Anda di halaman 1dari 3

Journal Eduhealth

Journal Content Search

Browse

By Issue
By Author
By Title
Other Journals

Font Size
Make font size smaller Make font size default Make font size larger

User
Username
Password

Remember me
Language

Home
About
Login
Register
Search
Current
Archives

Home > Vol 2, No 1 (2012) > Ghofar

HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI SERAT DENGAN KEJADIAN


KONSTIPASI PADA LANSIA DI DUSUN TAMBAKBERAS DESA
TAMBAKREJO KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG

Abdul Ghofar, Hermin Mardiana

Abstract

ABSTRAK
Semua orang dapat mengalami konstipasi terlebih pada lanjut usia akibat gerakan peristaltik
lebih lambat dan kemungkinan sebab lain. Kebanyakan terjadi jika makan kurang berserat,
kurang minum, dan kurang olahraga. Kasus konstipasi umumnya diderita masyarakat umum
sekitar 4-30 persen pada kelompok usia 60 tahun ke atas. Desain yang digunakan dalam
penelitian ini adalah korelasional (hubungan/asosiasi) dengan pendekatan cross sectional.
Populasi terdiri dari 63 orang dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden dengan
menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independent adalah tingkat
konsumsi serat dan variabel dependent kejadian konstipasi pada lansia. Data yang
terkumpul dianalisis dengan uji statistik spearman rho dengan tingkat kemaknaan =0,05.
Hasil analisa menunjukkan hampir setengah responden yang berjumlah 18 (33,3 %)
responden tidak mengalami konstipasi dengan tingkat konsumsi serat cukup dan sebagian
kecil responden mengalami konstipasi kronis dengan tingkat konsumsi serat kurang yang
berjumlah 8 (14,8 %) responden. Dari uji statistik dengan menggunakan uji korelasi
spearman rho didapatkan hasil signifikansi 0.025 ( 0,05) dan koefisien korelasi -0,305
berarti ada hubungan antara tingkat konsumsi serat dengan kejadian konstipasi. Lansia yang
mengalami kostipasi disebabkan karena kurang dalam mengkonsumsi serat, kurang minum,
kurang gerak, dan sering menunda buang air besar. Maka diharapkan lansia di dusun
Tambakberas desa Tambakrejo kecamatan Jombang kabupaten Jombang meningkatkan
konsumsi serat sehingga diharapkan kejadian konstipasi dapat berkurang.

Kata Kunci : Konsumsi Serat, Kejadian Konstipasi, Lansia

ABSTRACT

All people may experience constipation especially in the elderly due to slower peristaltic
movements and other possible factors. Most the occurrence of constipation occurs when they
have less fiber consumption, less drinking, and lack of exercise. The case of constipation
generally (4-30 percent) suffered to 60 years and over. The design used in this study is
corelational with cross sectional approach. The population consists of 63 people with 54
respondents as sample which taken by using simple random sampling technique. The
independent variable is "the level of fiber consumption" and the dependent variable is "the
incidence of constipation in the elderly". The data collected are analyzed by statistic
Spearman's rho test with the level significance of = 0.05. The analysis results that half of
respondents (18 respondents (33.3%)) who have enough fiber consumption do not experience
constipation; while fairly small portion of respondents (8 respondents(14.8%)) who have
insufficient fiber consumption experienced chronic constipation. The result of the statistical
tests using Spearman's rho test shows a significant correlation of 0.025 ( 0.05) with the
correlation coefficient of -0.305 which means there is a relationship between the level of fiber
consumption and the incidence of constipation. The incidence of constipation in elderly are
commonly because of less fiber consumption, less drinking, less motion, and the frequent
restraining of defecation. Therefore it is suggested that the elderly in Tambakrejo,
Tambakberas village, Jombang district, Jombang regency increase their fiber consumption to
reduce the incidence of constipation.

Keywords: consumption of fiber, constipation, elderly

Anda mungkin juga menyukai