Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Remunerasi sebagai...

(Rico Septian Noor) 1-9

REMUNERASI SEBAGAI BAGIAN DARI REFORMASI BIROKRASI

Oleh: Rico Septian Noor


Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
e-mail: rico_septian1989@yahoo.co.id

Abstrak: Semangat dari agenda Reformasi Birokrasi di Indonesia adalah untuk


mewujudkan Tatanan Birokrasi yang baik yaitu birokrasi yang dijalankan oleh Aparatur
Sipil Negara yang selalu memegang teguh prinsip yang mendukung dan melancarkan
pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan negara.Pelaksanaan Fungsi dan Tugas oleh
aparatur Negara tersebut melalui praktek-praktek prinsip Good Governance atau Tata
Kelola Pemerintahan yang baik. Salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka
Reformasi Birokrasi tersebut yaitu pemberian Remunerasi bagi Aparatur Sipil Negara.
Pemberian Remunerasi sebagai upaya peningkatan kesejahteraan yang hendaknya
sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik yang muara nya pada tercapai nya
Reformasi Birokrasi yang baik di Indonesia.

Kata Kunci: Remunerasi, Reformasi Birokrasi

LATAR BELAKANG MASALAH Structure follows strategy. Melalui prinsip


tersebut, dalam pengelolaan organisasi
Pengaruh global telah membawa pemerintah terlebih dahulu perlu
perubahan yang mendasar terhadap tatanan ditentukan tujuan organisasi yang diikuti
kehidupan masyarakat di Indonesia. dengan penyusunan jumlah personalia,
Tuntutan masyarakat pun semakin kualifikasi, tugas, tanggung jawab, sistem
meningkat terhadap pelayanan yang dan prosedur pengambilan keputusan,
diberikan olehAparatur Sipil Negara sistem komunikasi, dan rentang kendali
(ASN) sebagai Pelayan Publik (Public (span of control) organisasi. Sementara itu
Servant).Namun pada kenyataan yang ada berbagai upaya reformasi birokrasi yang
hasilnya ternyatabelum sesuai telah dilakukan melalui kegiatan yang
harapanmasyarakat. Untuk mencapai rasional dan realistis dirasakan kurang
harapan masyarakat tersebut maka memadai dan masih memerlukan berbagai
perludilakukan upaya-upaya perubahan penyempurnaan. Hal tersebut terkait
salah satu nya dengan cara mempercepat dengan banyaknya permasalahan yang
proses Reformasi Birokrasi.Jika berbicara belum sepenuhnya teratasi. Dari sisi
mengenai Konsep Reformasi Birokrasi internal, berbagai factor seperti demokrasi,
maka juga tidak terlepas dari sebuah sistem desentralisasi dan internal birokrasi itu
yang ada dalam birokrasi tersebut, sistem sendiri, masih berdampak pada tingkat
tersebut yaitu sebuah manajemen kompleksitas permasalahan dan dalam
kepegawaian, manajemen Kepegawaian upaya mencari solusi jangka pendek
yang baik seyogyanya mengikuti prinsip menengah maupun jangka panjang.

ISSN : 2085-4757 1
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Remunerasi sebagai...(Rico Septian Noor) 1-9

Sedangkan dari sisi eksternal, faktor yang terjadi dengan cepat; makin derasnya
globalisasi dan revolusi teknologi arus informasi dari manca negara yang
informasi juga akan kuat berpengaruh dapat menimbulkan infiltrasi budaya dan
terhadap pencarian alternatif-alternatif terjadinya kesenjangan informasi dalam
kebijakan dalam bidang aparatur negara. masyarakat (digital divide). Perubahan-
Dari sisi internal, faktor demokratisasi dan perubahan ini, membutuhkan aparatur
desentralisasi telah membawa dampak negara yang memiliki kemampuan
pada proses pengambilan keputusan pengetahuan dan keterampilan yang handal
kebijakan public. Dampak tersebut Terkait untuk melakukan antisipasi, menggali
dengan, makin meningkatnya tuntutan potensi dan cara baru dalam menghadapi
akan partisipasi masyarakat dalam tuntutan perubahan. Di samping itu
kebijakan publik; meningkatnya tuntutan aparatur Negara harus mampu
penerapan prinsip-prinsip tata meningkatkan daya saing, dengan
kepemerintahan yang baik antara lain melakukan aliansi strategis untuk menjaga
transparansi, akuntabilitas dan kualitas keutuhan bangsa. Pelaksanaan reformasi
kinerja publik serta taat pada hukum; birokrasi hingga saat ini masih dirasakan
meningkatnya tuntutan dalam penyerahan kurang berjalan sesuai dengan tuntutan
tanggung jawab, kewenangan dan reformasi, hal tersebut terkait dengan
pengambilan keputusan. Demikian pula, tingginya kompleksitas permasalahan
secara khusus dari sisi internal birokrasi itu dalam upaya mencari solusi perbaikan
sendiri, berbagai permasalahan masih terkait berbagai permasalahan di bidang
banyak dihadapi. Permasalahan tersebut Birokrasi tersebut. Masih tingginya tingkat
antara lain adalah: pelanggaran disiplin, penyalahgunaan wewenang, banyaknya
penyalahgunaan kewenangan dan praktek KKN, dan masih lemahnya
penyimpangan yang tinggi; rendahnya pengawasan terhadap kinerja aparatur
kinerja sumber daya aparatur; sistem negara merupakan cerminan dari kondisi
kelembagaan (organisasi) dan kinerja birokrasi yang masih jauh dari
ketatalaksanaan (manajemen) pemerinta- harapan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu
han yang belum memadai; rendahnya upaya yang lebih komprehensif dan
efisiensi dan efektifitas kerja; rendahnya terintegrasi dalam upaya mendorong
kualitas pelayanan umum; rendahnya peningkatan kinerja birokrasi aparatur
kesejahteraan PNS atau ASN; dan negara. Tuntutan untuk menciptakan
banyaknya peraturan perundangundangan pemerintahan yang bersih dan akuntabel
yang sudah tidak sesuai dengan merupakan amanah reformasi dan tuntutan
perkembangan keadaan dan tuntutan seluruh rakyat Indonesia. Reformasi
pembangunan. Birokrasi yang salah satunya agenda nya
Sedangkan dari sisi eksternal, faktor yaitumelalui program remunerasi yang
globalisasi dan revolusi teknologi berfungsi sebagai upaya peningkatan
informasi merupakan tantangan sendiri kesejahteraanAparatur Sipil Negara
dalam upaya menciptakan pemerintahan (ASN)sehingga diharapkan dengan
yang bersih dan berwibawa. Hal tersebut pemberian remunerasi tersebut maka
terkait dengan makin meningkatnya pelayanan kepada masyarakat dapat
ketidakpastian akibat perubahan faktor menjadi semakin baik dan juga menunjang
lingkungan politik, ekonomi, dan sosial

ISSN : 2085-4757 2
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Remunerasi sebagai...(Rico Septian Noor) 1-9

keberhasilan dan tujuan dari reformasi kontekstual, sehingga memiliki keragaman


birokrasi tersebut . arti. Dalam konteks birokrasi pemerintah,
remunerasi dikaitkan dengan penataan
PERMASALAHAN kembali sistem penggajian pegawai yang
didasarkan pada penilaian kinerja, dengan
Dari berbagai uraian tersebut diatas tujuan terciptanya sistem tata kelola
maka permasalahan yang dapat menjadi pemerintah yang baik dan bersih.
rumusan masalah yang diangkat dalam Sementara dalam konteks perusahaan,
penulisan ini yaitu: Bagaimana Program remunerasi diartikan sebagai sebuah
Remunerasi yang diberikan bagi Aparatur bentuk tindakan balas jasa atau imbalan
Sipil Negara(ASN) sebagai bagian dari yang diterima pekerja atas prestasi
Reformasi Birokrasi tersebut? kinerjanya. Menurut kamus besar Bahasa
Indonesia Pusat Bahasa edisi keempat
METODE PENELITIAN Kementerian PendidikanNasional,
remunerasi diartikan sebagai uang yang
Dalam pembuatan suatu karya ilmiah diberikan sebagai balas jasa untuk
dalam ilmu hukum tentu tidak akan pekerjaan yangdilakukan. Secara harfiah
terlepas dari metode penulisan yang remunerasi juga diartikan sebagai
didasarkan pada hasil penelitian baik substitusi dari uang yang ditetapkan
penelitian normatif maupun penelitian dengan peraturan tertentu sebagai imbal
empiris. Penelitian yang digunakan dalam balik suatu pekerjaan yang dilakukan oleh
tulisan ini adalah penelitian dengan metode pekerja.Remunerasi di lingkungan
yuridis Normatif (Legal Research) yaitu Aparatur Sipil Negara adalah merupakan
dengan cara meneliti bahan pustaka atau bagian yg tidak terpisahkan dari Kebijakan
data sekunder. Dalam penulisan ini Reformasi birokrasi. Dilatarbelakangi oleh
digunakan Pendekatan Konseptual kesadaran sekaligus komitmen pemerintah
(conseptual approach). Bahan hukum yang untuk mewujudkan clean and good
digunakan dalam penulisan ini adalah governance.
bahan hukum primer, sekunder, dan bahan Namun pada tataran pelaksanaannya,
hukum tersier. Bahan-bahan hukum itu Perubahan dan pembaharuan yang
kemudian disusun secara sistematis dikaji dilaksanakan dalam rangka mewujudkan
secara mendalam untuk selanjutnya ditarik tata pemerintahan yang bersih dan
kesimpulan. berwibawa tersebut tidak mungkin akan
dapat dilaksanakan dengan baik (efektif)
PEMBAHASAN tanpa kesejahteraan yang layak dari
aparatur sipil negara yang mengawakinya.
Arti harfiah Remunerasi berdasarkan Perubahan dan pembaharuan
kamus bahasa Indonesia artinya imbalan tersebutdilaksanakan untuk menghapus
atau gaji. Remunerasi merupakan sebuah kesan Pemerintahan yang selama ini dinilai
istilah yang sering dikaitkan dengan dunia buruk. Antara lain ditandai oleh indikator:
ketenagakerjaan, terutama dalam konteks a. Buruknya kualitas pelayanan publik
sistem pengupahan atau penggajian. (lambat, tidak ada kepastian
Namun dalam perkembangannya, istilah aturan / hukum, berbelit belit, arogan,
ini juga kerap kali digunakan secara minta dilayani ataufeodal style dsb.)

ISSN : 2085-4757 3
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Remunerasi sebagai...(Rico Septian Noor) 1-9

b. Sarat dengan perilaku KKN (Korupsi, tambahan pendapatan yang diterima


kolusi, nepotisme) dalam bentuk tunjangan atau insentif.
c. Rendahnya Kualitas disiplin dan etos 2. Kinerja adalah prestasi atau hasil kerja
kerja pegawai negeri. yang ditunjukkan baik secara individu,
d. Kualitas manajemen pemerintahan yang tim ataupun organisasi, yang berhasil
tidak produktif, tidak efektif dan mencapai target kinerja yang ditetapkan
tidak efisien. oleh organisasi. Faktor ini biasanya
e. Kualitas pelayanan publik yang tidak diperhitungkan dalam imbalan dalam
akuntabel dan tidak transparan. bentuk insentif atau bonus.
Sistem remunerasi ada 2, yaitu :
Program Remunerasi sebagai bagian a. Sistem remunerasi tradisional, biasanya
dari Reformasi Birokrasi hanya memberikan remunerasi
berdasarkan jabatan atau peran dalam
Pada prinsipnya konsep Remunerasi organisasi, yang sering disebut sebagai
yang dilakukan oleh pemerintah melalui input organisasi. Dalam sistem ini,
sistem remunerasi yang berbasis remunerasi sesuai dengan bobot relatif
kompetensi dengan mempertimbangkan jabatan dalam organisasi, yang diukur
secara seimbang imbalan yang diberikan dari pengetahuan/kemampuan,
kepada input dan output. Input dalam hal pemecahan masalah, dan
ini adalah bagaimana seseorang melakukan tanggungjawab.
sesuatu pekerjaan untuk dapat mencapai b. Sementara sistem remunerasi berbasis
tujuan kinerja yang diinginkan dalam hal kinerja (performance-based),
ini kinerja Aparatur Sipil Negara. Hal ini menambahkan pada sistem tradisional,
berkaitan dengan kompetensi apa yang berupa remunerasi berdasarkan kinerja
perlu dikuasai oleh orang tersebut. Untuk yaitu manfaat ekonomis yang
itulah, perlu diberikan imbalan untuk dihasilkan untuk organisasi (output
kompetensi apa yang telah dikuasai oleh organisasi).
orang tersebut sesuai dengan yang telah Sesuai dengan Undang-undang Nomor 17
dipersyaratkan. Begitu juga dengan output, tahun 2007, tentang Rencana
adalah apa hasil kerja yang dicapai oleh pembangunan Nasional jangka panjang
orang tersebut dalam pekerjaannya dalam 2005-2025 dan Peraturan Menteri PAN,
hal ini adalah pelayanan kepada Nomor: PER/15/M.PAN/7/2008, tentang
masyarakat. Output ini adalah target Pedoman umum Reformasi birokrasi.
kinerja yang dihasilkan oleh orang Kebijakan Remunerasi diperuntukan bagi
tersebut, sehingga perlu diberikan imbalan seluruh Pegawai Negeri di seluruh
apabila orang tersebut mampu untuk lembaga Pemerintahan. Yang berdasarkan
mencapainya. urgensinya dikelompokan berdasarkan
1. Kompetensi Individual adalah skala prioritas kedalam tiga kelompok :
kompetensi yang dimiliki dan dibawa 1. Prioritas pertama adalah seluruh
oleh orang untuk melakukan instansi Rumpun Penegak Hukum,
pekerjaannya seperti yang rumpun pengelola Keuangan Negara,
dipersyaratkan. Faktor ini biasanya rumpun pemeriksa dan pengawas
diperhitungkan dalam imbalan sebagai Keuangan Negara serta lembaga
penertiban Aparatur Negara.

ISSN : 2085-4757 4
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Remunerasi sebagai...(Rico Septian Noor) 1-9

2. Prioritas kedua adalah Kementerian bobotnya harus mendapat imbalan yg


atau lembaga yang terkait dengan sama).
kegiatan ekonomi, system produksi, Tahapan-tahapan Remunerasi dari
sumber penghasil penerimaan Negara awal kegiatan (pengumpulan data) sampai
dan unit organisasi yang melayani dengan tahap legislasi (penerbitan undang-
masyarakat secara langsung termasuk undang) adalah sebagai berikut yaitu:
Pemerintah daerah. a. Pengumpulan data informasi jabatan
3. Prioritas ketiga adalah seluruh b. Analisa jabatan.
Kementrian atau lembaga yg tidak c. Evaluasi jabatan dan Pembobotan.
termasuk prioritas pertama dan kedua. d. Grading atau penyusunan struktur gaji
baru.
Landasan hukum Kebijakan Remunerasi e. Job pricing atau penentuan harga
a. Undang-undang Nomor 28 tahun 1999 jabatan
tentang penyelenggaraan negara yg f. Pengusulan peringkat dan harga
bersih dan bebas dari Korupsi,Kolusi jabatan kepada Presiden (oleh
dan Nepotisme (KKN). Menpan RB).
b. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Prinsip dasar kebijakan Remunerasi
tentang perubahan atas UU Nomor 41 adalah proporsional. Artinya kalau
Tahun 1999 tentang Aparatur Sipil kebijakan masa lalu menerapkan pola sama
Negara (ASN).Yang salah satu rata (generalisir), sehingga dikenal adanya
substansinya menyatakan bahwa Setiap istilan POPS (pinter goblok penghasilan
pegawai negeri berhak memperoleh sama). Maka dengan kebijakan
gaji yang adil& layak sesuai dengan Remunerasi, besar penghasilan (reward)
beban pekerjaan & tanggung jawabnya. yang diterima oleh seorang pejabat akan
c. Undang-undang Nomor 17 tahun sangat ditentukan oleh bobot dan harga
2007, tentang Rencana pembangunan jabatan yang disandangnya.
Nasional jangka panjang 2005-2025. Melalui Pemberian Remunerasi
Khususnya pada Bab IV butir 1.2, sebagai salah satu upaya peningkatan
huruf E. Yang menyatakan bahwa : Kesejahteraan tersebut maka nantinya
untuk Pembangunan aparatur Negara diharapkan Aparatur Sipil Negara dapat
dilakukan melalui Reformasi birokrasi menjadi lebih baik dalam melayani
untuk meningkatkan profesionalisme masyarakat dan dapat bekerja dengan
aparatur Negara dan tata pemerintahan maksimal. Sehingga pelayanan public
yanq baik. Di pusat maupun di daerah, dapat menjadi lebih baik di Indonesia.
agar mampu mendukung keberhasilan Pelayanan public yang baik juga
pembangunan dibidang bidang lainnya. merupakan salah satu unsur paling penting
. dalam rangka meningkatkan kualitas hidup
d. Perpres Nomor 7 Tahun 2005, tentang sosial yang ada di dalam masyarakat
Rencana pembangunan jangka manapun. Mengingat pelayanan publik
menengah Nasional. memiliki implikasi yang luas dalam
e. Konvensi ILO Nomor 100;, kehidupan ekonomi dan politik. Tetapi,
Diratifikasi pada tahun 1999, bunyinya kualitas pelayanan publik sampai saat ini
Equal remuneration for jobs of equal secara umum masih belum baik. Buruknya
value (Pekerjaan yg sama nilai atau kualitas pelayanan publik menimbulkan

ISSN : 2085-4757 5
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Remunerasi sebagai...(Rico Septian Noor) 1-9

krisis kepercayaan di masyarakat terhadap 3. Undang-Undang tentang Administrasi


birokrasi publik. Krisis kepercayaan Pemerintahan;
ditunjukkan dengan munculnya berbagai 4. Undang-Undang tentang Etika
bentuk protes dan demonstrasi kepada Penyelenggara Negara;
birokrasi baik di tingkat pusat maupun di 5. Undang-Undang tentang Kepegawaian
daerah (Dwiyanto, 2006). Pemerintah yang Negara;
diwakili Menteri Pendayagunaan Aparatur 6. Undang-Undang tentang Badan
Negara sendiri mengakui bahwa Layanan Umum / Nirlaba;
masyarakat selama ini masih merasakan 7. Undang-Undang tentang Pengawasan
prosedur dan mekanisme pelayanan yang Nasional;
berbelit-belit, tidak transparan, kurang 8. Undang-Undang tentang Tata
informatif, kurang akomodatif, dan kurang Hubungan Pemerintah Pusat dan
konsisten sehingga tidak menjamin Daerah.
kepastian hukum, waktu, dan biaya
(www.tempointeraktif.com). Peraturan perundangan tersebut
Kemudian, Menurut Ardin (2014) kemudian dikombinasikan dalam rangka
yang menilai kualitas pelayanan kepada reformasi birokrasi menjadi Undang-
masyarakat selama reformasi dirasakan Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang
semakin menurun dan buruk ditandai Kementerian dan Kementerian Negara.
dengan lamanya waktu pengurusan dan Saat ini, juga sudah diterbitkan grand
biaya siluman yang semakin tinggi. Lebih design reformasi birokrasi dalam bentuk
memprihatinkan lagi, penyedia pelayanan Peraturan Menpan Nomor 15 Tahun 2008
kepada masyarakat di beberapa instansi tentang Pedoman Umum Reformasi
pemerintah secara terang-terangan dan Birokrasi, yang merupakan cetak biru
tanpa rasa malu meminta sejumlah uang reformasi hingga tahun 2025
tertentu yang tidak rasional jumlahnya. (www.menpan.go.id).
Kasus korupsi dalam pelayanan publik Reformasi pelayanan publik sendiri
sudah menjadi praktek sehari-hari di merupakan Prime Mover (penggerak
Indonesia dan bahkan sudah terlembaga utama) yang dinilai strategis untuk
yang melibatkan semua pihak terkait yang memulai pembaharuan praktik governance
saling menjaga rahasia dan saling (Dwiyanto, 2005). Reformasi pelayanan
melindungi (Prasojo, 2010). publik dinilai sebagai entry point dan
Untuk mengatasi masalah pelayanan penggerak utama karena upaya untuk
publik yang buruk ini, maka mendesak mewujudkan nilai-nilai yang selama ini
dilakukan reformasi birokrasi dalam mencirikan praktik governance yang baik
rangka meningkatkan kualitas pelayanan dalam pelayanan publik dapat dilakukan
pemerintah pada masyarakat. Pemerintah secara lebih nyata dan mudah. Produk dari
telah menyiapkan delapan Undang-Undang pela-yanan publik didalam Negara
untuk mengawal pelaksanaan reformasi demokrasi paling tidak harus memenuhi
birokrasi sebagai berikut: tiga indikator, yakni responsiveness,
1. Undang- Undang tentang Kementerian responsibility, dan accountability
dan Kementerian Negara; (Lenvine, 1990).
2. Undang-Undang tentang Pelayanan Konsep kualitas menjadi ukuran
Publik; keberhasilan organisasi bukan saja pada

ISSN : 2085-4757 6
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Remunerasi sebagai...(Rico Septian Noor) 1-9

organisasi bisnis, tetapi juga pada yang diberikan. Terlebih, kualitas


organisasi atau institusi pemerintah sebagai merupakan bahasan yang penting dalam
lembaga penyedia pelayanan public penyelenggaraan pelayanan. Negara dan
(Fitriati, 2010). Pemerintah dalam hal ini sistem pemerintahan menjadi tumpuan
dituntut untuk senantiasa melakukan pelayanan warga Negara dalam
survey mengenai keinginan dan penilaian memperoleh jaminan atas hak-haknya,
masyarakat terhadap pelayanan yang telah karenanya peningkatan kualitas pelayanan
diberikan. Terlebih, kualitas merupakan (quality of services) akan menjadi penting
bahasan yang penting dalam (Zauhar 2001; Prasojo, Pradana dan
penyelenggaraan pelayanan publik. Hiqmah, 2006). Kaitannya dengan kualitas
Berkaitan dengan kualitas pelayanan, pelayanan publikmaka sejumlah ahli
Gronroos (1990) mendefinisikan menjelaskan konsep ini dengan pengertian
pelayanan (service) sebagai suatu aktivitas yang saling menguatkan sesuai dengan
atau rangkaian aktivitas, terjadi interaksi perspektif yang digunakan untuk
dengan seseorang atau mesin secara fisik menentukan ciri-ciri pelayanan yang
dan penyediaan kepuasan pelanggan. spesifik. (Feigenbaum 1986; Lovelock
Pelayanan (service) adalah sesuatu manfaat 1994 Bahil dan Gising 1998, Goetsh dan
yang bersifat intangible, yang dibayar Davis 1994; Mulyawati 2003, WE.
langsung atau tidak langsung dan biasanya Deming, 1986; Sinambela dkk 2006).
meliputi komponen fisik besar atau kecil
atau teknikal (Lehtinen dan Andressen, tt; KESIMPULAN
Gronroos, 1990). Kotler dan Bloom dalam
Gronroos (1990) memberi definisi Remunerasi sebagai bagian dari
pelayanan adalah setiap kegiatan yang Pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang
menguntungkan dalam suatu kumpulan dilakukan di Indonesia, Pemberian
atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan Remunerasi sendiri dilingkungan Aparatur
meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu Sipil Negara (ASN) tujuan nya adalah
produk secara fisik. Gronroos (1990) peningkatan Kesejahteraan Aparatur Sipil
sendiri memberi definisi pelayanan sebagai Negara (ASN). Pemberian Remunerasi
suatu aktivitas atau rangkaian aktivitas hendaknya berbanding lurus dengan
baik yang sifat intangible-nya banyak atau Peningkatan Kualitas terhadap Pelayanan
sedikit, berlangsung dalam interaksi antara Publik yang semakin baik oleh Aparatur
pelanggan dan pegawai pelayanan dan/atau Sipil Negara (ASN) karena pada
sumberdaya fisik atau barang dan/atau prinsipnya ASN merupakan Pelayan
sistem penyedia pelayanan, yang Publik (Public Servant) yang selalu
disediakan sebagai penyelesaian masalah menempatkan masyarakat sebagai
pelanggan. Konsep kualitas menjadi customer atau orang yang harus dilayani
ukuran keberhasilan organisasi bukan saja dalam pemahaman bahwa Kepuasaan
pada organisasi bisnis, tetapi juga pada terhadap kualitas pelayanan yang harus
organisasi atau institusi pemerintah sebagai selalu diperhatikan dan selalu ditingkatkan.
lembaga penyedia pelayanan publik. Karena peningkatan Kualitas Pelayanan
Pemerintah dituntut untuk senantiasa Publik juga merupakan salah satu indikator
melakukan survei mengenai keinginan dan penting keberhasilan Reformasi Birokrasi
penilaian masyarakat terhadap pelayanan di Indonesia sehingga apa yang selama ini

ISSN : 2085-4757 7
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Remunerasi sebagai...(Rico Septian Noor) 1-9

diharapkan terutama oleh masyarakat yaitu Administrasidan Organisasi, Bisnis


Pelayanan Publik yang semakin baik. & Birokrasi, Vol.14, No.3
(September).
DAFTAR RUJUKAN
Sinambela, Lijan Poltak. 2006. Reformasi
Ardin, Isa Sofyan. 2014. Kualitas Pelayanan Publik, Teori,Kebijakan
Pelayanan Malah Buruk, http:www. dan Implementasi. Jakarta: PT
kompas.com, 23 November 2014. Bumi Aksara.

Dwiyanto, Agus, dkk. 2014. Reformasi Perundang-undangan


Birokrasi Publik Di Indonesia,
Pusat Studi Kependudukan dan Undang-UndangNomor 28 Tahun 1999
Kebijakan, Yogyakarta: Universitas tentang penyelenggaraan negara yg bersih
Gadjah Mada. dan bebas dari KKN

Kamus besar Bahasa Indonesia.2008.Pusat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014


Bahasa edisi keempat Kementerian Tentang ASN perubahan atas Undang-
Pendidikan Nasional. Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang
pokok-pokok kepegawaian.
Moleong, Lexy. J.M.A.2002. Metodologi
Penelitian Kualitatif. Bandung: Undang-undang Nomor 17 tahun 2007,
PT.Remaja Rosdakarya. tentang Rencana pembangunan Nasional
jangka panjang 2005-2025. Khususnya
Lenvine, Charless H., dkk. 1990. Public pada Bab IV butir 1.2, huruf E.
Administration: Calenges, Choices,
Consequences. Illions: Scott Undang- Undang tentang Kementerian dan
Foreman Kementerian Negara;

Prasojo, Eko. 2010. Reformasi Birokrasi di Undang-Undang tentang Pelayanan Publik;


Indonesia: Beberapa Catatan Kritis.
Jurnal Ilmu Admnistrasi dan Undang-Undang tentang Administrasi
Organisasi, Bisnis &Birokrasi, Pemerintahan;
Volume 14, Nomor 1 (Januari).
Undang-Undang tentang Etika Penye-
Radjagukguk, Angela Meilani. 2007. lenggara Negara;
Analisis Kompensasi, Kode Etik
dan Kualitas Pelayanan di KPP Undang-Undang tentang Kepegawaian
Pratama. Jakarta Gambir IV FISIP Negara;
UI.
Undang-Undang tentang Badan Layanan
Saragih, Ferdinand D.2006.Menciptakan Umum / Nirlaba;
Pelayanan Publik yang Prima
Melalui Metode Benchmarking Undang-Undang tentang Pengawasan
Praktis. Jurnal Ilmu Nasional;

ISSN : 2085-4757 8
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Remunerasi sebagai...(Rico Septian Noor) 1-9

Undang-Undang tentang Tata Hubungan


Pemerintah Pusat dan Daerah

Perpres No.7/2005, tentang Rencana


pembangunan jangka menengah Nasional.

Konvensi ILO No. 100; Diratifikasi pd th


1999, bunyinya Equal remuneration for
jobs of equal value 9 (Pekerjaan yg sama
nilai atau bobotnya harus mendapat
imbalan yg sama).

Peraturan Menpan Nomor 15 tahun 2008.

ISSN : 2085-4757 9