersifat netral.

Bahan Makanan Yang Cenderung Menghasilkan Sisa Basa Tinggi


Susu : Susu, susu asam, dan krim
Lemak : Minyak kelapa, kelapa, santan
Sayuran : Semua jenis sayuran terutama bayam dan bit
Buah : Semua jenis buah

Bahan Makanan Yang Cenderung Menghasilkan Sisa Asam Tinggi


Sumber karbohidrat : Nasi, roti, dan hasil terigu lainya, makaroni, spageti, cereal,
mie, cake, dan kue kering
Sumber protein : Daging, ikan, kerang, telur, keju, kacang-kacangan, dan hasil
olahannya
Sumber lemak : Lemak hewan
70
Bahan Makanan Yang Bersifat Netral
Sumber Karbohidrat : Jagung, tapioka, gula, sirup, dan madu
Sumber lemak : Minyak goreng selain minyak kelapa, margarin dan mentega
Minuman : Kopi dan teh

Cara Memesan Diet


Diet Rendah Oksalat Tinggi Sisa Asam (Batu Kalsium)
Diet Rendah Purin Tinggi Sisa Basa (Batu Asam Urat)

DIET PENYAKIT DIABETES MELITUS

Diet Penyakit Diabetes Melitus Tanpa Komplikasi


Gambaran Umum
Diabetes mellitus (DM) adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang
mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan hormone insulin

71
secara absolute atau relatif. Pelaksanaan diet hendaknya disertai dengan latihan jasmani dan
perubahan perilaku tentang makanan
Sesuai Konsensus Pengolahan Diabetes mellitus di Indonesia (2002) oleh perkumpulan
Endokrinologi Indonesia, penyakit diabetes mellitus dibagi 4 golongan yaitu : Diabetes
mellitus tipe I dan II, diabetes mellitus gestasional dan tipe lain.

Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit diabetes melitus adalah membantu pasien memperaiki kebiasaan
makan dan olahraga untuk mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik, dengan cara :
1. Mempertahankan kadar glukosa darah supaya mendekati normal dengan
menyeimbangkan asupan makanan dengan insulin ( endogenous atau exogenous)
dengan obat penurunan glukosa oral dan aktivitas fisik
2. Mencapai dan mempertahankan kadar lipida serum normal
3. Memberi cukup energi untuk mempertahankan atau mencapai berat badan normal
4. Menghindari atau menangani komplikasi akut pasien yang menggunakan insulin
seperti hipoglikemia, komplikasi jangka pendek dan jangka lama serta masalah yang
berhubungan dengan latihan jasmani
5. Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal

Syarat Diet
Syarat-syarat diet penyakit diabetes mellitus adalah :
1. Energi cukup untuk mencapai dan mempertahankan berat badan optimal. Kebutuhan
energi ditentukan dengan memperhitungkan kebutuhan untuk metabolisme basal
sebesar 25-30 % kkal/Kg BB Normal, ditambah kebutuhan untuk aktivitas fisik dan
keadaan khusus misalnya kehamilan atau laktasi serta ada tidaknya komplikasi.
Makanan dibagi dalam 3 porsi besar yaitu makan pagi ( 20%), siang (30%) dan sore
(25%) serta 2-3 porsi kecil untuk makanan selingan (masing-masing 10-15 %)
2. Kebutuhan protein normal yaitu 10-15 % dari kebutuhan energi total
3. Kebutuhan lemak sedang yaitu 20-25 % dari kebutuhan energi total dalam bentuk <
10% dari kebutuhan energi total berasal dari lemak jenuh, 10% dari lemak tidak jenuh
ganda sedangkan sisanya dari lemak jenuh tidak tunggal. Asupan kolesterol makanan
dibatasi yaitu 300 mg hari
4. Kebutuhan karbohidrat adalah sisa dari kebutuhan energi total yaitu 60-70 %
5. Penggunaan gula murni dalam minuman dan makanan tidak diperbolehkan kecuali
jumlah sedikit sebagai bumbu. Bila kadar glukosa darah sudah terkendali
diperbolehkan mengkonsumsi gula murni sampai 5% dari kebutuhan energi total
6. Penggunaan gula alternative dalam jumlah terbatas. Gula alterrnatif adalah bahan
pemanis selain sakarosa. Ada dua jenis gula alternative yaitu yang bergizi dan tidak
bergizi. Gula alternatof bergizi adalah fruktosa gula alcohol erupa sorbitol,
manitoldan silitol sedangkan gula alternative tidak bergizi adalah aspartame dan
sakarin. Penggunaan gula alternative hendaknya dalam jumlah terbatas. Fruktosa
72
dalam jumlah 20 % dari kebutuhan energi total dapat meningkatkan kolesterol dan
LDL sedangkan gula alcohol dalam jumlah berlebihan mempunyai pengaruh laksatif
7. Asupan serat dianjurkan 25 g/hari dengan menngutamakan serat larut air yang
terdapat di dalam sayur dan buah. Menu seimbang rata-rata memenuhi kebutuhan
serat sehari
8. Pasien DM dengan tekanan darah normal diperbolehkan mengkonsumsi natrium
dalam bentuk garam dapur seperti orang sehat yaitu 8000 mg/hari. Apabila
mengalami hipertensi, asupan garam harus dikurangi (lihat diet garam rendah)
9. Cukup vitamin dan mineral. Apabila asupan dari makanan cukup, penambahan
vitamin dan mineral dalam bentuk suplemen tidak diperlukan

Jenis Diet dan Indikasi pemberian


Diet yang digunakan sebagai bagian dari penatalaksanaan Diabetes Melitus dikontrol
berdasarkan kandungan energi, protein, lemak dan karbohidrat. Sebagai pedoman dipakai 8
jenis diet diabetes mellitus sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah
Penetapan diet ditentukan oleh keadaan pasien, jenis diabetes mellitus dan program
pengobatan secara keseluruhan
Jenis diet diabetes mellitus menurut kandungan energi, protein,
lemak dan karbohidrat
Jenis diet Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g)
I 1100 43 30 172
II 1300 45 35 192
III 1500 51,5 36,5 235
IV 1700 55,5 36,5 275
V 1900 60 48 299
VI 2100 62 53 319
VII 2300 73 59 369
VIII 2500 80 62 369

Bahan Makanan Sehari


Jumlah bahan makanan sehari untuk tiap standar diet diabetes mellitus dinyatakan dalam
satuan penukar. Daftar bahan makanan penukar yang digunakan adalah daftar bahan
makanan penukar II
Pembagian makanan sehari untuk tiap standar diet Diabetes mellitus dapat dilihat pada
tabel berikut :
Jumlah bahan makanan sehari menurut standar diet diabetes melitus
(dalam satuan penukar II)
Standar Diet

73
Golongan bahan 1100 1300 1500 170 1900 2100 2300 2500
makanan kkal kkal kkal 0 kkal kkal kkal kkal
kka
l
Nasi atau penukar 2 3 4 5 5 6 7 7 1/2
Ikan atau penukar 2 2 2 2 2 2 2 2
Daging atau 1 1 1 1 1 1 1 1
penukar
Tempe atau 2 2 2 2 3 3 3 5
penukar
Sayuran/penukar S S S S S S S S
A
Sayuran/penukar 2 2 2 2 2 2 2 2
B
Buah atau penukar 4 4 4 4 4 4 4 4
Susu atau penukar - - - - - - 1 1
Minyak atau 3 4 4 4 6 7 7 7
penukar

Pembagian makanan sehari tiap standar diet diabetes mellitus dan nilai gizi
(dalam satuan penukar II)
Energi 1100 1300 1500 1700 1900 2100 2300 2500
(kkal)
Pagi
Nasi 1 1 1 1 2 2 2
Ikan 1 1 1 1 1 1 1 1
Tempe - - 1 1 1 1
Sayuran A S S S S S S S S
Minyak 1 1 1 1 2 1 1 2
Pukul 10.00
Buah 1 1 1 1 1 1 1 1
Susu - - - - - - 1 1
Siang
Nasi 1 1 2 2 2 2 3 3
Daging 1 1 1 1 1 1 1 2
Tempe 1 1 1 1 1 1 1 1
Sayuran A S S S S S S S S
Sayuran B 1 1 1 1 1 1 1 1
Buah 1 1 1 1 1 1 1 1
Minyak 1 2 2 2 2 3 3 3
Pukul 16.00
Buah 1 1 1 1 1 1 1 1
Malam
Nasi 1 1 1 2 2 2 2 1/2 2 1/2
Ikan 1 1 1 1 1 1 1 1

74
Tempe 1 1 1 1 1 1 1 1
Sayuran A S S S S S S S S
Sayuran B 1 1 1 1 1 1 1 1
Buah 1 1 1 1 1 1 1 1
Minyak 1 1 1 1 2 2 2 2
Nilai gizi
Energi (kkal) 1100 1300 1500 1700 1900 2100 2300 2500
Protein (g) 43 45 51,1 55,5 60 62 73 80
Lemak (g) 30 35 36,5 36,5 48 53 59 62
Karbohidrat 172 192 235 275 299 319 369 396
(g)
Keterangan : S : Sekehendak

Contoh Menu Sehari


Diet DM 1900 kkal
Waktu Bahan Makanan Penukar urt Menu
Pagi Nasi 1p 1 gls sdg Nasi
Telur ayam 1p 1 btr Telur dadar
Tempe 1p 2 ptg sdg Oseng-oseng tempe
Sayuran A S - Sop oyong + tomat
Minyak 2p 1 sdm
Pukul Buah 1p 1 ptg sdg Pepaya
10.00
Siang Nasi 2p 1 gls Nasi
Ikan 1p 1 ptg sdg Pepes ikan
Tempe 1p 2 ptg sdg Tempe goreng
Sayuran B 1p 1 gls Lalapan kc panjang +kol
Buah 1p bh sdg Nenas
Minyak 2p 1 sdm
Pukul Buah 1p 1 bh Pisang
16.00
Malam Nasi 2p 1 gls Nasi
Ayam tanpa kulit 1p 1 ptg sdg Ayam baker bb kecap
Tahu 1p 1 bh bs Tahu bacem
Sayuran B 1p 1 gls Stup buncis + wortel
Buah 1p 1 ptg sdg Pepaya
Minyak 2p 1 sdm

Nilai Gizi
Energi 1912 kkal Karbohidrat 299 g (62,5 % energi total)
Protein 60 g (12,5 % energi total) Kolesterol 303 mg
Lemak 48 g (22,5 % energi total) Serat 37 g

75
Bahan Makanan Yang Dianjurkan
Bahan makanan yang dianjurkan untuk Diet Diabetes Mellitus adalah sebagai berikut :
1. Sumber karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, mie, kentang, singkong, ubi dan sagu
2. Sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu
dan kacang-kacangan
3. Sumer lemak dalam jumlah terbatas yaitu bentuk makanan yang mudah dicerna.
Makanan terutama diolah dengan cara dipanggang, dikulkas, disetup, direbus dan
dibakar

Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan (dibatasi/dihindari)


Bahan makanan yang tidak dianjurkan, dibatasi atau dihindari untuk diet diabetes mellitus
adalah yang :
1. Mengandung banyak gula sederhana seperti :
a.Gula pasir, gula jawa
b. Sirop, jam, jeli, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis,
minuman botol ringan dan es krim
c.Kue-kue manis, dodol, cake dan tarcis
2. Mengandung banyak lemak seperti cake, makan siap saji (fast food), goreng-gorengan
3. Mengandung banyak natrium seperti ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan

Cara Memesan Diet


Diet diabetes melitus I/II/III dst (DM I/II/III dst)
DIET PENYAKIT DIABETES MELITUS DENGAN NEFROFATI

Gambaran Umum
Diabetes Mellitus (DM) jika tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan timbulnya
komplikasi pada berbagai organ tubuh, diantaranya ginjal. Manifestasi lanjut dari kelainan
ginjal pada diabetes melitus adalah nefropati diabetes.

Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit diabetes melitus dengan nefropati adalah untuk mencapai dan
mempertahankan status gizi optimal serta menghambat laju kerusakan ginjal, dengan cara :
1. Mengendalikan kadar glukosa darah dan tekanan darah
2. Mencegah menurunnya fungsi ginjal
3. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit

Syarat Diet
Syarat-syarat diet penyakit diabetes melitus nefropati adalah :
1. Energi edekuat yaitu 25-30 kkal/Kg BB ideal

76
2. Protein rendah yaitu 10 % dari kebutuhan energi total atau 0,8 g/kg BB. Rendahnya
kandungan protein diet sehari tergantung pada kondisi pasien. Sebanyak 65 % protein
berasal dari sumber protein bernilai biologik tinggi
3. Karbohidrat sedang yaitu 55-60 % dari kebutuhan energi total. Kebutuhan
karbohidrat tergantung pada kadar glukosa dan lipida darah. Gunakan karbohidrat
kompleks sebagai sumber karbohidrat utam. Pemberian karbohidrat sederhana berupa
gula murni dalam jumlah terbatas sebaiknya dilakukan bersama makanan utama dan
bukan diantar waktu terbatas sebaiknya.
4. Lemak normal, yaitu 20-25 % dari kebutuhan energi total. Utamakan asam lemak
tidak jenuh ganda atau tunggal. Asupan asam lemak jenuh hendaknya < 10 % asupan
energi total. Kolesterol < 300 mg
5. Natrium : 1000 -3000 mg, tergantung pada tekanan darah adanya edema dan
ekskresi natrium
6. Kalium dibatasi hingga 40-70 mEq (1600-2800 mg) atau 40 mg/kg BB, bila ada
hiperkalemia (GFR 10 ml/menit) atau bila jumlah urin < 1000 ml/hari
7. Fosfor tinggi 8-12 mg/kg BB (diperlukan obat pengikat fosfor)
8. Kalsium tinggi : 1200-1600 mg (diperlukan suplemen)
9. Vitamin tinggi. Bila nafsu makan menurun diberikan suplemen vitamin B kompleks,
asam folat dan piridoksin, serta vitamin C

Jumlah Diet dan Indikasi Pemberian


Ada 8 jenis Diet Diabetes Melitus Rendh Protein (DMRP) menurut nilai energi 1100-2500
kkal yang masing-masing dibagi lagi menurut nilai protein yaitu 30 g, 40 g dan 50 g.
Protein 50 g sehari hanya ditetapkan untuk diet DMRP 2100 kkal, 2300 kkal, 2500 kkal.
Diet diberikan sesuai dengan kebutuhan energi dan kemampuan fungsi ginjal pasin.
Pembagian makanan dan nilai gizi makanan sehari DMRP menurut satuan penukar dapat
dilihat pada tabel dibawah ini :

Standar Diet Diabetes Melitus Nefropati dan Nilai Gizi


Dalam satuan penukar II (dengan protein 30 g)
Waktu dan Energi (kkal)
1100 1300 1500 1700 1900 2100 2300 2500
Bahan
kkal kkal kkal kkal kkal kkal kkal kkal
Makanan
Pagi
Nasi 1 1 1 1 1 1 1 1
Daging
Sayuran
Minyak 1 1 1 1 2 2 2 2

77
Pukul 10.00
Buah 1 1 1 2 2 2 2 2
Gula - 1 1 1 1 1 1 1
Ubi - - - 1 1 2 2
Santan - - - - - 1 1 1
Siang
Nasi 1 1 1 1 1 1 1 1
Ikan 1 1 1 1 1 1 1 1
Sayuran
Buah 1 2 2 2 2 2 2 2
Minyak 1 1 2 2 2 2 2 3
Pukul 16.00
Buah 1 2 2 2 2 2 2 2
Gula - 1 1 2 2 2 2 2
Ubi - - - - - - -
Hunkwe - - - - 1 1 2
Santan - - - - 1 1 1 2
Malam
Nasi 1 1 1 1 1 1 1 1
Daging 1 1 1 1 1 1 1 1
Sayuran
Buah 1 1 2 2 2 2 2 2
Minyak 1 1 2 2 2 2 2 2
Nilai Gizi
Energi (kkal) 1075 1275 1475 1700 1887 2075 2250 2475
Protein (g) 31 31 31 31 31 31 31 31
Lemak (g) 25 25 25 35 45 50 50 55
Karbohidrat (g) 176 224 248 320 320 340 392 432

Standar Diet Diet melitus Nefropati dan Nilai gizi


Dalam satuan penukar II (dengan protein 40 g)
Waktu dan Energi (kkal)
1100 1300 1500 1700 1900 2100 2300 2500
Bahan
kkal kkal kkal kkal kkal kkal kkal kkal
Makanan
Pagi
Nasi 1 1 1 1 1 1 1 1
Daging
Sayuran
Minyak - 1 1 1 2 2 2 2
Susu 1 1 1 1 1 1 1 1
Pukul 10.00
Buah - 1 1 2 2 2 2 2
Gula - - 1 1 2 2 2 2
78
Ubi - - - - 1/2 1/2 1 2
Santan - - - - - 1 1 1
Siang
Nasi 1 1 1 1 1 1 1 1
Ikan 1 1 1 1 1 1 1 1
Sayuran
Buah 1 1 1 2 2 2 2 2
Minyak 1 1 2 2 2 2 2 3
Pukul 16.00
Buah 1 1 2 2 2 2 2 2
Gula - - 1 2 2 2 2 2
Ubi - - - - - - -
Hunkwe - - - - 1/2 1 1
Santan - - - - 1 1 1 2
Malam
Nasi 1 1 1 1 1 1 1 1
Daging 1 1 1 1 1 1 1 1
Sayuran
Buah - 1 2 2 2 2 2 2
Minyak 1 1 2 2 2 2 2 2
Nilai Gizi
Energi (kkal) 1100 1300 1500 1738 1925 2100 2288 2513
Protein (g) 42 42 42 42 42 42 42 42
Lemak (g) 28 33 43 43 53 58 58 68
Karbohidrat 162 186 222 266 298 298 338 378
(g)

Standar Diet Diabetes nefropati dan Nilai Gizi


Dalam satuan penukar II (dengan protein 50 g)
Waktu dan Bahan Makanan Energi (kkal)
2100 2300 2500
Pagi
Nasi 1 1 1
Daging
Sayuran
Minyak 2 2 2
Susu 1 1 1
Pukul 10.00
Buah 2 2 2
Gula 2 2 2
Ubi 1 1 1
Santan - 1 2
Siang
Nasi 1 1 1
79
Ikan 1 1 1
Sayuran
Buah 2 2 2
Minyak 2 2 2
Pukul 16.00
Buah 1 1 1
Gula 2 2 2
Ubi - -
Hunkwe 1 2
Santan 1 1 2
Malam
Nasi 1 1 1
Daging 1 1 1
Sayuran
Buah 2 2 2
Minyak 2 2 2
Susu 1 1 1
Nilai Gizi
Energi (kkal) 2075 2250 24475
Protein (g) 50 50 55
Lemak (g) 31 31 31
Karbohidrat (g) 440 392 43

Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan


Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan
Sumber karbohidrat Beras, ubi, singkong, Sumber karbohidtrat tinggi
kentang, roti tawar, tepung natrium seperti cake, biscuit
terigu, sagu, sagu, dan dan krekers
tepung singkong
Sumber protein hewani Daging sapi, ayam, ikan, Daging dan ikan yang
telur, susu dan hasil olahnya diawetkan seperti ikan asin,
dendeng, sarden dan corned
beef
Sumber protein nabati Semua jenis kacang-
kacangan dan hasilnya
merupakan sumber protein
bernilai biologic rendah
Sayuran Rendah kalium seperti Tinggi kalium seperti tomat,
caisim, kangkung, sawi, kol, bayam, bit, daun
wortel, dan terong bawang, tauge kacang hijau,
kacang buncis, kembang kol,
waluh dan rebung
Buah-buahan Rendah kalium seperti Tinggi kalium seperti
jambu, kedondong, mangga, anggur, arbei, belimbing,
80
markisa, melon, semangka, duku, jambu biji,jeruk,
nangka, pir, salak, sawo papaya dan pisang
Minuman Berbagai minuman bersoda
dan beralkohol
Bumbu Semua jenis bumbu selain Semua jenis gula, madu
gula

Contoh Menu Sehari

Cara Memesan Diet


Diet Nefropati Diabetes (DND) protein 30 g kkal
Diet Nefropati Diabetes (DND) protein 40 g kkal
Diet Nefropati Diabetes (DND) protein 50 g kkal

81
DIET PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

Diet Dislipidemia
Gambaran Umum
Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan
atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah
kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol low density lipoprotein (LDL) dan trigliserida
serta penurunan kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL). Peningkatan kadar
kolesterol, terutama LDL atau trigliserida darah perlu mendapat perhatian karena
merupakan predisposisi terhadap terjadinya aterosklerosis atau penyakitjantung koroner.
HDL mempunyai pengaruh sebaliknya. Peningkatan kadarHDL plasma menurunkan risiko
terhadap penyakit jantung koroner. Rendahnya HDL dihubungkan dengan
hipertrigliseridemia
Pengobatan dislipidemia berdasarkan asumsi bahwa normalisasi nilai lipid darah
mengurangi risiko terhadap aterogenesis dan penyakit kardiovaskuler. Kolesterol terutama
disintesis di dalam hati dari hasil metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Penyebab
utama peningkatan kolesterol dalam darah adalah faktor keturunan dan asupan lemak
tinggi. Asupan lemak total berhubungan dengan kegemukan yang merupakan faktor risiko
utama untuk terserang aterosklerosis. Pengaruh lemak makanan pada penyakit jantunng
koroner berhubungan dengan pengaruh komponen asam lemak dan kolesterol terhadap
kolesterol darah, terutama kolesterol LDL. Asam lemak tidak jenuh ganda dan asam lemak
tidak jenuh tunggal, serat larut air, karbohidrat kompleks dan diet vegetarian mempunyai
pengaruh baik terhadap kadar lipid darah sedangkan asam lemak jenuh, kolesterol dan
kegemukan mempunyai pengaruh kurang baik terhadap kadar lipid darah yang berkaian
dengan risiko penyakit jantung koroner. Pilar utama pengelolaan dislipidemia adalah upaya
nonfarmakologis yang meliputi modifikasi diet, latihan jasmani dan pengelolaan berat
badan
Trigliserida dalam tubuh berasal dari lemak makanan atau dari hasil perubahan
unsure-unsur energi yang berlebihan di dalam tubuh. Trigliserida diangkut oleh Very Low
Density Lipoprotein (VLDL) atau kilomikron ke jaringan tubuh sebagai sumber energi atau
ke jaringan lemak untuk disimpan. Penyebab utama peningkatan trigliserida darah adalah
faktor genetik, kegemukan, alcohol, hormone estrogen, obat-obatan. Diabetes Melitus tidak
82
terkontrol, penyakit ginjal kronik, penyakit hati serta asupan karbohidrat sederhana
berlebihan

Tujun Diet
Tujuan diet dislipidemia adalah untuk :
1. Menurunkan berat badan bila kegemukan
2. Mengubah jenis dan asupan lemak makann
3. Menurunkan asupan kolesterol makanan
4. Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks dan menurunkan asupan karbohidrat
sederhana
Intervensi diet dimasudkan untuk mencapi pola makan yang sehat. Dokter dan
dietisien perlu menekankan pada pasien bahwa tujuannya bukan melakukan diet sementara,
tetapi secara berangsur melakukan perubahan permanen pada perilaku makan

Syarat Diet
Syarat-syarat diet dislipidemia adalah :
1. Energi yang dibutuhkan disesuaikan menurut berat badan dan aktivitas fisik. Energi
bila kegemukan, penurunan berat badan dapat dicapai dengan asupan energi rendah
dan meningkatkan aktivitas fisik. Penurunan asupan eneergi disertai penurunan berat
badan biasanya menghasilkan penurunan kadar trigliserida darah yang cepat
2. Lemak sedang < 30 % dari kebutuhan energi total. Lemak jenuh untuk diet
Dislipidemia Tahap I < 10 % dari kebutuhan energi total dan untuk diet Dislipidemia
Tahap II < 7 % dari kebutuhan energi total. Lemak tak jenuhganda dan tunggal untuk
diet Dislipidemia Tahap I maupun II adalah 10-15 % dari kebutuhan energi total.
Kolesterol < 300 mg untuk diet Dislipidemia Tahap I dan < 200 mg untuk diet
Dislipidemia tahap II
3. Protein cukup yaitu 10-20 % dari kebutuhan energi total. Sumber protein hewani,
terutama dari ikan yang banyak mengandung lemak omega-3. Sumber protein nabati
lebih dianjurkan
4. Karbohidrat sedang yaitu 50-60 % dari kebutuhan energi total
5. Serat tinggi terutama serat laut air yang terdapat dalam apel, beras tumbuk atau beras
merah, havermout dan kacang-kacangan
6. Vitamin dan mineral cukup. Suplemen multivitamin dianjurkan untuk pasien yang
mengkonsumsi 1200 kkal energi total

Jenis Diet, Indikasi Pemberian dan Lama Pemberian


Ada dua jenis Dislipidemia Tahap I dan Tahap II. Diet Dislipidemia Tahap I
mengandung kolesterol dan lemak jenuh lebih tinggi daripada diet dislipidemia Tahap II.
Kadar lemak, asam lemak dan kolesterol dalam bahan makanan dapat dilihat pada lampiran
Bagi yang kegemukan, lebih dahulu dilakukan pengkajian terhadap riwayat berat
badan, usaha penurunan berat badan dan sikap yang berhubungan dengan makanan.
83
Penilaian ini diperlukan untuk menentukan apakah harus dimulai dengan diet tahap I atau
langsung diberikan diet tahap II. Apabila diet pasien ternyata sudah sesuai dengan diet
tahap I, maka dapat langsung diberikan diet tahap II. Bila tidak diet dimulai dari diet tahap
I.
Keberhasilan diet dinilai dengan mengukur kadar kolesterol darah setelah 4-6 minggu
dan 3 bulan. Jika tujuan terapi diet tidak tercapai setelah 3 bulan dengan diet tahap I, perlu
dinilai penerimaan dan kepatuhan pasien terhadap diet ini. Jika tujuan tidak tercapai
meskipun patuh, pasien harus pindah ke diet tahap II. Apabila tujuan pengobatan tidak
dapat dicapai pada waktu telah ditentukan, pasien perlu berkonsultasi lagi dengan dietisien.

Bahan Makanan Sehari dan Nilai Gizi


Standar Diet Dislipidemia (dalam satuan penukar II)
1. Tahap I
Energi (kkal)
1200 1600 2000 2500
Bahan Makanan
Nasi 2 3 5 6
Ikan 2 3 3 4
Daging 2 1 1 1
Tempe 3 4 4 5
Sayuran 2 3 3 3
Buah 3 3 3 4
Susu - - 1 2
Minyak kelapa sawit 2 4 5 6
Gula (g) 10 10 10 10

Nilai Gizi
Energi (kkal)
1200 1600 2000 2500
Bahan Makanan
Energi (kkal) 1201 1602 2002 2477
Protein 47 65 73 95
(15,7%) (16%) (14.5%) (15%)
Lemak (g) 29.5 43 48 62
(22,1%) (24%) (21,5%) (22%)
Lemak jenuh (g) 12.4 13,3 14,3 16,1
(9,3%) (7,4%) (6.4%) (6%)
Kolesterol (mg) 173.8 140 135 192,5
Karbohidrat (g) 180 229 309 371
(59,9%) (57%) (61,7%) (60%)
Serat (g) 22.1 23 23 25.5

2. Tahap II
Energi (kkal)
84
Bahan Makanan 1200 1600 2000 2500
Nasi 2 4 5 6
Ikan 2 2 2 4
Daging 1 1 1 1
Tempe 3 3 4 5
Sayuran 2 3 3 3
Buah 3 3 3 4
Minyak jagung 3 3 5 6
Susu - - 1 2
Gula (g) 10 10 10 10

Nilai Gizi
Energi (kkal)
1200 1600 2000 2500
Bahan Makanan
Energi (kkal) 1217 1576 1976 2451
Protein (g) 51,5 64 72 94
(17%) (16.4%) (14.6%) (15.3%)
Lemak (g) 34 43 48 62
(25%) (24.6%) (22.2%) (22.8%)
Lemak jenuh (g) 4,5 5.3 6.0 7.8
(3,2%) (3%) (2.7%) (2.8%)
Kolesterol (mg) 121,5 133.7 133.8 168.8
Karbohidrat (g) 176 223 303 366
(58%) (56.7%) (61,8%) (59.7%)
Serat (g) 44 23 23.03 26.4

Keterangan :
Penggunaan telur sebagai pengganti daging
Diet tahap I : 3 butir / minggu
Diet Tahap II : 1 butir / minggu
Penggunaan minyak
Diet tahap I : boleh menggunakan lemak jenuh (minyak kelapa/kelapa sawit)
Diet Tahap II : hanya menggunakan minyak tidak jenuh ganda (minyak
jagung/minyak kedelai)

Penggunaan susu
Diet tahap I : susu penuh / whole
Diet tahap I : susu skim / non fat

85
Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan
Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan
Sumber karbohidrat Beras terutama beras Produk makanan jadi : pie,
tumbuk/beras merah, pasta, cake, croissant, pastries,
macaroni, roti tinggi serat biscuit, krekers berlemak, dan
(whole wheat bread), cereal, kue-kue berlemak lain
ubi, kentang, kue buatan
sendiri dengan menggunakan
sedikit minyak/jenuh tak jenuh
Sumber protein hewani Ikan unggas tanpa kulit, daging Daging gemuk, daging
kurus, putih telur, susu skim, kambing, daging babi, jeroan,
yoghuart rendah lemak dan otak, sosis, sardine, kuning
keju rendah lemak telur (batasi hingga 3
btr/minggu), susu whole, susu
kental manis, krim, yoghurt
dari susu penuh, keju dan es
krim
Sumber protein nabati Tempe, tahu dan kacang- Dimasak dengan santan dan
kacangan digoreng dengan minyak jenuh
seperti kelapa dan kelapa sawit
Sayuran Semua sayur dalam bentuk Sayuran yang dimasak dengan
segar, direbus, dikukus, mentega, minyak kelapa atau
disetup, ditumis menggunakan minyak kelapa sawit dan
minyak kedelai atau margarine santan kental
tanpa garam yang dibuat dari
minyak tidak jenuh ganda,
dimasak dengan antan encer
Buah Semua buah dalam keadaan Buah yang diawetkan dengan
segar atau bentuk jus gula seperti buah kaleng dan
buah kering
Sumber minyak Minyak jagung, kedelai, Minyak kelapa dan minyak
kacang tanah, bunga matahari kelapa sawit, mentega,
dan wijen : margarine tanpa margarine, kelapa, santan,
garam yang dibuat dari minyak krim, lemak babi/lard, bacon,
tidak jenuh ganda : mayones cocoa mentega, mayones dan
dan salad dressing tanpa garam dressing dibuat dengan telur
yang dibuat dari minyak tidak
tidak jenuh ganda

Contoh Menu
86
Diet Dislipidemia Tahap I 1600 kkal
Waktu Bahan Makanan Penukar urt Menu
Pagi Nasi 1p gls Nasi
Ikan 1p 1 ptg sdg Ikan pepes
Tempe 1p 2 ptg sdg Tahu bacem
Sayuran p gls Lalapan + sambel
Minyak 1p sdm

Pukul 10.00 Pisang 1p 1 bh Pisang

Siang Mie 1p 1 gls Mie bakso campur


Bakso 1p 15 bj sdg
Tahu 1p 1 bj bsr
Sayuran 1p 1 gls Sawi
Minyak 1p sdm
Jeruk manis 1p 2 bh Jeruk manis

Pukul 16.00 Pepaya 1p 1 ptg sdg Pepaya


Gula pasir 1p 1 sdm the

Malam Nasi 1p 1 gls Nasi


Ikan 1p 1 ptg Ikan bumbu kuning
Tempe 1p 2 ptg sdg Oseng tempe
Sayuran 1p gls Cah sawi
Minyak 1p sdm

Cara Memesan Diet


Diet Dislipidemia tahap I (DDI)-kkal
Diet Dislipidemia tahap II (DDI)-kkal

DIET PENYAKIT JANTUNG

87
Gambaran Umum
Penyakit jantung terjadi akibat proses berkelanjutan, dimana jantung secara berangsur
kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsi secara normal. Pada awal penyakit,
jantung mampu mengkompensasi ketidakefisiensian fungsinya dan mempertahankan
sirkulasi darah normal melalui pembesaran dan peningkatan denyut nadi (Compensated
Heart Disease)
Dalam keadaan tidak berkompensasi (Decompensatio Cordis), sirkulasi darah yang
tidak normal menyebabkan sesak napas (dyspnea), rasa lelah dan rasa sakit di daerah
jantung. Berkurangnya aliran darah dapat menyebabkan kelainan pada fungsi ginjal, hati,
otak serta tekanan darah yang berakibat terjadinya resorpsi natrium. Hal ini akhirnya
menimbulkan edema. Penyakit jantung menjadi akut bila disertai infeksi (Endocarditis atau
Carditis), gagal jantung setelah Myocard Infarct dan setelah operasi jantunng

Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit jantung adalah :
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung
2. Menurunkan berat badan bila terlalu gemuk
3. Mencegah atau menghilangkan penimbunan garam atau air

Syarat Diet
Syarat-syarat diet penyakit jantung adalah sebagai berikut :
1. Energi cukup untuk mencapai dan mempertahankan berat badan normal
2. Protein cukup yaitu 0,8 g/kg BB
3. Lemak sedang yaitu 25-30 % dari kebutuhan energi total, 10 % berasal dari lemak
jenuh dan 10-15 % lemak tidak jenuh
4. Kolesterol rendah, terutama jika disertai dengan dislipidemia (lihat diet dislipidemia)
5. Vitamin dan mineral cukup. Hindari penggunaan suplemen kalium, kalsium dan
magnesium jika tidak dibutuhkan
6. Garam rendah 2-3 g/hari, jika disertai hipertensi atau edema
7. Makanan mudah cerna dan tidak menimbulkan gas
8. Serat cukup untuk menghindari kontipasi
9. Cairan cukup 2 liter/hari sesuai dengan kebutuhan
10. Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penyakit, diberikan dalam porsi kecil
11. Bila kebutuhan gizi tidak dapat dipenuhi melalui makanan dapat diberikan tambahan
berupa makanan enteral, parateral atau suplemen gizi

Jenis Diet Dan Indikasi Pemberian


Diet Jantung I

88
Diet jantung I diberikan kepada pasien penyakit jantung akut seperti Myocard Infarct
(MCI) atau dekompensasio kordis berat. Diet diberikan berupa 1-1,5 liter cairan/hari selama
1-2 hari pertama bila pasien dapat menerimanya. Diet ini sangat rendah energi dan semua
zat gizi sehingga sebaiknya hanya diberikan selama 1-3 hari.

Diet Jantung II
Diet jantung II diberikan dalam bentuk Makanan Saring atau Lunak. Diet diberikan
sebagai perpindahan dari diet jantung I, atau setelah fase akut dapat diatasi. Jika disertai
hipertensi dan atau edema diberikan sebagai diet jantung II garam rendah. Diet ini rendah
energi, protein, kalsium dan tiamin.

Diet Jantung III


Diet jantung III diberikan dalam bentuk makanan lunak atau biasa. Diet diberikan
sebagai perpindahan dari diet jantung II atau kepada pasien jantung dengan kondisi yang
tidak terlalu besar. Jika disertai hipertensi dan atau edema diberikan sebagai diet jantung III
garam rendah. Diet ini rendah energi dan kalsium tetapi cukup zat gizi lain.

Diet Jantung IV
Diet jantung IV diberikan dalam bentuk makanan biasa. Diet diberikan sebagai
perpindahan dari diet jantung III kepada pasien jantung dengan keadaan ringan. Jika
disertai hipertensi dan atau edema diberikan sebagai Diet Jantung IV Garam Rendah. Diet
ini cukup energi dan zat gizi lain kecuali kalsium.

89
Bahan makanan Sehari
Bahan Makanan Diet jantung I Diet jantung II Diet jantung III Diet jantung IV
Berat (g) urt Berat (g) urt Berat (g) urt Berat (g) urt
Beras - - 100 3 gls bubur 200 4 gls tim 250 3 gls nasi
Daging - - 100 2 ptg sdg 100 2 ptg sdg 100 2 ptg sdg
Telur ayam - - 50 1 btr 50 1 btr 50 1 btr
Tempe - - - - 75 3 ptg sdg 125 5 ptg sdg
Sayuran - - 300 3 gls 300 3 gls 300 3 gls
Buah 400 2 gls sari 400 4 ptg sdg 400 4 ptg sdg 400 4 ptg sdg
Buah Pepaya Pepaya Pepaya
Minyak - - 15 1 sdm 15 1 sdm 25 2 sdm
Margarin tidak 10 1 sdm - - - - -
bergaram 80 8 sdm 20 2 sdm 30 3 sdm 30 3 sdm
Gula pasir 100 20 sdm 20 4 sdm - - -
Susu skim buuk

Nilai Gizi

90
Diet jantung I Diet jantung II Diet jantung III Diet jantung IV
Energi (kkal) 905 1223 1662 2004
Protein (g) 40 44 60 72
Lamak (g) 10 37 40 53
Karbohidrat (g) 172 186 271 317
Kalsium (mg) 1438 544 384 451
Besi (mg) 2,3 14,8 22,8 28,2
Vitamin A (RE) 960 26570 36633 26665
Tiamin (mg) 0,7 0,9 0,9 1
Vitamin C (mg) 203 344 343 343
Natrium (mg) - 188 198 359

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Waktu dan Diet jantung I Diet jantung II Diet jantung III Diet jantung IV

91
Bahan Makanan Berat (g) urt Berat (g) urt Berat (g) urt Berat (g) urt
06.00 - - - -
Gula pasir 10 1 sdm - - - - - -
Margarin 2 1/5 sdm - - - - - -
Susu skim bubuk 20 4 sdm - -

08.00
Beras - - 30 1 gls bubur 50 1 gls tim 50 1 gls tim
Telur ayam - - 50 1 btr 50 1 btr 50 1 btr
Tempe - - - - 25 1 ptg sdg 25 1 ptg sdg
Sayuran - - 100 1 gls 100 1 gls 100 1 gls
Minyak - - 5 sdm 5 sdm 5 sdm
Margarin 2 1/5 sdm - - - - - -
Gula pasir 10 1 sdm 10 1 sdm 10 1 sdm 10 1 sdm
Susu skim bubuk 20 4 sdm 20 4 sdm - - - -

10.00 200 1 gls - - - - - -


Sari jeruk - - 100 1 ptg sdm 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg

92
Pepaya 15 1 sdm 10 1 sdm 10 1 sdm 10 1 sdm
Gula pasir

12.00/18.00 - - 35 1 gls bubur 75 1 gls tim 100 1 gls nasi


Beras - - 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg
Daging - - - - 25 1 ptg sdg 50 2 ptg sdg
Tempe - - 100 1 gls 100 1 gls 100 1 gls
Sayuran - - 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg
Papaya 2 1/5 sdm - - - - - -
Margarin - - 5 sdm 5 sdm 10 1 sdm
Minyak 10 1 sdm - - - - - -
Gula pasir 20 4 sdm - - - - - -
Susu skim bubuk

16.00 200 1 gls - - - - - -


Sari jeruk - - 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg
Pepaya 15 1 sdm - - 10 1 sdm 10 1 sdm
Gula pasir

20.00 10 1 sdm - - - - - -
Gula pasir 2 1/5 sdm - - - -

93
Margarin 20 4 sdm - - - - - -
Susu skim bubuk

94
Bahan Makanan Yang Dianjurkan dan Yang Tidak Dianjurkan
Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan
Sumber karbohidrat Beras ditim atau disaring : roti, Makanan yang mengandung
mie, kentang, makaroni, gas atau alkohol seperti ubi,
biskuit, tepung singkong dan tape ketan
beras/terigu/sagu/aren/sagu
ambon,kentang, gula pasir,
gula merah, madu dan sirup
Sumber protein hewani Daging sapi, ayam dengan Daging sapid an ayam yang
lemak rendah, ikan, telur, susu berlemak : gajih sosis, hati,
rendah lemak dalam jumlah limpa babat,otak, kepiting dan
yang telah ditentukan kerang-kerangan, keju dan
susu penuh
Sumber protein nabati Kacang-kacangan kering Kacang-kacangan kering yang
seperti kacang kedelai dan mengandung lemak cukup
hasil olahnya seperti tahu dan tinggi seperti kacang tanah,
tempe kacang mete, sawi dan nangka
muda
Sayuran Sayuran yang tidak Semua sayuran yang
mengandung gas seperti ayam, mengandung gas seperti ko,
kangkung, kacang buncis, kembang kol, lobak, sawi dan
kacang panjang, wortel, tomat, nangka muda
labu siam dan tauge
Buah-buahan Semua buah-buahan segar Buah-buahan segar yang
seperti pisang, papaya, jeruk, mengandung alkohol atau gas
apel, melon, semangka dan seperti durian, nangka matang
sawo
Lemak Minyak jagung, minyak Minyak kelapa dan kelapa
kedelai, margarine, mentega sawit, santan kental
dalam jumlah terbatas dan
tidak untuk menggoreng tetapi
untuk menumis, kelapa atau
santan encer dalam jumlah
terbatas
Minuman Teh encer, coklat, sirup Teh, kopi kental, minuman
yang mengandung soda dan
alcohol seperti bird an wiski
Bumbu Semua bumbu selain bumbu Lombok, cabe rawat dan
tajam dalam jumlah terbatas bumbu-bumbu lain yang tajam

Contoh Menu Sehari


Diet Jantung II
Pagi Siang Malam
Bubur nasi Bubur nasi Bubur nasi
Telur dadar Daging bb semur Ayam panggang
Sup wortel Sayur bening bayam Tumis kacang panjang
Susu skim Jeruk Pepaya

Pukul 10.00 Pukul 16.00


Selada buah Apel

Diet Jantung III


Pagi Siang Malam
Nasi tim Nasi tim Bubur nasi
Telur rebus Ikan pangang Daging rolade
Tahu ungkep Tempe bumbu kuning Tahu bacem
Sayur bening labu siam Sup oyong Tumis wortel
Teh Apel Pepaya

Pukul 10.00 Pukul 16.00


Selada buah Agar-agar buah

Diet Jantung IV
Menu sama dengan diet jntung III, hanya nasi tim diganti dengan nasi

Cara Memesan Diet


Diet jantung I/II/III/IV Garam Rendah I/II/III/IV (DJ I/II/III/IV GR I/II/III)

DIET PENYAKIT STROKE

Gambaran Umum
Stroke atau penyakit peredaran darah otak adalah kerusakan pada bagian otak yang
terjadi bila pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat-zat gizi ke bagian otak
tersumbat atau pecah. Akibatnya, dapat terjadi bebarapa kelainan yang berhubungan dengan
kemampuan makan pasien yang pada akhirnya berakibat penurunan status gizi. Untuk
mengatasi keadaan tersebut diperlukan diet khusus

Tujuan Diet
Tujuan diet stroke adalah :
1. Memberikan makanan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien dengan
memperhatikan keadaan dan komplikasi penyakit
2. Memperbaiki keadaan stroke seperti disfagia, pneumonia, kelainan ginjal dan
dekubitus
3. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit

Syarat Diet
Syarat-syarat Diet Stroke adalah:
1. Energi cukup yaitu 25-45 kkal/kgBB. Pada fase akut energi diberikan 1100-1500
kkal/hari
2. Protein cukup yaitu 0,8-1 g/kgBB. Apabila pasien berada dalam keadaan gizi kurang,
protein diberikan 1,2-1,5 g/kgBB. Apabila penyakit disertai komplikasi gagal ginjal
kronik (GGK), protein diberikan rendah yaitu 0,6 g/kgBB
3. Lemak cukup yaitu 20-25 % dari kebutuhan energi total. Utamakan sumber lemak
tidak jenuh ganda, batasi sumber lemak jenuh yaitu < 10% dari kebutuhan energi
total. Kolesterol dibatasi < 300 mg
4. Karbohidrat cukup yaitu 60-70% dari kebutuhan energi total. Untuk pasien dengan
diabetes melitus diutamakan karnohidrat kompleks
5. Vitamin cukup terutama vitamin A, riboflavin B6, asam folat, B12, C dan E
6. Mineral cukup terutama kalsium, magnesium dan kalium. Penggunaan natrium
dibatasi dengan memberikan garam dapur maksimal 1 sendok teh/hari (setara
dengan 5 gram garam dapur atau 2 g natrium)
7. Serat cukup untuk membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah
konstipasi
8. Cairan cukup yaitu 6-8 gelas/hari kecuali pada keadaan edema dan asites, cairan
dibatasi. Minuman hendaknya diberikan setelah selesai makan agar porsi makanan
dapat dihabiskan. Untuk pasien dengan disfagia, cairan diberikan secara hati-hati.
Cairan dapat dikentalkan dengan gel atau guarcol
9. Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan pasien
10. Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering
Jenis Diet dan Indikasi Pemberian
Berdasarkan tahapannya diet stroke dibagi menjadi dua fase yaitu :
1. Fase akut (24-48 jam)
Fase akut adalah keadaan tidak sadarkan diri atau kesadaran menurun. Pada fase ini
diberikan makanan parenteral (nothing per oral/NPO) dan dilanjutkan dengan
makanan enteral (naso gastric tube/NGT). Pemberian makanan parenteral total perlu
dimonitor dengan baik. Kelebihan cairan dapat menimbulkan edema serebral.
Kebutuhan energi pada NPO total adalah AMB x 1 x 1,2, protein 1,5 g/kgBB, lemak
maksimal 2,5 g/kgBB, dekstrosa maksimal 7 g /kgBB
2. Fase pemulihan
Fase pemulihan adalah fase dimana pasien sudah sadar dan tidak mengalami
gangguan fungsi menelan (disfagia). Makanan diberikan per oral secara bertahap
dalam bentuk makanan cair, makanan saring, makanan lunak dan makanan biasa
Bila ada disfagia, makanan diberikan secara bertahap sebagai gabungan makanan
NPO,peroral dan NGT sebagai berikut :
1. NPO
2. bagian per oral (bentuk semi padat) dan bagian melalui NGT
3. bagian per oral (bentuk semi padat) dan bagian melalui NGT
4. Diet per oral (entuk semi padat dan semi cair) dan air melalui NGT
5. Diet lengkap per oral
Apabila makanan melalui NGT bertahan selama 6 minggu, perlu dipertimbangkan
kemungkinan pemberian makanan melalui gastrostomi atau jejunostomi. Bila ada tukak
lambung akibat sekresi asam lambung dan gastrin meningkat (terutama pada stroke
hemoragik), makanan diberikan secara bertahap dengan syarat :
a. Bila tidak ada perdarahan lambung dan Cairan Maag Slang (CMS) < 200 ml dapat
diberikan makanan enteral
b. Bila ada perdarahan, untuk sementara diberikan makanan parenteral sampai perdarahan
berhenti dan CMS < 200ml dalam 6 jam
c. Bila CMS sudah jernih, makanan Parenteral dapat diubah menjadi makanan enteral
Sesuai dengan fase penyakit, diberikan diet stroke I atau II
Diet Stroke I
Bahan Makanan Berat (g) urt
Maizena 25 5 sdm
Telur ayam 50 1 btr
Susu penuh bubuk 25 5 sdm
Susu skim bubuk 120 24 sdm
Buah 120 2 ptg sdg papaya
Minyak jagung 20 2 sdm
Gula pasir 100 10 sdm
Cairan 1500 ml 6 gls

Nilai Gizi
Energi : 1361 kkal Kalsium : 1869 mg
Protein : 56 g (16 % energi total) Besi : 6,1 mg
Lemak : 34 g (22 % energi total) Vitamin A : 1573 RE
Jenuh : 8,4 g (5,5 % energi total) Tiamin : 0,6 mg
Karbohidrat : 211 g ( 61 % energi total) Vitamin C : 166 mg
Kolesterol : 213 mg
Pembagian Bahan Makanan Sehari
Waktu Bahan Makanan Volume (ml) urt
Pukul 07.00 Susu formula 250 1 gls
Pukul 10.00 Susu 200 gls
Sari buah 100 gls
Pukul 13.00 Susu formula 250 1 gls
Pukul 15.00 Susu 200 gls
Sari buah 100 gls
Pukul 18.00 Susu formula 250 1 gls
Pukul 21.00 Susu formula 250 1 gls
Keterangan :
Susu formula dibuat dari susu skim bubuk, susu penuh bubuk, tepung maizena, telur ayam,
minyak jagung dan gula pasir

Bahan Makanan yang Diajurkan


Sumber karbohidrat : maizena, tepung beras, tepung hunkwe dan sagu
Sumber protein hewani : Susu whole dan skim, telur ayam 3-4 btr/minggu
Sumber protein nabati : Susu kedelai, sari kacang hijau dan susu tempe
Sumber lemak : Margarin, minyak jagung
Buah : Sari buah yang dibuat dari jeruk, pepaya, tomat, sirsat dan
apel
Minuman : Teh encer, sirup, air gula, madu dan kaldu

Diet Stroke II
Diet stroke II diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet stroke I atau kepada
pasien pada fase pemulihan. Bentuk makanan merupakan kombinasi cair jernih dan cair
kental, saring, lunak dan biasa. Pemberian diet pada pasien stroke disesuaikan dengan
penyakit penyertanya. Diet stroke II dibagi dalam 3 tahap yaitu :
1. Diet stroke II A : Makanan cair + bubur saring 1700 kkal

2. Diet stroke II B : Lunak 1900 kkal


3. Diet stroke II C : Biasa 2100 kkal

Bahan Makanan Sehari


Diet Stroke II A Diet Stroke II B Diet Stroke II C
Berat (g) urt Berat (g) urt Berat (g) urt
Bahan
Makanan
Beras - - 200 4 gls tim 250 3 gls nasi
Tepung beras 125 20 sdm - - - -
Maizena 20 4 sdm 20 4 sdm 20 4 sdm
Telur ayam 50 1 btr 50 1 btr 50 1 btr
Ikan 75 1 ptg bsr 100 2 ptg sdm 100 2 ptg sdg
Tempe 50 2 ptg sdg 100 4 ptg sdm 100 4 ptg sdg
Sayuran 100 1 gls 150 1 gls 200 2 gls
PEpaya 300 3 ptg sdg 200 2 ptg sdg 200 2 ptg
Minyak 25 2 sdm 30 3 sdm 35 3 sdm
jagung 40 4 sdm 50 5 sdm 30 3 sdm
Gula pasir 25 2 sdm - - - -
Gula merah 80 16 sdm 40 8 sdm 40 8 sdm
Susu skim
bubuk

Nilai Gizi
Diet Stroke II A Diet Stroke II B Diet Stroke II C
Energi (kkal) 1718 1917 2102
Protein (g) 69 (16 % energi total) 73 ( 15 % energi total) 78 ( 15 % energi total)
Lemak (g) 41 (21 % energi total) 52 ( 24 % energi total) 59 ( 25 % energi total)
Lemak jenuh 5,8 (3 % energi total) 7,3 ( 3,4 % energi total) 8 ( 3,4 % energi total)
(g) 272 (63 % energi total) 293 ( 61 % energi total) 381 ( 60 % energi total)
Karbohidrat (g) 1296 835 862
Kalsium (mg) 15,9 19,6 20,6
Besi (mg) 6705 8940 11458
Vitamin A (RE) 0,8 0,8 0,9
Tiamin (mg) 272 213 232
Vitamin C (mg) 258 273 273
Kolesterol (mg)

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Waktu Bahan Makanan Dirt Stroke
Berat urt Berat urt Berat urt
(g) (g) (g)
Pagi Beras - - 50 1 gls tim 75 1 gls nasi
Tepung beras 25 4 sdm - - - -
Telur ayam 50 1 btr 50 1 btr 50 1 btr
Tempe - - - - 25 1 ptg sdg
Sayuran - - gls 50 gls
Minyak jagung - - 1 sdm 10 1 sdm
Gula pasir 10 1 sdm 10 1 sdm 10 1 sdm
Gula merah 25 2 sdm 1 - - -
Susu skim bubuk 20 4 sdm 20 4 sdm 20 4 sdm
Pukul Maizena - - 20 4 sdm 20 4 sdm
10.00 Pepaya 100 1 ptg - - - -
Gula pasir 10 sdg 20 2 sdm 10 1 sdm
Susu skim bubuk 20 1 sdm - - - -
4 sdm
Siang Beras - 75 1 gls 100 1 gls
Tepung beras 50 - - tim - nasi
Ikan 50 8 sdm 50 - 50 -
Tempe 25 1 ptg 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg
Sayuran 50 sdg 50 2 ptg sdg 100 2 ptg sdg
Pepaya 100 1 ptg 100 gls 100 1 gls
Minyak jagung 15 sdg 10 1 ptg sdg 10 1 ptg sdg
gls 1 sdm 1 sdm
Pukul Maizena 20 1 ptg - -
16.00 Gula pasir 10 sdg 10 - 10 -
Susu skim bubuk 20 1 sdm 20 1 sdm 20 1 sdm
4 sdm 4 sdm
Malam Beras - 4 sdm 75 75
Tepung beras 50 1 sdm - 11/2gls - 1 gls nasi
Ikan 25 4 sdm 50 tim 50 -
Tempe 25 50 - 25 1 ptg sdg
Sayuran 50 - 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg
Pepaya 100 8 sdm 100 2 ptg sdg 100 gls
Minyak jagung 10 1 ptg kcl 10 gls 15 1 ptg sdg
1 ptg 1 ptg sdg 1 sdm
Pukul Susu skim bubuk 20 sdg - 1 sdm -
21.00 Gula pasir 10 gls 10 - -
1 ptg - -
sdg 1 sdm
1 sdm

4 sdm
1 sdm

Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan


Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan
Sumber karbohidrat Beras, kentang, ubi, singkong, Produk olahan yang dibuat
terigu, hunkwe, tapioka, sagu, dengan garam dapur,
gula, madu, serta produk soda/baking powder, kue-kue
olahan yang dibuat tanpa yang terlalu manis dan gurih
garam dapur, soda/baking
powder seperti makaroni, mie,
bihun, roti, biskuit dan kue
kering
Sumber protein hewani Daging sapi dan ayam tak Daging sapi dan ayam
berlemak, ikan, telur ayam, berlemak, jerohan, otak, hati,
susu skim dan susu penuh ikan banyak duri, susu penuh,
dalam jumlah terbatas keju, es krim dan protein
hewani yang diawet seperti
daging asap, ham, bacon,
dendeng dan kornet
Sumber protein nabati Semua kacang-kacangan dan Pindakas dan semua produk
produk olahan yang dibuat olahan kacang-kacangan yang
dengan garam dapur dalam diawet dengan garam natrium
jumlah terbatas atau digoreng
Sayuran Sayuran berserat sedang Sayuran yang menimbulkan
dimasak seperti bayam, gas seperti sawi, kol, kembang
kangkung, kacang panjang, kol dan lobak. Sayuran
labu siam, tomat, tauge dan berserat tinggi seperti daun
wortel singkong, daun katuk, daun
melinjo dan pare,sayuran
mentah
Buah-buahan Buah segar, diuat jus atau Buah yang menimbulkan gas
disetup seperti pisang, pepaya, seperti nangka dan durian,
jeruk, mangga, nenas dan buah yang diawet dengan
jambu biji (tanpa bahan natrium seperti buah kaleng
pengawet) dan asinan
Sumber lemak Minyak jagung dan minyak Minyak kelapa dan minyak
kedelai, margarin dan mentega kelapa sawit, margarin dan
tanpa garam yang digunakan mentega biasa, santan kental,
untuk menumis atau setup, krim dan produk gorengan
santan encer
Minuman Teh, kopi, cokelat dalam Teh, kopi, cokelat dalam
jumlah terbatas dan encer susu jumlah terbatas dan kental
skim dan sirup minuman bersoda dan alkohol
Bumbu-bumbu Bumbu yang tidak tajam Bumbu yang tajam seperti
seperti garam (terbatas), gula, cabe, merica, cuka yang
bawang merah, bawang putih, mengandung bahan pengawet
jahe, laos, asem, kayu manis garam natrium seperti kecap,
dan pala maggi, terasi, petis, vetsin,
soda dan baking powder

Contoh Menu Sehari


Waktu Diet Stroke II A Diet Stroke II B Diet Stroke II C
Pagi Bubur sumsum + susu Nasi tim / bubur Nasi
skim Telur masak Telur dadar
Saus gula merah Cah labu siam Loaf tahu
Telur rebus Susu skim Cah wortel
The Susu skim
Pukul 10.00 Susu skim Puding maizena Puding maizena
Pepaya
Siang Bubur saring Nasi Nasi
Sup ikan saring Ayam panggang bb kuning Pepes ikan
Semur tempe saring Tumis tempe Kering tempe
Sup wortel saring Sup sayuran Sayur asem
Jeruk Pepaya Jeruk
Pukul 16.00 Puding maizena Susu skim Susu skim
Malam Bubur saring Nasi tim/bubur Nasi
Ayam bb kuning saring Ikan panggang bb tomat Ayam goreng
Gadon tahu saring Sup tahu sutra Tahu bacem
Sup labu siam saring Tumis kacang panjang Capcay cah
Pepaya Jeruk Apel
Pukul 21.00 Susu skim Teh
Cara Memesan Diet
1. Diet stroke I
2. Diet IIA/IIB/IIC (DS IIA/DS IIB/DS IIC)
DIET PENYAKIT KANKER
Gambaran Umum
Kanker adalah pembelahan dan pertumbuhan sel secara abnormal yang tidak dapat
dikontrol sehingga cepat menyebar. Sel-sel ini merusak jaringan tubuh sehingga
mengganggu fungsi organ tubuh yang terkena. Kanker disebut juga Neoplasma maligna.
Neoplasma adalah massa jaringan yang dibentuk oleh sel-sel kanker sedangkan Maligna
berarti ganas
Penyebab kanker belum diketahui dengan pasti, tapi sering dikaitkan dengan faktor
lingkungan (polusi, bahan kimia dan virus) dan makanan yang mengandung bahan
karsinogen. Karsinogenesis atau perkembangan kanker terjadi dalam dua tahap yaitu tahap
inisiasi dan promosi. Inisiasi adalah awal terjadinya perubahan sel yang disebabkan oleh
interaksi bahan-bahan kimia, radiasi dan virus dengan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid )
dalam sel. Perubahan ini terjadi dengan cepat tapi sel yang telah berubah ini tidak aktif
selama waktu yang tidak dapat ditentukan, sehingga pada tahap ini tidak dapat dirasakan
oleh pasien. Tahap promosi adalah tahap berikutnya yaitu aktifnya sel-sel kanker yang
menjadi matang, berkembang dan kemudian menyebar dengan cepat.Tahap inisiasi hingga
manifestasi klinis dapat terjadi dalam waktu 5-20 tahun
Walaupun mekanismenya belum diketahui dengan pasti, tetapi gizi diduga dapat
mengubah proses karsinogenesis, termasuk metabolisme karsinogen, pertahanan sel,
diferensiasi sel dan pertumbuhan tumor. Sebaiknya, keadaan gizi pasien dipengaruhi oleh
pertumbuhan tumor dan pengobatan medis yang diberikan seperti pembedahan, radiasi,
kemoterapi dan transplantasi. Oleh karena itu diperlukan pengertian tentang jalannya
penyakit dalam memberikan terapi diet

Masalah Gizi pada penyakit Kanker


Gangguan gizi yang dapat timbul pada pasien penyakit kanker disebabkan kurangnya
asupan makanan, tindakan medik, efek psikologik dan pengaruh keganasan sel kanker.
Gejala kanker dalam keadaan berat dinamakan cachexia yang manifestasinya secara klinis
adalah anoreksia, penurunan berat badan, gangguan refleks, lemas, anemia, kurang energi
protein dan keadaan deplesi secara keseluruhan.
Beberapa faktor penyebab gangguan gizi yang dapat timbul pada penyakit kanker
adalah :
1. Kurang nafsu makan yang disebabkan oleh faktor psikologik dan lost response
terhadap kanker berupa cepat kenyang atau perubahan pada indra pengecap (lidah)
2. Gangguan asupan makanan dan gangguan gizi karena :
a. Gangguan pada saluran cerna, dapat berupa kesulitan mengunyah, menelan dan
penyumbatan
b. Gangguan absorpsi zat gizi
c. Kehilangan cairan dan elektrolit karena muntah-muntah dan diare
3. Perubahan metabolisme protein, karbohidrat dan lemak
4. Peningkatan pengeluaran energi
Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit kanker adalah untuk mencapai dan mempertahankan status gizi
optimal dengan cara :
1. Memberikan makanan yang seimbang sesuai dengan keadaan secara penyakit serta
daya terima pasien
2. Mencegah atau menghambat penurunan berat badan secara berlebihan
3. Mengurangi rasa mual, muntah dan diare
4. Mengupayakan perubahan sikap dan perilaku sehat terhadap makanan oleh pasien dan
keluarganya

Syarat Diet
Syarat-syarat diet penyakit kanker adalah :
1. Energi tinggi yaitu 36 kkal/KgBB untuk laki-laki dan 32 kkal/KgBB untuk
perempuan. Apabila pasien berada dalam keadaan gizi kurang makan kebutuhan
energi menjadi 40 kkal/KgBB untuk laki-laki dan 36 kkal / KgBB untuk perempuan
2. Protein tinggiyaitu 1-1,5 g/KgBB
3. Lemak sedang yaitu 15-20 % dari kebutuhan energi total
4. Karbohidrat cukup yaitu sisa dari kebutuhan energi total
5. Vitamin dan mineral cukup terutama vitamin A, kompleks, C dan E. Bila perlu
ditambah dalam bentuk suplemen
6. Rendah iodium bila sedang menjalani medikasi radioaktif internal
7. Bila imunitas menurun (leukosit < 10 ul) atau pasien akan menjalani kemoterapi
agresif, pasien harus mendapat makanan yang steril

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian


Jenis diet untuk pasien penyakit kanker sangat tergantung pada keadaan pasien,
perkembangan penyakit dan kemampuan untuk menerima makanannya. Oleh sebab itu, diet
hendaknya disusun secara individual. Jenis makanan atau diet yang diberikan hendaknya
mempertahatikan nafsu makan, perubahan indra kecap, rasa cepat kenyang, mual,
penurunan berat badan dan akibat pengobatan. Sesuai dengan keadaan pasien, makanan
dapat diberikan secara oral, enteral maupun parenteral. Makanan dapat diberikan dalam
bentuk Makanan padat, Makanan cair atau kombinasi. Untuk makanan padat dapat
berbentuk makanan biasa, makanan lunak atau makanan lumat.

Pedoman Untuk Mengatasi Masalah Makan


1. Bila pasien menderita anoreksia
a.Dianjurkan makan makanan yang disukai atau dapat diterima walaupun tidak lapar
b. Hindari minum sebelum makan
c.Tekankan bahwa makan adalah bagian penting dalam program pengobatan
d. Olahraga sesuai sesuai dengan kemampuan penderita
2. Bila ada perubahan pengecapan
a.Makanan atau minuman diberikan dengan suhu kamar atau dingin
b. Tambahkan bumbu makanan yang sesuai untuk menambah rasa
c.Minuman diberikan dalam bentuk segar seperti sari buah atau jus
3. Bila ada kesulitan mengunyah atau menelan
a.Minum dengan menggunakan sedotan
b. Makanan atau minuman diberikan dengan suhu kamar atau dingin
c.Bentuk makanan disaring atau cair
d. Hindari makanan terlalu asam atau asin
4. Bila mulut kering
a.Makanan atau minuman diberikan dengan suhu dingin
b. Bentuk makanan cair
c.Kunyah permen karet atau hard candy
5. Bila mual dan muntah
a.Beri makanan kering
b. Hindarmakanan yang berbau merangsang
c.Hindari makanan lemak tinggi
d. Makan dan minum perlahan-lahan
e.Hindari makanan atau minuman terlalu manis
f. Tidak tiduran setelah makan
DIET PENYAKIT GOUT ARTRITIS

Gambaran Umum
Gout adalah salah satu penyakit artritis yang disebabkan oleh metabolisme
abnormal purin yang ditandai dengan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Hal ini
diikuti dengan terbentuknya timbunan kristal berupa garam urat dipersendian yang
menyebabkan peradangan sendi pada lutut dan atau jari
Diet ini rendah purin, rendah lemak, cukup vitamin dan mineral. Diat ini dapat
menurunkan berat badan, bila ada tanda-tanda berat adan berlebih

Tujuan Diet
Tujuan diet Gout Artritis adalah untuk mencapai dan mempertahankan status gizi optimal
serta menurunkan kadar asam urat dalam darah dan urin

Syarat Diet
Syarat-ayarat Diet Penyakit Gout Arthritis adalah :
1. Energi sesuai dengan kebutuhan tubuh, bila berat badan berlebihan atau kegemukan,
asupan energi sehari dikurangi secara bertahap sebanyak 500-1000 kkal dari
kebutuhan energi total hingga tercapai erat badan normal
2. Protein cukup yaitu 1,0-1,2 g/kgBB atau 10-15 % dari kebutuhan energi total
3. Hindari bahan makanan sumber protein yang mempunyai kandungan purin > 150
mg/100g
4. Lemak sedang yaitu 10-20 % dari kebutuhan energi total. Lemak berlebih dapat
menghambat pengeluaran asam urat atau purin melalui urin
5. Karbohidrat dapat diberikan lebih banyak yaitu 65-75 % dari kebutuhan energi total.
Karena kebanyakan pasien gout arthritis mempunyai berat badan lebih maka
dianjurkan untuk menggunakan sumber karbohidrat kompleks
6. Vitamin dan mineral cukup sesuai dengan kebutuhan
7. Cairan disesuaikan dengan urin yang dikeluarkan setiap hari. Rata-rata asupan cairan
yang dianjurkan adalah 2-21/2 liter/hari

Jenis diet dan Indikasi Pemberian


Diet Gout Artritis diberikan kepada pasien dengan gout dan atau batu asam urat
dengan kadar asam urat > 7,5 mg/dl
Diet ini terdiri dari dua jenis yaitu :
a. Diet purin rendah I / DPR I (1500 kkal)
b. Diet purin rendah II / DPR II (1700 kkal)

Lama Pemberian Diet


Diet diberikan sampai kadar asam urat darah dan berat badan menjadi normal. Kadar
asam urat darah normal

Bahan Makanan Sehari


Waktu dan DPR I DPR II
Berat (g) urt Berat (g) urt
Bahan
Makanan
Beras 200 3 gls nasi 250 3 gls nasi
Telur ayam 50 1 btr 50 1 btr
Ayam tanpa 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg
kulit 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg
Ikan 50 2 ptg sdg 50 2 ptg sdg
Tempe 250 2 gls 300 3 gls
Sayuran 400 4 ptg sdg papaya 400 4 ptg sdg papaya
Buah 15 1 sdm 15 1 sdm
Minyak 10 1 sdm 10 1 sdm
Gula pasir 20 4 sdm 20 4 sdm
Tepung susu
skim

Nilai Gizi
DPR I DPR II
Energi (kkal) 1500 1700
Protein (g) 61 65
Lemak (g) 31 31,5
Karbohidrat (g) 247 289
Serat (g) 25 26,5
Kalsium (mg) 547 559
Besi (g) 15,4 16,2
Vitamin A (mg) 23373 23383
Tiamin (mg) 1,0 1,1
Vitamin C (mg) 198 207

Pembagian Bahan Makanan Sehari


Waktu dan 1500 kkal 1700 kkal
Bahan Makanan
Pagi
Beras 50 g = gls nasi 75 g = 1 gls nasi
Telur ayam 50 g = 1 btr 50 g = 1 btr
Sayuran 50 g = gls 100 g = 1 gls
Minyak 5 g = sdm 5 g = sdm
Susu skim buuk 20 g = 4 sdm 20 g = 4 sdm
Gula pasir 10 g = 1 sdm 10 g = 1 sdm
Pukul 10.00
Buah 100 g =1 ptg sdg papaya 100 g =1 ptg sdg papaya
Siang
Beras 75 g = 1 gls nasi 100 g = 1 gls nasi
Ikan 50 g = 1 ptg sdg 50 g = 1 ptg sdg
Tempe 25 g = 1 ptg sdg 25 g = 1 ptg sdg
Sayuran 100 g = 1 gls 100 g = 1 gls
Buah 100 g = 1 ptg sdg papaya 100 g = 1ptg sdg papaya
Minyak 5 g = sdm 5 g = sdm
Pukul 16.00
Buah 100 g = 1 ptg sdg papaya 100 g = 1ptg sdg papaya

Malam
Beras 75 g = 1 gls nasi 75 g = 1 gls nasi
Ayam 50 g = 1 ptg sdg 50 g = 1 ptg sdg
Tempe 25 g = 1 ptg sdg 25 g = 1 ptg sdg
Sayuran 100 g = 1 gls 100 g = 1 gls
Buah 100 g = 1 ptg sdg papaya 100 g =1 ptg sdg papaya
Minyak 5 g = sdm 5 g = sdm
Contoh Menu
Diet Purin Rendah II ( 1700 kkal)

Pagi Pukul 10.00/16.00


Nasi Semangka / pisang kukus
Telur ceplok air
Tumis labu siam + wortel
Susu skim

Siang Malam
Nasi Nasi
Ikan baker Semur ayam
Tempe goreng Pepes tahu
Cah swi dan wortel tumis kacang panjang
Pepaya Pisang raja

Cara Memesan Diet


Diet Purin Rendah I/II (DPR I/II)

Pengelompokan Bahan Makanan Menurut Kadar Purin dan Anjurkan Makan


Kelompok 1 : Kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin / g bahan makanan ) sebaiknya
dihindari. Otak, hari, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/kaldu, bouillon,
bebek, ikan sardine, makarel, remis, kerang
Kelompok 2 : Kandung purin sedang (9-100 mg purin / 100 g bahan makanan) dibatasi.
Maksimal 50-75 g (1-1 ptg) daging, ikan atau unggas atau 1 mangkok
(100 g) sayuran sehari
Daging sapi dan ikan (kecuali yang terdapat dalam kelompok I) ayam,
udang, kacang kering dan hasil olah seperti tahu dn tempe, asparagus, ayam,
daun singkong, kangkung, daun dan biji melinjo
Kelompok 3 : Kandungan purin rendah (dapat diabaikan ), dapat dimakan sehari hari. Nasi,
ubi, singkong, jagung, roti, mie, bihun, tepung beras, cake, kue kering,
pudding, susu, keju, telur, lemak dan minyak, gula, sayuran dan buah-
buahan (kecuali sayuran dalam kelompok 2).
ANGKA KECUKUPAN GIZI RATA-RATA YANG DIANJURKAN
(PER ORANG PER HARI)
Golongan Berat Tinggi Energi Protein Vit.A Vit.D Vit.E Tiamin Vit.K Riboflavin Niasin Vit.B Asam Pirid Vit.C Kalsium Fosfor Besi Seng Iodium Seled
Umur Badan Badan (kkal) (g) (RE) (g) (mg) (mg) (g) (mg) (mg) 12 Folat ok (mg) (mg) (mg) (mg) (mg) (g) um
(Kg) (Cm) (g) (g) Sin (g)
(mg)
0-6 bln 5,5 60 560 12 350 7,5 3 0,3 5 0,3 2,5 0,1 22 0,3 30 300 200 3 3 50 10
7-12 bln 8,5 71 800 5 350 10 4 0,4 10 0,5 3,8 0,1 32 0,6 35 400 250 5 5 70 15
1-3 thn 12 90 1250 23 350 10 6 0,5 15 0,6 5,4 0,5 40 1,0 40 500 250 8 10 70 20
4-6 thn 18 110 1750 32 460 10 7 0,8 20 1,0 8 0,7 60 1,1 45 500 350 9 10 100 20
7-9 thn 24 120 1900 37 400 10 7 1,0 30 1,0 9 0,9 81,3 1,4 45 500 400 10 20 12 30
Pria
10-12 thn 30 135 2000 45 500 10 10 45 1,0 1,0 9 1,0 90 1.7 50 700 500 14 15 150 40
13-15 thn 45 150 2400 64 600 10 10 65 1,0 1,2 10 1,0 125 2.0 60 700 500 17 15 150 50
16-19 thn 56 160 2500 66 700 10 10 70 1,0 1,3 11 1,0 165 2.0 60 600 500 23 15 150 70
20-45 thn 62 165 2800 55 700 5 10 80 1,2 1,5 12 1,0 170 2.0 60 500 500 13 15 150 70
46-59 thn 62 165 2500 55 700 5 10 80 1,2 1,5 12 1,0 170 2.0 60 800 800 13 15 150 70
> 60 thn 62 165 2200 55 600 5 10 80 1,2 1,2 10 1,0 170 2.0 60 500 500 13 15 150 70
Wanita
10-12 thn 35 140 1900 54 500 10 8 45 1,0 1,0
13-15 thn 46 153 2100 62 500 10 8 55 1,0 1,2
16-19 thn 50 154 2000 51 500 10 8 60 1,0 1,0
20-45 thn 54 156 2200 48 500 5 8 65 1,0 1,2
46-59 thn 54 156 2100 48 500 5 8 65 1,0 1,2
> 60 thn 54 154 1850 48 500 5 8 65 1,0 1,0
Hamil +285 +12 +200 10 10 65 +0,2 +0,2 +0,1 +0,3 +150 2,2 +10 +400 +200 +20 +5 +25 +15
Menyusui
0-6 bln +700 +16 +350 10 12 65 +0,3 +0,4 +3 +0,3 +50 2,1 +25 +400 +300 +2 +10 +50 +25
7-2 bln +500 +12 +300 10 10 65 +0,3 +0,3 +3 +0,3 +40 2,1 +10 +400 +200 +2 +10 +50 +20
Anjuran Makanan Rata-Rata Satu Hari Untuk Orang Dewasa
Menurut Golongan Umur (dalam gram dan ukuran rumah tangga)
Golongan Berat Nasi Lauk Sayuran Buah Minyak Gula
Daging Tempe
umur badan pasir
100 g / 40 g / 1 50 g / 2 100 g / 1 100 g / 5g/ 10 g/1
(tahun) (kg)
gls ptg ptg gls 1 ptg sdm sdm
pepaya
Laki-laki
16-19 56 8x 3x 3x 1x 3x 5x 4x
20-45 62 9x 3x 3x 1x 3x 5x 4x
46-59 62 8x 3x 3x 1x 3x 5x 4x
60 62 6 1/2 3x 3x 1x 3x 4x 4x
Perempuan
16-19 50 5x 3x 3x 1x 3x 5x 4x
20-45 54 6x 3x 3x 1x 3x 5x 4x
46-59 54 6x 3x 3x 1x 3x 5x 4x
60 54 4x 3x 3x 1x 3x 4x 4x

Keterangan :
1. Anjuran makanan ini berlaku untuk orang sehat dengan aktifitas kerja sedang
2. Bahan makanan yang tertera, dapat diukur dengan bahan makanan lain dari golongan
yang sama sesuai dengan satuan penukar
3. 100 g nasi berasal dari 50 g beras
4. Lauk, sayuran dan buah diukur dalam keadaan mentah

DAFTAR BAHAN MAKANAN PENUKAR I

Ukuran Rumah Tangga


Arti singkatan :
bh : buah sdg : sedang
bj : biji bsr : besar
btg : batang ptg : potong
btr : butir sdm : sendok makan
bks : bungkus sdt : sendok teh
pk : pak gls : gelas
kcl : kecil ckr : cangkir

Berikut ini adalah persamaan antara ukuran rumah tangga dengan rata-rata berat :
1 sdm gula pasir : 10 g
1 sdm susu bubuk :5g
1 sdm tepung beras, tepung sagu :6g
1 sdm tepung terigu, meizena, hunkwe :5g
1 sdm margarin, mentega, minyak goring : 10 g
1 sdm kacang-kacang kering (kacang tanah, kacang
kedelai, kacang tolo, kacang hijau dan lain-lain : 10 g
1 gls nasi : 140 g / 70 g beras
1 ptg papaya ( 5 x 15 cm) : 100 g
1 bh pisang (3 x 15 cm) : 75 g
1 ptg tempe sdg ( 4 x 6 x 1 cm) : 25 g
1 ptg daging sdg (6 x 5 x 2 cm ) : 50 g
1 ptg ikan sdg (6 x 5 x 4 cm : 50 g
1 bj tahu bsr (6 x 6 x 2 cm) : 100 g
1 sdm = 3 sdt = 10 ml
1 gls = 24 sdm = 240 ml
1 ckr = 1 gls = 240 ml

Berikut adalah 7 golongan bahan makanan. Bahan makanan pada tiap golongan, dalam
jumlah yang dinyatakan dalam daftar bernilai sama. Oleh karenanya satu sama lain dapat saling
menukar dan disebut 1 satuan penukar

Golongan I : BAHAN MAKANAN SUMBER HIDRAT ARANG


Satu satuan penukar mengandung : 175 kkalori, 4 gram protein, 40 gram hidrat arang
Bahan Berat (g) Urt Bahan Makanan Berat (g) urt
Makanan
Nasi 100 gls Maizena *) 40 8 sdm
Nasi tim 200 1 gls Tepung beras 50 8 sdm
Bubur beras 400 2 gls Tepung singkong * 40 8 sdm
*
Nasi jagung 100 gls Tepung sagu 40 8 sdm
Kentang 200 2 bj sdg Tepung terigu 50 10 sdm
Singkong *) 100 1 bj bsr Tepung hunkwe * 40 8 sdm
Talas 200 1 bj sdg Mie kering 50 1 gls
Ubi 150 1 bj sdg Mie basah 100 1 gls
Biskuit meja 50 5 bh Makaroni 50 gls
Roti putih 80 4 iris Bihun 50 gls
Krakers 50 5 bh bsr
*)
Bahan makanan ini kurang mengandung protein sehingga perlu ditambahkan satuan penukar
bahan makanan sumber protein

Golongan II : BAHAN MAKANAN SUMBER PROTEIN HEWANI


Satu satuan penukar mengandung : 95 kkalori, 10 gram protein, 6 gram lemak
Bahan Berat (g) urt Bahan Makanan Berat (g) urt
Makanan
Daging sapi 50 1 ptg sdg Telur ayam negeri 60 1 btr bsr
Daging babi 25 1 ptg kcl Telur bebek 60 1 btr
Daging ayam 50 1 ptg sdg Ikan selar 50 1 ptg sdg
Hati sapi 50 1 ptg sdg Ikan asin 25 1 ptg sdg
Didih sapi 50 2 ptg sdg Ikan teri 25 3 sdm
Babat 60 2 ptg sdg Udang basah 50 gls
Usus sapi 75 3 bulatan Keju 30 1 ptg sdg
Telur ayam 60 2 btr Bakso daging 100 10 bj bsr
20 bj kcl

Golongan III : BAHAN MAKANAN SUMBER PROTEIN NABATI


Satu satuan penukar mengandung : 80 kkalori, 6 gram protein, 3 gram lemak, 8 gram hidrat
arang
Bahan Berat (g) urt Bahan Makanan Berat (g) urt
Makanan
Kacang hijau 25 2 sdm Keju kacang tanah 20 2 sdm
Kacang kedelai 25 2 sdm Oncom 50 2 ptg sdg
Kacang merah 25 2 sdm Tahu 100 1 bj bsr
Kacang tanah 20 2 sdm Tempe 50 2 ptg sdg
terkupas
Kacang tolo 25 2 sdm -
Golongan IV : SAYURAN

Sayuran kelompok A mengandung sedikit sekali energi, protein dan hidrat arang. Sayuran ini boleh
digunakan sekehendak tanpa diperhitungkan banyaknya
Baligo Kangkung Petsay
Daun bawang Ketimun Rebung
Daun kacang panjang Tomat Sawi
Daun koro Kecipir Selada
Daun labu siam Kol Seledri
Daun waluh Kembang kol Tauge
Daun lobak Labu air Tebu terubuk
Jamur segar Lobak Terong
Oyong (gambas) Pepaya muda Cabe hijau besar

Sayuran kelompok B dalam satu satuan penukar mengandung : 50 kkalori, 3 gram protein dan 10 gram
hidrat arang. Satu satuan penukar = 100 gram sayuran mentah dalam keadaan bersih = 1 gelas setelah
direbus dan ditiriskan
Bayam Daun melinjo Katuk
Bit Daun pakis Kucai
Buncis Daun singkong Labu siam
Daun bluntas Daun papaya Labu waluh
Daun ketela rambat Jagung muda Nangka muda
Daun kecipir Jantung pisang Pare
Daun lenca Genjer Tekokak
Daun lompong Kacanng panjang Wortel
Daun mangkokan Kacang kapri

Golongan V : BUAH - BUAHAN


Satu satuan penukar mengandung : 40 kkalori, 10 gram hidrat arang
Bahan Makanan Berat (g) urt Bahan Makanan Berat (g) urt
Avokad 50 bh bsr Mangga 50 1 bh bsr
Apel 75 bh bsr Nenas 75 1/6 bh sdg
Anggur 75 10 bj Nangka masak 50 3 bj
Belimbing 125 1 bh bsr Pepaya 100 1 ptg sdg
Jambu biji 100 1 bh bsr Pir 100 bh
Jambu air 100 2 bh sdg Pisang ambon 75 1 bh sdg
Jambu bol 75 bh sdg Pisang raja sereh 50 2 bh kcl
Duku 75 15 bh Rambutan 75 8 bh
Durian 50 3 bj Salak 75 1 bh bsr
Jeruk manis 100 2 bh sdg Sawo 50 1 bh sdg
Kedondong 100 1 bh bsr Sirsak 50 gls
Kemang 100 1 bh bsr Semangka 150 1 ptg bsr

Golongan VI : SUSU
Satu satuan penukar mengandung : 130 kkalori, 7 gram protein, 9 gram hidrat arang, 7 gram
lemak
Bahan Makanan Berat (g) urt Bahan Makanan Berat (g) urt
Susu sapi 200 1 gls Susu whole bubuk 25 5 sdm
Susu kambing 150 gls Susu skim bubuk *) 20 4 sdm
Susu kerbau 100 gls Susu kedelai bubuk 25 5 sdm
Susu kental tak manis 100 gls Yoghurt 200 1 gls
*)
untuk melengkapi lemaknya perlu ditambah 1 satuan penukar minyak

Golongan VII : MINYAK


Satu satuan penukar mengandung : 45 kkalori, 5 gram lemak
Bahan Makanan Berat (g) urt Bahan Makanan Berat (g) urt
Minyak goreng 5 sdm Kelapa parut 30 5 sdm
Minyak ikan 5 sdm Santan 50 gls
Margarin 5 sdm Lemak sapi 5 1 ptg kcl
Kelapa 30 1 ptg Lemak babi 5 1 ptg kcl
kcl

DAFTAR BAHAN MAKANAN PENUKAR II

Ukuran Rumah Tangga


Untuk memudahkan penggunaan, bahan makanan dalam daftar ini selain dalam ukuran
gram, juga dinyatakan dengan alat ukuran yang lazim terdapat dalam rumah tangga (urt). Cara ini
terbukti cukup teliti dan praktis dalam penyusunan diet. Dibawah ini dicantumkan keterangan
singkatan ukuran rumah tangga
bh : bh g : gram
bj : biji kcl : kecil
btg : batang ptg : potong
btr : butir sdg : sedang
bsr : besar sdm : sendok makan
gls : gelas (240 ml) sdt : sendok teh
Bahan makanan pada tiap golongan dalam jumlah yang dinyatakan pada daftar, bernilai gizi
hampir sama, oleh karena itu satu sama lain dapat saling menukar. Untuk singkatannya disebut
dengan istilah 1 satuan penukar.

Golongan I : SUMBER KARBOHIDRAT


1 satuan penukar mengandung : 175 kkalori, 4 g protein, 40 g karbohidrat
Bahan Makanan urt Berat (g)
Bihun gls 50
Bubur beras 2 gls 400
Biskuit 4 bh bsr 40
Havermout 5 sdm 45
Kentang 2 bj sdg 210
Krakers 5 bh bsr 50
Makaroni gls 50
Mie kering 1 gls 50
Mie basah 2 gls 200
Nasi gls 100

Bahan Makanan urt Berat (g)


Nasi tim 1 gls 200
Nasi putih 3 ptg sdg 70
Singkong 1 ptg 120
Talas 1 ptg 125
Tepung sagu 8 sdm 50
Tepung hunkwe 10 sdm 50
Tepung terigu 5 sdm 50
Tepung maizena 10 sdm 50
Tepung beras 8 sdm 50
Ubi 1 bj sdg 135

Golongan II : SUMBER PROTEIN HEWANI


1. Rendah Lemak
1 satuan penukar mengandung : 50 kkalori, 7 g protein, 2 g lemak
Bahan Makanan urt Berat (g)
Ayam tanpa kulit 1 ptg sdg 40
Babat 1 ptg sdg 40
Daging kerbau 1 ptg sdg 35
Dideh sapi 1 ptg sdg 35
Ikan 1 ptg sdg 40
Ikan asin 1 ptg kcl 15
Teri kering 1 sdm 15
Udang segar 5 ekor sdg 35

2. Lemak Sedang
1 satuan penukar mengandung : 75 kkalori, 7 g protein, 5 g lemak
Bahan Makanan urt Berat (g)
Bakso 10 bj sdg 170
Daging kambing 1 ptg sdg 40
Daging sapi 1 ptg sdg 35
Hati ayam 1 bh sdg 30
Hati sapi 1 bh sdg 35
Otak 1 ptg sdg 60
Telur ayam 1 btr 55
Telur bebek 1 btr 55
Usus sapi 1 ptg bsr 50

3. Tinggi Lemak
1 satuan penukar mengandung 150 kkalori, 7 g protein, 5 g lemak
Bahan Makanan urt Berat (g)
Ayam dengan 1 ptg sdg 55
kulit
Bebek 1 ptg sdg 45
Corned beef 2 sdm 45
Daging babi 1 ptg sdg 50
Kuning telur 4 btr 45
ayam
Sosis Ptg sdg 50

Golongan III : Sumber Protein Nabati


1 satuan penukar mengandung :75 kkalori, 5 g protein, 3 g lemak, 7 g karbohidrat
Bahan Makanan urt Berat (g)
Kacang hijau 2 sdm 20
Kacang kedelai 2 sdm 25
Kacang merah 2 sdm 20
segar
Kacang tanah 2 sdm 15
Kacang tolo 2 sdm 20
Keju kacang 1 sdm 15
tanah
Oncom 2 ptg kcl 40
Susu kedelai 2 sdm 25
bubuk
Tahu 1 bj bsr 110
Tempe 2 ptg sdg 50

Golongan IV : SAYURAN
Sayuran A
Bebas dimakan, kandungan energidapat diabaikan.
Baligo Lobak
Gambas (oyong) Slada air
Jamur kuping segar Slada
Ketimun Tomat
Labu air

Sayuran B
1 satuan penukar 1 gls (100 g) mengandung : 25 kkalori, 1 g protein, 5 g karbohidrat
Bahan Makaan
Bayam Kangkung
Bit Kucai
Buncis Kacang panjang
Brokoli Kecipir
Caisim labu siam
Daun pakis Labu waluh
Daun wuluh Pare
Genjer Pepaya muda
Jagung muda Rebung

Jantung pisang Sawi


Kol Tauge kacang hijau
Kembang kol Terong
Kapri muda Wortel

Sayuran C
1 satuan penukar 1 gls (100 g) mengandung : 50 kkalori, 3 g protein, 10 g karbohidrat
Bahan Makanan
Bayam merah Kacang kapri
Daun katuk Kluwih
Daun melinjo Melinjo
Daun papaya Nangka muda
Daun singkong Tauge kacang kedelai
Daun tales

Golongan V : BUAH DAN GULA


1 satuan penukar mengandung : 50 kkalori, 12 g karbohidrat
Bahan Makanan urt Berat (g)
Anggur 20 bh sdg 165
Apel 1 bh 85
Belimbing 1 bh bsr 140
Bleweh 1 ptg sdg 70
Duku 9 bh 80
Durian 2 bj bsr 35
Gula *) 1 sdm 13 *
Jambu air 2 bh bsr 110
Jambu biji 1 bh bsr 100
Jambu bol 1 bh kcl 90
Jeruk manis 2 bh 110
Kedondong 2 bh sdg 120
Kemang 1 bh bsr 105

Bahan Makanan urt Berat (g)


Kolang kaling 5 bh sdg 25
Kurma 3 bh 15
Iychee 10 bh 75
Madu 1 sdm 15
Mangga bh bsr 90
Melon 1 ptg bsr 190
45
Nangka masak 3 bj bsr
Nenas bj sdg 95
Peach 1 bh kcl 115
Papaya 1 ptg bsr 110
Pisang 1 bh 50
Rambutan 8 bh 75
Salak 2 bh sdg 65
Sawo 1 bh sdg 55
Semangka 1 ptg bsr 180
Sirsak gls 60
*)
Gula tidak mengandung vitamin dan mineral sedangkan buah merupakan sumber vitamin dan
mineral

Golongan VI : SUSU
1. Susu Tanpa Lemak
1 satuan penukar mengandung : 75 kkalori, 7 g protein, 10 g karbohidrat
Bahan Makanan urt Berat (g)
Susu skim air 1 gls 200
Susu skim bubuk 4 sdm 20
Yoghurt non fat 2/3 gls 120

2. Susu Rendah Lemak


1 satuan penukar mengandung : 125 kkalori, 7 g protein, 6 g lemak, 10 g karbohidrat
Bahan Makanan urt Berat (g)
Keju 1 ptg kcl 35
Susu kambing gls 165
Susu sapi 1 gls 200
Susu kental manis gls 100
Yoghurt susu penuh 1 gls 200

3. Susu Tinggi Lemak


1 satuan penukar mengandung : 150 kkalori, 7 g protein, 10 g lemak, 10 g karbohidrat
Bahan Makanan urt Berat (g)
Susu kerbau gls 100
Susu penuh bubuk 6 sdm 30

Golongan VII : MINYAK


1 satuan penukar mengandung : 50 kkalori, 5 g lemak
1. Lemak tidak jenuh
Bahan Makanan urt Berat (g)
Avokad bh bsr 60
Kacang almon 7 bj 10
Margarin jagung 1 sdt 5
Minyak bunga matahari 1 sdt 5
Minyak jagung 1 sdt 5
Minyak kacang tanah 1 sdt 5
Minyak kedelai 1 sdt 5
Minyak zaitun 1 sdt 5

2. Lemak jenuh
Bahan Makanan urt Berat (g)
Kelapa 1 ptg kcl 15
Kelapa parut 2 sdm 15
Lemak babi/sapi 1 ptg kcl 5
Mentega 1 ptg kcl 5
Minyak kelapa 1 sdt 5
Minyak inti kelapa sawit 1 sdt 5
Santan 1/3 gls 40

Golongan VIII : MAKANAN TANPA ENERGI


Agar-agar Gula alternative : aspartame, sakarin
Air kaldu Kecap
Air mineral Kopi
Cuka Teh
Gelatin

DAFTAR KADAR NATRIUM DAN KALIUM BAHAN MAKANAN


( mg/100 g bahan makanan)
I. Sumber Hidrat Arang
Bahan Makanan Natrium Kalium Bahan Makanan Natrium Kalium
Beras giling 5 100 Roti baker 700 150
Beras giling 5 202 Roti cokelat 500 200
Beras ketan 5 282 Roti cokelat tak beragam 10 200
Beras merah 2 195 Roti kismis 300 91
Bihun 13 195 Roti putih 530 94
Biskuit 500 200 Roti putih tak beragam 3 150
Havermour 5 400 Roti susu 500 394
Jagung kuning 5 260 Singkong 3 926
Kentang 7 396 Tepung kedelai 11 400
Krakers (soda) 110 120 Tepung tapioka 5 400
Krakers graham 710 330 Tepung terigu 2 150
Kue-keu 250 100 Ubi kuning 36 304
Makaroni 3 132 Ubi putih 31 210
Misoa 1 96 Vermiseli 6 130

II. Sumber Protein Hewani


Bahan Makanan Natrium Kalium Bahan Makanan Natrium Kalium
Ayam 100 350 Ikan tongkol 180 470
Corned beef 1250 100 Kantong perut sapi/babat 57 158
Daging anak sapi 100 350 Keju 1250 100
Daging babi 30 21 Lidah 100 250
Daging bebek 200 300 Merah telur ayam 108 169
Daging domba 100 350 Merah telur bebek 105 106
Daging kelinci 50 350 Paru-paru sapi 190 136
Daging sapi 93 489 Putih telur ayam 215 172
Ekor sapi 73 159 Putih telur bebek 228 158
Ginjal 200 300 Sosis 1000 250
Ham 1250 350 Telur ayam 158 176
Hati babi 150 350 Telur bebek 191 258
Hati sapi 110 213 Udang 185 333
Ikan 100 300 Usus besar 84 177
Ikan mas - 335 Usus halus 123 213
Ikan sardin 131 501

III. Sumber Protein Nabati


Bahan Makanan Natrium Kalium Bahan Makanan Natrium Kalium
Kacang hijau 6 1132 Kacang tanah 4 421
Kacang kedelai - 1504 Kecap 4000 500
Kacang kedelai - 1504 Keju kacang tanah 607 670
kuning Tahu 12 151
Kacang kedelai - 410 Tempe - -
hitam
Kacanng mete 26 420
Kacang merah 19 1151

IV. Sayuran
Bahan Makanan Natrium Kalium Bahan Makanan Natrium Kalium
Andewi 14 294 Ketimun 5,3 122
Bayam 4 416 Kol 10 238
Bawang merah 9 166 Paterseli 28 900
Bawang putih 18 373 Petsay 22 279
Bit 36 330 Prei 5 316
Daun papaya 16 652 Selada 15 203
muda 18 295 Seledri batang 75 350
Kacang buncis 11 295 Seledri daun 96 326
Kacang kapri 1 370 Tomat 4 235
(biji) 20 349 Wortel 70 245
Kapri
Kembang kol

V. Buah-buahan
Bahan Makanan Natrium Kalium Bahan Makanan Natrium Kalium
Avokad 2 278 Jeruk manis 4 137
Anggur 6 111 Jeruk 2 162
Apel hijau 2 130 Nenas 2 125
Apel merah 3,8 203 Pepaya 4 221
Arbei 1 193 Pisang 18 435
Belimbing 4 130 Sari apel 1 95
Duku 1 232 Sawo 3 181
VI. Susu
Bahan Makanan Natrium Kalium Bahan Makanan Natrium Kalium
Cokelat susu 100 500 Susu kental tak bergula 140 303
Es krim 100 90 Susu penuh cair 36 150
Susu 50 150 Susu penuh bubuk 380 1200
Susu asam bubuk 600 1800 Susu skim cair 38 149
Susu kambing 50 200 Susu skim bubuk 470 1500
Susu kental manis 150 320 Yoghurt 75 200

VII. Lemak
Bahan Makanan Natrium Kalium Bahan Makanan Natrium Kalium
Kelapa 7 555 Margarin tak beragam 15 10
Lemak babi 1500 250 Mentega 987 15
margarin 987 23 santan 4 324

VIII. Lain-lain
Bahan Makanan Natrium Kalium Bahan Makanan Natrium Kalium
Bir (4% alkohol) 8 46 Bagelslag 25 300
Bouillion blok 5000 100 Jam 15 75
Bubuk cokelat 500 1000 Kopi 0,03 16
Cokelat putih 4 830 Madu 60 210
Garam 38758 4 Teh 10 1800
Gula merah 24 230 Tomato ketchup 2100 800
Gula putih 0,3 0,5

DAFTAR KADAR SERAT BAHAN MAKANAN


(dalam satu satuan penukar II)
I. Sumber Karbohidrat
Bahan Makanan urt Kadar serat (g)
Kasar Total
Bengkuang 2 bj sdg 1,280 6400
Beras giling (nasi) gls 0,200 1000
Beras giling pelita (nasi) gls 0,220 1100
Beras giling 1/11 pelita (nasi) gls 0,180 0,900
Beras jagung (nasi) gls 0,650 3,250
Eras ketan putih (nasi) gls 0,200 1,000
Beras ketan hitam (nasi) gls 0,500 2,500
Beras pecah kulit (nasi) gls 0,400 2,000
Beras parboiled (nasi) gls 0,250 1,250
Beras rojolele (nasi) gls 0,100 0,500
Beras tipa-tipa (nasi) gls 0,650 3,250
Biskuit 4 bh bsr 0,160 0,800
Havermout 5 sdm 0,315 1,575
Jagung segar kuning 3 bj sdg 2,750 12,500
Kentang 2 bh sdg 1,050 5,250
Maizena 10 sdm 0,000 0,000
Makaroni gls 0,050 0,250
Mie basah 2 gls 0,000 0,000
Mie kering 1 gls 0,200 1,000
Nasi gls 0,000 0,000
Roti putih 3 iris 0,140 0,700
Singkong 1 ptg 1,080 5,400
Sukun tua 3 ptg sdg 2,050 10,250
Tape ketan hitam 5 sdm 0,315 1,150
Tepung sagu 8 sdm 0,050 0,250
Tepung singkong 5 sdm 0,000 0,000
Tepung terigu 5 sdm 0,150 0,750
Ubi jalar kuning 1 bj sdg 2,010 0,750
Ubi jalar merah 1 bj sdg 0,980 4,900
Ubi jalar putih 1 bj sdg 0,980 4,900

II. Sumber Protein Nabati


Bahan Makanan urt Kadar serat (g)
Kasar Total
Biji kacang gude 2 sdm 0,920 4,600
Kacang bogor 2 sdm 0,500 2,500
Kacang hijau 2 sdm 1,500 7,500
Kacang kedelai basah 2 sdm 1,550 7,750
Kacang kedelai kering 2 sdm 0,800 4,000
Kacang kecipir 2 sdm 2,140 10,700
Kacang mete 1 sdm 0,120 0,600
Kacang merah 2 sdm 0,800 4,000
Kacang tanah rebus kulit 2 sdm 0,200 1,000
Kacang tanah dengan selaput 5 sdm 0,435 2,175
Kacang tolo 2 sdm 0,320 1,600
Keju kacang tanah 1 sdm 0,240 1,200
Oncom 2 ptg kcl 4,920 24,600
Tahu 1 bj bsr 0,111 0,555
Tempe 2 ptg sdg 0,700 3,500
Tempe kacang babi 2 ptg sdg 0,990 4,950
Tempe koro benguk 2 ptg sdg 1,300 6,500
Wijen 2 sdm 1,635 8,175

III. Sayuran
Bahan Makanan urt Kadar serat (g)
Kasar Total
Daun kumak (oyong) gls 1,620 8,100
Ketimun 2 bj sdg 1,650 8,250
Labu air 1 gls 0,630 3,150
Daun selada 4 gls 0,580 2,900
Lobak 1 gls 0,725 3,390
Selada 16 lbr 1,430 7,150
Selada air 3 gls 0,250 4,250
Awing bombai bh 0,660 3,300
Awing merah 10 siung 0,390 1,950
Bayam gls 0,490 2,450
Bayam merah gls 0,750 3,750
Bit gls 0,180 0,900
Brokoli 1 gls 0,950 4,500
Buncis gls 1,330 6,650
Cabe hijau besar 7 bj 3,300 16,500
Cabe merah besar 7 bj 1,280 6,400
Caisim 1 bj 1,500 7,500
Daun bawang gls 0,850 4,250
Daun kacang panjang 1 gls 1,432 7,160
Daun katuk gls 0,637 3,185
Daun koro 1 gls 1,100 5,375
Daun pakis gls 1,312 6,560
Daun pohpohan gls 1,755 8,775
Daun singkong gls 0,840 4,200
Daun talas gls 1,050 5,250
Jagunng muda 1 gls 0,600 3,000
Jantung pisanng segar gls 0,800 4,000
Kacang buncis gls 4,275 5,440
Kacanng panjang gls 0,175 3,740
Kembang kol 1 gls 1,300 6,500
Kol gls 0,945 4,725
Kucai gls 0,660 3,300
Labu siam gls 0,570 2,850
Melinjo gls 1,050 5,250
Nangka muda gls 0,200 1,000
Pare gls 1,275 6,375
Pecay 1 gls 0,860 4,300
Pepaya muda gls 0,950 4,750
Rebung gls 0,760 3,800
Sawi 1 gls 0,900 4,500
Seledri 4 gls 0,875 4,375
Tauge kacang hijau 1 gls 1,121 6,050
Tauge kacang kedelai gls 0,413 2,065
Tomat 1 bh sdg 1,975 9,375
Wortel gls 0,600 3,000

IV. Buah-buahan
Bahan Makanan urt Kadar serat (g)
Kasar Total
Anggur 20 bh sdg 1,980 9,900
Apel merah 1 bh kcl 0,225 1,275
Apel malang 1 bh sdg 0,706 0,530
Belimbing 1 bh bsr 2,700 13,500
Belewah 1 ptg sdg 0,455 2,725
Duku 16 bj 0,320 1,600
Jambu air 2 bh bsr 0,880 4,400
Jambu biji 1 bh bsr 0,450 22,500
Jambu bol 1 bh kcl 0,630 3,150
Jeruk manis 2 bh sdg 0,055 0,275
Jeruk nipis 1 gls 0,540 2,700
Kedondong masak 2 bh sdg 3,760 13,800
Kesemek bh kcl 0,780 3,900
Kolang-kaling 5 bj sdg 3,350 16,750
Kiwi 1 bh 1,100 5,500
Kurwa 3 bh 0,240 1,200
Lontar 16 bh 2,960 14,800
Lychee 10 bh 0,375 1,875
Mangga arum manis 1 bh sdg 0,440 2,200
Mangga golek bh sdg 0,320 1,600
Mangga indramayu bh sdg 0,280 1,400
Manggis 2 bh sdg 2,080 20,400
Markisa bh sdg 3,990 19,950
Melon bh sdg 0,760 3,800
Nangka masak 3 bj sdg 2,520 12,600
Nenas bh sdg 0,570 2,850
Pala 4 bh sdg 4,200 21,000
Pepaya 1 ptg sdg 0,950 4,750
Peach 1 bh kcl 1,850 9,250
Pear bh sdg 2,210 11,050
Pisang ambon 1 bh kcl 0,300 1,500
Pisang kepok 1 bj 0,090 0,450
Pisang lampung 2 bh sdg 0,250 1,250
Pisang mas 2 bh 0,680 3,400
Pisang raja sereh 2 bh kcl 0,280 1,400
Plum 2 bh 1,120 5,600
Rambutan 8 bh 0,225 1,125
Salak 2 bh sdg 1,845 4,225
Sawo 1 bh sdg 0,440 2,200
Semangka 2 ptg sdg 0,360 1,800
Sirsak gls 0,960 4,800
Srikaya 2 bh sr 1,051 5,225

V. Sumber Minyak
Bahan Makanan urt Kadar serat (g)
Kasar Total
Avokad bh bsr 3,840 17,400
Kacang almond 7 bj 1,100 5,500
Kelapa 1 ptg kcl 0,945 2,475

DAFTAR KOMPOSISI LEMAK, ASAM LEMAK


DAN KOLESTEROL BAHAN MAKANAN (g/100 g bahan makanan)
No Bahan Makanan Lemak Lemak Lemak tak jenuh Kolesterol
Oleat Linoleat
total jenuh
1 Beras 1,1 0,3 0,3 0,2 -
Roti 1,2 0,3 0,7 -
Jagung 1,3 1,2 0,3 0,7 -
Havermout 7,4 1,5 2,3 2,9 -
Tepung terigu 1,3 0,1 0,3 0,5 -
2 Daging sapi 14 5,1 1 0,5 70
Daging kambing 9,2 3,6 4 0,6 70
Daging babi 35 11,3 16,2 3,7 70
Daging ayam 25 0,9 10,5 2,9 60
Ikan 4,5 1 1,1 0,7 70
Telur 11,5 3,7 5,1 0,8 550
Udang 0,2 - - 125
Hati 3,2 - - - 300
Otak 8,6 - - - 2000
3 Kacang tanah 2,8 9,4 16,5 13,8 -
Kacang kedelai 15,6 2 4,4 7,9
Kacang mete 49,6 5,5 32,2 8,6 -
Kelapa tua 34,7 29,4 1,9 -
Tahu 4,6 1 1 2,1 -
Avokad 8,6 1,1 2,7 0,7 -
4 Susu sapi cair 3,5 1,8 1,1 11
Susu kambing cair 3,8 2,4 1 0,2 -
Susu kerbau 12 7,4 3,1 0,1 -
Susu ibu 3,2 1,5 1 0,3 -
Susu bubuk penuh 30 16,3 9,8 1 85
Susu kental tak manis 7,9 4 3
keju 20,3 11,3 6,9 0,6 100
5 Minyak kelapa 98 80,2 9,9 3,2 -
Minyak jagung 100 9,4 25,4 54,6 -
Minyak biji kapas 100 32,7 21,6 40,4 -
Minyak zaitun 100 19,1 58,8 16,9 -
Minyak kacang tanah 100 21,9 38,4 32,3 -
Minyak kacang 99,9 12,8 28,9 51 -
kedelai 100 26,2 38,5 31,5 -
Minyak wijen 100 9,8 11,7 72,9 -
Minyak biji bunga 81 21 46,1 7,2 -
matahari 81,6 44,1 23,3 2,1 250
Margarin 100 28,4 40,9 19,1 95
Mentega
Lemak babi

DAFTAR KADAR KALSIUM DAN FOSFOR BAHAN MAKANAN]


(mg/100g bahan makanan)
1. Serealia
Bahan Makanan Kandungan
Kalsium Fosfor
Beras giling 59 258
Beras tumbuk 72 205
Beras ketan hitam 10 347
Tapai ketan hitam 8 106
Beras ketan putih 13 157
Tapai ketan putih 6 35
Beras merah tumbuk 15 257
Tepung terigu 22 150
Mie 31 143
Misoa 52 120
Beras jagung 14 311
Jagung rebus 7 171

2. Umbi-umbian
Bahan Makanan Kandungan
Kalsium Fosfor
Gadung 79 66
Kentang 63 58
Singkong 77 24
Talas 47 67
Ubi jalar 51 47

3. Biji-bijian dan kacang-kacangan


Bahan Makanan Kandungan
Kalsium Fosfor
Biji jambu mete 416 538
Jengkol 29 45
Kacang bogor goreng 135 184
Kacang hijau 223 319
Kacang kedelai 222 682
Kacang gembus 204 80
Tempe kedelai murni 155 326
Tahu 223 183
Kembang tahu 378 781
Kacang merah segar 293 134
Kacang tanah 316 456

4. Sayuran
Bahan Makanan Kandungan
Kalsium Fosfor
Bayam kukus 239 35
Bayam rebus 150 35
Buncis 107 42
Caisin 123 40
Daun kacang panjang 200 66
Daun katuk 233 98
Daun pakis 136 159
Daun pohpohan 744 80
Daun singkong 166 99
Kacang panjang kukus 100 91
Kacang panjang rebus 71 68
Kangkung 70 49
Ketimun 291 95
Kulit melinjo 117 179
Paria putih 31 65
Selada air segar 95 152
Toge segar 166 74
Tomat merah 8 77
Wortel 45 74

5. Buah-buahan
Bahan Makanan Kandungan
Kalsium Fosfor
Apel malang 9 18
Nenas 22 14
Pisang ambon 20 42
Pisang sale 232 64
Pisang raja sereh 16 38
Salak bali 94 25
Salak pondoh 38 31
Sawo 18 45
Sukun muda 24 44

6. Telur
Bahan Makanan Kandungan
Kalsium Fosfor
Telur ayam kampung 67 334
Telur ayam ras 86 258
Telur bebek 100 347

7. Ikan, Kerang dan udang


Bahan Makanan Kandungan
Kalsium Fosfor
Belida 52 216
Belut 390 533
Cumi-cumi 32 200
Gabus 90 192
Kerang 321 270
Mujair 96 209
Telur ikan 235 544
Terasi 3812 1976
Teri kering 1200 1500
Teri segar 500 500
Udang kering 1209 1225
Udang segar 135 8
Rebon kering 2306 265

8. Susu
Bahan Makanan Kandungan
Kalsium Fosfor
Susu kental manis 275 209
Susu kental tak manis 243 195
Susu sapi 143 60
Susu skim 123 97
Susu penuh bubuk 904 694
Susu skim bubuk 1300 1030

9. Serba-serbi
Bahan Makanan Kandungan
Kalsium Fosfor
Agar-agar lauk 400 125
Tepung sagu 11 13
KOMPOSISI BAHAN MAKANAN BERBAGAI JENIS KUE RP*)
DAN NILAI GIZI / PORSI
No Jenis kue RP Bahan makanan Berat urt Nilai gizi per porsi
(g)
1 Kue pepe/lapis Tepung sagu 300 2 gls Energi : 144 kkal
Santan kental 600 ml 3 gls Protein : 0,7 g
Jumlah : 20 porsi Gula pasir 300 1 gls Lemak : 3 g
Karbohidrat : 29 g
Kalsium : 10 mg
Besi : 0,3 mg
Vitamin A : 0
Tiamin : 0
Vitamin C : 1 mg
2 Kue cantik manis Tepung maizena 100 20 sdm Energi : 117 kkal
Santan kental 750 ml 3 gls Protein : 0,8 g
Jumlah : 20 porsi Gula pasir 200 20 sdm Lemak : 4 g
Cantik manis 100 gls Karbohidrat : 21 g
Kalsium : 11 mg
Besi : 0,2 mg
Vitamin : 0
Tiamin : 0
Vitamin C : 1 mg
3 Kue klepon ubi Ubi putih 450 3 bh sdg Energi : 120 kkal
Tepung sagu 300 2 gls Protein : 0,6 g
Jumlah : 20 porsi Gula merah 200 4 bh Lemak : 0,3 g
Kelapa muda 120 bh Karbohidrat : 29 g
Kalsium : 14 mg
Besi : 0,9 mg
Vitamin A : 14 RE
Tiamin : 0
Vitamin C : 5 mg
*)
Kue RP lai dapat dikembangkan dengan komposisi bahan makanan sejenis
Nilai Gizi Rata-Rata 1 Porsi Kue RP
Energi : 127 kkal Vitamin : 5 RP
Protein : 0,7 g Tiamin :0
Lemak :2g Vitamin C : 2 mg
Karbohidrat : 26 g
Kalsium : 12 mg
Besi :0,5
Standar Makanan Rumah Sakit Martha Friska 2008
STA

137