Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Peran Hukum Adat...

(Ivans Januardy) 41-48

PERAN HUKUM ADAT DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN


PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA

Oleh: Ivans Januardy


Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
e-mail: ivans.januardy@gmail.com

Abstrak: Hukum Adat sebagai hukum masyarakat Indonesia semakin mendapat


perhatian, terutama dalam rangka pembangunan Hukum Nasional, karena itu dalam
pembangunan yang sedang dilaksanakan sekarang ini pembangunan bidang Hukum Adat
tidak ketinggalan juga. Hal ini bisa dilihat bahwa dalam perkembangannya Hukum Adat
selalu mendapat perhatian yang sangat penting. Dalam seminar Hukum Adat tahun 1975
telah disimpulkan bahwa Hukum Adat merupakan salah satu sumber hukum yang
penting, sebagai bahan pembinaan Hukum Nasional menuju unifikasi hukum. Hukum
Adat memberikan kontribusi bagi pembinaan hukum nasional. Pembinaan Hukum
Nasional diatas bukan berarti menciptakan hukum yang baru, yang memenuhi tuntutan
rasa keadilan dan kepastian hukum, tetapi untuk memenuhi tuntutan rasa naluri
kebangsaan dengan falsafah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Dengan
dimasukannya Hukum Adat kedalam klasifikasi hukum yang tidak tertulis dalam
peraturan perundang-undangan maka kuatlah Hukum Adat tersebut menjadi salah satu
sumber Hukum Nasional, karena Hukum Adat tidak dapat diabaikan, melainkan harus
diperhatikan sebab Hukum Adat tersebut sebagai kontribusi bagi pembentukan Peraturan
Perundang-undangan.

Kata Kunci: Peran Hukum Adat, Dalam Pembentukan, Peraturan Perundang-


Undangan

LATAR BELAKANG Hukum adat lahir dan dipelihara oleh


keputusan-keputusan warga masyarakat
Di Indonesia, Hukum Adat adalah hukum adat, terutama keputusan yang
suatu konsep yang sebenarnya baru berwibawa dari kepala-kepala rakyat
dikonstruksi pada awal abad 20, bersamaan (kepala adat) yang membantu pelaksanaan-
waktu dengan diambilnya arah kebijakan pelaksanaan perbuatan-perbuatan hukum,
etis dalam tata pemerintahan Hindia atau dalam hal pertentangan kepentingan
Belanda. Istilah dan konsep hukum adat keputusan para hakim yang bertugas
ini konon dicipta oleh Snouck-Hurgronje, mengadili sengketa, sepanjang keputusan-
untuk kemudian dipopulerkan oleh Van keputusan tersebut karena kesewenangan
Vollenhoven dan diimplementasi secara atau kurang pengertian tidak bertentangan
efektif oleh ter Haar pada tahun 1930-an. dengan keyakinan hukum rakyat,

ISSN : 2085-4757 41
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Peran Hukum Adat...(Ivans Januardy) 41-48

melainkan senafas dan seirama dengan daerahnya. Hukum Adat adalah hukum
kesadaran tersebut, diterima, diakui atau yang berlaku dan berkembang dalam
setidaknya tidak-tidaknya ditoleransi. 1 lingkungan masyarakat di suatu daerah.
Hukum adat yang berlaku tersebut Ada beberapa pengertian mengenai Hukum
hanya dapat diketahui dan dilihat dalam Adat. Menurut M.M. Djojodiguno 3,
bentuk keputusan-keputusan para Hukum Adat adalah suatu karya
fungsionaris hukum (kekuasaan tidak masyarakat tertentu yang bertujuan tata
terbatas pada dua kekuasaan saja, eksekutif yang adil dalam tingkah laku dan
dan yudikatif) tersebut. Keputusan tersebut perbuatan di dalam masyarakat demi
tidah hanya keputusan mengenai suatu kesejahteraan masyarakat sendiri.
sengketa yang resmi tetapi juga diluar itu Sedangkan Surojo Wignyodipuro 4
didasarkan pada musyawarah (kerukunan). memberikan definisi Hukum Adat pada
Keputusan ini diambil berdasarkan nilai- umumnya belum atau tidak tertulis yaitu
nilai yang hidup sesuai dengan alam rohani kompleks norma-norma yang bersumber
dan hidup kemasyarakatan anggota- pada perasaan keadilan rakyat yang selalu
anggota persekutuan tersebut 2. berkembang meliputi peraturan tingkah
Sebelum masa berpengaruhnya kaum laku manusia dalam kehidupan sehari-hari,
etisi (yang mulai mencoba memahami dan senantiasa ditaati dan dihormati karena
memberikan apresiasi kepada prestasi mempunyai akibat hukum atau sanksi. Dari
kultural bangsa-bangsa pribumi di empat definisi di atas, dapat disimpulkan
Nusantara) itu, tidaklah istilah dan konsep bahwa Hukum Adat merupakan sebuah
hukum adat itu dikenal dan diangkat dalam aturan yang tidak tertulis dan tidak
berbagai wacana. Hukum adat mempunyai dikodifikasikan, namun tetap ditaati dalam
akar nilai yang kuat terhadap tingkah laku masyarakat karena mempunyai suatu
sosial dan pola budaya masyarakat. sanksi tertentu bila tidak ditaati. Dari
Sehingga dalam prakteknya, masyarakat pengertian Hukum Adat yang diungkapkan
lebih cenderung mengunakan hukum adat diatas, bentuk Hukum Adat sebagian besar
dalam menyelesaikan perkara serta di adalah tidak tertulis. Padahal, dalam
jadikan pedoman dan materi norma sebuah negara hukum, berlaku sebuah asas
dalam mengatur hubungan hukum. yaitu asas legalitas. Asas legalitas
Indonesia yang terdiri dari berbagai menyatakan bahwa tidak ada hukum selain
macam adat istiadat sangat terlihat yang dituliskan di dalam hukum. Hal ini
keberadaan bahwa hukum adat dan hukum untuk menjamin kepastian hukum. Namun
pidana adat masih hidup di masing-masing di suatu sisi bila hakim tidak dapat
menemukan hukumnya dalam hukum
1
Ter Haar. Peradilan Lanraad berdasarkan tertulis, seorang hakim harus dapat
Hukum Tak Tertulis. Dalam pidato Dies Natalies. menemukan hukumnya dalam aturan yang
1930. hidup dalam masyarakat. Diakui atau
2
Ter Haar. Hukum Adat Hindia Belanda
didalam Ilmu, praktek dan pengajaran Hukum Adat
3
itu dengan mengabaikan bagian-bagiannya yang M Djojodiguno, Mas, Asas-Asas Hukum Adat,
tertulis dan keseluruhan peraturan yang menjelma Jajasan Badan Penerbit Gadjah Mada, Yogyakarta,
dalam keputusan-keputusan fungsionaris hukum 1964.
4
yang mempunyai wibawa serta pengaruh dan dalam R.Soerojo Wignjodipoero, Kedudukan serta
pelaksanaannya berlaku serta merta dan dipatuhi Perkembangan Hukum Adat Setelah Kemerdekaan,
sepenuh hati. Dalam orasi. 1937. Gunung Agung, Jakarta, 1983.

ISSN : 2085-4757 42
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Peran Hukum Adat...(Ivans Januardy) 41-48

tidak, namun Hukum Adat juga memperoleh bahan-bahan bagi


mempunyai peran dalam Sistem Hukum Pembangunan Hukum Nasional, yang
Nasional di Indonesia. Hukum adat menuju Kepada Unifikasi pembuatan
merupakan nilai-nilai yang hidup dan peraturan perundangan dengan tidak
berkembang di dalam masyarakat suatu mengabaikan timbul atau tumbuh dan
daerah. Walaupun sebagian besar Hukum berkembangnya hukum kebiasaan dan
Adat tidak tertulis, namun ia mempunyai pengadilan dalam pembinaan hukum.
daya ikat yang kuat dalam masyarakat. 2. Pengambilan bahan-bahan dari hukum
Ada sanksi tersendiri dari masyarakat jika adat dalam penyusunan Hukum
melanggar aturan hukum adat. Hukum Nasional pada dasarnya berarti :
Adat yang hidup dalam masyarakat ini - Penggunaan konsepsi-konsepsi dan
bagi masyarakat yang masih kental budaya azas-azas hukum dari hukum adat
aslinya akan sangat terasa. Penerapan untuk dirumuskan dalam norma-
hukum adat dalam kehidupan sehari-hari norma hukum yang memenuhi
juga sering diterapkan oleh masyarakat. kebutuhan masyarakat masa kini dan
Bahkan seorang hakim, jika ia menghadapi mendatang dalam rangka membangun
sebuah perkara dan ia tidak dapat masyarakat yang adil dan makmur
menemukannya dalam hukum tertulis, ia berdasarkan pancasila dan Undang-
harus dapat menemukan hukumnya dalam Undang Dasar.
aturan yang hidup dalam masyarakat. - Penggunaan lembaga-lembaga hukum
Artinya hakim juga harus mengerti perihal adat yang dimodernisir dan
Hukum Adat. Hukum Adat dapat disesuaikan dengan kebutuhan zaman
dikatakan sebagai hukum perdata-nya tanpa menghilangkan ciri dan sifat-
masyarakat Indonesia. sifat kepribadian Indonesianya.
- Memasukkan konsep-konsep dan
PEMBAHASAN azas-azas hukum adat ke dalam
Dalam Seminar Hukum Adat dan lembaga-lembaga hukum dari hukum
Pembinaan Hukum Nasional di asing yang dipergunakan untuk
Yogyakarta tahun 1975, ditegaskan tentang memperkaya dan
sifat Hukum Adat sebagai Hukum memperkembangkan Hukum
Nasional atau hukum yang bersumber pada Nasional, agar tidak bertentangan
kepribadian bangsa. Seminar tersebut dengan Pancasila dan Undang-
menghasilkan kesimpulan-kesimpulan Undang Dasar 1945.
antara lain sebagai berikut : 3. Di dalam pembinaan hukum harta
a. Pengertian Hukum Adat kekayaan nasional, hukum adat
Hukum adat diartikan Hukum merupakan salah satu unsur sedangkan
Indonesia asli, yang tidak tertulis di dalam pembinaan hukum
dalam bentuk perundang-undangan kekeluargaan dan hukum kewarisan
Republik Indonesia yang disana-sini nasional merupakan intinya.
mengandung unsur agama. 4. Dengan terbentuknya hukum nasional
yang mengandung unsur-unsur hukum
b. Kedudukan dan Peranan Hukum Adat adat, maka kedudukan dan peranan
1. Hukum adat merupakan salah satu hukum adat itu telah terserap di dalam
sumber yang penting untuk hukum nasional.

ISSN : 2085-4757 43
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Peran Hukum Adat...(Ivans Januardy) 41-48

c. Hukum Adat dalam Perundang- kewarisan kepada unifikasi


Undangan hukum nasional dilakukan melalui
1. Hukum Adat, melalui perundang- lembaga peradilan.
undangan, putusan hakim, dan 6. Hendaklah dibuat Undang-undang
ilmu hukum hendaknya dibina ke yang mengandung azas-azas
arah Hukum Nasional secara hati- pokok hukum perundang-
hati. undangan yang dapat mengatur
2. Hukum Perdata Nasional politik hukum, termasuk
hendaknya merupakan hukum kedudukan hukum adat.
kesatuan bagi seluruh rakyat d. Hukum Adat dalam Putusan Hakim
Indonesia dan diatur dalam 1. Hendaklah hukum adat
Undang-Undang yang bersifat kekeluargaan dan kewarisan lebih
luwes yang bersumber pada azas- diperkembangkan ke arah hukum
azas dan Jiwa hukum adat. yang bersifat bilateral/parental yang
3. Kodifikasi dan Unifikasi hukum memberikan kedudukan yang
dengan menggunakan bahan- sederajat antara pria dan wanita.
bahan dari hukum adat, 2. Dalam rangka pembinaan Hukum
hendaknya dibatasi pada bidang- Perdata Nasional hendaknya
bidang dan hal-hal yang sudah diadakan publikasi jurisprudensi
mungkin dilaksanakan pada yang teratur dan tersebar luas.
tingkat nasional. Bidang-bidang 3. Dalam hal terdapat pertentangan
hukum yang diatur oleh hukum antara undang-undang dengan
adat atau hukum kebiasaan lain hukum adat hendaknya hakim
yang masih bercorak lokal memutus berdasarkan undang-
ataupun regional, sepanjang tidak undang dengan bijaksana.
bertentangan dengan Pancasila 4. Demi terbinanya Hukum Perdata
dan Undang-Undang Dasar 1945 Nasional yang sesuai dengan politik
serta tidak menghambat hukum negara kita, diperlukan
pembangunan masih diakui hakim-hakim yang berorientasi pada
berlakunya untuk kemudian pembinaan hukum.
dibina ke arah unifikasi hukum 5. Perdamaian dan kedamaian adalah
demi persatuan bangsa. tujuan tiap masyarakat karena itu
4. Menyarankan untuk segera tiap sengketa Hukum hendaklah
mengadakan kegiatan-kegiatan diusahakan didamaikan.
unifikasi hukum harta kekayaan e. Pengajaran dan Penelitian
adat yang tidak erat hubungannya 1. Pendidikan hukum bertujuan untuk
dengan kehidupan spirituil dan menghasilkan sarjana hukum yang
hukum harta kekayaan barat, memiliki pengetahuan tentang
dalam perundang-undangan hukum dan lingkungan sosial
sehingga terbentuknya hukum ketrampilan teoritis dan praktis dan
harta kekayaan nasional. berkepribadian. Dalam pengajaran
5. Menyarankan agar dalam hukum maka sepatutnya diajarkan
mengikhtiarkan pengarahan pula metode dan teknik penelitian
hukum kekeluargaan dan hukum hukum sebagai mata kuliah tersendiri

ISSN : 2085-4757 44
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Peran Hukum Adat...(Ivans Januardy) 41-48

supaya dapat menunjang penelitian dalam pengembangan hukum adat


hukum lainnya. selanjutnya mengingat kedudukan hukum
2. Penelitian-penelitian hukum adat adat dalam tata hukum nasional di
seyogyanya memprioritaskan Indonesia sangat penting dan mempunyai
identifikasi dan inventarisasi hukum peranan baik dalam sistem hukum nasional
adat masyarakat-masyarakat di Indonesia, dalam perundang-undangan,
setempat untuk kepentingan maupun dalam putusan hakim.
pembinaan hukum nasional maupun Keberadaan hukum adat dalam tata
untuk kepentingan pelaksanaan hukum nasional di Indonesia akan tetap
penegakan hukum dan pendidikan eksis. Dalam hal ini Prof. Soepomo
umum. Pelaksanaan hal-hal yang memberikan pandangannya sebagai
dinyatakan tadi dilakukan menurut berikut :
tahap-tahap sebagai berikut: a. Bahwa dalam lapangan hidup
- Identifikasi dan inventarisasi kekeluargaan, hukum adat masih akan
daerah-daerah yang hukum menguasai masyarakat Indonesia.
adatnya pernah diteliti dan belum b. Bahwa hukum pidana dari suatu negara
pernah diteliti. wajib sesuai dengan corak dan sifat-
- Melakukan penelitian terhadap sifat bangsanya atau masyarakat itu
daerah-daerah yang belum pernah sendiri. Oleh karena itu, maka hukum
diteliti hukum adatnya dan adat pidana akan member bahan-bahan
mengadakan penelitian kembali yang sangat berharga dalam
terhadap daerah yang pernah pembentukan KUHPidana baru untuk
diteliti hukum adatnya. negara kita.
- Penulisan-penulisan monografis c. Bahwa hukum adat sebagai hukum
terhadap hasil-hasil penelitian sub kebiasaan yang tik tertulis akan tetap
b di atas agar dapat dijadikan menjadi sumber hukum baru dalam hal-
pegangan bagi pembentuk hukum, hal yang belum atau tidak ditetapkan
pelaksana hukum dan pendidikan oleh undang-undang.
hukum. Hukum adat adalah aturan tidak
Dalam kesimpulan-kesimpulan tertulis yang hidup di dalam masyarakat
seminar Hukum Adat dan Pembinaan adat suatu daerah dan akan tetap hidup
Hukum Nasional di Yogyakarta tahun selama masyarakatnya masih memenuhi
1975 di atas telah dijelaskan secara rinci hukum adat yang telah diwariskan kepada
dimanakah sebenarnya kedudukan hukum mereka dari para nenek moyang sebelum
adat dalam tata hukum nasional di mereka. Oleh karena itu, keberadaan
Indonesia. Dalam seminar tersebut hukum adat dan kedudukannya dalam tata
dijelaskan mengenai pengertian hukum hukum nasional tidak dapat dipungkiri
adat, kedudukan dan peran hukum adat walaupun hukum adat tidak tertulis dan
dalam sistem hukum nasional, kedudukan berdasarkan asas legalitas adalah hukum
hukum adat dalam perundang-undangan, yang tidak sah. Hukum adat akan selalu
hukum adat dalam putusan hakim, dan ada dan hidup di dalam masyarakat. Di
mengenai pengajaran dan penelitian zaman modern, setelah Indonesia
hukum adat di Indonesia. Hasil seminar memasuki era reformasi, ketentuan yang
diatas diharapkan dapat menjadi acuan mengatur mengenai hukum adat lebih jelas

ISSN : 2085-4757 45
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Peran Hukum Adat...(Ivans Januardy) 41-48

dasar yuridisnya. Setelah amandemen hukum adat (yang merupakan konk sistem
kedua UUD 1945, tepatnya pada Pasal 18B nilai dan budaya) dalam pembentukan
ayat (2), hukum adat dihargai dan diakui hukum nasional yang fungsional (yang
oleh negara5. kemudian dinamakan Hukum Indonesia
Tak hanya itu, dalam beberapa Modern) 6 .
Undang-Undang juga mengatur Untuk mengetahui peranan hukum
keberlakuan hukum adat. Contoh dalam adat dalam pembentukan hukum nasional ,
Undang-Undang Pokok Agraria, lebih maka harus diketahui nilai-nilai sosial dan
tepatnya pada Pasal 5 yang berbunyi budaya yang menjadi latar belakang
Hukum agraria yang berlaku atas bumi, hukum adat tersebut, serta perannya
air dan ruang angkasa ialah hukum adat, masing masing yaitu 7 :
sepanjang tidak bertentangan dengan 1. Nilainilai yang menunjang
kepentingan nasional dan Negara, yang pembangunan(hukum), nilai-nilai
berdasarkan atas persatuan bangsa, dengan mana harus dipelihara dan malahan
sosialisme Indonesia serta dengan diperkuat .
peraturan-peraturan yang tercantum dalam 2. Nilai-nilai yang menunjang
Undang-Undang ini dan dengan peraturan pembangunan (hukum ), apabila nilai-
perundangan lainnya, segala sesuatu nilai tadi disesuaikan atau
dengan mengindahkan unsur-unsur yang diharmonisir dengan proses
bersandar pada hukum agama.. Dasar pembangunan.
yuridis tersebutlah yang dapat menjelaskan 3. Nilai-nilai yang menghambat
berlakunya hukum adat secara sah di pembangunan (hukum), akan tetapi
Indonesia. Hukum adat adalah hukum yang secara berangsur-angsur akan berubah
yang harus diperjuangkan karena ia apabila karena faktorfaktor lain
merupakan hukum tertua yang telah dalam pembangunan. Nilai-nilai yang
dimiliki Indonesia dan juga karena secara definitif menghambat
Indonesia merupakan bangsa yang sangat pembangunan (hukum) dan oleh
kaya dengan keanekaragaman budaya, karena itu harus dihapuskan dengan
suku, dan ras, dan dengan hukum adat, sengaja.
maka segala kepentingan masyarakat adat Dengan demikian berfungsinya
dapat diayomi olehnya, untuk Indonesia Hukum Adat dalam proses pembentukan
yang lebih baik. Memperkembangkan hukum nasional adalah sangat tergantung
unsur-unsur asli, unsur-unsur asing pada tafsiran terhadap nilai-nilai yang
mungkin saja berguna bagi pembentukan menjadi latar belakang hukum adat itu
hukum nasional, sehingga pada hakekatnya sendiri . Dengan cara ini dapat dihindari
masalahnya adalah bagaimana peranan akibat negatif, yang mengatakan bahwa
hukum adat mempunyai peranan terpenting
5
Pasal tersebut berbunyi Negara mengakui dan atau karena sifatnya yang tradisional, maka
menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum Hukum Adat harus ditinggalkan .
adat berserta hak-hak tradisionalnya sepanjang
Dalam kepustakaan memang
masih hidup dan sesuai dengan perkembangan
masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik dikemukakan adanya tiga golongan
Indonesia, yang diatur dalam undang-undang..
Pasal tersebut telah membuktikan bahwa dasar
6
yuridis berlakunya hukum adat di Indonesia ada, Soerjono Soekanto, Op Cit, hal. 119.
7
dan diakui oleh pemerintah Soerjono Soekanto, Op Cit, hal. 200.

ISSN : 2085-4757 46
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Peran Hukum Adat...(Ivans Januardy) 41-48

pendapat yang menyoroti kedudukan soebroto8: Hukum Nasional tak hanya


hukum adat pada masa sekarang , yaitu : hendak merefleksi pilihan atas kaidah-
Golongan yang menentang Hukum kaidah hukum suku atau lokal atau hukum
Adat, yang memandang Hukum Adat, tradisional untuk menegakkan tertib sosial
sebagia hukum yang sudah ketinggalan masa kini, akan tetapi juga hendak
jaman yang harus segera ditinggalkan dan mengembangkan kaidah-kaidah baru yang
digantin dengan peraturan peraturan dipandang fungsional untuk mengubah dan
hukum yang lebih modern .Aliran ini membangun masyarakat baru guna
berpendapat bahwa hukum adat tak dapat kepentingan masa depan. Maka kalau
memenuhi kebutuhan hukum di masa kini, demikian halnya, asasasas dan kaidah-
lebih lebih untuk masa mendatang sesuai kaidah hukum baru akan banyak
dengan perkembangan modern. Golongan mendominasi hukum nasional .
yang mendukung sepenuhnya terhadap Kemudian dalam meninjau
hukum adat . Golongan ini mengemukakan sumbangan Hukum Adat dalam
pendapat yang sangat mengagung- pembentukan hukum nasional, perlu
agungkan Hukum Adat, karena hukum disimak pula pandangan Paul Bohannan,
adat yang paling cocok dengan kehidupan yang menyatakan bahwa hukum itu timbul
bangsa Indonesia sehingga oleh karenanya dari pelembagaan ganda, yaitu
harus tetap dipertahankan terus sebagai diberikannya suatu kekuatan khusus,
dasar bagi pembentukan Hukum Nasional. sebuah senjata bagi berfungsinya pranata-
Golongan Moderat yang mengambil jalan pranata adat istiadat: perkawinan,
tengah kedua pendapat golongan diatas. keluarga, agama. Namun, ia juga
Golongan ini mengatakan bahwa hanya mengatakan bahwa hukum itu tumbuh
sebagian saja dari pada hukum adat yang sedemikian rupa dengan ciri dan
dapat dipergunakan dalam lingkungan Tata dinamikanya sendiri. Hukum membentuk
Hukum Nasional, sedangkan untuk masyarakat yang memiliki struktur dan
selebihnya akan diambil dari unsur-unsur dimensi hukum ; hukum tidak menjadi
hukum lainnya . Unsur-unsur hukum adat sekedar pencerminan, tetapi berinteraksi
yamg masih mungkin dipertahankan terus dengan pranata-pranata tertentu.
adalah berkenaan dengan masalah hukum Selanjutnya ia berpendapat bahwa hukum
kekeluargaan dan hukum warisan, secara istimewa berada diluar fase
sedangkan untuk lapangan hukum lainnya masyarakat , dan proses inilah yang
dapat diambil dari unsur-unsur bahan sekaligus merupakan gejala sebab dari
bahan hukum yang berasal dari luar, misal
hukum barat. Yang perlu diperhatikan
disini ialah bahwa asas- asas Hukum Adat
bersifat universal harus tetap mendasari 8
Soetandyo Wignjosoebroto.. Dari Hukum
Pembinaan Hukum Nasional dalam rangka Kolonial ke Hukum Nasional : Suatu telaah
menuju kepada tata hukum nasional yang Mengenai Transplantasi Hukum ke NegaraNegara
yang Tengah Berkembang, Khususnya Indonesia.
baru, walaupun asaa-asas dan kaidah-
Pidato Pengukuhan. Diucapkan pada peresmian
kaidah baru akan lebih mendominasi penerimaan Jabatan Guru Besar dalam mata ajaran
hukum nasional, seperti apa yang Sosiologi Hukum pada Fakultas Ilmu Sosial dan
dikatakan oleh Soetandjo Wignjo- Ilmu Politik Universitas Airlangga di Surabaya
pada hari Sabtu ,tanggal 4 Maret 1989.

ISSN : 2085-4757 47
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 2, September 2016 Peran Hukum Adat...(Ivans Januardy) 41-48

perubahan sosial9. Pandangan Bohannan DAFTAR RUJUKAN


tersebut berguna untuk menyangkal
keunggulan peraturan hukum, untuk M Djojodiguno, Mas, 1964, Asas-Asas
memahami sifat umum dari masyarakat- Hukum Adat, Jajasan Badan
masyarakat yang tidak stabil atau Penerbit Gadjah Mada,
mengalami kemajuan. Disamping itu juga Yogyakarta..
merupakan abstraksi untuk merumuskan
hakekat abadi hukum itu dengan Mulyana W. Kusumah & Paul SS .Baut,
pengandaian kebenaran yang belum pasti . 1988, Hukum, Politik dan
Hukum tidak memiliki hakekat seperti itu Perubahan Sosial, Yayasan LBH
tetapi mempunyai sifat historis yang dapat Indonesia, Jakarta.
dirumuskan.
R.Soerojo Wignjodipoero, 1983,
KESIMPULAN Kedudukan serta Perkembangan
Hukum Adat Setelah
Dalam pembentukan peraturan Kemerdekaan, Gunung Agung,
perundang-undangan, ciri-ciri hukum Jakarta.
modern harusnya dipenuhi. Kalau dipenuhi
, bagaimana kedudukan hukum adat? Soerjono Soekanto, 1976, Beberapa
Dalam hal ini hukum adat tidak dapat Permasalahan Hukum dalam
diabaikan begitu saja dalam pembentukan Kerangka Pembangunan di
hukum nasional. Dalam seminar Hukum Indonesia, Yayasan Penerbit UI,
Adat dan Pembinaan Hukum Nasional, Jakarta.
dirumuskan bahwa Hukum Adat
merupakan salah satu sumber yang penting Orasi Ilmiah
untuk memperoleh bahanbahan
Pembangunan Hukum Nasional yang Ter Haar., 1930 Peradilan Lanraad
menuju kepada unifikasi hukum, terutama berdasarkan Hukum Tak Tertulis. Dalam
akan dilakukan melalui pembuatan pidato Dies Natalies. 1930.
peraturan perundangan ,dengan tidak
mengabaikan timbul atau tumbuhnya dan
berkembangnya hukum kebiasaan dan
pengadilan dalam Pembinaan Hukum.
Dengan Demikian Hukum Adat
ditempatkan pada posisi penting dalam
proses pembentukan Peraturan Perundang-
undangan.

9
Mulyana W. Kusumah & Paul SS .Baut,
Hukum, Politik dan Perubahan Sosial, Yayasan
LBH Indonesia, Jakarta, 1988, hlm. 198.

ISSN : 2085-4757 48