Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KELUARGA PASANGAN BARU (KELUARGA BARU)


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Keluarga
Dosen Mata Ajar : Wiwi Kustio Priliana, App, SPd., MPH

KELAS 3A
Kelompok : 1
Anisa Risky W. (2520142426) Devi Atmasari (2520142431)
Eni Ernawati (2520142435) Dinda Indah N.H. (2520142432)
Nia Fajar Meirawati (2520142450) Endri Normawati (2520142434)
Ni Jero Kadek W. (2520142448) Nurhasanah (2520142451)
Riska Destriana (2520142456) Syva Alfaini P. (2520142461)
Tatang Hendra K. (25201424 Tri Putra Andi N. (2520142465)
Tiara Fitri Nurjanah (2520142463) Wahyu Aji Y. (2520142466)
Yumiati (2520142471) Yunita Ika P. (2520142472)

AKADEMI KEPERAWATAN NOTOKUSUMO


YOGYAKARTA
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN
TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA PASANGAN BARU MENIKAH

Topik : Tugas perkembangan keluarga pasangan baru menikah


Hari/Tanggal : Sabtu, 15 April 2017
Waktu / Jam : 45 Menit / 15.00 15. 45 WIB
Tempat : Rumah Tn. W
Peserta : Keluarga Tn. W dan Ny. T
Penyuluh : Mahasiswa AKPER NOTOKUSUMO

A. Latar Belakang
Keluarga mempunyai siklus perkembangan sebagaimana layaknya
individu. Perkembangan itu terutama dalam hal besarnya keluarga dan
kemampuannya, mulai dari pasangan yang baru menikah, baru memiliki
anak, memiliki anak remaja, memiliki anak dewasa, sampai keluarga yang
salah seorang anggotanya meninggal dunia (Zaidin Ali, 2010).
Pasangan baru (keluarga baru menikah) ialah ketika masing-masing
individu laki-laki dan perempuan membentuk keluarga melalui perkawinan
yang sah dan meninggalkan keluarga nya masing-masing. Mempersiapkan
keluarga yang baru membutuhkan penyesuaian peran dan fungsi sehari-hari
diantaranya belajar hidup bersama, beradaptasi dengan kebiasaan sendiri dan
pasangannya. Masing-masing menghadapi perpisahan dengan keluarga
sendiri dan orang tuanya, mulai membina hubunganungan baru dengan
keluarga dan kelompok social lainnya.
Pernikahan adalah hubungan yang sangat unik walaupun tidak ada
aturan yang menjamin pernikahan yang sukses. Beberapa pedoman
bermanfaat untuk membangun pernikahan yang bahagia adalah pertama,
mereka harus memastikan emosi mereka berdasarkan daripada ketertarikan
fisik atau seksual. Kedua, pasangan harus menggali motifasi keinginan untuk
menikah. Ketiga, mereka harus berfokus pada pengembangan komunikasi
yang jelas. Keempat, mereka harus memahami pola prilaku dan kebiasaan
yang menggangu yang tidak mungkin berubah setelah menikah. Terakhir,
mereka harus menetapkan kompatibilitas dalam keyakinan dan nilai yang
penting.

B. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan Keluarga Tn W dan Ny T
memahami tugas perkembangan keluarga baru menikah.

C. Tujuan Khusus
Serelah diberikan penyuluhan selama 45 menit Tn W dan Ny T
mampu :
1. Menjelaskan tugas perkembangan keluarga baru menikah.
2. Menjelaskan tentang kesehatan reproduksi
3. Menjelaskan tentang membina sex yang sehat
4. Mampu menjelaskan peran masing-masing dalam keluarga
5. Menjelaskan konflik dan masalah yang timbul

D. Materi

1. Tugas perkembangan keluarga baru menikah.


2. Kesehatan reproduksi
3. Membina sex yang sehat
4. Karakteristik keluarga baru menikah
5. Peran informal dan formal
6. Masalah dan konflik yang timbul pada keluarga baru
E. Metode
Ceramah Dan Tanya Jawab
F. Media
Leaflet
G. Evaluasi
Dilakukan setelah ceramah diberikan dengan mengacu pada tujuan yang
telah ditetapkan.
KEGIATAN PENYULUHAN

NO WAKTU KEGIATAN

PENYULUH KELUARGA
1. 5 menit Pembukaan
a. Salam pembuka. - Menjawab salam.
b. Perkenalan. - Memperhatikan.
c. Mengkomunikasikan tujuan. - Memperhatikan.
d. Menyampaikan kontrak waktu. - Memperhatikan.

2. 15 menit Pelaksanaan:
Menjelaskan materi penuluhan secara
berurutan dan teratur.
Materi:
1. Tugas perkembangan keluarga baru - Menanyakan hal-hal yang
menikah. belum jelas.
2. Kesehatan reproduksi - Memperhatikan jawaban dari
3. Membina sex yang sehat penyuluh.
4. Karakteristik keluarga baru menikah - Masyarakat bertanya
5. Peran informal dan formal - Penyuluh menjawab
6. Masalah dan konflik yang timbul pada pertanyaan
keluarga baru

3. 10 menit Penutup - Memperhatikan kesimpulan


a. Menyimpulkan materi yang sudah di yang di berikan oleh penyuluh.
sampaikan. - Menjawab petanyaan yang
b. Melakukan evaluasi dengan bertanya telah di ajukan oleh penyuluh.
secara lisan. - Menjawab salam.
c. Mengakhiri kegiatan penyuluhan.
MATERI PENYULUHAN TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA
BARU MENIKAH

1. Tugas Perkembangan Keluarga Pasangan Baru Menikah


Membina hubungan intim yang memuaskan
Membina hubungan dg keluarga lain,teman,kelompok sosial
Mendiskusikan rencana memiliki anak ( KB)
Masalah Kesehatan Yang Muncul :

Penyesuaian seksual dan peran perkawinan,Aspek luas ttg KB,Penyakit


kelamin baik sebelum/sesudah menikah.
Konsep perkawinan tradisional : dijodohkan,hukum adat

2. Kesehatan Reproduksi
Cara menjaga kesehatan reproduksi :

a. Menjaga kebersihan
Usahakan agar vagina kering dan tidak lembab, karena keadaan basah
mudah terjangkit infeksi dari luar
b. Cara menyeka yang benar adalah dari arah depan kebelakang agar bibit
penyakit yang kemungkinan besar bersarang di anus tidak terbawa ke anus.
c. Memakai pakaian dalam dari bahan katun agar keringat lebih mudah
terserap
d. Pada saat haid, mandi dan buang air kecil harus mengganti pembalut secara
teratur 2-3 kali. Mengganti pakaian dalam 2 kali saat mandi.
e. Jika vagina terdapat luka, bilas dengan air aquades karena lebih steril dan
tidak mencemari luka radang.
f. Menghindari penggunaan pakain dalam yang ketat
3. Membina Sex Yang Sehat
Sex dan kesehatan , membina hubungan intim dengan pasangan dapat :

a. Sex menyembuhkan sakit kepala


b. Melancarkan peredaran darah
c. Menjaga kebugaran
d. Obat awet muda
e. Peningkatan estrogen dan testoterone

4. Karakteristik Keluarga Baru Menikah


a. Terdiri dari dua orang yang diikat oleh hubungan perkawinan
b. Biasanya anggota keluarga tinggal bersama atau jika terpisah tetap
memperhatikan satu sama lain
c. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing
mempunyai peran sendiri-sendiri
d. Mempunyai tujuan (menciptakan dan mempertahankan budaya,
meningkatkan perkembangan fisik, psikologis dan sosial anggota)

5. Peran Informal Dan Formal


a. Peran Formal :
- Laki-laki sebagai suami (kepala keluarga)
- Perempuan sebagai istri
b. Peran Informal :
- Laki-laki sebagai ketua kegiatan di masyarakat
- Perempuan sebagai anggota organisasi di masyarakat

6. Masalah Dan Konflik Yang Biasa Timbul Pada Pasangan Baru


a. Bahaya Fisik
Penyakit
Pada keluarga baru menikah penyakit yang mungkin timbul adalah
penyakit menular seksual
b. Bahaya Psikologis
Percekcokan dalam rumah tangga
Pada keluarga baru menikah butuh waktu untuk penyesuaian diri, dan
sering menimbulkan percekcokan atau perbedaan pendapat.
gangguan penyesuaian dengan anggota keluarga pasangan
c. Bahaya Peran seksual
Ketidak mampuan keluarga (suami/istri) memenuhi kebutuhan sek pada
kelurga yang baru dibina
d. Bahaya dalam Konsep Diri
Selalu ingin tampil cantik di hadapan pasangan
e. Bahaya Hubungan Keluarga
gangguan penyesuain keuangan
DAFTAR PUSTAKA

Ali Z. 2010. Pengantar Keperawatan Keluarga. Jakarta: Penerbit Buku


Kedokteran EGC.