Anda di halaman 1dari 11

Satuan Acara Penyuluhan

HIPERTENSI

Disusun oleh:
Muhammad Ridwan
220112130536

PROGRAM PROFESI KEPERAWATAN ANGKATAN XXVII


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2015
SATUAN ACARA PENYULUHAN
HIPERTENSI

MATERI PENYULUHAN : Mengendalikan Hipertensi


SASARAN : Tn. B
HARI / TANGGAL :
WAKTU : 30 menit
TEMPAT : RPSTW Garut
PEMBERI MATERI : Nurul Iklima

TUJUAN INSTITUSIONAL (TI)


Setelah diberi penyuluhan keluarga mampu memahami konsep hipertensi,
pencegahan dan pengendalian hipertensi.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti penyuluhan, klien mampu memahami hipertensi dan
pengendaliannya.

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK


Peserta didik adalah Tn.B

ANALISA TUGAS
KNOW:
Pengertian Hipertensi
Penyebab Hipertensi
Tanda dan Gejala Hipertensi
Komplikasi Hipertensi
pengendalian hipertensi meliputi perubahan pola hidup dan diet pada hipertensi
SHOW :
Mendengarkan dengan penuh perhatian
Melihat dengan penuh antusias
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ( TIK )
Setelah diberi penyuluhan selama 30 menit diharapkan sasaran dapat :
1. Menyebutkan pengertian hipertensi
2. Menyebutkan penyebab hipertensi
3. Menyebutkan tanda dan gejala hipertensi
4. Menyebutkan komplikasi hipertensi
5. Menyebutkan pengendalian hipertensi meliputi perubahan pola hidup dan diet
pada hipertensi

POKOK BAHASAN
Hipertensi : Cara mengendalikan hipertensi

SUB POKOK BAHASAN


1. Pengertian hipertensi
2. Penyebab hipertensi
3. Tanda dan gejala hipertensi
4. Komplikasi dari hipertensi
5. Pengendalian hipertensi meliputi perubahan pola hidup dan diet pada hipertensi

MATERI PENGAJARAN (Terlampir)

ALOKASI WAKTU
Apersepsi : 5 menit
Kegiatan membuka : 5 menit
Penjelasan materi : 10 menit
Evaluasi dan penutup : 10 menit

STRATEGI INSTRUKSIONAL
Menjelaskan materimateri penyuluhan dengan bahasa yang jelas dan intonasi
yang sesuai.
Menggunakan media pengajaran untuk mempermudah pemahaman peserta didik
Memberikan kesempatan bertanya pada peserta didik
Melakukan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta
didik

MEDIA PENGAJARAN
Leaflet

METODE PENGAJARAN
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Demonstrasi

SUMBER
Bahan kuliah Gizi dan Diet FIK UNPAD
Smeltzer, Suzanne C.2001.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddart Edisi 8. Jakarta : EGC
www.godiabetescare.com
www.webmaster@asiamaya.com
www.kesehatanonline.com

PROSES PEMBELAJARAN
Tahap Kegiatan Pendidik Kegiatan Peserta Metode Media
Didik
Pra Menyiapkan
Kegiatan perlengkapan media
Kegiatan Melakukan Memperhatikan Ceramah
pembuka perkenalan Menyimak
Menjelaskan tujuan Ceramah
pembelajaran dan
menanyakan peserta
didik berkaitan
dengan materi yang
akan disampaikan
Menyam Menjelaskan materi : Memperhatikan Ceramah Leaflet
paikan 1. Pengertian hipertensi
materi 2. Penyebab hipertensi
3. Tanda dan gejala Memperhatikan
hipertensi Ceramah
4. Komplikasi hipertensi Tanya
5. Pengendalian jawab
hipertensi meliputi
perubahan pola hidup
dan diet pada
hipertensi.

Kegiatan Menutup pertemuan Memperhatikan Ceramah


penutup
Menyimpulkan materi Memberi Ceramah
secara singkat petunjuk dan
Menanyakan seputar memperhatikan Tanya
materi yang telah jawab
Mengajukan
diberikan
pertanyaan
Mengucapkan salam
penutup

EVALUASI
1. Sebutkan pengertian hipertensi
2. Sebutkan 2 penyebab terjadinya hipertensi
3. Sebutkan tanda dan gejala hipertensi
4. Sebutkan cara pengendalian hipertensi meliputi perubahan pola hidup dan diet
pada hipertensi
5. Sebutkan penjelasan terkait terapi komplementer, serta sebutkan jenis jenis
terapi komplementer
Lampiran

HIPERTENSI

PENGERTIAN
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. (Smeltzer,2001)

ETIOLOGI
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan -
perubahan pada :
a. Elastisitas dinding aorta menurun
b. Katub jantung menebal dan menjadi kaku
c. Kemampuan jantung memompa darah menurun
1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah
menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
d. Kehilangan elastisitas pembuluh darah
Hal ini terjadi karena kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk
oksigenasi
e. Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer

Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data


penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya
hipertensi. Faktor tersebut adalah sebagai berikut :
1. Faktor yang dapat dikendalikan
a. Faktor keturunan
Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan
lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita
hipertensi
b. Ciri perseorangan
Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah:
Umur (Makin usia bertambah, pembuluh darah makin kaku)
Jenis kelamin (Pria umumnya beresiko lebih tinggi daripada wanita,
tetapi wanita akan beresiko lebih tinggi pada wanita pada mengalami
menopause)
Ras (ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih)

2. Faktor yang tidak dapat dikendalikan :


a. Kebiasaan hidup
Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah :
Konsumsi garam yang tinggi (melebihi dari 30 gr)
Kegemukan atau makan berlebihan
Stress
Merokok
Minum alkohol
Minum obat-obatan (ephedrine, prednison, epineprin)

TANDA DAN GEJALA


Kadang tidak menampakkan gejala sampai bertahun-tahun. Gejala dapat
muncul biasanya menunjukkan adanya kerusakan vaskuler. Sering dikatakan bahwa
gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam
kenyataannya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang
mencari pertolongan medis.
Menurut Rokhaeni (2001), manifestasi klinis beberapa pasien yang menderita
hipertensi yaitu:
a. Mengeluh sakit kepala, pusing
b. Lemas, kelelahan
c. Sesak nafas
d. Gelisah
e. Kesemutan
f. Mual
g. Kesemutan
h. Epistaksis
i. Kesadaran menurun
KOMPLIKASI
Kondisi hipertensi yang berkepanjangan menyebabkan gangguan pembuluh darah di
seluruh organ tubuh manusia. Angka kematian yang tinggi pada penderita darah
tinggi terutama disebabkan oleh gangguan jantung.
1. Organ jantung
Kompensasi jantung terhadap kerja yang keras akibat hipertensi berupa penebalan
otot jantung kiri. kondisi ini akan memperkecil rongga jantung untuk memompa,
sehingga jantung akan semakin membuuhkan energi yang besar. Kondisi ini
disertai dengan gangguan pembuluh darah jantung sendiri (jantung koroner) akan
menimbulkan kekurangan oksigen dari otot jantung dan menyebabkan nyeri.
Apabila kondisi dibiarkan terus menerus akan menyebabkan kegagalan jantung
untuk memompa dan menimbulkan kematian (gagal jantung kongestif).
2. Sistem Saraf
Gangguan dari sistem saraf terjadi pada sistem retina (mata bagian dalam) dan
sistem saraf pusat (otak). Di dalam retina terdapat pembuluh pembuluh darah
yang tipis yang akan melebar saat terjadi hipertensi, dan memungkinkan terjadi
pecah pembuluh darah retina yang akan menyebabkan gangguan penglihatan.
Selain itu pecahnya pembuluh darah dapat terjadi di otak dan dapat menimbulkan
stroke.
3. Ginjal
Hipertensi yang berkepanjangan akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah
ginjal, sehingga fungsi ginjal sebagai pembuang zat-zat racun bagi tubuh tidak
berfungsi dengan baik, akibatnya terjadi penumpukan zat-zat berbahaya bagi
tubuh yang dapat merusak organ tubuh lain terutama otak.

PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI


1. Diet
Membatasi konsumsi garam (maksimal 1 sendok teh /hari)
Membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak
Menghindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi , teh dll
2. Perubahan pola hidup
a. Melakukan olahraga yang teratur :
Jenis-jenis olahraga: jalan, jogging, bersepeda dan berenang (untuk yang
tidak kontraindikasi)
Minimal 3x/ minggu
lamanya selama 25-30 menit
b. Menghentikan dan menghindari kebiasaan merokok
c. Istirahat. Dianjurkan untuk istirahat 6 8 jam sehari.
Lampiran 1

Tabel Makanan dan Minuman yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan untuk
Penderita Hipertensi:
No. Jenis Dianjurkan Tidak dianjurkan
makanan
1. Karbohidrat Beras, kentang, singkong, Roti, biskuit dan kue-kue yang
terigu, hankwe, gula, dimasak dengan garam dapur dan
makaroni, mie, bihun, roti, atau baking powder dan soda
biskuit, kue kering yang
dimasak tanpa garam dapur
atau baking powder dan soda
2. Protein Telur maksimal 1 butir / hari Otak, ginjal, lidah sapi, sarden,
hewani (hindari memakan daging ,ikan, susu dan telor yang
kuningnya), daging sapi diolah dengan garam dapur.
tanpa lemak, ayam dan ikan Contohnya: daging asap, ham,
maksimal 100 gram / hari (2 Bachan, dendeng, abon, keju, ikan
potong kecil) asin, ikan kaleng, kornet, ebi atau
udang kering, telor asin dan telor
pindang.
3. Protein nabati Tempe, tahu, kacang tanah, Selai kacang, keju, kacang tanah
kacang hijau, kacang kedele, dan semua kacang-kacangan yang
kacang merah, dan kacang- dimasak dengan garam dapur dan
kacangan lain yang dimasak baking soda.
tanpa garam dapur, baking
powder dan soda.
4. Lemak Minyak goreng, mentega dan Margarin dan mentega biasa
margarin tanpa garam
5. Sayuran Semua sayuran segar dan Sayur dalam kaleng, sawi asin,
sayuran yang diawetkan asinan dan acar
tanpa garam dapur dan
natrium benzoat (paria, labu
siam, seledri, bawang merah,
bawang putih)
6. Buah-buahan Semua buah-buahan segar Buah dalam kaleng, asinan buah dan
dan buah-buahan yang manisan buah.
diawetkan tanpa garam dapur
dan natrium benzoat
(contohnya: alpukat, melon,
semangka dll)
7. Minuman Air putih 8 gelas / hari. Minuman kaleng, kopi, teh, alkohol
1 gelas = 250 ml
8. Bumbu Semua bumbu yang Garam dapur (untuk hipertensi
mengandung garam dapur. berat), baking powder, soda kue,
Garam dapur maksimal 1 vetcin , kecap, terasi, bumbu kaldu,
sendok teh perhari untuk saos, petis dan tauco
hipertensi ringan.
Jenis Terapi Komplementer Hipertensi
a. Labu Siam : Daunnya mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol".
Dr Setiawan menduga, selain bersifat diuretik (peluruh air seni), kandungan
alkoloidnya juga bisa membuka pembuluh darah yang tersumbat. Oleh sebab
itulah, labu siam bisa menurunkan darah tinggi. labu siam umumnya dikukus
dibuat lalap, urap, pecel atau disayur
b. Seledri sebagai sayuran anti-hipertensi flavonoid (apigenin), senyawa butil
phthalide dan kalium pada seledri dapat menurunkan tekanan darah pada
penderita hipertensi.
Bahan Dan Cara Meramunya:
1. Siapkan 100g daun seledri yang masih segar, lengkap dengan batang, dan
akarnya
2. Cuci bersih daun seledri yang sudah kita siapkan tersebut
3. Tumbuk sampai halus
4. Tambahkan 1 gelas air bersih
5. Rebus air ramuan daun seledri tersebut
6. Biarkan sampai dingin, selanjutnya bagi menjadi dua
7. Minum ramuan tersebut dua kali sehari pagi dan sore.
c. Kandungan mineral kompleks dalam mentimun seperti potassium,
magnesium juga fosfor menjadikan sayuran yang satu ini berkhasiat untuk
menurunkan darah tinggi atau hipertensi. Jika Anda termasuk penderita
hipertensi, Anda baiknya mengkonsumsi mentimun setiap hari secara rutin.
Cara mengkonsumsinya bisa langsung dimakan setelah dicuci bersih. Tetapi
akan lebih baik lagi jika Anda menghaluskan satu buah mentimun kemudian
peras airnya. Buang ampas dan minum air perasan tadi. Untuk hasil optimal,
minumlah air perasan mentimun sebanyak tiga kali dalam sehari. Pagi, siang
dan malam hari.